【FULL】My Sassy Princess [EP9]【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [My Sassy Princess] [Episode 9] Shen Yan. Apa itu kamu? Marquis Dingbei yang menyuruh orang untuk mengunci jendela ini. Aku yang menyuruh orang untuk menguncinya. Jika ingin menjadi gadis bangsawan, tidak boleh ada penguntit yang masuk ke kamar di malam hari. Jika kamu mau mewaspadaiku, aku akan pergi. Jangan.
Kamu ingin aku bagaimana? Masuk. Jendela ini dikunci terlalu rapat. Tidak bisa kubuka. Karena Tuan Shen sudah datang, bagaimana boleh aku menutup pintu? Bodoh. Gadis bangsawan tidak akan berkata seperti ini. Pria sejati tidak akan menerobos kamar wanita di malam hari. Aku sudah mengganggu Tuan Putri. Apa maksud perkataan ini? Bukan apa-apa.
Hanya saja merasa lelah. Ingin beristirahat. [Tidak Jadi Berbicara] Tidak marah lagi? Aku… Aku tidak marah. Jangan memedulikan ucapan Ibuku. Masalah lamaran, akan kupikirkan lagi caranya. Baik, aku akan menunggumu. Kasus Jiangzhou belum selesai. Aku akan sibuk beberapa hari lagi. Tidak bisa menemanimu. Tidak masalah. Urus kasusmu dengan baik. Aku juga ingin melakukan hal besar.
Mau melakukan sesuatu? Kompetisi Memanah besok? Tuan Shen memang pintar. Kompetisi Memanah besok, harus aku menangkan. Kakak Sepupu. Kita pasti bisa menang. Kumpulkan semangat. Yang Mulia Putra Mahkota tiba. [Lapangan Memanah] Menyambut Yang Mulia Putra Mahkota. Sudah. Tidak perlu memberi salam. Terima kasih, Yang Mulia. Hari ini adalah hari yang baik.
Sungguh adalah momen baik untuk kompetisi memanah. Prajurit Negara Wei-ku, paling mahir memanah. Kompetisi Memanah yang diadakan Keluarga Kekaisaran setiap tahun ini, dikarenakan Kaisar ingin mengingatkan kalian agar tidak serakah dan berpuas diri. Juga jangan melupakan tanggung jawab menjayakan Negara. Kami akan bertindak sesuai ajaran Yang Mulia. Karena ini kompetisi, maka harus ada hadiah bagus.
Hadiah tahun ini, pasti kalian sudah mendengarnya. Apa itu? Liontin ini adalah benda yang selalu kubawa. Bagi yang mendapatkannya, maka sama dengan mendapatkan sebuah janji dariku. Hadiah yang diinginkan, asalkan tidak melewati batas, tidak melanggar aturan negara, maka aku akan menyetujuinya. Hal selanjutnya, silakan kalian mengandalkan kemampuan sendiri. Aturan dari Yang Mulia.
Kompetisi Memanah kali ini dibagi menjadi dua babak. Babak pertama, memanah target. Semua peserta akan diberi lima anak panah. Baik peserta pria maupun wanita yang masuk dalam tiga besar, baru akan berkesempatan untuk menjadi juara. Dan, Shen Yan sebagai Panglima ke-14 akan mengawasi di lapangan, agar kompetisi berjalan adil.
– Saya menerima perintah. – Saya menerima perintah. Tuan Putri. Kamu sungguh mau menentukan kemenangan melalui kompetisi ini? Bukankah sudah berlebihan? Berlebihan baru bagus. Aku pernah berjanji pada Tuan Shen. Akan menyelesaikan ini secepatnya. Tuan Shen memegang janji. Bagaimana boleh aku ingkar janji padanya? – Kamu kembali saja dulu. – Ya.
Putra pertama Tuan Zhao dari Kementrian Ritus, Zhao Changsheng. Tim ketiga. Bisa membuat Tuan Shen menyaksikan kehebatanku hari ini, hatiku merasa sangat senang. Tuan Putri terlalu sungkan. Tuan Shen. Menurutmu, berapa peluangku untuk menang dalam Kompetisi Memanah hari ini? Kemampuan memanah Tuan Putri sungguh membuatku tidak berani berharap. Coba saja sebaik mungkin. Aku terima perintahnya.
