【FULL】See You Tomorrow [EP9]【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [See You Tomorrow] [See You Tomorrow] [Episode 9] [Menyukaimu? Tentu Saja] Akhir-akhir ini aku menonton variety show, ada permainan namanya “Tentu Saja”. Aturannya sangat sederhana. Pertama, batu, gunting, kertas. Pemenangnya, boleh memilih seseorang sesuka hati, kemudian tanya jawab. Lawannya wajib menjawab semuanya dengan “tentu saja”.

Jika tidak mampu menjawab, maka dinyatakan kalah, harus menerima hukuman. Baiklah. Mari, batu, gunting, kertas. Mari, batu, gunting, kertas. Batu, gunting, kertas. Batu, gunting, kertas. Bagus sekali. Kak Kan. Aku tidak akan mempersulitmu, mari kita mulai dari paling mudah. Jika hanya tersisa seekor anjing dan seorang Ding Liaoliao di dunia ini, kamu akan memilih anjing.

Ayo katakan, Kak Kan. Tentu saja. Katakan. Apa hukumannya? Apakah masih perlu ragu antara anjing dan Ding Liaoliao? Profesor Jiang, aku ingat jasa budimu. Aku alergi dengan anjing. Mari tangannya. Hebat sekali. Tidak tahu sopan santun. Namanya permainan. Lagi pula, Kak Kan tidak mempermasalahkannya. Benar tidak, Kak Kan? Ya, bolehkah aku melanjutkannya? Mari.

Sebenarnya, kamu sudah menikah ‘kan? Tentu saja. Apakah perceraian kita sudah selesai? Tentu saja. Kamu yang melahirkan anaknya ‘kan? Tentu saja. Kedatanganku kemari hari ini, kamu sebenarnya tidak senang, ‘kan? Tentu saja. Sebenarnya, kamu juga kesal denganku ‘kan? Tentu saja. Hei Kak, bisa tidak biarkan kami bertiga juga ikut bergabung? Dari tadi kalian berdua saja.

Ding Liaoliao, bersiaplah untuk mati. Saat SMA, kamu menuliskan surat cinta kepada Guru matematika, si mediterania itu. Tentu saja. Kamu menyadari kesukaanku juga. Ding Man. Saat SMP kamu mengompol, malah memfitnah anjing peliharaan kita. Tentu saja. Ding Liaoliao, sebenarnya kamu ini pria, bukan? Tentu saja. Ding Man, kamu sebenarnya suka dengan Jiang Kan ‘kan?

Tentu saja. Ding Liaoliao, kamu sebenarnya suka dengan Jiang Kan ‘kan? Suka sekali, ya ‘kan? ♫ Aku tidak sendiri ♫ Tentu saja. ♫ Sendirian datang ke planet ini ♫ Ding Man, kamu ini minta dihajar, ya? ♫ Ada yang ingin dikatakan padamu ♫ Kamu lupa saat kelas satu, kamu bahkan

Tidak tahu ke toilet dengan berdiri. Ding Liaoliao, jangan semakin melunjak. ♫ Kamu menjadi segalanya bagiku ♫ Ucapan begitu memalukan semacam itu. Apa? Sudah besar tidak mau mendengar perkataan Kakak lagi? ♫ Gadis cantik, aku terpesona padamu ♫ Bicara apa kamu ini? Ding Man. Bicara apa kamu ini? ♫ Jadilah pacarku ♫

♫ Duniaku akan lengkap denganmu ♫ Bicara apa kamu? ♫ Aku akan membawamu pulang untuk menemui Ibuku ♫ ♫ Ibuku pasti akan menyukaimu ♫ ♫ Aku akan selalu mencintaimu ♫ Lain kali, ♫ Aku akan selalu mencintaimu ♫ kita boleh memainkan permainan saling membunuh, lalu… Bagaimana kalau antar sampai di sini saja?

Di luar dingin, kamu… Oh tidak bisa. Mana ada fans yang meninggalkan idolanya, kemudian dia sendiri pergi duluan? Ayo. Adakah orang yang pernah memberitahumu? Rasanya menyenangkan berteman denganmu. Tentu saja. Orang berjiwa besar sepertiku sudah langka, apa adanya juga loyal. Lalu juga… Lalu… Kamu seperti lampu, selalu terang dan hangat,

Membuat orang di sekitar secara tidak sadar mendekatimu. Seperti aku. Jelas-jelas kita baru kenalan dua hari, namun aku merasa kita seolah sudah lama saling kenal. Setiap kali melihatmu, seperti melihat seorang teman lama. Penulis penjualan terbanyak, Zhong Yu, mengatakan aku seperti teman lamanya. Ada berapa banyak orang yang kagum denganku saat ini?

