【FULL】Standing in the Time EP4【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
Standing in the Time Episode 4 Apa kabar semuanya? Aku kembali lagi. Selamat bergabung di bagian proofreading Penerbit Dongfan. Aku adalah pegawai Resa, aku bukan proofreader. Bagian proofreading, lumayan, kan? Tidak baik. Sangat sempurna. Dia sangat baik. Penampilan luar dia lumayan, tapi, sikap dia… Dapatkan dia, dia sangat istimewa. Jika datang ke bagian proofreading kami,
Harus mempunyai sebuah keinginan untuk menjadi proofreader yang baik. Menggunakan seluruh jiwa dan raga dalam menyelesaikan pekerjaan. Naskah ini diberikan kepadamu, sudah sangat cukup memandangmu. Semangat. Tuan, apa kabar? Anda sudah di tempat kami duduk selama 4 jam, dan meminum air lemon kami sebanyak 4 gelas. Apakah Anda ingin memesan sesuatu? Editor Wu sudah datang.
Liu Haochen di mana? Dia di… Proofreader Liu, dapatkah kau berhenti sebentar? Aku ingin membicarakan sedikit masalah denganmu. Bicaralah. Terima kasih. Buku Kasus Dongcheng ini, kau yang bertanggung jawab, kan? Aku tidak mengerti, di naskah proofreading yang kautulis, sinar matahari pagi, tidak seharusnya masuk melalui jendela ini. Kau tahu dari mana kalau itu tidak seharusnya?
Aku tidak tahu. Kau tidak tahu, tapi bicara sembarangan di sini. Awalnya aku tidak tahu, tapi setelah mencoba aku menjadi tahu. Sinar matahari pagi datang dari arah ini dan masuk ke dalam. Sedangkan menurut penjelasan dari penulis, rumah dua lantai ini, jendelanya sampai ke lantai. Dari posisi ini, maka sinar matahari tidak mampu
Dan tidak mungkin masuk dari jendela ini, Editor Besar Wu. Jangan bicarakan ini dulu. Bagaimana dengan ini? Kau tulis darah korban mengalir ke arah kamar tidur. Ini tidak masuk akal, bagaimana kau menjelaskan soal ini? Pembuktian ini tidaklah susah. Penulis ini, penyusunan di bagian awal dan akhirnya ada pertentangan. Di bab depan sudah tertulis
Pemilik rumah sudah mabuk masuk ke dalam kamar. Kemudian, tersandung di ambang pintu, ini menunjukkan apa? Ini menunjukkan bahwa di depan pintu itu ada penghalang pintu. Tentu saja, di depan pintu kamar ada penghalang. Ini tidak masuk akal. Sedangkan tempat orang membunuh kebetulan berada di tengah antara kamar tidur dan kamar mandi.
Jadi, darah korban ini harusnya mengalir ke arah kamar mandi turun ke selokan dan bukan seharusnya mengalir ke dalam kamar tidur, bukan? Siapa yang akan peduli dengan detail seperti ini? Editor Wu, Liu Haochen. Jangan marah. Anak ini tidak kurang mampu, bukan? Liang Zi, apakah di tanganmu tidak ada naskah yang harus diserahkan?
Kalian bagian proofreading semuanya sangat kurang kerjaan, ya? Naskah yang harus diserahkan sudah menumpuk seperti gunung, kau masih menghabiskan tenaga demi hal ini, demi masalah sepele ini. Tidak masuk akal tetaplah tidak masuk akal. Kalau tidak, buat apa ada proofreading? Tidak masuk akal, lalu kenapa? Siapa yang akan peduli? Coba kau beritahu kepada ku.
Siapa yang peduli sinar matahari akan masuk dari mana? Darah mengalir ke arah mana? Siapa yang peduli? Masih menghabiskan waktu membuat mainan ini. Kalau mau bicara ya bicara saja, buat apa kau menyentuh hasil karya ku? Lagi pula, aku mengerjakan ini dengan cepat. Satu sore saja sudah selesai. Sikap apa ini?
