【FULL】My Sassy Princess [EP4]【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [My Sassy Princess] [Episode 4] Iya, iya. Tuan. Bukan, Nona Lingbi, pagi-pagi begini tidak membiarkanku tidur, malah menerobos masuk kamarku, apa yang ingin kamu lakukan? Siapa yang menerobos masuk kamarmu… Bukan, kamu ini, apa aku salah berkata? Dasar. Jika bukan karena Tuan Shen menyampaikan pesan, siapa yang akan mencarimu?
Menyampaikan pesan? Kamu? Lupakan saja. A, ada apa denganku? Dengarkan baik-baik. Tuan Putri kami tengah malam kemarin dibuat marah oleh Tuan Shen sampai kabur. Tuan Shen tidak enak hati, jadi datang mencari Tuan Putri tengah malam. Sebelum pergi, dia berpesan agar kamu mengurus segala hal yang berhubungan dengan kantor penghubung. Sudah ingat? Bukan.
Melanggar pengawasan tahanan adalah hal besar. Tuan Putri kalian kabur, untuk apa Tuan kami panik? Luo Fan. Kenapa memanggilku? Berbaliklah. Singkirkan omong kosongmu, segera urus masalahnya. Jika berani mengeluh, kamu akan diutus ke Biro Penjaga Sisik Emas Jiangzhou. Bukan, kamu seorang gadis kecil, kenapa begitu berlagak? Jika Luo Fan berani mengeluh,
Kata-kata ini akan diteruskan padanya. – Kamu… – Ini pesan Tuan Shen. Tuan Shen… Tuan Shen. Kamu melakukan apa pun yang Tuan Shen suruh? Dia menyuruhmu menendangku, kamu menendangku? Kamu salah tebak. Tendangan tadi itu adalah hadiahku untukmu. Kamu… Dasar gadis kecil! Shen Yan sungguh meninggalkan pasukan demi Liu Ling? Benar.
Dia memang meninggalkan pasukan. Cari mereka. Cari tahu setiap pergerakan mereka. Aku ingin melihat, apakah drama romansa wanita jahat berkedok raja iblis ini nyata atau palsu. Baik. Buah haw berlapis gula! Mari lihat. Belilah satu. Bagus, bagus, bagus. Istri kecilku. Bagus. Bagus. Suamiku… Jual rokok. Bagus, bagus, bagus. Bagus, bagus, bagus. Maaf. Tuan! Jangan!
Jangan, jangan! Tuan, Tuan. Buah haw berlapis gula. Buah haw berlapis gula. Anak kecil, jangan lari. Pergi, pergi. Tidak apa-apa, ‘kan? Tidak apa-apa. Terima kasih, terima kasih. Jual keladi! Cepat coba! Manis dan renyah! Ibu, sudah. Kamu harus lebih bisa mengendalikan mulutmu. Jika kali ini bocor lagi dan Ayah tahu,
Ibu tidak akan memetik keladi untukmu lagi. Jual keladi! Manis dan renyah! Cepat coba! Mau? Tidak perlu. Aku beli saja. Aku mau semuanya. Panas, mari lihat. Ayo lihat. Mana dompetku? Memanah, memanah. 10 sen 1 panah. 10 sen 1 panah. Jika lewat… – Untukmu. – …jangan terlewatkan. Sebentar. 10 sen 1 panah. 10 sen.
Jika lewat, jangan terlewatkan. Lihatlah. 10 sen 1 panah. Kena apa, dapat apa. Aku mau. Anak kecil ini sungguh kaya. Benar. Mari, mari. Ini namanya pahlawan sejak usia muda. Mari, mari. Lihat baik-baik ya. Sungguh disayangkan. Tinggal sedikit saja. Pahlawan kecil, mau lagi? Ikut aku kembali. Tidak mau! Pahlawan kecil punya ambisi. Lihatlah.
– Lagi! – Anak ini hebat. Sungguh royal. Masih kurang sedikit lagi. Bagus. Baiklah, baiklah. Pahlawan kecil punya ambisi. Mari, mari. Sekali lagi. Lihatlah gayanya, seharusnya bisa tepat. – Tidak kena lagi. – Kurang sedikit lagi. Pahlawan kecil, kembalilah dan latihan lagi. Setelah itu baru kembali. Kamu curang! Anak ini. Masih kecil, tapi sembarangan bicara.
