【FULL】Eternal Love Rain EP17【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Eternal Love Rain] [Episode 17] [Kediaman Su] Ning Xiu Rui, di mana kau? Su Yin Yin, kapan pun kau berbalik, aku akan selalu ada untukmu. Aku akan selalu menunggumu. Aku ingin selalu bersama orang yang kucintai selamanya. Sesulit apa pun nanti, aku akan selalu ada di sampingnya dan melindungi dia.

Aku tak akan meninggalkan dia. [Naga bodoh. Aku dulu terlalu egois.] [Aku seharusnya tak menahanmu di sisiku.] [Sekarang, keinginan terbesarku adalah] [melihatmu hidup dalam damai.] Yin Yin. Ayah. Kau baik-baik saja? Ayah, beri tahu aku. Apakah aku lebih baik meninggalkan Shengjing? Aku yakin itu lebih baik. Waktu bisa menyembuhkan semua luka.

Setelah waktu yang lama, kau akan menyadari bahwa kau bisa merelakan apa pun di dunia, sepenting apa pun itu bagimu. Semuanya terjadi dalam sekejap. Itu sudah berakhir sebelum aku sempat meraihnya. Terkadang, lebih baik tak pernah punya cinta sama sekali daripada memiliki cinta dan lalu kehilangan cinta itu. Aku tahu. Itu sebabnya aku akan pergi.

Aku pun akan berusaha semampuku untuk membuatnya melupakanku. Ini pasti berat. Ayah, apa kau tahu siapa sebenarnya Ning Xiu Rui? Sepertinya ibumu memanggilku. Aku masuk dulu. Ayah! [Kediaman Ning] Guru! Guru! Guru! Guru! Gawat! Su Yin Yin dan nonaku akan pergi ke dataran utara! Entah kapan mereka akan kembali ke Shengjing!

Su Yin Yin mau pergi ke dataran utara? Bukan itu maksudku. Bagaimana jika nonaku menikah di dataran utara dan tak pernah kembali? Apa yang harus aku lakukan setelah itu? [Kenapa Su Yin Yin tiba-tiba mau pergi dari Shengjing?] [Mungkinkah dia menemukan sesuatu?] Guru, katakan sesuatu! Sebenarnya, aku bisa meminta izin kepada kakakku untuk mengikuti dia.

Tapi jika begitu, identitasku akan terkuak. Nonaku memang tak mau menerimaku dari awal. Jika aku tiba-tiba memberitahunya aku adalah Putra Mahkota yang ramah dan perkasa, aku takut dia tak bisa menerima kenyataan! Guru? Guru? Guru makin dan kian gegabah. Guru, aku harus apa? [Kediaman Su] Kenapa kau mau pergi dari Shengjing?

Aku muak dengan Shengjing. Aku ingin butuh suasana baru. Dengan situasi kita saat ini, berbahaya bagimu untuk keluar dari Shengjing sendirian. Aku tak pasti aman bahkan jika aku tetap di Shengjing. Lagi pula, kau mau aku berhenti mengganggumu, ‘kan? Jangan pergi. Jika kau pergi sekarang, aku tak akan bisa melindungimu. Ning Xiu Rui,

Kau terlalu tinggi menilai dirimu sendiri. Pikirmu aku tak mampu bertahan tanpamu? Aku hanya takut kau akan berada dalam bahaya. Tapi kaulah orang yang menempatkanku dalam bahaya. Kejadian-kejadian misterius itu, aku pikir kau dan Sisik yang menyebabkannya. Bahaya terbesar untukku adalah kau berada di sampingku! Jika aku menyakitimu, aku meminta maaf. Aku hanya berharap

Kau mengizinkanku untuk berada di sisimu. Aku pernah bilang. Aku akan selalu menantimu. Benar. Aku memang pernah bilang aku berharap kau bisa tetap di sisiku. Aku ingin kau bisa mencintaiku dan menikahiku. Tapi diriku dalam bahaya setiap ada dirimu. Aku benar-benar takut akan terluka karena dirimu. Aku tak bisa menerima ini!

Ada yang salah denganmu hari ini. Apakah kau merasa tak nyaman? Mari kita bicarakan ini lain kali. Tak usah. Mari kita selesaikan semuanya hari ini. Saat aku masuk ke istana, aku meminta bantuan kepada Kaisar. Aku berharap dia bisa menemukanku jodoh agar aku bisa hidup mapan. Aku kira kau mau aku menunggumu

– karena… – Tuan Ning, kau salah paham. Aku dulu belum dewasa. Aku keras kepala. Aku tak memikirkan konsekuensi. Tapi sekarang, aku paham. Melindungi diriku sendiri lebih penting. Kalau begitu, bolehkah aku menemanimu selagi kau di sini? Tak usah. Di masa depan, kau tetaplah Tuan Ning. Lalu aku tetap Yin Yin, Gadis Tercantik di Shengjing.

