【FULL】Standing in the Time EP38【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Standing in the Time Episode 38 The End Ada pencari bakat yang ingin aku bergabung dengan jaringan platform media baru yang lebih besar. Jadi aku ingin bertanya padamu. Apakah kau bersedia pergi bersamaku? Aku sudah memikirkannya dengan baik. Aku akan pergi ke Beijing. Selama kau memikirkannya dengan jelas. Aku menghormati keputusanmu.

Ayah telah menjalani separuh kehidupan ini. Walaupun ada sedikit kesuksesan di dalam pekerjaan. Tetapi tidak melaksanakan tugas dengan baik sebagai seorang ayah. Aku kembali. Halo. Zimo. Bagaimana dengan kalian berdua? Li Xiao sedang mengerjakan proofreading. Aku sedang menunggu mereka. Baik. Jika kalian di sana sudah akan selesai. Beritahu aku lebih dulu.

Kalau tidak tanya Wu Yu saja. Nanti dia mungkin akan bersama dengan kami ke sana. Aku sudah mengirimkan WeChat kepada Li Xiao. Dia belum membalasnya. Mungkin sedang sibuk. Aku tidak akan mengingatkan dia. Baik. Aku akan mengatakan kepadanya. Baik. Xia Fan mengatakan, nanti setelah kau pulang kerja, pergi ke rumahnya untuk makan bersama.

Aku sekarang mengerti menjadi seorang proofreader sangat tidak mudah. Aku tadi mengerjakan proofreading satu halaman, itu saja hampir membuatku ambruk. Sekarang sudah mengerti kehebatan kami para proofreader, kan? Kira-kira sudah waktunya. Guru. Para guru sekalian, sudah merepotkan. Kita besok pagi masih di jam yang sama jam 8, masih harus merepotkan semuanya lagi. Sudah merepotkan.

Kita pulang lebih awal untuk beristirahat. Sudah merepotkan, Guru. Direktur, sudah merepotkanmu. Sudah merepotkan, sudah merepotkan. Xiao Wu, kau antarkan semuanya. Baik. Sudah merepotkan, Guru sekalian. Sudah merepotkan Guru, sudah merepotkan Guru. Ayo. Anda pelan-pelan saja. Guru, benar-benar sangat merepotkan anda. Anda sendiri yang mengerjakan Proofreading. Untuk apa kau masih sungkan kepadaku? Ayo. Jalan. Jalan.

Untung saja anda mengatakan akan mengirimkan bala bantuan kemari. Jika tidak masalah ini benar tidak akan selesai. Anda pelan-pelan saja. Xiao Chen. Direktur. Kau antarkan guru pulang saja. Aku belum menyelesaikannya. Kau pulang saja dulu. Tidak tersisa banyak. Aku yang akan mengerjakan sisanya. Baiklah. Aku mengantarkan ibuku pulang dulu. Baik. Kembali lagi setelah mengantarkanku pulang.

Guru, Anda hati-hati di jalan. Baik. Sampai jumpa. Sudah merepotkan. Hati-hati. Baik. Teman-teman, waktunya sudah sampai. Kita juga pulang dulu saja. Kenapa? Amy mengirimkan surat. Aku boleh lihat tidak? Boleh. Dia pergi ke daerah selatan, menjadi seorang guru TK di sebuah kota kecil. Di dalam surat dia mengatakan, sesampainya dia di sana

Baru benar-benar merasakan mantap dan pasti. Ibu. Kau bilang kenapa manusia bisa begitu aneh? Selalu merasa kehidupan ini sedang mengolok-olok kita. Ada kalanya, setelah kau benar-benar mendapatkan hal yang sangat ingin kau dapatkan. Baru menyadari ternyata kau tidak terlalu menyukainya. Dan juga ada kalanya, setelah mencampakkan sesuatu hal yang tidak begitu kau inginkan.

Ternyata kau sangat menyukainya. Dan juga bagian proofreading. Aku sekarang sangat ingin menjadi seorang proofreader yang bagus. Aku juga menemukan beberapa kebahagiaan dan rasa kesuksesan di dalam pekerjaan proofreading ini. Tetapi tidak tahu apakah masih bisa bertahan di bagian proofreading atau tidak. Sebenarnya Amy seorang anak yang baik.