Aku tidak sembarangan bicara. Aku sudah lama latihan. Tapi, tidak pernah kena. Pergilah. Mau mengacau? Berani bertaruh, berani kalah. Awas, awas. Apa trik yang dia lakukan? Dia menipu anak kecil? Jangan hanya menonton. Cobalah. Kalah ya sudah, kamu juga tidak pakai anting itu. Kenapa begitu sedih? Ibu memetik keladi, kehilangan anting. Aku melihat Ibu menangis.
Aku melihat antingnya sama persis dengan punya Ibuku. Jadi, aku menginginkannya. Jangan sedih. Kita coba lagi. 10 sen 1 panah. 10 sen 1 panah. 10 sen 1 panah. Bos. Aku mau bertaruh. Sungguh royal. Lihat tidak? Gelang giok putih berukir asli. Pakai ini? Tanpa jumlah itu, tak bisa dapat. Begitu banyak? Ki, kita sepakat ya,
Meski giok ini bagus, tapi hanya bisa diganti 1 panah. Para penonton, jadilah saksi. Jangan, jangan. Jangan tembak aku. Gadis ini sungguh hebat. Hebat sekali. Ti… tidak kena. Tidak dihitung! Dasar. Jika kali ini tidak kena lagi, akan kuhancurkan stan-mu. Kamu berani? Menurutmu? Nona, jangan mengacau. Kamu begitu menjaga bisnisku, kuberikan hiasan kepala ini.
Mari, mari. Turunkan, turunkan. Katanya dia mau berikan, kamu mau tidak? Kakak bisa menang. Siapa yang berharap dia memberi? Kita harus memenangkannya. Ini… Nona, kamu kaya dan berkuasa, jangan menindasku seperti ini. Kuberi 1 kesempatan lagi. Singkirkan penutupmu. Penutup? Penutup apa? Kena atau tidak, semuanya tergantung kemampuanmu. Kenapa kamu memfitnah orang baik?
Gadis ini begitu royal, kenapa begitu perhitungan pada rakyat jelata? Benar. Kamu putri orang kaya, hanya berdiam diri di rumah tidak punya kerjaan, sengaja keluar mengacau orang berdagang? – Kamu mencari kesenangan ya? – Kalian sudah lihat! Benar. Semuanya lihat. Ini penindasan. Kalian harus membelaku. Aku masih punya tanggungan, dia sungguh menindasku dengan kejam.
Kaya dan berkuasa, jadi sesuka hati, ya? Menindasku seorang rakyat jelata, apa maksudnya? Aku juga kesusahan. Bisnis kecilku tidak mudah dijalankan, kita semua rakyat jelata, harus membelaku ya. Tidak boleh menindas seperti ini. Dia membawa bala bantuan pula. Benar yang kubilang ‘kan? Sudahlah, anggap aku sial. Panahlah saja. Kemampuan memanah Tuan Putri
Masih tidak ada kemajuan sama sekali. Jangan ikut campur, pergilah. Jangan bergerak. Luruskan tangan. Dengar aku hitung sampai 3, lalu lepaskan panah. Satu. Dua. Tiga. – Sudah kena. – Sudah kena. Kali ini kena. – Hebat. – Apa itu? Apa yang jatuh? Nak, ambillah barang yang kamu menangkan. Iya. [Feng Xiang] Tuan Putri kabur lagi?
Sulit untuk bertemu, sulit juga untuk berpisah. Aku tidak kabur lagi. Tuan Shen, sekarang kita berdua seperti lagu yang dinyanyikan dalam drama, pertemuan di atas jembatan, bukan? Tuan Putri menganggap diri sebagai Bai Suzhen, dan aku sebagai Xu Xian? Tidak bagus? Bagus. Bai Suzhen menyebabkan bencana, sehingga Fahai mengurungnya di bawah Pagoda Leifeng.
Jika seperti perkataan Tuan Putri, kita akan seperti cerita itu, maka aku punya harapan. Harapan? Kemarin malam, Tuan Panglima mengancam, mengatakan kamu bukan orang yang bisa kuganggu, tapi hari ini malah datang sendiri padaku. Perbuatan melepas umpan begini, hati Tuan Shen punya harapan apa? Berharap kamu pulang. Sudahlah, ayo kembali. Jika aku tidak ingin pulang?
