【FULL】Be My Princess [EP26]【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Buku harian dan surat yang aku tinggalkan untukmu, apakah kamu telah melihatnya? Apakah kamu telah melakukan sesuai dengan perintahku? Aku telah melakukan segala yang kamu catat dalam buku harian yang pernah kamu buat pada Putri. Aku juga melakukan semuanya pada Ming Wei. Aku ingin dia mencintaiku dan melupakanmu,
Kemudian memulai kehidupan yang baru. Namun, aku menyadari semua ini sia-sia. Aku bisa berusaha keras untuk membuatnya mencintaiku, tetapi aku selamanya tidak mungkin membiarkannya melupakanmu. Aku pada dasarnya adalah sebagian darimu juga. Kamu tidak perlu cemburu padaku. Aku tidak memiliki permintaan lain. Hanya berharap kamu bisa seperti saat ini, selamanya berada di sisi Putri.
Kamu menemaninya, setara dengan aku sedang menemaninya. [Be My Princess] [Episode 26] Kakakku adalah adikmu, kamu sudah tahu sejak awal, ‘kan? Kamu putus denganku juga karena alasan ini, ‘kan? Aku hanya merasa, kamu juga adikku. Aku… Berarti aku mengejar seseorang begitu lama, pada akhirnya, aku malah mengejar kembali seorang Kakak?
Xiao Zhao, sebenarnya di dalam hatimu, aku itu apa? Bukankah masalah percintaan adalah masalah berdua? Kenapa semuanya diputuskan sendiri olehmu dan tidak menanyakan pendapatku? Adik? Kamu menyukai hubungan kakak adik? Selamat malam, Kak. Kamu bisa menangis jika mau. Kamu tidak perlu menekan emosimu sendiri. Siapa pun yang dipertemukan dengan masalah ini, tentu akan merasa sedih.
Terima kasih. Aku tanya padamu. Setelah mengetahui hal ini, apakah kamu akan tidak mengakui Paman lagi? Tentu saja tidak. Kalau begitu, apakah Paman akan tidak mengakuimu lagi? Bagaimana mungkin? Kalau begitu, berarti tidak ada masalah, ‘kan? Jadi, kamu tidak perlu mempertimbangkan terlalu banyak. Kamu juga tidak perlu berpikir terlalu banyak
Masalah ini tidak ada membawakan perubahan pada kehidupanmu yang sekarang. Benar, tidak? Yang kamu katakan benar. Aku tidak mau main lagi. Istirahat sebentar dulu. Sepertinya kondisimu tidak begitu stabil? Masalah hari ini semuanya disebabkan oleh diri masing-masing. Menurutmu, apakah Ming Qiao benar-benar sangat kecewa padaku? Saat ini, melihat tatapannya, aku juga merasa takut.
Menebusnya sekarang juga belum terlambat. Kamu sedang mengataiku? Atau sedang mengatai diri sendiri? Bagaimanapun itu, kondisi Ming Wei saat ini sudah mulai stabil, dan bisa kembali bekerja dengan baik. Coba kamu jelaskan dulu. Saat ini kamu begitu baik pada adikku, selain karena buku harian dari guru besar, apakah terdapat alasan lain lagi? Tidak ada alasan.
Kamu bohong. Benar-benar tidak ada alasan. Awalnya bermula dari buku harian itu, aku mulai penasaran padanya. aku ingin mengetahui dengan jelas, saat menjadi Guru Besar bagaimana hubungan kami. Namun, tidak tahu mengapa, saat melihatnya menangis, aku tidak bisa menahan diri untuk pergi membujuknya. Aku juga tidak tahu mengapa. Baiklah. Kalau begitu, kudoakan kamu bisa sukses.
Kamu sebaiknya memikirkan dirimu sendiri dulu. Ming Wei, tadi pagi Tingzhou ribut ingin makan buah. Jadi, aku sekaligus membawakan untukmu dan Ming Qiao juga. Terima kasih. Tidak perlu. Aku tahu kamu masih belum bisa menerima masalah ini. Sebenarnya Ayah juga sangat khawatir padamu. Dia takut kamu akan membencinya. Aku tidak benci kepada siapa pun.