Sebelumnya aku pernah mencarinya satu kali untuk berbincang. Mungkin juga aku ada sedikit konsep tentang status keluarga. Tetapi semua orang tua akan begini. Akan mempertimbangkan beberapa hal yang tidak dipertimbangkan oleh anak-anak. Tetapi aku pasti tidak akan ikut campur dalam hubunganmu dengan dia. Ibu bermaksud agar kau mengerti hal apa yang sedang kau kejar

Adalah yang benar-benar kau sukai. Seperti bagian proofreading. Kau sudah ada perasaan karena kau sudah datang kemari beberapa waktu. Kau mengatakan kau menyukai bagian proofreading. Tetapi ini adalah dua hal yang berbeda dengan kau yang benar-benar menyukai bagian proofreading. Mengerti tidak? Sekarang kau sudah menjadi orang dewasa. Segala sesuatu harus diputuskan sendiri.

Jangan bimbang dan tidak tegas dengan hal yang tidak kau sukai. Bekerja keras untuk mengejar hal yang kau sukai. Memperjuangkannya, menyayanginya. Ayo pulang. Iya. Kak Liang Zi, Kak Shi. Aku pergi dulu. Sampai jumpa. Li Xiao, sampai jumpa. Sampai jumpa. Sudah merepotkan. Guru Shi, sudah selesai? Sudah. Ini. Sudah merepotkan. Wu Yu. Xia Fan mengatakan

Pergi bersama ke rumahnya untuk makan. Sudah dipersiapkan. Kalau tidak kita pergi bersama saja. Kau pergi dulu saja dengan Li Xiao. Aku akan pergi setelah mengirimkan naskah ini. Wu Yu. Ke mana kau akan mengirimkannya? Bagian penerbit sudah pulang kerja. Aku tahu. Aku mengatakan akan mengantarkannya ke kantorku. Kalian pergi saja dulu.

Sebentar lagi aku akan tiba. Ini. Benar akan pergi? Benar. Sudah kukatakan berkali-kali. Tetapi Xia Fan… Apanya yang tetapi? Bagaimana dengan kau? Apakah sudah memikirkannya baik-baik? Resa bukanlah pasar sayur yang kapan kau ingin pergi, bisa pergi di saat itu juga. Aku dan Amanda akan pergi. Siapa yang akan mengajukannya untukmu? Atau kau dari awal

Tidak ingin pergi? Wu Yu kenapa belum sampai? Aku akan menelepon dia. Sumpit bersama. Apa kabar. Nomor yang Anda tuju sementara ini tidak ada yang mengangkat. Mungkin sedang macet di jalan. Duduk. Ini sudah boleh. Sudah matang. Xia Fan. Aku tanya satu hal kepadamu. Masalah aku memutuskan perjanjian dengan Resa. Apakah Amanda masih marah?

Atau katakan, aku harus berbuat apa? Jika Resa menyelidikinya, barangkali kau juga tidak akan sanggup mengganti kerugiannya. Sudah begitu lama kau masih tidak memahami Amanda. Jika dia merasa sesuatu hal, seseorang yang sudah tidak bisa diselamatkan. Dia tidak akan terus-terusan menganggu. Dia merasa tidak terhormat untuk melakukan seperti ini. Mengingat hal ini,

Aku merasa dia melakukannya dengan sangat cantik. Di dalam pekerjaan masalah seperti ini dapat diterima. Jika di dalam masalah perasaan. Apakah harga diri kau dan Wu Yu agak sedikit kelewatan? Kau langsung saja telepon dia lagi. Kenapa belum kemari? Jangan ditelepon. Dia sekarang tidak datang. Sikapnya sudah sangat jelas. Zimo.

Kau bilang Wu Yu tidak akan membiarkan aku pergi. Mungkin kali ini kau akan kalah. Kelihatannya kau tidak memahami Wu Yu. Kita makan saja, ya? Xia Fan. Kau seharusnya yang paling mengerti perasaan hati Wu Yu. Atau katakan kau seharusnya yang paling mengerti apa yang dia pikirkan. Jika kau benar akan pergi meninggalkannya begitu saja.

Mungkin tidak akan pernah kembali lagi. Zhou Zimo. Hari ini aku membuat pesta makan ini demi membuat kau dan Li Xiao kembali berbaikan. Jangan mengalihkan topik pembicaraan. Tidak peduli apakah kau ada membuat pesta makan ini atau tidak. Aku akan kembali. Dan juga aku pergi ke bagian proofreading.