Kau terhadap aku seorang editor, sikap macam apa ini? Memangnya kenapa dengan sikapku? Kau duluan menyentuh hasil karyaku. Ini… Sikap macam apa dia ini? Kau jangan bicara lagi. Aku ada salah apa? Kalian semua departemen proofreading terlalu… aneh! Kenapa kau berkata begitu? Kau ini siapa? Editor senior dari departemen editor naskah, Wu Yu. Wu Yu…
Dasar cumi-cumi. Liu Haochen kau dengarkan aku. Semua masalah yang ada di dalam naskah ini akan kukumpulkan dan kukirim kepadamu. Kau harus dengan jelas, dengan serius, dan satu per satu menjawabku. Hanya menjawab saja, siapa takut? Kau seorang proofreader, harus tahu apa yang sedang kau lakukan, dan apa yang tidak seharusnya kau lakukan.
Tetapi ini sangat tidak masuk akal. Aku salah mem-proofreading apa? Kau tidak salah. Apa salahku? Ini tidak masuk akal, bukan? Kau instrospeksi dirilah baik-baik. Sedang ribut apa? Guru. Kenapa Anda kemari? Direktur Senior, aku pergi ke bagian editor mencari Editor Wu, dia tidak ada. Sekalian kemari untuk melihat kalian. Guru, mencariku? Kau di sini rupanya.
Ada masalah apa? Aku ingin membicarakan masalah Yun Zhi. Ayo bicarakan di kantorku. Silakan. Baik. Li Xiao, benar, kan? Anting-anting Anda… Sudah kutemukan yang sebelahnya lagi. Kau ini, anak perempuan yang sangat teliti. Bagian proofreading membutuhkan dirimu yang sangat teliti ini. Kerjalah dengan baik, di sini membutuhkanmu. Liu Haochen. Ibu. Pimpinan.
Belajarlah yang banyak dari dia. Sudah tahu. Anda tenang saja. Aku pasti akan dengan belajar baik-baik dengan Liu Haochen. Kau… kau dengan dia… Liu Haochen sangat serius. Kalau tidak percaya, Anda boleh tanya Editor Wu Yu ini yang berpengalaman dalam. Benar, kan? Ini… Guru. Pimpinan redaksi kami sangat peduli dengan buku baru Guru Yun Zhi,
Ingin berbincang dengan Anda. Jangan menghabiskan waktu di sini lagi. Baiklah. Bida dari Xia Fan (Xia Fan juga berarti turun ke dunia), sedang sibuk apa? Ada beberapa hal yang wanita selamanya perlu di bantu oleh pria. Biar aku saja. Perkataanmu ini ada yang salah. Mestinya ada beberapa hal yang pria selamanya perlu membantu wanita.
Kelihatannya kadang-kadang, pria juga membutuhkan bantuan wanita. Terima kasih. Sepertinya perkataan ini tidak salah. Aku beri tahu ya, kadang-kadang pria juga membutuhkan bantuan dari sesama pria. Misalnya Zhou Zimo, kameranya sudah dia kembalikan? Kau yang meminjamkan uang kepadanya? Dia sudah setuju menjadi modelmu? Sementara belum. Aku rasa nama panggilan dia
Pada saat dia kecil adalah keras kepala. Kalau begitu kau lebih membutuhkan bantuan dariku. Apakah kau ingin tahu, sekarang apa kelemahannya? Uang. Kau tahu juga soal ini. Sepertinya kau cukup mengenalnya. Tidak juga. Aku hanya kebetulan melihat dia diusir oleh pemilik rumah. Dia diusir oleh pemilik rumah? Itu terlalu menyedihkan.
Tetapi itu adalah hal yang bagus untukmu. Semakin dia tidak punya uang, semakin dia tidak punya pilihan. Kau bisa gunakan uang sebagai umpan, agar dia menjadi modelmu. Tetapi aku juga ingin mengingatkanmu. Jangan memberi terlalu banyak kepadanya. Dia itu begitu mendapatkan kehangatan dan kekenyangan dan mencapai kenyamanan, maka kau tidak akan mampu mengendalikan dia.
Aku juga tidak punya banyak uang untuk diberikan kepadanya. Baguslah. Kau sangat mengenalnya, apa hubungan kalian? Anggap saja aku tidak pernah bertanya. Bukannya aku tidak ingin bilang, aku takut begitu aku mengatakannya, kau akan memandang rendah diriku. Aku sekarang tidak memandang rendah dirimu. Kesalahan bahasa. Seharusnya kau bilang, apakah sekarang kau tertarik padaku?
