【FULL】Standing in the Time EP10【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
Standing in the Time Episode 10 Anda tidak bisa seenaknya menarik naskah! Apakah seorang penulis terkenal hanya bisa menekan penerbit? Kau sekarang ini sudah bukan masalah diskresi. Kau menguntit privasiku. Direktur sedang berbicara dengan kepala pimpinan, belum kembali hingga saat ini. Kenapa? Masalah ini tampaknya sangat parah! Tidak peduli kelak kau akan bekerja di mana,
Jangan lupakan pelajaran ini. Rapikan barang-barangmu. Karena hampir saja egoku merusak niat baikmu. Kalau bukan karena kekukuhanmu, aku juga tidak akan berani menghadapi masa lalu. Editor Wu, paket untuk Anda. Paket untukku, kenapa hanya dikirimkan ke sini? Bukankah dulu kau menyortir ke masing-masing departemen? Bagaimana aku bisa tahu? Baiklah, aku jalan dulu. Teruslah memujiku.
Orang ini! Apakah tadi dia mendengar aku berkata cumi bakar? Biarkan saja dia dengar. Masih bisa memakanmu. Apakah kita sudah menyiapkan musik dan pencahayaan? Sudah siap. Bagaimana dengan modelnya? Iya, juga sudah siap. Kalau begitu, kita bisa mulai siap-siap latihan. Baik, tidak masalah. Baik, siapkan musik. Mulai. Zimo, jangan terlalu tegang. Penampilanmu sangat bagus.
Hanya perlu lebih santai sedikit, pasti jadi lebih bagus! Xia Fan, Iya? Zhou Zimo kelihatan sangat tegang. Harap kau pantau dia. Baik. Model yang lainnya sudah sangat bagus. Aku harap pada saat pertunjukan nanti, bisa melihat mereka membuat lebih banyak kejutan menarik. Zhou Zimo! Zhou Zimo, kau keluar sebentar! Bukankah aku sudah bilang
Jangan sembarangan masuk ke kamarku? Apakah kau memiliki kamar? Katakan, ada apa? Lagi. Lagi. Apa yang sebenarnya kau inginkan? Tidak benar. Yang mana yang tidak benar? Ada yang kurang. Kalau ada yang kurang, beri tahulah aku! Aku bersusah payah menemukan inspirasi. Aku mau menulis buku! Cobalah lagi. Cobalah lagi. Tidak benar! Kita sudah latihan
Dua jam! Dua jam! Tapi kau tidak memberitahuku masalah di mana! Kalau begini terus, apakah ada gunanya? Aku mau menulis! Aku menyuruh kau berjalan dua jam, justru karena kau masih belum berhasil! Menulis adalah urusanmu sendiri! Tapi fashion show ini adalah urusan kita berdua! Tapi kau tidak bisa memaksaku menghabiskan seluruh waktu pribadiku!
Sejak aku menjadi model hingga sekarang, aku tidak pernah memegang pena! Kau menyuruhku latihan ini, menyuruhku latihan itu, menyuruhku training ini, training itu. Aku sudah menuruti kau! Hari ini aku sudah bersusah payah mendapat waktu pribadiku, tidak gampang mendapat inspirasi… tiba-tiba dirusak olehmu! Baik, sudah kau rusak! Baik, tidak masalah! Aku masih menurutimu!
Beri tahu aku masalahku di mana? Kita tidak bisa terus-terusan di sini membuang waktu! Aku menghabiskan waktumu karena kau masih belum benar! Apakah kau tidak mengerti? Kita sudah berjalan hingga saat ini, Sudah tidak bisa berbalik! Kau ingin menjadi juara. Tapi dengan statusmu sekarang, mana mungkin bisa juara! Catwalk membuatku stres.
Kau sekarang menyuruhku harus menjadi juara, kau memberiku begitu banyak tekanan! Aku tidak bermaksud menekanmu! Aku beri tahu, kalau kau bisa menjadi juara, kau bisa menjadi lebih kuat! Kenapa kau tidak mau? Aku beri tahu, aku tidak pernah menjanjikanmu untuk menjadi juara! Aku juga tidak ada kewajiban harus menjadi juara! Persetujuan kita sudah jelas-jelas menulis,
Sangat jelas tidak menyebutkan hal ini! Zhou Zimo, apakah kau tidak merasa apa yang kau katakan ini terlalu egois? Sebenarnya di antara kita berdua, siapa yang egois? Sekarang ini sebenarnya adalah waktu pribadiku untuk menulis! Aku ingin melanjutkan karya tulisku! Tapi kau ada tugas! Kau menyuruhku latihan selama dua jam!
