【FULL】Eternal Love Rain EP6【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Eternal Love Rain] [Episode 6] [Kediaman Su] Ning Xiu Rui, apakah orang pemalu sepertimu memiliki bentuk tubuh yang begitu bagus? Ning Xiu Rui, apa yang kau lakukan? Menjauh dariku! Jangan mendekat! – Tolong! – Jangan berteriak! Ning Xiu Rui, apa yang kau lakukan? Siapa pun, tolong aku! Berhenti berteriak! Aku mengerti.

Mungkin aku akan dipanggil kapan saja ketika kau mengalami pergolakan emosi yang besar. Kalau begitu, bisakah kau melepaskan tanganmu dahulu? Perlambat detak jantungmu terlebih dahulu. Biarkan aku menenangkan diri sebentar. Tunggu. Cepat pakai ini. Cepat, pakai ini. Ini kain wanita. Jangan pedulikan itu sekarang! Biar kuberi tahu. Tenangkan dirimu. Tenangkan diri, aku sedang melakukannya!

Cepat, pakai kain ini! Cepat! Aku tak bisa mendengarkan semua ini dengan penampilanmu sekarang. Aku tak bisa mendengarkan apa yang kau katakan. Ning Xiu Rui! Tarik napas dalam-dalam. – Baik. – Tarik napas dalam-dalam. Tarik napas dalam-dalam. Cepat, pakai ini. [Berkembang Menuju Kesuksesan] Ning Xiu Rui, cepat pakai kain ini, cepat!

Kenapa kau selalu bisa memanggilku? Bagaimana aku tahu? Apakah Sisik Naga itu ada di sini bersamamu? Alih-alih Sisik Naga, tak bisakah kau mengatakan sesuatu yang lain ketika bertemu denganku? Aku sudah berusaha membantumu menemukannya! Ning Xiu Rui, apa yang kau lakukan? Enyahlah! Guru, apakah kau di dalam sana? Tenangkan dirimu. Aku tahu. Aku sedang melakukannya!

Su Yin Yin pasti bermain tipuan lagi. Su Yin Yin, buka pintunya! Bukankah kau banyak akal? Di mana semua kemampuan yang kau tunjukkan di tebing waktu itu? – Ini disebut sifat mengesankan. – Buka pintunya. Ini bukan waktunya untuk pilih-pilih. Kau bisa pergi atau tidak? Aku juga ingin pergi.

– Su Yin Yin, buka pintunya! – Tenangkan dirimu. Tenang. Tenang. Aku tahu. Ikuti aku. – Ikuti aku. – Su Yin Yin. Kuberi tahu. Aku akan mendobrak pintunya jika kau tak membukanya. Guru! Su Yin Yin, di mana kau membawa guruku? Di mana dia? Cari gurumu di kamarnya! Untuk apa datang ke kamarku?

Aku tadi mendengar suaranya. Apakah kau menyembunyikan guruku? Bagaimana mungkin gurumu, orang yang hidup, berada di kamarku? Itu tidak benar! Aku yakin tadi mendengar suaranya. Kenapa dia tidak ada di sini? Kurasa kau mabuk! Kembali. Su Yin Yin, kuperingatkan. Jangan berani macam-macam kepada guruku selama ada aku, apakah kau dengar? Pergilah!

– Pergi, cepat! – Jangan sentuh aku! – Jangan sentuh aku! – Pergilah! Ning Xiu Rui, kau boleh keluar. Dia sudah pergi. Dia sudah pergi. Ning Xiu Rui. Kura-Kura Kecil. Kura-Kura Kecil. Ke mana dia pergi? Apa dia berubah dan pergi? Sepertinya Sisik Naga-nya ada di tubuhku. [Besok, aku harus memikirkan]

[cara untuk mengeluarkan Sisik Naga ini dan mengembalikannya ke Kura-Kura Kecil.] [Dengan Hati yang Tenang Mencapai Tujuan] Guru, kenapa kau basah kuyup di ruang belajar? Apakah kau benar-benar di kamar Su Yin Yin tadi? Aku baru saja mandi. Aku datang ke ruang belajar untuk membaca. Guru, apa kau menggunakan kelopak saat mandi? Kelopak apa?

