【FULL】Poisoned Love 【EP23】Aku melarikan diri【INDO SUB】iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Poisoned Love] [Episode 23] Baiklah. Mari lanjutkan ke sesi kedua. Kedua Mempelai, pakaikanlah cincin kepada satu sama lain. Shi Meng belum datang. Cepat ke sana! Para Hadirin, ayo rehat sejenak… sebelum sesi kedua. Ini… Mengapa kita harus rehat? Karena ada yang ingin kusampaikan di hadapan kalian semua. Ya. Kecil… Sesuatu seperti…

Hal yang paling Zuo You cintai di dunia… adalah Cola. Lalu, hal yang paling kucintai di dunia ini… adalah kau, Zuo Yao. Baik. Zuo Yao, menikahlah denganku. Tampaknya pria ini cukup bersemangat. Perasaannya pasti terpengaruh oleh suasana romantis di sini. Maaf, Semuanya. Kita harus tahu, siapa tokoh utamanya hari ini.

Kuharap, kalian dapat memberikan perhatian dan tepuk tangan… untuk pengantin kita. – Baik. – Baik. [Aku yakin,] [Shi Meng pasti akan datang.] [Jika…] [Shi Meng akhirnya tidak muncul,] [bisakah kau terus berpura-pura bersamaku hingga akhir?] Fang Yan… – Fang Yan… – Apa dia sakit? Kenapa dia bertingkah aneh? Kurasa, dia sakit. Hati-hati!

[Sudah kuduga, kau pasti akan datang.] [Dia benar-benar seorang ratu drama. Dia sungguh terlihat sakit.] Shi Meng, berhenti! Kau masih ingin berpura-pura? Drama ini harus berakhir di sini. [Maafkan aku, Fang Yan.] [Maaf, aku tak bisa menjelaskannya kepadamu sekarang.] [Kumohon, beri aku lebih banyak waktu.] [Aku yakin, kau akan memahami segalanya.] Shi Meng, maafkan aku.

Sebenarnya, aku… Kami hanya ingin kau muncul. Itu rencana Shi Yi dan aku. Kau takkan marah, ‘kan? Berdirilah. Dasar gadis bodoh, bagaimana aku bisa marah? Sebenarnya, ini semua salahku. Seharusnya aku tak membuatmu khawatir. – Aku seharusnya menemanimu. – Tidak apa-apa. Yang penting, sekarang kau ada di sini. Kau tak perlu khawatir.

Aku akan menyelesaikan masalah perusahaan. Aku tak khawatir. Kurasa, semua kesulitan yang kita hadapi sekarang… adalah tantangan bagi kita. Sebagai istrimu, aku harus selalu bersamamu. Kita berbagi kebahagiaan. Tentu kita juga harus berbagi beban. Tak perlu. Aku takkan membiarkanmu dalam kesulitan lagi. Kau meremehkanku? – Tidak. – Asal kau tahu saja.

Aku sangat tulus dalam menjalin hubungan. Mulai hari ini dan seterusnya, aku akan hidup sederhana bersamamu. Kalau begitu, mari kita makan rebusan bersama? Itu hanya membuang-buang uang. Mengapa kita harus makan rebusan? Kita akan pergi ke pasar basah. Pasar basah? Ya, mari kita pergi ke pasar basah.

Aku harus menghitung anggaran kita, dan memutuskan bahan yang harus dibeli. Pasar basah… Hidup hematmu adalah pergi ke pasar basah? Kau tak perlu membayar mahal jika memesan pesan antar. Bahkan sejumlah kecil pun bisa membuat perbedaan. Tak hanya menghemat uang, kita juga bisa mendapat pengalaman. Kita bisa mencapai beberapa hal sekaligus.

