【FULL】See You Tomorrow [EP1]【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [See You Tomorrow] [See You Tomorrow] Sebelumnya perkenalkan, namaku Ding Liaoliao, merupakan salah satu produser baru yang bertugas sebagai header Jiangxia Wide Angle dalam platform DT. Aku memiliki seorang adik, namanya Ding Man. Dia ini bagus dalam segala hal, hanya saja otaknya itu tidak gesit. Benar, benar.

Di dunia ini hanya Ding Liaoliao yang terhebat dan terunggul. Puas? Tunggu saat kalian menayangkannya, bisa tidak jangan bilang kalau kita ini kakak beradik? Sangat memalukan. Sewa bersama? Sebenarnya pamanku yang membeli rumah ini. Dia sedang melakukan penelitian di luar negeri. Rumah sebesar ini sayang juga dibiarkan kosong begitu saja.

Jadi, aku dan Ding Man tinggal di rumah ini, agar menambah hawa manusia untuk rumah ini. Akan tetapi, belakangan ini kita kedatangan dua penyewa baru. Pertama yang datang merupakan profesor kedokteran, teman pamanku. Namanya Jiang Kan. Namun, sepertinya kalian tidak akan bisa mendapatkan apa pun darinya. Aku Lian Geyao,

Pembawa acara yang baru saja bergabung dengan Jiangxia Wide Angle. Kamu bertanya padaku rasanya tinggal bersama? Sebenarnya, rasanya sedikit canggung. Bagaimanapun, ini pertama kalinya aku tinggal bersama lawan jenis selain dari keluargaku sendiri. Setiap hari harus berpapasan dengannya, pasti ada rasa sedikit canggung. Selain itu, Profesor Jiang jarang sekali berbicara. Sungguh, sudah sebesar ini,

Aku belum pernah bertemu orang yang jarang berbicara sepertinya. Tentu saja aku merasa senang. Kenapa? Coba kamu tebak. Intinya sampai sekarang ini, aku cukup puas dengan kehidupan sosial seperti ini. Tentu saja kamu harus bertanya padanya apakah dia puas atau tidak. Maaf, waktu sudah habis. Kalau begitu, sampai jumpa besok. Sampai jumpa besok.

Sampai jumpa besok. Sampai jumpa besok. [See You Tomorrow] [Episode 1] [Tinggal Bersama Raja Iblis] [Jiang Kan] Foto profilnya pun tidak ada. Bahkan beranda sosmednya pun kosong. Pria ini terlalu misterius. Beberapa kali mengirimkan pesan, dia hanya membalas satu kata, Oke. Kalau begitu, ayo kita beranikan diri menganalisa. Penyewa baru ini merupakan teman paman.

Jadi, diperkirakan usianya sekitar 40-an tahun. Dia merupakan lulusan doktor farmasi. Kedatangannya ke Jiangxia kali ini karena diundang sebagai penasihat dalam proyek bisnis obat. Tidak usah dipikirkan lagi. Kepribadiannya sudah pasti sangat waspada dan kaku. Mungkin saja… Sedikit keras kepala. Kamu jemput. Tidak ada yang bisa dibicarakan dengannya. Kalau begitu, jarakku jauh lebih besar, oke?

Tidak mau. Bicara apa kamu, semasa kamu kecil apakah aku tidak cukup baik? Sana, sana. Aturan lama, batu, gunting, kertas. Batu, gunting, kertas. Halo, Profesor Jiang. Aku sekarang dalam perjalanan menuju bandara. Mohon segera menghubungiku saat Anda sudah mendarat. Terima kasih. Namun saat ini sedikit macet, mungkin aku akan telat setengah jam.

Silakan Anda cari tempat untuk beristirahat sebentar. [Mobil Hotel] [Titik Penjemputan Sementara] Tuan Jiang, aku sudah sampai di bandara. Anda ada di mana sekarang? Apa warna baju Anda? Aku akan menjemputmu. Atasan dan celana hitam. Kirimkan nomor pemberhentian, aku datang menghampirimu saja. Cepat sekali? Tuan Jiang, di sini. Halo, permisi apakah Anda Tuan “Jiang”?