Di mana itu? Kenapa itu menghilang? Kenapa kau masih terjaga selarut ini? Apa pekerjaan rumah yang kuberikan terlalu sedikit untukmu? Guru, ini sudah larut. Istirahatlah dengan nyenyak. Jangan begadang terus menerus. Itu buruk untuk kesehatanmu. Maaf mengganggumu. [Ayah.] [Apakah bunga laut dari pohon laut] [adalah bunga terindah di antara bunga lainnya?]

[Bunga laut unik bagi Suku Naga.] [Naga-naga akan tahu] [mereka hampir sampai di rumah begitu melihat bunga laut.] [Tempat dengan bunga laut] [adalah rumah tempat aku harus kembali.] [Dengan Hati yang Tenang Mencapai Tujuan] Guru! Guru! Guru, lihat! Lihat Su Yin Yin. Lihat wanita itu. Lihatlah! Lihat! Wanita Guru sungguh luar biasa. Yakinlah.

Aku pasti akan membantumu mengeluarkan Sisik Naga-nya. Guru, aku tak mengerti kenapa kau tak memperbolehkanku menyentuhmu, tapi kau membiarkan wanita gila ini menyusahkanmu? Apa yang dia katakan kepadamu? Sepertinya aku tak bisa sepenuhnya merangsang kekuatan Sisik Naga di tangki ikan. Jadi, hari ini adalah kesempatan terakhirku di sini. Lin Lin, kau akan membantuku, ‘kan?

Cepat, aku harus pergi ke bengkel bordir. Nanti, begitu aku dalam bahaya, kau harus segera menyelamatkanku, paham? Sebagai gadis cantik pertama di Ibu kota Shengjing, jika sesuatu terjadi kepadaku, orang-orang di Ibu kota Shengjing tak akan mengampunimu, kau tahu ini? Kau akan melompat atau tidak? Baik, aku akan melompat. Biarkan aku bersiap.

Lin Lin, kau membuatku takut! Lin Lin, menurutmu dengan berlari kencang seperti ini bisa membuat jantungku berdebar kencang dan merangsang keluar Sisik Naga-nya? Tidak, kupikir ini tak cukup merangsang. Aku akan berlari satu putaran lagi. Tunggu aku. Su Yin Yin, aku ingin pulang. Tunggu sebentar lagi. – Bagaimana? – Astaga!

Apa kau sudah merangsang keluar Sisik Naga-nya? Tidak, aku hampir pingsan. Kupikir kita sebaiknya kembali dan makan. Ayo pergi. – Aku kelaparan. – Ayo! Biar kuberi tahu, kau benar-benar aneh. Bahkan tokoh utama novel tidak akan seaneh dirimu. Mungkin aku bisa menemukan solusi dari novel anekdot itu. Aku harus mencarinya di Kediaman Su. Berhenti main-main.

Putra Mahkota, kami sudah menemukan tempat tinggal Pangeran Xiu Rui. Bagaimana kabar Rui’er? Pangeran Xiu Rui baik-baik saja. Bagus. Apakah kau tahu keberadaan Sisik Naga-nya? Belum. Aku mengutus seseorang untuk berpatroli setiap hari. Bagus. Sebelum kita mengetahui keberadaan Sisik Naga-nya, kita harus menjaga Rui’er dengan baik. Baik, Putra Mahkota. Su Yin Yin ini

Selalu bertindak sesuka hati sejak kecil. Dia menghilang dalam sekejap mata. Tangkap para perampok itu! Kenapa dunia ini – tak damai setelah aku keluar? – Siapa pun tolong aku! Tang Lin Lin, kau perempuan yang sopan. Kau tak boleh berkelahi. Srikandi! Kungfumu sungguh luar biasa! Ini memperluas pandanganku! Lihat apakah ada yang hilang. Hebat!

