【FULL】Be My Princess [EP23]【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Dokter. Aku punya rahasia yang tersimpan di dalam hatiku. Tetapi aku tidak tahu harus bagaimana membuka mulut. Jadi… Aku juga tidak tahu kenapa, aku tidak pernah menemui hal seperti ini sebelumnya. Tubuhku… Kamu mengerti tidak? Tuan Mu, sebenarnya apa masalah Anda? Anda sudah mengatakannya dari tadi,
Aku juga tidak tahu apa masalah Anda. Jangan-jangan kondisi penyakit Anda semakin parah? Bukan. Kemari. Dokter, hari ini aku datang mencari Anda… Anda harus menjaga rahasia ini, oke? Jadi, ada seseorang, begitu aku bertemu dengannya… Ini seorang wanita, ya. Aku akan merasa… Kamu mengerti tidak? Tidak terlalu mengerti. Gugup? Panik? Berkeringat?
Atau merasa pusing dan mual? Bukan semuanya. Tuan Mu, kamu tenang saja, kode etik profesi aku adalah menjaga rahasia pasien. Jika kamu ada masalah, katakan saja dengan tenang. Dengan begitu, aku baru bisa memberikan pengobatan yang tepat. [Be My Princess] [Episode 23] Kenapa kamu melaporkan ayahku ke polisi? Jika kamu tidak senang melihatku,
Langsung saja melawanku, kenapa kamu menangkap ayahku? Apa salah ayahku sebenarnya? Nona Ming, kamu tenang dulu sebentar. Ayahku telah ditangkap, bagaimana aku bisa tenang? Kuberi tahu kamu, Mu Tingzhou, jika terjadi sesuatu pada ayahku, aku tidak akan melepaskanmu begitu saja. Ini pertama kalinya aku melihat… Bibi, hati-hati. Pelaku kekerasan yang masih bisa begitu lantang.
Pelaku kekerasan? Tidak mungkin. Meskipun ayahku bertemperamen buruk, tetapi dia bukan orang yang akan memukul orang lain. Jadi, maksudmu adalah kami yang sengaja ingin menipu kalian? Kamu lihat sendiri, apakah luka Bibi palsu? Kami semua melihatnya sendiri, ayahmulah yang mendorong Bibi. Sudah, jangan mengatakannya lagi. Kenyataannya memang begitu. Jelas-jelas kita adalah korban,
Atas dasar apa dia begitu lantang? Cukup! Masalahku sendiri dapat kuselesaikan sendiri. Ibu, kamu kembalilah dulu untuk beristirahat. Kalian bicarakan baik-baik, ya. Baik. Apakah benar ayahku yang melukai Bibi? Hanya sebuah kecelakaan saja. Guru Mu, maaf. Aku minta maaf padamu dan Bibi. Bisakah kamu membebaskan ayahku? Ayahku sudah berumur, tidak pernah mengalami hal seperti ini.
Aku takut tubuhnya tidak dapat menerimanya. Guru Mu, kumohon padamu. Aku bisa mengganti rugi semua biaya pengobatan ibumu. Aku mewakili ayahku untuk minta maaf terhadap seluruh keluargamu. Selama kamu berjanji akan melepaskan ayahku, aku jamin, mulai dari sekarang, aku tidak akan menginjakkan satu langkah pun kakiku ke rumahmu lagi.
Juga tidak akan berhubungan sama sekali lagi denganmu. Mulai sekarang, juga tidak akan merepotkanmu lagi. Oke? Kumohon padamu. Kamu tenang saja. Untuk masalah kali ini, tidak akan aku permasalahkan. Karena bagaimanapun juga, kejadian seperti ini, kita semua juga punya tanggung jawab. Ya, semuanya adalah salahku. Aku bersalah karena
Tidak seharusnya di saat kamu bilang bahwa dirimu adalah Guru Besar, malah tetap tinggal di sisimu karena tidak tega. Aku bersalah karena jelas-jelas tahu bahwa Guru Besar hanyalah tokoh di dalam drama, tetapi aku tetap jatuh cinta padanya. Tetapi, aku tidak menyesal. Karena dia pantas. Terima kasih atas kemurahan hati Guru Mu. Kuharap kelak
Kita jalani kehidupan masing-masing, selamanya tidak akan berhubungan lagi. Kamu jangan bersedih lagi, aku tidak apa-apa. Baru sebentar saja di dalam sana, polisi sudah melepaskanku, tidak menderita sama sekali. Sudah, sudah. Ayah, semuanya gara-gara aku, membuatmu menderita seperti ini. Akulah yang bersikeras ingin menikah dengan Guru Besar, makanya bisa menjadi seperti ini. Maaf, aku bersalah.
