【FULL】See You Tomorrow [EP6]【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [See You Tomorrow] [See You Tomorrow] [Almond Kecil yang Manis Adalah Obat yang Paling Enak di Dunia] [Episode 6] Satu. Pelatih Ding, pelatih Ding. Dua. Lanjutkan latihannya, jangan berhenti. Seseorang dari kantor telepon ingin mengikuti kelas percobaan. Apakah kamu sekarang bisa melakukannya? Sekarang? Bisa, suruh dia masuk.

Baik, kamu datang saja sekarang. Yang kuat, yang kuat, kakinya harus yang kuat. Ayo, satu. Kuperkenalkan padamu sebentar, ini adalah… Kak Geyao. Pelatih Ding, mohon bantuannya. Bantuannya. Kalian… Kalian kenal? Iya, kita adalah… Teman sekamar. Aku menyewa untuk tinggal di rumah Pelatih Ding. Kakak tinggal di rumah Pelating Ding. Apakah kalian adalah pasangan suami istri?

Diam! Berhubung kalian sudah kenal, aku juga tidak perlu memperkenalkannya lagi. Kalau begitu, langsung dimulai saja. Baik. Jangan lupa untuk lembut kepada perempuan. Baik. Pelatih, pelatih! Bicaralah. Bisakah kamu bertanding sebentar dengan Kak Geyao? Kita juga ingin melihatnya. Diam! Bertanding apanya, dasar kamu banyak bicara. Tentu saja boleh. Pelatih yang sebelumnya terluka saat bertanding.

Aku juga sudah lama tidak latihan. Mari kita coba. Aku saja. Itu… Kamu tenang saja. Aku akan berusaha untuk lebih pelan. Tidak akan melukaimu. Sudah. Baik. [Etika] Pelatih semangat, Pelatih semangat! Pelatih Ding. Lebih baik kamu mengeluarkan seluruh kemampuanmu saja. Kalau begitu, kamu juga harus mulai gugup. Cium, cium, cium! Cium, cium, cium!

Cium, cium, cium! ♫ Peluk, peluk dirimu ♫ ♫ Ingin sekali mendekatimu ♫ ♫ Peluk, peluk dirimu ♫ ♫ Mendengar suara nafasmu ♫ ♫ Selalu saja teringat dengan temperamen anehmu ♫ ♫ Tetap saja ingin mendekatimu, aku sangat menyukaimu ♫ [Paket tiket VIP dua orang] Ini adalah paket tiket VIP yang kami persembahkan

Khusus untuk pasangan. Sehingga kalian hanya bisa menggunakannya bersama. Maaf. Tapi, kami bukanlah pasangan. Tolong bukakan sebuah kamar lagi, kami akan membayarnya sendiri. Maaf. Karena akhir-akhir ini, resor kami sedang merayakan tahun baru, sehingga semua kamar hotel telah habis dipesan. Untuk saat ini hanya tersisa

Sebuah kamar dengan kasur besar untuk pasangan saja. Benar-benar minta maaf. Kalau begitu, kita… Kamar kalian pasti ada sofanya ‘kan? Ada, ada. Dan juga, sofa itu sangat besar. Sama sekali bisa untuk dijadikan kasur. Baik, begitu saja. Kita bahkan sudah tiba di sini. Kita tidak boleh kembali ke tempat awal ‘kan?

Lagi pula, ini gratis. Kamu tenang saja. Aku tidak akan melakukan apa pun padamu. Kamar itu saja. 1302, bagaimana bisa sampai ke sana? Di depan nanti belok kanan. Kamu pernah datang? Saat keluar lift, ada tandanya. Kenapa koridor di dalam hotel sangat panjang? [Cinta] Kenapa kamu berdiri melamun di situ? Suasananya lumayan bagus.

Kasur ini sangat besar dan lembut sekali. Rasanya bagaimanapun aku berguling pasti tidak akan jatuh malam ini. Yang kumaksud adalah berguling sendirian. Kelakuanku saat tidur malam tidak baik. Suka membalikkan badan. [Cinta] Jangan bicarakan yang lain. Efek peredam suara di kamar ini sangat bagus. Tidak ada suara bising sama sekali.

