【FULL】See You Tomorrow [EP8]【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [See You Tomorrow] [See You Tomorrow] [Episode 8] [Yang Hancur Bukan Tempat, Tapi Pria yang Cemburu] Maaf, ini salah kami. Semuanya salah kami. Benar, memang salah kalian. Kesalahan kalian sungguh besar. Orang seperti apa Profesor Jiang ini. Imej dan juga pendidikannya, tercemar karena pemikiran kalian yang tidak tahu malu.

Sungguh minta maaf. Maaf? Sia-sia menonton banyak sekali drama idola. Tidak pernah dengar, jika maaf saja berguna, untuk apalagi para polisi? Kamu lihat. Kamu membuat Profesor Jiang kita marah sampai tidak bisa membaca bukunya lagi. Ding Liaoliao, sebagai sosok penting dalam kasus ini, sama sekali tidak membayar apa pun, kamu rasa cocok tidak?

Kalau begitu katakanlah, apa mau kalian? Sederhana sekali. Kesalahan sebesar ini seharusnya masih wajar jika kamu kerja lembur bagai kuda sekali. Laksanakan apa yang aku perintahkan. Menerima perintah tanpa syarat, tidak usah memakai otak lagi. Aku rasa kamu jangan kelewatan. Jiang Kan saja tidak bersuara. Buatkan surat pernyataan tertulis, cara ganti rugi, kalian pilihlah masing-masing.

Aku pilih Ding Man. Begitu saja. Profesor Jiang, mau makan apa untuk malam ini? Aku masakkan untuk Anda. Tidak termasuk dalam ganti rugi. Beli satu gratis satu, ini gratis. Tidak usah. Sore nanti aku mau ke toko buku membeli beberapa buku. Sedikit jauh. Aku antar. Bagaimana boleh membiarkanmu ke tempat yang begitu jauh?

Bukunya juga sedikit banyak. Letakkan saja, biar aku saja. Ibuku bilang tenagaku sangat besar. Sayang sekali jika tidak dimanfaatkan untuk memindahkan. Kamu lihat-lihat saja dulu. Aku akan menunggumu di kasir setelah memilih buku. Kamu lihat bagian ini, tulisannya bagus sekali. ♫ Tanya diriku di larut malam ♫ Kenapa kamu cepat sekali? Halaman berapa ini? Ya.

♫ Apakah mencintai ♫ [Mahakarya yang menegangkan] [Zhong Yu] Sudah, sudah, aku sudah melihatnya. ♫ Mencintai dunia ini ♫ Maaf. Aku baru saja pulang dari luar negeri. ♫ Tanyakan betapa berwarnanya dunia ini ♫ Sepertinya RMB-ku tidak cukup. Apakah di sini menerima franc? (Mata uang) Maaf Tuan, kita hanya menerima RMB. ♫ Apakah sungguh ♫

Mungkin kamu boleh menggunakan WePay atau AliPay. ♫ Sunguh mencintai diri sendiri ♫ ♫ Aku mengirim surat pada musim semi ♫ Sekalian dengannya. ♫ Tanya padanya kenapa ♫ Terima kasih. Bagaimana aku mengembalikan uangnya? ♫ Aku tak pernah menjadi bagian dari musim semi ♫ Tidak usah lagi. Aku juga fans Zhong Yu.

Anggap saja menghabiskan uang untuknya. Apakah kamu sangat menyukainya? ♫ Kutanya pada semua perasaan yang belum terpecahkan ♫ Ya. Pokoknya, sudah menyukainya bertahun-tahun. ♫ Apakah usaha dan nasib tidak berhubungan ♫ Tampaknya kita memiliki topik pembicaraan yang sama. Seleramu cukup bagus. ♫ Apakah ketulusan belum tentu membuahkan hasil bagus ♫

Seleramu tampaknya juga bagus. ♫ Di malam yang tak terhingga ♫ Terima kasih. ♫ Kutanya pada seluruh luka yang tertutup oleh waktu ♫ ♫ Apa masih penasaran pada esok hari ♫ Ding Liaoliao. Aku masih ada urusan, duluan ya. ♫ Setelah kehilangan, masih tetap indah ♫ Aku bantu kamu bawa sedikit.