Sampai jumpa lagi, teman. Teman, sampai jumpa. Ding Liaoliao, lihatlah orang di sekitarmu. Aku jalan dulu. Jiang Kan, kenapa kamu turun? Membuang sampah. ♫ Teman-teman bersiaplah berlabuh ♫ Penyakit malas Ding Man sudah harus disembuhkan. Kalau begitu, ayo cepat naik. Rasanya malam ini akan sangat dingin. Ding Liaoliao. ♫ Aku terbangun dari masa kanak-kanakku ♫

♫ Awan yang membeku ♫ Tidak apa-apa. Aku hanya ingin bertanya mengenai rencana baru pengobatan amal yang kamu katakan itu. ♫ Tengah membara ♫ Itu ya? Semalam aku membuat presentasinya. ♫ Angin meniup cincin halo ♫ Bagaimana kalau aku jelaskan padamu saat pulang nanti? Ayo masuklah, aku sudah membereskannya. ♫ Bersiap memutar haluan, teman-teman ♫

Ayo masuk. Tenang saja, kamarku baru saja dibersihkan semalam. ♫ Ada satu lagu di kampung halamanku ♫ Tidak akan ada debu sedikit pun. Bagaimana kalau kita ke ruang tamu saja? Jaringan ruang tamu terlalu buruk, aku masih harus memutar video. ♫ Merupakan masa depan ♫ Cepat. ♫ Antara aku dan cintaku ♫

Profesor Jiang, silakan duduk. ♫ Yang tidak berjudul ♫ Kalau begitu, kita langsung mulai saja. [Pengobatan Amal Anak-anak] Sasaran kegiatan amal kita kali ini, kita tetapkan anak-anak TK untuk sementara. Meskipun banyak sekali pengusaha dan perintis memberikan penjelasan yang sederhana kepada anak-anak TK, [Bakteri Pertanian] namun bentuk dan isinya terlalu kaku.

Hanya cocok untuk pengajaran anak remaja dan dewasa. Hasil dari pengajaran terhadap anak-anak TK tidak begitu maksimal. Jadi, kali ini kita kepikiran untuk membuat inovasi baru dengan drama panggung sebagai dasarnya. Bagaimana menurutmu? Ide bagus. Apakah sudah dirangkai rencana pelaksanaannya? Wajib itu. Kamu lihat. [Pertempuran Obat dan Virus] Tiba saatnya nanti,

Aku akan berpakaian seperti ini, memimpin adik-adik kita. Tidak mau. Jika pacarku tahu, dia pasti akan cemburu. Pacar? Jika kamu sungguh punya pacar, kenapa tidak kamu bawa pulang? Dia pemalu, tidak suka bertemu orang asing. Sudah, jangan membohongiku lagi. Tuan Liu kali ini kriterianya lumayan bagus. Tamatan luar negeri, bisa diandalkan.

Anggap saja kamu menghargai Bibi. Cukup kali ini saja. Pergi temui dia. Hanya menjumpai saja, tidak akan menyakitimu. Tidak usah, aku sungguh tidak mau. Bibi juga bukannya harus memaksamu. Tapi, aku ini sudah terlanjur membuat janji. Kamu pergi dan temuilah sebentar. Kalau tidak cocok boleh pergi. Aku mengerti. Kirimkan alamatnya padaku. Baik.

Sepakat ya, untuk terakhir kalinya. Tenang saja, aku mengerti. [Gedung Dongguan] Geyao. Aku dengar dari Bibi Luo kamu penyiar berita, ya? Silakan menikmati. Terima kasih. Benar, aku bekerja sebagai pembawa acara untuk saat ini. Tampaknya itu pekerjaan yang santai. Hanya membuka suara saja sudah bisa menghasilkan uang. Aku bercanda. Tidak lucu.

