【FULL】Standing in the Time EP30【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
Standing in the Time Episode 30 Kekuatan cinta benar-benar kuat. Orang yang cuek begini juga bisa meleleh. Siapa perempuan ini? Nama dia adalah Li Xiao. Orang nomor tiga, Li Xiao. Bukankah kamu dari awal sudah tertarik dengan nomor 3? Bukankah kamu dari awal juga tertarik terhadap Zhou Zimo? Kamu buka harga,
Bagaimana kalau kamu beri aku Zhou Zimo? Tidak mungkin. Aku naik ke atas taruh bunga dulu. Baik. Zimo! Zimo! Kenapa? Kenapa? Keponakan besar, air gula, air gula. Baik, baik, baik. Zimo, Zimo. Zimo, kamu akhirnya bangun. Sudah baikan? Aku tidurnya lama ya? Iya. Sebelumnya aku sudah kasih tahu kamu tapi kamu juga tidak mendengar,
Berlatih dengan keras, tidak makan apa-apa. Sebelumnya aku karena cemas. Cemas apa? Tekanan dari berapa hal, hati berantakan. Sekarang tidak perlu berantakan lagi, bisa lebih praktis. Liang Ni sudah begitu pasti denganmu, bukan kepastian seperti biasanya. Xia Fan bilang ke aku, katanya dia menatap matamu, tidak sabar memakan kamu. Dan dia benar-benar memilih
Eye shadow dengan waktu yang lama. Semuanya tidak tahu pakai yang mana untuk kamu. Ini bisa dilihat dia sangat suka kamu. Waktu aku bermimpi, mimpinya dia sedang marahin aku. Mimpi itu berlawanan. Zhou Zimo, aku sangat bangga dengan kamu, kamu dari seseorang yang tidak mengerti apa-apa, dan orang yang tidak menyukai bidang ini,
Hanya dalam beberapa bulan. Lalu mendapat bantuan dari Liang Ni, bisa dilihat. Apakah yang kubilang benar? Kamu memang terlahir sebagai model. Hati-hati. Xiaoxiao. Masalah kali ini, dan untuk mengkonfirmasi perkataanku. Kamu hanya perlu bekerja keras, untuk meraih keberhasilan, lalu bisa mendapat hormat dari orang lain. Apa kamu tahu sikap orang yang di lapangan terhadap aku?
Jadi, kamu tenang saja. Aku pasti bisa lebih bekerja keras. Aku tahu, kamu pasti bisa lebih giat lagi. Tapi kamu juga harus janji kepadaku, jaga baik-baik badan kamu, jangan buat aku khawatir lagi. Mari. Nikmati bubur yang kubuatkan berjam-jam untukmu. Kenapa? Panas banget ya? Tidak apa-apa kan? Tidak apa-apa kan? Aku sudah dinginkan begitu lama,
Masih panas ya? Tapi… Zhou Zimo. Kamu bohongin aku. Minum sendiri. Kamu suap aku dong. Tidak. Enak tidak? Xiaoxiao, benar-benar mau tidur disini? Iya, kalau tidak tidur dimana? Biarkan dia tidur sama saya saja. Dengkuranmu itu loh, apa dia bisa tidur? Dia sekarang harus bisa beristirahat dengan baik, tahu tidak? Tidak cukup, ini tidak cukup.
Tapi kalau kamu tidur di dalam toko, kamu bisa sakit. Kalau begitu tambah mesin penghangat saja. Kamu ngapain? Ada apa ini? Aku mau pergi ke toilet. Toilet di lantai dua. Kalau mau ke toilet, pergi ke toilet. Kalau tidur ya tidur. Selamat malam. Tidur. Selamat malam. Ini, kamu ini, aku beritahu kamu,
Aku merasa di disini ada masalah, depan dan belakangnya, kamu bisa rubah dahulu, kalau tidak orang lain tidak akan mengerti, mengerti maksud saya? Direktur, kalau tidak pakai kacamata apa bisa melihat? Direktur, pakai parfum ya? Ada ya? Dari aromanya dapat dinilai, seperti cologne, tapi kalau mau dibanding dengan cologne, alcoholnya terlalu banyak,
Saya menyimpulkan bahwa direktur memakai, air toilet. Apa-apaan sih? Air toilet apa? Ini adalah cologne, cologne yang autentik. Direktur, hari ini anda mengenakan pakaian formal, dan lagi rambut anda bukan seperti dibuat dari salon. Tapi menghadap cermin sendiri juga tidak merapihkannya. Ini adalah waktu yang paling indah sejak saya memasuki proofreading.