Saat aku tinggal di hotel dulu, aku sering mendengar suara dari sebelah kamar. Suara yang sedang membicarakan pekerjaan di tengah malam dari sebelah kamar. Suka kerja adalah hal yang baik. Tentu saja. Aku rasa, kita harus belajar dari… mereka. Aku pergi cuci muka dulu. Apa yang kamu pegang di tanganmu? Tidak apa-apa.

Oh ya, bukankah kamu berkata ingin pergi keluar sebelumnya? Sebelum datang, aku melihat pemandangan sekitar sini sebentar. Menurutku sangat bagus. Aku ingin keluar jalan-jalan. Dan berfoto-foto. Apa kamu ingin pergi bersamaku? Apa kamu tahu? Saat kecil, aku tumbuh di daerah lautan. Saat itu, aku selalu membawa Ding Man

Untuk berenang di dalam laut saat siang hari. Lalu, memungut kerang dan keong dalam pasir di senja hari. Kalau sedang beruntung, aku bisa menemukan ubur-ubur kecil seperti jeli. Kemudian, bersama dengan anak kecil lainnya… Bertengkar di tengah pasir. Saat itu, Ding Man berambut panjang. Tentu saja, aku harus membantunya untuk balas dendam.

Aku pergi dan langsung menghancurkan tumpukan pasir yang dibuat anak itu. Kemudian, semua orang menjadi akrab. Sering bermain bersama hingga malam. Kemudian, telinganya dijewer oleh orang tua masing-masing untuk pulang. Jadi, setiap hari berjemur di tepi laut. Saat kecil, aku adalah seorang anak yang gelap. Sedangkan gadis perempuan lainnya adalah seorang perempuan yang nakal.

Dan aku, adalah perempuan nakal dari afrika. Tapi… Kemudian, karena orang tuaku mengganti pekerjaannya, dan pindah kerja ke pemukiman kota. Ketika meninggalkan lautan ini, aku pun berpikir, ketika aku sudah besar nanti, aku pasti akan kembali lagi ke tepi laut. Lalu, membeli sebuah rumah yang besar. Sehingga bisa melihat laut setiap hari.

Begitu cantiknya matahari terbit dan tenggelam. Kalau cuacanya bagus, aku akan pergi berlayar untuk memancing ikan. Kalau cuacanya buruk, aku akan berselimut sambil membaca buku di dalam rumah. Membayangkannya saja sudah sangat senang. Ayo, kamu bantu fotokan aku dulu. Jangan lupa untuk mengangkatnya sedikit. Jangan membuat tinggiku tampak seperti 120cm.

♫ Kelap-kelip langit berbintang di gelapnya malam ♫ Aku juga akan membantumu untuk foto beberapa lembar. Agar kamu bisa mengunggahnya nanti. ♫ Seperti senyuman di wajahmu ♫ Atau bisa juga untuk memperlihatkannya kepada Juzi dan lainnya. Aku tidak perlu. ♫ Bercanda bersamamu ♫ Kita bahkan sudah tiba di sini.

♫ Jalanan yang tidak asing ♫ Cepat, kemampuan fotoku sangat bagus. ♫ Tatapan yang menggoda membuatku tergila-gila ♫ Tenang saja. ♫ Di detik kita berjumpa ♫ Ulurkan tanganmu dulu sebentar. ♫ Cinta mendominasi detak jantungku ♫ Salah, salah. ♫ Tidak tahan ingin mendekati dirimu ♫ Benar, benar. Pertahankan itu dan jangan bergerak. Pertahankan senyumannya.

♫ Gedung tinggi mana pun selalu saja berdesak-desakan ♫ Satu, dua, tiga. ♫ Ramainya jalan membuat orang terpaku dengannya ♫ Siapa ini? Tampan sekali. Berikan ponselnya padaku. ♫ Jangan kamu ragukan cintaku padamu ♫ Jangan. ♫ Pelan-pelan tangan ini mendekatkan jarak antara kita ♫ Foto sekali lagi. ♫ Gadis tercintaku ♫

♫ Karena aku tidak akan meninggalkanmu ♫ ♫ Cintaku tidak akan ada batasannya ♫ ♫ Tidak perlu ada alasan untuk menggandengmu ♫ ♫ Aku tidak akan meninggalkanmu ♫ Foto ini, foto ini juga bagus. Atau tidak, kamu nanti mempekerjakanku sebagai fotografer pribadimu saja. Harga rendah, kerjanya bagus.

