【FULL】Lovely Swords Girl Eps 2【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Lovely Swords Girl Mari… Jadi orang harus berbuat hal yang baik. Benar, itu artinya berbuat kebajikan. Bahkan aku yang bodoh ini juga pantas berbuat demikian. Dengan demikian, akan menjadi sejarah saya sebagai mak comblang, atas pencapaian yang luar biasa. Semenjak Youer menikah, penyakit saya yang bangun di tengah malam sudah sembuh. Menyegarkan jiwa!

Adik seperguruan, kali ini penuh ada di kepala dan kaki manusia. Yang satu gila yang satu bodoh. Sangatlah cocok! Tidak salah lagi. 8 ekor. Kamu bilang jikalau Adik Seperguruan Kelima tidak tahan lagi, diam-diam kembali kesini bagaimana? Kalau begitu kirim sedikit semprotan menghindari lari dari pernikahan. Menghindari surat cerai kesana.

Benar, lalu kirim lagi beberapa wanita. Cantik rupawan galak seperti serigala dan harimau untuk bersaing dengannya. Dengan sifat Saudara Seperguruan Kelima, kerja dengannya tidak ada masalah. Angin kecil ini, saya lihat wanita ini selama hidupnya, tidak ada harapan lagi kembali ke Klan Dokter. Kalau begitu biarlah Kakak Ipar merasakan bahagia.

Menerima dengan senang hati berubah dengan sendirinya. Segera menyesuaikan kecocokan dengan Kakak Pertama kita. Episode 2 100 cara menghindari pernikahan Cara pertama berpura-pura memotong nadi. Dengan hasil membiarkan darah mengalir seperti sungai. Menguras tenaga, mudah diidentifikasi. Yuer, lewat. Cara kedua, powerful. Kelebihannya adalah cepat menarik perhatian. Warna-warni, hasilnya terang benderang. Lewat.

Cara ketiga berpura-pura meminum racun. Kelebihannya adalah bisa memainkan tim Klan Dokter. Dalam 6 jam badan dalam keadaan normal. Tidak ada nafas detak jantung, hasil dari pura-pura mati. Kekurangannya adalah saya masih belum berhasil. Ada kemungkinan bisa mati dan tidak diketahui siapapun. Lewat. Cara keempat berpura-pura lompat dari tebing. Resiko terlalu besar. Lewat.

Saya hanya mau akting film pembunuhan suami. Biar mereka lihat, membiarkan mereka menceraikan saya. Yuer, kamu cari suatu tempat untuk bersembunyi. Jangan membiarkan mereka melihat kamu. Tetapi, kamu harus melihat saya. Untuk berjaga-jaga kalau terjadi sesuatu padaku. Kamu bisa menyelamatkan saya. Begitu orangnya sampai, kita bergerak. Baiklah, Nona. Saya, baru berusia 20an, wajah cantik.

Kulit mulus, badan sehat. Pastinya tidak boleh tanpa sebab menderita kesusahan, menderita kesusahan. Hidup bersama dengan orang bodoh. Saya pasti mau mengubah yang tidak bagus menjadi harapan yang bagus. Mempergunakan kepintaran sendiri. Biar mereka takut, dan kabur. Buat mereka pucat, lalu berlutut dan batalkan pernikahan. Adik ke 3. Kakak Ipar. Kakak Ipar. Pandanglah lebih jauh.

Bagaimana? Rumah kami pemandangannya bagus, kan? Nikmatilah dengan baik. Gong Yuanhan, kamu ini brengsek. Kamu pikir saya tidak berani mati yah! Saya sekarang mati didepan kalian lihatlah! Biar kalian menyesal. Tuan Muda Kedua, Tuan Muda Ketiga. Perhatiin dia! Jangan biarkan dia melakukan hal itu. Nyonya, jangan, jangan. Anda sedang apa? Jangan.

Nyonya Muda, Anda ini kenapa? Nona Yu. Nona Yu kamu ini kenapa? Ada kata, hamba tidak tahu harus bilang atau tidak. Kalau begitu kamu jangan bilang. Masalah hidup mati, tidak harus dibicarakan, hamba juga harus bicara. Kalau begitu katakanlah. Hamba mau memberitahu Nona Yu. Sebenarnya Tuan Muda Pertama penyakitnya, sebenarnya bisa disembuhkan.