Aku tidak tahu seberapa banyak yang Bibi Luo ceritakan. Kalau dari sisiku seperti ini, aku lulusan Universitas of Bath Inggris, jurusan manajemen. Kemudian, lulusan magister London Business School. Sekarang, menjadi penanggung jawab di perusahaan keamanan. Prospek untuk kelak cukup besar. Penghasilan tahunanku sekitar delapan ratus ribu. Kriteria sepertiku ini,

Sepertinya sudah susah dicari di masa sekarang ini. Tidak tahu apakah Nona Lian merasa puas atau tidak? Tidak bisa dibilang puas atau tidak. Jika Anda penasaran, boleh tanyakan pada perekrut eksekutif. Nona Lian, kamu salah paham. Aku merupakan sosok yang lebih konvensional. Setelah seorang wanita menikah, sudah seharusnya mengurus pekerjaan rumah tangga, anak,

Ayah dan Ibu mertua dengan rapi dan sempurna. Terlebih lagi sebagai penyiar berita, pertama, uang yang dihasilkan tidak banyak, tidak ada prospek atau kemajuan. Kedua, harus tampil di publik. Bagi seorang wanita, bukanlah sesuatu hal yang patut dibanggakan. Kelak, kamu hanya perlu menjadi ibu rumah tangga yang baik saja.

Tuan Liu, bagaimana kalau kita ganti cara pemikiran kita. Aku bekerja dan mencari uang, kamu di rumah mengurus keluarga menjadi bapak rumah tangga. Oh ya, jika kamu merasa terlalu sibuk, juga boleh mempertimbangkan seorang asisten rumah tangga. Bagaimanapun, aku bisa menghasilkan uang. Kamu urus saja keluarga ini dengan tenang.

Asalkan bisa menjaga anak, Ayah dan Ibu mertua. Nona Lian, orang yang mengenalkanmu memohonku berkali-kali, sehingga aku baru datang. Dia bilang kamu sudah berumur, masih belum pacaran, ingin mencari seseorang yang cocok untuk melewati hari. Sekarang dia sudah ada di hadapanmu, dengan sikapmu seperti ini, kita tidak mampu meneruskannya lagi.

Tuan Liu, muka dua Anda ini sungguh mengejutkan diriku. Anda mengatakan ini merupakan hal yang konvensional, namun menurutku, ini sungguh abnormal dan tidak wajar. Kemudian, aku melewati hari dengan baik. Sungguh tidak perlu memaksakan diri. Nona Lian, jangan salahkan aku yang bicara terus terang. Memang seperti inilah cara bicaraku. Memang benar, kamu masih tampak rupawan,

Tapi kamu juga sudah hampir 30 tahun. Lain halnya dengan kami para pria. Saat pria sudah 40-50 tahun, tetap saja ada gadis muda yang datang mendekati kami. Ini disebut aturan pasar. Jika memang seperti yang Anda katakan, Tuan Liu, kamu tahun ini sudah 36 tahun, ‘kan? Belum termasuk tua, bukan?

Setidaknya ada 2-3 gadis di sisimu. Anda sekarang masih tetap lajang, apakah mungkin ada masalah dengan kesehatanmu? Bicara apa kamu ini? Kamu ini, juga tidak usah bicara sinis padaku. Tunggu setelah kamu 30-40 tahun, sembarangan cari seorang pria tua yang jelek juga gemuk dan pernah bercerai sebelumnya, lihat apakah kamu masih bisa tertawa. Pria tua?

Tuan ini cukup terus terang dalam berbicara. Orang yang bisa menilai dirinya sendiri dengan akurat, jarang ditemui. Siapa kamu ini? ♫ Kelap-kelip langit berbintang di gelapnya malam ♫ Kamu masih tidak bisa melihatnya? ♫ Seperti senyuman di wajahmu ♫ Salah satu penggemar ♫ Bercanda bersamamu ♫ ♫ Jalanan yang tidak asing ♫ Pembawa Berita Lian.

♫ Mata yang menggoda membuatku tergila-gila ♫ Akan tetapi, tuan ini, ♫ Di detik kita berjumpa ♫ bisa menunjukkan persepsi seorang pria yang salah terhadap wanita begitu menyeluruh ♫ Cinta mendominasi detak jantungku ♫ dan juga sangat lengkap. Kemudian, juga mampu mengatakan tidak baik bagi seorang wanita tampil di hadapan publik,

♫ Tidak tahan ingin mendekati dirimu ♫ maka resume-mu tidak ada bedanya dengan kertas bekas. ♫ Gedung tinggi mana pun selalu saja berdesak-desakan ♫ ♫ Ramainya jalan membuat orang terpaku dengannya ♫ Uang kopi. Sekian untuk hari ini. ♫ Jangan kamu ragukan cintaku padamu ♫ Selagi masih belum gelap,

