【FULL】My Sassy Princess [EP8]【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [My Sassy Princess] [Episode 8] Ayah. Ling sungguh mau tinggal di sini? Omong kosong. Ini rumahnya. Kukatakan, kalian yang menjadi Paman dan Bibi, kenapa tidak peduli pada Ling? Jarang dia bisa pulang, kalian tidak peduli sama sekali. Jika bukan aku yang mengingatkan, kalian juga tidak akan kembali untuk melihatnya. Menurut senioritas,
Kami adalah Paman dan Bibi. Menurut status, dia adalah Tuan Putri. Permintaan macam apa ini? Ayahmu tidak berkata dengan jelas. Apa yang kalian bisikkan? Ti, tidak, tidak ada, Ayah. Kami bilang, benar kata Ayah. Kami… kami lalai. Kami yang lalai. Kuberi tahu kalian. Tidak mudah aku membujuk Ling untuk kembali tinggal di rumah. Jika kalian
Membuat dia emosi dan pergi, kalian juga harus pergi dari sini! Ling. Paman menyiapkan kudapan untukmu. Semuanya kesukaanmu. Taruh saja di sana. Mari, cepat. Ling, sudah begitu larut, kamu sibuk apa? Ada yang perlu kubantu? Bibi. Bibi pernah membatalkan pernikahan? Membatalkan pernikahan? Ling, kamu mau membatalkan pernikahan? De… de… dengan Keluarga Lu? Ini tidak bisa.
Hal pertunanganmu dengan Keluarga Lu sudah tersebar di seluruh Ibu Kota. Jika membatalkan pernikahan, Kediaman Marquis kita akan kehilangan martabatnya. Benar. Ini… Ayah. Ling mau membatalkan pernikahan. Dia patuh pada Ayah, nasihatilah dia. Iya, Ayah. Kakek. Perlihatkan padaku. [Surat Pembatalan Pernikahan] Sembarangan! Sungguh sembarangan! Berlutut. Kakek… Berlutut. Kamu tahu salahmu? Aku tidak salah.
Kenapa sembarangan bicara, Ling? Cepat mengaku salah. Benar. Kamu hampir saja menyebabkan bencana. Kenapa masih berkata seperti itu, menentang Ayah Mertua? – Diam kalian. – Benar. Ling, kutanya padamu. Apa kamu tahu apa statusmu? Ling adalah putri Zhang Yun, putri tertua Kediaman Marquis Dingbei. Cucu luar resmi Tuan Marquis Dingbei.
Tuan Putri Changle yang diberi gelar oleh Kaisar. Untung kamu masih ingat. Statusmu mulia, tapi, siapa si Lu Mingshan itu? Kamu malah menulis dengan jelas di surat pembatalan pernikahan kamu tidak pantas untuknya. Bukankah ini membangkitkan gengsinya dan menghancurkan martabatmu sendiri? Memangnya Kediaman Marquis Dingbei, plakat ini, tidak pantas untuk Keluarga Lu? Berdiri. Kuberi tahu.
Sebenarnya, Kakek juga sangat benci pada Keluarga Lu yang kotor itu. Pernikahan ini dibatalkan saja. – Ayah. – Anda pikirkan baik-baik. Pernikahan ini tidak bisa dibatalkan. Siapa yang berani berkata tidak lagi? Tapi, Ling. Surat pembatalan pernikahan ini, tidak boleh ditulis begini. Lalu, bagaimana? Gosokkan tinta untuk Kakek. Mari, Kakek. Sudah menyusahkanmu. Tuan Muda,
Orangnya sudah diurus. Apa ada orang lain yang tahu? Tuan Muda tenang saja. Ling’er melihatnya menanyakan jalan di depan, jadi langsung menuntunnya masuk ke kamar Tuan Muda. Tidak ada orang lain di kediaman yang melihatnya. Baik. Tuan Muda, Ling’er masih ada sesuatu – hal penting hendak dikatakan… – Masalahmu, kita bahas nanti.
Awasi pintu dengan ketat. Masalah pembatalan pernikahan, jangan sampai diketahui Kakek. [Ambisi Melebihi Moral] Apa Tuan Muda Lu ada? Saya diutus dari Kediaman Marquis Dingbei! Mengantar surat! – Jangan berteriak! – Tuan Muda Lu! – Kenapa berteriak? – Tuan Muda Lu! Sudah, sudah! Tuan Muda Lu! Diam! Diam!