Sejak kecil hingga dewasa, aku hidup dengan bahagia. Ayahku sangat baik padaku. Aku hanya ada satu ayah. Guru Mu, perkataanmu kemarin sangat bermanfaat padaku. Aku sudah berpikir dengan matang, aku akan melakukan syuting dengan baik, tidak akan mengecewakanmu. Sebenarnya bukan hanya aku, Xiao Zhao juga sangat mengkhawatirkanmu. Aku tahu. Aku hanya belum bisa menerimanya.
Guru Chen Zhang datang mengunjungi kita. Dia membawakan makanan enak untuk kita. Terima kasih, Guru Chen Zhang. Ming Wei. Chen Zhang. Halo, Guru Mu. Kamu sudah datang. Aku datang melihat Ming Wei. Kenapa kamu tiba-tiba datang? Kamu bahkan tidak memberitahuku dulu. Bukankah aku ingin memberikan kejutan untukmu?
Lagi pula, sebentar lagi aku akan masuk ke dalam kru. Jika aku tidak datang melihatmu, kita kemungkinan akan sangat lama tidak dapat bertemu. Kamu benar-benar teman sejati. Kondisimu lumayan bagus, ya. Kalau begitu, aku akan lebih tenang. Aku masih khawatir syuting kamu dan Guru Mu akan berlangsung dengan tidak enak.
Sebenarnya, Guru Mu orangnya sangat baik. Lagi pula, aku bekerja sama dengan baik dengannya. Kamu tenang saja. Baiklah kalau begitu. Jika kamu senang, aku akan senang. Aku akan terus menunggumu. Kita berbicara dengan lancar, mengapa kamu tiba-tiba membicarakan ini? Chen Zhang, sebenarnya di dalam hatiku sudah ada jawaban. Kamu adalah orang yang paling berharga bagiku.
Aku janji padamu, akan menjadi teman selamanya. Tampaknya aku akan menghadapi kesakitan atas putus cinta ini. Kalau begitu, kamu harus tepati janji. Kita akan menjadi teman baik selamanya. Yang bohong berarti bukan manusia. Sakit. Sakit. Lepaskan. Untuk apa kamu begitu bersemangat? Aku kira kamu sedang meditasi. Aku berencana untuk mengejar Ming Wei. Apakah
Kamu sudah teringat kembali masalah kamu dan Ming Wei? Tidak. Apakah kamu terprovokasi oleh Chen Zhang? Dengarkan aku. Kamu boleh mengejar adikku, tetapi kamu harus berpikir jelas sebelum kamu bertindak. Kamu tidak boleh melukainya lagi. Jika tidak, aku tidak akan membiarkanmu begitu saja. Masalah aku dan Ming Wei tidak perlu merepotkanmu.
Kamu cukup mengurus dirimu sendiri dulu. Jangan sampai membuatnya hilang, kamu baru menyesal. Lin, ke mana kamu pergi? Kamu tidak perlu mengurusku. Lin. Lin. Aku ini Ayahmu. Mengapa aku tidak boleh mengurusmu? Kamu juga tahu kamu itu Ayahku? Bukankah putrimu adalah Ming Wei? Bukan. Lin, sembarangan berbicara apa kamu ini? Ming Wei dan kamu
Keduanya merupakan putri kesayangan Ayah. Bukan. Saat itu, memang Ayah yang berbuat salah, tetapi kamu tidak berhak membenci Ming Wei. Aku tetap membencinya. Apa yang baik darinya? Mu Tingzhou menyukainya. Saat ini, bahkan kamu dan kakak juga mendengarkan kata-katanya. Atas dasar apa? Dia hanyalah seorang anak haram. Sedang berbicara apa kamu?
Aku bilang, dia hanyalah seorang anak haram. Aku sudah tahu. Aku tidak berarti di dalam rumah ini. Aku akan pergi. Aku tidak akan mengganggu kalian lagi. Bukan seperti itu, Lin. Lin. Dengarkan Ayah. Ayah bersalah, tidak seharusnya Ayah menamparmu. Lepaskan aku. Ayah. Ayah, ada apa denganmu? Ayah. Ayah. Ayah, jangan menakutiku. Kenapa kamu menghindar dariku?