Tentu saja ini lebih berguna daripada memesan makanan daring. Lain kali, aku akan mendengarkanmu. Tidak, aku akan mendengarkanmu jika menyangkut masalah besar. Takkan ada masalah besar di masa depan. Baik. Kakak, bisakah kau memberiku beberapa potong lagi? Aku sudah membeli begitu banyak sayuran, ‘kan? Pria ini sangat tampan. Terlihat sangat tampan saat tersenyum. Terima kasih.

Kakak, jika aku memintanya untuk tersenyum sekali lagi, bisakah kau memberiku beberapa potong sayuran lagi? Tersenyumlah. Baiklah, aku akan memberikannya kepadamu. Kakak, kau sangat baik. Semoga usahamu makmur. – Apa itu? – Ini daging angsa. – Angsa? – Angsa? – Tidak. – Ayo. – Ayo. – Ang Sa… Ayo. Maafkan aku. Ang Sa…

Ayo makan ikan malam ini. Boleh saja. Kalau begitu, kau membeli ikan di sini, dan aku akan membeli bumbu. Ingat, kita harus… – Baiklah. – Kita harus berhemat! Baik. Bos, beri aku ikan. Baik. Ikan apa yang kau inginkan? Kami punya karper rumput, karper krusia, croaker kuning,

Dan kaper kepala besar. Yang mana yang kau mau? Aku ingin… yang… Yang… Yang termurah. Apa? – Bisakah kau berbicara lebih keras? – Yang itu. Kau ingin ikan yang bisa membuatmu kuat? – Tidak. – Baiklah. Sudah kuduga. Aku punya terrapin. – Pasti ini yang kau inginkan. – Bukan.

Kau bisa membuat istrimu menjadi lebih puas. Tidak, aku bilang… Anak Muda, jangan malu. Aku memahamimu. Kau ingin mengembalikan kejantananmu, dan menjadi maskulin lagi. Tidak, aku tahu… Tidak apa-apa. Aku akan memberi diskon. Aku akan memberikannya kepadamu. Ambil satu. Aku ingin ikan termurah. Tolong kirimkan ke Distrik Baru Tianbei, gedung ke-14, nomor 2101. Baik.

– Bagaimana? – Aku sudah membelinya. Kau mengikuti ideku dan langsung mempraktikkannya? – Ya. – Benarkah? Aku membeli ikan termurah dan memintanya dikirimkan ke rumah. Anak Muda, kau masih menginginkan terrapin? Ikan tiruan (terrapin)? Kita tak boleh membeli ikan tiruan lagi. Kita sudah mengganti daging dengan tahu. Kau masih ingin membeli ikan tiruan?

Tidak masalah selama kita tak terserang diare. – Ayo. – Kau bos yang buruk. Kau memiliki taktik yang lebih baik dariku. Ayo makan. Kenapa hanya setengah ikan? Bukankah kita membeli banyak bahan makanan? Tuan Muda, sekarang… kita harus membagi porsi sekali makan menjadi tiga santapan. Inilah yang disebut hidup hemat. Hidupmu menjadi sulit bersamaku. Tidak.

Hal terpenting bagi pasangan adalah kebersamaan. Tak ada yang lebih penting dari itu. Aku bisa… menafkahi hidupmu juga. Kau menyokong hidupku? Kau bisa terus menjadi bocah tampan. Aku akan mencari nafkah dan membayar biaya hidup kita. Memang benar, akan sulit bagimu… jika kau harus menjadi gadis cantik. Apa maksudmu? Aku gadis cantik di Jiangnan.

Jika tak menyukaiku, kau yang buta. Baiklah, aku buta. Kau cantik. Kau yang paling cantik. Ayo, makan ikannya. Gadis cantik dari Jiangnan. Gadis cantik dari Jiangnan tak mau makan. Kalau begitu, aku saja yang makan. Aku akan mencicipinya. Apa itu enak? Ini enak. Baguslah kalau ini enak. Xiao Yi, kudengar banyak orang di perusahaan…

Yang berharap Shi Meng kembali. Sepertinya, semua orang menyukainya. Karena semua orang menyukainya, maka kita akan mengubahnya. Xiao Yi, jangan terlalu cemburu kepada kakakmu. Kau pria sejati. Kau harus tahu, kapan harus mengalah. Paman Gu, kau tahu, apa yang orang tulis di Internet tentang diriku? Mereka bilang, aku telah mempermalukan diriku sendiri.