Jika kelak, Sisik bisa lepas dari tubuhku, aku pasti akan mengembalikannya kepadamu. Mulai sekarang, kita tak saling berutang. – Salam, Putra Mahkota. – Bangkitlah. Bagaimana penyelidikannya? Sudah selesai. Kapan wanita itu akan berangkat? Sekarang. Sekarang. Sekarang? Kenapa kau tak bilang lebih awal? Aku baru selesai berpatroli. Tunggu di sini! Akan kucambuk kau setelah aku kembali!

Putra Mahkota! Putra Mahkota! Putra Mahkota! Guru, tak bisakah kau tetap di sini? Li Qi? Kenapa kau ada di sini? Guru, percaya aku. Aku akan menemanimu selamanya. Tak bisakah kau tetap di sini? Bisakah kau berhenti bermain-main? Pernikahan itu bukan lelucon. Pulang sekarang. Aku akan mengikutimu kalau begitu. Aku akan mengikutimu sampai ke ujung Bumi.

Kita akan menjadi pasangan yang membuat semua orang iri. Li Qi, aku pergi karena ada urusan penting yang harus kutangani. Jika kau mengikutiku, aku takkan mau bertemu denganmu lagi. Pulang sekarang. [Kediaman Ning] Guru, apakah kita dicampakkan? Ji’er, dilihat dari usiamu, kau seharusnya sudah punya istri. Sebaiknya jangan memikirkan dia. Tapi, Guru, kau tahu ini.

Tang Lin Lin adalah satu-satunya orang yang kusuka. Apa menurutmu Tang Lin Lin akan memaafkan muslihatmu jika dia tahu kau Putra Mahkota? Bisa juga jika Tang Lin Lin mau denganmu, para jenderal selalu dipandang rendah oleh para pejabat. Dengan prasangka mereka terhadap para jenderal, apa kau pikir mereka akan mendukungnya sebagai istri Putra Mahkota?

Andai ibuku masih di sini, aku yakin dia akan mendukungku. Saat ibuku masih menjadi selir, dia berteman baik dengan Nyonya Su. Mereka bahkan ingin anak-anak mereka menikahi satu sama lain. Katanya, Su Yin Yin akan menjadi istriku begitu dia cukup dewasa. [Merenung di Bawah Rembulan] Ini… Ada apa ini? Tadi masih cerah.

Tapi sekarang ada guntur? Aneh. Guru, setelah ibuku meninggal, perjodohan itu dilupakan. Kehidupan ini penuh dengan kejadian-kejadian menyedihkan. Sebenarnya, cukup menyenangkan saat aku bersamamu seperti ini. Lekas! Cepat lapor kepada Yang Mulia! Baik! Awasi dia! Pangeran Pertama bilang, dia masih berguna bagi kita. Dia tak boleh mati seperti ini! Baik! Kau harus segera kembali!

Aku takut sendirian! Baik! Pak Tua! Kau sudah mati atau belum? Jangan menakutiku! Jangan mati! Bagaimana aku bisa menghadapi Pangeran Pertama jika kau mati begini? Yang Mulia, si Tabib Tua telah meninggalkan laut. Bagaimana kalau kita mengutus seseorang untuk segera membunuhnya? [Sepertinya dia tahu] [aku terluka karena Sisik saat dia memeriksa lukaku.] [Rui’er akan tahu]

[kebenaran tentang Ayah tak lama lagi.] [Rui’er.] [Sisik.] Sepertinya aku harus memilih. Rui’er belum kembali selama 500 tahun. Rakyat kita punya ekspektasi besar untuknya. Untuk membunuh manusia, kita harus menghancurkan hatinya. Pertama, rakyat kita harus kehilangan kepercayaan terhadap Ning Xiu Rui. Mereka harus kehilangan kepercayaan? Suruh Mo Cheng Feng untuk bergegas. Baik.

Bagaimana ini? Aku masih tegang. Kau akan ikut denganku, ‘kan? Tenang. Aku akan menemanimu. Jangan tegang. Aku dengar istri Kepala Pengawas Istana sangat kejam. Kau harus berhati-hati. Jangan biarkan dia menindasmu. Jika aku menjadi menantunya kelak, tak apa dia menindasku hari ini. Jangan bersikap seperti anak perempuan jenderal hebat! Di mana rasa percaya dirimu itu?

Kau tahu mengenai ini. Setelah ibuku tiada, aku takut mengetahui pendapat orang-orang. Aku takut dikatakan Ibu tak mengajariku dengan baik saat dia masih hidup. Itu sebabnya aku tak berani melanggar aturan. Tenang. Celaka! Aku sangat tegang! Tuangkan aku air minum! Jangan minum meski kau tegang. Perutmu akan melembung. Nona Muda, saatnya bertemu mereka.