Kediaman Raja Guangping, Tuan Putri… Kediaman mana yang kamu sebut? Tuan Putri Changle dari Kediaman Marquis Dingbei. Tim ketiga. Siapa yang mau kamu jadi anggota Kediaman Raja Guangping? Adik sepupu jangan marah. Kakak akan mencari ide untukmu. Membiarkanmu melampiaskan rasa kesal di hatimu. Ide apa? Cepat Kakak katakan. Nanti, kamu ikut denganku
Untuk mendesak Liu Ling agar kalah. Bagaimana caranya? Baik. Jin. Hari ini, teh apa yang dipersiapkan untukku? Teh Longjing dari Suzhou. Memanah papan sasaran. Tim pertama. Tim selanjutnya. Kemampuan memanahnya bagus. Ini cukup tepat sasaran. Tim selanjutnya. Jin. Teknik memanah adik sepupuku ini, ternyata memang sesuai reputasi. Kakak lolos dari musibah. Teknik memanah
Malah memiliki banyak kemajuan. Pasti Tuan Shen itu yang mengajarimu secara pribadi. Aku tidak berbakat sejak lahir. Semua harus dipelajari. Tidak sepertimu dan Selir Lu. Memiliki bakat istimewa. Mahir bersikap sedih tanpa perlu diajari. Liu Ling, apa katamu? Katakan sekali lagi! Menurutku, kamu seharusnya pulang dan berdiskusi dengan Ibumu. Daripada membuang waktu di sini,
Lebih baik pulang untuk mempelajari keahlian. Misalnya suona atau terompet. Jika suatu hari ditelantarkan dan diusir dari Kediaman Raja Guangping, masih bisa punya cara untuk bertahan hidup. Tuan Putri Changle dari Kediaman Marquis Dingbei, kelima tembakannya tepat sasaran. Liu Ling. Lihat saja kamu bisa sombong sampai kapan? Liu Ling. Liu Runxiang. Lu Mingshan.
Masuk tiga besar. Masuk babak penentuan pemenang. Lu Mingshan menempati ayunan pertama. Liu Ling menempati ayunan kedua. Liu Runxiang menempati ayunan ketiga. Sungguh, orang yang berselisih selalu bertemu. Babak memanah target dari ayunan untuk mendapat juara satu ini, malah mempertemukan mereka bertiga. Jin. Ini menarik. Menurut saya, situasi sekarang ini adalah hal yang
Diakibatkan Yang Mulia. Lancang. Mereka bertiga berselisih. Pada dasarnya, karena dendam antara Keluarga Liu dan Lu. Bagaimana bisa menyalahkanku? Saya dengar kabarnya, Liontin Giok Naga yang dijanjikan Yang Mulia, harus didapatkan oleh Tuan Putri Changle dan Tuan Muda dari Keluarga Lu itu. Hanya saja, setelah mendapatkannya, yang satu ingin membatalkan perjodohan. Yang satu lagi,
Ingin meminta dihadiahi pernikahan. Menurut pendapat Yang Mulia, ingin siapa yang menang? Bukankah aku mengharapkan Tuan Putri Changle bisa menang? Apa maksud perkataan ini? Jika aku memberikan sebuah pembatalan perjodohan, maka orang yang akan panik pasti adalah Lu Mingshan. Jika aku memberikan sebuah hadiah pernikahan, maka orang yang akan sial adalah aku.
Mereka berdua bekerja sama. Berniat menyulitkanmu. Ingat untuk lebih berhati-hati saat pertandingan nanti. Jangan mengejar kemenangan. Tidak bisa. Aku harus memenangkan kompetisi ini. Dengan demikian, baru bisa meminta permohonan pada Yang Mulia. Baru bisa mendapatkan perjodohan dengan Tuan Shen. Patuh sedikit. Jika kamu terjatuh, kaki dan tanganmu bisa patah. Jika lebih parah lagi, bisa mati.