Anda ingin bertemu dengan siapa? Saya selain bertemu kalian mau bertemu dengan siapa lagi? Bohong. Ini, Li Xiao. Dari pandangan anda yang begitu estetika. Apakah saya terlihat sangat aneh? Direktur, anda harus beritahu saya dahulu, anda mau ngapain, baru saya bisa menilai aneh atau tidak. Sudah, sudah, sudah, tidak usah diributkan, cepat kerja,
Kamu cepat kerja. Ini, Shi Lei, kamu datang ke kantor saya. Bicarakan disini. Kamu kemari sebentar, ke kantor saya. Bicarakan disini. Saya, saya ingin anda mengajarkan saya satu hal. tentang buat sup, kamu tahu tidak? Buat sup lobak iga itu, setelah lobaknya di potong, setelah di iris, lalu arak masaknya, ini urutannya bagaimana? Direktur Lu,
Hanya menanyakan hal ini? Sekarang waktunya jam kerja, kalau kamu mau minum sup, lain kali saya bisa bawakan untuk anda, tapi mohon jangan di waktu ini menganggu jam kerja saya, bisa tidak? Kak Shitou, aku juga mau minum sup. Apaan sih? Direktur! Aku juga mau minum sup lobak iga. Berhenti! Berhenti! Berhenti! Apa-apaan sih?
Cepat bekerja! Mau ngapain disini… Direktur, perhatikan postur berjalannya. Direktur, sup lobak iga… kapan anda mau membawakan buat kita? Kenapa dengan sup lobak iga? Direktur! Liang Ni adalah Liang Ni, sejujurnya, saat mengatur keseluruhan pemodelan hingga pemotretan, saya mengagumi dia. Untuk kali ini terima kasih atas usahamu, usaha kalian dapat kulihat dengan mataku sendiri,
Saya tidak menyangka anda bisa mempunyai keberanian sebesar ini untuk meyakinkan dia. Sudah seharusnya. Dan harus dikatakan, pemotretan Zhou Zimo kali ini, juga membuatku sangat terkejut. Kemajuan dia memang sangat besar. Saya dengar dia baru saja mengambil cuti sakit. Mungkin terlalu lelah, tidak menahannya, kamu pilih waktu untuk menengok dia.
Beberapa waktu ini lebih peduli dulu. Mengerti. Amanda, saya ada hal yang ingin dibicarakan dengan anda sendirian. Tidak apa-apa, bicara disini saja. Saya ingin mengundurkan diri. Mengundurkan diri? Kenapa? Baru-baru ini keluargaku ada sedikit masalah, dan juga baru-baru ini, badanku juga tidak merasa enak, ingin beristirahat dalam beberapa waktu. Hanya karena alasan ini?
Saya sekarang mau pergi keluar mengurus sesuatu, tunggu saya kembali cari kamu lagi. Enak tidak? Tetap mienya keponakan besar yang enak. Malam kusuruh dia buatkan kamu sup saja. Sup. Aku saja. Kamu yang buat? Kamu bisa buat sup? Coba saja. Tidak boleh, sekarang badan kamu masi lemah, biarkan keponakan besar yang membuat.
Kita hari ini seharian panggil dia saja. Kamu ingin sup apa? Kamu tentukan. Aku yang tentukan. Sup kaki babi saja. Kamu masih ingin makan apa? Ikutin kamu saja. Suruh keponakan besar buat pesta kekaisaran Manchu Han. Kamu mau pergi istirahat lagi? Tidak apa-apa, aku tidak Lelah. Aku pergi telepon dia dulu. Xiao Mo,
Kamu tunggu di luar dulu, saya masuk sendirian. Baik. Xiaoxiao. Guru Liang Ni. Guru Liang Ni, kok bisa mencari sampai di sini? Kalau ingin mencari kalian, saya pasti bisa ketemu. Tidak mengganggu kalian kan? Tidak ada. Hanya mengejutkan saja. Guru Liang Ni, mencari kami karena? Saya, kedepannya bisa mendirikan perusahaan sendiri di Shanghai,
Membuat merek sendiri, bisa menjadi perusahaan fashion yang terbaik, jadi tujuan saya sangat sederhana. Saya harap, kalian berdua bisa bergabung ke dalam perusahaan saya. Bagaimana? Tertarik tidak? Sebenarnya, melalui pemotretan ini, saya melihat kekompakan kalian berdua sangat cocok. Kombinasi kalian berdua mempunyai tingkat kecocokan yang tinggi. Jadi ketentuan dari saya adalah antara,
Kalian berdua masuk bersama, atau kalau sendirian saya tidak mau. Saya tahu, hal ini memang sangat dadakan, kalian bisa pikirkan dahulu. Kalau sudah di pikirkan, kalian berdua cari saya, kesempatan ini susah di dapat. Saya mengerti, kalian sekarang sedang menghadapi situasi meninggalkan Resa seperti saya pada saat itu, situasinya sama. Tetapi, saya bisa
Beritahu kamu dengan jelas. Li Xiao, saat aku meninggalkan Resa, itu sama sekali tidak mulia. Tetapi sampai hari ini, tidak seorang pun ingat, kesusahanku waktu itu. Cuman bisa mengingat saya dimana hari ini adalah selebriti fashion terkenal. Namaku Liang Ni. Baiklah, kalau begitu tidak kuganggu lagi, saya pergi dulu. Guru Liang Ni,
Mau makan dulu tidak? Iya… Tidak perlu. Saya percaya, kedepannya ada kesempatan. Bagaimana? Secepatnya bantu saya buatkan dua kontrak. Tidak masalah. Yang ini? Benar. Baiklah, baiklah. Terima kasih ya. Baik. Lao Lu. Gui Qin. Sudah bekerja keras. Aku beri kamu sandal. Mari, ganti pakai sandal. Sandalku yang sebelumnya? Itu sudah lama, sudah kubuang. Dibuang?