Kau beri tahu, masalahku di mana selama latihan dua jam ini? Tapi kau tidak mengatakan apapun! Masalahnya di mana! Hatimu itu tidak di sini! Ngerti, tidak? Kelakuan macam apa itu! Sekarang, kau pikirkan baik-baik, sebenarnya aku salahnya di mana? Bisakah kau katakan padaku? Aku mau keluar dulu! Kelakuan macam apa itu! Halo, Tuan!
Ini adalah kumpulan buku bestseller. Ini adalah buku karangan Yun Zhi, Yun Xiu Bang. Buku ini sangat laku terjual. Mau makan es krim, tidak? Saat kau sangat stres, sangat suka makan pedas. Kalau aku stres… atau tegang, suka makan es krim. Aku baru pertama kali ini makan es krim di musim dingin. Bagaimana rasanya?
Enak juga. Tapi kalau ada orang lewat melihat kita makan ini, pasti mengira kita berdua sudah gila. Kalau kita mau melakukan apa, ya lakukan saja! Untuk apa mempedulikan orang lain? Tadi kau bilang ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu? Dalam dua hari lagi, akan diadakan fashion show “T”. Sebenarnya sangat membuatku stres. Sebenarnya jangan terlalu stres.
Jadilah dirimu sendiri, kau pasti akan menjadi model yang paling unik. Hei! Ya? Kau makan terlalu banyak es krim. Li Xiao. Ada apa? Kalau suatu hari kau menyadari aku yang kau kenal selama ini bukanlah aku yang sebenarnya, apakah kau masih mau duduk bersamaku di sini untuk makan es krim? Apakah… kau ternyata seorang superhero
Yang hendak menyelamatkan bumi? Atau misalnya… suatu hari nanti… kau menyadari aku tidak begitu hebat, hingga bahkan… mungkin apapun yang aku lakukan tidak bagus. Zhou Zimo, kau harus percaya diri. Karena dalam hatiku, kau adalah model yang terhebat. Pagi! Astaga! Kau ini terlalu berlebihan. Kau ini hendak pergi menonton fashion show atau berjalan di catwalk?
Acara penting seperti ini, pasti harus memperhatikan penampilan. Xia Fan, kau sangat bisa diandalkan! Pergi dulu! Xiao! Xia Fan, di mana modelmu? Sedang berias. Amanda! Jangan pergi ke sana! Tidak apa-apa. Hai, Amanda! Xiao Mo! Hai! Aku pergi membereskan pekerjaanku dulu. Baik. Pergi dulu. Amanda, aku Li Xiao. Aku tidak tahu apakah kau
Masih ingat padaku. Aku juga masuk ke Penerbit Dongfan. Oh ya? Selamat ya! Terima kasih. Hanya saja performa magangku tahun ini… aku merasa kurang begitu bagus. Bolehkah tahun depan kau memberiku kesempatan sekali lagi? Ah, tidak kok. Performamu sangat bagus! Tahun depan kami akan pertimbangkan lagi. Baik. Baik. Xia Fan, ikut aku sebentar. Baik.
Aku tinggal dulu ya. Baik. Xiao! Kau bantulah aku berbicara dengannya. Kenapa dia bisa di sini? Dia sekarang sudah resmi masuk ke Dongfan, di bagian proofreading. Kita bersiap-siap sekarang, supaya Zhou Zimo tidak tegang. Yang paling aku khawatirkan sekarang adalah dia. Baik. Cumi-cumi?! Ada apa kau di sini? Aku mau menonton fashion show!
Ada apa kau di sini? Aku bersama temanku. Ternyata kau masih ada teman di sini? Kau mau ke mana? Melihat dari atas lebih bagus. Dasar tolol! Xiao Han, Tolong ambilkan aku foundation yang ada di sampingmu. Terima kasih. Zimo, ingatlah. Hari ini kau tidak sendiri, masih ada model wanita yang bersamamu.