Tangkap dia! Bangun! – Berhenti bergerak! – Tolong beri tahu aku siapa pahlawan yang menaklukkan penjahat ini? Dia orangnya. Astaga, Srikandi ingin tetap anonim meskipun kau telah melakukan hal-hal baik. Aku benar-benar menyukainya. Boleh aku tanya namamu? Sama-sama! Tak perlu beri tahu nama untuk melakukan sesuatu yang baik. Lalu, kau perampok,

Jangan bertemu aku lain kali, atau aku akan memukulmu. Srikandi! – Bawa dia pergi. – Ayo pergi. Srikandi! Sakit! – Ini aku. Aku… – Kau siapa? Aku orang yang tadi. Kita berdua saling mengenal. – Apa yang kau mau dariku? – Tidak, aku… Lepaskan aku dahulu. Aku… Srikandi, apakah kau tak mengenaliku?

Kau menyelamatkanku di sini dua hari lalu. Kau ingat sekarang? Kau… Kuberi tahu, ya. Jangan membicarakan hari itu lagi. Srikandi! Srikandi, biarkan aku memperkenalkan diri. Aku Li Qi. Aku mengagumi kekuatan kungfu yang kau miliki, sosokmu yang mengesankan dan sikap muliamu. Jadi, aku di sini untuk memintamu menjadi guruku. Aku ulangi lagi!

Jangan bicarakan hari itu lagi! Kalau begitu, bolehkah aku tahu namamu? Kau tak perlu tahu. Aku akan datang dan menemukanmu lagi. Kau tak akan bisa menemukanku. Aku bisa. [Kediaman Su] Aku ingat dengan jelas kalau aku menaruhnya di sini. Para pejabat sungguh menggeledah rumah dengan saksama. Mereka tak meninggalkan apa pun yang berharga.

Aku harus cepat kembali. Ning Xiu Rui pasti mencariku sekarang. Jangan bicara. Ada seseorang di dalam rumah. Ayo pergi. Itu menakutkan. Jangan takut. Di Kediaman Su gelap. Bagaimana kau tahu ada seseorang di dalam rumah? Terus terang, itu adalah bakat. Aku sangat sensitif terhadap sesuatu yang berkilau sejak kecil. Sesuatu seperti batu permata, emas,

Dan amber. Bisa dengan mudah kutemukan bahkan jika terkubur dalam. Namun, rumah kami sudah lama dibiarkan kosong. Bagaimana bisa ada sesuatu yang berkilau? Karena itulah kukira itu mungkin pencuri. Namun, keluarga kami miskin sekarang. Aku terkejut mereka masih ingin merampok kami. Kenapa kau ada di sana pada larut malam begini? Aku sudah pernah membaca sesuatu

Tentang Sisik Naga di buku. Itulah kenapa aku kembali untuk melihatnya dan mencari tahu apakah ada cara untuk merangsang keluar Sisik Naga-nya. Kau sekarang akhirnya memahami logika restitusi. Omong-omong, kenapa kau di sana? Itu adalah bakat. Orang ini sangat aneh. Tuan Mo, ini adalah ikan segar yang disiapkan Ibu khusus untukmu.

Kudengar kalau ikannya sangat lembut. Ikan-ikannya harus ditaruh di air laut. Hari ini, kami mengambilnya untuk dinikmati dan dimainkan oleh Tuan Mo. Aku di sini hanya untuk menikmati musik. Aku pria yang sudah bertunangan. Tuan Muda. Kau terlihat baik, tapi masih belum cukup untuk dibandingkan dengannya. Tuan Muda, kenapa kau masih mengharapkannya?

Su Yin Yin itu hanya perempuan nakal. Dia sama sekali tak pantas mendapatkan cintamu. Kau pikir kau siapa? Bukan hakmu untuk membicarakan aku. Pergilah! Pergi! Tidak menyenangkan berada bersama orang-orang. Lebih menarik bersama ikan. Bukankah aku sudah memberitahumu tak ada yang boleh menyentuh Su Yin Yin kecuali aku. [Ada seseorang yang ingin melukai Yin Yin?]