Silakan Tuan Liu bercermin diri dengan baik. ♫ Pelan-pelan tangan ini mendekatkan jarak antara kita ♫ ♫ Gadis tercintaku ♫ Supaya tidak salah lihat saat sudah terlalu malam. ♫ Karena aku tidak akan meninggalkanmu ♫ Ayo jalan. ♫ Cintaku tidak akan ada batasannya ♫ ♫ Tidak perlu ada alasan untuk menggandengmu ♫

Kalian berdua tidak waras, ya?! ♫ Aku tidak akan meninggalkanmu ♫ Maaf, barusan membuatmu ikut dimaki. Siapa pun yang berani berbicara seperti itu padamu, kamu langsung marahi saja, atau langsung taekwondo, tidak usah begitu sungkan. ♫ Tanya diriku di larut malam ♫ Kemudian, kelak jangan berhubungan dengan orang seperti itu lagi. ♫ Apakah mencintai ♫

Dia tidak layak. ♫ Mencintai dunia ini ♫ Baik. ♫ Tanyakan betapa berwarnanya dunia ini ♫ Jika kamu merasa kesepian untuk makan sendirian, perlu seseorang datang menemani, kamu boleh mencariku. ♫ Apakah sungguh ♫ Kamu juga boleh mencariku jalan-jalan. Pulang kerja tidak membawa payung juga boleh mencariku. ♫ Sungguh mencintai diri sendiri ♫

Apa pun itu, kamu boleh mencariku. Pokoknya… Pokoknya, jangan berhubungan dengan orang seperti tadi lagi. ♫ Aku mengirim surat pada musim semi ♫ Dia sama sekali tidak tahu seberapa baik dan luar biasanya dirimu. ♫ Tanya padanya kenapa ♫ Jika kamu sungguh ingin berpacaran, ♫ Aku tak pernah menjadi bagian dari musim semi ♫ sebenarnya…

Sebenarnya juga boleh mencobanya dengan diriku. ♫ Kutanya pada semua perasaan yang belum terpecahkan ♫ ♫ Apakah usaha dan nasib tidak berhubungan ♫ Kamu jangan salah paham. ♫ Apakah ketulusan belum tentu membuahkan hasil bagus ♫ Aku sungguh menyukaimu baru bisa berkata seperti itu padamu. Aku sudah menyukaimu ♫ Di malam yang tak terhingga ♫

Sejak pertama kali kita bertemu. ♫ Kutanya pada seluruh luka yang tertutup oleh waktu ♫ Tampangmu yang membela keadilan sangat keren. ♫ Apa masih penasaran pada esok hari ♫ Saat memperhatikan penampilanmu sendiri juga sangat manis. ♫ Setelah kehilangan, masih tetap indah♫ Saat menyiarkan berita dengan serius, juga sangat mempesona.

Aku menonton ulang semua acaramu. Meskipun sekarang aku masih belum bisa dibilang mapan, akan tetapi… Tetapi… Intinya tidak boleh dengan pria tadi. ♫ Aku bertanya pada awan mendung ♫ Pria lainnya juga tidak boleh. ♫ Tanya padanya kenapa ♫ ♫ Hujan di saat aku tidak membawa payung ♫ Kalau begitu mari kita coba.

Kamu dan aku. Mari kita coba berpacaran. ♫ Hujan lagi ♫ ♫ Hari ini hari apa ♫ Kalau begitu, aku masuk dulu. ♫ Diam-diam merindukanmu ♫ ♫ Kamar jadi sangat tenang ♫ Aku juga. ♫ Udara mulai mengembun ♫ ♫ Tanpa kamu ♫ Ding Man. ♫ Aku tenggelam dalam memori ♫

♫ Terbiasa jadi sangat tegas ♫ ♫ Kehadiranmu menghalau semua kabut ♫ ♫ Memelukmu, berharap kamu tak pergi selamanya ♫ ♫ Ingin menemanimu mengusir bahaya selamanya ♫ ♫ Aku ingin mewujudkan keabadian itu bersamamu ♫ Bukan mimpi, aku hanya memastikan. ♫ Tolong kamu jelajahi alam semesta di hatiku ♫