Kalian harus bekerja sama dengan baik. Relakskan bahumu, kaki harus tenang. Pandangan mata jangan kosong. Itu semua adalah hal penting yang harus dilakukan setiap model yang memasuki catwalk. Sudah ingat, ya? Sudahlah. Kau sudah ingat, belum? Ada supervisor, tidak usah begitu tegang. Zhou Zimo! Zhou Zimo, waktunya ganti baju! Cepatlah! Cepat! Cepat! Cepat! Cepatlah! Semangat!
Bagaimana? Resa bagus, kan? Tahun depan aku mau masuk Resa. Tahun depan kau masuk Resa… Kau saja tidak sanggup proofreading untuk Resa. Yang kau katakan, lokasi bagus, bisa melihat jelas… tapi seperti ini kita menontonnya? Tentu saja! Ini acara apresiasi untuk klien. Tempat duduk di bawah adalah untuk klien,
Jadi kita hanya bisa berdiri di sini! Sudah, jangan dibicarakan lagi. Model pria! Model pria! Apakah model itu dari Xia Fan? Bukan dia. Bukan dia. Halo, Xiao Chen. Sudah datang! Sudah datang! Sini! Aku sedang menonton fashion show! Aku tahu. Aku tahu. Nanti malam saat aku sudah di rumah, akan kukirimkan, ya? Baik, baik, baik!
Bye bye! Bagaimana? Bagaimana? Apakah model yang itu? Tidak, dia sudah turun panggung. Tunggu sesi berikutnya saja. Penampilannya bagaimana? Cukup bagus. Yang itu, yang itu, yang itu! Orang itu adalah modelnya Xia Fan. Oh ya? Kenapa kau berteriak? Apakah kau sudah gila? Zhou Zimo! Kau kenal dia? Kenapa dia ada di sini?
Kau tahu namanya Zhou Zimo? Iya, itu Zhou Zimo! Aku tahu dia adalah Zhou Zimo, tapi kalau kau memang kenal, dia… apakah kau tahu dia Lei Yang? Aku tidak pernah bertemu Lei Yang. Zhou Zimo! Aduh! Apa yang terjadi? Zhou Zimo! Mohon maaf. Mohon maaf. Saya tinggal dulu. Maaf. Maaf. Dia itu Lei Yang.
Zhou Zimo adalah Lei Yang. Lei Yang adalah Zhou Zimo! Kau benar-benar tidak tahu. Jadi, kau dengan Lei Yang hanya komunikasi lewat email? Yang sedang ditulis… seekor ulat yang lemah menghadapi dunia yang kacau. Tidak takut bahaya. Bekerja keras untuk mencapai tujuannya. Sedang menunggu untuk bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Pada hari itu…
Yang seharusnya dilakukan adalah menjadikan diri sendiri dianalogikan sebagai ulat itu. Imaginasi untuk mendeskripsikan orang, merujuk pada kondisi masyarakat sekarang, seorang pria yang sedang berusaha keras. Zhou Zimo, aku tanya, ada ada dengan kau hari ini? Sudah kubilang berkali-kali, harus bekerja sama. Kenapa kau menginjak rok partnermu hingga dia jatuh?!
Kau hampir saja menghancurkan fashion show ini! Kau tahu tidak?! Untuk apa ribut? Kau yang mencari modelnya. Sekarang kau mengatakan ini, apakah ada artinya? Maaf. Maaf. Zhou Zimo! Segmen berikutnya akan segera dimulai. Bisakah kau segera keluar? Jangan berbuat salah lagi! Aku mohon padamu! Maaf. Mungkin karena dia baru, sehingga dia tegang.
Orang baru sehingga dia tegang? Alasan apa ini? Maaf. Maaf. Aku akan menasehatinya. Tidak peduli kau beralasan apapun, hari ini kau ada tugas. Selesaikan fashion show ini. Sudahkah kau dengar? Naik panggung! Berikutnya kita akan mengundang Amanda memberi sambutan. Halo semuanya! Sejak publikasi fashion pertama Resa hingga saat ini, Kami dulu berkali-kali mencoba… melakukan inovasi
Untuk pembaca kaum muda. Tapi belum pernah mewujudkan konsep keseluruhannya. Dan juga karena antusias pembaca dan sponsor yang memberikan saran yang berharga, sehingga saya bisa mendapat banyak inspirasi. Dengan adanya usaha keras dari seluruh pihak, kami mengeluarkan tambahan baru ini. Benar, Resa Plus. Dan karena targetnya adalah pembaca kaum muda…
Dan sekaligus agar bisa melayani klien dengan lebih detail, maka itu kami menggunakan model pria pada fashion show tadi. Dari beberapa model tadi, akan dipilih satu orang untuk menjadi model eksklusif Resa. Tentu saja, siapa yang pada akhirnya terpilih tergantung para hadirin. Setiap opini berharga dan juga saran dari pembaca. Model yang itu cukup menarik.