Tempat ini tidak terlalu aman. Demi keselamatan Tuan Putri, jangan salahkan aku berbuat sesuka hati. Shen Yan. Lepaskan aku. Shen Yan. Shen Yan! Kamu tidak boleh begini. Kenapa kamu jadi orang yang menelantarkan istri dan anak? Menelantarkan istri dan anak? Kapan aku melakukan hal itu? Meski tidak diadakan acara, tapi kita pernah bertunangan.
Kenapa kamu begini terhadapku? Apa kamu pernah mempertimbangkan perasaanku? Jangan mengacau, cepat pergi. Apa yang kamu lakukan? Ayo. A… anak muda, anak muda. Anak muda, seorang pria memiliki 3-4 istri itu sangat wajar. Tapi kamu menindas seorang wanita di jalanan, – Kita sudah melihat… – Kenapa menindas wanita? tak bisa tidak peduli.
Menurut kalian benar tidak? – Iya. – Benar. Nona, ini punyamu, ‘kan? Terima kasih. Lihatlah dia, berpenampilan hebat dan bermartabat, dia pasti orang terpelajar, tapi melakukan hal begini. Kamu menelantarkan istri dan anak? Bu… bukumu yang agung itu mengajarkan apa saja? Tuan Muda. Lihatlah, kamu jangan begini lagi ya. Jin. Permainan caturmu ini sangat teratur
Dan terencana. Sayangnya kali ini sulit untuk berhasil. Masalah Keluarga Lu sama seperti permainan catur ini. Kesabaranku sudah hampir habis. Yang Mulia bercanda. Menurut saya, kekuasaan Keluarga Wei sekarang, sama seperti kondisi catur ini sekarang. Kekuasaan Keluarga Lu sudah mengakar dan mendominasi. Yang Mulia ingin meruntuhkan Keluarga Lu, meski dengan mengumpulkan Keluarga Xu dan Shen,
Juga belum tentu akan menang. Musuh kuat, diri sendiri lemah. Daripada bertindak, lebih baik berdiam diri. Amati apa yang ingin dilakukan lawan, apa yang diinginkannya, itu juga rencana yang bagus. Karena kamu sudah melihat begitu banyak, apa yang sudah kamu pahami? [Penginapan Gaopeng] Bos. Nona. Malam ini, tidak boleh ada orang lain yang masuk. Ingat?
Terima kasih Nona, tenanglah. Aku akan mengunci pintu. Seekor lalat pun tidak akan bisa masuk. Nona, ikutlah aku. Mari, silakan Nona. Nona, ini adalah kamar terbaik di toko kami. Nona, silakan. Silakan Nona. Nona, silakan. Saya akan turun untuk mengatur. Iya. Jin. Apa kamu yakin akan menang dalam permainan ini? Saya tidak berani sombong.
Saya hanya memiliki kesempatan. Kutanya padamu. Kamu kenal petugas Aula Selatan, Tuan Shen, Shen Yu? Dia adalah teman masa kecil saya. Setelah masuk istana, kami sudah jarang berhubungan. Yang Mulia kenapa bertanya tentangnya? Hari ini, dia mengatakan suatu cerita romansa padaku. Katanya, saat Shen Yan mengawal tahanan, ada seorang bangsawan yang ingin membantu. Bangsawan? Siapa?
Tuan Putri Changle, Liu Ling. Sebenarnya, ini aneh. Menurutmu, kenapa Tuan Putri bisa menyukai Shen Yan? Terus mengejar sepanjang jalan, membuat Raja tak berperasaan, Shen Yan, emosi, dan dilema. Jin yang sangat pintar, kenapa kamu juga bisa masuk perangkapku? Yang Mulia bijaksana, saya ceroboh. Menurut rumor, kamu dan Tuan Putri sudah kenal sejak kecil
Dan berhubungan baik. Sepertinya itu benar. Saat Ling di Ibu Kota, dia memang banyak membantu saya. Ling dan saya termasuk sahabat. Shen Yan mengawal tahanan, keadaannya sangat berbahaya. Liu Ling sangat disayangi Ayahanda. Jika kamu mau, aku bisa memerintahkan agar Liu Ling dibawa pulang dari tempat tidak beres itu. Jangan. Jika Yang Mulia menyuruh orang
Menjemput Tuan Putri lebih awal, takutnya akan membangunkan lawan, menyebabkan masalah negara. Perkataanmu masuk akal. Kasus Jiangzhou memang masalah negara. Sangat serius. Setelah membunuh Keluarga Lu yang tak patuh itu, di belakangnya masih ada serigala yang serakah. Kehilangan hal besar karena hal kecil, bukan tindakan bijak. Soal Liu Ling, tenanglah saja.