Anak bodoh, apa yang kamu katakan? Kita adalah sekeluarga, untuk apa meminta maaf? Lagi pula, mana ada orang tua yang menyalahkan anaknya sendiri? Kami selamanya adalah tempat perlindungan bagimu. Sudah, Kak. Jangan bersedih lagi. Lagi pula hal ini sudah berlalu. Jika mereka berani mencari masalah lagi, aku pasti tidak akan mengampuni mereka. Menurutku,
Sebaiknya Wei keluar saja dari dunia hiburan. Meskipun dunia hiburan memang cukup bagus, tetapi juga ada kekurangannya. Yaitu, hal sekecil apa pun juga akan terekspos ke semua orang, sama sekali tidak ada privasi. Makanya bisa muncul begitu banyak masalah. Kita harus menjauhi Mu Tingzhou dan juga dunia hiburan, jangan membiarkan anak kita menderita lagi.
Wei, Ayah dan Ibu akan menghidupimu selamanya. Aku tidak akan keluar dari dunia hiburan. Ayah, Ibu, sejak kecil kalian sudah mendidikku untuk tidak mundur di saat menghadapi masalah, harus mengalahkannya dengan berani. Sekarang, meskipun aku menghadapi masalah, tetapi aku tidak akan pernah menyerah. Kalau tidak, aku bukanlah lagi putri dari Keluarga Ming. Kamu juga…
Kita adalah keluarga bahagia. [Kak Xiao Zhao] Qiao, ayo bertemu. [Kak Xiao Zhao] Terima kasih. Bagaimana suasana hati Paman, Bibi dan Ming Wei saat ini? Tidak terlalu baik. Orang yang begitu tidak mau kalah dan harga dirinya tinggi seperti ayahku, bisa-bisanya dimasukkan ke dalam kantor polisi langsung oleh orang yang hampir saja akan menjadi menantunya.
Ini masih bukan yang terpenting. Yang terpenting adalah dia selalu menaruh istri dan anaknya di posisi paling penting dalam kehidupannya. Sekarang, kakakku diperlakukan tidak adil, ibuku juga ikut khawatir, tetapi dia malah tidak bisa melakukan apa-apa. Meskipun dia berkata tidak masalah, dan juga selalu menenangkan kami, tetapi aku tahu,
Di dalam hatinya pasti sangat merasa bersalah. Maaf, Qiao. Aku mewakili diriku sendiri dan juga Xu Lin untuk memintaa maaf pada kalian sekeluarga. Untuk apa kamu meminta maaf? Hal ini juga tidak bisa menyalahkanmu. Yang harus disalahkan adalah Mu Tingzhou. Dialah penggagas kejahatan ini. Qiao, sebenarnya hari ini, sebelum Ming Wei pergi ke rumah Tingzhou,
Tingzhou sudah menyuruhku pergi ke kantor polisi untuk berdamai dan melepaskan Paman. Jadi, meskipun Ming Wei tidak pergi, Paman juga akan segera pulang. Selain itu, melapor polisi juga bukan kemauan Tingzhou. Xu Lin yang melapor polisi. Kamu tidak sedang membela Mu Tingzhou, ‘kan? Tidak. Aku hanya mengungkapkan kenyataannya. Adikmu itu juga, apa hubungannya dengannya?
Mengapa begitu suka ikut campur? Ya, hal ini akan aku bicarakan secara detail dengannya nanti. Tetapi masalah ini, jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda, mungkin bukanlah sebuah hal buruk. Memangnya ini adalah hal yang baik? Aku tahu, sejak ingatan Tingzhou pulih kembali, Ming Wei terus tenggelam dalam kesedihan, dan belum bisa keluar dari itu.
