【FULL】Hotel Trainees EP16【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Hotel Trainee Season 2] [Episode 16] Seharusnya kamu tahu jelas, masalah mati listrik saat itu tidak sesederhana apa yang terlihat. Chen Alai pernah bilang padaku, dia menerima panggilan dari seorang wanita, menyuruhnya melakukan itu. Apa kamu tidak pernah curiga padaku? Listriknya mati. Mia,hubungi departemen teknis, segera menuju ruang listrik.

Ruang listrik mungkin juga tidak aman lagi. Ruang listrik tidak aman? Melihat ekspresimu, tampaknya pernah mencurigaiku. Ketika video yang menjelekkan hotel beredar, aku sudah curiga ada yang memberi perintah di balik tindakan Cui Daren. Cepat atau lambat aku akan menemukannya. Kamu masih saja begitu percaya diri. Kau tahu kenapa? Kenapa?

Meski agak aneh bagi seorang lelaki sejati untuk mengatakan ini… Karena kamu. Kamu ini kunci emas. Hotel bisa bertahan sampai hari ini, sebagian berkat jasamu. Dulu mereka merasa aku ini egois dan seenaknya, itu karena aku tahu, ada kamu yang bisa diandalkan. Apapun yang aku lakukan, selalu ada kamu yang membantu. Jujur, aku sangat mengapresiasimu.

Kamu mengenal hotel dengan baik. Dewasa dan bijak, disukai orang-orang. Semua karena adanya dirimu, barulah aku tidak merasa takut. Jujur,dari lubuk hatiku, aku iri padamu. Jadi kamu tidak pernah menyalahkanku? Pemikiranku tidak begitu sempit. Meski hal ini ada hubungannya denganmu, aku juga tidak percaya, ini adalah keinginanmu. Saat hotel mati listrik,

Rasa panik dan cemasmu terhadap hotel. Semua itu nyata. Tapi kamu seharusnya jelas, aku sudah tidak berharga di sini, aku sudah mencapai puncak dari diri sendiri. Kamu bisa merasakan hal ini, menandakan dari awal kamu selalu dalam kondisi sadar. Ini adalah kekagumanku padamu. Mari. Jujur saja, pandanganku tentangmu cukup berubah. Dulu aku selalu merasa,

Apa pun yang kau lakukan, semua karena titik mulaimu yang tinggi. Aku senantiasa merasa gusar. Aku memiliki kunci emas serba guna yang didambakan dalam industri ini. Tapi aku malah tidak bisa membuka pintuku sendiri. Saat ini baru sadar bahwa aku sudah salah. Pemikiranku terlalu sempit. Kesadaranku dibandingkan denganmu, datangnya terlambat sekali.

Kamu lebih baik dan lebih berusaha dariku. Aku ini hanya orang yang kemampuan eksekusinya lebih baik. Kamu, adalah pemilik asli ZAD. ZAD sudah memberiku terlalu banyak hal. Aku tidak boleh serakah. Sekarang sudah saatnya untuk keluar dari zona nyaman ini. Mencari lingkungan yang baru. Siapa tahu kelak ada kesempatan bagi kita berdua untuk beradu.

Maksudmu pekerjaan atau cinta? Dua-duanya. Untuk cinta kamu sudah kalah, aku pemenangnya. Belum tentu. Sudah dipikirkan baik-baik? Sudah. Tapi tenang saja. Aku akan pergi setelah Festival Pemandian Air Panas berakhir. Segelas ini, untuk diriku sendiri. Terima kasih. Bersulang. [Ayam rebus kecap] Halo. Apa tidak terlalu pagi? Permisi, apakah anda butuh perumahan dengan pemandangan laut?

Tidak perlu. [Berani sekali menutup telepon manajer.] [Apa ada keperluan, pak manajer?] [Ratu Hotel] [Bangunlah, babi malas.] [Tidak perlu meneleponku untuk hal ini.] [Aku ingin meneleponmu untuk hal apapun.] Ya Tuhan. Gombalan macam apa ini. Norak sekali. Untuk Festival Pemandian Air Panas. Berjuang! Semangat! Kenapa bangun pagi sekali? Karena departemen promosi harus

Menulis beberapa rangkuman untuk Festival Pemandian. Aku pergi membantu mereka. Kamu tidak perlu menghabiskan tenaga lagi. Apa maksdunya? Katanya Presdir sudah menghentikan kegiatan kali ini. Kapan? Baru saja. Apa? Presdir. Kenapa dihentikan begitu saja? Bukankah sangat tidak menghargai pekerjaan kami? Melalui analisis dan pembelajaran kami percaya bisa melaksanakan Festival ini.