Hamba punya resep racikan. Saya pikir masalah apa. Jika ada resep racikan, Guru Chan pasti dibuat gila olehnya. Jikalau kamu tahu ada cara, pasti dari awal kamu memberitahu bos kalian. Tidak perlu kamu beritahu aku. Nona Yu ada yang tidak tahu. Di tengah ini ada banyak kata-kata yang sulit diungkapkan. Kamu tidak usah mengeluh.

Sekarang saya tidak berminat dengan penyakit Si Bodoh itu. Melewati bencana ini, akhirnya merasakan kehidupan di dunia seperti hidup di tengah duri. Hati tidak bergerak maka orang juga tidak bergerak. Tidak bergerak maka tidak terluka, tidak terluka maka tidak sakit. Hati bergerak, orang tergerak. Hati terluka, sakitnya sampai ke tulang. Bukan, Nona Yu.

Hamba berpendidikan sedikit, sebenarnya kamu mau bicara apa? Kehidupan ini singkat. Hidup dan mati sangatlah singkat. Saya harus menghargainya. Gunakan api neraka saya, membunuh suami. Istriku. Hari sudah terang, bangun tidur dan berlatihlah! Ini baru jam berapa, tidak mau berlatih, tidak mau berlatih. Kata ibu, lain kali saya melakukan apapun harus bersama-sama istri menumbuhkan perasaan.

Ibumu menyuruh kamu berlatih bukan menyuruh saya. Tapi ibu bilang istriku bisa menemani aku berlatih. Kata ibu, kata ibu. Kamu hanya tahu kata ibu. Kamu pernah dengar tiga ketaatan dan empat kebajikan laki-laki? Istriku, tiga ketaatan dan empat kebajikan apa itu? 3 itu adalah sebelum menikah mendengarkan ibu.

Setelah nikah dengarkan istri, istri mati harus bunuh diri. Empat kebajikan adalah terhadap istri. Tidak boleh dimaki, tidak boleh dimarahi, tidak boleh dipukuli. Saya sekarang memperistrikamu. Bukan, kamu sekarang memperistri saya. Maka kamu harus mendengarkan saya semuanya, mengerti? Mengerti. Belum menikah dengarkan ibu, menikah dengarkan istri, istri mati maka bunuh diri.

Istriku kamu lihat semuanya sudah saya ingat. Kamu temani saya berlatih. Tidak bisa, pusing. Merusak wibawa saya, kamu berlatih saja sendiri. Biarkan saya tidur sebentar lagi. Bukannya kamu bodoh? Nona, kamu sungguh mau membuat suamimu mati? Tentu, saya sudah memutuskan. Dan juga, menggunakan kata yang anggun, jangan terlalu kolot. Ini namanya membunuh suami.

Di tempat yang kecil mengatakan, ini dinamai pembela keadilan. Di tempat besar mengatakan, dinamai menciptakan dunia yang damai, membasmi kejahatan. Cukuplah generasi muda mengetahui perbuatan baik saya. Mengharumkan nama saya. Nona, anda benar-benar pintar berkata-kata membuat orang terpesona. Kata-katamu membuat saya pangling. Kamu pikir, jika saya tidak menjadi menantunya,

Maka Nyonya Gong harus mencari anak perempuan lain untuk menjadi menantunya. Bukankah ini mencelakai wanita baik-baik? Orangtua siapa yang menyetujui anak gadisnya, menikah dengan orang bodoh? Tetapi Tuan kami menyetujuinya. Youer, masalah pernikahan anak, biasanya hanya orangtua yang berhak mengaturnya. Ayah memilih Keluarga Gong. Tidak benar. Ayah saya pasti tidak tahu. Gong Yuanxiu adalah bodoh.

Kamu bilang benar tidak? Ayahku pasti dibohongi oleh Keluarga Gong. Seperti group mereka menipu saya. Ayah saya paling sayang saya. Hatiku sedih seperti mau terbelah dua. Benar, benar, Tuan paling sayang kamu. Jika ibu saya masih hidup, pasti mendukung saya untuk mematilan mereka. Tidak, jika ibu saya masih hidup,

Pasti tidak akan membiarkan aku menikahi Si Bodoh. Mau menjahati aku yang tidak punya ibu. Mereka salah mencari orang. Tunggu sebentar. Nyonya Muda, Nyonya Muda. Ini, mau dikasih ke Tuan muda? Ini apa? Obat pemikat. Ini. Suamiku, Nyonya Muda. Nyonya Muda, istriku. Minumlah! Minum! Nyonya Muda. Minumlah! Tuan Muda, jangan. Tuan Muda Pertama.