– Salam Tuan Muda Lu. – Tuan Muda. Dasar berandal. Datang ke kediaman orang lain, berteriak sesuka hati. Kalian orang Marquis Dingbei, semua diajari seperti ini? Saya melakukannya sesuai perintah. Mohon Tuan Muda Lu memaafkan. Ini surat pembatalan pernikahan yang dikirim Tuan Putri Changle. Mohon Tuan Muda menerimanya. Tuan Putri kami takut [Surat Pembatalan Pernikahan]
Setelah Tuan Muda baca surat, surat dirobek karena emosi, sehingga dia menyalin sebuah surat lagi dan memerintahkan saya mengantarnya sekarang, demi kebaikan Tuan Muda. Surat sudah diterima. Awas. Awas. Awas! Kakek. Ikut aku masuk. Baik. Kakek, minum teh. Salam Tuan Marquis, salam Tuan Putri. Bagaimana dengan hal yang kupesankan? Menjawab Tuan Marquis. Saya sudah lakukan
Sesuai perintah Tuan Marquis. Tapi, perkataan Tuan Muda Lu tidak jelas. Katanya dia sudah tahu maksud Tuan Putri, tapi tidak mengatakan kapan pembatalkan pernikahan. Dasar si berengsek kecil. Dia kira Ling-ku mudah ditindas? Nanti, aku akan pergi ke kediamannya, membereskannya dia dengan baik. Kakek, masalah ini tidak perlu Kakek urus. Aku pergi sendiri. Bawakan padaku.
Kusuruh kamu bawakan padaku. [Surat Pembatalan Pernikahan] Bagaimana rencanamu mengatasinya? Kakek tidak perlu khawatir. Karena ini hal yang saya sebabkan sendiri, saya akan memikirkan cara untuk menenangkannya. Menenangkannya? Katakanlah, bagaimana caramu menenangkannya? Pernikahan adalah perintah tetua. Karena sekarang suratnya sudah diterima, asalkan kita Kediaman Lu berkeras hati, segera menikahinya, meskipun Tuan Putri Changle bersikeras menolak,
Dia juga tidak akan bisa membuat kekacauan. Kamu adalah satu-satunya pria keturunan Kediaman Lu. Cepat atau lambat, kamu harus bertanggung jawab sendirian. Apa kamu tak berpikir tindakanmu begitu ceroboh? Apa katamu tadi? Berkeras hati? Apa status Kediaman Marquis Dingbei? Kamu kira semua hal, asalkan bermain trik, kamu akan bisa menang? Kakek jangan marah. Katakan,
Ada apa lagi yang belum dikatakan. Katakan! Aku dan Hu Xiaoying sudah memusnahkan Yun Yi. Hanya saja… Belum bisa memusnahkan Shen Yan, Biro Penjaga Sisik Emas. Di mana mayat Yun Yi? Apa sudah diurus dengan baik? Mayat? Hari itu Hu Xiaoying terluka berat. Setelah berhasil, mayatnya terpaksa ditinggalkan di sana. Dasar!
Orang macam apa Shen Yan itu? Dia bahkan bisa membuat batu mengeluarkan kata-kata. Saya sudah tahu salah. Kamu benar-benar sampah yang tidak bisa melakukan apa pun! Saya… saya sudah tahu salah. Masalah pembatalan pernikahan, jangan terjadi kesalahan apa pun lagi. Baik. Katakanlah padaku rencana yang tadi kamu katakan. Saya dengar, pemenang Kompetisi Memanah besok
Akan mendapat hadiah dari Yang Mulia. Setelah menang besok, saya akan memohon pada Yang Mulia agar dihadiahi pernikahan ini. Saat itu, meski Liu Ling tidak bersedia, dia juga tidak bisa membuat kekacauan. Rencanamu memang bagus, tapi kamu harus melakukannya dengan baik. Kakek tenang saja, pernikahan antara Kediaman Lu dan Istana Guangping pasti akan saya lindungi.
Sungguh? Kelihatannya Menteri Lu sangat yakin terhadap pernikahan ini. Tuan Putri merendahkan diri untuk datang, kalian malah tak melayani dengan baik, tak segera mengabari. Menteri Lu jangan marah. Saya sendiri yang tidak suka etika yang rumit itu, sehingga melarang mereka mengabari. Tuan Putri naif dan polos, saya sendiri yang terlalu bertele-tele. Ling Bi.
