【FULL】Eternal Love Rain EP1【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Eternal Love Rain] [Episode 1] [Menurut Han Fei Zi, dalam bukunya “Kesulitan Persuasi”.] [“Naga akan marah jika Sisik Terbalik di lehernya disentuh.] [“Bila Sisik terbaliknya hilang, naga tak bisa kembali ke laut.] [Sisik Terbalik adalah benda suci bagi Suku Naga.] [Sisik ini hanya ada satu dalam setiap sepuluh ribu tahun.]
[Pemiliknya adalah naga yang berkedudukan tertinggi.] [Lima ratus tahun yang lalu,] [Pangeran Kedua yang punya Sisik menepati janji kepada kekasih masa kecilnya] [dan menyelamatkan manusia dengan mendatangkan hujan.] [Tapi dia kehilangan Sisiknya,] [sehingga tak bisa kembali ke laut,] [dan terpaksa hidup di dunia fana.] [Namun, dalam perjalanannya menemukan Sisik…] Kenapa di saat seperti ini,
Aku harus melahirkan? Bayinya lahir. Hati-hati. Awas di bawah. Cepat. Tuan, dia tidak bernapas. Dia tak mungkin mati, ‘kan? Bidan. Apa yang terjadi? Aku sudah menepuknya tapi dia tidak menangis, Tuan. Pegangan. – Di sini. – Kalian kemarilah. Seimbangkan layarnya. Tahan. Aku menahannya. Tarik lagi. Pegang yang erat. – Bantu aku. – Baiklah.
Aku mohon pada Dewa Naga untuk memberkati putriku. Aku akan beramal setiap hari dan membantu orang lain mulai dari sekarang. Periksa semua barang bawaan. Baik. Naga? Naga melindungi putriku. Naga melindungi putriku. [Aku, Su Yin Yin.] [Diberkati naga sejak lahir,] [hingga hidup kembali.] [Ayah berkata saat pertama kali aku menangis,]
[badai berhenti, membangunkan berbagai tanaman dan hewan.] [Jadi, aku yakin diriku] [adalah gadis yang dipilih oleh naga,] [yang memiliki takdir luar biasa dengan naga.] [Saat aku berusia lima tahun,] [aku melihat naga itu.] [Tapi sejak saat itu, aku tak pernah bertemu dengannya lagi.] [Selain ayahku, tak ada orang lain]
[yang percaya bahwa aku bertemu dengan naga.] [Tapi aku yakin,] [di mana pun dia berada, dia pasti sedang menungguku.] [Dan aku pasti akan mengubah dunianya.] [Tiga Belas Tahun Kemudian] Untung saja Guru belum datang. Guru, kau datang. Aku sudah lama menunggumu. Napasmu masih terengah-terengah. Kau sepertinya baru saja datang.
Kenapa kau ingin bertemu denganku hari ini? Semenjak dia menjadi putra mahkota, saudaraku, Li Ji, ingin menjelajah dan hidup dengan bebas. Guru. Bisakah kau bicara dengannya? Aku telah cukup lama meninggalkan istana. Bila aku kembali ke istana, aku khawatir akan ada masalah. Kau tak perlu kembali ke istana.
Aku telah menyediakan tempat tinggal untukmu di kota. Tempat yang damai. Aku juga menyiapkan tanaman favoritmu Belalang Hitam. Kau sungguh bertekad, dan sudah saatnya aku pulang. Kalau begitu, aku terima tawaranmu. Guru, jadi kau akan pergi? Kau sudah menemukan Sisik Naga Terbalik itu? Pemegang Sisik bisa hidup dengan bebas di air. Di sini anginnya kencang.
Ayo kita kembali. Baiklah. Guru, kau takkan terbang? Aku tak bisa terbang. Lalu, bagaimana kita kembali? Ada tangga di bagian belakang bukit. Kenapa kau tak memberitahuku, bahwa ada tangga di situ. Setiap ke sini, aku selalu memanjat tebing. Kau juga tak pernah bertanya. Benar juga. – Su Yin Yin. Su Yin Yin. – Lebih kencang.
[Kediaman Keluarga Su] – Su Yin Yin. – Su Yin Yin. – Su Yin Yin. – Su Yin Yin. – Su Yin Yin. – Su Yin Yin. [Tempat yang damai.] – Su Yin Yin. – Su Yin Yin. – Su Yin Yin. – Su Yin Yin. Lebih keras!
– Su Yin Yin. – Su Yin Yin. – Su Yin Yin. – Su Yin Yin. – Su Yin Yin. – Su Yin Yin. – Su Yin Yin. – Su Yin Yin. – Su Yin Yin. – Su Yin Yin. – Su Yin Yin. – Su Yin Yin. Yin Yin, akhirnya kau keluar.
