【FULL】Standing in the Time EP11【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
Standing in the Time Episode 11 Sejak aku menjadi seorang model, aku tidak pernah memegang pulpen. Kita saat ini sudah sampai tahap ini tidak ada lagi jalan kembali. Kamu adalah orang yang harus menjadi juara. Ini juga modelnya Xia Fan, Zhou Zimo. Zhou Zimo adalah Lei Yang, Lei Yang adalah Zhou Zimo. Tapi tidak disangka,
Kamu adalah modelnya Resa. Aku sungguh minta maaf. Ada apa dengan paketku? Setiap naskahnya selalu kekurangan halaman. Setiap kali kekurangan halaman ke-13. Kekurangan satu lembar kamu langsung tidak mengerti, bukan? Tunggu saja surat panggilan nanti, jangan jadi pengecut ya. Wu Yu, Tuan, Apa yang terjadi? Apa kalian ada salah paham? Tunggu. Bagiamanpun juga
Dia yang memukul, maka dia yang salah. Usaplah dulu. Terima kasih. Apakah Anda juga seorang penulis? Benar. Aku seorang penulis buku anak-anak. Kenapa? Apa masih tidak bagus? Menurutmu, tulisanmu seperti ini apakah dapat dijual? Aku tidak paham tentang penjualan. Makanya karena kamu tidak mengerti, dengarkanlah aku. Tidak perlu menulis sepanjang ini,
Aku juga tidak punya banyak ruang untuk diberikan padamu. Kenapa tidak ubah lebih pendek sedikit? Aku pernah menceritakan cerita ini pada anak-anak kecil, dari reaksi mereka sepertinya menyukainya. Aku tidak boleh mengubahnya lagi. Ini saja sudah seperti bukan barangku lagi. Barangmu? Apakah barangmu itu begitu ketat dan punya karakter tersendiri hingga tidak dapat diubah?
Contohnya halaman ini. Jika aku mengambilnya dari naskahmu tidak akan berpengaruh banyak. Kamu! Cerita yang begitu bagus. Setiap kali aku ceritakan pada anakku, dia pasti akan menangis dan juga tertawa. Menurutmu, jika bagian tengahnya dihapuskan, maka akan kehilangan ritme anak-anaknya. Dia tak ada lagi keindahan masa anak-anak. Apa dia mengerti hal ini? Bagaimana selanjutnya?
Ya tidak jadi diterbitkan. Akan aku simpan saja. Anggap saja cerita antara aku dan anakku. Terima kasih. Tunggu sebentar, Tuan. Ada apa? Naskah Anda tersebut apakah boleh aku membacanya? Kenapa? Karena kami saat ini akan menerbitkan sebuah buku berjudul Majalah Aneka Kisah Anak-Anak. Aku tidak akan lagi bekerja sama dengan Wu Yu.
Tapi kami mendadak mengganti naskah dan waktunya terlalu urgen. Mengganti naskah? Naskah yang sebelumnya sudah diputuskan, ternyata tidak cocok, jadi mendadak diganti. Tapi sekarang kami terburu-buru untuk mencetak, jadi… Apakah dia mencari seorang penulis yang sangat terkenal lalu tidak disetujui? Rasakan! Bukan, Tuan… Kamu… Untuk apa dikejar? Apakah kamu bodoh? Kebohonganmu ketahuan,
Apa mungkin dia mau terima? Li Xiao, kamu… Li Xiao, mau apa kamu? Tunggu kabar baik dariku. Kamu… berhati-hatilah. Wu Yu… Kamu kenapa seperti itu padanya? Bagaimanapun dia seorang penulis. Jangan berisik! Cepat kamu berikan padaku naskah milik orang tadi. Setidaknya masih dapat dipakai sekarang, kan? Kamu mengerti apa? Penulis tidak terkenal seperti dia
Apakah naskah itu bisa digunakan? Darurat. Aku tahu darurat. Darurat pun tidak boleh digunakan. Kembali. Tunggu. Apa ini? Kamu lihat, naskahnya sudah kamu keluarkan bahkan sudah dimasukkan ke dalam sini, untuk apa berpura-pura? Editor Wu, bisakah kamu lebih sopan sedikit? Kamu seorang pria besar seperti ini tapi kenapa hatimu begitu kecil? Aku sedang mempertimbangkannya.
