【FULL】Standing in the Time EP9【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Standing in the Time Episode 9 Pada sesi pemotretan yang lalu, penampilan Zhou Zimo tidak terlalu istimewa, jika dia tidak dapat memperbaiki penampilannya, maka dia tidak perlu ikut pada pemilihan model eksklusif berikutnya lagi. Coba kamu perhatikan lagi model milik Xiao Mo, pemilihan gayanya tidak pernah berulang. Kau juga pasti bisa.

Mengapa kau mau pergi ke sana? Aku pergi untuk mempelajari Pagoda Kebahagiaan itu. Sebenarnya nama aslinya adalah Pagoda Tiga Kesucian. Dalam bukuku, namanya adalah Pagoda Kebahagiaan. Guru Yun Zhi barusan menelponku, dia bilang mau menarik semua naskahnya dari tim kita. Yang kulakukan ini juga agar supaya proses proofreading kali ini dapat berjalan dengan sempurna

Dan tanpa ada penyesalan, kan. Bereskan barangmu dan pergi dari sini. Pikirkan sendiri apa yang harus kau lakukan. Penyelesaian masalah Li Xiao ini memang tidak terlalu baik, tetapi semestinya kau juga sudah punya prediksi. Aku sudah bisa prediksi? Katakan padaku, bagaimana aku bisa tahu kalau dia bisa membuat seorang penulis sampai mundur?

Proofreading macam apa ini? Aku belum pernah melihat proofreading yang seperti ini. Waktu itu bukankah kau yang memaksa untuk memberikan pekerjaan proofreading karya Guru Yun Zhi ini padanya? Sekarang aku tanya. Kenapa? Kenapa? Kau sengaja membuatku bingung? Apa alasanmu? Katakanlah padaku. Bicaralah. Kita cari jalan keluarnya bersama. Awalnya aku menunjuk dia menjadi proofreaderku

Tentu karena ada pertimbanganku sendiri. Tetapi siapa yang menyangka ternyata dia tidak bisa diatur. Dia benar-benar di luar kendaliku. Lalu apa…. Sudahlah. Tidak usah dibicarakan lagi. Aku naik dulu. Pimpinan sedang menunggu untuk bertanya padaku. Mohon maaf, aku mengganggumu lagi. Kebetulan baru-baru ini aku berhubungan dengan beberapa model, dan juga melihat kondisi pekerjaan mereka,

Sehingga aku jadi teringat dengan teman yang kau ceritakan padaku dulu. Aku mengakui, kalau dulu aku sedikit bias tentang pekerjaan mereka. Tetapi setelah dipikir lagi tentang segala usaha yang telah mereka lakukan, dibalik keindahan dan kemeriahan panggung catwalk yang terang dan gemerlap itu, mungkin itu bukanlah sesuatu yang bisa diterima oleh orang biasa.

Walaupun aku selalu tidak bersedia jika dibandingkan dengan dia, tetapi mulai saat ini aku akan serius mempertimbangkan semua saranmu yang dulu. Mengenai saran-saran itu sudah tidak penting lagi. Selanjutnya kau juga sudah tidak perlu membicarakan masalah pekerjaan denganku. Karena dalam waktu dekat ini aku mungkin akan berhenti dari perusahaan Penerbit Dongfan.

Tetap semangat ya, Lei Yang. Mengenai saran-saran itu sudah tidak penting lagi. Selanjutnya kau juga sudah tidak perlu membicarakan masalah pekerjaan denganku. Karena dalam waktu dekat ini aku mungkin akan berhenti dari bekerja di perusahaan Penerbit Dongfan. Tetap semangat ya. Lei Yang. Kau di mana? Maaf, memanggilmu ke sini selarut ini. Tidak apa-apa.

Tadinya perasaanku memang sedang tidak enak, jadi aku ingin keluar berjalan-jalan. Pada saat-saat seperti ini memang harus makan sesuatu yang enak untuk memperbaiki suasana hati. Seperti ini, semakin pedas semakin nikmat. Tadinya aku bertaruh dengan rekan kerjaku. Kalau kali ini aku bisa menyelesaikan pekerjaan dengan lancar, dia akan mentraktirku makan ini.