Mendengar perkataan Menteri Lu dengan Tuan Muda Lu tadi, sepertinya surat pembatalan pernikahan ini sudah tidak bisa kuambil, ‘kan? Ling, apa maksudmu? Lu Mingshan, kamu sungguh berani. Namaku, bisa kamu sebut dengan sembarangan? Hari ini aku datang untuk memberi tahu kalian. Kompetisi Memanah besok, Tuan Muda Lu harus pergi, aku juga harus pergi.
Jika besok Tuan Muda Lu dikalahkan, membuatku menemukan peluang meminta titah pembatalkan pernikahan, merusak martabat Keluarga Lu, jangan salahkan aku tidak memberi tahu Keluarga Lu kalian. Ini… [Kediaman Lu] Tuan Putri, apa kita kembali ke Kediaman? Ling Bi, aku sakit. Tuan Putri kenapa? Sepertinya aku sakit rindu. Jadi, kita cari petugas Aula Utara. [Shen Yan]
Tuan Putri? [Petugas Aula Utara] Tuan Putri? Kenapa Anda datang? Aku datang mencari Tuan Shen. Apa dia senggang? Senggang apanya? Tuan meninggalkan Ibu Kota beberapa hari, dokumen yang menunggu persetujuan sudah menumpuk bagai gunung. Sungguh? Kalau begitu, aku tunggu dia. Sebentar, Tuan Putri. Anda biarkan saya memberitahunya dahulu. Tidak perlu. Tuan Shen sibuk dengan pekerjaan,
Aku tidak akan mengganggunya. Ini… ini… Ini apanya? Bukankah tadi kamu bergegas mau keluar? Cepat pergi. Baik. Ayo. Kembali ke tandu. Tuan. Tuan. Tuan Shen. Anda lihatlah. Tuan Shen. Mohon Anda lihat. Baik. Tuan. Bagaimana urusannya? Pola giok, nama Lu Lianshan, dan prosedur terkait, sudah saya antar ke Aula Selatan. Tuan Shen Yu sudah mengutus
Beberapa bawahan untuk mengeceknya. Itu… Tuan, apa Anda sudah bertemu Tuan Putri? Tuan Putri? Maksudmu Liu Ling? Saat keluar tadi, saya melihat Tuan Putri Changle datang. Katanya takut mengganggu Anda, jadi dia menunggu di depan pintu. Saya sudah kembali, dia masih di sana. Baik, aku tahu. Shen Yan! Sini. Cepat kemari.
Sudah datang, kenapa tidak masuk? Luo Fan bilang kamu sibuk, aku tidak mau mengganggu. Kamu menyuruhku masuk tandu, apa lagi rencanamu? Tidak ada. Aku duduk terlalu lama dalam tandu. Kakiku kebas. Hari ini Tuan Putri kemari, ada hal penting apa? Kalau tidak ada apa-apa, aku tidak boleh datang? Status Tuan Putri mulia,
Kamu juga punya perjanjian pernikahan. Kamu datang sesuka hari seperti ini, tidak takut merusak reputasimu? Reputasi, reputasi. Jika Tuan Shen seorang wanita, pasti bisa masuk daftar legenda wanita dan terkenal berabad-abad. Bukankah Tuan Shen bilang paling benci orang yang ingkar janji? Awalnya aku datang untuk… Tapi, aku tak ingin mengembalikannya. Tidak perlu kamu kembalikan.
Jika aku ingin, aku bisa mengambilnya kapan saja. Sudah, jika tidak ada apa-apa, kembalilah ke Kediaman. Patuh. Tunggu aku. Tuan Putri, ayo kita pergi. Kembali ke Kediaman Shen. Kembali ke Kediaman Shen? Tuan Shen sendiri yang bilang, dia menyuruhku kembali ke Kediaman menunggunya. Tentu aku harus kembali ke Kediaman Shen, menunggu dia pulang. [Kediaman Shen]
Tuan kami tidak ada. Kalian pulanglah. Kenapa kamu begitu tidak sopan? Tuan kamu yang menyuruh kami kemari. Semua wanita yang kemari berkata begitu. Pergilah, pergilah. Pergilah. Sebentar. Wanita yang kamu bilang itu, punya benda ini tidak? [Shen Yan] Pengurus Kediaman, maksudmu tadi, di kediaman ini, sering ada wanita yang berkunjung? Tidak sering juga.
