【FULL】Eternal Love Rain EP9【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Eternal Love Rain] [Episode 9] Yang Mulia, kami telah menyelidiki kasus lukisan yang hilang. Su Bin Quan terbukti tidak bersalah. Itu karena Keluarga Mo tidak menerima lamaran dari Keluarga Su. Lalu, Keluarga Mo marah kepada Keluarga Su. Mereka ingin melampiaskan amarah mereka lewat upacara penobatan kedewasaan Putra Mahkota. Menggunakan kesempatan itu,
Mereka menjebak pejabat setia. Mereka harus dieksekusi! Yang Mulia, sekarang buktinya sudah jelas, aku harap Keluarga Mo dihukum berat! Permintaan diterima. – Yang Mulia bijaksana! – Yang Mulia bijaksana! [Kediaman Mo] Ayah! Lancang sekali kalian! Beraninya kau menangkap seseorang dari rumah pejabat tingkat pertama? Ini tidak adil. Kami di sini untuk menangkap penjahat buron.
[Disegel] Omong kosong! Feng’er, bicara yang sopan. – Ayah. – Tuan Mo. Kau dengan sengaja menjebak pejabat yang setia, dan merendahkan martabat nasional. Kami telah menemukan semua buktinya. Kalian berdua, tolong ikuti aku ke Mahkamah Agung untuk diinterogasi. Pengawal. Belenggu mereka! Beraninya kau menyentuhku! Tuan Mo, kau masih ingin melawan? Feng’er. Memang Ayah yang bersalah.
– Tak mungkin. – Kau harus ingat. Tak peduli seberapa kerasnya mereka menginterogasimu, masalah ini tak ada hubungannya denganmu. Aku akan meminta Kaisar Li Si untuk lebih berbaik hati padamu. Feng’er. Terkadang cinta tak bisa dipaksakan, dan pada akhirnya cinta itu akan melukai dirimu sendiri. Satu lagi. Ning Xiu Rui bukanlah manusia biasa.
Jadi, kau jangan terlalu terlibat dengannya. – Mengerti? – Ayah. Ayah. Semua ini salahku. Kalau bukan karena aku yang bersikeras ingin menikahi Yin Yin, hal seperti ini tak mungkin terjadi. Semua ini karena Ayah yang dibutakan oleh kekuasaan, tapi sekarang Ayah tersadar yang kulakukan ini hanya akan melukaimu, Nak. Tidak. Feng’er. Jangan menangis. Feng’er.
– Feng’er. – Ayah! Ayah! Jaga dirimu. Ayah! Ayo jalan. Tuan Mo, maaf untuk ini. Bawa dia pergi! Ayo! Ayo jalan! Cepat. Tuan Muda! Tuan Muda Mo! – Tuan Muda! – Kau tak apa, Tuan Muda? [Kenapa ini terjadi? Kenapa?] [Meskipun dia salah, dia tetap ayahku.] [Demi aku, Ayah melakukan semua itu.] [Ayah. Jangan khawatir.]
[Aku pasti akan mencari cara,] [untuk menyelamatkanmu.] [Moralitas Lintas Generasi] Bibi. Lin Lin sudah datang. – Bibi! – Nona Muda Lin Lin. Duduklah. Cepat. Apakah semua baik-baik saja di Ibu Kota? Baik-baik saja. Aku datang untuk memberitahumu. Kasus Paman telah ditutup. Aku datang untuk menjemput kalian. Syukurlah. Aku tak bisa membayangkan, apa yang terjadi
Jika si keras kepala itu tetap di penjara? Ini pertama kalinya, dan dia mendekam cukup lama. Bagaimana dengan Yin Yin? Dia… Dia melakukan banyak hal untuk Paman, sekarang dia lebih kurus. Aku juga mengkhawatirkan hal itu. Bagaimana hubungan Yin Yin dengan Tuan Ning sekarang? Dia tidak diusir dari kediaman Ning, ‘kan? Tidak.
Bibi, aku beri tahu. Dia dan Tuan Ning… Dia dan Tuan Ning… Bagaimana seorang gadis sepertiku, bisa mengatakan hal memalukan seperti ini? Lin Lin, kau ini terlalu polos. Memangnya apa yang memalukan? Wajar bagi kita membicarakan hubungan. Bibi beri tahu ya, mengenai hubungan, kau harus cepat dan tanggap dalam menyadarinya.