Yin Yin, aku sudah memutuskannya. Aku akan menikahimu hari ini. Hanya kau yang cukup baik untukku di Shengjing, Yin Yin. Kita berdua pasti sudah berjodoh. Jodoh yang ditakdirkan Langit. Jodoh yang ditakdirkan Langit. – Jodoh yang ditakdirkan Langit. – Hentikan. Mo Cheng Feng, kau sedang berkhayal. Aku sudah memberitahumu,
Sejak aku lahir, aku telah dijaga oleh Naga Hitam. Meskipun aku hanya bertemu dengannya saat masih kecil, tapi aku yakin, dia ditakdirkan untukku di dunia ini. Kau pasti terlalu banyak membaca buku fiksi akhir-akhir ini. Sekarang kau menggodaku, ‘kan? Mo Cheng Feng, banyak yang harus kulakukan hari ini. Kita bicarakan lain kali.
– Nona Su. – Yin Yin. – Tutup pintunya. – Jangan pergi. Yin Yin. Yin Yin, buka pintunya. [Li Si benar-benar menanam pohon ini.] Mo Cheng Feng ini, membawa orang sebanyak itu. Jika dia tahu aku mencari uang dengan menjual lukisan, itu akan kacau. Aku tak bisa lewat pintu depan sekarang.
Aku harus cari jalan lain. [Benar-benar pria yang tampan!] Siapa kau? Siapa aku? Aku baru ingin bertanya kepadamu. Bagaimana ada orang di Shengjing yang tak mengenaliku ? Apa yang kau lakukan di rumahku? Rumahmu? Rumah ini setidaknya senilai sepuluh juta tahil, kau mampu membelinya? Kau pasti dari keluarga kaya atau berkuasa. Tak ada urusannya denganmu.
Pergilah dari sini. Pergilah sebelum aku melapor ke petugas. Apa kau ingin semua orang di luar sana tahu, bahwa kau seorang gadis yang diam-diam suka masuk ke rumah pria? Tak perlu begitu, aku akan pergi. Apa kau punya tangga? Aku tak bisa ke luar dari pintu depan sekarang. Kalau begitu, aku akan lewat pintu belakang.
[Pegadaian Xing Yuan] Ayo. Jika bukan karena ayahku membantu orang miskin setiap hari, aku tak akan menjual lukisanku di sini. Ada banyak toko lain yang mau membeli lukisanku Astaga. Kenapa kau tiba-tiba di sini? Aku tadi tidak sengaja masuk ke rumahmu. Aku memang cantik, tapi kau tak perlu mengikutiku seperti ini.
Siapa orang di lukisan ini? Memangnya aku harus memberitahumu? Cepat kembalikan lukisan itu padaku. [Dari ekspresinya,] [dia seperti melihat musuh.] [Tidak, jangan sampai dia tahu orang itu adalah aku.] Di mana dia? Lukisan ini sudah sangat lama. Bagaimana aku tahu, dia ada di mana? Cepat kembalikan lukisan itu kepadaku. Ini milik keluargaku. Lepaskan. Lupakan saja.
Dia tak akan mungkin tetap hidup sampai sekarang. Dia? Siapa dia? Dia ada hubungan apa denganmu? Kenapa kau tak mengembalikan lukisanku? Kenapa juga tiba-tiba hujan? Hujan deras lagi. Ini aneh sekali. [Kediaman Keluarga Su] [Undangan] Apa ini? Putriku, ini adalah undangan dari Cheng Feng yang dia antarkan sendiri. Nak, beri tahu ibumu. Apakah kalian berdua…
Bukan. Sayang. Kalian berdua ini tumbuh besar bersama. Dia kekasih masa kecilmu… Jika besok dia datang lagi, bilang saja aku pergi. Sayang. Sayang. Kenapa kau ini? Apa yang Yin Yin bilang benar. Su Bin Quan, kemarilah. Kau benar-benar membuatku marah. Kau berlutut sekarang, cepat. – Istriku, aku sudah berlutut dua jam. – Pikirkan baik-baik.
Aku harus berlutut lagi? Di saat seperti ini, kau masih bisa santai dan minum teh? Kau suka membuat ibumu marah, ya? Kemarilah, berlutut seperti ayahmu. Membesarkanmu itu sangat sulit, tapi kau tumbuh menjadi gadis nakal. Nikmatilah hukuman bersama ayahmu. Pikirkan baik-baik kesalahan kalian. Sayang. Ada apa dengannya? Anak kecil dan bapak tua ini,
Hanya membuat masalah saja. Ada apa dengan Ibu hari ini? Kenapa dia sangat marah? Jadi, di istana hari ini, aku berdebat dengan Kaisar dan akhirnya gajiku dipotong. Tapi, aku melakukannya demi rakyat. Jadi, hanya karena masalah gaji itu, Ibu menjadi uring-uringan seperti ini? Tapi, gaji yang dipotong kali ini selama setengah tahun. Setengah tahun?
Kalau begitu berapa banyak lukisan yang harus aku jual, agar kita bisa bertahan hidup? Bagaimana dengan pakaian musim dingin kita? Yin Yin. Ada apa denganmu? Ketika pulang, wajahmu sedih sekali. Ayah. Kau bilang saat aku lahir, Naga Hitam memberkati dan melindungiku. Lalu, di usia lima tahun aku bertemu dengannya. Kau bilang ini adalah takdir.