Apakah buku kedokteran begitu tebal? Edisi Bahasa Inggris. Aku cerita padamu, barusan aku berjumpa dengan Kakak tampan. Tidak disangka kami berdua menyukai penulis yang sama. Zhong Yu. Kamu tahu Zhong Yu, ‘kan? Sepertinya tidak tahu. Pegang erat. Tidak mengerti cara menghargai wanita? Itu, Yaoyao. Bisa tidak jangan melihatku seperti itu? Membuatku merasa gugup saja.

Tidak usah menghiraukanku. Cukup fokus punyamu saja. Itu, aku serius. Aku sudah beri tahu Ding Liaoliao soal ganti rugi. Selain itu… Bangun, ganti baju. Kita keluar. [“The Lion King”] Bagaimana dengan film “The Lion King”? Nanti bukan hanya bisa melihat Simba, juga bisa melihat kamu dan sobatmu, Pumbaa. [“The Lion King”]

Bagaimana dengan ganti rugi ini? Sudah kuduga. Selamat datang. Dua tiket “The Lion King” paling cepat, terima kasih. Maaf. Tiket “The Lion King” hari ini sudah habis. Jadwal terdekat ada di besok jam 17:30. Tidak masalah. Kita boleh datang lagi lain kali. Akan tetapi, 10 menit kemudian ada film “The Shining”, tayangan ulang klasik,

Masih ada tempat kosong. Bagaimana kalau kalian nonton ini? Kamu berani nonton film horror tidak? Tentu saja berani. Aku ini tumbuh besar dengan menonton film horror. Saat SMA, tidak bisa tidur kalau tidak menonton film horror. Kalau begitu dua lembar, terima kasih. Baik. Akan tetapi, aku pernah melihat cuplikannya di internet. Memang sedikit menakutkan.

Yaoyao, kamu tenang saja. Jika nanti kamu takut, beri tahu aku, aku akan melindungimu. Kursi ini terlalu licin, selalu meluncur ke bawah. Apakah kamu ini takut? Tidak, apa yang perlu ditakutkan? Sebenarnya, mau berapa lama lagi film ini berjalan? ♫ Peluk, peluk dirimu ♫ ♫ Ingin sekali mendekatimu ♫ ♫ Peluk, peluk dirimu ♫

♫ Mendengar suara napasmu ♫ ♫ Selalu saja teringat dengan temperamen anehmu ♫ ♫ Tetap saja ingin mendekatimu, aku sangat menyukaimu ♫ Mikrofonnya sudah harus diperbaiki. Harus diperbaiki. Baik, aku akan bawa ke bagian peralatan. Perlukah seperti itu? Sedikit lagi saja sudah hendak memujanya. [Karya Novel Misteri] [Zhong Yu] Zhong Yu, siapa itu?

Penulis novel misteri yang sedang terkenal di negara kita saat ini. Adikku sangat menyukainya. Tidak tahan untuk menghafal seluruh bukunya dan menuliskannya kembali. Kamu seperti hidup di abad sebelumnya. Zhong Yu yang kalian bicarakan ini tidak banyak orang yang tahu, bukan? Aku tidak mampu menemukan fotonya. Itu karena dia tidak pernah menampakkan wajahnya, oke?

Kalau barang antik Dou yang hidup di abad sebelumnya bisa mengenalinya, maka anggap saja aku tadi beromong kosong. Pagi-pagi sudah mengobrol di sini. Itu, Kak Dou, kamu tahu… Ada sesuatu yang ingin aku katakan duluan. Belakangan ini ada penulis dengan penjualan jutaan copy akan datang ke Jiangxia mengadakan acara tanda tangan putaran pertama.