Tapi, Tuan kami terkenal di luar. Kadang-kadang ada gangguan seperti ini. Luo Fan. Ya. Bantu aku serahkan ini pada Tuan Han. Baik. Shen Yan. Tuan Han. Kebetulan bertemu denganmu. Beberapa hari ini, pekerjaanku sibuk. Sejak kamu kembali ke Ibu Kota, aku belum sempat mengadakan penyambutan untukmu. Daripada memilih hari, lebih baik hari ini.
Ayo kita pergi minum. Tuan Han, hari ini saya hendak membahas sesuatu dengan Ibu saya. Saya harus pamit dulu. Kalau begitu, lain hari saja. Baik. Terima kasih Tuan. Tuan Han. Luo Fan. Shen Yan tidak fokus begini, apa yang terjadi? Menurut saya, Tuan terkena penyakit. Penyakit? Penyakit apa? Penyakit hati. Penyakit hati? Ibu.
Kita baru kembali ke Ibu Kota Ye, langsung ke Kediaman Marquis Dingbei. Xiang’er sudah rindu Kakek. Kita ke Kediaman Lu dulu, ya? Bagaimana? Anak bodoh. Ibu beri tahu kamu, bagi bangsawan, terutama bangsawan wanita, reputasi adalah hal yang lebih penting daripada nyawa. Apa reputasi sepenting itu? Kita ke Kediaman Marquis Dingbei dulu. Pertama,
Aku adalah Ibu yang penyayang. Putri sulung meninggal, aku sebagai Ibu sambung sangat sakit hati. Karena sudah datang ke Ibu Kota, kita harus ke rumah Ibu kandung Liu Ling dulu untuk menunjukkan duka. Ini baru namanya pengertian, menyeluruh. Kedua, Marquis Dingbei memanjakan Liu Ling sejak dulu. Kesempatan bagus seperti ini, tentu aku harus masuk istana
Bersama dengan Marquis Dingbei dan memberi salam pada Putra Mahkota. Minta Keluarga Shen memberikan kita sebuah penjelasan. Masalah ini, Putra Keluarga Shen tidak becus mengerjakan hal, menyebabkan Tuan Putri Changle mati sia-sia. Saat tidak menguntungkan seperti ini, aku ingin melihat siapa yang bisa melawan Keluarga Lu? Benar kata Ibu. Kali ini, aku ingat melihat
Siapa yang bisa melawan Keluarga Lu. Sudah, kita hampir tiba. Karena mau berakting, kita harus berganti pakaian. Ini. Nyonya Shen, silakan minum teh. [Ibu Shen] Kamu tamu, tidak perlu sesungkan ini. Silakan duduk. Nyonya Shen terlalu sungkan. Anda Ibu Tuan Shen, yang lebih muda mempersembahkan teh untuk yang lebih tua adalah etika. Nona,
Bagaimana cara memanggilmu? Marga saya Liu, nama saya Ling. Liu Ling? Kamu adalah putri sulung resmi Istana Guangping Jiangzhou? Tuan Putri Changle yang diberi gelar oleh Kaisar? Benar. Statusmu begitu mulia, teh ini tidak berani kuterima. Tuan Muda. Shen… Yan’er. Ikut aku. Ibu. Bagaimana pertimbanganmu tentang melamar ke Kediaman Marquis Dingbei? Masalah ini
Jangan kamu ungkit lagi. Karena Ibu sudah setuju, kenapa mundur lagi? Yan’er. Bagaimana dulu Ibu mengajarimu? Harus mencari istri yang bijaksana. Rumor yang tidak enak antara kamu dan dia, bisa kuabaikan. Tapi, dia dan Tuan Muda Keluarga Lu, Lu Mingshan, punya perjanjian pernikahan. Apa kamu tahu? Aku tahu. Raja Guangping adalah adik Kaisar.
Menteri Lu sangat berkuasa. Meski Tuan Putri Changle ini kehilangan Ibunya saat muda dan kasihan, tapi jika kamu berhubungan dengannya, sulit untuk tidak terlibat dalam kekacauan antara keluarga Liu dan Lu. Kamu mengerti? Aku mengerti. Yan’er, Ibu sudah berpengalaman. Semua yang Ibu katakan adalah demi kebaikanmu. Kamu harus pertimbangkan dengan baik. Ibu, Anda jangan khawatir.