Tidak usah bicara apa pun. Kau tahu, ada hal tertentu jika semuanya sudah dibicarakan dengan jelas, maka tidak ada artinya lagi. Kau seorang editor penanggung jawab besar, tidak mampu mengurus seorang penulis kecil? Aku ingin mengobatinya. Aku mempunyai 10.000 macam cara untuk mengobatinya. Tetapi aku tidak tega. Apa yang kau bilang tadi? Penulis kecil?
Bercanda, kan? Ini sumber masalahnya. Begitu mobilku ini ada di tanganmu, telah bernambah tidak sedikit aroma wanita. Aku harus berterima kasih kepadamu, karena menjualnya dengan harga murah kepadaku. Perkataan apa itu? Itu bukan sungguhan. Mobil ini sudah cukup berumur. Kau harus memperhatikan perawatan dan diservis. Belakangan ini sibuk, tidak ada waktu.
Nanti saja jika ada waktu. Jika kena, suruh orang lain tanda tangan. Jika tidak kena, baru suruh ayah tanda tangan. Jika kena, harus ganti rugi. Jika tidak kena, harus lari. Jika kena, suruh orang lain tanda tangan. Jika tidak kena, suruh ayah tanda tangan. Apa kabar? Siapa namamu? Bao Xiaobao. Bao Xiaobao?
Aku ingin bertanya sebentar, apakah kau pernah melihat seorang abang yang sangat tinggi dan tampan yang sering main kelereng disini? Maksudmu Abang Zimo? Sungguh kenal? Teman bermain kelereng? Kalian mempunyai hubungan apa? Kami… adalah… Sebelumnya aku lihat dia di sini sedang bermain barang yang sama dengan mu. Apakah dia belakangan ini kemari?
Kau dapat membantuku untuk mencarinya? Ada apa? Punyamu? Nilai 58? Sayang sekali. Seharusnya kali ini aku bisa lulus, semua gara-gara buku latihan itu. Sini, kau lihat ini. Harusnya tulisan “jiu” itu, benar, kan? Kau lihat, kalian orang dewasa jika berbuat sesuatu, dapatkah lebih menggunakan hati? Cepat tanda tangan. Tanda tangan ayahmu atau tanda tangan ibumu?
Kau ikuti saja yang ada di sini. Bao Jianguo. Dulu siapa yang membantumu menanda tanganinya? Abang Zimo. Yaitu Zhou Zimo yang kau maksud. Zhou Zimo. Cepat tanda tangan. Baiklah. Pergilah main. Tanda tangan yang mirip, ya. Baiklah. Baiklah. Guru, apa kabar. Maaf, aku lancang menulis surat ini kepada Anda. Ini agar Bao Xiaobao
Mendapatkan perlakuan yang adil. Mendapatkan nilai yang seharusnya dia dapatkan. Ada kesalahan di soal penulisan kata “jiu”. Kesalahan Bao Xiaobao ini karena ada kesalahan di buku soal latihannya. Ini seharusnya kesalahan yang dilakukan oleh proofreader. Melalui ujian kali ini, aku yakin Bao Xiaobao akan selamanya mengingat kata ini. Jadi, sekali lagi mohon kepada Guru
Agar memberikan nilai pada soal ini ditambahkan ke nilai Bao XiaoBao. Ini termasuk perlakuan yang adil dan suportif terhadap anak. Terima kasih, Guru. Bibi Bao Xiaobao, Li Xiao. Bao Xiaobao, sudah. Tanda tangan apa ini? Kau tidak usah peduli. Kujamin gurumu akan meluluskan mu. Sekarang sudah giliranmu. Bicarakan soal Zhou Zimo kepadaku. Zhou Zimo, ya?
