【FULL】Eternal Love Rain EP12【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Eternal Love Rain] [Episode 12] [Terpelajar dan Berbakat] Guru. Guru, kau dari mana? Aku telah mencarimu ke mana-mana. Apa kau mengikuti Tuan Ning kemari? Kau… Itu… Aku melalui kehidupan yang berat. Keluargaku miskin, maka aku pergi bekerja di istana. Untunglah Tuan Ning tidak memandang rendah diriku dan mempekerjakanku sebagai pengurusnya.

Hari ini aku bersama Tuan Ning kembali ke istana. Ternyata kehidupanmu begitu menderita. Seharusnya dulu aku memperlakukanmu lebih baik. Kehidupanku sungguh berat! Sejak kecil aku selalu dirundung oleh semua orang di istana. Semua orang menganggap rendah diriku. Sejak Tuan Ning memilihku, mereka selalu mencari cara untuk menyusahkan diriku. Hanya Guru dan Tuan Ning…

Yang paling baik terhadapku. Pantas saja ketika aku pertama kali melihatmu, kau dikejar dan dipukuli orang-orang. Ternyata begitu. Benar. Kau juga menyedihkan. Ayo pergi. Aku akan mentraktirmu makan. Benarkah? Guru, kau mau mentraktirku makan? Di dunia ini kau yang paling baik. Siapa di sana? Aku tahu kau menderita. – Jangan lari! – Berhenti! [Kakak,]

[kenapa kau tidak keluar menemuiku?] [Apakah kau ingin] [aku selamanya tinggal di darat?] [Rui’er,] [aku sendiri yang mengukirnya.] [Ini Bunga Laut di depan gerbang istana kita.] [Ketika kau bermain di luar,] [Bunga Laut ini] [akan mengingatkanmu untuk pulang.] [Jika di daratan kau membutuhkanku,] [tusukkan saja belati ini ke dalam laut.] [Aku akan segera muncul.]

[Dengan Hati yang Tenang Mencapai Tujuan] Apa yang terjadi dengan Guru? Dia menjadi seperti itu setelah upacara penobatan kedewasaan. Apakah kau lagi-lagi mengganggu guruku? Bukankah kau telah pindah? Memangnya aku tidak boleh sesekali kembali? Kau baru pindah tadi pagi, tapi sudah kembali? Kau juga menyelinap kemari. Kau… Kenapa aku merasa ini tidak asing?

Apa kita pernah bertemu hari ini? Jangan mengalihkan topik pembicaraan. Dengar, kau harus berhenti mengganggu kami. Aku ingin bertanya kepadamu. Apa kau menyebabkan masalah bagi guruku lagi? Dia bahkan tidak mau membukakan pintu untukku. Menurutmu, kalau dilihat dari sifat gurumu, memangnya aku bisa mengganggu dirinya semauku? Benar juga. Ini sungguh aneh.

Sejak dulu aku belum pernah melihat dia begitu murung. Kasihan sekali. Kasihan? Kau bilang apa? Bukan apa-apa. Kau sudah lama tinggal dengan gurumu. Apa kau tahu bagaimana kita bisa membuat dirinya bersikap terbuka kepada kita? Dengan begitu dia bisa mengungkapkan perasaannya dan merasa lebih baik. Bagaimana dengan arak? Bagaimana bisa kau membuatnya minum arak?

Ayo minum arak. Dia bilang mau minum arak? Kalau begitu, ayo cepat. Kenapa dia tiba-tiba mau minum arak? Mana aku tahu? Apa yang terjadi? Aku juga belum pernah melihatnya begini. [Paviliun Ji Yu] Kau menatap cangkir arakmu semalaman, tapi kau mabuk setelah beberapa teguk. Bukankah kau terlalu memalukan sebagai seorang sekretaris agung? Su Yin Yin,

Aku beri tahu kau. Dia tidak ingin aku kembali. Kalau begitu aku tidak akan kembali. Sudah 500 tahun. Aku melewati hidup dengan baik di daratan ini. Tidak ada yang kutakuti. Kecilkan suaramu. Kau ingin semua orang tahu bahwa kau adalah naga? Benar. Aku adalah naga! Aku ingin pulang. Tak ada yang bisa menghalangiku. Kecilkan suaramu.