Aku harus mengubur diriku sendiri. Aku akan terus mengamati Shi Meng. Xiao Yi, aku baru saja mengambil alih posisi sebagai pimpinan. Tak baik bagiku untuk mencampuri urusan keuangan. Kau mengurusnya untukku. Kita bisa mengambil kesempatan untuk menyelesaikan masalah Shi Meng. Baik, Paman Gu. Jangan khawatir. Aku akan membuat dia menebusnya. Kau sudah sampai.

Jelaskan kepadaku. Kenapa kau ingin bertunangan? Kenapa kau ingin melibatkan Fang Yan dalam masalah ini? Gu Yuan Zhou masih tak memercayaiku. Dia tak mengizinkanku ikut campur dalam masalah keuangan perusahaan. Karena itu, aku menggunakan pertunangan ini untuk menipunya. Kuharap, dia bisa mempercayaiku lebih awal. [Sembilan Hari Lalu] [Di mana kau?] [Aku ingin menemuimu sekarang.]

[Baiklah, aku akan segera ke sana.] [Ada apa? Kedengarannya ini mendesak.] [Apa kau masih ingat…] [tentang penculikanku ketika aku masih kecil?] [Fang Yan adalah anak yang diculik bersamaku.] [Itu sebabnya, aku bisa mengobati penyakitnya.] [Jadi, kau benar-benar diculik ketika masih kecil.] [Apa penyakit Fang Yan…] [ada kaitannya dengan orang yang menculik kalian?]

[Dia bersembunyi di sudut ruangan saat itu.] [Meski tak melihat wajah penculiknya,] [tapi dia mendengar suaranya…] [yang tengah berdebat dengan seorang pria.] [Kau tahu siapa pria itu?] [Siapa dia?] [Orang itu ada di sana untuk mencariku.] [Dia menelepon penculik itu…] [sebagai Xiao Liu.] [Xiao Liu?] [Paman Liu?] [Bukankah itu julukan Gu Yuan Zhou?]

[Hanya Ayah yang memanggilnya dengan julukan itu.] [Mungkinkah…] [penculiknya adalah Gu Yuan Zhou, dan orang yang mencarimu adalah Ayah?] [Menurut Fang Yan,] [mereka berdebat karena laporan keuangan.] [Laporan keuangan?] [Mungkinkah Ayah menghilang karena hal ini?] [Aku hanya bisa menerka-nerka sekarang.] [Kita masih membutuhkan bukti untuk mengetahui kebenarannya.] [Gu Yuan Zhou.] [Laporan keuangan.] [Jangan membicarakannya dulu.]

[Gu Yuan Zhou mencarimu tadi?] [Ya.] [Dia mencariku untuk mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan direksi.] [Dia benar-benar tak mau lagi berurusan denganku.] [Saat ini, perusahaan tengah melakukan pergantian dewan direksi.] [Kaulah orang yang paling mudah untuk mendapatkan posisi.] [Bagaimana jika begini saja?] [Maukah kau…] [berpura-pura bersamaku selama rapat dewan direksi?]

[Aku ingin mencalonkan Tuan Gu Yuan Zhou…] [sebagai Direktur baru Concept Pictures.] [Kaulah yang menendang Shi Meng.] [Jika aku memberitahumu, aku punya alasan sendiri.] [Apa kau akan memercayaiku?] [Shi Meng sangat membutuhkanku saat ini.] [Aku harus menemukannya.] [Jika aku memberitahumu…] [aku punya cara…] [yang bisa membantumu menemukan Shi Meng.] [Apa kau bersedia bekerja sama denganku?]