Siapa namanya itu… Zhong Yu? Benar, itu namanya. Manajernya sudah menginfokannya pada pers. Katanya akan menerima wawancara eksklusif di Jiangxia. Kalian lihat siapa yang pergi. Kak Dou. Sebagai pembaca yang loyal dan setia, aku rasa aku pasti bisa mendapatkan hak wawancara eksklusif berdasarkan usaha keras dan juga dari pengalaman bertukar pikiran yang mendalam

Dengan Zhong Yu bertahun-tahun lamanya di antara kerumuman orang yang seprofesi. Kak Dou, berikan aku satu kesempatan untuk memberi sebuah kejutan pada Anda. Baiklah. Kamu saja. Hebat sekali. Liaoliao, ingat untuk minta tanda tangan. Harus itu. Aku sungguh salut. [Zhong Yu] Daftar nama media pers wawancara eksklusif, kamu pilihlah sendiri.

Pilih saja salah satu yang profesional. Lagi pula, kita ada di dalam negeri, tidak membutuhkan orang seperti ini untuk terus bekerja sama. Sebenarnya, aku takut jika aku pilih sembarangan, maka akan ada lagi rumor tidak mendasar dari media lain. Bagaimana kalau tidak usah lagi? Tolong ampuni diriku. Aku masih ingin melihat matahari esok.

[Daftar Permintaan Wawancara Eksklusif] [Berita Pagi][Layanan Herald] [Harian Pemuda] [Guangxi Jiangxia] Nama ini cukup menarik. Ding Liaoliao. Kamu lihat. Halo. Aku Ding Liaoliao dari Jiangxia Wide Angle. Halo. Anda merupakan media pertama yang dinegosiasi. Akan tetapi, aku masih belum mendapatkan pemberitahuan apa pun. Mungkin perlu sedikit waktu. Baiklah. Oh ya, jika Anda nanti tidak sibuk,

Boleh melihat-lihat tempat penandatanganan dulu. Tiba saatnya negosiasi nanti, kami akan menghubungi Anda lagi. Terima kasih banyak. Aku tinggalkan nomorku ya. Baik. [“Tanpa Batas”] [Penjualan Buku Baru] [“Tanpa Batas”] [Penjualan Buku Baru] Oh kamu, ya? [“Tanpa Batas”] Ding Liaoliao, “liao” dari kata paham. Panggil aku Ma saja. Oh ya, sedang apa kamu di sini?

Sebenarnya aku… Jadi, kita berdua cukup berjodoh. Semalam membeli buku di toko buku I, hari ini masih harus memperebutkan kesempatan mewawancarai Zhong Yu. Itu… Jadi, bagaimana persiapanmu? Mempersiapkan apa? Wawancara. [“Tanpa Batas”] Jujur saja, kamu ini masih amatir, ‘kan? Bahkan ID kerja tidak dipakai. Beberapa tahun lagi kamu akan mengerti.

Diet gula, diet makan, diet teh susu, dengan sulitnya mendapatkan wawancara eksklusif, sama sekali tidak bisa dibandingkan. Apakah begitu serius? Tidak percaya dengan pengalaman senior? Percaya, kenapa tidak? Kalau begitu, senior beri tahu bagaimana persiapanmu? Aku tentu saja… Hei nak, cukup licik juga kamu ini. Berencana mengorek informasi dari senior?

Aku hanya ingin belajar dari senior saja. [“Tanpa Batas”] Untung saja aku berlapang hati. Kalau tidak, kamu harus membayar uang buku dan uang belajar sekaligus. Lupakan, intinya wawancara eksklusif ini sudah pasti milikku. Tidak masalah untuk mengajarimu beberapa teknik. Begitu percaya diri? Ayo jalan, aku ajari kamu. Sebelum Zhong Yu resmi menulis,

Dia pernah mempublikasikan banyak sekali [“Tanpa Batas”] kolom berita di majalah minoritas. Mulai saat itu, aku mulai membaca tulisannya. Dalam arti kasarnya, angin apa yang ingin dia kejar, aku bisa tahu warna dan aromanya. Misalnya? Misalnya… Misalnya, poin pertama yang kamu lihat di daftar tadi. Penulis yang paling disukai Zhong Yu