Kakak, tidak bisa menjadi pasangan, jadi kakak adik juga bisa. Ini, minumlah kopi, untuk menghilangkan kantuk. Selamat pagi, Kakak. Halo. Kamu bilang apa? [Sedang Operasi – Ruang Resusitasi] Bagaimana kondisi ayah? Kak, ayah masih tengah diselamatkan. Apa kata dokter? Dokter bilang, kondisinya tidak begitu bagus. Selebihnya tidak berkata apa-apa lagi.
Aku takut akan terjadi sesuatu pada ayah. Semua ini karenanku. Tidak seharusnya aku bertengkar dengan ayah. Tidak seperti itu. Ayah akan baik-baik saja. [Sedang Operasi – Ruang Resusitasi] Yingtai, di kehidupan ini, kita berdua tidak bisa saling bersama lagi. Jika memiliki kehidupan kembali, aku tidak akan meninggalkanmu lagi. Shanbo,
Kamu dan aku berpisah di kehidupan ini, tetapi perasaanku padamu tidak pernah berubah. Tidak bisa hidup bersama di kehidupan ini, tapi kuharap bisa bersama di akhirat. Bayangan apa yang barusan kulihat itu? Kenapa aku merasa begitu akrab? Semua gadis berharap bisa memberikan ciuman pertamanya kepada pacarnya. Apakah aku termasuk pacar Putri?
Tadi, performa kalian berdua sangat bagus. Meskipun di dalam naskah, tidak ada adegan ciuman, tetapi penambahan adegan ini berjalan dengan sangat alamiah. Adegan ini pastinya akan menjadi sorotan terbesar di dalam drama ini. Aku akan membuatkannya menjadi cuplikan. Terima kasih, Sutradara. Terima kasih atas pujian Sutradara. Semangat! Ming Wei, masalah tadi, aku ingin meminta maaf.
Tidak apa-apa. Semua ini demi drama juga, bukan? Saat itu, aku juga tidak mengendalikannya dengan baik. Qiao, bukankah kamu bilang ada urusan dan tidak datang ke sini? Ayah Xiao Zhao tiba-tiba terkena serangan jantung, sudah di antar ke rumah sakit untuk diselamatkan. Xiao Zhao membawa mobil pergi melihat ayahnya. Masalah ini tidak berhubungan dengan kita,
Tidak perlu peduli. [Rumah Sakit Deda Shanghai] Ayah. Ayah, kamu sudah bangun? Bagaimana perasaanmu saat ini? Apakah sudah membaik? Apakah aku sudah tidur dalam waktu yang lama? Benar. Dokter bilang kamu telah bebas dari masa kritis, selama kamu sadar, maka kamu sudah aman. Kamu harus optimis. Di mana Ming Wei? Apa dia baik-baik saja?
Dia baik-baik saja, sedang syuting di kru bersama dengan Tingzhou. Ayah, ada apa denganmu? Saat itu, aku mengkhianati bibi Jiang Yue, juga tidak menjadi ayah yang becus untuk Ming Wei. Bahkan menyebabkan kamu dan Ming Qiao tidak bisa bersama. Saat ini, Lin juga benci padaku, tidak mau memahamiku. Lihatlah aku ini,
Sudah hidup separuh abad ini, mengapa masih begitu gagal menjadi orang? Ayah, jangan berbicara seperti ini, kami akan menyelesaikan masalah kami dengan sendirinya. Ayah baru saja melewati masa kritis, fluktuasi emosional tidak boleh terlalu tinggi. Mengerti? Semua ini dosaku. Kak. Ayah sudah tidur. Ini adalah sarapan yang aku buat untuk ayah.
Aku takut dia akan marah jika melihatku. Kamu bawakan ini untuknya. Boleh. Tunggu ayah bangun, aku akan menyuapinya. Kamu juga sudah menjaganya satu malam. Cepatlah pulang untuk istirahat. Aku tidak mengantuk. Sebentar lagi aku akan dengar apa kata dokter saat memeriksa ruangan. Kakak mengerti kesedihanmu. Aku tahu ayah mencintaiku. Namun, mengapa itu harus Ming Wei?