Bukankah ibumu sudah meninggal sejak lama? Mungkin tak ada orang yang memberitahumu hal ini. Maka dari itu, mulai sekarang Bibi akan mengajarimu semuanya. Kau harus dengarkan apa kata Bibi. Kau harus memikirkan masa depanmu. Ya, baiklah, Bibi. Kau ini membuatku khawatir saja. Bukankah kau selalu bersamanya setiap hari?
Kenapa hal semacam ini saja, masih tak mengerti? Sepertinya tak ada kemajuan. Mungkin ini saatnya aku bertindak. Ayahmu ini, bahkan di usia tuanya sekarang masih harus menderita. Terpenjara di tempat seperti ini, membuatku mengkhawatirkannya setiap hari. Tapi, kenapa dia belum juga keluar? [Mahkamah Agung] Dia keluar! Di mana ayahku?
Nona Su, aku ingin memberi tahu sesuatu. Tuan Su mungkin tak bisa kembali bersamamu hari ini. Kenapa? Bukankah kasus lukisan yang hilang itu sudah jelas buktinya, bahwa bukan ayahku pelakunya? Tapi, kenapa sampai saat ini dia tidak dibebaskan? Memanggil Su Bin Quan! Su Bin Quan menghadap Yang Mulia. Bangunlah, Su Bin. Terima kasih, Yang Mulia.
Sepertinya ma di penjara kondisimu cukup baik, berat badanmu tidak berkurang. Terima kasih karena sudah memerintahkan Tuan Ning untuk merawatku, Yang Mulia. Aku jadi bisa nyaman walaupun di penjara. Aku telah salah paham padamu, jadi sebagai gantinya, aku meminta Sekretaris Agung Ning untuk mengambil alih kasus ini. Kemampuan Tuan Ning memang sungguh luar biasa,
Yang Mulia sungguh beruntung memilikinya. Karena masalah ini sudah selesai, Upacara Penobatan Pendewasaan, akan tetap dilanjutkan Tuan Su. Yang Mulia, maafkan aku. Aku tak bisa melakukannya Su Bin Quan, ada masalah apa lagi? Yang Mulia, Upacara Penobatan Pendewasaan ini, meskipun untuk menunjukkan martabat menteri ke berbagai negara, tapi menurut pendapat dari Kementerian Ritus yang sebelumnya,
Upacara ini terlalu memakan biaya. Menurutku, biayanya harus dikurangi sepertiga untuk pertahanan perbatasan. Baiklah. Karena kau menolak melakukan Upacara Penobatan Pendewasaan, maka kita tidak perlu membahas upacara ini lagi. Yang Mulia. Alasan mengapa aku menolak upacara ini, karena aku yang bertanggung jawab atas lukisan yang hilang tersebut.
Warga akan puas jika aku tak terlibat dengan upacara. Tapi, karena upacara itu sangat penting, kita tak seharusnya menghabiskan banyak uang untuk upacara itu. Agar Yang Mulia dan Putra Mahkota dikritik oleh publik. Kupikir kau sekarang sedang mengkritikku. Yang Mulia, aku tak berani selancang itu. Baiklah. Kau sekarang boleh pergi.
Sudah beberapa hari istana ini tenang tanpa bantahanmu. Kau kembali langsung menasihatiku. Pergilah. Yang Mulia. Upacara itu perlu pembahasan lebih dalam. Tuan Su, karena kau sepertinya punya banyak saran, kembalilah ke penjara selama tiga hari, gunakan waktu itu untuk memikirkannya lagi, bagaimana cara mengubah tradisi upacara itu? Yang Mulia! Aku belum selesai bicara!
Tulislah itu di penjara! Dia ini selalu asal bicara. Baiklah, sia-sia saja kita ke sini. Ayo. Nona Muda, Nyonya. Apakah kita akan pergi begitu saja? Kau tak mengerti? Dia pasti terlalu bosan selama di penjara. Jadi, bicara omong kosong semacam itu. Xiao Ru, ayo kita pergi. Kita belanja dan lakukan hal yang lebih penting.
– Ayo. – Ayo. Kalian benar-benar pergi begitu saja? Keluarga Su ini memang sangat aneh. Setiap kali Tuan Su keluar dari penjara, dia harus makan tahu ini. [Kediaman Ning] Bukankah Kediaman Ning ini benar-benar indah? Kemarilah! Aku? Tidak, tidak perlu. Aku berdiri di sini saja. Kalian duduklah. Lihatlah pelayan itu cukup tampan.