Adalah ahli misteri Jepang, Otsuichi. Bagaimana kamu bisa tahu? ♫ Bersiaplah untuk kembali, para pemburu ♫ Dia sepertinya tidak pernah bilang. Benar, dia tidak pernah bilang. ♫ Aku terbangun dari masa kecilku ♫ Akan tetapi, saat kamu membaca buku akan bisa menyadarinya. Coba kamu pikir. Dalam keempat novel Zhong Yu, bukankah tokoh utama setiap novelnya

♫ Awan yang beku Sedang terbakar♫ berulang tahun pada 21 Desember? Selain itu, mereka semua sangat terbagi. Selain menyukai Pyotr Ilyich Tchaikovsky, mereka juga suka Doraemon. ♫ Angin bertiup melalui cincin bintang ♫ Setiap kali kasus terjadi, tetap akan meninggalkan kemeja yang basah di lokasi. Ada sedikit kesan. Yang paling jelas, buku “Luo Mu”.

♫ Bersiaplah untuk kembali, para pemburu ♫ Lengan tokoh utamanya terdapat tato telapak yang terputus. Maka sudah benar. Itu merupakan reflek dari ♫ Ada sebuah lagu di tanah air ♫ goth, telapak putus, yang merupakan salah satu karya Otsuichi. Zhong Yu sebenarnya mengungkapkan rasa hormat. ♫ Itu adalah aku ♫ Sebenarnya,

Dia masih punya satu buku. ♫ Dan kekasihku ♫ Di dalamnya jelas sekali ada petunjuk yang sangat detail. Aku cerita padamu, ♫ Masa depan tanpa nama ♫ mereka berada di tempat seperti labirin, kemudian terjadi sebuah kasus, cara penulisannya mirip sekali dengan master Otsuichi. Oleh karena itu, hal ini membuktikan dia mengagumi seorang Otsuichi.

Aku umumkan pada kalian semua hari ini aku berhasil melakukan hal besar. Wawancara eksklusif Zhong Yu, penulis dengan penjualan berjuta copy, berhasil direbut olehku, Ding Liaoliao. Hebat ‘kan? Selamat. Sungguh? Sungguh. Sebenarnya, aku juga merasa cukup aneh. Sore ini, ada banyak media yang berkesempatan mendapatkan hak itu. Aku orang pertama yang masuk.

Hanya bicara kurang lebih 20 menit. Kemudian, manajer Zhong Yu langsung memutuskan untuk memberikan kesempatan wawancara kepada Jiangxia Wide Angle. Hebat sekali. Ini merupakan pertama kalinya Zhong Yu menunjukkan wajahnya. Bisa mewawancarainya merupakan kebanggaan yang sangat besar. Jujur saja, aku sekarang sudah melihat diriku berdiri di samping Zhong Yu. Melihat ketampanannya,

Saling bertatapan dengan penuh perasaan, lalu berpelukan. Akan baik sekali jika aku bisa bersama denganmu. Tidak menjadi masalah. Lagi pula, kamu tidak ada rekaman di hari Rabu nanti. Hanya perlu mengurus izin kerja pada Ketua multi divisi. Benar. Ding Liaoliao, aku pikir kamu sudah melewati segala macam rintangan dan cobaan. Hanya seorang penulis saja

Juga membuatmu tergila-gila seperti ini. Sepadan, sungguh sepadan. Kamu tidak akan mengerti perasaan berhadapan dengan idola. Siapa bilang aku tidak mengerti. Lagi pula, kamu juga tidak boleh mengatakan seseorang tampan hanya berdasarkan imajinasi. Sembrono. Hanya dengan melihat tulisan Zhong Yu sudah tahu kalau dia pasti tampan dan keren, tahu. Penilaian seperti itu tidak masuk akal.