Dia sudah di usir oleh ayahku. Karena dia tidak punya uang membayar uang sewa, juga tidak ingin membantu ayahku untuk menulis naskah. Dia bilang akan datang mencariku bermain, akhirnya tidak sekali pun dia datang. Lalu, apakah kau tahu dia pindah kemana? Tidak tahu. Tetapi dia sungguh pemilih, tempat yang sangat ramai, atau tempat yang kotor,
Dia tidak menyukainya. Aku pergi main dulu. Pergilah. Jika aku tinggal lama di di sini, apakah ada perbedaan harga? Harga ini tidak ada perubahan. Harga itu, apakah ada kamar yang sinar mataharinya sedikit lebih baik? Tidak ada. Harga ini semua harga sudah tidak bisa berubah. Terima kasih. Sama-sama. Halo, Xia Fan, ya? Lei Yang.
Apakah kau ada waktu sekarang? Aku ingin bicara denganmu. Boleh. Ayo kita cari waktu. Sekarang saja. Baik. Kau bagikan lokasimu kepadaku. Baik. Berolahraga, mengurangi 10 kilo. Aku sudah pulang. Hari ini cepat sekali pulang. Sudah makan belum? Sudah. Terima kasih. Nanti turun, ya, minum sedikit arak. Baik. Salah. Buku latihan sekolah dasar.
Kelereng ini kuberikan kepadamu. Kalau sudah kau berikan padaku, maka kau tidak ada lagi. Aku… sudah cukup sial. Tinggal menunggu bangkit dari titik terendah. Kau cepat sekali. Aku ingin bicara denganmu. Sudah pikir dengan baik? Aku ingin memahaminya dulu. Ingin memahami soal apa? Langsung tanya saja kepadaku. Perkenalkan dulu kepadaku. Kita sekarang ini,
Masih tahap pertama. Paling penting harus kerja sama dalam promosi, memotret beberapa foto. Jika kau lulus babak penyisihan, kami akan menanda tangani kontrak denganmu. Nanti pada saatnya bagian promosi barang bermerk, kau akan dilibatkan. Iklan, papan iklan, kegiatan, semuanya akan ada. Pemasukkan akan lebih bagus lagi. Tetapi biasanya waktuku agak tegang.
Tidak tahu apakah bisa kulakukan dengan baik. Kalau soal ini kau tenang saja. Pertama, percaya padaku. Kedua, kerja sama denganku. Berdasarkan pengalamanku, kau harusnya bisa. Masih belum dapat tempat tinggal? Sudah dapat 1 apartemen, dalam dua hari ini aku akan pindah ke sana. Uang yang dipinjamkan Wu Yu sudah kau belikan kamera.
Masih ada uang buat sewa rumah? Dasar orang itu, kenapa semuanya dia ceritakan? Kita sekarang mau pergi ke mana? Rumahku. Ayo. Arak Mimi. Arak Mimi. Lihat, bagus, kan? Kelerang, ya? Aku hebat dalam permainan ini. Aku dulu di sekolah adalah raja kelereng. Aku beri tahu kau ya, ini jika dimainkan harus sangat tepat sasaran.
Kadang-kadang kalau jauh masih bisa meleset dari sasaran. Di angkatan kami, aku tidak pernah kalah. Bolehkan kulepas dan kumainkan? Tidak, tidak. Tidak, tidak. Ini adalah… berikan padaku, aku susah payah membuatnya. Berikan kepadaku. Biarkan aku main sebentar. Keponakan Besar. Pelit. Baik, kembalikan, kembalikan. Hanya berdua di rumah, masih memanggil Keponakan Besar. Tidak boleh panggil begitu.
Tidak bisa. Senior tetaplah senior. Sini, sini, sini, kutuangkan arak buat senior. Aku beri tahu kau, dalam satu hari aku bisa memenangkan 24 butir kelereng. Hebat sekali. Hebat, kan? Mari, mari, mari. Keponakan Besar. Bibi ke-8. Nyaman sekali. Siapa yang memberikan kepadamu ini? Ini… Aku tidak mau beri tahu. Baru kusadari, beberapa pekerjaan
Terlihat tidak berguna, tetapi sebenarnya lumayan penting juga. Di dunia ini tidak ada pekerjaan yang tidak berguna. Hanya ada orang yang tidak berguna. Seperti restoran mie ini, selain datang untuk mencari makanan enak, seperti Adik Lin, Guru Qin. Kalau tidak ada restoran kita ini, pada saat mereka bosan, mereka harus ke mana?