Aku harus membacanya baik-baik. Kamu tahu apa yang dulu dilakukannya? Menusuk dari belakang. Aku sudah cukup sabar dengannya. Tunggu! Menurutku tulisannya sangat baik. Isi kontennya benar dan karakternya cocok. Dibandingkan dengan yang dulu, ini jauh lebih baik. Apa gunanya lebih baik? Masalahnya adalah Edisi Utama, Edisi Utama. Ini bukan keputusanku seorang diri.
Lihatlah, kamu masih berpikiran sempit. Aku bukannya berpikiran sempit, tapi diatasku masih ada Pimpinan Redaksi. Kenapa dengan Pimpinan Redaksi? Apakah masih ada masalah yang tidak dapat kamu lakukan, Editor Wu? Semangat! Kamu tidak usah mondar-mandir, duduklah. Baik. Artikelnya bagus. Tapi kenapa kamu harus mengganti naskah sebelum mencetak? Membuat semuanya kesibukan. Begini, Pimpinan Redaksi. Artikel ini
Awalnya kami siapkan sebagai cadangan. Hanya saja kita tidak menemukan publikasi yang cocok. Karena edisi pertama, menurutku ini adalah kesempatan. Tapi ini adalah Edisi Utama ya. Benar… Chen Ji, nama penulis ini belum pernah didengar. Benar. Tapi konten artikel ini sangat cocok dan karakternya pun memadai. Dibandingkan dengan yang lalu, jauh lebih baik.
Lagipula Edisi Utama majalah anak-anak, bukankah lebih baik diberikan pada penulis muda? Benar, bukan? Tadi kamu bilang, dulu artikel ini dijadikan cadangan? Ya. Kalau begitu, Dulu kenapa tidak dipakai? Chen Ji ini sejak dulu adalah penulisku. Tapi orangnya sangat keras. Dulu memintanya mengubah naskah selalu tidak mau bekerja sama. Jadi kali ini, dia bekerja sama?
Kali ini? Kali ini dia bekerja sama. Baiklah, kalau begitu diputuskan seperti ini saja. Jangan sampai menunda waktu cetak penerbitan. Baik. Sudah terbit! Ini untukmu. Terima kasih. Hanya tertulis koreksi ketiga diatasnya. Tapi masalah yang dulu kamu ajukan, sudah kuganti. Benarkah? Baguslah kalau begitu. Li Xiao, suatu hari nanti kamu pasti akan menjadi koreksi ketiga.
Suatu hari nanti, aku harap di bukumu tertulis namaku. Pasti! Li Xiao, aku sebenarnya tidak ingin membohongimu, atau sembunyikan darimu. Ketika aku tahu kamu adalah proofreadingku, aku tidak berani bicara. Karena aku takut, setelah kamu tahu bahwa aku adalah Lei Yang, kamu tidak lagi bersimpati padaku. Waktu kamu membawaku mencari Zhao Hui, aku…
Aku terus berpikir, aku berpikir, aku ingin memberi tahumu. Tapi pada akhirnya, aku tetap tidak berani. Karena dihatimu Lei Yang adalah seorang yang begitu menyebalkan, begituegois, begitu paling benar, begitu rendahan, dan orang yang begitu menjijikan. Aku… Aku tidak menyangka aku bertemu denganmu di Resa. Aku juga tidak menyangkanya.