Kali ini aku akan menjodohkannya dengan Xiao Ru, bagaimana? Tuan Ning. Kemarilah, ayo, duduk. Duduklah, duduk. Master Ning, kau ini benar-benar luar biasa. Tuan Ning, berkat dirimu, kasus suamiku akhirnya terpecahkan. Aku amat berterima kasih kepadamu. Nyonya Su, kau terlalu sungkan. Sebenarnya aku datang hari ini, ingin meminta tolong padamu lagi. Katakan saja, Nyonya Su.
Sekarang situasi keluarga Su kami, berbeda dari masa lalu. Aku baru saja kembali ke Ibu Kota. Rumah yang akan kami tempati sudah lama kosong. Jumlah kamar kami sangat terbatas. Perlu waktu untuk membersihkan semuanya juga. Jadi, aku mohon padamu Tuan Ning. Bisakah kau menerima putriku untuk menginap beberapa hari lagi? Tuan Ning.
Walaupun suamiku terbukti tak bersalah, tapi karena kelalaiannya, Kaisar Li Si menurunkan pangkatnya. Bagiku dan suamiku ini tak apa, tapi, aku merasa kasihan pada putriku. Putriku belum menikah. Tapi, mereka harus merasakan penderitaan orang tuanya. Aktingnya lebih baik dari pada Su Yin Yin. Ibu. Tuan Ning itu memang sangat baik.
Kalau tidak, dia tak mungkin membantu kita sebelumnya. Dan juga, aku tahu perasaannya padaku. Putriku, kalau begitu kau tinggal di Kediaman Ning saja. Tunggu sampai urusan rumah kita selesai, baru kau bisa kembali. Baiklah. Tuan Ning. Terima kasih. Aku serahkan putriku padamu sekarang. – Nyonya… – Tiga hari dari sekarang,
Atau tanggal lima belas bulan ini, adalah hari di mana suamiku dibebaskan dari penjara. Kau bisa datang berkunjung ke rumah kami. Duduklah bersama kami, dan pesta kecil-kecilan, untuk menunjukkan rasa terima kasih kami kepadamu, Master Ning. Serta, jangan lupa bawa Su Yin Yin bersamamu. Ya, ini. Aku membelinya di pasar hari ini, khusus untukmu.
Tuan Ning, lihatlah. Xiao Ru, bawa kemari. Lihatlah burung kecil yang berpasangan ini. Terlihat indah sekali, ‘kan? Begitu aku melihat burung ini, aku langsung menyukainya. Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu. Xiao Ru, ayo. Sampai jumpa, Ibu, Xiao Ru. Nyonya Su, kau ini terlalu repot-repot. Datang ke sini membawa banyak barang. Kau menyukainya?
Ini khusus dipilihkan untukmu. [Sisik Naga Terbalik telah muncul.] [Ini menandakan Pangeran Xiu Ri akan kembali ke laut dan mewarisi takhta.] [Putra Mahkota,] [kita harus bersiap.] [Mendengar kepulangannya ke laut,] [Raja Naga] [pasti akan sangat senang.] – [Pangeran Xiu Ri!] – [Sisik Naga Terbalik! Kembali ke laut?] [Dia memang Raja Naga sejati.]
[Pangeran Xiu Rui adalah Raja Naga yang asli!] [Raja Naga Sejati!] [Pangeran Xiu Rui adalah Raja Naga sejati!] [Pangeran Xiu Rui, dia akan membawa Sisik Naga Terbalik kembali ke laut.] [Pangeran Xiu Rui, dia akan membawa Sisik Naga Terbalik kembali ke laut.] [Pangeran Xiu Rui adalah Raja Naga sejati!] Yang Mulia, kau baik-baik saja?
Ada kabar apa dari Pangeran Xiu Rui di daratan akhir-akhir ini? Beberapa hari yang lalu, sepertinya dia berkonflik dengan manusia. Konflik dengan manusia? Sungguh menakjubkan. Di sini, dia selalu hidup damai. Sekarang dia bisa berkonflik dengan manusia? Ning Mo. Temui pria yang menjadi musuh Pangeran Xiu Rui. Saat waktunya tepat, kita bisa menggunakan dia.