Tidak peduli apakah Li Xiao memaafkan atau tidak. Aku akan bekerja keras untuk memperjuangkannya. Tetapi Xia Fan, bagaimana dengan kau? Xia Fan, ayo, minum anggur. Ayo. Ayo. Bersulang. Bahkan ada beberapa orang yang masalahnya sendiri saja tidak mengerti. Masih memberikan khotbah kepada orang lain. Terlalu memalukan. Kalian siapa yang makan jamur?

Aku akan memasukkan sedikit jamur. Aku terserah. Paling tidak aku menunjukkan sikap. Aku tidak bertele-tele. Aku berani untuk menghadapinya. Xia Fan. Kau dan aku berbeda di dalam hal ini. Zhou Zimo. Makan makananmu saja. Dagingnya sudah boleh dimakan. Ayo dimakan. Sudah sampai. Sampai jumpa. Xiaoxiao. Beruangnya baik-baik saja, kan? Apanya yang baik-baik saja?

Sedikitpun tidak baik, setiap hari menangis. Keponakan besar. Keponakan besar? Kau tidak bisa memanggilku Keponakan besar. Kau masih berani kembali. Kau ini! Jangan membuat keributan. Apa-apaan ini? Ada yang ingin aku katakan kepada dia. Katakan. Zhou Zimo, aku beritahu kau. Jangan kira kau tampan, kau bisa berbuat sewenang-wenang. Aku sewaktu masih muda

Daya pikatku lebih kuat darimu. Orang yang mengejarku mengantri sampai keluar toko. Kau mengerti tidak? Bagaimana sekarang? Masih seperti biasa sendirian. Mengapa? Terlalu menyepelekan. Ada paras yang rupawan tidak bisa dijadikan makanan untuk dimakan. Semakin tampan semakin tidak bisa mendapatkan istri. Kalau tidak kau lihat ini. Ini adalah pelajaran dari orang di masa lalu.

Sudah, sudah, sudah. Sudah tahu kau paling tampan. Jalan. Balik saja. Balik. Kau jangan sudah tua nanti juga membuka kedai mie. Iya. Keahliannya tidak sebaik kau. Betul tidak? Dia bisa membuat mie, ya? Hari ini aku terlalu letih. Segelas kecil anggur. Aku hangatkan sedikit anggur untukmu. Baik. Ini. Kau kemana saja? Sangat lama menunggumu.

Akhirnya kau minum-minum sendiri di sini. Bukankah aku sudah mengatakannya kepadamu. Ada pertemuan. Pertemuannya berakhir sangat malam. Semula ingin pergi tetapi tidak jadi pergi. Jadi sendirian duduk di sini. Benar. Pertemuannya baru saja berakhir. Baru saja. Jadi sedikit kemalaman. Kau beritahu aku, jika aku tidak menelepon kau. Kau berencana duduk di sini berapa lama?

Dan juga berencana minum sebanyak apa? Berikan satu lagi. Ada masalah bicarakan di rumah. Jalan. Zhou Zimo. Zhou Zimo. Cepat sedikit. Zimo. Cepat sedikit. Jalan. Kenapa? Tidak makan kenyang saat pertemuan tadi? Wu Yu. Kau dan Xia Fan sebenarnya ada rencana apa? Jelas-jelas saling menyukai satu sama lain. Tetapi siapapun tidak ada yang ingin mengalah

Untuk memperjuangkannya lebih dulu. Aku katakan kepada kau. Kau adalah seorang pria. Jangan sampai Xia Fan lari bersama orang lain. Kau benar-benar hanya bisa makan mie instan di sini. Anak kecil jangan mengurusi masalah orang dewasa. Dengar tidak? Bagaimana dengan kau? Beberapa hari ini kau kemana saja? Aku pergi mencari inspirasi untuk buku baru.

Sudah menemukannya? Kalau sudah dapat cepat ditulis. Kau kira seluruh dunia bisa menunggumu? Untuk apa kau senewen? Jika kau memiliki kemampuan. Kau pergi cari Xia Fan. Minta dia untuk tetap tinggal. Sudah lihat naskah Guru Yun Zhi? Kau jangan mengalihkan topik pembicaraan. Aku hanya tanya kau sudah lihat atau belum. Dia ingin mengeluarkan buku,

Itu adalah kebebasan dia. Menuliskan siapa juga tidak penting. Aku juga tidak ingin ikut campur. Kau ingin menulis buku seperti apa? Aku nasehati kau jika ingin menulis, pergunakan waktu sebaik-baiknya untuk menulis. Mungkin bisa diterbitkan bersamaan dengan ayahmu. Nanti minta penerbit untuk membuatkan kau sebuah paket terbatas ayah dan anak Yun Zhi.