Meskipun kali ini Tingzhou memang sedikit kejam, tetapi mungkin saja ini bisa membuat Ming Wei menyerah sepenuhnya dan keluar dari kesuraman patah hati. Bagaimanapun juga, guru besar selamanya tidak akan kembali lagi. Mungkin yang kamu katakan masuk akal. Sudah, aku akan mengamati Tingzhou dan Xu Lin. Ming Wei juga pelan-pelan akan melupakannya.
Kelak semuanya pasti akan menjadi lebih baik. Apa lagi yang harus diamati? Mungkin kakakku seumur hidup ini tidak akan pernah bertemu lagi dengan Mu Tingzhou. Keluarga Ming kami dan Keluarga Mu mulai dari sekarang berada di dua dunia yang berbeda, tidak akan punya hubungan apa pun lagi. Cuaca begitu dingin, sedang apa berdiri di sini?
Kak, aku ingin bicara denganmu. Baik, aku juga ingin bicara denganmu. Kenapa kamu tidak menghalangi keadaan seperti hari ini? Kenapa harus melapor polisi? Sudah kuduga kamu akan bertanya tentang ini. Saat itu Bibi terjatuh ke lantai, dia kesakitan sampai tidak bisa meluruskan pinggangnya. Amarah Tingzhou juga sudah sangat tinggi.
Aku juga tidak paham tentang ayahnya Ming Wei. Ayahnya terlihat begitu galak, jelas sekali dia datang untuk berkelahi. Jika aku tidak melapor polisi, siapa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya? Agar masalah ini tidak semakin kacau, makanya aku hanya bisa memilih untuk melapor polisi. Sudah kuduga, semua hal begitu sampai pada mulutmu,
Pasti dapat dijadikan setumpuk teori olehmu. Kamu boleh saja tidak menerima pemikiranku. Tetapi aku tetap akan mengatakannya. Ming Wei bisa membiarkan ayahnya datang kemari untuk mengonar, pada dasarnya sudah merupakan hal yang salah. Apakah segala hal harus diselesaikan dengan perkelahian? Aku sama sekali tidak dapat memahaminya. Aku juga tidak bisa memahami logikamu. Kak,
Aku adalah adikmu. Aku adalah adik kandungmu. Kenapa kamu mengataiku seperti itu? Apakah ini semua kulakukan dengan niat jahat? Aku rasa, kamu telah terpikat oleh Ming Qiao. Perkataan yang kamu katakan saat ini, semuanya memihak pada Keluarga Ming itu. Aku tidak mengerti. Kamu punya begitu banyak pacar sebelumnya,
Siapa yang tidak lebih unggul daripada Ming Qiao itu? Kenapa kamu bisa menyukainya? Apakah kamu terlalu sering makan makanan Michelin, jadi ingin mencoba rasa makanan jalanan? Xu Lin. Coba saja kamu mengatainya sekali lagi. Kamu urusi saja dirimu sendiri, jangan mengurusi urusanku lagi. Aku tahu, sejak kepulanganku kali ini,
Kamu dan Tingzhou merasa tidak puas terhadapku. Sebelumnya, betapa bahagianya kita bertiga. Kita memiliki begitu banyak kenangan indah. Kamu dan Tingzhou menjadikanku sebagai satu-satunya adik kandung, begitu memanjakan dan menyayangiku. Tetapi, kenapa sejak kemunculan Ming Wei, semua ini menjadi berubah? Aku tahu, kamu akan mengira aku berpikiran dan berhati sempit. Tetapi…
Tetapi itu semua karena aku terlalu mencintai Tingzhou, tidak ingin kehilangan dia. Kak, kamu jangan menyalahkanku. Sudah, sudah. Sudah, Kakak sudah tahu. Jangan menangis lagi. Sudah, sudah sebesar ini, masih saja suka menangis. Cuaca dingin, ayo kita masuk ke dalam. Masuk. Ayo. Guru Besar. Aku tahu, kamu tidak akan pernah kembali lagi. Juga tahu
