【FULL】My Mowgli Boy EP46【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Dunia dengan keberadaan dirimu yang pertama kali kusadari Sepasang mata yang menatap tembus jiwaku Setiap hal kecil yang tiada hubungan Mengapa kau bisa melihatnya Aku yang dulu sebelum bertemu denganmu Tidak pernah terpikirkan cinta seperti apa Apakah kau juga sama kau seperti angin yang datang Membawaku pergi meninggalkan kumpulan manusia

Memeluk langit yang biru Jika kau angin yang lembut Biarlah aku mengembara bersamamu Bergandengan tangan dan mulai lagi memahami jelas pemandangan Memahami jelas pemandangan Mungkin saja suatu hari angin akan berhenti Jika bisa Aku berharap dapat membuat janji denganmu Berjumpa di tempat yang dulu Tidak peduli berapa banyaknya awan Hujan deras ataupun cuaca cerah

Menghirup udara yang sama Apakah kau tetap sama Mempertahankan hati yang paling semula Tetap suka melihat bintang Jika kau angin yang lembut Biarlah aku menjadi lonceng anginmu Setiap hari mendentingkan suara kebahagiaan My Mowgli Boy Episode 46 Aku sudah kembali. Tampang menyedihkanku ini justru terlihat juga olehmu, sungguh ironis. Kamu… Baik-baik saja? Menurutmu?

Sekarang aku yang mengenaskan ini adalah hasil pebuatanku sendiri. Dulu aku begitu jahat padamu sekarang mendapatkan balasannya. Kalian juga pasti merasa puas, bukan? Tidak mungkin. Saat aku bertemu denganmu sekarang sudah tidak ada lagi keinginan untuk melarikan diri. Beberapa waktu ini aku pergi ke alam liar ikuti kegiatan ramah lingkungan sekarang hatiku sudah tenang. Benarkah?

Kalau begitu aku lebih tidak boleh mengganggumu lagi. Kelak aku tidak akan ingin bertemu dan tidak akan mencarimu lagi. Anggap saja kita tidak pernah berkenalan. Bahkan kita dapat meletakannya bagaimana dengan Paman Ling? Luka yang kamu berikan padanya lebih besar daripada milikku. Kamu sungguh tidak berencana untuk melakukan sesuatu kepada mereka?

Apapun yang aku lakukan sekarang apakah masih ada gunanya? Bagaimana tidak berguna? Pasti ada gunanya. Luka sudah terlanjur terjadi jika memang bisa dengan mudahnya hilang, maka di dunia ini tidak mungkin ada begitu banyak kebencian dan dendam. Kalau begitu setidaknya perusahaan Paman Ling, apa kamu tidak dapat membantunya? Aku sama sekali tidak dapat membantunya.

Bagi Zheng Weijue, diriku saat ini bukanlah ancamannya. Justru dirinya sendiri. Dengan menerima pekerjaan yang begitu berlebihan pasti akan menyebabkan perusahaan jatuh. Daripada berharap padaku, lebih baik berdoa agar dia jatuh dengan sendirinya. Sudah larut malam, aku pulang dulu. Apa kamu tidak pulang ke rumah? Tidak. Kalau begitu apa kamu ada perkataan

Yang ingin aku bantu sampaikan? Hai, ada yang bisa dibantu? Hai, aku ingin mencari Direktur Zheng apa dia ada? Direktur Zheng akan segera kembali. Bagaimana jika kamu menunggunya di ruang tunggu sebentar? Baik, terima kasih. Silakan. Terima kasih. Baru saja… Ada apa ini? Mana orangnya? Apa kamu yakin dia disini? Hai…

Siapa yang membiarkanmu duduk disini? Kenapa? Sejak kecil aku sudah bermain disini setelah dewasa aku merindukan tempat ini. Aku ingin datang untuk berkunjung, apa tidak boleh, Paman Zheng? Ini adalah ruang kerja bukan tempat bermain. Tentu saja aku tahu. Dulu waktu aku kecil saat aku bermain disini, kamu masih belum muncul.

