【FULL】Be My Princess [EP30]【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Be My Princess] [Episode 30] Mengapa? Kamu jelas-jelas sudah berjanji padaku, mengapa malah meminang wanita lain? Hamba ditugaskan mengajari Putri adalah kehendak Yang Mulia, tidak pernah memiliki pikiran lain. Aku tidak percaya! Jika tidak ada aku dalam hati Guru Besar, mengapa kamu menyetujui janji Hari Kasih Sayang?
Hamba sama sekali tidak punya perasaan suka pada Putri. Membuat Putri salah paham, semua adalah kesalahan hamba. Salah paham? Kamu bisa memberitahuku karena kamu memiliki kesulitan. Kamu bisa memberitahuku kamu terpaksa menikahi orang lain. Asalkan kamu mengatakan sendiri padaku, kalau aku memang pernah berada dalam hatimu. [Kebajikan Seperti Wangi Bunga Mekar]
Hamba memiliki kedudukan yang rendah. Tidak pernah berkeinginan untuk melampaui batas. Hamba ingin memohon pada Putri untuk melepaskan hamba. Berani-beraninya kamu menggunakan kata “melepaskan”? Sudahlah. Karena aku yang salah paham, maka ini bukan salahmu. Pandang aku. Aku akan melepaskanmu, seperti keinginanmu. Tapi aku ingin kamu selamanya tak bisa melupakanku. Aku pikir dengan berbuat seperti ini,
Setidaknya bisa merasakan sedikit dari ketulusanmu. Kelihatannya aku salah. Kamu sungguh tidak menyukaiku. Apakah Putri masih punya perintah lainnya? [Kebajikan Seperti Wangi Bunga Mekar] Aku dan Pangeran Marquis Pingxi saling mencintai. Mohon Guru Besar mewakiliku memberi tahu Kaisar dan Ibu Suri bahwa aku ingin menikah dengannya. Mengenai tanggal pernikahan, ditetapkan pada hari yang sama
Dengan hari pernikahan Guru Besar. Sebenarnya, yang pertama kusukai adalah Guru Besar, Kedua baru menyukai Pangeran. Jika Guru Besar sudah memiliki orang yang disukai, maka aku tidak akan mengganggumu lagi. Resepsi pernikahan Guru Besar, aku tidak akan bisa menghadirinya. Kuucapkan selamat untuk Anda dan Nyonya. bisa segera memiliki keturunan dan selalu hidup harmonis. [Kebahagiaan]
– Selamat, Guru Besar. – Selamat, Guru Besar. Sekretariat Agung dan Putri menikah di hari yang sama, hari ini ibu kota ramai sekali. Betul. Kalau begitu pernikahan Putri, bukankah akan lebih meriah dibanding ini? Sekarang kedudukan Sekretariat Utama hanya lebih rendah setingkat dari Kaisar. Tentu saja untuk pernikahan tak kalah dari keluarga kekaisaran. Betul juga.
