【FULL】Poisoned Love 【EP7】Badai Serbuk Panas Berduri pada tahun 1982【INDO SUB】iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Poisoned Love] [Episode 7] Tunggu. [Dia menganggapmu teman baik,] [tetapi kau membiarkan Ang Sa mengotori harmonikanya.] [Sekarang kau ingin meminta sesuatu darinya.] [Bagaimana aku melakukan ini?] Shi Yi, Ang Sa tak sengaja mengotori harmonika yang kau berikan kepadaku. Namun, itu tidak disengaja… Itu canggung. Ang Sa mengotori harmonikamu. Lalu, aku…
Aku harus memberitahunya apa itu Ang Sa? Tidak bisa. Lupakan. Itu terlalu merepotkan. Apa yang kau pikirkan? Tidak ada. Terima kasih. Ini… Bulu Ang Sa. Ang Sa? Ang Sa adalah hewan peliharaan Wei Lin. Seekor angsa… salju. Ia membantuku memahami peranku. Namun, ia angsa yang sangat nakal, selalu merusak barang. Bahkan… Lupakan. Itu tidak penting.
Lupakan saja. Tunggu aku di sini. Halo, di mana sutradara itu? [Dia pergi setelah kau pergi.] Dia pergi? Tak apa jika harmonikanya kotor. Jangan menghukum Ang Sa. Bagaimanapun, ia bertanggung jawab… membantumu memahami peranmu. Aku… Aku sangat berterima kasih. Jangan khawatir, aku akan… merawat baik-baik yang satu ini. Aku berjanji. – Baik. – Aku pamit.
– Halo. – [Fang Yan,] [kudengar sutradara itu berhenti.] Sutradara itu berhenti? Hao Ying Jun. Di mana dia biasanya menghabiskan waktunya? Kirimkan lokasinya kepadaku. Baik. Pergantian sutradara sebelum syuting… biasa terjadi. Sebuah film adalah karya seluruh kru. Meskipun sutradaranya diganti, syutingnya masih bisa berlanjut. Jangan khawatir. Aku yakin kau telah memahami karakternya sepenuhnya.
Lalu, dengan kemampuan sepertimu, sutradara mana pun akan menyukai penampilanmu. Hanya saja… kurasa sutradaranya pasti merasa tidak enak. [Kita harus bagaimana?] [Tuan Gu sudah memberi kita peringatan terakhir.] [Jika sutradara itu tidak datang,] [ini berakhir.] [Bioskop CMK] Jangan khawatir. Aku takkan membiarkan sponsornya campur tangan dengan kontennya. Dia produsernya. Mungkinkah dia yang memecat sutradara itu?
[Aku sudah tahu.] [Sutradara itu bersembunyi dari kita.] [Bahkan Tn. Shi tidak berhasil menemukannya…] [setelah mencarinya seharian.] Dia mencarinya? Berarti dia tidak memecatnya. Apakah dia lepas kendali karena gangguan bipolar? Mungkinkah dia terlalu lama berada di dalam ruangan ? [Hai, nomor yang Anda tuju tidak tersedia.] Sudah kuduga kau ada di sini. Akhirnya aku menemukanmu.
Fang Yan. Kenapa kau menonaktifkan pengukur desibelnya? Aku mematikannya untuk bermain gim… dengan sutradara itu. Sutradara itu? Aku telah mencari… di delapan permainan berbeda… sebelum akhirnya menemukannya. Ulur waktu. Cari tahu keberadaannya. Cepat. Kawan, kau ada di sana? Kau pemain yang hebat. [Kau juga hebat, Cantik.] [Omong-omong, siapa kau?] [Kau tidak mengubah profilmu.] Aku Fang…
Xiao Fang. Xiao Fang. [Xiao Fang?] Ya. Sutradara, kau melupakanku lagi? Ini memang… dunia yang kejam. Orang biasa sepertiku… akan dilupakan… meskipun aku hilang. [Xiao Fang.] [Tentu saja aku mengingatmu.] [Namun,] [kenapa kau ingin menghilang?] Aku… Karena… aku punya… sebuah penyakit. [Kalau begitu, sembuhkanlah.] [Jangan putus asa.] Ya, tidak perlu putus asa. Beberapa penyakit…
Bisa diobati. Namun, beberapa penyakit lain… akan diejek oleh orang-orang. Selama ini, karena penyakit ini, aku harus berhati-hati. Apakah kau tahu… rasanya kehilangan dan tidak berdaya? Rasanya seperti… seluruh dunia tidak memahamimu. Kehidupan seperti itu… tidak ada artinya. [Orang-orang juga tak memahamiku.] [Aku juga seorang pecundang…] [yang dikalahkan oleh kesulitan.] [Namun, jangan terlalu bersedih.]