Baiklah. Jangan memikirkan hal ini lagi. Pikirlah lebih terbuka. Guru, bisakah kita merekam adegan ini dulu? Boleh. Terima kasih. Baiklah, terima kasih. Ayahku sudah bangun. Semuanya lancar. Jangan khawatir. Aku baru menerima pesan dari Xiao Zhao, dia bilang, paman sudah sadar, sudah melewati masa kritis. Sungguh? Lalu bagaimana dengan Xiao Zhao? Jangan khawatir,
Paman akan baik-baik saja. Xiao Zhao juga baik-baik saja. Untuk apa aku khawatir? Lagi pula tidak ada hubungannya denganku. Lin, hari itu aku memukulmu, semua itu kesalahan ayah. Bisakah kamu memaafkan ayah? Ayah meminta maaf padamu di sini. Ayah, jangan berkata seperti itu. Aku yang tidak seharusnya membuatmu marah. Sejak kecil hingga besar,
Aku selalu tidak tega memukulmu. Semua ini karena ayah tidak menjaga perasaanmu. Semua masalah ini, dari dulu hingga sekarang, semua salah ayah. Ayah. Dengarkan Ayah, Run, Lin, Ayah ingin meminta sesuatu pada kalian. Katakanlah Ayah. Bisakah kalian mulai hari ini melepaskan kekesalan ini? Biarkan seluruh masalah yang tidak senang ini pelan-pelan menjauh dari kita. Ya?
Terima kasih. Perasaan cintaku pada guru besar itu tulus. Namun, kamu selalu membicarakan mengenai uang. Mungkin bagimu, guru besar hanyalah sebuah karakter saja. Namun, bagiku, dia adalah seseorang yang nyata. Seseorang yang selamanya tidak akan bisa kulupakan. Kamu sama sekali tidak bisa sebanding dengannya. Ya, Tuhan. Apa yang telah aku perbuat pada Ming Wei?
Ya, Tuhan, apakah kamu sedang bercanda padaku? [Catatan Pengalaman Dunia Lain] [Mu Yun] Tuan Mu, di antara aku dan Ming Wei, kamu seharusnya juga tahu. Belakangan ini terasa sedikit pusing, hari perpisahan terasa mendekat. [Mu Yun] Meski tidak rela, tapi aku juga tak berdaya. Kamu dan aku kemungkinan adalah batin yang sama.
Kemungkinan aku merasuki dan meminjam tubuhmu secara sementara. Jika benar meminjam tubuhmu, dan telah membuat kesalahan saat menggunakan tubuhmu, aku benar-benar ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus padamu. [Mu Yun] Jika kita merupakan batin yang sama, kita sehati, yang aku hutang pada Ming Wei, kamu seharusnya membantuku menebusnya. Salam dari Mu Yun. Guru Besar,
Yang kamu perintahkan padaku, aku pasti akan melakukannya. Namun, aku melakukan ini bukan demi kamu, melainkan demi diriku sendiri. Tunggu sebentar. Segera datang. Guru Mu, ada apa kamu pagi-pagi ke sini? Maukah sarapan bersama di bawah? Aku belum siap. Bunga ini diberi oleh guru besar, ya? Bagaimana kamu bisa tahu? Kamu telah mengingat kembali? Tidak.
Hanya saja sebelumnya pernah mendengar Xiao Zhao mengatakannya. Kalau begitu, kamu pergi makan dulu saja. Setelah siap-siap, aku akan ke sana. Baiklah. Baik. Guru Mu. Apakah aku boleh masuk? Ayo masuk. Kerja bagus. Kerja bagus. Guru Mu, ini… ini kenapa, ya? Tahu kamu menyukainya, aku membelinya lebih banyak. [Gang Changde] Aku baru menambah hingga penuh.
Terima kasih. Ayah, mari. Ayah, aku telah berpikir dengan matang. Tunggu Tingzhou selesai syuting drama ini, aku akan pulang dan tinggal bersamamu. Kelak, Ayah akan melihatku setiap hari. Baguslah kalau begitu. Beberapa tahun ini rumah sungguh sepi. Ayah terus mendambakan kamu dan Lin bisa pulang untuk tinggal bersama. Lebih baik lagi,
Jika bisa membawa pasangan kalian untuk tinggal di rumah. Bukankah akan sangat ramai? Nak, kamu seharusnya tahu, seumur hidup ini, yang paling Ayah sesali itu apa, ‘kan? Aku mengatakan ini padamu, karena berharap kamu jangan berada di jalan yang pernah aku jalani. Yang bisa membuatmu kehilangan kebahagiaanmu. Ayah berharap kamu bisa membuka hatimu,
Untuk menerima dan baik kepada Ming Qiao. Ayah bisa melihat, kamu sangat mencintainya. Dia juga mencintaimu. Dengarkan perkataanku, kedua orang yang saling mencintai, mengapa harus menyakiti diri sendiri? Mengerti? Aku sudah mengerti, Ayah. Terima kasih Ayah telah membicarakan hal ini padaku. Aku akan mempertimbangkannya dengan baik. Guru Mu, ada apa mencariku begitu malam?
