【FULL】Poisoned Love 【EP15】Rutinitas Kecelakaan Mobil【INDO SUB】iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Poisoned Love] [Episode 15] [Ruang Operasi] Dokter. Dokter, bagaimana keadaannya? Kami telah berusaha sebaik mungkin. Si pasien punya kebutuhan khusus dan harus dipindahkan. Apakah kau kerabatnya? Jika benar, tolong ambil ini… dan ikuti prosedurnya sekarang. Aku saja yang lakukan. [Ruang Operasi] Shi Meng. Shi Meng. Shi Meng, bisakah kau mendengarku?

Bisakah kau mendengarku? Aku minta maaf. Maaf, aku tak bermaksud membuatmu tak senang. Aku tak pernah mengatakan ini, tapi bolehkah aku memberitahumu sekarang? Bangunlah, dan aku akan memberitahumu. Bangun, Shi Meng. [Itu bukan kau?] [Kau mengejutkanku.] Bangunlah, dan aku akan memberitahumu. Bangun. Aku menyukaimu. Aku menyukaimu, aku dari dulu menyukaimu. Selalu dirimu.

Tapi apa kau mendengarku? Bangun. Aku menolakmu cintamu malam itu. Tapi aku tak bersungguh-sungguh. Aku pun sedih, tapi aku tak bersungguh-sungguh. Aku menyukaimu. Bangunlah dan jawab aku. Maafkan aku. Kau mengemudi dengan mulus. Kau berbohong mengalami kecelakaan. Kau dan Hao Ying Jun bersekongkol untuk membohongiku. Sepeda itu termasuk kendaraan, ‘kan? Aku tak mau memercayaimu lagi.

Tanganku sakit. Di mana yang sakit? Apa perbannya dipasang dengan tidak benar? Apa kau harus kembali ke rumah sakit? Sudah tidak sakit lagi. Kita mau ke mana? Pulang. Pulang? Apa kau tidak mengantuk? Ini aman. Agar kau tidak kabur. Bagaimana kita makan? Suapi aku. Suhunya pas. Suhunya pas. Lanjutkan. Memangnya aku anjing?

Kau terus memegang tanganku, apa kau takut aku akan kabur? Tapi aku takkan kabur. Tapi kau suka berbohong. Aku mau memegangmu. Lanjutkan. [“Kisah Dunia Air”] Selamat malam. Apa kau mau mandi? Tidak. Ayo tidur. Aku… Aku belum siap! Siap untuk apa? Bodoh. Apa kau bisa tidur dengan lampu menyala? Aku bisa tidur dengan keduanya.

Aku biasanya tidur dengan lampu menyala. Kenapa? Aku diculik saat berumur delapan. Aku ingat aku dibawa ke pabrik yang ditelantarkan. Pabrik itu kosong… dan gelap. Aku tak tahu berapa lama aku berada di sana. Saat kau dikunci di ruangan gelap itu, kau pasti ketakutan. Yang lebih menakutkan adalah… setelah aku kabur dan pulang,

Aku mendapati ayahku menghilang… setelah dia pergi mencariku. Setelah itu, aku tak pernah berani tidur dengan lampu mati lagi. Apa menurutmu itu lucu? Bagaimana bisa aku berpikir begitu? Ada orang… yang butuh masa kanak-kanaknya untuk menyembuhkan luka seumur hidup. Ada orang… yang butuh seumur hidup untuk menyembuhkan luka masa kanak-kanaknya. Tapi tak apa-apa. Kelak,

Aku akan menemanimu. Kau takkan sendirian lagi. Aku ingat ada orang lain… yang diculik juga. Dia gadis yang manis. Usianya… sekitar lima tahun. Setelah kami kabur berdua, aku belum pernah bertemu dia lagi. Aku ingin tahu keadaan dia sekarang. Seorang gadis? Apa kau mau menghubunginya? Apa kau mau bertemu dia?

Aku pun manis saat berusia lima tahun. Aku sangat manis. Kau tidak melihatku dulu. Kau takkan lupa kalau kau melihatku dulu. Aku… Di mana dia? Kau bangun awal sekali. Selamat pagi. Tidurlah lebih banyak hari ini. Aku ingin melihatmu lebih cepat. Duduklah, sarapan akan segera siap. Tunggu aku. Silakan. Cobalah. Aromanya menggugah. Ini…

Panekuk telur wijen hitam, ‘kan? Ini telur goreng. Telur goreng? Ini cuma sedikit hitam, tapi isinya masih lembut. Cobalah. – Tidak… – Cobalah. Aku minum susu dulu. Ada apa? Tanganmu sudah pulih? Ya. Ini tak memengaruhiku untuk mengganggumu. Siapa yang mengganggu… Ya. Apa rencana untuk hari ini? Seperti biasanya.