Bahwa Mu Tingzhou bukanlah kamu. Sebelumnya, aku pernah berharap Mu Tingzhou dapat kembali mengingat sesuatu. Jika dipikirkan sekarang, itu sungguh konyol sekali. Kamu adalah kamu, mana mungkin dapat digantikan orang lain? Mulai sekarang, aku akan selamanya menyimpanmu di dalam hati dan mengucapkan selamat tinggal pada kejadian lampau. Kamu adalah kenangan berharga milikku seorang,
Siapa pun tidak akan bisa merebutnya. Aku akan mematuhimu, menuruti harapanmu untuk menjalani hidup dengan baik dan bangkit kembali. Kamu mencariku? Ada apa? Aku tahu, masalah hari ini tidak aku urus dengan baik. Aku seharusnya mencegah Xu Lin untuk melapor polisi. Tetapi hal ini sudah terjadi, menurutmu, aku harus bagaimana untuk mengganti rugi? Aku tahu,
Ming Wei akan merasa kedua kata “mengganti rugi” ini merupakan sebuah penghinaan baginya. Tetapi, aku sungguh tidak terpikirkan cara lain yang lebih baik lagi. Kakak, kamu baru mengerti sekarang? Ming Wei sama sekali bukanlah gadis yang dapat ditenangkan dan tergoda begitu saja dengan uang. Ganti rugi dengan materi adalah sebuah penghinaan baginya.
Lalu aku harus bagaimana? Menurutku, tunggu saja. Bagaimanapun juga, industri ini hanya sebesar ini saja, kalian berdua pasti masih akan bertemu kembali. Tiba saatnya nanti, kamu minta maaf saja dengan tulus pada Ming Wei. Aku rasa, gadis baik hati seperti Ming Wei pasti akan memaafkanmu. [Kamu adalah Putriku] Halo, namaku Ming Wei. Tuan Mu,
[Kamu adalah Putriku] bisakah memberikanku tanda tangan? Ming Wei. Kenapa aku bisa bermimpi tentang dia? Dua hari ini, kenapa terus kepikiran tentang dia? [Kamu adalah Putriku] [Kamu adalah Putriku] [Cerita Lama Dinasti Tang. Mentari Hangat. Cerita Menghangatkan.] [Sampek Engtay] [Sekretariat Agung Kabinet] Mari, istirahat sebentar. Mari. Minum pelan-pelan. Minum pelan-pelan. Tidak ada yang berebutan denganmu.
Sejak kakakku mengalami hal itu, setiap hari aku juga ikut merasa resah. Sudah lama tidak berkeringat sebanyak dan sepuas ini. Apakah suasana kakakmu sudah membaik? Sudah. Sekarang juga sudah bisa bekerja dengan normal. Terkadang juga bisa mengobrol dan bercanda denganku. Akhirnya ini semua telah berlalu. Semua orang juga sudah bisa kembali ke jalan yang benar.
Aku harap kelak kakakku selamanya akan berjalan dengan lancar, tidak ada lagi hambatan. Xiao Zhao. Kebetulan sekali kamu juga di sini. Halo. Temanku mendadak ada urusan dan tidak bisa kemari lagi. Aku tidak terlalu bisa bermain basket, kamu ajarilah aku. Maaf, aku hanya bermain dengan pacarku saja. Pacar sejak kapan? Kamu punya begitu banyak pacar,
Bagaimana aku bisa tahu siapa dia? Ini adalah salahku. Aku selalu merasa, sebelum mendapatkan pengakuan resmi dari pacarku dan keluarganya, aku tidak berani mengumumkannya. Takut akan merasa malu jika dicampakkan oleh pacarku. Sekarang kelihatannya, aku memang seharusnya menerima peringatan darimu, dan mengumumkan hal ini kepada semua teman-temanku. Lalu menggenggamnya dengan kuat. Iya, ‘kan? Baiklah.