Aku juga sudah melewati analisis dan pemikiran yang dalam. Kalau begitu beri tahu hasil pemikiranmu. Kenapa tidak melaksanakan Festival? Pemandian Air Panas akan kehabisan air. Aku sudah mengundang ahli untuk memeriksa. Hal itu tidak akan terjadi. Paling hanya jumlah air yang berkurang. Kenapa kau tidak percaya padaku? [Ratu Hotel] Ahli?

Apa ahli lebih paham Pemandian Air Panas daripada aku? Aku dan pemandian air panas ini, sudah berhubungan selama 20 tahun. Bahkan lebih familiar dari ibumu. Jika kubilang dia sudah mau kering. Itu berarti dia akan kering. Kenapa kau tidak percaya ilmu alam? Lalu kenapa kau tidak percaya pada ayahmu? Baik, aku percaya padamu.

Pemandian Air Panas sudah mau kering, jadi kita harus bagaimana? Apa kita tidak melakukan apa pun? Apa sudah harus menghemat air dari sekarang? Menutup hotel? Ayah. Aku tahu Pemandian Air Panas adalah inti utama ZAD. Tapi kita tidak boleh terus diancam olehnya. Memangnya kau mau selalu merasa cemas kelak? Meski Pemandian Air Panas akan kering,

Aku yakin, sebelum dia kering, bisa membuat ZAD menjadi hotel yang kokoh tanpa Pemandian Air Panas. Mohon percaya padaku. Aku ada urusan lain. Aku pamit dulu. Kenapa kamu kemari? Aku sedang mencarimu. Katanya Festival dihentikan Presdir. – Benarkah? – Tidak masalah, sudah diselesaikan. Benarkah? Lihatlah siapa aku ini. Mengagetkanku saja. Apa yang kau lakukan?

Meminjammu untuk menambah kapasitas olahragaku. Apa? Apa yang kau lakukan? Bagaimana kalau dilihat orang lain? Lepaskan aku! Cek detailnya di sini. Di sini? Ingat caranya ini. Baik. Baik. Bawa barangnya dengan baik. Halo,selamat datang di ZAD. Selamat datang di ZAD. Coba periksa kamarku, sudah kupesan. 6452 Baik,mohon tunggu sebentar. Boleh juga, lingkungannya…

Maaf, Tuan dan Nyonya. Pesanan Anda tidak ada. Sudah kupesan di awal. Jangan panik, saya cek sebentar. Baik. Apa yang terjadi? Ada apa ini? Aku tidak tahu. Maaf, Tuan He. Memang tidak ada pesanan anda di sini. Ini dia. Ini adalah kamar vila terbaik di hotel kami. Ada kolam pribadi. Dengan pemandangan gunung terbaik.

Kami hanya mau 6452. 6452 hanya kamar tamu biasa. Tapi vila ini, dari segi fasilitas dan harga, nilainya lebih tinggi. Kami bisa memberi peningkatan gratis untuk Anda berdua. Kami memang tinggal di vila, kami kemari bukan demi tinggal di vila. Vila yang kami tempati, luasnya 2000 meter lebih. Lebih baik dari tempat ini.

Kami bisa memberi anda makanan gratis. Juga terapi air khas Bali. Silahkan anda lihat. Yang kamu katakan tadi tidak kami perlukan. Kami hanya mau 6452. Kenapa 6452 begitu disukai? Secara logika, nomornya tidak memiliki angka 8, letaknya juga di tikungan. Apa kau tahu? 6452 punya nama lain. 6452 punya nama lain? Benar. Kamar Bayi.