Kau tak melihat wajah sedih Fang Yan… ketika berusaha menemukanmu. Cepat atau lambat, kau harus kembali kepadanya. Aku tahu kau takkan menjanjikanku hal ini. Itu sebabnya aku bertindak, tanpa mendiskusikannya denganmu. Karena ini sudah terjadi, jangan membahasnya lagi. Kita tak boleh melibatkan Fang Yan dalam masalah ini lagi. Baiklah. Aku akan berjanji kepadamu.

Omong-omong, lihatlah ini. Dua puluh tahun silam, Gu Yuan Zhou sungguh melakukan hal kotor terhadap keuangan perusahaan. Ternyata, alasan dia menculikku dulu adalah untuk mengancam Ayah, dan memaksanya untuk menyerahkan bukti kejahatan yang dia lakukan. Kemungkinannya besar. Karena hanya Ayah dan Gu Yuan Zhou… yang tahu tentang kejadian ini. Jika memang itu yang terjadi,

Aku tahu apa yang harus kulakukan selanjutnya. Asal kau tahu saja, sebenarnya aku sangat marah kepada Shi Yi karena kejadian terakhir kali itu. Dia membuang telur itu. Kau tahu, anak Ang Sa… telah melalui begitu banyak kesulitan untuk bertahan hidup? Jika itu seperti yang kau katakan, maka dia sangat jahat.

Bukan hanya jahat, tapi dia sangat kejam. Aku baru saja menonton berita. Kabarnya, Shi Yi telah menjadi produser. Dia akan mengambil alih produksi “Kisah Dunia Air”. Apa zodiak Shi Yi adalah tikus (pengkhianat)? Kenapa dia mencuri hasil kerjamu? Kalau begitu, dia sangat jahat. Dia tak berperasaan. Ya. Kenapa? Tidak. Kau agak aneh.

Kata-kata yang kau ucapkan seperti tak berasal darimu. Benarkah? Kalau begitu… Itu… seperti ini. Mengenai Shi Yi, sebenarnya, dampaknya bagiku… sangatlah besar. Tidak apa-apa. Sungguh. Jangan bersedih. Ikhlaskanlah yang sudah terjadi. Meskipun tak bisa melindungimu, seperti aku melindungi anak Ang Sa, aku akan berusaha sangat keras… dan menggunakan semua kekuatanku untuk melindungimu. Baiklah, Sayangku.

[Segera Memulai Rencana] Laporan keuangan grup kita belakangan ini… terlihat sangat bagus. Proyek lainnya juga berkembang dengan stabil. Kita masih membutuhkan peran semua orang untuk bekerja keras. [Segera Memulai Rencana] Baiklah. Mari kita akhiri rapat hari ini. Kita akan membahasnya kembali pada rapat selanjutnya. Rapat selesai. – Xiao Yi. – Ada apa, Paman Gu?

Mari kita minum teh di kantormu. Baiklah. Ayo. Paman Gu, aku akan menerima panggilan ini dulu. Baiklah. Halo, Ibu. Ada apa? Apa? Shi Meng menggunakan kasus penculikan itu untuk menulis artikel lagi? Aku takkan peduli lagi. Baiklah, aku tahu. Paman Gu, ayo. Ayo. Xiao Yi, kau melihatnya tadi selama rapat berlangsung, ‘kan?

Beberapa direktur lama masih sangat mendukung Shi Meng. Kau harus membangun hubungan baik dengan mereka… [“Kisah Dunia Air”] agar Shi Meng tak bisa kembali dan diam-diam mengalahkanmu. Jangan khawatir, Paman Gu. Shi Meng, tak bisa melakukan gebrakan di sini. Apa maksudmu? Kau juga sudah tahu. Selama bertahun-tahun,

Shi Meng telah menghindari insiden yang menyebabkan kematian Ayah. Katanya, dia tak kabur saat masih kecil. Dia sebenarnya diculik. Benarkah? Bukankah itu hanya kebohongan yang dikatakan anak-anak? Selama bertahun-tahun, tak ada yang memedulikan hal itu. Ya. Namun, belakangan ini, dia melakukan penyelidikan terhadap kasus penculikan itu. Katanya, dia menemukan bukti baru tentang kasus penculikan itu.