[Apakah itu Ayah?] Tuan Ning, kau mudah marah. Aku sudah mengenalmu sejak lama. Ini pertama kalinya aku melihatmu marah. Ini sangat menarik. Ning Xiu Rui, orang-orang di ibu kota tak tahu kalau kau bukan manusia. Kau harus berhati-hati. Orang-orang yang datang menemuiku akan segera datang. Pada saat itu, jika mereka melihat kau memiliki kekuatan sihir,

Jangan salahkan aku karena mengungkapkannya. Kau memang hina, sama seperti ayahmu. Jika kau berani menyakiti Su Yin Yin lagi, tak akan ada yang bisa menyelamatkanmu dari air. Tuan Muda! Tuan Muda! Apakah kau baik-baik saja? Tuan Muda, bagaimana keadaanmu? Ning Xiu Rui, tunggu saja! [Dengan Hati yang Tenang Mencapai Tujuan] Ning Xiu Rui ini,

Ke mana dia pergi? Kenapa kau mengendap-endap di depan pintuku? Aku mengkhawatirkanmu. Kau tak perlu khawatir. Tak ada yang bisa sembarangan masuk ke Kediaman Ning. Benar. Kau bukan manusia. Jangan keluar jika tak perlu. Ning Xiu Rui ini, tak memiliki kemanusiaan bahkan sedikit pun. Untuk siapa aku melakukan ini? Ning Xiu Rui,

Dasar pria tak tahu terima kasih! Dasar kura-kura bau! Kura-kura bodoh! Apakah ini darah Ning Xiu Rui? Ning Xiu Rui, apakah kau terluka? Su Yin Yin, [Dengan Hati yang Tenang Mencapai Tujuan] apakah kau melukai guruku? Tidak! Siapa lagi selain kau? Diam! [Kediaman Su] Dasar tak berguna.

Kau bahkan tak tahu bagaimana mengolesi obat dengan benar. Pergilah! Pergilah. – Mo Xiao. – Ya, Tuan. Cari tahu. Cari tahu cara membunuh Ning Xiu Rui. Tuan Muda, kau harus tahu. Pria itu benar-benar tak terkalahkan. Kita bahkan tak bisa mendekatinya. [Air laut.] Mo Xiao. Ya. Pikirkan cara untuk menyebar

Info tempat persembunyian semua pejabat ke Kediaman Ning. Namun, Tuan, jika kita membiarkan Ning Xiu Rui mengetahui hal ini, kita akan terekspos. Bagaimana jika dia tak bisa kembali hidup-hidup? Tak bisa kembali hidup-hidup. Tuan, aku takut kitalah yang tak bisa kembali hidup-hidup. Pria itu sulit dipahami. Kita tak bisa melukainya sedikit pun dalam pertarungan.

Aku takut kita tak bisa menangkapnya. Sebaliknya, kita akan kehilangan saksinya. Itu lebih banyak ruginya daripada untungnya. Ikuti perintahku. Baik, Tuan. Namun, Tuan Mo menyebutkan… Kalau begitu, jangan biarkan ayahku tahu. Pergilah! Baik, Tuan. Ning Xiu Rui. [Kediaman Ning] Bagaimana kau tahu aku di sini? Kapan pun kau berada di ibu kota,

Kapan kau tak pernah membuat gerakan besar? Sejak Ning Xiu Rui membawamu pergi dari Paviliun Ji Yu, seluruh ibu kota tahu kau tinggal di Kediaman Ning. Tentu saja. Aku adalah Su Yin Yin. Untuk apa kau datang? Aku di sini bukan untuk menemuimu. Aku di sini untuk mengantarkan surat Tuan Ning. Mengantarkan suratnya?

Apakah kalian berteman? Aku mengantarkan surat untuk kakakku, Luo Li, pejabat di Mahkamah Agung. Kau berbohong. Berhenti main-main. Ini masalah serius. Kau tak diperbolehkan masuk. Berikan saja surat itu kepadaku. Berikan kepadaku. Baik, kau harus menyerahkan surat ini kepadanya. Ini tentang rahasia antara Tuan Ning dan Kediaman Luo. Baiklah, aku mengerti. Sekarang pergilah.

Kau tak disambut di sini. Jangan lupakan itu. Aku mengerti. [Kediaman Ning] Ning Xiu Rui! Di mana dia? Ning Xiu Rui! Ning Xiu Rui! Sepertinya aku sendirian. Berhenti, jangan lari! Tunggu aku! Pelan-pelan! Ke mana dia lari? Tunggu aku! Berhenti! Tetap di sana! Pelan-pelan! Bisakah kita melanjutkan setelah istirahat sebentar? Minggir! Nona, minggir!