Aku tahu. Demi kamu, aku tidak takut mati. Pergilah. Kakak Sepupu. Jika nanti aku tidak bisa mengatur tenaga dan melukai Ling-mu nanti, jika dia jatuh dan terbentur, Kakak tidak akan menyalahkanku, ‘kan? Adik jangan khawatir. Keluarga Lu adalah Keluarga Menteri. Jangankan terluka. Meski cacat, juga sanggup kami rawat. Mari. Waktu sudah tiba.
Kompetisi memanah target dari ayunan dimulai. Pertandingan babak ini menjadikan ketinggian jarak ayunan sebagai standar penilaian penting. Saat memanah target, orang dengan ayunan tertinggi akan menang. Target keluar dari kandang. Putri Changle dari Kediaman Marquis Dingbei menang. Tidak tahu batasan seperti ini. Apa kamu ingin mati? Ada kamu, siapa yang bisa melukaiku?
Teknik memanah Adik Sepupu sungguh sesuai reputasi. Layak disebut wanita yang tidak kalah dari pria. Liontin Giok Naga milikku ini, pantas diterima oleh Adik Sepupu. Terima kasih, Yang Mulia. Yang Mulia. Saya punya satu keinginan. Tidak termasuk keterlaluan, juga tidak melanggar aturan Negara Wei. Mohon Yang Mulia mengabulkan janji. Bagus juga Adik Sepupu,
Bahkan tidak menginginkan liontinku. Ada apa? Apakah kamu ingin memintaku untuk membatalkan perjodohan? Yang Mulia sungguh bijaksana. Yang Mulia! Yang Mulia. Perjodohan ini sudah lama diputuskan oleh Raja Guangping dan Kakek saya. Bukan permainan anak-anak. Mohon Yang Mulia… Lu Mingshan. Kamu lancang sekali. Aturan Kompetisi Memanah ini ditetapkan oleh Yang Mulia. Hadiah dari Kompetisi
Adalah janji Yang Mulia di hadapan semuanya. Permainan anak-anak yang kamu katakan, menunjuk kepada hal apa? Pejabat Lu. Aku yang lebih dulu berjanji hari ini. Bagi yang mendapatkan liontin, sama dengan mendapatkan janji dariku. Kemampuanmu tidak lebih baik darinya hari ini. Lebih baik, ikuti saja maksud Adik Sepupu. Terima kasih, Yang Mulia.
Selamat jalan Yang Mulia Putra Mahkota. Orang tidak berguna yang hanya bisa membuat kacau! Perkataan Kakek benar. Tuan. Tuan Putri Changle sudah pulang. Membawa sekotak barang di depan pintu. Ternyata memang seperti dugaanku. Kediaman Anda sibuk belakangan ini. Menurutku, Tuan Muda Lu juga tidak sempat mengantarkan surat pembatalan ini untukku. Tuan Putri yang senggang sepertiku,
Datang mengambilnya sendiri. Tuan Putri Changle. Karena keinginanmu sudah terkabul, untuk apa buru-buru seperti ini? Aku sedang tergesa-gesa mewakili Tuan Muda Lu dan Nona Yue Ling. Mereka berdua adalah pasangan yang cocok. Aku juga merestui hal baik orang lain. Meski dikatakan, Yue Ling hanya seorang pelayan, tapi, sangat baik terhadap Tuan Muda Lu.