Tidak disangka aku bisa kalah sampai seperti ini. Kau belum kalah. Kau kan belum mengundurkan diri. Dalam banyak hal, poin paling pentingnya tidak terletak pada hasilnya, melainkan pada prosesnya. Contohnya aku, yang seorang model, tetapi begitu di depan kamera, aku malah kebingungan. Aku bahkan pernah berpikir untuk menyerah, tetapi ada saat dimana

Aku merasa tidak boleh, aku tidak boleh menyerah. Kau tahu kenapa? Karena dirimu. Karena dirimu, membuatku sesaat tanpa disadari memiliki rasa percaya diri. Kau baik sekali. Tidak seperti aku. Walaupun gagal, masih ada aku yang berada dibawahmu. Bukan itu maksudku. Yang ingin kukatakan adalah, kaulah yang memberikanku keberanian, kaulah yang membuatku mengerti

Yang terpenting dari suatu hal bukanlah hasilnya, melainkan prosesnya. Bagaimana caramu menikmati proses itu. Jangan meragukan dirimu sendirimu. Sikap positifmu, dan termasuk ketekunanmu, semuanya adalah milikmu yang paling berharga. Tetapi sekarang aku sungguh tidak tahu harus bagaimana lagi. Kalau kau tidak sengaja melakukan sesuatu yang buruk dengan niat yang baik, menurutku tidak apa-apa.

Cukup berikan penjelasan yang sebaik mungkin kepadanya saja. Jangan bilang tidak ada kesempatan. Kita sendirilah yang menciptakan kesempatan itu. Ini adalah suara dari hati yang terdalam. Ini adalah sebuah panduan dari mimpi. Sukacita yang muncul dari kepahitan adalah pemandangan yang paling indah. Tanganku kuberikan padamu. Biarlah waktu yang membuktikan. Waktu yang berjalan dengan cepat,

Tanpa meninggalkan penyesalan. Janganlah kecewakan janji yang telah kita buat dengan waktu. Nona, saya sarankan Anda tidak membuang waktu Anda di sini. Bagaimana kalau Anda langsung menghubungi Guru Yun Zhi saja? Aku sudah menghubungi dia, tetapi dia tidak membalas pesanku. Tidak apa-apa, aku tunggu di sini saja. Itu…. Guru Yun Zhi. Guru Yun Zhi.

Nona, Anda tidak boleh begini. Tanpa undangan dari Guru Yun Zhi, Anda tidak boleh masuk. -Nona. -Guru Yun Zhi, saya tahu Anda sedang marah pada saya. Tapi bolehkan Anda memberikan saya satu kesempatan untuk memberikan penjelasan? Anda juga tidak boleh secara sembarangan menarik naskah Anda dari kami. Apakah seorang penulis terkenal

Boleh mempermainkan perusahaan penerbit seperti ini? Guru Yun Zhi, Guru… Masuklah. Menurutmu, aku melakukan ini untuk mempermainkan perusahaan penerbit? Bukan itu maksud saya. Guru Yun Zhi, jika saya sudah melakukan kesalahan, maka saya meminta maaf pada Anda. Tetapi bisakah Anda memberitahukan pada saya di mana letak kesalahan itu? Baiklah. Sekarang aku beritahu padamu

Di mana letak kesalahamu. Kau telah melewati batas, apa kau mengerti? Saya mengerti. Apa ini karena saya pergi mengunjungi Pagoda Kebahagiaan itu? Tetapi awalnya niat saya adalah untuk pekerjaan. Guru Yun Zhi, saya adalah orang baru di bidang pekerjaan bagian proofreading. Ini adalah pertama kalinya saya berhubungan dengan Anda, seorang penulis yang begitu penting.

Oleh karena itu hasil karya Anda memiliki arti yang sangat besar bagi saya. Saya percaya Anda juga bisa memahaminya. Saya juga sudah sangat berhati-hati. Dalam proses proofreading ini, saya tidak ingin ada kesalahan apapun. Saya akui saya terlalu serius, tetapi saya sama sekali tidak bermaksud untuk menyerang Anda. Sebagai penulis, aku sudah berulang kali memberitahumu,

Bahwa aku tidak akan merubah nama Pagoda Kebahagiaan ini. Tetapi sebagai seorang proofreader, saya juga berkewajiban untuk mengingatkan Anda, kalau hal itu bisa membuat para pembaca menjadi salah paham. Saya tahu Pagoda Kebahagiaan pasti memiliki sejarahnya sendiri. Mungkin ada sebuah cerita dibalik nama tersebut. Atau mungkin nama itu memiliki arti yang sangat penting bagi Anda.