Hari ini pasti akan meriah sekali. Jiah. Jiah. Jiah. Jiah. Tuan, Anda tidak boleh begini. Putri. Putri. Apa Sekretariat Agung sudah berpikir matang? Jika masih melangkah maju, berarti menentang perintah kaisar. Tak ada bedanya dengan pejabat pengkhianat. [Kebahagiaan] [Kebahagiaan] Putri. Hamba bawa kamu pulang. Tuan. Tuan. Jika sampai melewatkan waktu baik,
Bagaimana mempertanggung jawabkannya pada Yang Mulia? Selamat pada Menantu Kaisar, diberkati dengan pernikahan yang harmonis dan bahagia. Silakan. Terima kasih, Menantu Kaisar. Terima kasih atas kehadiran semuanya. Mari, kita bersulang bersama. Selamat pada Menantu Kaisar. Guru Besar. Aku tahu memang aku ada di dalam hatimu. Sebenarnya ini mimpi atau kenyataan? Jika ini adalah mimpi,
Aku berharap selamanya tak pernah bangun lagi. [Paviliun Lingle] [Paviliun Lingle] [Paviliun Wolan] Hamba, Mu Yun memberi hormat pada Putri. Putri, udaranya dingin, jangan sampai sakit. Biar hamba pakaikan jubah untuk Putri. Tidak perlu, aku tidak dingin. Seduhkan teh untukku. Aku ingin sendirian sejenak. Baik. [Paviliun Lingle] Putri dan Menantu Kaisar kelihatannya saling mengasihi,
Namun sesungguhnya memiliki maksud lain dalam hati. Putri kita pasti sangat menderita. Betul, jika mendiang kaisar masih ada dan melihat begitu menderitanya putri yang sedang hamil pasti akan sedih sekali. [Sepuluh tahun kemudian] Tak mengetahui Putri datang, ini kelalaian hamba. Putri. Anda jangan mencelakai hamba. Putri, lekas berdiri. Menantu Kaisar merencanakan pemberontakan,
Aku tidak berani meminta pengampunan. Tapi mohon agar Anda menolong kedua anakku. Mereka tidak berdosa. Kaisar sekarang hanya mendengarkan Anda. Hamba memutuskan akan pergi ke istana besok untuk meminta pertolongan pada Kaisar untuk kedua pangeran. Mohon Putri tenang. Meskipun harus mempertaruhkan nyawa ini, hamba akan melindungi mereka. Seumur hidup hamba tidak menginginkan apa pun,
Asalkan Putri bisa hidup dengan tenang dan damai. Selamanya mulia, selamanya tidak menundukkan kepala pada orang lain. Putri berlutut seperti ini, akan mengubur kehidupan hamba dalam tanah. Hamba sudah mengecewakan kepercayaan mendiang Kaisar pada hamba. Hamba pantas mati. Mohon Putri berdiri. Aku berdiri, kamu juga. Terima kasih, Putri. Apa salah Guru besar?
Di dunia ini, tak ada orang yang bisa seperti Guru Besar, hanya memikirkan Ming Hua. Namun aku sebaliknya, tak pernah melakukan apa pun demi dirimu. Malah mempersulitmu hingga begini. Bisa bertemu dengan Guru Besar, tak ada lagi penyesalan dalam hidup Ming Hua. Beberapa tahun ini, apakah hidupmu baik-baik saja? Tiga bulan setelah menikah,
Jin’er meninggal akibat sakit. Setelah itu, aku mengangkat seorang anak angkat, dan kunamai Mu Ze. Sekarang dia sudah dewasa. Apa Mu Ze baik padamu? Menganggapku seperti ayah kandungnya. Jika semuanya bisa diulang kembali, apa kamu masih akan membohongiku? Kaisar telah memberi perintah, akan mengurungku di dalam kediaman putri. Kelak, aku tidak akan bisa keluar lagi.
Kamu harus menjaga baik-baik dirimu. Kamu sudah berumur, jangan melakukan semua hal sendiri. Jika masih ada kehidupan selanjutnya, kuharap kita tidak lagi saling mengkhianati, tidak melewatkan kesempatan. Jika ada kehidupan selanjutnya, Mu Yun pasti akan melepaskan semuanya, Hanya berharap agar bisa bersama denganmu selamanya. Guru Besar. Guru Besar, tanpa ada perintah Kaisar,
Kamu tidak boleh sembarangan masuk istana. Hari ini aku harus berjumpa dengan Kaisar. Jika masuk, kamu pasti akan mati. Pergi! Guru Besar. [Istana Hanyuan] Putri. Gawat, Putri. Putri, gawat. Ada apa? Ada kabar dari istana, Kaisar tidak ingin menarik perintahnya. Kedua pangeran telah dijatuhi hukuman mati. Besok pagi akan… akan…
Jika bahkan dia tidak bisa membujuk Kaisar… Bantu aku siapkan kecapi. Siapkan arak. Putri. [Istana Hanyuan] Demi aku, kamu melepaskan status Sekretariat Agung melalui kehidupan rakyat biasa di pedesaan bersamaku. Apa kamu tidak menyesal? Demi kamu, jangankan kehidupan ini, andaikan di setiap kehidupan hanya menjadi orang desa pun aku tetap rela. Tak akan menyesal.