Jika Tuan Muda kalian memperistrinya, maka kehidupannya pasti akan menjadi semakin nyaman dari hari ke hari. Bawa kemari. Aku datang kemari hari ini untuk mengantarkan hadiah. Juga menyatakan ucapan selamat dariku. Sudah, Ling. Kamu jangan berulah lagi. Selir Lu. Anda sungguh sibuk. Keluarga Lu bermasalah sedikit, Anda buru-buru pulang untuk menyusun rencana. Kamu sudah bertekad
Ingin menolak perjodohan ini, Yang Mulia Putra Mahkota juga sudah setuju. Hanya sebuah surat pembatalan perjodohan. Biar Shan’er menandatanganinya sekarang. Shan’er. Tidak baik memaksakan sesuatu. Pergilah. Karena kita tidak punya hubungan, aku pamit dulu. Tidak akan mengantar. Kamu berani merusak rencana besarku demi wanita rendah itu! Apa kamu lupa identitasmu? Kamu sungguh menganggap
Dirimu sebagai Tuan di Kediaman Lu? Kamu hanya seorang orang tidak berpendidikan dari desa kecil. Mulai dari Ibumu yang berkelas rendah. Lalu kamu, tidak memiliki pendidikan yang hebat. Masuk ke Kediaman Lu, tetap saja adalah seorang anak selir rendahan yang tidak berguna! Tuhan tidak memberkatiku. Jika ahli waris sah Keluarga Lu masih ada, maka… Ayah.
Ayah. Ayah. Ayah. Ayah. Kamu tidak perlu terus memarahi Shan’er. Kala itu, aku menyuruh Shan’er untuk menikahi Tuan Putri, tadinya hanya rencana sementara. Tidak disangka, Liu Ling sangat tidak tahu diuntung. Malah bersikeras ingin melawan Keluarga Lu kita. Kenapa dia tidak menari orang lain? Malah tertarik pada Panglima ke-14 Penjaga Sisik Emas
Aku takut hal yang direncanakannya tidak sederhana. Tuan Putri Changle yang muda, ternyata punya niat seperti ini. Shen Yan memang merupakan Panglima ke-14 Penjaga Sisik Emas. Sekarang, juga ikut campur untuk urusan kasus di Jiangzhou. Liu Ling dan dia bekerja sama. Jika sungguh berniat membuka masalah yang dulu, mungkin Keluarga Lu kita
Dan Kediaman Raja Guangping akan menghadapi banyak masalah. Ayah. Prioritas sekarang adalah memikirkan cara untuk membatalkan niat mereka. Jika bukan si tak berguna ini yang kalah dalam Kompetisi Memanah, Keluarga Lu tidak akan sampai pada kondisi seperti ini. Perkataan Kakek benar. Cari tabib yang baik. Gugurkan kandungan. Ling’er memberi salam pada Permaisuri.
Ling’er yang sudah berbuat salah. Ling’er yang sudah menggoda Tuan Muda. Namun, anak dalam kandungan Ling’er, adalah keturunan Keluarga Lu. Mohon Permaisuri membantuku. Keluarga Lu kami tidak punya anak haram seperti ini. Tidak segera membereskannya, malah datang kemari dan mengganggu. Perkataan Permaisuri benar. Tapi, anak haram ini juga memiliki kegunaannya sendiri.
Jika bisa mencegah Tuan Putri masuk ke dalam Keluarga Shen, juga tidak sia-sia jika dia dilahirkan. Lanjutkan. Ling’er adalah seorang bawahan. Dilahirkan untuk melayani orang. Jika Permaisuri memakai alasan memperbaiki hubungan Keluarga Liu dan Lu, membiarkan Ling’er melayani Kediaman Marquis Dingbei, Ling’er pasti akan mencari cara untuk merusak nama baik Liu Ling di Ibu Kota.
Jika kamu bersedia melayani Kediaman Marquis Dingbei, Keluarga Lu tidak akan mencegahnya. Katakan. Apa yang kamu minta? Ling’er tidak berani meminta apa pun. Hanya berharap bisa berada di sisi Tuan Muda Lu selamanya. Akan bersyukur pada Keluarga Lu dan Nyonya seumur hidup. Ini mudah. Jika kamu bisa mewakili Keluarga Lu untuk melampiaskan amarah ini,
Juga pernah mengandung darah daging Keluarga Lu, aku pasti akan meyakinkah Ayah. Meski tidak bisa diperistri secara sah, tapi bisa menjadikanmu selir dan menemani di sisi Shan’er. Ling’er berterima kasih atas restu Nyonya. Raja. Gambar rancangan panah sudah selesai digambar. Mohon Anda periksa. Serahkan gambar ini kepada para pengrajin. Utus orang untuk mengawasi mereka.