Mungkin bisa terjual banyak. Bagaimana? Tidak kenapa-napa. Apa judul buku barumu? Burung yang tidak bersayap. Tidak. Tidak, tidak, tidak. Berdasarkan gayamu seharusnya berjudul ikan besar yang tidak bersayap. Kalau tidak judulnya Garuda yang tidak bersayap. Benar tidak? Kau ini. Tidak mendapatkan cinta. Depresi. Tidak bisa mengatakan hal yang baik. Aku tidur dulu.

Aku lihat kau takut menerbitkan buku secara bersamaan dengan ayahmu, kan. Aku dulu sangat kekanak-kanakan. Selalu berpikir ingin melewati sebuah gunung seperti Yun Zhi ini. Tetapi aku sekarang memahami pengalaman dia. juga lebih dalam memahami tentang dia. Aku merasa aku tetap harus melewati gunung ini. Tetapi Aku bukan hanya anak dari Yun Zhi,

Aku tetap seorang Zhou Zimo. Selamat malam. Direktur. Sudah selesai. Sudah merepotkan semua guru. Pekerjaan proofreading kita dengan resmi diselesaikan. Terima kasih untuk semua orang. Aku ada sebuah usul. Semua rekan kita di bagian proofreading, membungkuk dan memberikan hormat kepada semua guru yang telah memberikan bantuan kepada kita. Pertama menyatakan terima kasih. Kedua.

Ini juga menjadi sebuah semangat proofreading yang diwariskan. Baik. Ayo. Baik. Ayo. Terima kasih, Guru. Terima kasih kepada kalian semua. Terima kasih. Terima kasih, terima kasih. Zhou Zimo. Kau sedang apa? Jangan katakan kepadaku kau ingin berubah profesi. Membuat film. Aku membuat film apa? Aku sedang mengumpulkan bahan untuk buku terbaruku. Mengumpulkan bahan? Sudah dimulai?

Aku akan berbicara. Aku akan mengatakan yang sejujurnya. Sebenarnya aku sangat menyukai seni sastra. Tetapi aku merasa aku juga tidak terlalu hebat. Aku merasa orang yang masih muda seperti Wu Yu. Dia lebih hebat dibandingkan aku. Apa yang akan aku bandingkan? Tetapi jujur aku merasa sangat bagus bekerja sebagai seorang proofreader.

Karena wilayah ini aku yang mengendalikan. Aku baru bisa tenang. Kau lihat di dalam bagian proofreading. Guru Shi Lei. Berbicara tentang kemampuan proofreading, kemampuannya dalam bekerja, semuanya lebih unggul dari aku. Lalu mengapa aku bisa menjadi direktur di bagian proofreading ini? Karena proofreading benar-benar tidak mudah. Setiap hari kau harus bersama editor

Berputar-putar di segala jenis masalah. Dia tidak melulu hanya benar salah sebegitu sederhananya. Kau mengerti tidak? Aku sudah satu tahun ini bergabung di bagian proofreading. Aku di sini juga tidak ada posisi. Hanya pekerja sementara. Awalnya ibuku yang menempatkan aku di sini. Mendapatkan bantuan di saat sedang kesulitan. Sebenarnya demi menghukumku. Semula

Aku sangat tidak menyukai pekerjaan ini. Tidak menarik dan membosankan. Merasa akhir dari setiap jilid naskah proofreading semuanya sangat lama. Tetapi belakangan semakin dikerjakan semakin bermakna. Tetapi jujur, aku sampai sekarang juga tidak terlalu jelas. Apakah aku benar-benar menyukai pekerjaan ini, atau suka karena sudah terbiasa? Tetapi ada sebuah hal yang sudah aku rencanakan.

Aku berencana mengambil cuti beberapa hari untuk pergi ke daerah selatan. Sudah boleh dimulai, kan? Aku benar merasa sayang untuk melepaskan bagian proofreading. Aku sangat menyukai pekerjaan ini. Dan juga… Kak Liang Zi. Kita serius sedikit. Liang Zi, katakan yang jujur. Yang tulus sedikit. Baik. Aku akan mengatakan yang sebenarnya. Aku… Semula

Badanku ada di sini, tetapi hatiku ada di tempat lain. Aku sudah 3 tahun berada di bagian proofreading. Sebenarnya selalu memikirkan untuk pergi ke departemen editor naskah. Tetapi sesampainya di sana aku sebaliknya merasa di sini juga lumayan bagus. Aku tidak tahu mengapa. Di sini… Mengerjakan proofreading beberapa naskah. Tidak ada… Tidak ada begitu banyak

Hal yang kacau balau. Juga tidak ada saling sikut-menyikut. Dulu… Aku… Sangat berharap anakku mengatakan kepada orang lain. Kalau ayahnya adalah seorang editor naskah. Aku akan merasa sangat bangga. Tetapi sekarang aku merasa pekerjaan apapun bisa dibanggakan. Di kemudian hari masih akan kembali tidak? Aku ingin menjadi seorang editor di bagian proofreading.