Kamar Bayi? Bukankah sangat ajaib? Kamar ini, adalah sebuah legenda dari hotel ini. Dahulu kala, dia merupakan sebuah kamar biasa. Karena letaknya yang jelek, banyak tamu yang enggan tinggal. Sampai suatu hari, datanglah sepasang suami istri. Suami istri ini sama dengan pasangan paruh baya lainnya. Mereka menghadapi berbagai masalah. Pekerjaan. Kredit rumah, kegemukan.

Tapi semua hal itu, tidak semengerikan satu hal. Hal itu adalah… Rambut rontok? Anak. Mereka sudah lama menikah tapi belum punya anak. Mereka sudah saling berusaha. Bayi tabung, terapi makanan, akupuntur. Tapi semua cara itu, tidak membuahkan hasil. Yang terpenting adalah, mereka tidak menemukan alasannya. Karena hal ini, sang istri gelisah setiap hari.

Sang suami bahkan mengalami kerontokan rambut. Akhirnya mereka hanya bisa menyerah. Membawa uang untuk program bayi tabung lalu memesan kamar ini. Tidak disangka… Hamil? Tidak hanya mereka yang hamil. Yang ajaib adalah, beberapa pasangan suami istri yang lain yang menempati kamar ini, juga memiliki anak. Sejak saat itu, kamar ini punya sebutannya sendiri. Kamar Bayi,

Tidak bisa dipesan meski punya uang. Berlebihan sekali. Sebenarnya tidak ada yang ajaib. Utamanya karena hotel kita ini, air dan makanannya sehat, lingkungannya juga indah. Orang-orang yang datang, lebih mudah melepas rasa tertekan mereka dan merasa relaks. Dalam sitauasi seperti ini, hamil akan menjadi lebih mudah bukan? Ayo. Siapa? Siapa yang mau merebut kamarku?

Tidak ada yang mau merebut kamar anda. Kedatangan kami ini, untuk memahami dan berkompromi dengan anda. Kompromi apa lagi? Kukatakan pada kalian, aku sudah menghabiskan uang 10 kali lipat, bahkan sudah melalui belasan putaran pelelangan baru bisa menempatinya. Tidak akan pergi. Lelang? Benar. Jadi anda berdua melalui lelang Huang Niu, memesan kamar ini, benar?

Apa ada masalah? Tiga poin. Pertama. Aku sudah bayar uang, mengikuti prosedur mengisi identitas pemesanan. Ini adalah kamarku. Kedua. Ada yang tidak jadi tinggal di sini, itu masalah mereka. Masalah sistem, bukan masalahku. Ketiga. Kuulang sekali lagi. Aku tinggal di sini dengan harga tinggi. Jika kerena hal ini menyuruhku keluar.

Kalian seharusnya pergi mencari Huang Niu. Bukan kami. Jangan berharap merebutnya dariku. Tuan, anda jangan panik. Sudah kukatakan tadi. Kedatangan kami untuk memahami dan berkompromi. Tidak akan menyuruh anda keluar. Sungguh maaf, sudah merusak suasana hatimu. Saya mewakili hotel, memberi anda kupon diskon 20% untuk anda. Saat anda checkout, akan otomatis dihitung. Kami juga berharap,

Bisa menebus kerugian anda. Maaf, sudah menggangu. Semoga liburan anda menyenangkan. Sampai jumpa. Ayo. Apa mereka mengira kita datang juga demi itu? Biarkan saja apa yang mereka pikirkan. Tapi kamu tidak pernah memberi tahuku, kamar ini adalah hasil lelang. Kamu tidak perlu tahu. [Tenang saja, aku suka menjaga anak-anak.] [Benarkah?]

Tentu saja kamu tidak berani memberi tahuku. Kamu ini gila menang. Paling tidak tahan jika ada yang rebutan denganmu. Semakin direbut, kau semakin bersemangat. Jika kutebak, kamar ini, orang lain hanya perlu menghabiskan 5 kali lipat untuk memesan kamar ini. Tapi kamu ini, kamu pasti akan menghabiskan 10 kali lipat. Karena,

Kamu ingin memberi tahu orang lain. Siapa pun tidak bisa bersaing denganmu. Tebakanku benar bukan? Cukup! Kamu ini si penggila kebersihan. Kamu ini sudah cukup belum? Mundur! Mundur! Kamu sudah melewati garis, tahu tidak? Kuperingatkan padamu. Kelak tidak boleh melewati garis ini. Juga tidak boleh menyentuh barangku. Maaf.