Benar. Lagi pula, bukan siapa pun bisa seperti Kak Kan, penampilan dan talenta semua serba ada. Orang seperti Ding Man yang hangat juga cermat, sudah sangat sedikit. Intinya, dia tidak mungkin tampan. Pasti tidak mungkin. Sesuatu yang tidak diperhatikan [Zhong Yu] [Penulis novel misteri yang terkenal] bukanlah sebuah halangan. Sebaliknya, merupakan sebuah petunjuk.

Dalam menyelesaikan masalah ini… Dia… aku pernah berjumpa dengannya. Buku baruku, “Tanpa Batas”… [Zhong Yu] [Penulis novel misteri yang terkenal] Dia Zhong Yu? Dia ini Ma. Bagaimana mungkin menjadi Zhong Yu? Ada apa? Aku pernah bertemu dengannya dua kali. Pertama di toko buku, kedua saat di perusahaan Wenhua pada sore hari ini.

Saat itu aku kira kita seprofesi, bicara begitu banyak dengannya. Sungguh tidak disangka ternyata dia Zhong Yu. Aku juga bodoh, mana mungkin ada orang biasa yang setampan itu. Apakah mungkin Zhong Yu sendiri yang bermaksud memilihmu untuk wawancara? Astaga! Aku mengejar idola sampai orangnya langsung. Keren sekali. Keren sekali, ‘kan? Keren sekali, Zhong Yu!

Keren sekali. Kamu beruntung sekali, Liaoliao. Menurutku, biasa-biasa saja. Bagaimana mungkin ada orang setampan Zhong Yu? Lebih tampan sedikit dari orang biasa. Aku sudah bisa mewawancarainya. Kalian berdua sangat berjodoh. Tidak setampan Kak Kan. Juga tidak sehangat Ding Man kita. Yaoyao, dua hari ini, bolehkah aku mencocokkan rancangan wawancara denganmu? Kamu lebih berpengalaman.

Tidak masalah, panggil saja aku kapan pun kamu butuh. Kemudian, apa yang harus kupakai nanti? Tidak boleh terlalu berlebihan, tetapi… Jangan tapi-tapi lagi, ayo ke kamar. Aku bantu kamu memadukannya. Ayo, ayo. Akhirnya bisa melihat Zhong Yu. Kak Kan, aku memiliki proyek kecil, apakah kamu berencana berinvestasi sedikit? Banyak sekali? Memangnya bisa habis? Di sini.

Beli satu buku saja. Kenapa semuanya seperti membeli kehidupan bahagia saja? Itu, bagaimana caranya beli tiket itu? Maaf, Tuan. [Studi Dinasti Song Selatan] Bisakah Anda keraskan suaranya? Aku bilang, bagaimana caranya beli tiket ini? Apakah yang Anda maksud adalah tiket masuk tanda tangan Zhong Yu? Begini, dengan membeli buku sampai batas tertentu,

Kami akan langsung menghadiahkan tiket masuk pada Anda. Harus beli berapa banyak? Seratus buku. Kamu bercanda, ya? Seratus buku? Berapa banyak buku di tumpukan ini? Sekitar 200-an. Kita beli semua. Kamu sudah gila? Ini banyak sekali. Tetapi, bukunya tidak kami bawa. Terserah siapa yang menginginkannya. Kami hanya ingin tiket masuk saja. [Tiket Masuk][Tiket Sekunder]

[“Tanpa Batas”] [Penjualan Buku Baru] Sudah. Aku lihat. Kamu lihat. Aku fotokan untukmu. Ayo kita selfie. Baik. Kamu lihat mereka berdua, matanya penuh dengan cinta. Kalian terlalu tinggi, menghalangi pandangan kita. Bolehkah ganti tempat duduk? Duduklah di belakang. Yaoyao, apa yang kamu lihat? Tidak. Kalau begitu, ayo kita cepat duduk. Acaranya sebentar lagi dimulai.