Tetapi Anda terus menghindarinya. Sekarang masalahmu tidak hanya terletak pada melewati batas. Kau sedang mencari tahu tentang hal pribadiku. Sungguh bukan itu maksud saya. Guru Yun Zhi, sebenarnya hari ini saya datang ke sini bukan karena saya berharap Anda dapat memaafkan saya. Apapun keputusan Anda akan saya terima. Karena saya sudah siap dengan hasil buruk

Hal yang sangat buruk. Tetapi mari kita lupakan masalah pekerjaan proofreading. Saya berdiri dalam sudut pandang sebagai seorang teman. Bukan. Saya berdiri dalam sudut pandang sebagai seorang pembaca. Saya ingin mengatakan, kalau Anda bisa memasukkan Pagoda Kebahagiaan ke dalam karya tulis Anda, maka pasti dia adalah sebuah benda yang berarti bagi Anda.

Jika Anda memang menganggapnya sangat berarti, mengapa Anda tidak memberikan penjelasan tentangnya? Jika cerita tentang pagoda ini dapat menggugah hati Anda, maka saya percaya itu juga akan bisa menggugah hati semua orang, benar kan? Selain itu, Anda juga sudah bertahun-tahun tidak mengunjungi kota kecil yang ada di dalam novel Anda itu.

Apakah Anda sedang menghindari sesuatu? Karena pekerjaan ini, saya sudah membaca novel Anda dengan teliti. Di dalam novel ini, menurut saya masih ada beberapa hal yang tidak dapat Anda utarakan. Karena saya bisa merasakan dalam deretan huruf dan kata-kata tersebut, tersirat penyesalan dan kekecewaan Anda, juga ada perasaan tidak rela. Karena itu saya berpikir

Bahwa Anda menulis novel ini adalah untuk mngenang masa lalu. Jika memang ingin mengenang masa lalu, Anda seharusnya kembali ke sana. Lalu mengapa Anda tidak kembali ke sana? Aku pergi menemui Guru Yun Zhi. Aku datang untuk meminta maaf, tetapi tidak berhasil. Apa yang kau katakan? Aku bicara baik-baik dengannya. Hanya saja,

Sikapku agak sedikit keras. Lalu? Lalu aku terus berbicara, dan dia hanya mendengar. Aku sendiri tidak ingat jelas apa saja yang sudah kukatakan. Hanya saja, sikapku memang agak sedikit keras. Sungguh Nona yang satu ini, kenapa bisa sebodoh ini? Cantik sekali. Aku mendukungmu, Li Xiao. Liu Haochen. Bisakah kau jangan menambah masalah lagi?

Direktur sedang berbicara dengan Pimpinan. Hingga saat ini belum kembali juga. Kenapa? Itu berarti masalah ini sangatlah berat. Jika tidak berjalan dengan baik, maka semua bagian proofreading kita bisa terkena imbasnya. Kenapa? Masalah ini semuanya disebabkan olehku. Tentu saja aku sendiri yang harus menanggungnya. Aku tentu tidak bisa sampai melibatkan kalian. Li Xiao. Kembalilah.

Aku bicara denganmu. Kemarilah. Direktur dan Wu Yu sedang berusaha membereskan masalah ini. Dia sudah bilang, hari ini pasti akan ada keputusannya. Aku harap hingga waktu pulang kantor nanti kau dapat duduk tenang di sini. Jangan pergi ke manapun. Tetapi, Kak Shi Tou, Tapi apa? Dalam kondisi seperti ini, apakah kau bisa mengatur

Akan melibatkan siapa saja? Dulu apapun yang kau lakukan, tidak ada yang menghalangimu. Tentu saja, dengan sifatmu yang seperti ini, tidak ada orang yang mampu menghalangimu. Tetapi saat ini, kau hanya bisa memilih untuk duduk di sini. Apa ada perubahan? Masih sama seperti dulu. Sungguh tidak disangka, semua yang ada di sini

Masih sama seperti dulu. Beberapa tahun ini aku terus bertanya kapan kau akan kembali. Hingga suatu hari aku mendengar kalau kau sudah menjadi seorang penulis terkenal. Aku kemudian tidak berharap lagi. Belasan tahun ini, aku juga sebenarnya sedang menunggu. Menunggu hingga diriku memiliki keberanian yang cukup untuk kembali menghadapi semua yang ada di sini.