Benar, aku Tuan “Jiang”. Lahan parkir Anda lumayan besar, akan tetapi simbolnya terlalu kecil, sungguh payah sekali mencarinya. Sudah merepotkanmu Tuan “Jiang”. Lagi pula, perhitungan waktumu ini tidak tepat. Aku lihat banyak sekali orang yang membawa mobilnya langsung ke depan pintu lobi utama. Sungguh maaf sekali. Hari ini jalanan sungguh macet sekali. Aku… Sudah.

Aku hanya ingin mengingatkanmu saja kalau waktu itu penting sekali. Ya, ya. Orang seperti kalian ini, jika terus saja terlambat, tamu lainnya pasti akan melaporkan kalian. La…lapor? Jadi, ini mobilmu? Ya benar. Sebentar. Mobil yang aku pesan itu seharusnya adalah mobil bisnis. Apa maksudmu mobil bisnis? Sudah kuduga kalian para pemandu lokal

Saat di internet membuat banyak janji manis, begitu bertemu langsung memberi diskon. Aku beri tahu kamu, mobilnya wajib mobil bisnis. Hotelnya harus bintang lima, kalau tidak aku takkan menempatinya. Bagaimana kamu akan mengembalikan waktuku yang sudah terbuang ini? – Ding Liaoliao. – Apakah kamu salah? Kamu… kamu adalah… Jiang Kan.

♫ Kelap-kelip langit berbintang di gelapnya malam ♫ ♫ Seperti senyuman di wajahmu ♫ ♫ Bercanda bersamamu ♫ ♫ Jalanan yang tidak asing ♫ Fokus berkendara. ♫ Mata yang menggoda membuatku tergila-gila ♫ ♫ Di detik kita berjumpa ♫ Itu, Profesor Jiang. Hari ini sungguh minta maaf. ♫ Cinta mendominasi detak jantungku ♫

Tidak hanya membuatmu menunggu lama, aku salah mengenali orang lagi. Masalahnya adalah pamanku bilang kalau kamu ini temannya. ♫ Tidak tahan ingin mendekati dirimu ♫ Jadi aku pikir teman Paman pastinya sudah berusia 40-an tahun. ♫ Gedung tinggi mana pun selalu saja berdesak-desakan ♫ Tidak apa-apa. ♫ Ramainya jalan membuat orang terpaku dengannya ♫

Jadi, Profesor Jiang, ♫ Jangan kamu ragukan cintaku padamu ♫ apakah Anda datang ke Jiangxia sendirian untuk menyelesaikan proyek? Apakah ada orang yang kamu kenal? ♫ Pelan-pelan tangan ini mendekatkan jarak antara kita ♫ Bagaimana kalau aku lain kali membawamu jalan-jalan? Ada orang yang kukenal. ♫ Gadis tercintaku ♫

♫ Karena aku tidak akan meninggalkanmu ♫ Tidak usah. ♫ Cintaku tidak akan ada batasannya ♫ Begitu ya. ♫ Tidak perlu ada alasan untuk menggandengmu ♫ Bagaimana meneruskan perbincangan ini lagi? Putar lagu saja untuk mencairkan suasana. ♫ Tidak perlu ada alasan untuk mencintaimu ♫ [1620] Profesor Jiang, silakan masuk.

Anda pakai yang ini saja, baru. Ayo beri salam. Untuk apa berdiam di sana? Profesor Jiang. Ini adikku, Ding Man. Halo. Halo, halo. Profesor Jiang, aku membawamu melihat-lihat rumah. Bantu Profesor Jiang membawa kopernya. Berikan saja padaku. Menyuruhmu menjemput teman paman, dari mana kamu mendapatkan kakak ipar setampan dan semuda ini? Serius sedikit.