Sebelumnya sandal itu baru beli, belum dipakai beberapa kali. Pakai yang baru, yang baru lebih nyaman. Ini piyama siapa? Ini… Ini punyamu. Piyama merah muda? Kamu yang beli? Benar, benar, benar. Orang-orang tidak bilang kamu aneh? Seorang pria dewasa, beli piyama merah muda. Ini… merah muda terlihat bagus, merah muda terlihat bagus. Oh ia,
Di panci saya ada sup, kalau begitu saya keluarkan sup nya dulu. Kamu coba dulu masakan saya. Gui Qin, cepat, cepat,cepat. Kemari, kemari, kemari. Cepat, kemari duduk. Cepat duduk. Aku beritahu kamu, ini pertama kalinya aku buat sup, tidak tahu enak atau tidak, mari, coba dahulu. Ini aku minta di ajarkan dari teman kerja,
Sengaja meminta saran, aku juga mau coba. Cepat coba. Ini agak asin. Lumayan kok, minum begini saja. Baiklah, hari ini aku, sebenarnya rencananya pergi ke bandara jemput kamu. Tapi aku piker kamu setelah mendarat pasti bisa lapar banget, jadi aku pulang masak makanan. Maaf ya, tidak pergi ke bandara jemput kamu. Lao Lu,
Beberapa tahun ini sudah merepotkanmu. Apa yang kamu katakana? Apanya merepotkan aku? Kamu, sudah berbisnis, dan pergi ke Amerika bawa anak, kesibukanku sama sekali tidak membantumu, seharusnya kamu yang sudah bekerja keras. Lao Lu, kepulanganku kali ini, ada hal yang ingin kubicarakan kepadamu. Makan dahulu saja, setelah makan baru diomongkan. Cepat, cepat, cepat, mari.
Bicarakan sekarang saja. Baiklah. Kita cerai saja. Datang… Xia Fan, ada angin apa kamu bisa kemari? Aku dengar Zhou Zimo sakit, kemari untuk lihat dia. Dia tidak pulang, dia tinggal di tempat Li Xiao. Salah aku juga, sebelum datang tidak menelepon. Tidak apa-apa, masuk duduk sebentar saja. Jenguk aku masa tidak boleh? Ambil. Terima kasih.
Sepulang kerja masih melihat naskah. Kebetulan anak itu tidak ada, saya susah untuk diam, jadi saya lihat-lihat artikel, dengar musik, lagi mau santai-santai. Waktu kamu sendirian, begini cara kamu memakai waktunya? Benar, kalau tidak gimana? Hidupku sangat sederhana, hanya baca buku, coba anggur, bermain-main dengan kamera. Sudah pasti tidak seperti hidup fashion kalian,
Begitu hidup dan berwarna. Tidak perlu bilang dirimu sendiri itu seperti orang awam. Ketika kamu dan beberapa penulis sedang bersosialisasi, sebelumnya aku tidak pernah melihatnya. Itu sebuah pekerjaan, aku tahu dengan jelas, aku dari dulu hanya aktif secara social, bisa diartikan waktuku sendiri dan kekuatanku, tidak akan kubuang dengan sia-sia.