Kita harus pergi ke restoran untuk makan, sudah jam 7. Kamu pergi dulu saja. Aku ingin pergi ke atas untuk mengambil sesuatu, aku akan segera datang. Kalau begitu, aku pergi dulu. Apakah orang itu adalah Ding Liaoliao? Iya. Bisa-bisanya kebetulan bertemu dengan musuh. Liaoliao, Ding Liaoliao. Itu benar-benar kamu. Benar-benar kebetulan sekali.

Kenapa kamu bisa di sini? Memang sangat kebetulan. Saat keluar hari ini, aku tidak melihat kalendar. Makanya bisa langsung bertemu dengan kalian. Kita sudah dua atau tiga tahun tidak bertemu ‘kan? Kenapa kamu tidak berubah sedikit pun? Masih tetap sama. Perasaan yang sangat sederhana seperti mahasiswa. Kamu tampak muda.

Aku rasa, dia lebih dewasa sedikit. Lebih modis dari yang dulu. Liaoliao, setelah lulus kuliah, kenapa kamu tidak menghubungi kami? Padahal hubungan kita dulu sangat bagus. Kamu langsung memutuskan hubungan semaumu. Sayang sekali. Apakah setiap kali kamu membuang sampah, kamu juga merasa bahwa sampah itu sangat disayangkan? Kotor sekali. Sudah, sudah.

Oh ya, kebetulan hari ini bertemu denganmu. Membuatku tidak bersusah payah meminta kontakmu kepada teman sekolah. Kuberi tahu kamu sebentar. Minggu depan, aku dan Jiang Cheng akan mengadakan pesta pernikahan. Pestanya di sini. Datanglah untuk menyaksikan juga. Lupakan saja. Minggu depan akan turun hujan dengan petir dan badai yang besar.

Aku tidak akan datang. Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik. Semoga acara pernikahan kalian lancar. Liaoliao. Apakah kamu masih tidak suka terhadap hubunganku dengan Jiang Cheng? Ding Liaoliao. Mohon mengatakan dengan margaku. Aku masih ada urusan, jadi aku pergi dulu. Ding Liaoliao. Kamu sedang cemburu. Kamu cemburu aku dan Jiang Cheng bisa pacaran,

Sedangkan kamu tidak bisa. Kakak, di dunia ini, hanya kamu saja yang merasa bahwa berpacaran dengan orang di sebelahmu ini adalah sesuatu hal yang bisa membuat orang patut cemburu. Kamu cukup beruntung. Kecantikan pacarmu biasa saja. Jiang. Apa yang kamu lihat? Kenapa kamu tadi tidak membantuku untuk bicara? Jiang Cheng, apakah kamu juga merasa

Bahwa akulah yang merusak hubungan kalian? Jangan marah. Ding Liaoliao memang begitu orangnya. Kalian berdua menikmati masa kuliah dengan baik. Kamu juga bukannya tidak tahu itu. Dia itu, keras kepala. Beragumen dengan masuk akal dan tidak mau mengalah. Beragumen dengan masuk akal dan tidak mau mengalah. Berarti maksudmu, perkataannya masuk akal.

Jiang Cheng, tapi kamu memberitahuku berpacaran dengannya itu tidak seru. Makanya aku mengaku semuanya padanya. Aku membantumu membereskan masalah yang rumit. Dan sekarang, aku malah menjadi perusak, aku adalah simpanan. Aku kurang punya moral dan etika, begitu? Istriku. Bagaimana Ding Liaoliao bisa dibandingkan denganmu? Oh ya, bukankah kamu paling suka

Makan mousse strawberry di sini? Aku akan membelikannya untukmu nanti. Jangan marah. Kita sedang jalan-jalan. Kita harus bersenang-senang. Permisi, bungkuskan dua porsi nasi paket. Baik, Tuan. Mohon ditunggu. Jangan berpikir bahwa kamu yang seperti ini bisa membuatku memanfaatkanmu. Bukankah itu hanya sebuah kue saja. Bagaimana bisa satu potong saja?