Profesor Jiang, sebelah sini. Dapur kita model setengah terbuka, sehingga lebih praktis. Peralatannya bisa dibilang cukup lengkap. Kamu bisa langsung pakai. Kemudian kulkas ini, bagian atas ini lemari es, bawahnya untuk makanan beku, sangatlah efisien. Untuk dapur kira-kira seperti ini. Kita lihat ruang tamu. Kalau ruang tamu, biasanya khusus meletakkan tanaman hijau.

Jika dipikir-pikir ada baiknya juga untuk kesehatan. Kamu lihat televisi ini, layarnya ini HD, gambar 4K. Ding Liaoliao, apakah kamu ini agen properti? Dari tadi membicarakan hal tidak penting. Profesor Jiang, kamu jangan keberatan. Kakakku memang begitu, sangat cerewet. Pergi panaskan makanan. Atas dasar apa? Satu, dua… Untuk ruang tamu, seperti itulah gambarannya.

Mari kita lihat kamar. Semua perabotan dibeli paman sebelumnya. Kualitasnya sangat bagus. Aku dan Ding Man juga membersihkannya secara berkala. Terima kasih. Sama-sama. Jika kamu tidak melihat buku ini, boleh mengeluarkannya dan menggantinya dengan bukumu. Profesor Jiang, empat set yang barusan dibeli ini sudah dicuci bersih baru dipasangkan, tidak usah diganti.

Barang pribadi wajib pakai punya sendiri. Kemudian, di atas jam 8 malam tidak makan lagi, sebelum jam 7 pagi harus lari pagi. Setiap minggu akan desinfektan ruangan sekali. Sungguh penuh perhitungan sekali. Mungkin saja itu kebiasaan profesionalnya. Akan tetapi, teman sekamarmu ini memang sangat hebat. 28 tahun, lulusan doktor jurusan farmasi Universitas Qinghua.

Kemudian, pernah melakukan penelitian di luar negeri. Luar biasa. Lumayan. Bagaimana tampangnya? Tampan tidak? Tampan. Tidak tampan, ini bukan poin utamanya. Lalu, apa poin utamanya? Rasanya orang ini sulit sekali diajak bersosialisasi. Sudahlah, percayalah padaku, orang seperti kamu yang suka makan BBQ, minum teh susu, dan juga suka makanan ringan, maka cara terbaik berhubungan

Dengan profesor farmasi adalah kurangi bicara. Mudah ditaklukkan oleh idiot? Bukan. Lebih jelas memahami karsinogen yang masuk ke tubuh secara berlebihan, akan ada perasaan di mana sudah terkena kanker di usia muda. Ayo ke ruang editing. Mengawasi merupakan pekerjaan yang menggembirakan. Halo teman-temanku semua. Semuanya sedang sibuk? Bagaimana proses menyuntingnya? Sudah sampai mana? Sedang disunting.

Masih ada 10 menit lagi. Pembawa Berita Lian. Kabarnya, Pembawa Berita Lian akan dipindahkan ke bagian acara kita. Tidak tahu kapan baru bisa bertemu. Mudah menyuntingnya, bukan? Bicara apa kamu ini? Apa maksudmu mudah menyuntingnya? Bagian Pembawa Berita Lian sama sekali tidak perlu disunting. Acara episode sebelumnya sudah diproduksi belum? Aku…

Kalian berdua juga di sini? Halo Kak Dou. Kita juga datang mengejar proses, alasan utamanya adalah takut Jiang nanti menunda stadium akhir kanker. Sedang apa kamu ini? Aku ini sedang menyunting cuplikan tahu. Kak Dou, ini… Oh, lupa memperkenalkannya. Hu Jiaying. Orang yang menempati urutan pertama dalam ujian dan ditempatkan di pihak acara kita.