Apa kamu sekarang bisa makan seperti ini? Aku tidak ingin jadi model lagi. Toh aku belum tanda tangan kontrak, jadi bukan model sesungguhnya. Aku tidak cocok di bidang ini. Kenapa? Bukankah aku pernah bilang padamu? Menurutku, pemotretan, sangatlah palsu. Aku tidak menyukainya. Tapi sungguh sangat indah. Zhou Zimo, tahukah kamu? Aku dulu adalah
Editor magang di Resa. Di sana ada mimpiku. Meskipun aku saat ini masih di bagian proofreading. Tapi aku juga membayangkan, kelak suatu hari nanti aku dapat kembali masuk ke Resa. Maka setiap kali aku melihat majalah Resa, aku memiliki suatu rasa kebanggaan tersendiri. Aku tidak mengerti dimana palsu yang kamu katakan itu. Aku hanya tahu
Terakhir kali kita disini makan bersama, kamu memberitahuku, kamu adalah seorang model, aku tahu kamu pasti akan sukses. Karena kondisimu, temparamenmu, dan semua di dirimu, seolah kamu terlahir sebagai seorang model. Aku dapat membayangkan berbagai gaya di tubuhmu akan menghasilkan berbagai keindahan. Karena kamu adalah seseorang yang paling istimewa. Karena di dirimu terdapat keistimewaan
Yang tidak ada di orang lain. Tapi, tadi kamu mengatakan pekerjaan yang tidak kamu pedulikan itu. Dari sudut pandangku, sungguh sangat menawan dan bersinar. Jika… aku bilang jika, jika kamu harus memilih satu yang kamu sukai. Kamu akan memilih Zhou Zimo atau Lei Yang? Pertanyaanmu, pertanyaan macam apa ini? Aku bilang, jika kamu harus memilih
Satu di antaranya, kamu akan memilih Zhou Zimo atau Lei Yang? Aku tidak pernah bertemu dengan Lei Yang, tapi aku mengenal Zhou Zimo. Di kartu identitasmu, tertulis Zhou Zimo, bukan? Meskipun Lei Yang adalah nama penamu, juga adalah kamu. Tapi dari sudut pandangku, kamu adalah Zhou Zimo. Meskipun aku tidak menyukai Serangga Tanpa Kaki.
Tentu saja karena aku tidak mengerti dan pada akhirnya tetap dicetak dan diterbitkan Lei Yang pada akhirnya juga mengeluarkan buku, bukan? Artinya para penerbit percaya pada bakatmu. Maka mengenai masalah tadi, menurutku… menurutku kamu tidak perlu bingung. Karena… karena aku juga tidak terlalu banyak memikirkannya. Kenapa kamu tidak makan? Aku tidak boleh makan lagi.
Aku lihat kamu makan saja. Sebenarnya aku sudah kenyang dari tadi. Hari ini aku yang bayar, kamu tidak perlu berebut denganku. Anggap saja sebagai ucapan selamat atas keberhasilan peragaan busanamu. Aku bayarkan dulu makanannya, kamu bersiap-siap dulu saja. Kamu keluar… keluar, aku ingin bicara denganmu. Aku bisa dimana? Aku ada di depan pintumu.
Ada pembicaraan apa tidak boleh bicara di dalam? Sini… Ada apa? Sekarang ada satu kabar baik dan satu kabar buruk, mau dengar mana dulu? Kabar baik. Pemimpin Redaksi sudah menyetujui naskah Chen Ji. Sungguh? Ada satu kabar buruk lagi. Kalau begitu aku tidak mau dengar. Berhenti! Pasti kamu yang telah membocorkannya. Sekarang orang itu mengerjaiku.
Bukan aku. Siapa lagi kalau bukan kamu? Kalau begitu… aku harus bagaimana? Kamu harus tanggung jawab. Aku tanggung jawab, tapi aku tidak bisa apapun, bagaimana aku tanggung jawab? Kamu berpura-pura sebagai pengacara, ikut denganku untuk menggertaknya agar dia memberikan naskahnya padaku. Ayo. Bukan. Gertak dia boleh, tapi tidak sekarang. Kenapa? Karena… karena aku katakan padanya
Aku juga bekerja disini. Kamu ini bukannya tidak bisa apa-apa? Kamu sangat bisa mendatangkan kerepotan padaku. Masih memukul orang! Xia Fan, pakaianmu ini sangat bagus. Cukup profesional? Profesional. Legally Blonde. Di sini. Nanti kamu berperan sebagai asistenku, beraktinglah dengan baik. Baik. Pakai caramu membujukku untuk membujuk dia. Tidak masalah. Kamu tidak apa-apa, natural saja.
Apa aku cukup sedikit bicara saja? Xiao! Bagaimana kamu tahu dia tinggal disini? Ini rumah sewanya Chen Ji. Tapi aku juga mengenal pemilik rumahnya. Dulu juga penulisku. Kalau begitu kamu sudah memaksa mati berapa banyak penulis? Aku akan menggedor pintunya sekarang. Kamu jangan berbuat salah. Guru Zhang, kamu disini? Editor Wu, tolong sopan sedikit.