♫ Tolong akhiri kebebasanku yang merajalela ♫ ♫ Aku, aku tidak ingin terus jatuh lagi ♫ ♫ Aku hanya ingin, aku sangat ingin memilikimu ♫ – Aku dan Yaoyao… – Aku dan Ding Man… – sudah bersama. – sudah bersama. ♫ Aku tidak sendiri ♫ Tidak bisa. ♫ Sendirian datang ke planet ini ♫

Harus cari yang terlihat mungil. ♫ Ada yang ingin dikatakan padamu ♫ Apakah begini tampak lebih dewasa? ♫ Kamu menjadi segalanya bagiku ♫ ♫ Gadis cantik, aku terpesona padamu ♫ ♫ Jadilah pacarku, duniaku akan lengkap denganmu ♫ ♫ Aku akan membawamu pulang untuk menemui Ibuku ♫ ♫ Ibuku pasti akan menyukaimu ♫

♫ Gadis cantik, aku terpesona padamu ♫ ♫ Pegang tanganku, aku tidak akan melepaskanmu ♫ ♫ Aku akan menyanyikan lagu ini untukmu kesayanganku ♫ Kenapa dia menggemaskan sekali? Keren juga menggemaskan. ♫ Aku akan terus mencintaimu ♫ ♫ Aku akan terus mencintaimu ♫ Pengarah Ding, ini merupakan adik-adik kelas 2 yang mengikuti

Drama panggung kita kali ini. Biasanya mereka sedikit aktif. Begitu kalian datang hari ini, mereka tampak sangat gembira. Kalau begitu, merepotkan Bu Xu. Suasana yang begitu menghangatkan, membuatku rasanya ingin punya anak saja. Kita lihat siapa lebih nakal di antara kalian berdua. Juga bukan nakal mengganggumu. Jiang, siapkan bajunya sebentar, lalu bagikan kepada semua. Oke.

Kakak, bolehkah nanti aku memerankan putri? Memangnya masih perlu kamu perankan? Kamu ini sudah seorang putri, ayo. Mari, ayo semua pilih bajunya. Senior, kamu pakai ini. Baju dokter, memerankan dirimu sendiri. Kalau begitu, untuk Kak Liaoliao… Bolehkah aku yang pakai? Aku memakai rok, memakai baju lain juga tidak begitu praktis.

Kalau ini, cukup satu stel baju suster saja. Boleh tidak, Liaoliao? Boleh. Baju ini terlihat sempit, jika aku yang pakai, tampaknya akan sangat pas. Shi Yang, apakah baju anak-anak sudah siap? Profesor Jiang, kalau begitu, aku yang akan menjadi asistenmu. Aku… Belum cuci tangan sudah makan, tangannya nanti akan ada banyak bakteri dan virus. Benar.

Dengan begitu saat makan, bakteri dan virus akan masuk ke dalam mulut kita, benar tidak? Jadi, kalian nanti akan memerankan tim imun tubuh. Tunggu sebentar. Sebelum makan harus cuci tangan, mengerti? Baik, ayo lihat. Mari, aku lihat siapa yang cocok memakainya. Adik-adik semua, adakah yang ingin memakai baju ini? Liangliang mau. Liangliang pakai.

Dia anak jahat. Namamu Liangliang, ya? Kalau begitu, kamu mau pakai baju raja iblis kecil ini tidak? Liangliang mau. Liangliang kotor. Liangliang anak jahat. Aku sungguh tidak kepikiran hal ini. Orang tua Liangliang sering dinas luar kota. Sejak kecil, dia hidup berdua bersama Kakeknya. Kakeknya bekerja di bagian sanitasi, hemat dalam makan dan kebutuhan.

Sudah baik bisa memenuhi kebutuhan si anak. Oleh karena itu, kebutuhan dan pakaian Liangliang tidak bisa dibandingkan dengan anak lainnya. Terkadang saat Kakek sibuk, tidak ada yang mencuci pakaian Liangliang. Mungkin karena orang tua lainnya pernah menasihati anak-anaknya. Intinya, teman-teman lainnya, tidak mau dekat-dekat dengan Liangliang. Lalu, bagaimana sekarang? Besok sudah mau tampil.

Bagaimana kalau biarkan Liangliang keluar saja? Kalau tidak, adik-adik lainnya akan ikut terpengaruh. Tidak bisa melaksanakannya dengan normal. Tidak boleh. Liangliang tidak salah apa pun, tidak adil menyuruhnya keluar begitu saja. Liangliang tidak usah keluar, masih ada cara lain. Liaoliao, aku duluan. Oke. Tertawa apa kamu? Untung kamu di tempat. Bantu aku ikat rambut dulu.