Manusia itu selamanya tidak pernah punya rasa puas. Sepertinya, kau berhasil meyakinkan dirimu sendiri. Beberapa hari yang lalu, ada seorang gadis muda yang datang ke sini, dan bercerita tentang novel barumu. Dia bilang dalam novel itu, kau menulis tentang kota kecil ini. Benar. Saat itu, aku merasa aku sudah memiliki kemampuan itu,

Sehingga dalam sekali waktu aku menulis buku itu hingga selesai. Saat selesai menulis buku ini, aku benar-benar merasakan suatu perasaan yang bebas. Tetapi gadis itu…. Dia bisa melihatnya. Melalui sebuah nama pagoda, dia menyadari kalau aku sedang menghindari beberapa hal. Menghindar, berarti aku masih belum bisa merelakannya. Aku masih belum memiliki kemampuan yang cukup.

Bisa dibilang, buku ini bukanlah sebuah karya yang baik. Dia seharusnya adalah sebuah karya yang baik. Hanya saja dalam hatimu, dia bisa berubah menjadi lebih baik lagi. Tehnya sudah jadi. Silahkan coba. Berikan handphonemu padaku. Buat apa? Jangan bilang kalau kau tidak punya Wechat. Apa yang kau tertawakan? Ternyata kau juga punya Wechat.

Para rekan kerja, apa yang terjadi? Sudah waktunya pulang kerja. Direktur. Tolong bawa aku menemui pimpinan. Masalah ini disebabkan oleh aku sendiri, aku tidak boleh melibatkan yang lainnya. Buat apa bertemu dengan pimpinan? Kau pikir pimpinan juga tidak mau pulang kerja, untuk bertemu denganmu? Sudahlah, Li Xiao. Masalahnya sudah seperti ini,

Aku hanya ingin berkata padamu, tidak peduli apapun pekerjaan yang akan kau lakukan nanti, di manapun kau akan bekerja, jangan sampai lupa dengan pelajaran kali ini. Dalam bermasyarakat, di dunia pekerjaan tidak semudah yang kau pikirkan. Bukan berarti kau ingin melakukan apa maka bisa kau lakukan seenakmu,

Atau kau ingin bagaimana maka akan terjadi sesuai keinginanmu. Apa kau mengerti? Berlatihlah dengan baik. Bereskanlah barang-barangmu. Sudahlah, Li Xiao. Tidak perlu dibereskan. Guru Yun Zhi merubah pikirannya. Dia tidak jadi menarik naskahnya. Benarkah, Direktur? Dia berterima kasih padamu, karena kau telah memberinya pelajaran. Satu pelajaran yang tajam namun menghangatkan.

Bukankah sudah sepakat akan memberitahunya sedikit lebih lama? Wu Yu. Kenapa kau membohongiku? Teriak lagi padaku. Coba kau teriak lagi padaku. Tangisannya bahkan sampai ke hidung. Aku beritahu padamu, Guru Yun Zhi ingin segera bertemu denganmu. Sudah menangis begini, bagaimana kau bertemu dengannya? Minggir. Berhenti. Apa kau tahu di mana? Yun Xiubang. Terima kasih, Direktur.

Kau benar-benar orang yang membosankan. Guru Yun Zhi. Katanya jika dari sini berjalan terus ke arah timur, kita bisa lihat pemandangan malam yang paling indah dari kota kecil ini. Benar. Pagoda Kebahagiaan adalah Pagoda Tiga Kesucian. Aku memakai nama ini, karena aku ingin menyisakan sedikit ruang untuk diriku sendiri. Karena tempat ini menyimpan

Banyak impian milikku, dan juga kenangan yang tak terlupakan. Ayah, lihatlah. Apa nama pagoda itu? Pagoda Tiga Kesucian. Mengapa dinamakan Pagoda Tiga Kesucian? Karena pagoda itu didedikasikan untuk tiga orang suci. Tiga orang suci ini, ada yang tinggi, ada yang pendek. Seperti ayah, ibu, dan aku. Begitu kau bilang, aku jadi merasa memang sedikit mirip