Guru Zhang belakangan ini apakah ada karya baru? Kamu tidak mungkin datang untuk meminta naskahku, bukan? Katakan saja jika ada masalah. Itu… aku datang mencari Chen Ji. Dia sudah lama pindah. Dia pindah? Dia tidak disini lagi? Kenapa? Guru Zhang, mendengar nada suaramu, dia bisa pindah berapa lama? Maaf, di sini tidak menerima kalian.
Guru Zhang, kami mencarinya karena ada masalah urgen. Guru Zhang, sungguh… hati-hati… Mau apa? Perasaanmu untuk melindungi temanmu dapat aku pahami. Tapi saat ini klienku masih ingin menyelesaikannya secara pribadi. Jika Anda tidak mau bekerja sama, kami akan maju selangkah, menuju proses peradilan selanjutnya. Apakah Anda sudah pikirkan baik-baik? Chen Ji, ada orang mencarimu.
Profesional, kan? Lao Chen, aku sudah bilang posisi Edisi Urtama, satu halaman penuh. Bagaimana? Aku jujur padamu. Beberapa hari lalu aku mencari naskahmu, dan membaca ulang kembali dengan sangat teliti. Aku sungguh merasa bagus. Aku bahkan merasa… Benar, Guru Chen Ji, sebaiknya kamu pikirkan lagi baik-baik. Aku telah mengerjakan banyak pekerjaan Editor Wu,
Dia baru mau membaca kembali karyamu. Lagipula menurutku ini adalah karya yang sangat bagus. Saat aku membacanya aku langsung menangis. Tuntut aku saja. Bukannya mau menuntutku? Kamu pengacara, bukan? Kita gunakan hukum pidana, atau hukum perdata? Hukum pidana atau perdata… Kita tidak perlu buru-buru untuk masalah ini. Pengacara Xia, aku dan Tuan Chen
Ingin menyelesaikan masalah ini dengan cara pribadi. Asalkan Tuan Chen dapat memberikan hak lisensinya pada kami, masalah yang lalu tidak kami kejar lagi, benar kan? Dihapuskan sekaligus. Benar… Apakah mendadak ganti naskah? Apakah ada ruang kosong? Kamu… Chen Ji, aku beritahu ya, kamu jangan sombong. Hari ini aku membawa pengacara datang dengan hormat menemuimu.
Kamu pertimbangkan sendiri masalah ini seutuhnya, terhadap karirmu sebagai penulis apa saja konsekuensinya. Berikan naskahnya padaku. Gunakan naskahku, apa kamu tidak takut pengaruhi hasil penjualan? Sudah kuduga. Karena masa yang lalu itu kamu masih marah padaku. Aku boleh beri tahukan padamu, kali ini hasil penjualan tidak ada hubungannya denganmu. Asalkan kamu berikan lisensi naskahmu padaku,
Dan menuruti perubahan yang kumau, aku membantumu menerbitkannya, selesai. Masih mau aku mengubah naskah? Apa kamu tidak salah? Aku peringatkan kamu, aku tidak akan mengubah satu tanda baca pun. Guru Chen, kenapa kamu bicara seperti itu? Pada saat proses proofreading, jika ditemukan adanya kesalahan huruf dan kesalahan bahasa, sudah seharusnya diganti.
Untuk tanda baca bahkan lebih tidak boleh ceroboh lagi. Sebuah karya baik saat akan diterbitkan, pemeriksaan pertama, kedua, ketiga… Bagian proofreading, ya? Tuan Chen, mengedit dan menerbitkan merupakan sebuah proses dari pemeriksaan. Lagipula mengubah kesalahan penulisan adalah aturan penerbitan. Mengenai isi konten… Untuk masalah konten aku pastikan tidak akan mencampurinya. Bagaimana menurutmu?
Kamu begitu mengerti masalah penerbitan, apakah kamu benar seorang pengacara? Aku adalah pengacara di bidang penerbitan, tentu saja aku memahami prosesnya. Benar. Apa ada masalah? Chen Ji, waktunya sangat mendesak sekarang, kamu harus segera membuat keputusan. Jadi bagaimana? Baiklah. Aku tunggu… surat pengadilan. Guru Chen Ji, sebagai seorang anak muda, aku merasa kamu terlalu kekanak-anakan.
Editor Wu, hari ini dengan tulus datang ke rumahmu. Aku tahu sebelumnya antara kalian ada salah paham, dia memukulmu. Tapi kan kamu juga sudah memukulnya, benar kan? Tapi dia bersedia melepaskan jabatannya, membaca kembali hasil karyamu dan dia sudah mengakuinya bahwa ini adalah karya yang bagus. Maka dari itu, hari ini datang kemari.