Maksud Yang Mulia? Aku tak akan bisa melakukannya sendiri. Maka dari itu, kita harus temukan senjata untuk melakukannya. Ingatlah. Jangan sampai ketahuan. Kau paham? Paham. Lalu, Putra Mahkota. Para pejabat tua di istana memberikan pendapat. Mereka berharap kau segera menemukan Sisik Naga Terbalik. dan pergi ke permukaan untuk memulangkan Pangeran Xiu Rui. Baik.
Aku akan memuaskan mereka. Aku akan menjadi saudara yang baik di hadapan mereka, dan bertemu adikku di daratan. Yang Mulia benar-benar akan mengajak Pangeran Xiu Rui kembali? Tentu saja. Di saat seperti ini, aku penasaran apakah dia akan membawa sisik itu dan kembali ke laut? Hubunganku dengannya, itu lain urusannya. [Kediaman Pejabat]
Tuan Muda, sepertinya perjalananmu sia-sia. Putriku ada urusan. Jadi, tak bisa menemui tamu hari ini. Ada apa dengannya? Apa kau memberitahunya, bahwa aku akan bertemu dengannya? Aku sudah bilang kepadanya, Nona Muda bilang kepadaku dia tak punya murid. Tuan Muda, sepertinya kau membuat kesalahan, ‘kan? Jadi begitu. Kalau begitu aku akan menemuinya lain hari.
Hati-hati di jalan. [Istana Elegan] Tegakkan dada. Berjalan perlahan. Jangan menyipitkan mata. Baiklah. Bagus. Jalan perlahan. Bagus. Perlahan saja. Siapa sangka, ternyata Guru punya sisi seperti ini juga. Bagus, balik badan. Guru! Ini aku! Nona! Bukankah kau ingin berjalan seperti seorang putri? Mari lanjutkan. [Mahkamah Agung] Pergi kau! Pergi sekarang! – Keluar! – Lepaskan aku!
Keluar. Pergilah. Kenapa kau tak membiarkan aku menemui ayahku? Aku mau menemuinya. Berhenti, sedang apa kau di sini? Baiklah. Berani-beraninya kalian memperlakukanku seperti ini. Lihat saja, setelah ayahku dibebaskan aku akan membalas kalian satu per satu. Ayahmu tak akan dibebaskan. Kami memperingatkanmu, jangan buang-buang tenaga untuk itu.
Ayahmu melakukan kejahatan besar. Dan kau masih berani ke sini. Sungguh tak tahu malu. Apa kau bilang? Lancang sekali bicaramu. Dulu, kau bahkan tak pantas memegang sepatuku. Pergilah. Begini, Tuan Muda Mo. Sadarlah, demi kau ayahmu sampai di penjara. Jika kau ingin menyelamatkannya. Kusarankan, kau untuk mengikuti hukum. Berhenti membuat masalah. Tidak.
Aku harus bertemu ayahku. – Aku ingin menemuinya. – Diam di sana! Kuperingatkan, tak peduli siapa kau, aku juga bisa memenjarakanmu. Ayo. Kau itu Mo Cheng Feng, ‘kan ? Siapa kau? Apakah Ning Xiu Rui yang mengirimmu? Jangan khawatir, Tuan Muda Mo. Kali ini aku datang untuk membantu membalaskan dendammu padanya. Membantuku? Dengan mengikatku?
Ini adalah Pengikat Naga. Tali ini digunakan untuk menangkap orang, bahkan pria terkuat tak bisa lepas dari tali ini, apalagi untuk orang biasa sepertimu. Lalu, kenapa kau memberitahuku? Hari ini aku diutus oleh Tuanku untuk menemuimu. Jika kau bersedia melakukan rencana kami, maka kau bisa membalaskan dendammu pada Ning Rui. Tuanmu? Kalian ini siapa?
Berani-beraninya datang menemuiku. Kuberi tahu ya, tak ada orang di Ibu Kota ini, yang bisa memerintahku! Jangan langsung menyimpulkan, Tuan Muda Mo. Kita akan bertemu lagi nantinya. Tali Pengikat Naga ini, kuserahkan untukmu. Jika kau butuh bantuan, kami siap membantumu. [Siapa mereka sebenarnya?] [Apakah Ning Xiu Rui punya musuh lain?]