Dengan kita bertiga sekeluarga. Selama ini kenapa aku tidak menyadarinya. Seperti keluarga kita. Lagu Kebahagiaan yang baru saja diajarkan oleh Guru, “kebahagian” di dalamnya adalah keluarga kita kan. Kalau begitu kita namakan dia Pagoda Kebahagiaan saja. Nama ini hanya kita bertiga yang tahu, Ok? Baiklah. Pagoda Kebahagiaan. Kalau begitu setelah ini,

Setiap hari kita datang ke sini melihat Pagoda Kebahagiaan, bagaimana? Baiklah. Jadi begitu rupanya. Kenangan yang sungguh indah. Mengapa Anda tidak bersedia untuk menuliskannya. Kemudian, istriku menderita penyakit yang serius. Biaya rumah sakit dan biaya operasi sangatlah mahal. Aku tidak mampu membayarnya. Pada era di mana semua orang pergi melaut untuk menjalankan bisnis,

Aku malah tidak mau mengikuti tren. Aku minta tolong satu hal padamu, apakah kau bisa mengumpulkan 70,000 atau 80,000 Yuan? Bisakah kau menolongku? Begitu seterusnya hingga penyakit istriku semakin lama semakin parah. Walaupun aku sangat khawatir tetapi aku juga tidak mampu berbuat apa-apa. Jangan minum lagi, kalau kamu juga ikut jatuh,

Maka keluarga kalian akan hancur. Aku terpaksa hanya bisa menulis untuk melupakan semuanya. Malam itu saat istriku sakitnya semakin parah, aku sedang berada di toko buku Su Xi, minum-minum hingga mabuk dan tak sadarkan diri. Ayah. Dia pergi dengan diam-diam membawa perasaan menyesal, meninggalkan dunia ini. Ayah, bangunlah! Ibu sudah meninggal. Sedangkan aku sebagai suaminya,

Sebagai ayah dari anak kami, Ternyata… ternyata tidak berada di sampingnya. Maafkan saya, Guru Yun Zhi. Saya tidak tahu kalau Anda pernah mengalami hal seperti itu. Tapi saya percaya dengan kondisi saat itu, istri Anda pasti bisa memahami Anda. Walaupun dia dapat memahamiku, tapi ada satu orang yang tidak akan memafkanku selamanya. Maksud Anda…

Anak laki-laki Anda? Karena itulah aku menggunakan nama Pagoda Kebahagiaan. Hanya dialah yang tahu tentang nama itu. Penghindaranku selama ini adalah karena aku tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya. Aku bahkan berpikir dia selamanya tidak akan membaca karyaku ini. Guru Yun Zhi, maafkan saya. Sekali lagi saya menyampaikan permohonan maaf yang mendalam.

Hanya karena pendapat pribadi saya, saya hampir menghancurkan sesuatu yang berharga untuk Anda. Jangan berkata begitu. Kalau bukan karena ketekunanmu, aku mungkin tidak akan memiliki keberanian untuk menghadapi masa lalu. Aku sudah memutuskan aku akan menuliskan janji Pagoda Kebahagiaan ke dalam cerita novelku. Pekerjaanmu sudah selesai dengan sangat baik. Terima kasih. Sudah seharusnya saya lakukan.

Baiklah. Aku sudah membuatmu panik, dan sudah membuatmu datang sejauh ini, aku tidak bisa membiarkan kau pulang dengan perut kosong. Malam ini biar aku traktir makan malam. Tidak usah. Aku tidak berani menerimanya. Sudahlah. Sekarang sudah tidak perlu memikirkan masalah melewati batas lagi. Ini adalah ketulusan hatiku. Hari ini kita tidak usah minum teh.

Kita minum sedikit arak, bagaimana? Baiklah, tidak masalah. Pasti akan saya temani hingga akhir. Li Xiao, sungguh hebat, walaupun dalam prosesnya tidak terlalu lancar, tetapi hasilnya sangat memuaskan. Tentu saja. Direktur, berikutnya jika ada pekerjaan tentang karya penulis besar seperti ini, serahkan padaku saja. Anak muda zaman sekarang sungguh tamak ya. Apa maksudmu?

Maksudnya diberi sedikit namun ingin mendapatkan lebih, dan sangat tamak. Bisakah kalian tidak terlalu menampakkan rasa iri kalian? Siapa ya yang hari itu ketakutan karena Wu Yu, sampai menangis seperti itu. Kak Liang Zi, tolong jangan sebut-sebut tentang ubur-ubur bau itu di depanku. Aku masih belum membuat perhitungan dengannya. Mau buat perhitungan dengan siapa?