Kau masih berpikir begitu? Tentu saja itu semua takdir. Yin Yin. Dia itu, pasti menjadi kenangan indah untukmu. Ya, aku juga yakin begitu. [Kediaman Ning] [Kau siapa? Kenapa memakan makanan ini?] [Bukankah ini makanan untuk ayahku?] [Beraninya kau bercanda soal itu.] [Aku telah melihat banyak anak nakal.] [Aku bertanggung jawab atas Kuil Naga ini.]
[Kau diam-diam datang ke sini untuk makan seperti ini,] [membuatku merasa dipermalukan.] [Ingatlah itu, agar tak kau ulangi lagi.] [Apa yang kau pakai ini?] [Mengapa kau punya tanduk?] [Apa itu?] [Indah sekali.] [Sepertinya, kau anak dari keluarga kaya.] [Bahkan aksesoris di tubuhmu pun terlihat begitu mahal.] [Bagaimana bisa anak dari keluarga kaya mencuri makanan?]
[Apa kau telah melakukan kesalahan?] [Tak apa, makanlah yang banyak.] [Mulai sekarang, mari kita berteman.] [Jika kau lapar, temui saja aku.] [Aku pergi dulu.] [Jin’er, siapa yang merundungmu?] [Beri tahu aku, aku akan kasih pelajaran dia.] [Kekeringan parah] [menyebabkan wabah belalang di desa.] [Banyak orang yang mati.] [Kenapa Dewa Naga tak membantu kita?]
[Dia tak bisa melakukan apa pun atas kekeringan parah ini.] [Lalu, kita harus bagaimana?] [Mungkin aku bisa membantumu.] [Sebenarnya, aku adalah Pangeran Kedua dari Suku Naga.] [Aku memiliki Sisik Naga Terbalik yang unik.] [Jin’er, kau adalah teman pertamaku.] [Aku tak mau kau bersedih.] [Aku akan membantu menyelamatkan orang-orang di desamu.] [Kediaman Keluarga Su]
[Elegan Dan Selera Tinggi] Tuan Mo. Cheng Feng. Aku sengaja datang hari ini, untuk menyelesaikan lamaran yang belum terlaksana kemarin. Kau terus terang sekali. Hari ini kami juga bawa banyak perhiasan emas dan perak. Semoga kau menyukainya. Kenapa harus repot-repot membawa semua perhiasan ini? Kau saja, aku sudah menyukainya. Baik, baik. Omong-omong,
Tuan dan Nyonya Su, jika aku menikah dengan Yin Yin, aku pasti akan memperlakukan kalian dengan baik juga. Mo Cheng Feng. – Yin Yin… – Omong kosong apa lagi ini? Kemarilah. Yin Yin, akhirnya kau kembali. Lepaskan. Itu harta yang banyak. Yin Yin, aku sudah benar-benar memikirkannya. Lamaranku kemarin memang agak terburu-buru, dan tidak megah.
Tapi, lihatlah hari ini aku membawa begitu banyak hadiah lamaran. Kau akan menikahiku, bukan? Mo Cheng Feng, bukankah aku sudah bilang. Aku dilindungi oleh Dewa Naga. Dialah yang akan kunikahi. Naga itu tidak ada. Kau pasti sedang menggodaku, ‘kan? Aku tak menggodamu. Uang tak akan bisa membeli perasaanku. Aku tak peduli.
Pokoknya kau harus menikah denganku. Lepaskan! Lepaskan aku. Tidak mau. Lepaskan! Tidak! Tuan Muda, apa kau baik-baik saja? Kau… Dia datang dari mana? Siapa dia? Kau sebenarnya siapa? Kenapa kau memanggilku ke sini? Apa maksudmu? Aku tak paham. [Mungkinkah itu Sisik Naga Terbalik?] [Ternyata dia memilikinya.] Kau lancang sekali! Kau menerobos masuk
Sebelum aku selesai bicara. [Zhang You Lan? Itu dia.] [Bukankah dia sudah mati 18 tahun yang lalu?] [Kenapa dia masih hidup?] Yin Yin, siapa dia? Apakah kau mengenalnya? Pria ini… Aku mengenalnya. Dia adalah kekasihku. Apa? Dia? Dia… Tuan Muda. Apa kau baik-baik saja? Yin Yin di mana? Di mana dia? [Mustahil.]
[Kenapa dia masih hidup?] Apa yang terjadi? Kenapa aku bisa di sini? Kenapa kau menatapku seperti itu? Dengarkan. Aku dilindungi oleh Dewa Naga. Jadi, jangan coba-coba menggangguku. Kau mengenal naga? Ya. Jangan karena aku bilang kau kekasihku, lalu kau bisa menyentuh begitu saja. Orang dalam lukisan itu dirimu, ‘kan? Ya, benar. Di depan pegadaian itu,
Kau berbohong padaku lagi. Lagi? Apa kau gila? Apa kita saling mengenal? Apakah Sisik Naga Terbalik itu masih ada di tubuhmu? Sisik apa? [Pendusta yang bertekad kuat.] [Mari kita lihat apa kau bisa terus berbohong.] [Mereka yang memiliki Sisik itu bisa bernapas di dalam air.] [Sepertinya… dia tak bisa berenang?] [Apa aku salah?]