Sejak kapan kau berubah menjadi pengertian? Aku memahaminya sendiri. Memahaminya sendiri? Baiklah, kau pahamilah pelan-pelan. Aku pergi mengunci pintu dulu. Sudah tutup. Bagaimana kalau kau pinjamkan aku sedikit uang? Nanti setelah aku dapat uang baru kukembalikan kepadamu. Kau beri tahu aku, bagaimana caramu untuk mendapatkan uang? Dengan begini, aku baru bisa percaya padamu.
Masuklah, tutup pintu. Pakai ini. Tunggu sebentar. Berbaliklah. Jangan berbalik. Handuk ini baru, kau pakailah. Kau ke sini sebentar. Kau lihat, alat make up yang ada di lemari ini, juga yang di sini, semuanya jangan disentuh. Jika letaknya berubah, aku bisa tahu. Ini kau boleh pakai. Kau tidak perlu sungkan. Ini semuanya baru,
Tolong buka lampunya. Ini… Tidur di sofa. Maaf, sudah mengganggu. Jujur saja. Besok di Resa ada satu pemilihan, kau pergilah bersamaku. Ada bayaran? Hanya meninggalkan data diri, tidak ada bayaran. Fotoku yang sebelumnya, sudah kau tempelkan di dinding. Kau juga tidak memberiku bayaran. Kalau kau besok pergi denganku, akan kuberikan bayaran foto itu. Berapa?
Tiga ratus sampai lima ratus saja. Tetapi jika kau besok berpenampilan baik, mungkin klien akan membuat iklan baru dan memintamu jadi model. Mereka juga akan mensponsori barang mereka untuk kau gunakan. Seperti ini, air dari Ribecs. Sekali dapat langsung dua, kau pertimbangkan dulu. Apakah interview-nya rumit? Sedikit pun tidak rumit. Hanya foto beberapa lembar saja.
Cepatlah istirahat. Besok pergi ke perusahaan bersamaku. Oh ya, kalau kau malam menggunakan toilet, jangan matikan lampunya. Aku tahu. Bagus, bagian punggung. Sangat bagus, ganti yang lain. Giliranmu. Giliranmu. Baik, tunjukkan tampilan depanmu. Seluruh tampilan depan. Bagus, bagus. 45 derajat. Bagian kananmu 45 derajat. Terlalu banyak, agak ke sini sedikit. Putar ke sini sedikit, bagus.
Bagus. Sebelahnya lagi 45 derajat. Bagus. Bagian punggung. Bagus. Selanjutnya. Tunggu dulu. Foto beberapa lembar lagi, harus dari dekat. Baik. Ayo. Sekarang kita foto close up ya. Baik. Tatapanmu lihat ke arahku. Baik, jangan melotot. Mari, santai saja. Baik, baik. Kita sekarang ambil foto senyum. Coba dulu. Sangat bagus. Bagus. Baik. Baik, bagus.
Masih ada yang lain? Aku tidak bisa lagi. Baiklah. Baik. Selanjutnya. Zimo, Zhou Zimo. Kakak, apa kenapa kau seperti itu? Aku sudah boleh pergi? Apa kau tidak mau uang? Sudah selesai baru uangnya diberikan. Xia Fan. Baik, bagian depan. Amanda. Zhou Zimo. Sebelumnya pernah ketemu. Lumayan bagus, sangat istimewa. Aku rasa dia masih kurang beradaptasi.
Dia tidak mempunyai perasaan… Tidak tidak tidak. Walaupun efisiensinya tidak tinggi, tetapi masih bisa dari situ memilih yang lebih unik. Tetapi tadi aku merasa bentuk tubuhnya sangat tidak harmonis. Aku rasa dia adalah model yang berkualitas. Kau lihat. Baik. Kemampuan bekerja profesional dapat dipupuk melalui latihan. Tetapi aura itu alami. Yang dia punya,
Belum tentu orang lain juga punya. Baik. Tetapi Amanda, kau lihat dia, kurasa bentuk tubuhnya terlalu kaku. Bentuk tubuh, kau cari guru untuk melatih dia. aku akan berbicara dengan tempat fitness perusahaan. Oke? Naiklah ke mobil. Kenapa? Itu… Aku sudah tahu. Ini adalah bayaran kali ini, Tiga ratus sampai lima ratus. Kenapa hanya tiga ratus?