Terima kasih istriku. Tuan muda Pertama, tidak apa-apa kan? 6. 5. 4. 3. 2. 1. Jatuh. Cepat kemari, cepat kemari, cepat kemari. Cepat kemari, cepat kemari, cepat kemari. Tuan Muda Pertama, Tuan Muda Pertama, Tuan Muda Pertama. Tuan Muda Pertama, Tuan Muda Pertama, Tuan Muda Pertama, kamu tidak apa-apa kan?

Tuan Muda Pertama, Tuan Muda Pertama bangun, Tuan Muda Pertama. Tuan Muda Pertama kamu tidak apa-apa kan? Cepatlah bangun. Tuan Muda Pertama, Tuan Muda Pertama cepatlah bangun, Tuan Muda Pertama. Nyonya Muda, Nyonya, Nyonya Muda. Saya mau membunuh suami. Tuan Muda Pertama, Tuan Muda Pertama kamu tidak apa-apa kan? Tuan Muda Pertama sudah bangun.

Tuan Muda Pertama kamu tidak apa-apa kan? Tuan Muda Pertama. Istriku mana? Disana. Istriku, apakah seru disana? Saya melihat kamu. Jangan sembunyi, kamu kelihatan. Semuanya mari lihat Keluarga Gong menipu pernikahan. Saya hari ini mau membunuh suami. Semuanya cepat kemari lihat! Sekuntum bunga yang sedang mekar. Kamu tidak tega memetik kelopak bunganya.

Membunuh suami Si Bodoh. Rasanya tidak tega. Apakah saya harus begini, dipaksa hidup sebagai wanita galak, wanita pendendam janda hidup? Jelas-jelas orang ingin hidup sebagai istri yang cantik, istri bangsawan. Susahnya Ketua Yu Demi membasmi setiap aliran di Gerbang Kota Hantu. Saya khusus mengundang anda bertemu di Desa Cheng Yu Jian.

Kemarin malam pergi ke aliran Youming. Sayangnya waktu terlalu malam. Gerbang Kota Hantu ini tersembunyi. Hati yang jahat, tidak bisa dihindari. Guru, bagaimana membuktikan Stiker Catatan Gerbang Kota Hantu? Ini adalah barang dari Gerbang Kota Hantu. Shengshi, kamu lihat dengan teliti. Stiker Catatan Gerbang Kota Hantu ini adalah menggunaka sutra dari Mo Bei Xue.

Tidak ada yang bisa meniru. Satu-satunya tanda dari Gerbang Kota Hantu. Saudara Yu tenang saja. Saya sudah menghubungi Gerbang Wu Xin. Datanglah berkumpul di Desa Cheng Yu Jian. Bersama-sama hadapi Gerbang Kota Hantu. Saudara Yu datang tepat pada waktunya. Sama-sama menhghadapi kesulitan, pasti saling berhubungan. Sayangnya saya hanyalah Klan Dokter. Ilmu mengobati,

Hanya bisa melindungi diri dan tidak bisa menyerang orang. Saudara Yu tenang saja. Kamu dan saya selama ini membantu yang lemah, membantu yang kesusahan. Saya pernah lihat rencana dari buku Aide Yushu. Pasti mau mengoleksi semua “Kitab Sihir” bab yang tersisa. Hanya ada sedikit. Kemarin sebelum pergi penghancuran beberapa orang itu.

Rupanya tidak ada yang gendut, semuanya kurus. Kungfunya ternyata begitu tinggi. Kabar burung di dunia persilatan. Gerbang Kota Hantu Ilmu Bola Ajaib dilatih sampai tahap ke 4. Badan manusia baru bisa gendut dengan cepat. Ahli dari pusat Mo Bei, setiap orang mempunyai berat badan diatas 1000 kg. Ketua Aide Yushu tinggi nya 2 meter.