Cocok dengan karakter Ribecs. Bersih. Tapi aku merasa dia tidak profesional. Kesalahan yang tadi tidak penting. Tadi saat dia berjalan di catwalk, terus memandangiku. Pandangan mata yang bersih itu, itulah perasaan yang aku inginkan. Baik. Kita lihat dulu. Yang pertama, nama nya adalah Wu Xinzong. Dia adalah guru menari. Sesuai dengan -Resa Plus,-Zhou Zimo.
Berkonsep model amatir. Kami telah memilih banyak model berkualitas dari berbagai profesi. Maka dari itu, mari kita lihat model berikutnya. Peserta kedua adalah… Xia Fan! Xia Fan! Xia Fan! Ada apa dengan Zhou Zimo hari ini? Sudah tidak waras? Apakah dia dengan Li Xiao ada sesuatu? Apakah dia kenal Li Xiao? Kalau begitu tidak kenal.
Aku yakin mereka tidak saling kenal. Kau sekarang masih sempat bercanda denganku? Tidak… Li Xiao. Zimo. Dulu aku hanya tahu kau seorang model. Tapi tidak pernah terpikirkan olehku, kau adalah model dari Resa. Kebetulan sekali. Tapi kau hebat sekali. Karena untuk bisa menjadi model Resa, persyaratannya sangat ketat. Ah, tidak juga.
Aku sangat memalukan hari ini. Bagaimana bisa? Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Kelak kau di Resa bisa berkembang maju. Li Xiao, sebenarnya… Aku baru pertama kali ini melihat Waitan* dari sisi ini. (Waitan: area tepian sungai di Shanghai tengah) Terasa sangat tidak sama. Betul. Dibanding melihat dari sisi sungai, ini sangat berbeda. Ada hal tertentu,
Begitu kita mengubah sudut pandang, menjadi terlihat berbeda. Li Xiao, maafkan aku. Aku benar-benar mohon maaf. Sungguh tidak kusadari bocah ini cukup nekat. Kau sebaiknya hati-hati saat hendak mengontraknya. Kenapa ini salahku? Kau yang mengontraknya terlebih dahulu! Aku mengontraknya karena ada alasannya. Zhou Zimo! Zhou Zimo! Jelaskan padaku apa yang terjadi padamu! Xia Fan,
Sebentar lagi acara selesai, nanti mari kita pergi makan bersama. Xiao… dengan situasi sekarang ini, bagaimana aku bisa pergi makan denganmu? Baiklah! Kalau begitu aku pergi dulu. Kalian… Bye bye! Selamat ya! Selamat bekerja sama. Selamat bekerja sama. Aku sangat berterima kasih, kami dari Resa Plus, juga sangat senang kalian dari produk internasional mendukung kami.