Menurutku sikap ini sudah lebih dari cukup, kamu tidak boleh selalu menyulitkannya seperti ini. Kamu bilang hasil karyamu begitu bagus, dulu tidak diterbitkan, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Tapi sekarang ada kesempatan, kenapa kamu menolaknya? Guru Chen Ji, jika kamu masih seperti ini dan tidak membiarkannya diterbitkan, menurutku bahkan anakmu akan memandang rendah dirimu.
Kenapa? Melototinku? Omonganku benar? Menusuk hati? Benar, bukan? Guru Chen Ji, berikan surat penyerahan lisensi padaku, cepat. Aku tidak percaya dia tidak tanda tangani. Maaf, ada di aku. Cepat. Guru Chen Ji, coba kamu pikirkan baik-baik, Edisi Utama, satu halaman penuh, kurang apa lagi? Hampir saja ketahuan. Akhirnya berhasil. Cepat pikirkan bagaimana kita merayakannya?
Kamu berhutang beberapa cumi bakar padaku, cepat pikirkan. Kamu, ikut aku kembali ke penerbitan dan lakukan proofreading. Kenapa? Aku sudah waktunya pulang kantor. Pertama, jika bukan karena kamu naskahku tidak akan terbang. Kedua, sekarang saat ini dimana aku mencari seorang proofreading. Ketiga, besok sudah mau dicetak jadi kamu bukan pulang kantor, tapi lembur.
Tapi, Editor Wu kamu memang seorang atasan, tapi bukan atasanku, kamu tidak dapat memerintahku. Kamu sengaja, bukan? Koreksi pertama, koreksi kedua. Koreksi pertama dan koreksi ke dua tidak ada masalah. Bagaimana dengan koreksi ketiga? Bagaimana dengan koreksi ketiga? Bisakah kamu berhenti mondar-mandir di hadapanku? Apa ada yang dapat kubantu? Gunakan pensil untuk menandai, bukan? Bukan,
Aku minta tolong kamu pertajam pensilku. Liu Haochen, jangan bilang kamu proofreading seharian disini sampai tidur terlelap? Sudahlah… Jangan bengong. Cepatlah… Bantu aku. Sebelum matahari terbit harus selesaikan pengiriman. Mendadak ganti naskah sudah harus dikirim ke percetakan. Cepatlah. Ada apa ini? Kalian kenapa belum pulang? Aku justru belum mulai. Mari kita selesaikan koreksi pertama bersama.
Haochen, perusahaan memerlukanmu. Sebegitu menegangkannya. Ini. Cepat sekali. Aku pernah menjadi seorang proofreading ya. Apa benar kamu pernah menjadi proofreading? Katakan, apa lagi yang dapat kubantu? Menurutku saat ini kamu yang paling perlu dilakukan adalah memanggil Chen Ji kemari. Begitu menemukan kesalahan langsung diperbaiki dengan begitu meningkatkan hasil kerja. Liu Haochen, lebih serius sedikit.
Bikin kaget saja. Pimpinan. Lao Wu, ada apa ini? Tengah malam datang ke tempatku untuk apa? Aku… Dua orang ini lembur? Pimpinan, kamu kan tahu masalah tentang Edisi Utama. Penulis itu, baru sore tadi memberikan kami lisensinya. Karena waktunya tidak keburu hanya dapat memakai kedua orang bawahanmu proofreading muda ini. Kamu hebat ya,
Memang editor artis, pesonanya luar biasa. Pesona apa? Ini semua karena terburu-buru. Aku tahu, aku seharusnya ijin dulu denganmu. Maaf… Tidak apa-apa… Karya adalah yang utama. Benar, katamu. Karya yang utama. Kita jangan bicara ini dulu. Aku ada hal urgen harus pergi sebentar. Secepatnya kembali. Lalu aku bayar kesalahan padamu. Tunggu aku. Pelan sedikit.