Boleh juga kamu. Harga pasaranmu di luar sana cukup bagus juga. Tidak. Pacarmu ada begitu banyak, yang tadi itu pacarmu saat kapan? Bukan seperti itu. Kami sudah kenal dari dulu. Sejak aku pacaran denganmu, aku hanya mengenal kamu satu wanita saja. Kata-katamu ini tidak jujur, aku tidak percaya. Kamu sekarang boleh tidak memercayaiku,
Tetapi kamu boleh pelan-pelan menginspeksiku di kehidupan masa depan nanti. Tiba saatnya nanti, kamu akan tahu apakah aku jujur atau tidak. Ayo, main sekali lagi. Kuberikan kamu kesempatan untuk mengalahkanku. Aku tidak mau, terlalu lelah. Ayo. Kali ini aku berencana membuatkanmu satu set jas bergaya antik. Gambarnya sudah selesai,
Aku membuatkan desain yang sangat berbeda pada detailnya. Kamu pasti akan suka setelah melihatnya. Aku percaya dengan seleramu. Oh, ya, bukankah sebelumnya kamu bilang kuliahmu di Inggris masih belum selesai? Kapan kamu berencana kembali? Masih belum berencana kembali. Sebelumnya berpisah terlalu lama denganmu. Sekarang, hanya ingin lebih sering menemanimu. Tidak perlu menemaniku. Aku justru merasa,
Jarang-jarang kamu bisa pulang, seharusnya menghabiskan lebih banyak waktu untuk menemani Paman. Dia selalu sendirian, Xiao Zhao setiap hari menemaniku, tidak bisa menjaganya. Sebaiknya kamu sekalian pindah kembali ke rumah. Dia butuh ditemani olehmu. Tingzhou, apakah kamu sedang mengusirku? Tentu saja bukan. Kalau begitu… aku akan pulang menemani ayahku dulu selama beberapa hari.
Jika ada sesuatu yang terjadi padamu, aku bisa ke sini kapan pun. Kamu pulanglah saja dengan tenang. Aku tidak apa-apa. [Sekretariat Agung Kabinet] Tayangan Sekretariat Agung Kabinet cukup bagus. Sekarang, netizen bilang tampang dan aktingmu bagus. Aku rasa, gunakan kesempatan ini, kita harus perbanyak syuting, dan mendapatkan sebuah posisi di pasaran. Kak Shen,
Meskipun beberapa waktu ini tidak ada pekerjaan baru, tetapi aku membaca banyak buku profesional di rumah, mengisi energi diri sendiri. Aku sudah siap. Ming Wei, tahukah kamu? Aku merasa setelah mengalami masalah dengan Mu Tingzhou, kamu menjadi dewasa dan telah berubah. Aku mengerti. Di dalam industri ini,
Yang paling penting adalah akting dan kemampuan yang tinggi. Aku sekarang hanya ingin syuting saja, meningkatkan prestasiku sendiri. Hal lainnya tidak ada hubungannya denganku. Bagaimana? Setelah melihat ini semua, apakah teringat pada sesuatu? Kamu sendiri yang memainkannya, tidak menggunakan pemeran pengganti. Aku tidak mengingat apa pun. Tetapi, aku merasa kondisi yang ditunjukkan dalam adegan ini
Bukanlah cara penyampaianku yang biasanya. Adegan ini tidak terlihat seperti mengharuskan adegan ciuman. Ini berarti, lawan mainmu sangat unggul. Dia dapat menghidupkan gaya penyampaianmu yang berbeda dengan sebelumnya, barulah kamu bisa menerima cara penyampaian ini. Pemahamanmu ini cukup unik. Kenyataannya memang seperti itu. Sebelumnya kamu tidak pernah menerima adegan ciuman. Kali ini bisa menerimanya,
Di satu sisi itu berarti adanya keperluan dalam jalan ceritanya, di sisi lain, itu berarti kamu mengakui kemampuan akting Ming Wei yang merupakan lawan mainmu. Sudah, kamu tonton saja pelan-pelan. Oh, ya. Beberapa naskah yang kuberikan padamu itu sudah dibaca sampai mana? Segera diputuskan, ya. Kamu juga sudah saatnya bekerja. Masih sedang dipilih.