Selamat! Selamat, Amanda! Halo! Halo! Terima kasih! Terima kasih! Xia Fan… Maaf saya tinggal dulu. Aku akan segera kembali. Tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Silahkan. Silahkan. Amanda, aku benar-benar minta maaf hari ini. Tidak apa-apa. Dia sangat bagus. Penampilannya hari ini sangat bagus. Sangat baik! Tadi ada beberapa klien dari merek terkenal terus-terusan ingin mengobrol denganku,
Mengatakan Zhou Zimo sungguh memuaskan. Proyek produk baru Ribecs untuk kuartal berikutnya juga ingin menggunakan dia. Benarkah? Tentu saja! Karakternya memang luar biasa. Ada potensi untuk berkembang. Aku sudah menyiapkan surat kontraknya. Kau tidak… tidak boleh tuang lagi! Makanlah sedikit! Keponakan Besar… menurutmu, aku telah begitu lama perang mulut dengannya di internet,
Kenapa aku tidak pernah menyadari dia adalah Zhou Zimo? Dia adalah model. Model Zhou Zimo ini, dia juga tidak memberitahuku dia adalah… Lei Yang… seorang penulis. Aku bahkan mengatakan begitu banyak hal-hal buruk tentang Lei Yang padanya. Di atas meja itu, masih ingat? Aku ingat. Aku ada di situ. Aku juga mengatakan
Aku hanya suka melihat lukisan, tidak suka melihat kata. Menurutmu, apakah aku bodoh? Apa hubungannya? Memang kenapa kalau kau suka melihat lukisan? Memangnya melihat kata-kata sebegitu hebat? Menurutmu, kenapa aku tidak bisa menyadarinya? Ini bukan salahmu. Kau adalah korban. Aku bahkan tidak mengerti hal ini. Katakan padaku… Aku begitu semangatnya ingin bekerja di Resa…
Dan hasilnya begini? Di bagian proofreading, aku tidak mudah menemukan pria yang aku suka. Dia ternyata memiliki banyak rahasia. Intinya dia tidak memberitahuku. Kau ini bodoh. Kau benar-benar bodoh! Pria macam ini tidak berniat baik! Tidak pantas untukmu! Kenapa kau harus mengatakan itu dengan suara keras? Bahkan kau menggebrak meja. Bahkan kau menggebrak meja.
Aku sudah begini, kau masih begitu galak padaku. Xiao! Xiao! Jangan bersedih. Jangan menangis. Pria macam ini tidak layak untuk kau pusingkan. Benar, tidak? Aku pesankan mie, ya? Mie yang panas. Supaya suasana hatimu membaik sesudah memakannya. Bagaimana? Kalian menindasku! Sama sekali tidak! Aku… aku sekarang turun. Kau sendiri jangan bersedih lagi.
Kenapa tidak menyalakan lampu? Tadi saat kau pergi, kenapa tidak berpamitan dengan pimpinan redaksi? Dia merasa penampilanmu hari ini sangat bagus. Maka itu, aku tidak akan mengungkit masalah hari ini. Ini untukmu. Aku tidak mau tanda tangan. Lihat saja dulu. Sesudah kau menandatangani, kau akan menerima bayaran. Nantinya juga akan ada komisi.
Aku sudah lama tidak makan tengah malam. Itu sangat baik… pola hidup sehat. Aku adalah seorang penulis. Aku suka menulis pada malam hari, apa sebaiknya aku sambil makan sesuatu? Justru karena tidak bisa makan tengah malam… Aku tidak menyukai diriku yang sekarang. Kami bukannya tidak bisa mencari model,
Ini adalah kemauan pimpinan redaksi untuk mencari model amatir. Menurutnya kau bagus. Kau seharusnya bersyukur telah diberi kesempatan ini. Aku rasa kalian seharusnya mencari orang lain. Aku benar-benar tidak ingin melewati hidup seperti ini. Aku bisa melunasi uang sewa kamar. Uang tidak penting. Akan tetapi aku rasa Li Xiao seharusnya sangat optimis padamu.
Kau adalah model yang dia kagumi. Aku dan Li Xiao sudah saling kenal sejak jaman kuliah. Aku sangat mengerti dia. Aku tidak mau memaksamu, kau pikirkan baik-baik. Tapi aku benar-benar takut… kalau aku terus-terusan seperti ini, aku bukan menjadi diriku sendiri lagi. Dan aku tidak akan bisa menulis lagi.
Orang selalu harus mengalah pada diri sendiri, supaya orang lain bisa menganggap kau berharga. Menjadi berharga atau tidak, itu bukan diputuskan orang lain. Apakah kau ingin dia mencintaimu? Mengenai teman model yang dulu pernah kau sebutkan, ini sudah kedua kalinya kau membicarakan dia. Apakah dia pacarmu? Aku senang dia menyukai bukuku. Sepertinya dia juga
Seorang pecinta sastra. Aku sudah menerima proofreading darimu. Aku sangat berterima kasih. Meskipun kita tidak saling mengenal, aku sangat senang sekarang bisa mengenalmu. Kau adalah proofreader yang sangat menarik. Benar, benar, benar. Halaman ke-13 hilang. Tidak, tidak, tidak. Yang lainnya tidak ada masalah, hanya satu halaman itu saja. Kalau begitu,
Ulasan itu bisa terlambat beberapa hari. Baik, baik, baik. Tidak apa-apa, tidak perlu merepotkan Anda mengirimkan lagi. Anda hanya perlu mengirimkan draf halaman 13 ke emailku. Nanti biar kami saja yang mencetaknya. Baik. Mohon maaf. Sampai jumpa. Ada apa kau kemari? Kau yang membolehkan aku datang. Ini. Tandatangani buku-buku ini, sekaligus tulislah ucapan terima kasih.