4, 5, 6, 7 dan 8 potong. Asalkan kamu tidak marah, kita akan membeli berapa pun yang kamu mau, bagaimana? Kalau begitu, masih lumayan. Permisi, Tuan. Totalnya 65 yuan. Apakah toko kalian ada mousse strawberry? Ada, mohon tanya, berapa banyak yang Anda butuh? Masih ada berapa? Hari ini, master kue kami membuat banyak.

Masih ada 6 potong. Aku mau semuanya. Baik, Tuan. Teman. Beli begitu banyak, apakah kamu bisa menghabiskannya? Habis atau tidak, apakah itu ada hubungannya denganmu? Tidak ada, tidak ada hubungannya. Kamu yang mengantre duluan. [Produk seafood] Benarkah? Geyao yang bilang sendiri bahwa dia akan memasak sesuatu untukmu? Omong kosong, untuk apa aku membohongimu?

Geyao bilang, karena aku sudah berusaha terlalu keras untuk mengikuti kelas, dia menyuruhku untuk memesan segala jenis makanan untuk nanti malam. Dan akan memasak sesuai dengan pesananku. Mana yang bagus? Ini dan yang ini. Mana yang lebih bagus? Kulitnya kering, halus dan tidak tebal. Sangat cocok untuk dipotong menjadi belahan yang tipis.

Bagaimana kalau kita mengubahnya menjadi keripik kentang? Apakah kamu suka brisket rebus sapi dengan anggur merah dan keripik kentang? Suka. Bagaimana kalau hari ini aku yang menjadi kokinya? Kamu masaknya lain kali saja. Hebat sekali. Kalau begitu, aku bantu potong terong saja. Baiklah, pakai itu. Cepat sekali. Tanganmu kenapa?

Jangan, tidak boleh terkena air. Tunggu aku sebentar. Di saat yang seperti ini, tidak boleh terkena air. Di dalam kandungan air terdapat bakteri, rentan terhadap infeksi. Duduk. ♫ Hujan lagi ♫ ♫ Hari ini hari apa ♫ ♫ Diam-diam merindukanmu ♫ Sudah. ♫ Kamar jadi sangat tenang ♫ ♫ Udara mulai mengembun ♫

Apa lagi yang akan kamu lakukan dengan ini? ♫ Tanpa kamu ♫ Aku mau memotongnya sampai habis. ♫ Aku tenggelam dalam memori ♫ ♫ Terbiasa jadi sangat tegas ♫ Sungguh, tidak perlu. Lagi pula, kamu salah mengambil pisau. ♫ Kehadiranmu menghalau semua kabut ♫ Ini untuk memotong buah.

♫ Memelukmu, berharap kamu tak pergi selamanya ♫ ♫ Ingin menemanimu mengusir bahaya selamanya ♫ Geyao, kamu duduk dan tunggu di sini saja. ♫ Aku ingin mewujudkan keabadian itu bersamamu ♫ Aku sangat paham dan familiar untuk masak sendirian. Juga bisa memasaknya dengan cepat. ♫ Tolong kamu jelajahi alam semesta di hatiku ♫

♫ Tolong akhiri kebebasanku yang merajalela ♫ ♫ Aku, aku tidak ingin terus jatuh lagi ♫ ♫ Aku hanya ingin, aku sangat ingin memilikimu ♫ Profesor Jiang, kamu belum tidur ‘kan? Profesor Jiang? Kamu tidur seperti itu, tidak nyaman ‘kan? Apakah sofanya terlalu sempit? Bagaimana kalau… Bagaimana kalau apa? Tidak, maksudku bukan seperti itu.

Maksud yang bagaimana? ♫ Peluk, peluk dirimu ♫ ♫ Ingin sekali mendekatimu ♫ ♫ Peluk, peluk dirimu ♫ ♫ Mendengar suara nafasmu ♫ Selalu saja teringat dengan temperamen anehmu ♫ ♫ Tetap saja ingin mendekatimu, aku sangat menyukaimu ♫ ♫ Peluk, peluk dirimu ♫ ♫ Ingin sekali mendekatimu ♫ ♫ Peluk, peluk dirimu ♫

♫ Mendengar suara nafasmu ♫ ♫ Selalu saja teringat dengan temperamen anehmu ♫ ♫ Tetap saja ingin mendekatimu, aku sangat menyukaimu ♫ Apa kamu sudah tidur? Belum. Tadi siang, hanya aku saja yang bercerita. Kamu bahkan belum menceritakan masa kecilmu. Tidak semenarik ceritamu. Kamu cerita dulu saja. Waktu kecil,

Ayah dan Ibuku lebih sibuk bekerja di rumah sakit. Sehingga aku tinggal bersama Kakek dan Nenekku. Setiap hari, selain menulis tugas sekolah, aku membaca buku. Atau bermain di taman belakang rumah. Taman? Di dalam taman itu, terdapat banyak tanaman yang bisa dijadikan obat. Di dalamnya, terdapat sebuah pohon kacang almond. Kakekku sangat menyayanginya.