Ada beberapa hal yang harus kukatakan padamu, aku benar-benar tidak bisa menunggu hingga hari esok. Katakanlah. Aku ingin bertanya padamu. Sebenarnya bagaimana posisi Guru Besar di hatimu? Kamu malam-malam memanggilku turun hanya untuk menanyakan hal ini padaku? Bolehkah aku tidak menjawabnya? Aku bukan sengaja ingin menyulitkanmu. Hanya saja karena sebelum resmi mengejar Nona Ming,
Aku ingin memahami seperti apa kondisi percintaanmu sementara ini. Sebelumnya aku sibuk syuting, tidak ada perasaan khusus dalam menjalankan hubungan. Setelah berkenalan dengan Nona Ming, aku bisa merasakan godaan yang spesial, baik secara psikologis maupun secara fisik. Nona Ming, kamu tidak salah mendengar. Kamu memang wanita pertama yang membuat hatiku bergetar. Nona Ming,
Mengenai dua hal di atas, aku bisa memastikan, aku berharap bisa memiliki hubungan yang lebih dalam dengan Nona Ming. Aku juga mengetahui dengan jelas, saat ini, Nona Ming belum memiliki ketertarikan yang sama denganku. Jadi sebelum resmi mengejar Nona Ming, aku berharap bisa memahami lebih lanjut mengenai perasaanmu pada guru besar. Aku pernah berpacaran dengannya.
Menurutmu, seperti apa perasaanku padanya? Namun, dia hanyalah ilusi yang muncul saat ingatanku yang tidak jelas. Aku sudah sepenuhnya tidak ada ingatan itu lagi, yang juga berarti Guru Besar sudah tiada lagi. Apakah Nona Ming ingin menunggunya kembali dengan menungguku mengingat kembali ingatan itu atau akan memulai kembali hubungan yang baru
Di saat munculnya orang yang tepat? Aku sangat menghormati perasaan kamu dan guru besar. Aku hanya berharap kamu bisa membedakan dengan jelas antara aku dan dia. Aku juga berharap kelak kamu bisa bersamaku karena kamu mencintaiku. Bukan memindahkan perasaan guru besar kepadaku. Maaf sekali, di bawah kondisi yang tidak bisa dikendalikan olehku, aku pernah melukaimu.
Namun, aku bisa menjamin padamu, aku menyukaimu tidak akan lebih sedikit daripada guru besar. Kebaikanku pada pacarku juga tidak akan kalah darinya. Terima kasih atas penghargaanmu Tetapi pacarku baru saja mati, aku belum memiliki kesiapan matang untuk menerima hubungan yang baru. Aku tidak memohon kamu bisa menerimaku hari ini, tetapi aku tidak mudah menyerah.
Aku akan menggunakan waktu untuk membuktikan ketulusanku padamu. Ming Wei. Kamu sudah kembali? Jangan khawatir, ayahku sudah keluar dari rumah sakit. Untuk apa kamu memberitahuku ini? Ini tidak berhubungan denganku. Ming Wei, aku tahu keluarga Xu bersalah padamu. Aku juga tidak berharap kamu bisa seketika menerima aku sebagai Kakakmu. Tidak apa-apa,
Kamu bisa menganggapku sebagai teman seperti semula. Menurutmu kita masih bisa menjadi teman? Jika kita adalah teman, mengapa kamu harus menggunakan cara seperti itu untuk menolak Ming Qiao? Mengapa kamu melukai adikku? Ayo kita jalan, Pak. Mengapa kamu kembali? Kru tidak menyiapkan makanan? Tidak bisakah aku pulang menemanimu makan? Aku tidak perlu kamu temani.
Aku akan pergi makan dengan Ming Qiao. Bicara omong kosong apa kamu di siang bolong ini? Aku sudah memutuskan. Aku akan mengejar Ming Qiao kembali.