[Kenapa mereka ingin aku menggunakan tali ini?] [Perpustakaan Kerajaan] Di mana Tuan Ning? Yang Mulia, Tuan Ning… Berhenti di situ. Katakan saja. Tuan Ning bilang, dia ada urusan hari ini, jadi tidak bisa menemuimu. Tapi dia selalu menemaniku di hari yang sama setiap bulan. Kemana dia pergi? Menurut kabar,
Dia diundang oleh Tuan Su untuk makan malam di sana. Su Bin Quan? Pak Tua itu! Haruskah dia merebut Sekretaris Agung dariku? Pria yang serakah. Di mana Putra Mahkota? Yang Mulia. Menurut mata-mata, dan pergi ke rumah dinas, untuk menemui gurunya itu. Sampai sekarang dia belum kembali. Kalian semua, pergilah.
Yang Mulia, apa kau mau aku menemanimu? Liu Bao? Bukankah pelayan istana sedang menunggumu? Liu Bao hanya ingin menemanimu, Yang Mulia. Kemarilah. Katakan lagi. Liu Bao hanya ingin menemanimu, Yang Mulia. Sekali lagi. Liu Bao hanya ingin menemanimu, Yang Mulia. Kau terdengar tulus. Terima kasih, Yang Mulia. – Pergilah. – Hamba undur diri, Yang Mulia.
– Makanlah lebih banyak. – Terima kasih, Nyonya Su. Ning Xiu Rui, makanlah ini. Ayo. Makan ini. Kau harus coba ini juga. Makanlah lebih banyak. Cepat makanlah, jangan sungkan. Anggap saja seperti rumahmu sendiri. – Makan, makanlah. – Ayo, makan. Beberapa hari yang lalu, terjadi insiden seperti itu sungguh sangat memalukan.
Hari ini, akhirnya bisa kembali dengan keluargaku lagi, aku benar-benar tersentuh. Ayo, bersulang… Tuan Ning, cobalah sup ini. Kau sudah bekerja keras selama ini. Kau juga harus menjaga tubuhmu supaya tidak gampang sakit. Ibu benar, Ning Xiu Rui. Ibuku membuatnya sendiri. Ini enak sekali. Memang di rumahmu juga ada sup ini.
Tapi punya Ibu lebih nikmat. Putriku, apa maksudmu? Kita ini keluarga. Makanlah lebih banyak. Ibu, lihat kau terus mengisi mangkuknya. Jangan bicara saat makan, jangan bicara saat tidur. – Ini lagi. – Bisakah kita makan dengan tenang? Jangan terus mengganggu Tuan Ning. Enak, ‘kan? Ini. Ini untukmu. Kenapa kau meminumnya sendiri?
Berikan padaku, ada apa kau ini? Minum ini sendiri. Tak satu pun dari kalian peduli padaku. Aku seperti tak terlihat di sini. Aku tanya lagi, bukankah kita merayakan pembebasanku? Tentu saja! Kau terlalu lama di penjara. Sepertinya, Ayah makin tua jadi makin kuat sekarang. Kau bahkan bisa menasihati Kaisar, setelah keluar dari penjara.
Penjara tak membuatmu takut, benar-benar luar biasa. [Walaupun keluarga ini berisik,] [tapi mungkin ini gambaran paling membahagiakan di dunia.] Ayo makanlah. Jangan sungkan. Ibu, kenapa? Ibu, kenapa kau mengedipkan mata? Hari sudah larut. Putri, kau harus kembali bersama Tuan Ning jika sudah menghabiskan makanan. Ayahmu dan aku sudah lama tak bertemu,
Aku ingin banyak mengobrol dengannya. Kalian harus segera pulang dan istirahat. Istriku, aku sudah kembali, kenapa Yin Yin harus tinggal di rumah Tuan Ning? Tak boleh begitu. [Disegel] [Dia itu adalah kekasihku.] Tak kusangka malam di Shengjing begitu indah. Sebelumnya aku berjalan di sini, tak pernah menyadarinya. Aku berterima kasih padamu, Ning Xiu Rui.
Meskipun kau tak bisa berubah, tapi kau adalah naga yang baik. Kau tak perlu bilang begitu. Ning Xiu Rui, aku baru sadar kau dan keluargaku semakin dekat, kalian bisa bercanda bersama. Orang tuamu sangat baik padaku. Kau tak perlu bilang begitu. Tapi, Ning Xiu Rui, kenapa kau tak pernah bercerita tentang orang tuamu?
Di mana orang tuamu tinggal? Berapa saudara yang kau punya? Kenapa mereka tidak datang menemuimu? Aku ini pendosa. Lupakan. Ayo kita pulang. Tunggu, aku akan memberitahumu sebuah rahasia.