– Stasiun kereta. – Stasiun kereta? [Ya, aku ada di stasiun kereta,] [dalam perjalanan pulang ke kampung halamanku.] [Keretaku akan datang satu jam lagi.] [Xiao Fang,] [di mana ada kehidupan…] – Mari kita pergi ke stasiun kereta. – Baik. Mari kita mengambil jalan pintas. Pak, bisa pindahkan mobilmu? Kau tak lihat aku sedang sibuk?
Ada mobil di belakang. Turun. – Cepat. – Baik. Ada apa? Kurasa pergelangan kakiku terkilir. Aduh. – Aku akan menggendongmu. – Tidak usah. Pergilah sekarang, kita hampir kehabisan waktu. – Cepat. – Aku akan menelepon Zuo Yao. Pergilah dan cari sutradara itu. Kau ingin aku tetap berjongkok? – Tidak. – Ayo. Ayo. Satu, dua, tiga.
Aku penasaran bagaimana keadaan sutradara itu sekarang. Apakah hal yang kau katakan kepada sutradara itu benar? Maksudmu tentang penyakitku? Aku sudah terbiasa dengan itu. Itu tidak membuatku sedih. Aku hanya berharap kita bisa menemukannya lebih cepat. Dia cukup baik kepadaku. Dia pasti mau menjadikanku pemain pengganti di “Dewi Danau”.
Karena itulah kita hanya perlu bekerja keras. Jangan terlalu peduli dengan hasilnya… atau melakukan sesuatu yang akan kita sesali. Sepertinya peran itu… sangat berarti bagimu. Telingamu menjadi merah. Kau kepanasan? Aku akan mengipasimu. Jangan bergerak. Sekarang warnanya makin merah. Itu terlalu dingin. Maaf. Sebentar. Sudah lebih hangat? Taksi! Cepat. Taksi! Berhenti! Turunkan aku.
– Ayo. – Ayo. Pelan-pelan. Hati-hati. Pak, pergi ke… – Stasiun kereta. – Stasiun kereta. Baik. Bisakah kau lebih cepat? [Stasiun Kereta Suzhou Utara, Kedatangan] Ayo. – Pergelangan kakimu baik-baik saja? – Aku tak apa. Jangan pedulikan aku. Pergi saja. Kemari. Ayo. Tuan Shi. Kenapa kau ada di sini? – Fang… – Sutradara.
Aku Xiao Fang. Tuan Shi. Itu tercela. Tega sekali kau mengkhianati perasaanku. Perasaan apa? Perasaan keadilan. Perasaan kakak kepada adiknya. Yang jelas bukan perasaan romantis. Cukup. Ayo. Setiap kali kita minum di sini, kita hanya membahas “Kisah Dunia Air”. Karena kau hanya peduli dengan film itu. Selain itu, kita berdua laki-laki.
Apa lagi yang bisa kita bicarakan? Cinta? Kau tahu kenapa aku memilihmu? Aku baru di industri film. Uang muda. Mungkin karena aku mendengarkanmu. Sekarang sudah tidak… karena aku menolak penempatan produk. Aku akan dipecat. Aku benar-benar akan memecatmu… jika kau telah berkompromi. Kenapa kita membuat film? Apakah untuk uang? Ada banyak cara untuk menghasilkan uang.
Itu karena kau berpendirian. Kau ingin mengekspresikan dirimu, dan kau mau berbagi dengan penontonmu. “Kisah Dunia Air” adalah dunia magis. Namun, dunia magis… menunjukkan kepedulian di antara manusia. Lalu, untuk membahas ini, kita butuh orang bodoh… yang percaya pada idealisme. Kau pikir aku akan melepasmu? Orang bodoh yang percaya pada idealisme? Jika aku menolak sponsornya,
Kau akan bilang apa kepadanya? Dia bisa menarik investasinya. Aku akan menggantikannya. [Dia berwajah datar, tapi berhati emas.] Tuan Shi. Untuk orang bodoh. Untuk orang bodoh. – Sutradara. – Kau baik-baik saja? Kau baik-baik saja? Xiao Fang. Kalian berdua… benar-benar hebat. Itu pertunjukan yang bagus. Kau bahkan menipuku, seorang sutradara. Ratu Drama.
Tubuhku lemah di usia muda. Jadi, kubayangkan suara-suara berbeda berbicara di sampingku. Seperti SpongeBob. Crayon Shinchan. Suatu hari aku menyadari… suaraku bisa membawa kegembiraan bagi orang-orang di sekitarku. Karena itulah aku menjadi Ratu Drama. – Kembali ke urusan. – Itu dia. Itu bagus. Bersulang. Sutradara, minumlah air madu. Kenapa kau masih di sini?
– Aku… – Tidurlah. Hei. Kalian tinggal bersama? Tidak. – Kami Hanya… – Ya. Kami tinggal bersama. Kau menyembunyikan seorang wanita di rumahmu, ya? Tidak. Jangan tertawa, Sutradara. Itu tidak benar. Sutradara, jangan tidur di sini. Jangan tidur di sini. Sofa yang bagus. Nyaman. Ini merek Meichen. Meichen? Aku akan mengambilkan air madu lagi untukmu.