Ada Shen Yan yang melindungi, seharusnya tidak akan terjadi apa-apa. Terpaksa kali ini adik sepupuku harus sedikit menderita. Jin. Tidak fokus sebentar saja, kamu sudah kalah catur. Situasi yang begitu bagus, tapi malah bertemu keganjilan seperti ini. Sayang sekali. Yang Mulia terlalu serius. Keahlian catur Yang Mulia bagus, saya memang bukan lawan Yang Mulia.
Sudah larut, Yang Mulia cepat istirahat. Saya pamit. Hanya sebuah bidak catur. Patuh adalah kewajibanmu. Anjing dan serigala begitu, Shen Yan, kamu sang anak harimau juga begitu. Shen Yan, Shen Yan. Asah cakarmu, usir anjing dan bunuh serigala untukku. Tuan Shen kelihatannya berlaku adil. Tapi, hal kecil dan remeh semakin ahli dikerjakan.
Kemarin malam aku menyinggung Tuan Putri. Mohon Tuan Putri memaafkan. Hari ini Tuan Putri sudah berjalan-jalan lama, emosimu sudah reda, ‘kan? Sudah larut, saatnya kembali. Tidak bisa. Kamar sudah disewa, uang juga sudah dihabiskan. Aku juga sudah mengantuk. Hari ini menginap di sini. Jika Tuan tidak keberatan, juga boleh tinggal di sini.
Sesekali ganti tempat, ganti suasana. Tidak perlu. Aku tidak suka tempat yang tidak familiar. Tuan Putri terpaksa menderita. Aku tidak menderita. Malah Tuan Shen sudah menemaniku jalan-jalan seharian, sungguh lelah. Sudah. Liu Ling, ikut aku kembali. Ayo. Makanlah. Dua jam lagi berangkat. Makanlah yang kenyang. Setelah ini, mungkin saja tidak bisa makan lagi. [Penginapan Gaopeng]
Tuan Shen bangun pagi sekali. Sepertinya teh kemarin terlalu cair. Karena Tuan Putri sudah puas tidur, kita berangkat. Tuan Shen. Perencanaan sehari dilakukan saat pagi. Tuan Shen jelas-jelas sangat emosi, tapi kenapa wajahmu tetap begitu dingin? Tuan Putri mengeluh aku merusak pemandangan? Tidak juga. Hanya saja, hawa di sekitar sini panas,
Aku takut Tuan Shen terbakar. Ayo jalan. Ayo. Berhenti! Akan kubunuh kamu! Berhenti! Dasar binatang yang minta dibunuh! Apa kusuruh kamu lari? Aku… aku… aku… Hampir saja. Benar. Nona, tangkapan yang bagus. Mari, mari, kembalikan padaku. Kembalikan? Ia pasti akan mati. Jika tidak, kamu yang mati! Tahu? Sakit, sakit, sakit. Siapa kalian?
Kalian mau mencuri babiku? Kuberi tahu, aku tidak menyentuh kalian. Kalian mau mencuri babiku, aku akan melapor. Sudahlah. Babi ini kubeli. Ayo. Silakan. Tuan Shen. Kenapa kamu tadi memberikan babi padaku? Memberi peringatan untuk Tuan Putri. Peringatan? Dia hanya seekor babi, apa yang perlu diperingatkan? Saat seekor babi ditindas, dia saja bisa lari.
Aku memberi babi, berharap Tuan Putri menjadikannya teladan. Jangan jadi harimau kertas. Shen Yan. Apa yang ingin kamu katakan? Maksudku adalah Tuan Putri tidak perlu bersikeras dalam semua hal. Jika ada orang yang menindasmu, beri tahu aku. Memberitahumu? Jika aku memberitahumu, apa kamu akan melindungiku? Tidak. Tapi, akan kupertimbangkan. Ayo. Bos. Kalian ingin makan apa?