Kelak, dia merupakan produser baru acara kita. Semuanya saling membantu. Pertama kali bertemu, panggil aku Jiaying saja. Merupakan sebuah kebanggaan bisa bergabung dengan Jiangxia Wide Angle. Semoga kelak bisa belajar lebih banyak lagi dari kalian, bisa bekerja dengan baik. Selamat datang. Selamat datang. Selamat datang. Aku membawa kukis yang kubuat sendiri. Semuanya sudah lelah seharian,

Makanlah sesuatu untuk merilekskan diri. Terima kasih, panggil aku Shi Yang saja. Terima kasih Ding Liaoliao. Reporter lapangan ini cukup mengerti cara berbicara. Logikanya juga sangat jelas, tampilannya juga sangat cantik. Dengan kemampuan seperti ini, bahkan untuk debut langsung juga tidak jadi masalah. Siapa namanya? Apakah kalian tadi melihatnya? Tidak memperhatikannya tadi.

Coba aku putar kembali. Senior. Senior. Makanan sudah datang, Senior. Senior, bukankah kamu suka menonton berita? Apakah kamu pernah melihat Jiangxia Wide Angle? Apakah kamu tahu nama nona reporter dalam acara yang dimaksud tadi? Dia setiap kali… Ding Liaoliao. Memang seorang pecinta berita. Kita tinggal bersama. Dia adalah pemilik rumahku. Benarkah, Senior?

Betapa bahagianya dirimu ini! Tipe gadis seperti Kak Liaoliao ini, cantik, menyenangkan dan pintar, suaranya juga merdu, kamu sungguh tinggal bersama dengan seorang Dewi. Kenapa aku merasa dia tidak pintar? Bersiap! Satu. Perhatikan gerakannya, dua. Keren, keren sekali. Satu. Sudah. Latihan hari ini cukup sampai di sini, pulang. Sampai jumpa Kak Ding Man.

Akan tetapi, aku masih belum siap. [Olahraga Terbaik][Tim Olahraga Terbaik] Ayo. Pelatih Wang. Hari ini aku membawa mobil Kakakku, sudah waktunya untuk menjemputnya. Baiklah. Ada aku di sini, kamu lakukan kesibukanmu saja. Baik, terima kasih. Oke, sampai jumpa. Ayo cepat, cepat pergi. Cepat pergi. Bubar, bubar. Setiap hari lebih tepat waktu dari anak-anak.

Kamu yakin ini dibuat oleh rekan kerjamu sendiri? Kenapa aromanya sama persis dengan Paris Bakery? Rasanya manis-manis. Kamu paham apa? Hu Jiaying sudah bilang hobi terbesarnya adalah memanggang dan baking. Terlalu sering membuat, aromanya sudah pasti hampir sama seperti yang dijual toko-toko. Intinya, kudapan sore pihak acara kami menjadi tanggung jawabnya. Kamu iri saja.

Kalau begitu, aku harus lebih awal menasihatinya untuk menyiapkan obat diabetes kepada kalian. Kenapa EQ-mu begitu mengharukan? Sudah begitu lama masih tidak punya pacar, kamu seharusnya sudah memprediksinya. Aku tidak punya pacar karena masih belum menemukan tipe yang tepat. Seperti rekanmu yang begitu manja, bukanlah tipeku. Tipe gadisku itu harus keren dan berpendirian.

Harus berkarakter namun tidak sembrono. Sebaiknya yang bisa bersikap dingin. Jangan seharian merajuk saja. Lalu, aku tidak suka gadis yang berpakaian serba pink dan berbunga-bunga. Serba hitam baru merupakan tipe idealku. Ding Man, Ding Man. Itu pacar idamanmu, tipe idealmu. Keren, berpendirian, juga bersikap dingin. Tipe ideal ini, apakah kamu puas? Sungguh terima kasih padamu.