Naga apa? Aku harus menunggangi naga itu karena aku keturunan naga. Kau juga sembarangan bicara. Kau akan dipenggal jika menirukan dia, kau tahu? Aku keturunan naga sejati. Aku ada di dunia manusia. Kenapa aku terbang? Kalian berdua berhentilah. Beraninya kau! Kau… Ning Xiu Rui, kau kau ke mana? Aku adalah naga.

Aku bisa pergi ke mana pun yang aku mau. Permisi, tolong antar pria ini kembali ke kediaman Sekretaris Agung. – Baiklah, sampai jumpa. – Terima kasih. Ning Xiu Rui! Pelan-pelan. – Berikan itu kepadaku. – Tidak mau. Aku tidak akan membawamu pulang jika kau tidak menurut. Dia keterlaluan. Beraninya dia meninggalkan adiknya di jalanan.

Kakak, aku tahu kau akan kembali untukku. Ayo, kubawa kau pulang. Ning Xiu Rui, tidakkah kau merasa lampu di jalan ini terlalu gelap? Ning Xiu Rui, kau hebat sekali. Tetapi kau telah membangunkan anjing galak. Sewaktu kecil aku pernah digigit anjing, jadi aku takut. Lalu kenapa kau berdiri di sini? Ning Xiu Rui.

Berdasarkan cerita di novel, di saat ini, bukankah kau seharusnya memeluk tubuhku dan terbang? Berjalanlah pelan-pelan. Aku akan menggandengmu. Pelan-pelan. Sial. Kenapa kita melakukan ini saat badai? Benar. Kita sungguh sial karena badai datang. Dia sudah divonis tak bersalah, tapi masih mencoba membunuh seseorang. Kita harus menderita di tempat seperti ini karena dia.

Mo Cheng Feng, dayunglah. [Adik Bodoh,] [aku tidak akan berbuat sesuatu terhadapmu secara langsung.] [Meski aku mau, para tetua itu tidak akan setuju.] [Tetapi karena kau tidak bisa memutuskan,] [aku akan membantumu.] [Aku akan mengambil] [Sisik Naga Terbalik itu untukmu.] Nona Tang sungguh menyusahkan. Bagaimana tidak? Mencari pria untuknya sulit.

Dia kehilangan ibunya saat dia masih kecil. Dia tinggal di barak tentara bersama ayahnya. Seorang anak perempuan tidak seharusnya tumbuh besar di barak tentara. Jika hal ini sampai tersebar, tidak akan ada pria yang mau menikahinya. Kalau begitu, Nona Tang sungguh kasihan. Sejak kecil tidak ada ibu yang mendidiknya. Dia harus mencari pria sendiri

Saat ingin menikah. Itu pasti menyulitkan bagi dirinya. Itu lebih sulit bagiku. Aku berusaha keras mengundang Tuan Liu dan comblangnya datang. Sudahlah, jangan bicarakan lagi. Maaf membuat kalian menunggu. Maaf, aku datang terlambat. Baguslah Nona Tang sudah datang. Aku rasa hari sudah cukup larut. Sebaiknya kami segera pergi. Kenapa dia belum datang? Bibi,

Di mana Tuan Liu? Nona Tang, tunggulah sebentar lagi. Tuan Liu sedang ada urusan. Tuan Liu telah menyiapkan stroberi ini untukmu. Kau bisa mencicipinya. Aku akan pergi melihat. Tuan Liu, kau sudah datang. Apa nona yang akan kutemui hari ini sebanding dengan perjalananku? Dia adalah putri Jenderal Tang. Tuan Liu, kau tidak boleh melakukan ini.

Tuan Liu. Nona Tang, tak perlu begitu sungkan. Tuan Liu, kita baru pertama kali bertemu. Kurasa ini tidak pantas. Aku rasa kita sebaiknya mengikuti aturan dan menjalani langkah demi langkah. Nona Tang, sejak kecil kau mengikuti Jenderal Tang. Kurasa kau terbiasa berada di antara pria. Kenapa hari ini kau ingin bersikap sopan? Kemarilah, ayo duduk.