Lingkar pinggang juga 2 meter. Tadi kamu bilang yang kurus itu, kungfunya sudah demikian. Jika ahli dari Gerbang Kota Hantu sudah berkata-kata… Menakutkan ya! Langit punya mata, akhirnya membiarkan kami Klan Pemburu Elang. Menemukan pusat dari Gerbang Kota Hantu. Dendam kakek guru, hari ini juga bisa di balaskan. Gerbang Kota Hantu melakukan banyak kejahatan.

Juga kebetulan membantu dunia persilatan membasmi kejahatan. Ketua Klan Pemburu Elang. Dimana Aide Yushu biarkan dia keluar. Saya mau berdual dengan dia. Cuma kalian yang berbadan kecil ini. Apakah pantas ketua kami sendiri yang turun tangan? Kalian siapa yang maju duluan untuk mati? Ilmu Bola Ajaib. Ilmu Bola Ajaib, menimpa keatasnya. Nyonya Muda. Ada apa?

Saya datang mengantarkan baju Tuan Muda Pertama yang baru selesai disetrika. Nyonya Muda. Anda ini… Kamu letakan di sana. Kalau begitu hamba pamit. Istirahat lah. Istriku kenapa kamu mimisan? Yuer, ingat kata-kata saya tidak? Tenanglah, Nona. Ingat, diperiksa. Benar. Suamiku, istriku mandi disini. Kelopak bunga sungguh cantik. Suamiku, perhatikan aku baik-baik.

Hari ini ada perbedaan dari biasanya tidak? Ada. Istriku, wajah kamu, leher, telinga, mulut. Merahnya seperti pantat monyet. Seperti kembang api. Tidak benar, kamu perhatikan dengan baik. Sebagai hormon lelaki dewasa. Bagaimana tidak ada perasaan sedikitpun? Istriku kamu kenapa? Saya, saya tidak tahu. Sudah diperiksa, Nona, sudah diperiksa. Istriku, ada ulat.

Hao Zigan, disana masih ada satu. Ketangkap. Disini juga masih ada satu. Tuan Muda Pertama, Tuan Muda Pertama. Sampai tahun kapan baru bisa tangkap bersih. Iya. Tidak bisa, tidak bisa. Kemarin ketika istriku mandi, karena ini jadi ketakutan. Tidak normal. Kita harus tangkap bersih. Saya ingin istriku mandi dengan nyaman dan wangi.

Nona kungfu yang bagus. Di pagi ini, sangat menarik. Kakak Ipar, bisa bicara sebentar? Lumayan, lumayan. Paman dan Ipar tidak boleh berdekatan. Kakak Ipar. Ini dasarnya peraturan antar Ipar, cukup sampai disini saja. Harap anda tahu diri. Saya kenapa? Kamu bicara juga tidak melihat ke orangnya. Kamu ini barulah tidak punya sopan santun.

Waktu itu saya bunuh diri diatas tiang itu. Kakak Ipar, awalnya saya tidak tahu kebiasaan kamu di Klan Dokter. Kamu juga sudah menikah ke Keluarga Gong. Saya harap kamu menjaga sikap sebagai seorang wanita yang sudah menikah. Apakah kamu Shio Pedang besar? Sedikit-sedikit mau memenggal. Ada apa dengan Klan Dokter kita?

Untungnya waktu itu tidak memilih kamu tampang baik hati jahat. Berpura-pura, bahkan Si Bodoh lebih baik. Biarpun Kakak Kedua adalah tampang baik hati jahat. Tidak benar, siapa yang kamu bilang bodoh? Saya rasa yang dia bilang adalah Tuan Muda Pertama. Yaitu Kakak Pertama kamu. Lancang, seorang pembatu beraninya asal ngomong.

Memfitnah Kakak Pertama saya yang lucu. Bukankah Kakak Pertama Kamu? Kamu… Ikuti maksud saya. Mau salahkan, salahkanlah diriku. Kenapa? Jika tidak usir aja kita keluar. Biarkan kami tenang dan bebas. Paling baik adalah mengusir kita keluar, dan ceraika saya. Kakak Ipar mau pergi, silahkan pergi. Tidak ada yang melarang kamu. Sungguh?

Saya tidak percaya, pasti ada rencana apa. Melihat kamu yang seharian bertampamg orang jahat. Begitu dilihat tidak seperti orang yang baik. Saya bisa punya rencana apa? Kakak Ipar mau pergi, silahkan pergi. Takutnya begitu kamu keluar dari Keluarga Gong, tidak bisa keluar dari dunia ini. Apa maksud kamu? Beberapa hari lalu diperhatikan orang.