Buat dengan cepat. Setelah selesai, habisi semua. Baik. Nyonya ada urusan apa? [Kediaman Marquis Dingbei] Pergi. Bukankah ini adalah Nona dari Kediaman Lu, – Permaisuri Guangping? – Pergilah. Tuan Muda Shao bergurau. Kamu datang untuk mengunjungi Ling? Cepat masuk. Ling sangat membenciku selama ini. Aku tidak akan masuk lagi. Lihat ucapanmu ini.
Aku datang hari ini untuk menebus kesalahan. Masalah pembatalan perjodohan Ling dengan Keluarga Lu, semua disebabkan oleh pelayan ini. Sebagai Ibu, aku tahu jelas atas ketidakadilan yang dirasakan Ling. Saat ini, meski perjodohan sudah dibatalkan, tapi keponakanku yang tidak berguna itu, tetap saja sudah melukai hati Ling. Tidak sampai seperti ini. Saat ini, Ling
Tinggal di Kediaman Marquis Dingbei. Jadi, aku mengantarkan pelayan ini kemari. Menjadikannya pelayan di Kediaman ini, melayani Ling. Anggap saja sebagai rasa maaf dari Keluarga Lu kami. Mari. Tuan Putri. Tuan Putri. Kotak ini diserahkan Tuan Shen pada Luo Fan untuk dibawa kemari. Menyuruhku memberikannya ke Tuan Putri. Tuan Putri, lihat ini.
Kamu dan Luo Fan itu cukup akrab belakangan ini. Tidak seperti itu. Tuan Putri jangan asal bicara. Lonceng emas ini cantik sekali. Nama Tuan Putri kebetulan punya huruf lonceng. Tuan Shen perhatian sekali. Tidak bertemu orangnya. Hanya mengantarkan hadiah. Aku tidak menginginkannya. Sungguh tidak ingin? Akan Ling Bi kembalikan sekarang juga.
Sudah rugi karena tidak bisa bertemu. Jika hadiah dikembalikan, bukankah lebih rugi lagi? Benar. Kalau begitu, aku pakaikan untuk Tuan Putri. Siapa bilang mau kupakai? Ao’ao, mari. Kita pakai lonceng kecil. Kita cantik sekali. Benar tidak? Ini pemberian Ayahmu untukmu. Tahu tidak? Baik. Mulai hari ini, kamu membantu di sini saja. Baik.
Kakak, biar aku saja. Namaku Yue Ling. Kelak, jika ada pekerjaan, kamu perintahkan aku saja. Baik. Kamu duduk di sini saja. Lihat ini. Pendatang baru ini cukup rajin. Apa gunanya rajin? Nasibnya tetap saja sial. Aku beri tahu padamu. Awalnya, dia adalah pelayan Tuan Muda Keluarga Lu. Apa? Tuan Muda Keluarga Lu katamu?
Kakak, biar aku saja. Tidak masalah. Aku saja. Biar aku bantu. Tidak perlu. – Aku saja. – Terima kasih. Mari, kubantu sama-sama. Baik. Yue Ling sungguh baik. Beberapa hari dia di sini, kita jadi lebih banyak bersantai. Benar. Dia ini orangnya sangat cekatan. Juga suka bekerja. Jika bukan karena menyinggung Tuan Putri, mungkin
Dia tidak akan sampai seperti ini. Benar. Kenapa kamu ada di sini? Siapa yang menyuruhmu kemari? Aku bicara denganmu. Siapa yang menyuruhmu datang? Nona Yue Ling. Apa yang terjadi? Kenapa terjatuh di lantai? Nona Ling Bi. – Apa yang kamu lakukan? – Kamu sedang apa? Aku tidak… Dia membohongi kalian. Masih tidak mengaku?
Apakah dia jatuh dengan sendirinya? – Majikannya liar, – Kenapa kamu seperti ini? – dia juga ikut – Meenindas orang ya. berbuat kasar dan menindas orang. – Mari, Nona Yue Ling. – Benar. – Ayo, sakit bukan? – Kamu tidak boleh sepert ini. Lihat ini. Berparas cantik. – Hatinya keji sekali. – Benar.