Kau menyuruhku kemari hanya untuk ini? Kalau tidak? Mencarimu untuk jalan di catwalk? Bukumu ini tidak gampang akhirnya bisa diterbitkan. Aku memberikan ini kepada teman-temanku dan atasanku. Ini semua untuk kebaikanmu. Cepatlah. Aku kelak akan memanggilmu penulis supermodel… atau supermodel penulis? Kau masih punya nyali mengatakan itu. Kalau bukan karena kau,
Bagaimana Xia Fan bisa memiliki informasi kontakku? Untuk apa dia mencariku? Kau ini tidak tahu cara bersyukur! Dalam satu sisi, aku telah membantu Xia Fan menemukan keistimewaanmu. Menjadi model bukanlah keistimewaanku. Aku tidak berniat menjadi model! Kau janganlah berkata seperti itu. Menurutku, kau lebih berbakat menjadi seorang model daripada menjadi seorang penulis. Ada apa?
Apakah ada yang salah dengan perkataanku? Jadi orang jangan setengah-setengah, kalau tidak, novel Serangga Tanpa Kaki ini bisa menjadi karya akhirmu. Mulai sekarang, sepenuh hatilah mengembangkan karir modelmu. Bagaimana? Aku masih ada urusan lain, jalan dulu. Lho?! Kau baru saja menandatangani beberapa buku dan sekarang sudah mau pergi? Tandatanganlah beberapa buku lagi! Amy. Editor Wu,
Bagian proofreading ada di sebelah sana. Apakah kau yang menerima semua paket hari ini? Benar. Apakah kau ingat seperti apa rupa kurirnya? Ingat! Ikut denganku kemari. Aku suruh kau kemari! Xiao Wang, stop di sini! Kak Wu Yu, inilah orangnya! Orang ini? Kau yakin? Yakin. Kak Wu Yu, apa kita perlu lapor polisi?
Jangan. Jangan lapor polisi dulu. Begini, kalau lain kali dia datang, kau cari cara menahan dia. Lalu kau segera mengabari aku. Baik. Ayo pergi, kita naik. Terima kasih! Terima kasih! Direktur… dia sedang melakukan proofreading. Direktur. Aku ingin membicarakan sesuatu. Tentang apa? Tentang Masa Kecil Hua Yang edisi pertama, aku merasa tidak begitu cocok.
Ada apa lagi dengan kau ini? Sebenarnya di bagian bawah aku menulis sebaris kalimat kecil untuk sedikit berekspresi. Tapi hingga sekarang aku masih belum mendengar balasan. Guru Shi, kapan muridmu ini bisa tidak membuat masalah? Kapan kau akan mengumpulkan naskah? Kapan kau merespons? Li Xiao! Direktur, kau tahu tidak, dia menulis apa di sini?
Bagian proofreading, harap menjaga ketenangan. Kalau ada masalah, harap mencari orang yang bertugas. Ada apa? Bikin kaget saja! Menurutmu? Saat kau mem-proofreading naskah, apa yang kau tulis ini? Hanya sebaris kalimat kecil. Apa maksudmu? Supaya aku tidak bisa membaca, bukan? Apa maksudmu? Apakah aku menulisnya tidak benar? Ini adalah sastra anak-anak.
Aku menulis itu untuk dibaca anak-anak. Kau tidak akan mengerti. Baik, yang kau tulis itu benar. Sangat benar… Penulis sudah menghubungiku. Dia bilang konten tidak sesuai dengan tema. Dia ingin kita membatalkan drafnya. Oh ya? Penulis nya berpikir seperti itu, sangat masuk akal. Kau ini benar-benar tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti? Kalau publikasi tertunda,
Ini akan menjadi masalah besar! Dan kita harus bertanggung jawab! Kalau begitu kau bisa menulis lagi yang lain. Aku masih bisa mem-proofreading lagi untukmu. Kau pikir sebegitu mudah? Aku sudah berkomunikasi lama sekali dengan penulis sebelum memutuskan setiap artikel ini. Baik kalau begitu! Sebentar lagi ini akan dicetak, kau mau aku mencari naskah yang baru
Ke mana? Editor Wu, kau tadi mengatakan, naskah ini adalah hasil komunikasinya? Masalah drafting tidak ada hubungannya denganmu! Amy, ada apa? Kak Wu Yu, Kurir! Kurir! Aku segera ke sana! Tunggu aku! Kau juga, tunggu aku! Urusan ini belum selesai! Bagian proofreading harap menjaga ketenangan. Harap tunggu sebentar. Aku ingin bertanya, apakah kau menerima surat?