♫ Peluk, peluk dirimu ♫ ♫ Ingin sekali mendekatimu ♫ Profesor Jiang, sudah pulang? ♫ Peluk, peluk dirimu ♫ Mari pulang bersama. ♫ Mendengar suara nafasmu ♫ ♫ Selalu saja teringat dengan temperamen anehmu ♫ ♫ Tetap saja ingin mendekatimu, aku sangat menyukaimu ♫ ♫ Peluk, peluk dirimu ♫ ♫ Ingin sekali mendekatimu ♫

♫ Peluk, peluk dirimu ♫ ♫ Mendengar suara nafasmu ♫ ♫ Selalu saja teringat dengan temperamen anehmu ♫ About Time atau Love Actually? ♫ Tetap saja ingin mendekatimu, aku sangat menyukaimu ♫ Love Actually. Baiklah. [Ayam goreng utuh] Kita berdua makan ayam sambil menonton film tidak memanggil Profesor Jiang, rasanya tidak terlalu baik? Benar juga.

Namun, aku prediksi dia tidak mungkin akan bergabung. Ini film romantis. Dia seharusnya lebih suka film yang lebih berkelas. Dia itu profesor. Mana mungkin sama seperti kita. Masuk akal juga. Namun, kelak saat memuji orang lain berkelas, bisakah jangan menyeret kita berdua seolah kita begitu rendah? Untuk apa memikirkan hal ini?

Kalau begitu, kamu cobalah basa-basi dengannya. Lagi pula, dia juga tidak akan kemari. Profesor Jiang, mau tidak menonton film bersama? Aku terlalu mengantuk, tidur dulu. Jangan, baru jam berapa ini? Dia biasanya begadang sampai tengah malam. Hari ini malah tidur begitu awal. Sebenarnya juga sudah malam. Itu, Profesor Jiang, aku lihat pola hidupmu cukup teratur.

Apakah kalian yang menekuni bidang kedokteran semuanya sangat sehat? Maksudmu dari aspek mana? Bebas dari aspek mana pun. Memangnya ada aspek apa saja? Hal yang mempengaruhi kesehatan ada beberapa faktor. Gaya hidup, pengobatan, turunan, bahkan cuaca. Tidak perlu seserius itu. Lampu kamarmu selalu hidup sampai larut malam. Itu karena kamu tidak tahu.

Saat kami para pers mulai bekerja, tidak akan mengenal waktu lagi. Inspirasi malam lebih banyak, aku tidak bisa tidur jika terlalu awal. Tidak masalah jika itu jangka pendek, namun jika diteruskan, maka akan berefek pada otak. Istirahatlah lebih awal. Istirahat lebih awal mungkin lebih berguna daripada kenari. Selamat malam. Maksudnya, aku ini perlu menutrisi otakku?

Sudut ini sudah oke. Oh ya, bagaimana kalau SD cadangan dikeluarkan saja? Apakah kita tidak merekamnya di depan? Di sini jauh sekali. Apakah bisa terekam jelas? Berdiri di depan hanya akan menghalangi pandangan murid. Dari sini saja sudah cukup. Itu jangan disentuh. [Panasonic] Maaf, aku tidak terlalu mengerti.

Hu pertama kali mengikuti pengambilan gambar di lapangan, bukan? Wajar jika memiliki rasa penasaran. Ini merupakan sikap antusiasme terhadap pekerjaan. Patut dipuji. [Simposium Topik Khusus Persiapan Farmasi] Maaf, Ketua Dou. Aku merasa hanya aku yang tidak melakukan apa-apa, juga tidak bisa membantu apa pun. Tidak apa-apa. Oh ya, Jiaying, saat aku baru pertama kali keluar,

Aku lebih panik dari saat ini. Kali ini keluar, pada dasarnya memang untuk belajar, kamu jangan terlalu berpikir banyak. Bagaimana kalau aku pergi membelikan air untuk semua? Sekarang cuaca panas, kalian semua pasti sudah haus. Ketua Dou. Kalau begitu, merepotkan sekali. Tidak apa-apa. Liaoliao, kalian mau minum apa kirimkan saja pesan padaku.