Tetapi khawatir kamu berbuat ulah. Merusak nama baik Keluarga Gong. Sekarang, berbeda sudah. Kamu adalah menantu Keluarga Gong, dunia tahu. Takutnya orang kamu pergi, tapi status kamu tidak hilang. Saya bukan menantu Keluarga Gong. Ini adalah penipuan pernikahan. Saya tidak pernah mengakuinya. Takutnya, ini tidak bisa mengikuti kamu. Kamu sangat galak.

Seluruh dunia hanya kamu berkata kata besar, tidak tahu malu. Kamu sebagai anak angin, pulang belajar buku kebijakan dulu, barulah ajar orang lain lagi. Dibandingkan tata krama, Kakak Ipar seharusnya belajar dengan baik. Istriku… Adik ke 3, Adik ke 2 juga ada. Bagus sekali. Istriku, kita pergi bermain bersama. Itu permainan yang dimainkan banyak orang.

Tidak! Saya belum perhitungkan dengan kamu. Jangan pikir tampang ganteng, harus kasih kamu muka. Kamu dan Kakak Ipar bermain dengan baik. Seharian khawatir dengan Kakak Pertama kamu. Kamu temani dia bermain permainan. Saya lihat kamu sebenarnya licik, luar dan dalam tidak sama. Istriku, kamu kenapa selalu mengerutkan alis? Mari kita bermain permainan. Saya tidak main.

Mainlah istriku, bermain permainan. Saya sudah bilang tidak mau main. Kamu mengerti atau tidak? Main permainan, main permainan, main permainan. Kamu wanita ini, kamu shio anjing ya? Kenapa kamu bisa menggigit orang? Kamu sudah menikah dengan Kakak Pertama saya. Dia suruh kamu lakukan apa kamu harus lakukan.

Kamu sebenarnya mengerti tidak 3 ketaatan dan 4 kebajikan. Tidak mengerti. Saya tahu apa itu 3 ketaatan dan 4 kebajikan. Kakak Pertama tahu? Dari 3 adalah, belum menikah dengarkan ibu. Sudah menikah dengarkan istri, istri mati maka harus bunuh diri. Benarkan istriku? Benar. Kakak Ipar. Ternyata kamu mencuci pemikirannya. Kenapa? Yang saya katakan adalah kebenaran.

Kakak Ipar. Saya berharap kamu mengerti alasan yang mudah. Status sudah ditetapkan, dunia sudah tahu. Kakak Pertama saya tidaklah dewasa. Tapi dia adalah orang baik. Saya berharap kamu lebih menghormatinya, baik terhadap dia. Saya tidak mau baik kepadanya, kalian mau apakan saya? Kamu baik terhadapnya, adalah keberuntungan dari Kakak Pertama saya.

Jika kamu tidak baik terhadap dia, malahan membuatnya tidak punya keberuntungan itu. Putar sana putar sini, sebenarnya kamu mau bicara apa? Jika Kakak Pertama saya tidak beruntung, sebagai istrinya kamu tidak punya keberuntungan juga. Kamu… Kamu pikir saya takut kalian? Kita satu keluarga. Saya berharap hanya ada sopan santun, tidak punya prajurit cadangan.

Mohon Kakak Ipar menggunakan sedikit hati. Tunggu kamu benar benar memahami Kakak Pertama saya, kamu bisa tahu. Pilihan kamu waktu itu adalah tepat. Apa itu kamu! Saya! Prajurit! Inilah artinya kebanggaan. Benar-benar brengsek, sialan, setiap hari panggil panggil. Istriku… Kemarilah. Sangat pintar. Istriku, saya ingin buang air besar. Saya tidak bisa menahan.

Paman dari Keluarga Gong. Nyonya Muda, yang lain jangan ikuti. Bapak tua ini tidak bisa menerima. Kamu tahu saya bisa datang mencari kamu. Pasti bisa. Kamu sebenarnya dapat obat itu dari mana? Bagaimana baru bisa dapat? Nona besar tidak perlu basa-basi. 2 tahun lalu Tuan Muda Pertama menggila. Dilihat dari tampang,

Wanita itu memberikan racun didalamnya. Tapi hanyalah obat kuat. Bagaimana bisa melukai Tuan Muda Pertama? Sebemarnya penyebab utamanya adalah ada beberapa nona dalam obat nya, ditambahkan sesuatu obat keras. 2 tahun ini, hamba diam-diam investigasi. Sudah memeriksa dengan jelas. Sebenarnya mereka ditengah-tengah mencampuri obat kuat apa. Jika, bisa langsung menghadapi persoalan obat.