Berlatih vokal pada pagi hari dan pergi ke studio pada sore hari. Bagaimana kalau kau bolos hari ini? Kenapa? Agar kita bisa pergi berkencan. Kencan? Hari ini adalah hari pertama kita resmi berpacaran. Jadi, kau harus pergi denganku. Siapa yang sudah resmi… berpacaran denganmu? Bagaimana kalau begini?

Kau yang merencanakan untuk siang hari, aku yang merencanakan untuk malam hari. Kenapa? Kalau begitu, kau yang merencanakan untuk malam hari. Apa kau mau makan? Kau juga makan. Empuk. Kita pergi berkencan di pasar? Aku selalu ingin mendapatkan pria penyayang keluarga… untuk hidup bersamaku. Hari ini adalah Festival Dongzhi. Kita wajib membuat pangsit…

Dan memakannya bersama-sama. Ayo. Kepitingnya! Besar dan segar! Kepiting ini besar dan segar. Kakak Tampan, mari beli kepitingnya. Aku mau sekerat. Sekerat? Baik. Akan kuberi harga lebih murah, 1.000 yuan. – Baik. – Seribu yuan? Tidak, terima kasih. Kita tak perlu membeli kepiting, kita akan makan pangsit. Kita tidak memakan emas.

– Tapi… – Bukankah kau akan hidup bersamaku? Jangan membuang-buang uang. Terima kasih. – Nona, belilah daging. – Daging sapi. Ayo kita lihat. Daging sapi… Tuan, aku beli dua testikel sapi. Baik. Ya. Kau mau makan apa malam ini? Kau putuskanlah. Benda berharga sapi? Benda berharga sapi? Tuan, kami juga mau.

– Baik. – Malam ini, kita akan makan… pangsit dengan benda berharga sapi malam ini. Silakan. – Seratus yuan. – Seratus yuan? Terima kasih. Bentuknya aneh. Bayar dia. Sudah. Terima kasih, Tuan. Dah. – Ada apa? – Tidak. Ayo kita beli sayuran. Kau buat minya, dan aku akan menyiapkan sayurannya. Ayo kita jalani hidup normal.

Kenapa aku merasa lapar? Kenapa kau menatapku? Apa kau terpesona kecantikanku? Kau bercanda? Kaulah terpesona olehku. Kenapa aku tak menyadarinya? Masih berpura-pura? Katakan, kapan kau mulai menyukaiku? Ini… tak akan menyenangkan jika aku memberitahumu. Kau tebaklah. Baik. Saat aku pertama tinggal di rumahmu. Bukan. Aku tahu. Saat hujan turun dan kau datang ke toko kaset.

Aku memberimu payung. Sudah kuduga. Kau mulai menyukai kecantikanku sejak hari itu. Ya. Cantik. Cantik yang istimewa. Seistimewa apa? Jenis… cantik… yang hampir tidak terlihat. Bodoh. Apa yang kau katakan tadi? Bodoh. Bodoh? [Jadi, kapan kau mulai menyukaiku?] [Aku tidak tahu.] [Sepertinya aku menyukaimu secara tidak sadar.] [Mungkinkah itu…] [cinta pada pandangan pertama?]

[Aku tidak tahu apakah itu cinta pada pandangan pertama.] [Tapi karena aku mengenalmu,] [itu pasti takdir.] Ibu, makan apa kita hari ini? Hari ini adalah Festival Dongzhi, tentu saja kita makan pangsit. Tapi aku akan membuat isian yang sangat berkelas. Pangsit testis sapi. Kesukaanku. Ibu. Bukankah kau seharusnya membuat isian dulu sebelum menggulung kulit pangsit?

Betulkah? Tentu saja. Aku akan memotong isiannya. Ya, aku sudah mengangkat pisau. Jika bukan karena pamanmu yang pergi membuat film, aku tidak akan sekacau ini sekarang. Potong isiannya. Seperti ini? Apakah kita masih bisa makan pangsit? Aku pikir kita lebih baik makan pangsit beku. Kau terlalu senggang. Aku akan memberimu Coke… untuk menghabiskan waktu, setuju?

Dengar. Kau harus percaya kepadaku. Tunggulah. Yang sabar, paham? Masalah kecil ini tak akan mengalahkanku. Itu hanya memotong isian. Ini sangat mudah. Pergi buka pintu. Baik. Aku akan memotongnya dulu. Hai. Ayo pergi. Aku minta maaf datang terlambat hari ini. Jangan khawatir. Aku membawa banyak makanan enak untukmu. Lihat saja. Hai. Siapa yang memintamu datang?