Ini masalahku sendiri. Aku tahu batas. Kamu… Putra sudah besar, tidak patuh pada Ibu lagi. Semoga kamu sendiri sungguh tahu batas! Nyonya Shen. Hati-hati Nyonya Shen. Apa yang kamu pikirkan? Aku pikir, Ibumu begitu benci padaku. Sepertinya, aku tidak bisa masuk pintu besar Keluarga Shen. Kamu begitu ingin menikah denganku? Ingin. Kamu tidak ingin menikahiku?
Perasaanmu berubah? Atau… Atau Ibumu mengatakan sesuatu padamu? Dia tidak bilang apa-apa. Dia hanya bilang, mencari istri harus mencari gadis baik-baik. Gadis baik-baik? Apa aku bukan gadis baik-baik? Sekarang aku kembali ke Kediaman Marquis Dingbei, menjadi gadis baik-baik. Lihat saja. Ling Bi pamit. Pejabat Xu, kamu datang tidak pada waktunya. Kebetulan Ling sedang keluar.
Tidak apa-apa. Hari ini aku datang untuk mencari Tuan Marquis. Aku hanya sekalian mengunjungi Ling. Bagus, bagus. Duduklah dulu. Aku panggilkan Ayahku. Pelayan. Minta Tuan kemari. Baik. Pejabat Xu, duduklah dulu. Aku segera kembali. Ling-ku… Sudah, sudah, jangan menangis. – Ling… – Jangan menangis lagi. Menangis juga tidak menyelesaikan masalah. Benar. Ada masalah apa,
Katakanlah saja. Wanita dari mana? Beraninya megacau di depan Kediaman Marquis Dingbei! Tuan Muda Shao. Salam Tuan Muda Shao. Bukankah ini putri sulung Kediaman Menteri Lu, Permaisuri Guangping? Bukan, kenapa Anda begini? Tuan Muda Shao, aku punya sesuatu yang hendak dilaporkan pada Tuan Marquis, mohon Tuan Muda Shao menyampaikannya. Ini… Anda…
Anda mau bertemu Ayahku dengan berpakaian begini? Tidak hanya itu. Tuan Muda Shao, kamu juga harus berpakaian begini. Aku? Bukan… Apa maksudnya? Ini… Ling… Kakak… Dia meninggal. Ling… Aneh. Ling. Kamu tidak apa-apa? Selir Lu bertindak begini karena sudah tahu berita kematianku, tidak tahan untuk segera datang ke Ibu Kota Ye? Kenapa?
Lu Mingshan tidak menulis surat untukmu? Benar juga. Kamu begitu tergesa-gesa, sepertinya belum menerima surat itu. Liu Ling, setelah mendengar berita kematianmu, Ibuku sangat sedih. Kenapa kamu berkata begitu pada Ibuku? Salahkan saja kalian berdua terlalu tergesa-gesa. Bahkan pakaian pun sudah disiapkan. Jika kalian sabar sedikit saja, pulang ke Kediaman Lu, kalian tidak perlu datang
Ke Kediaman Marquis Dingbei. Sia-sia berakting drama menangisi orang yang masih hidup. Kamu… Tidak apa-apa. Apa pun yang kamu pikirkan, aku tidak apa-apa. Asal kamu selamat, Ibu sudah senang. Mari. Kembalilah bersamaku dan lanjut bicara. Ayo, mari. – Ayo. – Lepaskan. Shen Yan! Apaan kamu ini? Beraninya tidak sopan terhadapku? Aku tidak berani. Kamu! Karena
Kamu sudah melindungi Ling, aku tidak akan perhitungan denganmu. Xiang’er. Ayo kita pergi. Tanganmu tidak apa-apa? Jangan tidak sopan. Sekarang aku adalah gadis baik-baik. Jika kamu melihat tanganku seperti itu, kamu akan kehilangan martabat. Nak, apa yang kamu gambarkan? Jin sengaja membawa gambar ini untuk minta petunjuk. Kenapa Tuan Marquis malah bertanya balik?
Menurut rumor, Tuan Marquis punya banyak pengetahuan tentang batu giok antik. Apakah Anda tidak pernah melihatnya? Benda yang ada dalam gambarmu ini sungguh tidak pernah kulihat. Tapi, bicara tentang batu Vas Giok Lemak Kambing, beberapa hari lalu, aku memungut beberapa barang berharga. Kutunjukkan padamu. Lihatlah ini. Ini sebuah vas bunga. Tuan Marquis.