Kamar 6452 tidak berhasil dipesankan untuk anda berdua. Saya meminta maaf pada anda berdua atas kesalahan sistem kami. Seharusnya sudah bisa ditebak sejak awal, kamu tidak punya ide bagus. Kurasa, lebih baik kita pulang, melewati hari yang membosankan. Bukankah aku juga demi menyenangkanmu? Lihat aku sekarang, apa masih bisa senang? Sungguh tidak mengerti aku.

Kalau begitu, ya sudahlah. Kalian pergi saja. Sungguh maaf. Kalian boleh meminta ganti rugi pada kami. Asalkan dalam batas kemampuan kami… Tidak perlu. Apa yang bisa kalian tebus? Menyuruhku kemari, menurut kalian ini benar? Sudah,sudah. Sudah tahu tidak akan ada kejutan apa pun. Sungguh sia-sia. Chen Jie, perhatikan tamunya. Semampunya penuhi semua keinginan mereka. Baik.

Baik,bekerjalah. Ayo. Apa yang kau lakukan? Siang bolong begini. Bagaimana kalau dilihat orang? Apa kau sudah memblok aku? Apa katamu? Tidak. Jadi telepon tidak dijawab, pesan tidak dibalas. Apa maumu sebenarnya? Aku ini sedang sibuk bekerja. Aku sebagai manajer hotel saja tidak sesibuk itu. Kenapa kau sibuk sekali? Aku ini penanggung jawab Festival kali ini.

Jadi pekerjaanku sangat banyak. Kemarikan ponselmu. Kenapa? Kamu pasti memblok aku. Tidak. Aku akan marah jika tidak diberi. Apa-apaan kau ini. Aku sungguh tidak memblok kamu. Kalau begitu tunjukkan sebentar. Sungguh mau lihat? Baiklah. [Ayam rebus kecap] Ayam rebus kecap? Apa maksudnya ayam rebus kecap? Ini caraku melakukan kamuflase. Jika pakai 10086. itu terlalu biasa.

Kalau diganti jadi telepon mengganggu, semuanya akan merasa, lebih baik langsung diblok saja. Jadi melalui pemikiran yang dalam, dan pertimbangan yang berbakat, aku rasa, lebih baik berpura-pura jadi pengantar makanan saja. Perbaiki. Tidak mau. Perbaiki. Perbaiki jadi apa? Pacar. Itu terlalu mencolok. Kalau begitu, Pasangan jiwa? Kakak, kamu mungkin hampir 50 tahun.

Apanya yang pasangan jiwa. Tidak peduli, kamu harus perbaiki. Ya sudah. [Xie Pupu] Apa itu Xie Pupu? Ya Pupu saat buang gas. Mau apa kau ini? Kau ini sengaja ya? Apa? Kenapa aku tidak tahu dari awal kamu ini begitu manja. Kalau tahu kamu begitu manja, Aku akan… Akan apa? Aku akan lebih manja lagi.

Bukankah itu Direktur Xie? Punggungmu lurus! Apa yang kau lakukan? Yue Ran kasihan sekali. Kenapa malah bertemu dengan Direktur Xie. Berdiri yang tegak. Kecilkan suaramu. Halo. Halo Direktur Xie. Maaf,Direktur Xie, aku tahu penampilan sangat penting. Maaf ya. Tadi aku tidak sengaja. Pukulanku terlalu keras ya? Sangat senang memukulku ya? Sangat senang bukan?

Sangat senang bukan? Wanita memang seperti itu. Siapa? Siapa? Xiao Yueyue,aku tahu aku salah. Jangan ikuti aku. Kamu yang paling hebat,paling hebat. – Kamu tidak salah sama sekali – Aku sungguh tidak sengaja. – Tunggu aku – Tidak masalah, aku tidak keberatan. Sedikit pun tidak keberatan. Yue Ran. Kebetulan kamu datang.