[“Tanpa Batas”] [Penjualan Buku Baru] Selamat siang para pembaca sekalian. Melangkah maju di tengah kegelapan, bekerja sama melarikan diri dari dunia tanpa batas. Acara penandatanganan pertama novelis misteri Zhong Yu tahun 2020 akan segera dimulai. Mohon agar semuanya mematikan suara dering, [“Tanpa Batas”] [Penjualan Buku Baru] atur ke mode senyap sepanjang acara.

Selama acara berlangsung, mohon jangan sembarangan bergerak. Kenapa aturannya banyak sekali? Ayo cepat mulai. Selanjutnya, mari kita sambut [“Tanpa Batas”] Zhong Yu. [“Tanpa Batas”] [Penjualan Buku Baru] [“Tanpa Batas”] [“Tanpa Batas”] [Penjualan Buku Baru] ♫ Peluk, peluk dirimu ♫ ♫ Ingin sekali mendekatimu ♫ ♫ Peluk, peluk dirimu ♫ ♫ Mendengar suara napasmu ♫

[“Tanpa Batas”] [Penjualan Buku Baru] ♫ Selalu saja teringat dengan temperamen anehmu ♫ ♫ Tetap saja ingin mendekatimu, aku sangat menyukaimu ♫ Pertanyaan selanjutnya, [“Tanpa Batas”] [Penjualan Buku Baru] dari staf yang mengumpulkan ♫ Peluk, peluk dirimu ♫ pertanyaan dari media sosial pembaca. ♫ Ingin sekali mendekatimu ♫ Saat Zhong Yu berada di luar negeri

♫ Peluk, peluk dirimu ♫ dan kehilangan inspirasi dalam menulis, ♫ Selalu saja teringat dengan temperamen anehmu ♫ biasanya cara apa yang digunakan [“Tanpa Batas”] untuk merilekskan diri? [“Tanpa Batas”] [Penjualan Buku Baru] ♫ Tetap saja ingin mendekatimu, aku sangat menyukaimu ♫ Sebenarnya tidak ada cara spesial.

Di luar negeri ada banyak sekali jalan umum yang dibangun ♫ Peluk, peluk dirimu ♫ ♫ Ingin sekali mendekatimu ♫ di tempat dengan pemandangan indah. ♫ Peluk, peluk dirimu ♫ Jadi, aku biasanya… Jadi, kamu sering membawa mobil jalan-jalan mendapatkan inspirasi dari alam? ♫ Selalu saja teringat dengan temperamen anehmu ♫

♫ Tetap saja ingin mendekatimu, aku sangat menyukaimu ♫ Tidak disangka kalian begitu memahami diriku yang ada di luar negeri. Benar. Di hadapan cinta sejati, jarak tidak menjadi masalah. [“Tanpa Batas”] [Penjualan Buku Baru] Baik. Aku tidak akan mengecewakan penantian kalian. Selama masih ada satu pembaca yang bersedia melihatnya, maka aku akan terus menulis.

Aku buat janji konkrit pada kalian semua. [“Tanpa Batas”] [Penjualan Buku Baru] Buku selanjutnya, sampai jumpa tahun depan. Oke. Perlukah seperti itu? Tidak perlu. Aku sungguh merasa dia tidak setampan dirimu. Sungguh tidak sehangat kamu. Di masa seperti ini, siapa pun bisa menjadi penulis. Seharian hanya tahu menunjukkan wajahnya, menipu uang para gadis.

Bukan, paman kalian ini siapa? Pernah baca buku Zhong Yu tidak? Apakah kalian paham arti dari Dewa Misteri? Aku lihat kalian ini datang untuk mengacau saja. Aku? Paman? Selera macam apa dia ini? Aku sama sekali tidak buruk. Sudah, kalau begitu tahap wawancara kita sampai di sini saja. [“Tanpa Batas”] [Penjualan Buku Baru]

Kalian pastinya berharap bisa segera ke acara selanjutnya untuk maju meminta tanda tangan, bukan? Bukan. Meskipun kalian tidak ingin, kita juga harus ikuti susunan acara. Selanjutnya, kita akan memilih satu teman pembaca kita sebagai hadirin yang beruntung untuk maju ke atas panggung, berinteraksi langsung dengan Zhong Yu. Selanjutnya, mari kita lihat

Siapakah orang yang beruntung itu? Aku… aku. Sombong sekali. Siapa terpilih dia bodoh. Cepat, cepat. Aku… aku… Bagaimana kalau… Aku! Aku sangat menyukaimu. Ternyata masih ada penggemar pria yang tampan seperti ini. Mari, kita persilakan Kakak ini untuk maju ke atas panggung. Silakan. Untuk apa Jiang Kan kemari? Dia juga suka dengan Zhong Yu?