Proofreading di departemen editor. Sudah bisa dimulai. Sudah. Namaku Shi Lei. Aku di sini sudah hampir mencapai 10 tahun menjadi seorang proofreader. Aku tidak sama seperti orang lain yang beranggapan kalau pekerjaan sebagai proofreader sangat membosankan, sangat menjemukan. Benar. Aku dari dulu tidak beranggapan seperti itu. Aku sebaliknya merasa sangat menikmatinya, sangat gembira.

Karena di lubuk hatiku aku adalah seorang yang sangat sangat hebat. Jadi aku sangat cocok mengerjakan pekerjaan sebagai proofreader. Kalau tidak dengan sifatku yang begitu serius, pasti tidak akan bisa mengerjakan pekerjaan lain dengan baik. Li Xiao juga sama. Aku dan dia sangat mirip. Sifatnya juga sangat serius. Jadi aku menganggap dia seharusnya tidak pergi

Ke tempat lain dimanapun tempatnya. Harus tetap tinggal di sini. Bekerja dengan baik. Kita semua terlahir demi proofreading. Baik. Aku sudah selesai mengatakannya. Editor Wu. Editor Xia Fan memintaku untuk menyerahkan ini untukmu. Baik. Terima kasih. Tidak apa-apa. Cincin ini sudah 30 tahun dipakai oleh ibuku. Ayahku yang memakaikan untuknya di saat mereka menikah.

Perasaan juga diambil setiap orang sesuai kebutuhannya. Aku membutuhkanmu. Kau juga membutuhkan aku. Bukankah begitu? Ibuku menganggapnya serius. Jika aku juga menganggapnya serius? Yang aku punya adalah kepunyaanmu. Yang kau punya juga adalah kepunyaanku. Jika sampai akhir kita tidak bisa bersama. Apakah kau akan menderita? Jika karena takut akan kesedihan, lalu tidak menyukai seseorang.

Maka orang ini juga tidak bernilai untuk dicintai siapapun. Kau masih suka aku tidak? 2 orang. 2 hati. Semakin bertabrakan. Semakin pasti. Pertemuan bukanlah nasib yang terjadi secara kebetulan. Meneteskan lagi air mata. Tidak menyesal. Kembali terluka. Juga berharga. Cinta baru merekahkan pesonanya demi sepasang kekasih ini. Adalah suara di dalam hati. Penunjuk jalan mimpi.

Kesenangan setelah kesengsaraan menjadi pemandangan yang terindah. Kuserahkan tanganku kepadamu. Biarkan waktu yang membuktikan. Waktu lewat dengan cepat. Tanpa meninggalkan penyesalan. Jangan mengecewakan perjanjian kita dengan waktu. Berjalan melewati jalan kecil. Kau selalu di tempat yang sama. Hadiah dari sebuah nasib yang membuatku bertemu. Berharap tetap bersinar. Besok hari masih sama seperti ini.

Aku dank au bersama mencicipi Tidak terasa lama. 2 orang. 2 hati. Semakin bertabrakan. Semakin pasti. Pertemuan bukanlah nasib yang yang terjadi secara kebetulan. Meneteskan lagi air mata. Tidak menyesal. Kembali terluka. Juga berharga. Cinta baru merekahkan pesonanya demi sepasang kekasih ini. Adalah suara di dalam hati. Penunjuk jalan mimpi. Kesenangan setelah kesengsaraan

Menjadi pemandangan yang terindah. Kuserahkan tanganku kepadamu. Biarkan waktu yang membuktikan. Waktu lewat dengan cepat. Tanpa meninggalkan penyesalan. Jangan mengecewakan perjanjian kita dengan waktu. Tidak bisa, tidak bisa. Kau berikan kepadaku dulu. Aku bertanya dulu padamu. Aku bertanya dulu padamu, aku bertanya dulu padamu. Nanti direkam lagi. Untuk apa kau merekamku? Mulai. Zhou Zimo.