Profesional ya. Masing-masing bekerja dengan kerasnya. Teman-teman, pertama kali lembur, kan? Katakan, ada apa ini? Sebelum matahari terbit sudah harus selesai pengiriman, segera dikirim ke percetakan. Pimpinan, semalam ini, Anda… Aku cinta departemen seperti rumah sendiri. Pimpinan, apa yang sedang kamu lakukan? Aku akan mengirimkan ini pada grup kantor kita. Biar semuanya lihat
Teman-teman muda kita begitu antusias bekerja. Pimpinan, kamu lebih dekat lagi fotonya, agar ketampananku terlihat. Kamu jangan bergerak… Menunduk. Jangan lupa berikan Ibuku juga. Sering kali, barang yang diinginkan tidak semudah itu didapatkan. Apa katamu? Bukan apa-apa. Kenapa hari ini kamu berdandan seperti ini? Wu Yu ada satu naskahnya yang bermasalah. Aku menyamar sebagai pengacara
Meminta naskah pada penulis yang sial itu. Pengacara profesional. Kalau begitu coba ceritakan kenapa bermasalah? Sebenarnya juga bukan karena Wu Yu, tapi karena Li Xiao. Jika banyak pikiran boleh ke kamar mandi, membersihkan lantainya agar mengurangi tekanan. Kamu dan Li Xiao, sudah berkenalan berapa lama? Sejak kuliah sudah mengenalnya. Jika tidak ingin membersihkan lantai
Sebaiknya sendirian disini saja. Xia Fan, aku sudah tanda tangani. Tulisanmu bagus juga. Aku hadiahkan sebuah santapan malam. Salad buah. Tapi aku tidak taruh mayonaise, bisa gemuk. Kelak kamu adalah model profesional, sebelum tidur pakai pelembab wajah Xiao Mi Hu dulu. Liu Haochen! Kamu jangan berteriak, Nona. Mereka semua sedang lembur.
Sudah dibilang mereka sedang lembur, kenapa kamu tidak percaya? Liu Haochen! Kenapa kamu datang? Jika kamu tidak mau makan denganku, bisa tidak beri tahu lebih dulu? Aku seperti orang bodoh sendirian menunggumu satu jam. Apa maksudmu? Dimana Lao Wu? Bukankah ini naskahnya? Benar. Dimana Lao Wu? Aku tidak perduli, sekarang juga kita pergi. Liang Zi,
Kamu memang andalan Editor Wu makanya segera kembali, bukan? Dasar. Perkataanmu ini… Sudah cukup! –Aku lapar. Sudahlah! Sudah beres belum? Segera selesaikan pekerjaan, lalu pulang ke rumah. Begini, Li Xiao, Xiao Chen, koreksi pertama kalian yang sudah selesai berikan padaku. Aku yang kerjakan koreksi kedua. Ini. Aku saja… Aku saja… Mari… Berikan padaku…
Taruh disini ya. Baiklah… Baiklah, kita mulai sekarang. Masuklah. Pimpinan. Terima kasih… Maaf merepotkan. Proofreading Li, aku sudah bawakan orangnya. Maaf merepotkan. Guru Chen Ji, kami menemukan beberapa masalah disini yang memerlukan perbaikanmu. Lihat apa? Semua demi kamu bekerja lembur. Kerjalah. Xiao Chen. Chen Ji, bukan? Halo… Halo. Lao Wu, kelak masalah seperti ini
Kamu beritahu aku lebih dulu aku akan lembur untukmu. Kak Liang Zi, kalau begitu, koreksi kedua dan ketiga, bagaimana? Cepatlah, kerja. Kita sedang bicara serius. Aku juga sedang bicara serius. Guru Chen Ji, menurut kami di tempat ini, dia sepertinya ada pengulangan, apakah boleh diganti? Dan juga halaman lima, di sini juga ada pengulangan.
Dia tidak angkat telepon? Dia sepertinya sedang sibuk. Apakah dia sedang bersembunyi darimu? Dia tidak perlu bersembunyi dariku. Baiklah. Kamu sedang apa? Aku sedang berolahraga, membakar lemak. Apa kamu tidak mencarinya? Aku ingin mencarinya tapi tidak tahu cari dimana. Apa maksudnya? Aku tidak mengerti. Aku juga tidak tahu. Sebenarnya apakah kamu suka dia tidak sih?