Bantu aku bawakan ini ke ruang rapat. Tadi Supervisor mencariku. Aku lihat ada apa. Terima kasih ya. Baik, tidak masalah. Kenapa kamu selalu membantu siapa saja. Berikan padaku. Profesional tidak? Sangat profesional. Apakah ada kegiatan sore ini? Kenapa perlu begitu banyak air? Rapat perusahaan game memerlukannya. Perusahaan game? Permainanan ini aku pernah memainkannya.

Ternyata perusahaan ini yang membuatnya. Jangan menari lagi. Tampak seperti oktopus yang kabur. Kakak,apa yang kamu katakan? Aku dulu pernah jadi pusat wanita ZAD. Tahu tidak? Lihat aku bisa ikuti iramanya. Aku ini bukan hanya main-main. Kau menertawakanku? Kalau begitu kamu coba saja. – Tidak. – Ayo, menari. Canggung sekali. Tidak bisa, terlalu canggung.

Tidak canggung sama sekali. Ayo, berputar. Goyangkan bokong. Begini,begini. Lalu goyangkan kaki. Yue Ran. Jika sekali lagi bertemu Chen Alai, hadapi dia dengan cara ini! Sudah bisa? – Sudah bisa. – Maaf, sudah mengganggu. Tidak apa-apa kan? Apa sudah terlihat? Sepertinya terlihat. Sepertinya juga tidak terlihat. Kau baik-baik saja? Pukulanku keras? Menurutmu?

Kau juga patut menerimanya. Aku ingin mengumumkannya, kamu tidak memperbolehkannya. Jadi salahku? Lakukan tarian ini 20 kali. [Departemen Receptionist] Semuanya, Festival Pemandian Air Panas akan tiba. TePemesanan via telepon dan via online, juga semakin banyak. Para tamu sudah akan menempati hotel. Semoga kalian semua kerahkan semua semangat. Tunjukkan pelayanan terbaik ZAD. Semangat!

Dua hari ini banyak telepon yang masuk, petingkat pemesanan kita sudah mencapai 80 persen. Pihak Departemen Pemasaran, juga ada pelanggan lama yang melakukan pemesanan besar. MMereka ingin memanfaatkan Festival pemandian air panas ini untuk melakukan kegiatan perusahaan. Juga ada proposal bagus di departemen promosi, tapi dilihat dari kondisi sekarang, promosi sudah boleh dihentikan.

Departemen konsumsi juga sudah bekerja bagus. Stok makanan yang tersimpan juga sudah digunakan. Mereka bersiap untuk membeli bahan makanan baru. Sekarang bagian pembelian sedang mengurus hal ini. Kau ini sudah semakin baik. Tampak seperti seorang pengurus Hotel. – Benarkah? – Seperti seorang kunci emas. Terima kasih atas pujiannya. Sekarang aku bisa tenang. Tenang?

Hari ini adalah hari terakhirku di ZAD. Aku sudah memberi tahu Direktur Xie. Kamu orang kedua yang tahu hal ini. Aku tidak ingin yang lain tahu. Sekarang adalah Jangan biarkan fokus yang lainnya terpecah karena aku. Jadi sudah memikirkan apa yang akan dilakukan setelah berhenti? Lumayan. Kau tahu,

Aku ini orang yang berpikir panjang dalam bertindak. Keputusan tergesa-gesa dalam hidup, melakukan lamaran yang gila, itu sudah cukup. Kalian sungguh mirip. Kau dan Direktur Xie sama. Mencemaskan rencana kedepanku, daripada alasanku mundur. Sebenarnya, jika aku adalah kamu, aku juga akan memilih mundur. Bekerja keras 10 tahun di satu tempat, tapi posisi yang didambakan

Malah diduduki oleh orang lain. Kurasa siapa pun itu, juga tidak bisa berusaha sekuat tenaga seperti dulu lagi, bekerja keras demi tempat ini. Lagipula,aku rasa kamu sudah melakukan yang terbaik. Kamu sudah sangat hebat. Benarkah? Tentu saja. Terima Kasih. Jika waktu bisa kembali. Aku berharap bisa kembali ke masa lalu.