Tetapi, salah satu naskah di antaranya memang cukup bagus. Baguslah, baca pelan-pelan. [Ming Wei] [Ming Wei: Lokasi pemotretan terbaik, koridor.] [Ming Wei: Cuaca hari ini bagus sekali. Aku kembali lagi untuk bermain.] Bagaimana, Tingzhou? Naskah mana yang kamu pilih? [Sampek Engtay] Yang ini cukup bagus. Aku ingin memainkannya. Tidak masalah, biar kubicarakan. [Sampek Engtay]
[Sampek Engtay] Ming Wei, ada satu hal yang harus kuberi tahu padamu. Ada apa, Kak Shen? Kamu terlihat sangat serius. Mu Tingzhou memutuskan untuk berperan dalam “Sampek Engtay” Tingzhou, menurutku, sebaiknya kamu jangan terima drama “Sampek Engtay” ini lagi. Kenapa? Saat aku mencari produsernya, aku mengetahui bahwa ternyata pemeran wanita utamanya adalah Ming Wei.
Sebaiknya kamu jangan menerimanya. Agar kalian berdua tidak canggung nantinya. Aku adalah seorang aktor, saat mendapatkan naskah yang bagus, tidak mungkin memengaruhi pekerjaanku karena masalah pribadi. Iya, ‘kan? Baik, kamu sendiri yang bersikeras menerimanya, ya. Tetapi, aku tidak berani menjamin Ming Wei tidak akan menolak karena ini. Jika dia cukup profesional,
Maka tidak akan melewatkan naskah yang bagus hanya karena aku. Cukup masuk akal. Baik, kalau begitu, kamu teruskan saja. Mu Tingzhou masih mau bekerja sama dengan kakakku? Iya. Aku juga tidak tahu apa yang dia pikirkan. Tetapi, dia adalah pecinta drama, menurutku, dia seharusnya merasa naskahnya cukup bagus. Kamu bujuklah dia, oke?
Kumohon padanya, lepaskanlah kakakku. Dendam seperti apa ini? Aku tidak dapat membujuknya. Hal yang telah diputuskan Mu Tingzhou, tidak akan bisa ditarik kembali oleh siapa pun. Tetapi, bisakah kamu membujuk kakakmu untuk jangan memengaruhi suasana hatinya karena seorang Mu Tingzhou? Saat bekerja tetap saja harus bekerja. Mu Tingzhou itu paling banyak juga hanyalah
Rekan kerja biasa saja. Kenapa kamu selalu berpihak pada Mu Tingzhou? Aku… Atas dasar apa aku harus menyuruh kakakku menahannya? Apakah dia tidak lelah bekerja setiap hari? Masih harus memikirkan cara untuk menetralkan suasana hati. Yang berlalu biarkanlah saja berlalu. Tidak bisakah melewati hari yang tenang seperti sekarang? Aku tidak berpihak pada Mu Tingzhou.
Kamu jangan marah, oke? Aku juga sudah tidak ada cara lain lagi. Mereka berdua yang bertentangan, kenapa kita setiap hari ikut panik? Kalau menurutku, mereka berdua punya takdir buruk di kehidupan sebelumnya, di kehidupan ini sudah pasti akan terus terjerat masalah. Jangan marah lagi. Masuk. Apa yang sedang kamu lakukan? Aku sedang baca buku. Kenapa?
Persiapan diri bagi seorang pemeran? Bagaimana? Drama kali ini, kamu sebenarnya mau pergi atau tidak? Setelah kupikirkan kembali, sebaiknya jangan diterima saja. Setiap hari bekerja bersama seseorang yang memiliki tampang yang sama persis dengan pacar sendiri, aku tidak bisa membuat hatiku tetap tenang. Sebaiknya biarkanlah diri sendiri terbebas, dan cari saja naskah yang sesuai.
Mu Tingzhou ini sungguh adalah bencana. Xiao Zhao juga tidak berguna, sama sekali tidak bisa membujuknya. Kamu jangan marah karena masalah ini. Mu Tingzhou punya hak untuk memilih naskah sendiri. Aku juga tidak berhak menyalahkannya. Selain itu, jangan karena masalahku dengannya, memengaruhi hubunganmu dengan Xiao Zhao. Itu tidak pantas. Baiklah.