Sebentar lagi dia siap! Dia akan segera pergi ke sana. – Apa yang harus aku lakukan? – Tenanglah. Tak apa-apa. Ada aku. Ayo pergi. – Bagaimana gaunku? – Bagus. Kau sangat cantik hari ini. Guru, ini aku! Kurang ajar! Bukan begini cara menawarkan teh. Dia tak dididik. Maaf sudah menyinggung. Berhenti! Ini keterlaluan!

Entah bagaimana Jenderal Tang bisa membesarkan anak perempuan seperti dirimu! Kau menghina semua wanita bangsawan yang ada! Nyonya, aku memang salah karena keliru menyajikannya. Kau boleh menegurku untuk itu. Tapi jangan menyalahkan ayahku! Apa kau melawan ucapan orang lebih tua? Aku hanya dengar kau bersikap jujur karena kau mengikuti ayahmu sejak kau masih muda.

Aku tak mengira ibumu tak mengajarimu sama sekali! Kau sangat tak sopan! Kau sangat memalukan. Benar-benar memalukan. Itu hanya kesalahan. Aku tak melakukan kejahatan apa pun! Sebagai orang lebih tua, bagaimana kau bisa menyalahkan orang tuaku untuk semuanya? Dia pikir dia benar, padahal dia melakukan kesalahan. Lin Lin,

Aku yakin Nyonya Pengawas Istana tak akan menyalahkan kita, karena dia juga tak sopan. Ayo pergi! Ini… Ini keterlaluan! Ya! Kakak, jangan marah. – Ini akan menyakiti tubuhmu. – Tenang. Tunggu! Apakah kau wanita yang paling cantik di Shengjing, Su Yin Yin? Tak bisakah kau melihat itu? Kau terlihat cantik,

Tapi semoga kau tak sekadar itu saja. Karena kau di daratan, mari kita berlomba pacuan kuda. Apakah kau berani? Aku akan balapan denganmu. Kau dibesarkan di sini. Tak ada gunanya berlomba denganmu. Aku ingin melihat apakah dia berani. Aku tak tega mempermalukanmu, tapi aku akan memenangkan lombanya. Luar biasa.

Sampai jumpa di pedok dalam dua jam. Apakah kau bisa menunggang kuda? Tak apa-apa. Aku akan mempelajarinya saat kita di sana. Yang terpenting sekarang melindungi harga diriku. – Tunggu, aku kehabisan kata-kata! – Tenanglah! Ganti bajuku untukku. Aku tak bisa naik kuda dengan gaun seperti ini. Ayo pergi.

– Kau memang luar biasa. – Tak apa-apa. Bagaimana jika kau jatuh? Tenanglah. Ayo, Nomor Satu di Shengjing. Turunlah jika kau tak bisa menunggang kuda. Aku akan baik-baik saja. Aku tak ingin mempermalukanmu. Tapi karena kau ingin balapan denganku, mari kita lakukan. Kita menang tipis saja, ya? Ayo, Kuda! Kuda, ayo lari!

– Apa kau yakin? – Ayo! Kuda, ayo lari! Pegang erat-erat! – Ayo! – Ayo! Kuda, cepat! Pegang talinya! Ke kiri! Kuda, pelan-pelan! Kenapa kau terburu-buru? Pelan-pelan! Aku tak mengira kudamu secepat itu. Ini jauh lebih lambat dari yang aku pikirkan. Mungkin karena aku tak berlatih. Mungkin juga karena aku tak terbiasa dengan jalurnya.

Aku pasti akan menang lain kali. Kau menyanjungku. Sungguh menakutkan! Bagaimana aku bisa menang? Ini konyol! Kuda, ini semua berkat dirimu. [Kediaman Ning] Guru! Istana itu sangat membosankan. Mari kita minum sepuas hati hari ini! [Itu seseorang dari laut?] Di mana dia? Dia tiba-tiba menghilang. Tabib Tua. Salam, Pangeran Xiu Rui!

Tabib Tua, kenapa kau di sini? Yang Mulia, aku menemukan di mana kau berada saat aku di laut. Jangan pernah kembali ke laut lagi! Apa terjadi sesuatu? Pangeran Xiu Ren sudah tak tahan lagi. Dia mencoba menyingkirkan mereka yang akan merusak rencananya! Apa sebenarnya yang terjadi? Aku tak sengaja melihat luka Pangeran Xiu Ren.