Kamu… kamu tidak apa-apa? Sebaiknya aku saja yang pergi membeli. Tidak sempat lagi, sudah mau telat. Emosian sekali. Cepat, cepat sedikit. Kenapa dia ada di sini? Jangan melihatku, jangan melihatku. Ding Liaoliao. Kebetulan sekali, Profesor Jiang. Itu, apakah kamu juga datang mendengar seminarnya? Aku… Ternyata belajar itu tidak ada batasannya. Profesor Jiang sudah begitu hebat,

Masih datang mendengarkan materi. Laporan kali ini merupakan sosok agung yang diundang khusus oleh fakultas kedokteran untuk memberikan materi. Nanti kamu harus ingat membuat catatan. Benarkah? Rekan Direktur pihak acara kami bahkan mengutus 6 orang datang kemari. Susah sekali untuk bicara. Bagaimana harus meneruskan perbincangan ini? Data yang diperlukan untuk laporan? Baiklah, aku akan mengambilnya.

Maaf Profesor Jiang, aku masih ada urusan. Pamit duluan. Kamu dengarkan kelas dengan baik, semangat. Terima kasih. Terima kasih. Sama-sama. [Simposium Topik Khusus Persiapan Farmasi Tahun 2020] Permisi, apakah benar ini tempat untuk mengambil datanya? Benar, silakan masuk. [Simposium Topik Khusus Persiapan Farmasi Tahun 2020] Tunggu sebentar. Ini baru saja dicetak. Masih belum dipisahkan.

Tidak mendesak, sudah merepotkanmu. Minumlah sedikit air. Terima kasih. Ding Liaoliao? Anda mengenaliku? Benar. Aku pernah melihat Jiangxia Wide Angle kalian. Kemudian, Jiang Kan merupakan seniorku. Namaku Juzi, datang kemari dari Qingshui untuk melakukan penelitian bersama dengannya. Kamu… Sudah merepotkanmu, Kak Liaoliao. Sungguh tidak gampang untuk membuat sebuah acara.

Namun, lebih sulit lagi untuk bisa tinggal bersama iblis. Awalnya aku masih ingin mengirim pesan pribadi padamu lewat Weibo. Sungguh tidak disangka aku bisa bertemu seseorang yang begitu memahamiku di sini. Sebenarnya, setiap kali aku bersama dengan Jiang Kan, rasanya ada puluhan gagak terbang mengelilingi kepalaku, terus berputar sambil “koak”, sungguh sangat canggung. Benar.

Selain itu, setiap kali pandangan senior kemari, bisa membuatku langsung merinding. Sama seperti bayangan hitam di Detektif Conan, datang dan pergi begitu saja. Sering… Sering keluar menakutimu, benar ‘kan? Aku juga merasa seperti itu. Intinya aku merasa tempat di mana ada Jiang Kan, maka sekitaran 10 mil akan terasa hampa. Kak Liaoliao. Itu… Senior. [2020]

[Simposium Topik Khusus Persiapan Farmasi] Sebagai guru dari Universitas Xihua, aku sangat bangga bisa mengikuti seminar profesional kali ini. Liaoliao. Bagi kami semua… Liaoliao. Ada apa? Apakah kamu tahu Profesor Wang masih memiliki satu murid kebanggaan? Nama tidak tahu, tapi kabarnya sangat hebat. Barusan aku mendengar beberapa gadis mengatakan sepertinya tampangnya keren.

Dalam kesempatan kali ini, aku ingin memperkenalkan murid kebanggaanku kepada kalian semua… Bisa saja itu merupakan ilusi semata dari tampangnya yang tampak cerdas. Beberapa waktu lalu baru saja dipindahtugaskan ke Jiangxia, Profesor Universitas Xihua, Jiang Kan. [Simposium Topik Khusus Persiapan Farmasi] ♫ Kelap-kelip langit berbintang di gelapnya malam ♫ ♫ Seperti senyuman di wajahmu ♫

♫ Bercanda bersamamu ♫ ♫ Jalanan yang tidak asing ♫ ♫ Mata yang menggoda membuatku tergila-gila ♫ ♫ Di detik kita berjumpa ♫ ♫ Cinta mendominasi detak jantungku ♫ [See You Tomorrow]