Abaikan saja orang seperti ini. Terlalu menindas orang. Benar. Tuan Putri. Kenapa kamu pergi lama sekali? Shen Ao’ao sudah hampir masuk angin. Jika ia terkena flu, bagaimana aku menjelaskan pada Ayahnya? Benar. Aku ini seorang bawahan. Tidak lebih berharga dari anak babi Tuan Shen. Siapa yang membuat Nona Ling Bi kami marah?
Siapa lagi kalau bukan… Sudahlah, tidak kukatakan lagi. Jika kukatakan, Tuan Putri juga akan ikut marah. Kamu menutup-nutupi seperti ini, aku jadi semakin penasaran. Coba katakan. Tuan Putri. Apakah kamu masih ingat Yue Ling? Orang yang dekat dengan Lu Mingshan? Benar, dia orangnya. Entah siapa yang menjadikannya sebagai pelayan di kediaman. Dalam kediaman ini,
Dia mendapatkan hati orang-orang. Contohnya tadi. Dia sengaja menjebakku tadi. Dia berniat… Berniat merusak nama baik Tuan Putri. Menurutku, dia diperintahkan oleh Lu Qian. Entah apa yang direncanakannya diam-diam. Sudah selesai bicara? Sudah. Karena dia sudah menjadi pembantu di Kediaman ini, berarti sudah ditelantarkan Kediaman Lu. Tapi, dia masih ingin merusak nama baikku,
Menyenangkan Kediaman Lu. Menurutmu, dia itu mengesalkan atau kasihan? Kasihan. Karena dia orang yang kasihan, biarkan saja dia menyiksa diri. Mari. Lap cakarnya. Tuan Putri. Kenapa beberapa hari ini kamu tidak mencari Tuan Shen? Tuan Shen sudah bilang padaku, dia akan sibuk beberapa hari ini. Bagaimana boleh aku mengganggunya? Ditambah lagi, perjodohan dengan Keluarga Lu
Sudah dibatalkan. Aku bisa menunggunya. Tidak buru-buru. Oh iya. Kenapa Yang Ye tidak terlihat dua hari ini? Pengawal Yang, ya? Aku bertemu dengannya hari ini. Bukankah dulu dia terus berkata ingin berduel dengan Wajah Hantu itu? Selalu tidak menemukan si Wajah Hantu. Tidak tahu kapan bisa menemukannya. Ling Bi. Lihat Shen Ao’ao ini.
Apakah dia gemuk belakangan ini? Sepertinya benar. Tuan Putri. Bukankah katanya, tanda cinta tidak akan berubah selamanya? Tapi kulihat, tanda cinta Tuan Putri dengan Tuan Shen ini, bukan hanya bisa lari dan bersuara, bahkan bisa tumbuh besar. Tumbuh besar? Mengikuti Ayahnya. Tuan Marquis Dingbei adalah orang baik. Setiap tanggal satu dan 15, akan memberi sedekah.
Waktunya sudah hampir tiba. Jika kita tidak menunggu lebih awal di sini, tidak bisa mendapat apa pun. Benar. Berikan satu. Jangan berebut. Jangan diambil. Jangan berebut. Antre dengan baik. Antre yang baik, untuk apa berebut? Ada banyak kue mantau di Kediaman. Jangan berebut, semua dapat bagian. Terima kasih, Pak.
– Semuanya ingat ya. – Terima kasih. Ini pemberian Tuan kami pada kalian. Terima kasih. Harus mengingat budinya. – Terim kasih. – Tahu tidak? Bawa pergi saja. Shen Ao’ao. Shen Yan kecil. Ling Bi. Kenapa di luar berisik sekali? Hari ini tanggal 15. Sedang membagikan sedekah di luar. Mungkin akan bubar sebentar lagi.