Aku dengar kau mau makan pangsit. Jadi, aku datang ke sini. Kau tahu aku. Aku bukan siapa siapa, tapi aku baik. Di dalam hatiku, selalu ada Zuo Yao. Betulkah? Ya. Aku hanya ingin makan pangsit. Ya. Dia ingin makan pangsit. Hari ini adalah Festival Dongzhi. Pangsit lezatnya sudah masak. Baunya enak.

Ini buah kerja keras kita. Kita harus memotretnya untuk mengingatnya, ‘kan? Pinjam ponselmu. Ada apa? Ini… Ada apa? Bukankah itu bagus? Ya. Lalu kenapa kau tertawa? Ini sangat bagus. Tapi kenapa kau mengganti screen saver ponselku? Karena aku mau kau melihatku setiap saat. Tapi aku sudah melihatmu setiap saat. Aku tetap ingin mengubahnya. Baik.

Bagaimana dengan ponselmu? Apa screen saver-mu? Aku mau lihat. Aku mau lihat. Aku akan menggunakan ini sebagai screen saver-ku. Ayo makan sebelum itu dingin. Masih ada yang harus dilakukan malam ini. Kita sudah setuju bahwa aku akan merencanakan malam ini. Ibu. Jangan marah. Dia datang hanya untuk bekerja.

Kau harus mengeluarkan uang jika kau menyewa pramusiwi. Suruh dia pergi setelah dia selesai. Anak nakal. Siapa yang mengajarimu ini? Bagaimana aku bisa mengajarimu? Jangan menyepelekan upaya orang lain. Kau harus berterima kasih kepada Paman Hao Ying Jun nanti. Jika bukan karena dia, jangankan hari ini, besok pun kau tidak akan punya pangsit.

Ke mana kita mau pergi? Aku yang merencanakan malam ini. Kau akan tahu saat kita sampai di sana. Terima kasih. Tidak bisakah kau lebih praktis? Ayo pergi. Silakan. Karena ini sudah selesai, aku mau pergi. Karena Paman Hao Ying Jun mau pergi, maka aku tidak akan mengantarkan mu pulang Kalian makanlah pangsit hangat ini.

Aku mau pulang dan makan pangsit beku. Sudahlah, ayo makan bersama. Aku tidak akan menolak tawaranmu. Aku tidak akan malu. Mari kita makan. Zuo You, ambil sumpit. Baik. Jangan repot-repot. Aku membawa sumpit sendiri. Zuo You, ambilkan sendok. Tidak usah. Aku membawa sendok sendiri. Zuo You, ambilkan mangkuk. Tidak perlu. Mari makan.

Aku mau memberikan putra tersayangku… pangsit lebih dulu. Lalu aku akan memberikan Yao Yao tersayang… pangsit juga. Kesukaanmu, pangsit isi testis sapi. Kesukaanku, pangsit isi testis sapi. Seluruh keluarga kita suka pangsit isi testis sapi. Sudahlah, kau terlihat seperti testis sapi. Cepat makan dan tutup mulutmu. Mari kita makan pangsit. Omong-omong,

Kalau mau makan pangsit lagi, kabari saja. Aku akan segera datang. Terima kasih untuk hari ini, tapi jangan lagi. Yao Yao. Bisakah kau memberitahuku siapa ayah Zuo You? Siapa namanya? Di mana dia? Apa pekerjaannya? Beri aku petunjuk. Jika perlakuannya kepadamu lebih baik lebih baik dariku, aku akan mundur. Tidak perlu membuang tenagamu, menyerah saja.

Hao Ying Jun, kau tidak boleh menyerah. Di dunia ini, tidak ada yang memperlakukan Zuo Yao lebih baik daripada dirimu… karena nama keluargamu adalah Hao. Hati-hati. Ini sudah larut malam, kenapa kau membawaku ke sini? Ikuti saja aku. Kenapa aku merasa seperti akan menaiki kapal pencuri? Ayo. Ayo. Apakah kau siap?

Apakah aku benar-benar naik ke kapal pencuri? Apa maksudmu? Tutup matamu. Jangan mengintip. Kau boleh membuka matamu sekarang. Mulai sekarang, aku akan menemanimu melihat bintang-bintang… dan kau menemaniku melihat galaksi. Setuju? Terima kasih, Shi Meng. Kau mengajakku melihat… galaksi yang begitu indah. Asalkan itu keinginanmu, aku akan membantumu mewujudkannya.

Mari kita melihat meteor bersama-sama kali berikutnya, ya? Kenapa harus berikutnya? Cepat buat keinginan. Sudah? Apa yang kau inginkan? Tidak ada. Kenapa tidak? Karena… hal-hal yang aku inginkan… sudah bersamaku sekarang.