Astaga. Kau berat. Tuan… Tuan… Tuan Shi. Jangan bergerak. [Aku takkan pernah…] [bekerja dengan orang sepertimu.] [Kau punya waktu satu menit.] [Pergilah…] [dengan angsamu sekarang.] [Tuan Shi, Ang Sa dan aku…] [Lima ribu?] [Kau tak perlu membayar RMB10.000.] Cobalah merundungku lagi. Aku menantangmu. Kau lihat apa? Tidak ada. Akhirnya. Kakiku mati rasa. Kau mabuk juga?
Dasar pamer. [Sudah lebih hangat?] Ia sebenarnya menggemaskan. Ayo. Lebih cepat, jalannya menurun. Pasti kehidupanmu juga berat, harus melakukan ini setiap hari. Kalau begitu, kau saja. Tidak. Itu bukan anakku. Jalan. Ayo. Apa itu angsa? Menggemaskan. Bolehkah aku berfoto dengannya? Aku akan melakukannya. Satu, dua, tiga. Lihat, angsanya memakai syal. Menggemaskan.
Kau lihat syal Shi Yi? Itu topik hangat sekarang. Syalnya sangat populer belakangan ini. Kau juga memakainya kemarin. Ayo. Tidak dikunci. Rasa penasaran bisa memberi masalah. Jangan penasaran. Jangan penasaran. Ang Sa. Dari semua tempat, kenapa bulumu harus terbang ke ruangan ini? Saat iblis itu kembali, kau akan mendapat masalah. Aku akan membersihkan bulunya.
Ang Sa, aku akan menyelamatkanmu. Aku akan menyelamatkanmu. Hanya beberapa barang lama. Namun, dia membuatnya terdengar misterius. Angsa kecil. Jangan sentuh apa pun. Jangan membuat masalah. Bersihkan kamarnya dan pergi. Astaga. Kenapa ada rak rusak di sini? Dasar orang kaya pelit. Lebih baik aku membeli yang baru. Jika iblis berwajah dingin itu tertimpa benda ini…
Jalan. Ang Sa. Kau pulang. Di mana sutradara itu? Menurut dia, masakanmu tidak enak. Jadi, dia bilang ingin pergi ke kantor. Dia belum mencoba apa-apa. Kenapa dia bilang tidak enak? Omong-omong, apakah Ang Sa bersikap baik hari ini? Apakah ia harus tetap di kandang… jika aku ingin membawanya pergi? Kau mau membawanya ke mana?
Ke studio Shi Yi. Dia bilang akan menggunakan… suara binatang di lagu tema barunya. Bukankah itu hebat? Aku berjanji membawa Ang Sa ke sana agar dia bisa mendapat tambahan suara. Ang Sa tak bisa pergi. Ia terkena diare. Diare? Apakah parah? Perlukah dibawa ke dokter? Tidak, ia hanya perlu istirahat di rumah.
Lalu, kau ingin makan lagi? Tidak, rasanya tidak enak. Kau… Jangan marah… atau kau akan tersiksa sendiri. Maafkan saja orang sakit itu. Kau tidak bodoh, ‘kan? Diare? Namun, bukankah kotoran Ang Sa selalu berair? Omong-omong, kau tidak bisa pergi ke studio Shi Yi hari ini. Kenapa? Ada audisi “Dewi Danau” pukul 14.00. Siang ini?
Pukul 14.00? Astaga. Ang Sa. Ayo, selamatkan aku. Ang Sa! Ang Sa, aku mengandalkanmu. Mari kita mulai. Aku di sini sekarang. Bukankah kau ingin mengatakan sesuatu? Bukankah kau punya pertanyaan untukku? Haruskah aku bertanya sendiri? Apakah kau… mencintaiku? Kenapa wajahmu seperti itu? Jawab aku. Suaraku buruk, ya? Menurutku juga begitu. Bagaimana ini?
Tidak apa-apa. Coba lagi. Baik, tenang. Aku di sini sekarang. Bukankah kau ingin mengatakan sesuatu? Dasar penggemar bodoh. Fang Yan! Dia tahu. Gawat. Apakah dia akan meminta uang lagi? Ang Sa, dengarkan. Kalaupun aku tunawisma, aku takkan meninggalkanmu. Beri aku kekuatan dan keberanian. – Bagus. – Fang Yan! Aku bisa menjelaskan. Aku tidak sengaja.
Saat aku sedang membersihkan, kulihat pintunya terbuka. Bulu Ang Sa terbang ke dalam. Jadi, aku masuk untuk membersihkannya. Aku melihat rak rusak itu. Untuk menghindari orang tertimpa, aku membuangnya. – Di mana raknya? – Rak itu… Tenang. Aku sudah membeli rak yang persis sama. Itu akan tiba dua hari lagi. Di mana rak itu? Itu…
Di mana raknya?