Apakah tiga ratus sampai lima ratus adalah lima ratus? Bagaimana pun harusnya empat ratus. Arti dari tiga ratus sampai lima ratus adalah hanya ada tiga ratus. Seratus ini adalah tips. Ambillah. Aku memberimu makan dan tempat tinggal, mana ada hal sebagus itu? Naiklah ke mobil. Ini kuanggap sebagai biaya kamar semalam. Kau ambil saja dulu.
Nanti sudah ada uang, baru sekalian berikan kepadaku. Apakah aku harus terus tinggal di rumahmu? Aku tahu kau sangat tidak bersedia, aku juga tidak bersedia. Tetapi aku tidak punya uang lebih untuk menyewakan rumah untukmu. Dengan begini, juga demi mengejar waktu melatihmu. Kau takut aku lari? Ini juga salah satu alasanku. Tetapi masalahnya adalah
Rumahmu hanya ada 1 kamar. Apa yang kau pikirkan? Tidur di sofa. Masih harus membawamu ke tempat fitness. Tempat fitness? Di saat ini, ganti satu barus. Betul, betul. Kak Liang Zi, hebat sekali. Aku sebagai pekerja utama di bagian proofreading, apa bisa tidak hebat? Gerakan tangan ini, adalah gerakan yang khusus diciptakan oleh bagian proofreading.
Termasuk sebuah teknik rahasia, juga termasuk salah satu keahlian dasar sebagai proofreader. Kalau disebut teknik rahasia, bagaimana dengan proofreader yang lain? Begini, cara proofreading dengan goyang kepala. Kau lihat, seperti kipas angin, kan? Sepuluh. Sebelas. Dua belas. Semangat. Xiao Chen, kau lihat apakah ini benar? Betul. Bagaimana dengan tanda baca ini? Dua puluh tiga.
Dua puluh empat. Zhou Zimo, menjadi model yang paling penting adalah postur tubuh dan kekuatan. Kau baru melakukan beberapa kali crunch sudah lelah seperti ini. Apa lagi aku juga sudah merekomendasikanmu. Menjadi model kenapa begini susah? Kenapa sahamku jatuh lagi? Kau setiap hari mem-proofreeding saham saja. Saat sedang istirahat siang,
Aku hanya melihat saham sebentar, memangnya kenapa? Bantu aku lihat. Sekuritas Haitong bagaiaman? Sekuritas Haitong, aku bantu periksa dulu. Makanan siangmu sayuran semua. Diet. Ini bisa dikatakan serius. Aku merasa, masalah yang sebelumnya mungkin terlalu mudah. Kau ambil buku latihan sebagai bahan, jika salah 1 soal saja masih ada kesempatan untuk memperbaikinya.
Jika ada kesalahan pada buka panduan keselamatan diri, atau buku pertolongan mendadak, itu berkaitan dengan nyawa orang, jadi aku mesti lebih serius. Tidak boleh ada kesalahan. Walaupun sangat dangkal, tetapi tetap harus ada pemahaman. Memuji orang pun tidak dengan perkataan yang baik. Aku sudah makan 4 sampai 5 putih telur, bisakah beri aku yang lain?
Tidak bisa. Kau lihat postur tubuhmu sekarang, harus segera menambah otot, jadi makan dan minummu harus sesuai dengan jadwal makan penambahan otot. Selain makan dan minum, perawatan kulit juga sangat penting. Sebagai seorang model profesional, harus sering memakai masker, harus sering minum air. Makanlah. Jika semakin banyak, bukankah aku akan menjadi bendungan? Senyum. Apa maksudmu?
Aku tadi sudah beri tahu dirimu, bagaimana senyummu yang paling bagus, sisi manakah yang paling bagus dari dirimu. Ambil itu, lanjutkan. Lapar. Malam sebelum jam 11 sudah harus tidur, jam 7.30 pagi sudah harus bangun. Selamat pagi. Selamat pagi Pagi, pagi, pagi. Li Xiao. Naskahmu. Kau sudah selesai melihatnya? Bagaimana? Kau sudah tamat sekolah dasar?