Katanya, ada saksi… yang melihat ayahku pergi ke gunung saat itu. Dia memegang folder dokumen. Lalu, dia ke sana kemari untuk mencari bukti, seperti orang gila. Ya, itu gila. Sudah 20 tahun, ‘kan? Itu sebabnya, dia takkan peduli dengan perusahaan. Jangan khawatir. Ini. Minum lagi tehnya. [Shi Yi] Bagaimana reaksinya?

Kurasa, dia jatuh ke dalam perangkap kita. Mari bersiap untuk langkah selanjutnya. Selamat pagi. Aromanya sangat enak. Apa ini? Ini… Ang Sa. Aku hanya bercanda. Ini sup kaki babi. Sungguh. – Benarkah? – Ya. Sepertinya begitu. Kau memasak sesuatu yang sangat bergizi di pagi hari? Karena hari ini kita membutuhkan sup kaki babi…

Untuk mengisi tenaga kita. Sepertinya, aku harus mengisi tenagamu terlebih dahulu. Bagaimana? – Bersemangatlah. – Ya. Ini dia. Cicipilah. Aromanya sangat enak. Bagaimana? Ini enak. Ini sangat enak. Keterampilan memasakmu meningkat setiap hari. Jika kau menyukainya, akan kubuatkan untukmu setiap hari. Kenapa? Apa ini masih Tuan A Tak Normal yang kukenal sebelumnya? Kenapa?

Kau ingin aku menjadi Tuan A yang sebelumnya? Tentu saja tidak. Kau tak boleh menjadi Tuan A lagi. Kau harus baik kepadaku. Kau harus sangat baik kepadaku… untuk menebus semua hal buruk yang kau lakukan sebelumnya. Baiklah. Aku akan memperlakukanmu dengan sangat baik. Amat sangat baik. Mari membuat perjanjian. Dasar bodoh, harusnya seperti ini.

Kau telah berjanji kepadaku. Kau tak boleh mengingkarinya. Jangan pergi hari ini. Tunggu aku di rumah. Ada yang harus kukatakan kepadamu ketika aku kembali nanti. Bisakah kau berjanji kepadaku? Baiklah. Aku akan mengambilkan satu mangkuk lagi untukmu. Baik. Cium aku. [Hal penting?] [Mungkinkah dia ingin melamarku?] [Fang Yan,] [doakan aku.] [Namun, baru-baru ini,]

[katanya, dia menemukan bukti baru tentang kasus penculikan itu.] [Katanya, ada saksi…] [yang melihat ayahku pergi ke gunung saat itu.] [Dia memegang folder dokumen.] [Kakak, di mana kau?] [Cepat bawa catatan keuangannya.] [Jika tidak, kau takkan pernah melihat putramu lagi.] [Aku takkan mempercayai kata-katamu lagi.] [Zhang bilang, kau ingin melaporkannya ke polisi.]

[Kenapa kau masih berpura-pura di hadapanku?] Mungkinkah… [Konsultasi Psikologi, Buku Diagnosis Psikologis Fang Yan] Bagaimana? Apa aku terlihat cantik? Apa… Apa ini tak terlihat bagus? Kalau begitu… Ini sepertinya cukup bagus. Apa ini terlalu berlebihan? – Sebenarnya, kurasa ini… – Sayang. Shi Meng akan melamarmu dan aku hampir mati karena siksaanmu. Ini…

– sangat cantik. – Benarkah? – Sempurna. – Benarkah? Cantik. – Benar. – Ya. Terima kasih, Yao Yao. Apa Shi Meng sudah pulang? – Baiklah. – Bergegaslah. – Shi… – Hai. Apa kau Nn. Fang Yan? Ya. Bunga untukmu. Terima kasih. Sama-sama. Silakan tanda tangan di sini. Bunga?