Kau mau apa? Aku mau ambil naskah. Ya, benar. Begini? Teruskan. Pakai tenaga. Potong lagi. Haluskan lagi. Apa kau bisa tidak terlalu maniak begitu? Normallah sedikit. Wu Yu. Akhirnya masalah selesai. Aku hanya berharap kau mendapat pelajaran baru. Dunia masyarakat tidak semudah yang kau pikirkan. Nanti jika kau bertaruh lagi dengan siapapun,

Kau harus ingat baik-baik, berani bertaruh maka berani menerima kekalahan dan bertanggung jawab. Bos, tambah sepuluh lagi. Baiklah. Apa bisa kauhabiskan? Lihat saja nanti. Bos, bakarlah. Ya, ya. Tambah sambalnya. Ok, tidak masalah. Harusnya saat itu aku biarkan saja kau dikeluarkan. Kau tidak perlu menakutiku. Sejak awal aku bekerja di Dongfan bukan untuk

Menjadi seorang proofreader. Tujuan akhirku adalah menjadi editor fashion majalah Resa. Ternyata kau bekerja untuk tujuan lain ya. Cukup pandai kau menyembunyikannya. Siapa yang sembunyi? Aku tidak pernah menyembunyikannya. Direktur pun tahu tentang ini. Kau sendiri yang tidak mengamati dengan teliti. Bos, tambah lagi sambalnya. Cabai, cabai. Editor fashion. Kau sekarang bisa menjadi seorang proofreader,

Semuanya juga karena aku. Kalau bukan karena hubunganku dengan Guru Yun Zhi kau sekarang pasti sudah…. Sudah cukup. Guru Yun Zhi tergerak oleh ketulusan hatiku. Tidak ada hubungannya denganmu. Kalau tidak percaya, tanyakan saja padanya. Oh ya, lupa. Kau kan tidak punya Wechatnya,ya? -Tambah lagi cabainya. –Baiklah. Hari ini aku sudah kalah.

Apapun yang kau katakan adalah benar. Bos, tolong bakar ini juga. Ubur-ubur, aku ingin bertanya, hubungan Guru Yun Zhi dan anaknya apakah memang tidak begitu baik? Ada apa? Katanya anaknya sangat membencinya, tetapi dia tidak banyak menjelaskannya. Lagipula dalam setiap tokoh yang ada dalam bukunya, sepertinya tidak ada satupun

Yang dibuat sesuai dengan deskripsi asli anaknya. Karena itu, aku merasa dia…. Lewat batas, lewat batas. Tidak perlu bertanya tentang hal yang tidak seharusnya ditanyakan. Ingatanmu pendek sekali. Kalau tidak tahu bilang saja tidak tahu, buat apa mengungkit masalah melewati batas. Aku tanya lagi satu hal, waktu itu kau menolak keras

Saat aku mau mengambil pekerjaan proofreading buku Lei Yang. Sekarang kau malah memaksa memberikan pekerjaan proofreading Guru Yun Zhi padaku. Kenapa? Sudahlah. Masalah juga sudah selesai. Memberitahumu juga tidak apa-apa. Setiap mendapatkan suatu karya tulis, siapa penulisnya, bagaimana gaya menulisnya, termasuk juga mencari siapa proofreader yang cocok untuknya, semua hal-hal ini tergantung pada suasana hatiku.

Bos, tambahkan sepuluh lagi. Baiklah. Jangan, jangan. Dua puluh. Boleh, boleh. Terlalu banyak. Tiga puluh. Baik, baik. Bos, dia…. Bos, semuanya saja. Cukup! Lei Yang. Ada berita baik. Hari ini akhirnya aku bisa menyelesaikan pekerjaan proofreading Guru Yun Zhi. Aku tidak jadi berhenti dari Dongfan. Siapa tahu nanti kita akan bisa bekerja sama lagi.