Kau bisa mendaftar ke nomor publik, nanti akan ada orang yang datang mengambil. Tolonglah kau bantu aku! Tidak bisa! Tidak bisa! Aku masih terburu-buru mengirimkan paket lainnya. Diam di situ! Kau harus menerima surat ini! Mengapa? Kau lihat, aku cukup mengenalimu. Aku tidak begitu mengenali orang lain. Aku hanya mengenalimu,
Kau bantulah aku, terima surat ini. Boleh, ya? Kak, kau ini sangat baik. Tapi kau tidak bisa begini. Aku sudah punya tunangan. Ikut aku jalan! Kak! Kak! Ada apa ini? Editor Wu, tenanglah sedikit! Apakah kau masih tidak tahu apa yang telah kau lakukan? Kak! Aku dan kakak itu tidak ada apa-apa!
Apa yang tidak ada? Kak! Kak! Aku… Amy, kau rekam! Katakan, ada apa dengan paketku? Kenapa masih merekamku? Ada apa dengan paketku? Setiap kali naskah yang datang selalu ada halaman yang hilang. Setiap kali selalu hilang halaman 13. Ada apa ini?! Bagaimana aku bisa tahu? Aku hanya mengantarkan paket. Kau seharusnya menanyakan hal ini pada
Pengirim paket. Kau mau bercanda denganku? Kau seharusnya tahu, aku bisa saja kompain ke perusahaanmu mengenai kelakuanmu, dan kau akan kehilangan pekerjaan ini. Baik, masih tidak mau bicara. Aku sekarang telepon ke perusahaanmu untuk komplain. Berikan ponsel padaku. Kak! Kak! Kak! Aku akan bicara! Aku akan bicara! Aku akan bicara! Bicaralah! Ada seorang pria yang
Menyuruhku untuk melakukan ini. Editor Wu! Editor Wu! Temukan orang itu padaku! Kalau kau membocorkan ini padanya, aku tidak akan mengampunimu. Aku tidak kenal dia. Hanya saja setiap kali aku mengantar paket, dia menyuruhku menunggu di sana. Menunggu di mana? Setiap hari jam berapa? Kak. Oh, kau sudah datang. Berikan padaku.
Kenapa kau tidak terima teleponku? Kenapa tidak menerima teleponku tadi pagi? Aku tidak memperhatikan teleponku. Apa sih yang sedang kau lamunkan? Ada apa? Ada masalah besar! Ini, Dik! Kak… Jangan! Jangan! Aku tidak mau! Aku tidak mau! Ambillah! Ambillah! Turuti saja! Ambillah ini! Akhirnya kau datang juga. Hei! Kau jangan lari! Kembali!
Apakah kau tidak tahu bahwa membuka surat orang lain adalah ilegal? Aku katakan padamu, semua sudah aku rekam. Aku akan melaporkanmu! Kau telah mencuri naskahku! Bukankah kau sudah hebat? Hanya karena kurang satu halaman, sudah membuatmu tidak mengerti. Apa? Aku tanya, kurang satu halaman naskah, apakah kau bisa mengerti? Apa maksud kata-katamu?
Ya, aku bertanya padamu. Seorang penulis dengan susah payahnya, sepenuh hati menulis karyanya, apakah dia omong kosong? Kau masih punya alasan?! Memangnya kenapa? Wu Yu! Masih mau melakukannya? Pukullah aku! Lihatlah apakah aku akan memukulmu balik! Jangan pukul! Jangan pukul! Tenang! Tenang! Sudah! Sudah! Sudah! Aku beri tahu kau, aku tidak peduli apapun alasanmu.
Kau tunggu saja. Kau tunggu hingga dipanggil pengadilan! Jangan kaget!