Katanya, beberapa tahun yang dulu, dia khusus menyuruh orang untuk membawanya kemari dari kota Xinjiang. Biji almond yang kecil dan manis. Waktu kecil, aku selalu menantikan musim panas untuk segera tiba. Setelah pohon almond itu mekar dan berbuah, Kakek akan memetik sebagian untuk menjadikannya obat. Sisanya,

Nenek akan membuatnya menjadi saus kacang almond. Almond Amber. Dan juga tahu almond. Setiap kali aku batuk, Nenek akan memberikan itu semua untuk aku makan. Jadi saat itu, aku selalu merasa almond yang kecil dan manis adalah obat yang paling enak di dunia ini. Enak, enak. Kemudian, aku kuliah kedokteran.

Memilih jurusan penelitian farmasi. Sebenarnya, semuanya kurang lebih bercampur aduk dengan visi masa kecilku. Selalu ingin mencoba untuk meneliti sesuatu. Dalam hal cita rasa, sebuah potongan lapisan gula yang lebih cocok untuk ditelan oleh anak kecil. Manis… Dan juga, memiliki fungsi untuk menyembuhkan penyakit. Ding Liaoliao.

Kamu sangat mirip dengan almond kecil dan manis itu. Liburan ini seperti sedang mengambil risiko. Jelas-jelas bukan pasangan. Diatur untuk tidur sekamar ya sudah, bahkan dipaksa untuk mengikuti acara pasangan. Kamu cari tempat dan duduk dulu saja. Aku akan mendiskusikannya sebentar dengan staf di sini. Tolong fotokan aku, cepat. Iya, iya. Suamiku.

Kita harus mendapatkan juara satu nanti. Kemudian, bawa boneka beruang ini pulang. Ini bisa ditaruh di dalam kamar baru kita. Baiklah, semuanya menurut apa yang kamu katakan. Oh ya, grup kelas kita saat kuliah dulu itu, apakah Ding Liaoliao masuk di dalamnya atau tidak? Kenapa menyebutnya lagi? Bukankah sebelumnya sudah bilang…

Kenapa kamu panik, Suamiku? Aku hanya memikirkan kalau dia masih ada di dalam grup itu, aku akan mengirim undangan pernikahan kita ke dalam grup itu. Kemudian, mention Ding Liaoliao. Kalau begitu, kita akan terlihat sangat jujur dan terbuka. Tidak bersalah dengan seseorang. Kalau pada saat acara pernikahan itu Ding Liaoliao tidak datang,

Berarti itu membuktikan bahwa dia merasa bersalah. Mau mencoba menusukku dari belakang? Mimpi saja. Jiang Kan! Aku barusan menjelaskannya kepada staf di sini. Mereka bilang kita boleh untuk tidak mengikuti lombanya. Asalkan sebelum jam 5 sore berkumpul di aula. Ayo pergi. Kita tidak akan pergi. Kita akan mengikuti lombanya. Aku ingin boneka beruang besar itu.

Apakah kamu adalah anak kecil? Jiang Kan, aku sadar bahwa kamu ini, memang seseorang yang sangat bermutu. Misalnya, seperti kue kecil yang kemarin itu. Menunjukkan sisi kewanitaanmu dengan jelas. Lalu, boneka berusang besar hari ini, juga mendorong sisi kekanakanmu. Pria polos di dunia medis ini adalah Anda seorang. Ding Liaoliao. Rupanya kalian kenal.