Aku menyukainya. Tapi aku tidak tahu, apakah dia suka padaku. Kamu tidak perlu mengurusi sebanyak itu. Aku takut aku bukanlah orang yang disukainya. Jika kamu tidak berjuang, bagaimana dia bisa menyukaimu? Tidak peduli dia bagaimana, asalkan kamu sendiri tahu kamu menyukainya, itu sudah baik kan? Kamu sendiri mengerti hatimu, itu sudah cukup.
Yang kamu pusingkan adalah bagaimana perlakuanmu kelak. Kamu anak ingusan, ternyata mengerti banyak hal juga ya. Koreksi ketiga datang. Bagaimana? Jika koreksi kedua selesai, aku dapat segera kerjakan koreksi ketiga. Kak Shi Tou… Anak muda lembur, Pimpinan kalian sudah heboh saja. Guru Shi, bagaimana fotonya, bagus bukan? Tidak ada orang yang membalas di grup,
Tapi terus saja dikirimkan. Bagaimana mungkin aku tidak datang? Tentu saja. Di saat sulit seperti ini, bagaimana mungkin kekurangan pemimpin pekerjaan sepertimu. Benar. Ada Guru Shi di sini, hati aku pun tenang. Guru Shi, sudah selesai. Baik, terima kasih. Bukankah hari ini kamu kencan buta? Sudah selesai, bicara lima menit sangat lancar. Lihat apa? Kerja,
Sudah jam berapa ini. Pimpinan, aku sudah selesai. Baiklah. Amy, maaf ya. Tidak apa-apa. Besok jangan terlambat ya. Baik. Xiao Chen, terima kasih kerja kerasnya. Semuanya, semangat ya. Kita pergi dulu. Li Xiao, aku pergi dulu ya. Baik. Kamu juga cepatlah. Aku tebak Zhou Zimo sedang menunggumu. Pimpinan, aku berikan makanan untuk semuanya. Liang Zi,
Sejak kapan kamu begitu cerah? Kapan aku tidak pernah cerah? Editor dan penulis saja masih ada aku juga harus membantu, bukan? Editor Wu, mau makan apa? Apa saja. Kenapa kamu ada disini? Ponakan Besar. Mencari Xiao Xiao? Dia belum kembali. Di luar dingin, masuk ke rumah saja. Aku buang sampah dulu segera kembali.
Sudah, aku selesai. Ini, Pimpinan. Baiklah. Semuanya, semangat ya. Guru Chen Ji, semangat ya, aku pergi dulu. Cumi-cumi, sampai jumpa. Berhenti! Apa? Pergilah. Apa aku masih bisa menggantinya? Apa katamu? Aku tanya masih bisa gantikah? Aku tiba-tiba menemukan beberapa masalah. Masalah? Sebenarnya tadi saat aku mengerjakan koreksi pertama, aku merasakan beberapa tempat
Tidak nyaman saat dibaca. Tapi aku tidak tahu harus bagaimana menggantinya. Dulu aku pernah bilang bukan harus mengganti seperti apa. Coba lihat. Seri tentang ulat bulu ini, pola kalimatnya jika dilihat dari konten merupakan sebuah pengulangan, benar tidak? Aku tidak percaya? Mari, kamu lihat. Pada cerita selanjutnya, menceritakan kegiatan yang sama, detail deskripsi.
Hanya bagian ini saja, bisa menyederhanakan banyak huruf. Lalu, bagian tengahnya. Kamu diam saja. Ini. Ini terlalu panjang, hanya mewakili perasaan sedihmu sendiri, ini juga dapat dihapus semua. Jika bagian ini dihapus, artikelmu ini setidaknya dapat dikurangi dua halaman. Ini adalah saranku dulu memintamu mengubahnya. Aku mengira dulu menuliskan sesuatu untuk anak-anak,
Ritmenya harus lebih lambat sedikit. Tapi sekarang sepertinya saranmu dulu masuk akal juga. Sudahlah. Tidak usah merepotkan orang lagi. Begini sajalah. Apa maksudmu begini sajalah? Ganti. Guru Chen Ji, kamu gantilah dengan berani. Kita pasti akan menunggumu. Aku, Kak Shi Tou, dan Pimpinan, Koreksi pertama, kedua, ketiga semua disini. Kita pasti menunggumu. Pimpinan, benar kan?
Pimpinan, kenapa tidak bicara? Kita pasti menunggu, bukan? Kak Shi Tou, benar kan, Pimpinan? Pimpinan, sungguh mohon maaf, telah merepotkan.