Aku tidak mampu menggapainya. Kamu sepertinya juga tidak pandai mengikat rambut. Tidak apa-apa, asal-asalan saja. ♫ Ingin sekali mendekatimu ♫ Aku kalah, kalian menang. ♫ Peluk, peluk dirimu ♫ ♫ Mendengar suara nafasmu ♫ Kalian sudah menang. ♫ Selalu saja teringat dengan temperamen anehmu ♫ Pada akhirnya, bakteri dan virus

♫ Tetap saja ingin mendekatimu, aku sangat menyukaimu ♫ kalah dan melarikan diri setelah diserang obat ♫ Peluk, peluk dirimu ♫ dan pasukan imun. Akhirnya, adik-adik memperoleh tubuh dan jasmani yang sehat. ♫ Ingin sekali mendekatimu ♫ ♫ Peluk, peluk dirimu ♫ Mulai dari hari ini, dia memutuskan untuk mendengar ucapan orang tuanya.

♫ Mendengar suara nafasmu ♫ Rajin mencuci tangan, minum air, ♫ Selalu saja teringat dengan temperamen anehmu ♫ memakai baju tebal saat cuaca dingin, tidak lagi memberikan kesempatan bagi bakteri dan virus menyerang. ♫ Tetap saja ingin mendekatimu, aku sangat menyukaimu ♫ Sampai jumpa. Sampai jumpa, ayo. Kemari, cepat kemari. Yuanyuan, sudah waktunya kita pergi.

Ayah. Sampai jumpa, Liangliang. Sampai jumpa. Liangliang, Liangliang. Liangliang, kenapa kamu duduk sendirian di sini? Di mana Kakek? Kakek masih bekerja. Kalau begitu, Kakak sampaikan pada Bu Xu agar Bu Xu memberi tahu Kakek. Kakak antar Liangliang pulang hari ini, oke? Tetapi, Kakek bilang tidak boleh merepotkan orang lain lagi. Tidak repot.

Kakak dan Kakak ini sangat senggang, benar ‘kan? Senggang. [Pertempuran Giok 2] Aku ingin main itu. Sebenarnya menemanimu bermain, atau membawa Liangliang pergi makan? Kak, aku juga ingin main. Ayo. Cepat, cepat jalan. [Masukkan peluru] ♫ Kelap-kelip langit berbintang di gelapnya malam ♫ ♫ Seperti senyuman di wajahmu ♫ ♫ Bercanda bersamamu ♫

♫ Jalanan yang tidak asing ♫ ♫ Membuat duniamu penuh dengan warna yang indah ♫ ♫ Gadis tercintaku ♫ ♫ Karena aku tidak akan meninggalkanmu ♫ ♫ Cintaku tidak akan ada batasannya ♫ ♫ Tidak perlu ada alasan untuk menggandengmu ♫ Letakkan tanganmu di kantongku, supaya hangat. Kapan kamu membelinya? Barusan. Rasa apa? Kamu suka.

Begitu percaya diri? Sayangnya aku suka rasa stroberi. Kamu ini… Tunggu sebentar. Ini… Sebenarnya ini milikku, punyamu ada di sini. Pilihlah, pasti ada yang kamu suka. Kenapa kalian para wanita suka sekali makan rasa stroberi? Kakakku juga suka. Manis tidak? Tidak terasa. ♫ Berjalan santai dan piknik bersamamu di musim semi ♫

♫ Apa pun tampak romantis ♫ ♫ Menghindari hujan dan mengejar angin bersamamu di musim panas ♫ ♫ Saling mengucapkan selamat malam ♫ Sudah begitu malam, tidak tahu apakah Ding Man sudah tidur belum. ♫ Meraih daun yang gugur bersamamu di musim gugur ♫ Kunciku sepertinya… ♫ Dunia terasa indah ♫

♫ Bermain salju dan menghangatkan diri dengan api bersamamu di musim dingin ♫ Pembawa Berita Lian sudah punya pacar. ♫ Tampak biasa namun suka ♫ Bersama seorang pria sedang… Orang itu, memakai baju yang sama denganmu saat hari Rabu kemarin. Tidak mungkin, pacarnya perempuan? Ada beberapa pria yang mungkin juga memakai pakaian wanita.

Pria memakai baju wanita, mirip seperti yang aku pakai Rabu kemarin? Ding Man! [See You Tomorrow]