Saat dimana kamu bersedia bersama denganku. Jika bisa diulang, pasti tidak akan berakhir begitu. Dibandingkan dengan seorang yang memahamimu, posisi manajer, tidak ada apa-apanya. Ini untukmu. Aku tidak tahu harus memberimu apa. Ini hanya model yang sama. Tapi aku yakin suatu hari nanti. Kamu bisa mendapatkan kunci emas yang asli. Semangat!

Kamu sungguh tidak pamit pada yang lain? Mereka sedang sibuk. Aku tidak mau mengganggu. Kamu tetap saja seperti dulu. Direktur Xie. Ada satu hal, entah harus aku tanyakan atau tidak. Kamu ini sudah akan pergi, hal apa yang tidak boleh dikatakan? Fanyu seharusnya tidak tahu bahwa nona Bai adalah investor hotel bukan?

Sebenarnya hubungan Fanyu dan nona Bai, aku tahu sedikit tentang itu. Secara logika, ini adalah urusan antara kalian ayah dan anak. Aku tidak seharusnya banyak bicara. Tapi aku tetap saja merasa, akan lebih baik jika Fanyu mengetahuinya. Lagipula nona Bai ini, anda harus lebih berhati-hati. Tujuan investasi hotelnya tidak sederhana. Pesanmu sudah aku pahami.

Akan aku pertimbangkan, terima kasih. Aku pamit dulu. Hati-hati di perjalanan. – Ayo. – Baik. [Direktur Wei yang terbaik.] [Kita dan ZAD.] [David selalu dikenang.] [Kita mencintaimu selamanya.] Kemarikan. Yang benar saja. Mencintainya, siapa yang cinta padanya? Aku benci padanya. Begitu ingat dia dan kau pernah… Aku marah sekali. Xie Fanyu. Dia sudah pergi.

Jangan kekanak-kanakan begitu. Dewasa sedikit. Lagipula, tadinya aku ingin angkat papan ini. Kamu yang tidak setuju. Apa aku bisa setuju? Apa kamu tidak lihat apa yang tertulis di atas papan ini? Apa masalahnya? Kurasa, ideku ini pasti membuat Direktur Wei terharu. Lagipula, performamu bagus sekali. Sangat layak dipuji. Halo.

Halo, Direktur Xie, ada hantu di kamar tamu. Cepatlah kemari. – Hantu? – Benar. Halo, selamat datang di ZAD. Apa yang bisa saya bantu? Aku memesan sebuah kamar di sini. Akan tinggal lama di sini. Maaf,anda memesan dengan nama apa? Bai Linglong. Baik, tunggu sebentar. Oh ya. Apakah Xie Fanyu,Direktur Xie kalian ada di tempat?

Ada apa? Kamar kami dimasuki orang. Hotel kalian bertanggung jawab atas hal ini tidak? Ini hotel bintang lima. – Siapa yang berani tinggal di sini? – Direktur Xie. – Direktur Xie – Direktur Xie. Barang dalam kamar tamu, diberi tanda dengan lipstik. Tapi ini sungguh bukan perbuatan kami. Jadi kami yang mengada-ada? Baik, cepat.

Sungguh maaf, Tuan Du, Nyonya Du. Saya pasti akan secepatnya memberi jawaban yang memuaskan untuk kalian. Memuaskan bagaimana? Kamar di hotel kalian, boleh sembarangan dimasuki orang? Saya akan secepatnya memeriksa kejelasan hal ini. Juga memerintahkan orang untuk melindungi kalian. Jika ada masalah, boleh menghubungi receptionist hotel. Saya yakin sekali, tanda coretan ini,

Muncul setelah aku keluar. Karena dalam CCTV kalian, tidak ada yang masuk ke kamar kami. Maka hanya ada dua kemungkinan. Pertama. Ada yang masuk dari jendela. Tapi jendela tampak baik-baik saja. Tertutup rapat. Maka hanya ada kemungkinan lain. Hotel kalian ini berhantu. Tidak mungkin! Tuan Du, Nyonya Du. Jika kalian masih khawatir,

Kami akan kembali memeriksa kamar tamu di lantai ini. Aku sendiri yang membersihkan kamar ini, tiba-tiba saja muncul begitu banyak tanda-tanda yang aneh ini. Katakan padaku. Jika bukan hantu, jadi apa? Tapi, kenapa hantu mau membuat tanda bentuk Z ini? Apa kamu pernah menonton film Prancis berjudul Zoro? Itu, pencuri itu. Setiap menyelesaikan kasus,