Tuan Liu, kurasa kau salah paham. Meski tumbuh dengan para tentara, aku belajar etika dan sopan santun. Aku tidak pernah melanggar batas. Kurasa kita baru bicara setelah kau menyingkirkan prasangkamu. Nona Tang, hari ini aku datang untuk membicarakan pernikahan kita. Bagaimanapun, nantinya kita harus melakukan urusan suami istri.

Kenapa kau mencoba bersikap begitu lugu di hadapanku? Nona ini sudah memintamu menahan diri, ‘kan? Kenapa kau masih melakukan ini? Kau ini datang dari mana? Beraninya mencampuri urusanku. Apa kau tahu siapa aku? Tentu saja tahu. Putra dari Liu Cheng Zong, pejabat istana, bukan? Kalau begitu, beraninya kau menghalangiku. Memangnya siapa kau? Ayo, ikut aku.

Aku akan beri tahu kepadamu siapa aku. Ayo, ke sana. Kau pergilah dulu. Apa yang akan kau lakukan? Guru, aku akan memeriksanya untukmu. Apa yang dia lakukan? Di mana pria itu? Dia sudah pergi. Sudah pergi? Kenapa dia pergi? Aku memakai jurus-jurus yang kau ajarkan untuk memberinya pelajaran. Aku tidak mengajarimu apa pun!

Aku diam-diam mempelajarinya. – Kau… – Guru, makanlah stroberi. Kau makan saja sendiri! Ini sangat enak. Guru, kau juga makanlah. Makanlah satu buah. Ini untukmu. Manis sekali. Mo Cheng Feng, kita bertemu lagi. Aku ingat dirimu. Ikat yang kau berikan kepadaku tidak berguna. Aku tidak bisa menangkap Ning Xiu Rui dengan itu. Kelihatannya

Dia sangat marah kepadanya. Kau adalah gurunya? Wajah yang tampan. Sayangnya kau menyentuh Ning Xiu Rui tanpa mengetahui kedudukanmu. Tetapi aku suka orang ceroboh sepertimu. Kau juga adalah musuh Ning Xiu Rui? Siapa aku tidaklah penting. Yang penting adalah aku tahu kau tidak ada jalan lagi. Dan juga di dunia ini, hanya aku

Yang bisa membantumu. Aku masih bisa melakukan apa? Nanti kau akan tahu sendiri. Asalkan kau ingat, selama kau menuruti perkataanku, orang yang kau benci bisa kau singkirkan. Tapi jangan membuat Ning Xiu Rui marah. Dia bisa memakan jantungmu. [Kediaman Keluarga Su] [Perilaku Bijak Keluarga pun Makmur] Tunggu, kenapa ayahmu bisa menduduki jabatannya yang semula lagi?

Dan kita tiba-tiba pindah kembali ke sini. Kenapa aku kembali? Nona Muda, kau adalah wanita bangsawan. Tinggal di Kediaman Ning memang tidak nyaman. Sekarang Tuan dan Nyonya sudah kembali. Jika kau tinggal di Kediaman Ning, bukankah itu sangat tidak pantas.? Ayahmu selalu menentang perintah Kaisar. Tapi mengenai pernikahanmu, dia malah bersikap tidak layak.

Aku tidak tahu harus berkata apa. Dia membuatku marah. Kenapa aku merasa tidak ingin kembali? Putriku, kau harus manfaatkan dengan baik selama di Kediaman Ning beberapa hari ini. [Yang seharusnya datang akhirnya pasti datang.] [Berkembang Menuju Kesuksesan] [Sepertinya aku tidak mungkin] [bisa tinggal di sisimu.] [Tetapi semua ini akan segera berakhir.] [Gerbang Shangyang]

Jangan lihat lagi. Kau tidak akan melihat apa pun. Guru, kenapa kau melakukan ini? Kau seharusnya mengambil sisik itu darinya karena kau tahu itu ada di mana, apa aku benar? Kalau ditunda terus, perasaanmu akan makin mendalam. Lalu akan lebih sulit bagimu untuk pergi. Inilah saatnya untuk mengakhiri ini. Tetapi

Jika kau tidak bisa berpisah dengan dunia ini, kau bisa tinggal bersamanya selama sisa hidupmu. Kau bisa menemaniku juga. Tidak mungkin kita bisa mendapatkan semua hal yang kita inginkan. Entah apakah dia bertemu denganku adalah keberuntungan atau musibah. Apa maksud perkataan ini? Sekarang akulah bahaya yang terbesar. Hanya dengan menjauhiku, barulah dia bisa hidup tenang.