Kalau begitu aku tidak bisa disini lama, tidak bisa memakai waktu pribadi kamu. Kamu berbeda, kamu ada kemungkinan bisa menjadi bagian hidupku. Ada hal yang harus ku berterima kasih kepadamu. Hal yang mana? Pemotretan Zimo. Editor Xia, saat kita bersama, bisakah tidak membicarakan dia? Hari ini, kita bicarakan hal lain, bisa tidak? Baiklah, bicarakan apa?
Tentang masa lalu kamu, sudah pasti tidak kutanyakan. Aku sudah pernah kena paku, memori yang panjang. Kalau bicarakan saya, barusan sudah dibilang, aku ini orang yang hidupnya sangat sederhana, tidak ada yang bisa dibicarakan. Sepertinya kita memang tidak ada yang bisa dibicarakan. Jangan. Jangan memberikan konklusi begitu cepat. Aku merasa, aku dan kamu, kita berdua,
Adalah topik yang patut dibicarakan. Pesawat kamu jam berapa? Pagi sekali. Gui Qin, bisa kita bicarakan? kamu jangan bersih – bersih lagi, kita bisa bicara tidak? Hal apa yang lagi bisa dibicarakan? Bukankah semuanya sudah dibicarakan? Bukan, kamu sudah bicara apa? aku tidak tahu apa-apa. Kamu merasa kita berdua, suami istri pisah di dua tempat,
Tidak ada perasaan kekeluargaan, aku langsung bisa mengikuti kamu begitu saja? Kamu tidak bisa melepaskan usahamu, tapi proofreading ku bisa kulepaskan. Lao Lu, apa kamu benar-benar bisa melepaskannya? Apa lagi yang tidak bisa kulepaskan? Keluarga sudah tidak ada, aku masih harus proofreading apa? aku masih harus kerja apa? Begini saja,
Aku besok memberi surat pengunduran diri, aku pergi bersamamu, kalau kamu merasa tidak cukup, kita juga bisa pergi ke Amerika menemani anak. Kita sekeluarga berkumpul, atau kita juga bisa bawa anak kita pulang dari Amerika, yang penting kamu merasa bisa, aku bisa mengikuti kamu, aku bisa memuaskan kamu. Bukan gitu, Gui Qin,
Maksud kamu ini apa? Gui Qin, apapun yang kamu perbuat, maafkan perihal aku. Asalkan kamu bisa kembali, aku bisa memaafkan kamu. Kamu ingin pergi kemana? Aku bagaimana bisa memaafkan perihal kamu? Bukan, kalau begitu masalah apa? Kita sudah berumur segini, kamu mengapa selalu begitu serius? Ujungnya alasannya apa, benar-benar sebegitu pentingnya kah?
Cerai bukan masalah kecil, dari perasaan hingga alasan, aku harus mengetahui alasannya. Kalau tidak kamu ingin aku bilang apa terhadap orang lain? Bilang istri Lu Wenfeng sudah tidak mau bersama dia lagi? Kamu bilang begitu juga boleh. Aku tanya kamu lagi, kamu ingat tidak, kapan pertama kalinya kamu berbicara kepada aku? Otaknya bodoh, sudah lupa.
Aku ingat, di hari itu, baru keluar dari lobi Gedung Dongfan. Tiba-tiba ada orang dari belakang aku foto bahu aku. Langsung setelah itu, dapat pengiriman naskah di depanku. Guru, dokumen anda hilang. Saat itu aku sangat bingung. Aku, aku, aku, apa kau begitu tua? Kamu langsung ubah. Tidak perlu pura-pura lupa, waktu itu kamu pasti
Tidak lama baru masuk Resa, aku saja ingat baju apa yang kamu pakai itu dengan jelas. Satu badan pakai jas denim, kalau dilihat mirip seperti tanah. Kamu salah ingat sepertinya, aku dari dulu tidak pernah memakai jas denim. Kamu tidak punya jas denim? Sepertinya kamu tidak pura-pura, kamu benar-benar amnesia. Aku pasti tidak salah ingat,
Karena di hari itu, aku menatapmu begitu lama, ada bagian dari tubuhmu, yang menarik perhatianku. Berhenti, aku tidak ingin mendengar lagi. Berpikir kotor ya. Berpiikir yang kotor ya? Yang aku bicarakan adalah tangan, hal yang paling menarik darimu itu adalah tanganmu. Aku melihat sepasang tangan wanita yang ramping, bersih, cantik. Jangan bilang ke aku
Kalau kamu bisa jatuh cinta karena sepasang tangan. Kenapa tidak bisa? Sejak dari hari itu, di momen itu, mulai menyukaimu. Aku rasa kita bisa mengganti topiknya. Bisa, aku tidak memulai berbicara. Saat berbicara, aku kedepannya bisa bertanya -tanya, mengapa aku terhadap kamu bisa mempunyai… perasaan itu. Aku sudah lama memperhatikanmu,
Juga sudah lama memikirkan diri sendiri. Setelah itu akhirnya aku menemukan jawabannya. Kamu, Xia Fan, adalah orang fashion editor yang sangat tidak mirip dengan seorang fashion editor. Maksudmu aku tidak professional? Justru sebaliknya, karir tidak mengubah aslinya kamu. Sembarang ngomong. Kerjaanku itu pekerjaan fashion, semua yang kukenakan selalu berubah. Boleh tidak jangan mengira
Kalau aku berpikirnya begitu dangkal, hal yang kubicarakan kepadamu sekarang, bukan dari luar, tapi dari batin. Baik, bicarakan kecantikan batinku apa yang menarik buat kamu? Secara batin, terlebih dahulu aku harus bilang, secara fisik kamu sangat bagus. Wu Yu Bercanda, bercanda. Yang ingin kubilang itu, kamu dari luar terlihat, sangat dingin, sepertinya cuek terhadap apapun.