Dia akan meninggalkan tanda ini. Zoro? Bukankah dia pendekar? Kenapa jadi pencuri? Tuan Du, Nyonya Du, Saya jamin pada kalian. Tidak peduli dia itu Zoro atau Yolo, Aku pasti akan menemukannya dan mempertanggungjawabkan pada kalian. Sungguh tidak paham, kenapa hal seperti ini bisa terjadi di sini? Ini sungguh mengerikan. Lepas kendali, kau tahu? Lepas kendali.

Jika hal ini tersebar keluar, aku ingin tahu siapa yang berani tinggal di hotel ini? Kamar lain tidak pernah ada kejadian yang sama. Apa mereka pernah menyinggung orang lain? Bagaimana kalau lapor polisi? Tidak boleh. Sebelum hal ini jelas, tidak boleh lapor polisi. Tapi ini aneh sekali. Tidak ada petunjuk sedikit pun. Atau jangan-jangan,

Berkaitan dengan rumor di hotel itu? Apa kamu pernah dengar? Kenapa? Kamu tahu bukan? Hal ini, sebelum diperjelas, kita tidak boleh membesar-besarkannya. Harus diam-diam. Sungguh kamu tahu? Beri tahu aku. Beri tahu aku dengan pelan. Benar ingin dengar? Sudahlah. Bicaramu setengah-setangah, apa bedanya dengan setengah-setengah saat ke toilet? Aku takut kamu mimpi buruk. Sungguh mengerikan.

Aku tidak takut. Katakan saja. Sungguh tidak takut? Aku cinta padamu. Kamu… Direktur Xie. Direktur Xie. Aku sungguh tidak melihat apapun. Tidak melihat apapun. Ampuni aku. Katakan, ada apa? Aku sungguh tidak melihat apapun. Tidak melihat apapun. Kubilang katakan masalahmu! Nyonya He bilang, dalam vilanya ada seseorang. Sekarang dia tidak berani masuk.

Beri tahu departemen keamanan. Ikut denganku. Tunggu aku. Bagus. Istriku hebat. Istriku Hebat. Hebat, hebat. Aku tahu. Kamu sudah berusaha. Demi memberinya kejutan, menarikan tarian ini, aku melakukan persiapan setengah bulan. Kadang kala, menyenangkan wanita Kesulitannya lebih tinggi dari naik ke bulan. Dia bilang padaku, tidak ada rasa antusias bersamaku.

Katanya tidak ada pelangi di diriku. Pelangi seperti apa? Katanya aku ini membosankan. Jadi dulu kamu ini bagaimana? Sama seperti sekarang. Dia jadi pemilih dan sudah lelah. Aku memikirkan semua cara untuk menyenangkannya. Tapi ini bukan diriku. Jadi, apa kalian pernah membahas ini? Kami pernah bilang, ingin punya anak. Ingin memulai hidup yang baru.

Tapi senantiasa tidak membuahkan hasil. Jadi kami datang kemari. Kalian harusnya ke rumah sakit. Aku tidak ada masalah. Kami tidak punya masalah. Kalau begitu mungkin tekanan terlalu besar. Aku ingat dulu saat ujian, tekananku sangat besar. Tenggorokanku juga bengkak, juga muncul sariawan dan lainnya. Sangat menderita. Urusan ini, hanya bisa mengandalkanmu, kumohon! Apa?

Urusan melahirkan anak. Hanya kamu yang bisa membantu. Tu…Tuan He, Ma…Maaf. Lelucon apa ini. Aku punya pacar. Kamar 6452 yang kita pesan, bukankah katanya sangat ampuh? Katanya sudah banyak yang impiannya terkabul. Hal ini, kamu tidak bisa kabur. Harus bantu aku menyelesaikannya. Kapan kami bisa pindah ke sana? Mengagetkan saja.

Aku pasti akan membantumu mencapai keinginan. Percaya padaku. Ada apa? Pria itu, dia yang merebut kamar kita dan tidak mau keluar. Benarkah? Tapi wanita itu, sepertinya bukan istrinya.