Mengobati Tuan Muda Pertama. Rupanya begitu. Tapi… Nona Yu, pasti ada yang tidak terpecahkan. Rahasia yang begitu penting, saya kenapa tidak bilang ke Nyonya Gong? Sebenarnya, hamba juga punya teka-teki. Hamba punya seorang anak perempuan pintar dan lucu. Dia adalah harta saya satu-satunya. 2 tahun lalu, di satu kesempatan,

Anak perempuan tertarik atas buku “Mantra Inti Keluarga Gong”. Saya tahu, ini adalah harta karun Keluarga Gong. Hamba tidak berani adanya perbedaan. Hanya mau meminjam, biarkan anak perempuan melihat. Memenuhi harapan anak prempuan, sudahlah cukup. Jadi kamu ingin saya membantu kamu mencuri buku “Mantra Inti Keluarga Gong”.

Tidak, tidak, tidak. Saya tidak ingin mencuri buku rahasia Kungfu. Sebenarnya ingin mengeluarkannya, memenuhi keinginan putri kesayanganku. Lebih baik biarkan dia bolak-balik diatasnya. Demikian lebih baik. Biarkan dia diatasnya, berguling? Beberapa tahun lalu, persembahan leluhur dari Keluarga Gong memilih latihan “Mantra Inti Keluarga Gong”. Hamba membawa anak saya pergi.

Siapa tahu anak saya menemukan “Mantra Inti Keluarga Gong”. Kesayangan, melompat lompat, mencium kesana-kesini. Diluar dugaan di temukan Tuan Muda Kedua. Satu telapak dipukulin di lantai, sejak itu tidak sadarkan diri. Tidak tahu mati. Ini adalah anak kesayangan saya. Guan Ruyu. Kamu… Anak perempuan kamu… Ternyata adalah seekor landak? Landak? Kenapa landak?

Keluarga Xie Rui bukannya ada seseorang yang bisa memasak? Di rumah Xu Xian bukannya ada ular besar? Anak perempuanku… Anak perempuanku bagaimana bisa tidak mungkin adalah landak. Boleh, boleh, tidak punya bulu. Sangat, sangat bagus. Tak usah dipikirkan Nona Yu, juga sangat dekat dengan Ayah. Juga tahu pentingnya perasaan antara ayah dan anak.

Anak prempuan saya membawakan saya banyak kebahagiaan. Memberikan saya banyak kenyamanan. Anak perempuanku, ayah tahu. Ayah tahu 2 hari ini suasana hatimu sedang tidak bagus. Salahkan ayah. Ayah tidak mewujudkan harapan kamu. Anak perempuanku, salahkan ayah. Ayah tidak mewujudkan impian kamu. Kamu harus hidup dengan baik. Kamu sudah mati. Bagaimana ayah bisa hidup? Anak perempuanku…

Ayah… Ayah… Anak perempuanku… Kamu terhadap seekor landak, kamu terhadap anak perempuan tercinta begitu niatnya. Aku masih ada apa yang tidak percaya. Kita kerjasama. Segera, begitu. Terima kasih. Terima kasih Nyonya Muda. Terima kasih. Yuer, mulai hari ini kita ubah dulu perjalanannya, tinggallah dulu. Kita tidak pergi, Nona? Saya pasti mau menyembuhkan Gong Yuanxiu.

Ternyata seperti yang ketua katakan, Yu Shengyou bersedia kerjasama. Kamu jalankan sesuai rencana. Beberapa hari ini, Ketua bisa sampai disekitar rumah Keluarga Gong. Ternyata, penjahat selalu menang. Jika bisa ketemu ketua, saya… Waktu yang tepat, ketua bisa menemui kamu. Iya. Ketua biasanya sulit ditebak. Ini adalah rencana selanjutnya. Apa? Istriku kamu mau menemaniku bermain permainan?