Sepertinya, Shi Meng akhirnya tahu cara menjadi romantis. Pukul lima sore. Aku akan menunggumu di sini. Tunggu aku! [Pukul 17.00. Aku akan menunggumu di sini. Tunggu aku!] “Aku akan menunggumu di sini.” Di mana itu? – Di mana itu? – Apa? Ambillah. Ke mana kau pergi? Shi Meng akan menemuiku di tempat kencan lama kami.

Dia sangat gelisah. Tempat kencan lama? Wanita yang sedang jatuh cinta itu menakutkan. [Apa kau percaya diri?] [Jangan khawatir. Dia curiga, catatan keuangannya ada padaku.] [Dia pasti akan mengikutiku.] [Kita hanya harus menunggunya jatuh ke dalam perangkap.] [Dia benar-benar kemari.] [Sepertinya Kakak sungguh membawa laporan keuangannya ke sini.] Paman Gu, ternyata itu benar-benar dirimu.

Laporan keuangan ini adalah bukti defisit keuanganmu saat itu. Kau menculikku karena ini, ‘kan? Jika ayahmu tak memaksaku saat itu, hal itu takkan terjadi. Sudah kuduga. Dahulu, ayahmu memberitahuku di sini, dia tak memiliki bukti defisit keuanganku. [Aku menculik dan menyanderamu di sini.] [Ayahmu berjanji kepadaku di telepon.] [Aku menunggu ayahmu membawakan buktinya ke sini.]

[Xiao Liu…] [Xiao Liu, di mana anakku?] [Sudah kubilang.] [Kau harus memberiku catatan defisit keuanganku dulu.] [Aku tak memilikinya.] [Aku tak berencana menyelidiki defisit keuanganmu.] [Xiao Liu, jangan lakukan hal ilegal lagi.] [Ini semua salahku.] [Namun, kaulah penyebab segalanya hari ini.] [Aku tak mau mengatakan apa-apa sekarang.]

[Jika aku tak bisa mendapatkan catatan defisit keuangan itu,] [kau takkan melihat anakmu lagi.] [Apa yang kau lakukan terhadap anakku?] Apa yang kau lakukan kepada ayahku? Di mana ayahku? Karena kau ingin tahu, tanyakan saja kepadanya. – Shi Yi. – Shi Meng. Kau baik baik saja? Gu Yuan Zhou, aku sudah lapor polisi.

Aku sudah merekam semua yang kau katakan. Ternyata, perseteruan kalian… adalah sebuah rencana. Rencana yang bagus. Gu Yuan Zhou, bagaimana ayahku bisa tewas? Karena kalian berdua sangat pintar, kenapa tak menyelidikinya sendiri saja? Polisi sedang dalam perjalanan. Kebenaran akan terungkap cepat atau lambat. Kalian berdua sangat naif. Berikan rekaman yang baru saja kalian buat.

Biarkan aku pergi. Mungkin aku bisa membiarkan Fa Yan tetap hidup. – Fang Yan? – Fang Yan? Apa yang kau lakukan kepada Fang Yan? [Shi Meng] Fang Yan lupa membawa ponselnya. [Shi Meng] Shi Meng? Halo, Shi Meng. Zuo Yao? Di mana Fang Yan? Bukankah dia pergi menemuimu?

[Katanya, kau akan mengencaninya ke tempat kencan lama kalian.] Bukankah kau memberinya bunga dan kartu? Halo… Gu Yuan Zhou, di mana kau menyembunyikan Fang Yan? Katakan kepadaku. Aku akan melepaskannya jika kau memberiku rekaman itu. Berikan kepadanya. Berikan kepadanya. Cepat beri tahu kami. Fang Yan… Cepat beri tahu kami. Di mana Fang Yan? Jangan bergerak.

Gu Yuan Zhou, di mana Fang Yan? Di mana dia sekarang? Sudah terlambat.