[Kediaman Keluarga Ning] [Memandang Bulan Merindukan Sosok yang Jauh] Ning Xiu Rui, besok aku akan pindah. Aku tahu. Lalu apakah ada yang ingin kau sampaikan kepadaku? – Lagi pula kita sebelumnya… – Tidak ada. Ada apa denganmu hari ini? Sepertinya ada yang tidak beres. Kita harus mengakhiri hubungan kita. Pada akhirnya aku akan pergi.

Kau harus segera pindah. Bagaimanapun, reputasimu akan terpengaruh jika kau tinggal di sini lebih lama. Kelak kau juga masih harus menikah. Menikah? Ning Xiu Rui, kita sudah sampai sejauh ini. Apa menurutmu aku akan menikah dengan orang lain? Maaf. Mungkin kau salah paham dengan tujuanku. Salah paham? Baiklah.

Kalau begitu hari ini kita bicarakan hingga jelas. Pada saat kita pertama kali bertemu, kau berkata aku mirip seseorang yang kau kenal. Benar. Seseorang yang telah kucari selama 500 tahun. Apakah dia adalah Jin’er? Benar. Dialah yang mengambil Sisik Nagaku Terbalikku. Ketika pertama kali bertemu denganmu, aku mengira sisikku ada padamu.

Lalu apakah dia juga sama denganku? Apa dia bisa muncul di sisimu ketika kau menghadapi bahaya? Kau berbeda dengannya. Bagaimana kami berbeda? Kau harus pindah besok. Ning Xiu Rui, kau bilang aku mirip dengan gadis yang kau kenal itu. Apakah hanya itu hubungan kita? Tataplah aku selagi kau bicara. Benar. Semuanya adalah ilusi.

Kau mirip Jin’er. Karena itulah aku penasaran tentang dirimu. Aku membantu ayahmu dengan kasusnya karena aku merasa bersalah kepadamu. Lalu aku membiarkanmu pindah kemari karena Sisik Naga Terbalik itu. Di antara kita tidak ada apa-apa. Begitu banyak hal yang terjadi pada kita setelah itu. Apakah kau tidak merasakan apa pun?

[Sekarang aku akan memegang sisi sebelahnya.] [Kau harus mengundangku] [ke reuni keluargamu, ya?] Apakah sekejap pun tidak ada? Bahkan saat kau menciumku, kau tidak merasakan apa pun sama sekali? Setiap kali aku menghadapi bahaya, apakah kau tidak khawatir sedikit pun? Ketika aku bertemu kakakmu dan sengaja berkata bahwa dia ditakdirkan hidup bersamaku,

Apakah kau tidak cemburu sama sekali? [Karena kakakmu bisa memanggilku kemari,] [apa itu berarti] [dialah naga] [yang akan menikahiku?] [Tak bisakah kau membaca buku-buku bermanfaat?] [Kau hanya membaca yang tidak masuk akal.] Lupakan tentang sisik itu. Bagaimana denganku? Apa kau tidak peduli kepadaku sama sekali? Apakah kau sungguh ingin tahu? Benar. Aku ingin tahu.

Aku ingin tahu. Kau selalu ada di sisiku. Kau selalu muncul ketika aku sedang dalam bahaya. Kau mencoba melindungiku meski kau dalam bahaya. Kau menciumku tanpa izin dariku. Kau memecah khayalanku untuk menikah dengan naga hitam. Bagaimana sebenarnya perasaan terhadapku? Jika aku membuatmu salah paham karena tindakanku, aku minta maaf. Pindahlah besok.

Jangan tinggalkan apa pun. Tentu saja aku akan membawa semuanya. Aku tak akan mengganggumu lagi. Jika selanjutnya kita bertemu lagi karena Sisik Naga Terbalik, mari berpura-pura tidak saling kenal.