Ceritakan kisahmu. Aku… Sebelumnya sangat tidak bisa diandalkan. sangat kacau dalam mencintai, juga sangat kacau dalam membenci. Dan juga dulu sangat kekanak-kanakan. Mungkin disebabkan oleh sifat suka berlagak. Kemudian mengalami beberapa peristiwa, juga mendengarkan beberapa kisah. Baru mengerti apa yang dinamakan dengan luasnya langit dalamnya bumi. Berhenti. Apakah bisa disebutkan lebih mendetail?

Misalnya ke depan kau ingin mengerjakan apa seperti itu. Aku ingin menulis sebuah buku baru. Sebuah buku yang bisa memuaskan diriku, dan juga bisa memberikan kehangatan kepada orang lain. Sebuah buku yang penuh dengan perasaan tulus. Aku belum selesai bertanya, aku belum selesai bertanya. Giliranku, giliranku. Sebentar, sebentar. Sudah belum? Ayo. Proofreader besar.

Ceritakan tentang dirimu. Kau ingin terus menjadi seorang Proofreader, atau pergi ke Resa menjadi seorang editor fashion? Aku tidak tahu. Tidak tahu? Tidak tahu. Walaupun menjadi seorang editor fashion adalah cita-citaku sejak kecil, tetapi proofreading adalah pekerjaan pertama yang aku cintai. Jadi aku masih sangat kesulitan. Aku juga tidak tahu di akhir nanti,

Harus bagaimana untuk memilihnya. Aku harus memikirkannya baik-baik. Tetapi tidak peduli aku akan memilih yang mana. Aku akan memperlakukannya dengan sangat serius. Aku akan taat menghadapinya. Bekerja keras. Lalu kapan kau bisa membuat keputusan? Paling tidak setelah mengerjakan proofreading sebuah buku lagi. Menyelesaikan proofreading sebuah buku lagi? Benar. Buku terbaru Zhou Zimo. Berikan kepadaku.

Ayo. Zimo. Cepat sedikit. Duduk. Penulis besar Zhou. Ceritakan kepada kita apa topik utama buku barumu? Sangat ingin menulis tentang apa? Xiaoxiao. Apa kau menyadarinya? Tidak membahas kau aku, atau semua orang yang ada di sekeliling. Yang paling ingin kita kerjakan di dalam hidup kita. Hal yang kita anggap paling berharga,

Paling bisa dibanggakan, paling disukai, paling bernilai. Tetapi sebagian besar waktu, kita malah mengerjakan beberapa hal kecil yang sepele, hal yang tidak diketahui orang. Selama kita mendengarkan rencana yang ada di dalam hati kita sendiri. Berpegang teguh pada maksud baik, akan bisa mendorong kita maju ke depan. Dengan begini kita akan bisa dengan tekun

Mengerjakan segala hal di masa depan. Tidak membahas dia besar atau kecil. Waktu adalah seorang penulis yang abadi. Akan memberikan kepada kita sebuah tulisan akhir yang paling indah. Membuat kita semua tidak menyia-nyiakan waktu. Tertawa sampai seperti ini. Kau lihat Xiao Chen sangat lucu. Sangat gembira bermain dengan aaknya banyak sekali. Kau lihat.

Benar tidak seperti biasa saat dia bermain game. Sangat bagus. Mereka juga ada menuliskan semuanya. Kami semuanya sangat baik. Sangat merindukan suara, wajah dan senyuman semua orang di bagian proofreading. Mereka berdua benar-benar sangat bisa. Dia kenapa menggunakan kata suara, wajah dan senyuman? Kenapa terdengar aneh? Suara, wajah dan senyuman tidak selalu hanya menjelaskan tentang

Orang di kehidupan masa lalu, Guru Shi. Hanya. Direktur. Hanya dan Cuma itu pengulangan saja, ya? Bukan. Aku bilang bagaimana kau menjadi seorang direktur bagian proofreading? Bukan, Guru Shi. Apakah ini penting? Bisa tidak ada sedikit yang menarik di dalam keseharianmu? Bisa tidak setiap hari jangan begitu mendoktrin? Bukan. Ini. Kalian berdua bisa tenang sedikit?

Sedang bekerja. Ini tidak ada hubungan apapun dengan menarik atau tidak menarik. Aku harus berdebat dengan kau tentang masalah ini. Ayo. Kita bicarakan di dalam.