Mungkin, bisa jadi. Lalu, saat kita mengatakannya hari itu, untuk apa mereka pura-pura? Malu untuk mengakuinya. Gengsi. Barusan tadi mendengar Kakak tampan yang satu ini bilang sangat suka dengan Zhong Yu. Sebenarnya hari ini merupakan pertama kalinya Zhong Yu menunjukkan wajahnya di hadapan publik. Aku ingin bertanya padamu, dalam bayanganmu,

Sebenarnya Zhong Yu itu seperti apa? Dia… Dari tulisannya sudah tahu dia pasti tampan dan keren. Kenapa pernyataan ini terdengar familiar? Profesor Jiang berkata seperti itu, aku merasa sepertinya kita salah sangka dengannya. Aku merasa Kakak kita satu ini terlalu membatasi diri. Akan tetapi, tidak masalah. Kegiatan kita selanjutnya pasti mampu memanaskan suasana.

Yang akan kita lakukan selanjutnya adalah berfoto 6 gaya mesra. Aturan permainannya sangat sederhana. Memperagakan enam pose yang sudah ditentukan sambil menghadap kamera kita, maka misi ini selesai. Sudah siap? [“Tanpa Batas”] Permainan kita mulai. [“Tanpa Batas”] [Penjualan Buku Baru] [“Tanpa Batas”] [Penjualan Buku Baru] Selanjutnya masih ada wawancara.

Tiba saatnya nanti kita buat janji lagi. Ding Liaoliao. Jiang Kan, kenapa kamu masih di sini? Di mana adikku dan Yaoyao? Kami lupa membawa kunci, sedang menunggumu. Masih ingat tidak pembaca beruntung yang maju itu? Dia teman serumahku, Jiang Kan. Terima kasih atas dukungan Tuan Jiang hari ini. Aku bukan. Bukan apa? Jangan menutupinya lagi.

Mengejar idola bukanlah hal yang memalukan. Ingin foto bersama, bukan? Aku bantu kamu. Zhong Yu, temanku ingin berfoto bersamamu, boleh tidak? Tentu saja. Sana, cepat sana. [“Tanpa Batas”] [Penjualan Buku Baru] Jiang Kan, ayo mendekat lagi. Sudah siap? Satu, dua, tiga. Ding Liaoliao, sudah siang. Kamu bantu aku potret juga. Aku juga ingin berfoto.

Lihat kamera. Pelan sedikit fotonya. Aku masih belum siap berpose. Sudah. Cepat sekali? Kamu sebenarnya serius tidak? Coba aku lihat. Ayo jalan, pulang baru lihat. Lihat sekilas saja. Liaoliao. Halo, aku Lian Geyao. Aku merupakan… Dia merupakan pembawa berita andalan di Jiangxia Wide Angle. Jauh lebih terkenal daripada dirimu. Adikku, Ding Man. Halo.

Kalian belum makan, ‘kan? Bagaimana kalau aku traktir kalian? Anggap saja bentuk terima kasih sudah meramaikan acara hari ini. Tidak usah, sudah beli. Kita biasanya makan di rumah. Beli sedikit ayam, pizza, kemudian bermain game. Dengan begitu, suasana juga lebih nyaman. Selain itu… Bagaimana kalau Zhong Yu ikut bersama kita?

Banyak orang yang bermain akan lebih ramai. Boleh. Jika kalian tidak keberatan. – Keberatan. – Tidak keberatan. [See You Tomorrow]