Bagus sekali. Kamu ingin bermain apa? Memandang dari kejauhan, menatap langit. Meratapi nasib, memikirkan kehidupan. Memandang apa? Waktu tidak ada awal dan akhir. Sebenarnya kita ada di waktu yang mana? Ruangan yang tidak ada batasan. Angkasa sebenarnya sebesar apa? Dari mana kita lahir, mati bisa kemana? Zaman dulu, siapa yang menyebarkan.

Atas bawah belum terbentuk, dari mana ujian? Malam yang berantakan, siapa bisa menentukan? Istriku kamu kenapa? Kamu ini permainan yang mana? Kamu ini mau ujian ya? Kamu ini terlalu sakit hati sakit kepala. Saya tidak main lagi. Kamu ingin bermain apa? Saya temani kamu main. Mainan permainan aku itu sangat menyenangkan. Perasaan dimasukan bisa menggila.

Dari pada kamu bicara ini, sudah dangkal kalau begitu coba dilempar. Dimana? Permainan tidak membedakan status perbedaan. Asalkan kamu bahagia sudah cukup. Orang puitis zaman batu. Mereka ada yang tidak suka makan sambil bahas kerjaan. Mereka di dalam istana emas jaga ayam, lapangan bola disamping. Pindahkan hari itu. Kamu kenapa begitu punya budaya? Kata ibu,

Saya ini orang yang berbakat, pikiran bodoh. Baiklah, Si Bodoh ini. Kamu ingin main apa, main saja. Kalau begitu saya mulai. Ini. Ini gampang, dua orang diam ditempat. Dua orang saling tarik tangan berdiam diri. Bukankah ini group 2 orang bodoh? Hanya ada satu yang saya tebak diantara kebodohan. Betul. Betul apa? ini dibaca Mei.

Digambarkan seperti bunga sakura dan seorang ibu sama-sama lucu. Mei? Kamu ini tidak terlalu cocok. Selanjutnya. Ini. Nyalakan api, bukankah ini membuat nasi? Ini dibaca Yin, menggambarkan sinar yang terang. Bersinar terang. Menggambarkan istriku seperti darah yang panas. Memonopoli sendiri. Pukul ya pukul, nyalakan api apa? Brengsek. Kamu ini, brengsek Kura-kura.

Ini adalah tulisan di atas langit. Sun. Ini dibaca Ma. Ini contoh pasangan yang berduaan. Menceritakan seperti saya dan istriku. Ini. Tian Ming. Cerah. Istriku kamu akhirnya tebak benar. Setengah. Karena ini ada artinya dengan cuaca cerah. Artinya juga ada langit cerah. Yang terakhir. Fen, Fen, Fen. Ini dibaca Bi. Mencerminkan assesoris yang cantic. Istriku,

Semua ini saya demi kamu jaga image. Khususnya demi memilih kata-kata. Takut orang jahat berkelahi. Si Bodoh ada budaya. Ini bukanlah permainan. Langsung membuka jati diri saya yang saya tidak tahu kekuatannya. Menguji IQ saya yang rendah. Dia bahagia sekali. Saya tidak punya muka. Jangan biarkan dia menggunakan otak, mau saya turun tangan sendiri.

Kata-katanya Gong Shouzheng bisa dipercaya atau tidak? Ini dibaca Mei. Menggambarkan bunga sakura seperti istriku yang lucu. Bilang kamu bodoh, kamu masih punya tampang sarjana. Bilang kamu gila, tapi kamu begitu lucu. Kadang sangat lembut seperti binatang peliharaan. Apakah kamu bodoh? Sangat enak. Saya lelah, murid-murid saya belajarnya tidak sebanyak kamu, menyembuhkan kamu.

Tidak benar ya! Kenapa saya harus mendengarkan Gong Shouzheng? Saya adalah generasi ke 8 dari Klan Dokter. Saya meracik obat sendiri dan mengobatinya. Nona, cuci tangan sebelum makan. Habislah, habislah. Nona mulai lihat. Habislah, habislah. Nona mulai meledak. Astaga saya tidaklah muda. Jerawat dari mana? Habislah, habislah. Wajah nona ada jerawat penuh tekanan.

Yangyu menelankan tekanan udara memicu sakit kepala. Habislah, habislah. Nona, saudara yang menggunakan ilmu hitam itu datang lagi. Walaupun begini saya juga harus mengikuti. Menikmati angin dan gelombang air. Nona… Nona, kamu mau kemana?