Aku istirahat sebentar. Bangunkan aku saat makan malam tiba. Baik. Ao’ao. Ao’ao. Ibumu sedang tidur. Kita jangan berisik. Ayo pergi. Majikan kecil, Ao’ao. Kecilkan suaramu. Tuan kecil. Ibumu sedang tidur. Kita jangan berisik. Tuan kecil, yang patuh. Mari. Apakah kamu sudah lapar? Kenapa terus berisik? Begini saja. Aku ke dapur untuk membawakanmu makanan. Nanti,
Kamu baik-baik di sini. Ao’ao. Ao’ao. Shen Ao’ao. Cepat kemari. Cepat kemari. Ayo. Setelah obat ini dimasak, tidak sampai satu jam, bisa menggugurkan kandungan. Bagaimanapun, ini adalah sebuah nyawa. Kulihat ekspresi Nona juga terlihat tidak rela. Mau mengkonsumsi obat ini atau tidak, mohon Nona mempertimbangkannya. Tuan Putri. Tuan Putri. Gawat. Aku yang tidak becus.
Ao’ao menghilang. Kenapa menangis? Kita cari bersama. Ayo. Ao’ao. Shen Ao’ao. Apakah kamu melihat Shen Ao’ao? Tidak. Ao’ao. Apakah melihat Shen Ao’ao? Tidak. Ayo, cari. – Shen Ao’ao. – Shen Ao’ao. Ao’ao. Aku akan buka pintu. Ao’ao. Shen Ao’ao. – Ao’ao. – Shen Ao’ao. Ini enak sekali. Sudah lama tidak makan daging. Benar.
Apa yang kalian lakukan? Memanggang daging. Makan daging. Kamu mau? Kembalikan padaku. Kembalikan padanya? Mengapa kalian membunuh babi kecil kesayangan Tuan Putri Chengle? Ini… Mohon ampun, Tuan Putri. Tuan Putri. Mereka semua adalah pengungsi. Kamu. Tuan Putri sudah salah paham. Ling’er… Tuan Putri jangan marah. Aku pergi mencari Tuan Shen. Cari Tuan Shen.
Mereka hanya kelaparan saja. Mereka juga tidak tahu babi kecil itu adalah milik Tuan Putri. Oleh karena itu, melakukan dosa besar. Jika Tuan Putri ingin menyalahkan, salahkan saja saya. Yue Ling. Apakah kamu merasa dirimu sangat pintar? Saya tidak berani. Tuan Putri. Saya bersalah, Tuan Putri. Wajar jika Tuan Putri membenci saya.
Tuan Putri jangan mengusir saya. Saya tidak punya rumah lagi. Anda boleh menghukum saya seperti apa pun. Saya bersujud pada Anda. Saya bersujud pada Anda. Nyawa saya tidak berharga. Jika Tuan Putri ingin mengambilnya, Yue Ling tidak berani membantah. Hanya berharap sebelum saya mati, Tuan Putri berjanji, tidak akan menyeret orang lain.
Saya mohon pada Tuan Putri. Saya mohon pada Tuan Putri. – Saya mohon pada Tuan Putri. – Lepaskan. Aku suruh lepaskan! Terjadi masalah. Terjadi masalah. Cepat pergi. Tuan Putri kejam sekali. Meski saya punya banyak kesalahan, tidak perlu sampai mencelakai anak dalam kandungan. Tuan Putri sungguh merasa nyawa manusia tidak lebih penting daripada seekor hewan?
Jika kehilangan anak dalam kandungan, kamu bisa menyalahkanku secara langsung. Shen Ao’ao-ku dibuat terbelah-belah olehmu. Apakah ini bukan hasil dari niatmu untuk mencelakai orang? Cepat sedikit. Ayo. Hati-hati. Pelan sedikit. Kamu ini Tuan Putri Changle yang dinobatkan Kaisar. Kenapa menangis di hadapan orang sebanyak ini? Shen Ao’ao… Shen Ao’ao sudah mati. Sudah.
Jika kamu berhenti menangis, akan kuberikan yang lebih baik. Sudah. Kita pergi dari sini dulu. Ayo. Duduk dengan baik. [Adegan hewan yang muncul di episode kali ini, merupakan keperluan alur cerita] [Tidak ada satu pun hewan yang terluka dalam proses syuting]