Lukanya disebabkan oleh Sisik Naga Terbalik. Tak ada yang bisa mendekati Sisik, kecuali pemiliknya memberikannya secara suka rela. Apakah maksudmu dia terluka karena Sisik ketika dia mencoba mencurinya dariku? Aku tebak begitu. Kalau begitu, dia seharusnya sudah menyerangku sejak lama. Itu karena Raja Naga! Lima ratus tahun yang lalu, demi melindungimu,

Dia menggunakan semua kekuatannya untuk menyegel laut. Dengan begitu, Suku Naga tak bisa meninggalkan laut. Tapi tak ada yang menyangka Raja Naga meninggal tiba-tiba setelah menyegel laut! Ayahku sudah meninggal? Bagaimana mungkin? Aku masih menunggunya memaafkanku! Aku ingin menyelidiki masalah ini, tapi jika aku melakukannya, Istana Naga akan kacau balau! Itu sebabnya aku merahasiakan ini.

Sampai aku menemukanmu, Pangeran Xiu Rui! Jadi, kau mencurigai Kakak bertanggung jawab atas kematian Ayah? Raja Naga menulis surat wasiat sebelum dia meninggal. Sisik Naga Terbalik adalah benda keramat. Jika seseorang yang punya maksud tersembunyi memegangnya, dunia akan dilanda bencana alam, seperti manusia dilahap keserakahan mereka! Tapi aku gagal dalam tugasku.

Lalu aku kehilangan Sisik itu. Aku pikir dia menghukumku ketika dia menyegel laut. Aku… Aku tak menyadari Ayah telah mengorbankan dirinya sendiri untuk melindungiku! Yang Mulia! Sudah 500 tahun! Rumah tempat aku ingin pulang dan ayah tercinta yang ingin aku temui, selama 500 tahun terakhir, keduanya sudah tak ada! [Makam Raja Naga]

Untuk mengingat mereka yang telah meninggal, orang mengenakan pakaian berkabung. Hari ini, aku tak bisa kembali ke laut. Aku hanya bisa membangun makam untukmu dan mengekspresikan kesedihanku. Raja Naga kita jujur dan adil. Saat dia menguasai laut kita, Empat Lautan damai. Dia tegas, tapi baik hati sebagai ayah. Di akhir hayatnya, dia menggunakan semua kekuatannya

Untuk memasang segel laut. Dia pun melindungimu selama 500 tahun. Sekarang, aku akhirnya bisa memberitahumu tentang cinta Raja Naga kita untukmu. Risiko yang kuambil membuahkan hasil. Tabib, terima kasih. Terima kasih sudah memberitahuku bahwa Ayah telah memaafkanku. Rasa bersalah dan penderitaan yang aku tanggung selama bertahun-tahun bukan apa-apa dibandingkan dengan pengorbanan Ayah.

Selama bertahun-tahun, kupikir aku terjebak dalam jurang yang gelap. Tapi sekarang, aku menyadari bahwa akulah jurang itu. Selama 500 tahun terakhir, aku tak berusaha mengubah siapa pun atau apa pun. Tapi semuanya terpaksa berubah karena aku. Raja Naga! Aku tak akan membiarkan siapa pun terluka karena Sisik itu lagi! [Perpustakaan Istana]

Yang Mulia, Sekretaris Agung Ning meminta bertemu. Persilakan dia masuk. Baik. Salam, Yang Mulia. Tuan, tak ada siapa-siapa di sini. Tak usah formalitas. Aku yakin Yang Mulia pernah mendengar tentang Naga Jahat Pencuri Jantung yang misterius. Yang Mulia, izinkan aku mengambil alih kasus ini. Tuan, kau adalah Suku Naga.

Aku pikir kau tak cocok mengambil alih kasus ini. Tak cocok? Kupikir mereka sudah merencanakan ini sejak lama. Jika kita tak menyelidiki sampai ke akar masalahnya, lebih banyak orang akan mati. Tuan, kau telah menyebabkan Mo Qing Shan membunuh banyak orang karena Su Yin Yin mengungkapkan identitasnya.

Kau mungkin tak ingin mengulangi kesalahan dan terjebak di sana? Apakah kau mencurigaiku? Apakah kau tak pernah memikirkan bersatu dengan Su Yin Yin? Meskipun aku menginginkan itu, aku tak akan menyakiti orang yang tak bersalah karena itu. Di dunia ini, aku berharap tak ada yang terluka lagi karena aku.

Kau adalah muridku selama lebih dari 30 tahun. Apakah kau masih kurang memahamiku? Ya. Aku salah. Mengingat hubungan kita, kau harus menugaskan kasus itu kepadaku. Aku akan menemukan penjelasan. Tuan, karena kau sudah mengatakannya, aku akan mengabulkannya. Terima kasih, Yang Mulia. Omong-omong, pria mana yang kau pilih untuk Su Yin Yin ketika dia menemuimu?

Tuan, apakah kau tak tahu? Aku menolak permintaannya hari itu. Bagus. Kenapa kau menolaknya? Karena dia ingin aku memilihmu. Aku? Itu sebabnya aku memberi tahu dia yang sebenarnya. Aku bilang kau akan mati jika kau tak kembali ke laut.