Kiosku kecil, tapi makanan lengkap. Ingin makan apa, pilih saja. Pilih sesuka hati. Lima porsi bakpao. Sepuluh pancake. Tiga mangkuk nasi goreng. Dua mangkuk kembang tahu. Nona, sungguh mau makan sebanyak itu? Iya. Mari. Jika tidak cukup, akan kuberi tahu. Baik, baik. Kenapa melihatku? Kamu tidak mau makan, tapi babi mau. Tuan Shen,
Bagaimana jika kita menamai babi ini? Terserah Tuan Putri. Dia suka sekali bersuara. Bagaimana jika memanggilnya Ao Ao? Nama sudah ada. Marga… Marga Shen. Lihatlah, kamu menyelamatkan nyawanya, berjasa menghidupkannya kembali. Jauh lebih dekat daripada orang tua kandungmu. Jadi, dia harus bermarga Shen. Benar tidak? Lihat, dia saja bilang iya. Patuh sekali. Shen Ao’ao.
Kamu sudah punya nama. Lima porsi bakpao. Nasi. Ini. Tuan Shen. Tuan Shen. Tuan Shen. Ayahmu tidak mau makan, kamu saja yang makan. Ao’ao. Tuan Shen. Tuan Shen, apa kamu melihat Tuan Putri kami? Dia di mana? Di luar. Baik. Hari masih terang, kamu sudah menampakkan diri. Siapa yang mengutusmu? [Xu] Pendatang 20-an orang
Yang memimpin. Huxiao? Huxiao? Huxiao yang sudah lama menetap di pasar gelap dan dalam daftar pencarian teratas? Apa informasi ini benar? Tuan. Menghadapi Huxiao, berapa peluang kita akan menang? Huxiao! Dari seni bela diri, dia adalah yang terhebat di dunia. Orang ini berhati jahat, bertindak keji, telah melukai banyak orang.
Dia dalam posisi pencarian teratas di pasar gelap, bertahan selama 10 tahun. Bahkan mantan komandan kalian, juga mati karena dibunuhnya. Hanya kalian saja? Berapa peluang untuk menang? Tuan, di kantor penghubung hanya ada besi rongsokan. Jangankan arah dan ketepatannya, jika panah ditembakkan dan tidak mengenai kaki kita, itu sudah sangat beruntung. Bagaimana ini?
Kita sudah melakukan sebisa kita. Sisanya, hanya bisa menunggu. Coba lihat lagi apa yang bisa digunakan. Tuan Shen. Ada apa dengan mereka? Apa yang terjadi? Tidak ada. Tuan Putri tak perlu khawatir. Keluar. Ini aku. Salam untuk Tuan Muda. Baik. Kamu memang orang berbakat didikan Keluarga Lu selama bertahun-tahun. Sangat tepat waktu.
Kami diperintahkan Tuan Muda Lu untuk membunuh Yun Yi sebelum dia masuk Ibu Kota. Tuan Shen, ayo kita coba. – Ini seperti ini ya? – Aku saja. Tidak bisa begini. Bodoh sekali, aku saja yang ukur. Hati-hati. Yang ini bagus. Yang ini boleh juga. Kubantu. – Jahit lebih teliti. – Warna ini jelek. Baik.
Begini bisa tidak? Kurang lebih, ayo kita bandingkan. Baik, baik, ini saja. Ini saja. Ini. Ini saja. Ini? Motif ini lebih bagus. Baik, baik. Lalu, potong di sini. Tuan Putri sungguh berniat. Apa maksud Tuan Shen? Berkat kecerdikanmu, kamu membangkitkan semangat mereka. Aku tidak sehebat itu. Hati setiap orang tua sama. Takut Shen kami… Yan,
Kedinginan. Mirip itu juga. Dia ini. Mari, mari. Aku saja. Mari, mari. Lihatlah, dia pakai ikat pinggang. Begitu pakai ikat pinggang, auranya langsung jadi mirip Tuan Shen. Ke mana Tuan pergi? Ayo kita ikut pergi melihat. Ayo, ayo. Tuan. Malam ini, kamu pasti bisa mengatasinya, benar? Aku tidak tahu. Tapi, aku ingin Tuan Putri
Berjanji padaku tentang sesuatu. Katakanlah. Nanti setelah kembali ke kamar, kamu dan Lingbi kuncilah pintu dan jendela. Tanpa perintahku, jangan keluar meski dunia luar runtuh. Baik.