Kali ini aku mengirim email duluan, karena aku ingin meminta maaf padamu. Setiap penulis pasti punya rahasianya masing-masing, dan memiliki ruang untuk mereka sendiri. Waktu aku berkata hal-hal yang tidak pantas padamu. Hari ini aku secara resmi meminta maaf padamu. Sudah lama kita tidak berhubungan, kenapa tiba-tiba malah minta maaf padaku? Kalau kau begini,

Aku malah jadi sedikit tidak terbiasa. Aku masih lebih terbiasa dengan ahli koreksi huruf yang sangat pandai berbicara itu. Mungkin karena aku sedang menyukai seseorang. Dia adalah model tampan dan berbakat, yang dulu kau ceritakan padaku, kan? Benar. Dia adalah model yang paling tampan dan paling pintar yang pernah kutemui. Sudah dipakai?

Kalau sore ini penampilanmu bagus, dan merek ini mau jadi sponsormu, maka kau sudah cukup hebat. Zhou Zimo, habiskan telurnya ya, jangan disisakan. Pagi ini aku ada rapat, setelah makan pergilah ke gym. Sore ini pergilah lebih awal, agar waktu make up bisa lebih lama. Jangan sampai terlambat. Xia Fan. Aku sedikit nervous.

Anggap saja semua orang itu adalah telur, cukup lakukan seperti saat kita latihan waktu itu. Hari ini hanya sesi foto internal. Tidak akan banyak yang datang, Hanya beberapa rekan kerja dan pihak sponsor. Semangat ya, aku percaya padamu. Kalau hanya berbicara saja memang lebih mudah. Dulu saat di foto kau juga bilang gugup,

Tetapi menurutku hasilnya kemudian sangat bagus. Hasil fotonya sudah keluar. Aku kirimkan untukmu sekarang juga. Kau lihat saja sendiri. Karena itu, janganlah khawatir. Lakukanlah seperti saat latihan sudah cukup. Lihatlah. Semangat ya, Zhou Zimo. Proposal tambahan sudah diterima oleh kepala editor. Pada acara apresiasi pelanggan kali ini, kita akan secara resmi mengumumkan hal ini.

Oleh karena itu, penampilan model catwalk pria sangatlah penting. Kita ingin agar para pelanggan bisa lebih memahami mereka, dan berdasarkan pada sikap mereka mengembangkan dan mengarahkan arah konsep model mereka. Kali ini juga adalah suatu uji coba yang berani. Ini juga pertama kalinya kita mengadakan pertunjukan pada acara apresiasi pelanggan. Karena itu semuanya harus

Sangat berhati-hati. Xiao Mo, kau bertanggung jawab pada bagian panggung. Xia Fan, kau akan bertanggung jawab untuk semua model pria. Tamu kita kali ini sangat penting, kau juga yang akan menyambut mereka. Yang lain bisa membantu semampunya. Ok, rapat selesai. Sepertinya kau harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk melatih Zhou Zimo. Jika tidak, nanti saat pertunjukkan

Muncul masalah apapun, aku tidak akan bisa membantumu. Xia Fan, aku baru saja mencarimu. Ada apa? Dengar-dengar Resa mau mengadakan acara pesta apresiasi internal dan pertunjukkan catwalk. Ini yang mau aku bicarakan denganmu. Bicaralah. Kalau memang ini adalah acara internal, bolehkan aku ikut melihatnya? Xia Fan, aku benar-benar sudah lama tidak kembali ke Resa.

Sekarang aku bekerja di bagian proofreading, aku sama sekali tidak memiliki motivasi. Kalau kau kembali, kau akan bertemu dengan Amanda. Biar saja. Aku kan pergi melihat pertunjukan, bukan pergi melihatnya. Lagipula jika kau memberikan aku sebuah undangan, aku akan masuk dari pintu utama dengan penuh keyakinan. Bertemu dia pun juga tidak apa-apa.

Baiklah, aku akan berikan satu undangan. Amy, kau mau tidak? Aku tidak mau. Malam ini aku akan makan dengan Xiao Chen. Aku rekomendasikan sebuah rumah makan yang ubur-ubur bakarnya sangat enak sekali. Aku kenapa? Editor Wu, aku sedang memujimu. Kau sekarang sudah bisa memujiku, ya. Puji aku apa? Editor Wu, ini paket kiriman untuk Anda.

Amy, aku baru saja mau bertanya padamu. Kenapa sekarang paket kirimanku… paket kiriman untukku dikirim ke sini? Dulu bukannya kau antarkan ke masing-masing departemen? Aku tidak tahu.