Kami kenal atau tidak, apakah harus melaporkannya padamu? Jangan menganggapnya. Dua orang sakit jiwa. Aku hanya asal menanyakannya saja. Kalau kamu merasa tidak nyaman, aku tidak akan menanyakannya. Kalau sudah tahu tidak nyaman, jangan mendekat! Sudah lama tidak bertemu dengan teman sekolah. Bukankah aku harus mengobrol dengannya sebentar. Apa hubungan kalian berdua?

Bukankah kamu tidak akan menanyakannya? Buka yang lebar matamu. Kami mengantre di sini. Berarti apa hubungan kita. Aku sadar bahwa orang ini sifatnya benar-benar susah untuk dirubah. Temperamenmu ini benar-benar keras kepala. Mau lewat berapa tahun pun pasti akan tetap sama. Pria tampan. Kamu pacaran dengan perempuan yang sifatnya seperti ini.

Pasti hari-harimu sangat pahit. ♫ Bersiaplah untuk kembali, kawan ♫ Menurutku, hari-hariku cukup manis. Pacarku manis. Melewati hari pun juga pasti sangat manis. ♫ Kehendak Tuhan tidak memiliki tujuan ♫ Sebaliknya kalian. Kenapa kelihatannya suram sekali? ♫ Senar piano ♫ ♫ Begitu dipetik ♫ Terima kasih. ♫ Langsung memiliki keberadaan ♫ Sama-sama.

Sebenarnya, pria barusan itu adalah pacarku saat kuliah. Perempuan itu awalnya adalah temanku. Lalu… Menjadi simpanannya. Kata “simpanan” yang diucapkan dari mulutmu ini, terdengar sangat berbeda. Apakah kamu tersenyum barusan? Tidak. Ayo pergi. Tunggu aku. Selamat datang di lmba eliminasi babak pertama kami hari ini. Di babak pertama,

Kami akan mengeliminasi 2 per 3 dari tim. Tim yang dapat bertahan hingga akhir adalah pemenang akhir dari lomba kami hari ini. Kalau begitu, tes pertama dalam pemahaman pasangan romantis satu sama lain. Yang dilombakan adalah aku akan menebak apa yang kamu gambar. Silakan maju untuk tim pertama. ♫ Hujan lagi ♫

♫ Hari ini hari apa ♫ ♫ Diam-diam merindukanmu ♫ [Sebuah panah yang menembus jantung] ♫ Kamar jadi sangat tenang ♫ ♫ Udara mulai mengembun ♫ Sebuah panah yang menembus jantung! ♫ Tanpa kamu ♫ Bagus. [Melirik dan tersenyum sekilas] ♫ Aku tenggelam dalam memori ♫ ♫ Terbiasa jadi sangat tegas ♫

♫ Kehadiranmu menghalau semua kabut ♫ Melirik dan tersenyum sekilas! Bagus! Selanjutnya. ♫ Memelukmu, berharap kamu tak pergi selamanya ♫ Sepenuh hati! ♫ Ingin menemanimu mengusir bahaya selamanya ♫ Mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Lewat, lewat, lewat. Bodoh sekali kamu! ♫ Aku ingin mewujudkan keabadian itu bersamamu ♫

Babak kedua adalah lomba lari dengan tiga kaki. Permainan duel yang paling tradisional. Tim yang mengambil bendera merah di garis akhir adalah tim yang menang. Tolong diperhatikan. Bendera merahnya hanya ada tiga. Melangkahkan kaki kiri atau kaki kanan dulu? Melangkahkan kaki kita yang di luar dulu.

Aku khawatir kamu akan terburu-buru dan tidak bisa membedakan kanan dan kiri. Siap. Mulai! ♫ Peluk, peluk dirimu ♫ ♫ Ingin sekali mendekatimu ♫ ♫ Peluk, peluk dirimu ♫ Jiang Kan, kita juara satu! ♫ Mendengar suara napasmu ♫ Kita juara satu! ♫ Selalu saja teringat dengan temperamen anehmu ♫ Juara satu!

♫ Tetap saja ingin mendekatimu, aku sangat menyukaimu ♫ ♫ Peluk, peluk dirimu ♫ ♫ Ingin sekali mendekatimu ♫ ♫ Peluk, peluk dirimu ♫ ♫ Mendengar suara nafasmu ♫ ♫ Selalu saja teringat dengan temperamen anehmu ♫ ♫ Tetap saja ingin mendekatimu, aku sangat menyukaimu ♫ [See You Tomorrow]