Tapi sebenarnya kamu sangat fokus. Terhadap hal apapun, semua ada pengertian darimu sendiri, dan kadang-kadang, ada cara pengertiannya sedikit bodoh. Jadi yang ingin kamu utarakan adalah, perempuan bodoh mudah di atur, benar tidak? Mencuri konsep, aku bilang kamu terhadap pemahaman profesional agak konyol, tapi sebagai wanitaku, tidak konyol, sangat ada personalitanya. Siapa wanitamu?
Jangan memanfaatkan aku. Lao Lu, bisa tidak kamu tidak perlu repot untuk aku? Gui Qin, kamu pikir-pikir. Kamu masih ingat 22 tahun yang lalu? Waktu itu aku mau menikahi kamu, waktu itu aku tanya kamu mau tidak menikah dengan saya. Di mulutmu sepertinya tidak senang, tapi di hatimu senang seperti anak kecil,
Hatinya sangat senang dibanding siapapun. Kamu tidak bisa berbohong, apalagi didepanku. Kamu pikir-pikir, alasan yang kamu utarakan terhadap anak tidak pernah berbohong, kamu merasa kamu bisa membohongi Lao Lu? Gui Qin, apapun yang terjadi, kita berdua bisa hadapi bersama. Hanya perlu kamu peduli dengan aku dan anak, hanya perlu kamu peduli dengan keluarga ini.
Lao Lu, aku tidak ingin membuat kamu dan anak lelah. Perusahaan sudah bangkrut, semuanya sudah tidak ada. Aku masih berhutang luar negeri sebanyak sepuluh juta-an yuan, kita lebih baik bercerai saja. Tidak apa-apa. Maaf. Tidak apa-apa. Ada aku, aku pikirkan caranya, aku pikirkan caranya, ok? Aku sebenarnya terus memikirkan satu pertanyaan. Aku ingin,
Kamu, Xia Fan, kapan bisa membuka hatinya? Aku hanya seperti ini, menunggu di sekitarmu, apakah sebenarnya sepadan atau tidak, tapi, setiap kali di pikiranku teringat kamu, aku meyakinkan diriku dengan tegas, karena sudah memikirkannya begitu lama, karena aku masih berpikir, artinya itu layak diperjuangkan. Wu Yu, aku ingin bilang, kalau kita akhirnya tidak bersama,
Apakah kamu bisa sedih? Bisa. Biarpun kita karena alasan apapun tidak bisa bersama, aku bisa sedih. Ini tidak layak dihindari. Kalau begitu kamu mengapa begini? Kalau karena takut sedih lalu tidak menyukai seseorang, kalau begitu orang ini tidak layak di sukai orang. Selesai bicara, aku pulang dulu. Baik, aku antar kamu, tidak perlu buat masalah,
Kamu minum arak bagaimana mau menyetir? Aku antar kamu sampai pintu. Sampai jumpa besok. Sampai jumpa besok. Xiaoxiao, mantap sekali, akhirnya menjadi fashion terkenal. Masa depannya The Devil Wears Prada. Tujuan hidupmu sebentar lagi mau menjadi nyata loh! Xiaoxiao Kita pergi bersama, ok? Bagimana pergi? Kamu masih ada kontrak dengan Resa, bagaimana pergi?
Apakah kamu harus tetap menjadi proofreading?