Biro Penjaga Sisik Emas, Panglima ke-14, Shen Yan, Tuan Shen datang ingin berjumpa Tuan Marquis. Biro Penjaga Sisik Emas? Iya. Panglima ke-14, Shen Yan, memberi salam pada Marquis Dingbei. Baik. Aku sudah lama tidak bertanya tentang pemerintahan. Panglima ke-14 mendadak datang, ada masalah apa? Hari ini saya datang, ingin memberi hadiah pada Tuan Marquis. Hadiah?
Ini sama persis dengan milik Tuan Marquis. Apa bisa dijadikan pasangan? Saya tidak berbakat. Menurut rumor, Tuan Marquis mendapat sebuah Vas Giok Lemak Kambing. Dengar-dengar, benda ini punya pasangannya. Jadi, saya membawakannya secara khusus. Tuan Panglima berpengetahuan luas. Tidak disangka perkataanmu mengenai barang antik sangat beralasan. Salut, salut. Kamu dapat pengalaman ini dari mengecek barang-barang?
Tuan Marquis bercanda. Jarang ada titah mengecek barang-barang. Tidak ada pengalaman yang didapat dari sana. Saya paham barang-barang antik karena terkena kebiasaan Ayah saat biasa, sehingga jadi mengerti sedikit. Ada apa dengan kakimu? Kenapa kamu jadi tidak bisa berjalan? Kakek. Jarang-jarang bertemu ahli seperti ini, kenapa tidak memberikan lukisan yang didapat 2 hari lalu
Kepada Tuan Shen, dan mengamatinya bersama? Benar juga. Mari, mari. Lukisan yang ini. Gantungkan. Tuan Shen, silakan. Lukisan ini punya makna mendalam, terlihat seperti tiruan, seperti terdapat perasaan, sungguh menyenangkan. Tapi, setelah kamu lihat-lihat, rasanya jadi sedikit gelisah, Tuan Shen, mari amati. Menurut pengamatan saya, pelukisnya pandai menggunakan gongbi (teknik gambar mendetail).
Dia malah menggambar pemandangan musim semi dan gugur. Menambah sebuah kegelisahan dalam pemandangan yang indah ini. Sepertinya, Tuan Marquis merasa gelisah karena hal ini. Tuan Shen sungguh berpandangan bagus. Ringkas dalam satu kalimat. Katakanlah, orang yang begitu rumit, bagaimana dia bisa membuat sebuah mahakarya berabad-abad? Baik lukisan maupun barang antik, semuanya adalah tentang orisinalitas.
Pelukisnya selalu fokus pada orisinalitas sepanjang hidupnya. Tidak aneh jika lukisannya bisa menjadi mahakarya berabad-abad. Kalau begitu, lukisan ini sungguh bermakna dalam. Tempat puncak seharusnya dilukis dengan tinta tipis, tapi dia malah pakai yang tebal. Alih-alih menjadi bagus, dia memilih menjadi berani. Ini tidak bisa terpikirkan oleh orang biasa. Gadis baik-baik tidak sepertimu,
Menatap langsung wajah seorang pria dan memprovokasi. Pria sejati juga tidak akan mengantar hadiah ke kediaman seorang wanita tanpa sebab. Ada apa ini? Kenapa mendadak terjatuh? Tuan Marquis jangan panik. Sepertinya Tuan Putri tersandung oleh pedupaan ini. Saya akan memapahnya. Malam ini aku akan mencarimu. Tuan Marquis, sudah larut, Jin tidak akan mengganggu lagi.
Saya pamit. Silakan. Benar kata Pejabat Xu. Saya juga pamit. Sebentar. Meski vas ini sepasang, tapi milikku adalah milikku, milikmu tetap milikmu. Bawalah pulang. Mari, mari, mari. Tuan Marquis berpandangan luas. Sepertinya saya kelak akan sering mengganggu. Saya pamit. Aku tidak mengantar. Tuan Shen hati-hati di jalan. Tuan Shen ini tampak tenang, tapi tidak berpikir
Dalam bertindak. Ling, kamu tidak mungkin suka pada pria seperti ini, ‘kan? Kakek bercanda, mana mungkin? Apa aku bisa ditemui sesuka hatimu? Apa katamu? Kakek, malam ini, bantulah aku suatu hal. Aku bantu. Masalah apa? Cari beberapa pelayan, kunci jendela kamarku. Jendela apa? Kunci jendela kamarku. Kun, kunci jendela apanya? Kunci saja jendelanya dengan kayu.
Oh.