Kalau begitu, kali ini kamu masuk ke kru, aku pasti akan ikut denganmu. Sampai sekarang kamu tidak bilang ingin memiliki seorang asisten. Kali ini, giliranku yang menjadi asistenmu. Baik. Selama tidak memengaruhi pelajaranmu, tentu saja aku sangat bersedia jika kamu menjadi asistenku. Kalau begitu, kamu cepatlah berbaring. Aku akan membuatmu merasakan
Pelayanan terbaik dari asisten terbaik. Pelayanan terbaik? Bukankah itu sangat mahal? Tidak ternilai. Oh, ya, Kak. Ayah dan Ibu bilang beberapa hari lagi akan kemari untuk mengunjungi kita. Karena tidak tenang kita makan makanan luar setiap hari, katanya ingin memasakkan makanan beberapa hari untuk kita. Baik. Jika aku tidak menerima drama Sampek Engtay ini,
Maka sudah punya waktu untuk menemani mereka. Itu bagus juga. Mari, pejamkan matamu. Produser Liu, mohon maaf sekali, setelah kami pertimbangkan kembali, kurasa sebaiknya tidak akan membiarkan Ming Wei berperan sebagai pemeran wanita utama Sampek Engtay dulu. Ini adalah masalah kami, berapa denda yang harus diberikan akan kami berikan sesuai dengan kontrak. Kak Shen, maaf.
Tidak apa-apa, kalian tidak perlu membayar dendanya. Tadi, pihak Mu Tingzhou mengutus Xiao Zhao untuk menghubungiku. Katanya jika Ming Wei mengusulkan untuk mundur, maka mereka akan menggantikan Ming Wei untuk membayar dendanya. Jadi, masalah ini tidak perlu kalian khawatirkan lagi. Tidak boleh begitu. Ini adalah urusanku sendiri. Akibat yang timbul sudah seharusnya ditanggung olehku sendiri.
Tidak seharusnya merepotkan orang lain. Produser Liu. Mohon Anda sampaikan pada Guru Mu, kami sudah menerima niat baiknya. Tetapi uang ini sebaiknya dikeluarkan olehku saja. Silakan bicara. Baik, aku sudah mengerti. Seperti dugaan, Ming Wei menolak untuk berperan dalam Sampek Engtay. Selain itu juga menolak kamu membayarkan dendanya.
Bahkan menyuruh produser menyampaikan rasa terima kasihnya padamu. Lihat saja hal ini sekarang. Menurutku, hati Ming Wei sungguh telah terluka parah oleh hal sebelumnya. Jadi, meskipun bertemu dengan naskah sebagus ini, dia juga lebih memilih untuk menolaknya. Guru Mu, ada urusan apa kamu mencariku? Ini masalah denda. Sebenarnya aku sudah bisa menebak
Alasan kamu tidak ingin berperan, seharusnya alasannya adalah aku. Karena aku tahu alasan ini, dan aku juga menyukai drama ini, bersikeras ingin berperan di dalamnya. Jadi, aku merasa aku seharusnya bertanggung jawab atas mundurnya kamu. Kamu belum lama bekerja, seharusnya bagimu, uang denda itu juga tidak termasuk sedikit. Jadi, aku ingin menggunakan usahaku
Untuk membantumu membayar dendanya. Terima kasih, Guru Mu. Anda bisa memikirkan aku, aku sangat terharu. Tetapi, aku tidak berperan dalam Sampek Engtay adalah pilihanku sendiri, bukan karena Anda. Jika Anda membayarkan dendanya, aku akan merasa tidak tenang. Jadi, sebaiknya aku sendiri yang membayarnya saja. Kelak, apakah kamu akan terus menjadi seorang aktris?
Atau hanya ingin menambah pengalaman, mungkinkah akan kembali menjadi penerjemah? Tentu saja ingin terus menjadi aktris. Sebenarnya, pertanyaan Anda juga pernah aku pertimbangkan sebelumnya. Semakin lama aku berada di profesi ini, aku dapat semakin merasakan keseruan dan keberhasilan. Aku menyukai profesi ini dari lubuk hatiku. Jadi, aku akan terus mempertahankannya.
Karena kamu memilih untuk mempertahankan profesi ini, ingin menjadikan aktris sebagai profesimu, apakah kamu tidak merasa perbuatanmu hari ini sangatlah tidak profesional?