Apa hak kamu berbicara seperti itu padaku? Sekarang ini adalah Grup Feng Yu, aku adalah projek manager dari Grup Feng Yu tentu saja aku punya hak untuk mendidikmu. Apa kamu pikir tempat ini masih tempat yang lama dan bertemu dengan banyak orang yang kamu kenal? Jika lain kali kamu menerobos ruang kerja pribadi lagi

Aku akan lapor polisi. Lapor polisi? Tidak disangka perusahaan hebatmu itu, seperti ini memperlakukan seorang mitra yang tulus datang untuk bekerjasama. Cara kalian memperlakukan tamu sungguh sangat unik. Tulus? Dimana tulusnya? Apakah dengan menjelekkan kami atau menarik kami ke lubang api? Kamu terlalu tinggi melihatku. Apa mungkin aku bisa lakukan seperti itu? Jadi seperti apa?

Dengan membangun opini publik, atau bagaimana? Selama ini hanya itu saja kemampuanmu sama sekali tidak berubah. Maaf, perusahaan kami tidak berniat bekerjasama dengan orang seperti kalian. Jika tidak ada urusan lain, sekarang juga silakan tinggalkan tempat ini. Sudahlah… Dua anak muda, tidak perlu seemosi itu. Ling Xi, kamu kan tahu di industri kita ini

Banyak yang ingin bekerjasama dengan kami semuanya berebutan. Tapi, kemampuan kami terbatas. Kami hanya bekerjasama dengan perusahaan yang teratas. Menurutmu, apakah kalian perusahaan seperti itu? Oh iya, saat kamu keluar tolong bantu aku buangkan sampah ini juga. Menurut pemahamanku pada kalian, kalian hanya pantas diperlakukan seperti ini. Apa kamu mengerti maksudku? Silakan, tidak diantar.

Aku sudah mengerti, tidak perlu diantar. Sedikit lagi. Kakak, boleh tanya sebentar? Sampah kalian apakah semua sampah satu gedung ini dibuang di satu tempat? Benar. Dimana kalian membuangnya? Di tempat sampah lantai bawah. Terima kasih. Baiklah. Ayo, pulang. Ayo. Apa kalian dengar mereka sudah pulang? Kita mulai sekarang. Ayo. Ya ampun,

Ini seperti mencari jarum di tengah lautan. Satu kata, laksanakan. Ayo, cepatlah. Kalian tanggung jawab sisi ini. Apa yang kalian lakukan? Kenapa kamu datang? Jangan bilang kamu menggunakan tim untuk tujuan lain. Sedang kerja paruh waktu diluar kerja utama. Jangan urusi kami. Mau apa kamu? Jangan lepaskan bajunya. Aku tidak sanggup mengganti rugi bajumu ini.

Apa yang kalian cari? Aku bantu kamu carikan bersama. Ayo. Aku menemukannya! Ketemu! Ketemu! Ling Xi, mari, lihatlah. Sudah selesai diperbaiki. Kepalaku sakit sekali. Kepalaku sakit sekali. Ling Xi, apa kamu baik-baik saja? Ling Xi, hampir sampai… hampir sampai.. Ayo… Duduk… Baiklah, kamu tunggu aku di sini aku ambil nomor dulu segera kembali ya.

Pakai ini jangan sampai terkena tiupan angin. Ayo. Baiklah. Dunia dengan keberadaan dirimu yang pertama kali kusadari. Sepasang mata yang menatap tembus jiwaku. Setiap hal kecil yang tiada hubungan, tubuhmu panas sekali minumlah air lebih banyak. Kamu minumlah lebih banyak. Bagus sekali aku demam. Kamu jangan meracau lagi. Jika demam aku dapat bertemu denganmu.

Lebih baik daripada saat aku tersadar. Saat tersadar, aku harus berpura-pura gembira, pura-pura senang, pura-pura tidur, semuanya sungguh sulit bagiku. Tahukah bagiku kamu seperti apa? Kamu seperti kain kasa yang dibungkus erat, membungkus luka di hatiku. Saat sedikit demi sedikit dicabut hatiku sungguh merasa sakit. Sungguh sangat sakit. Bergandengan tangan

Dan mulai lagi memahami jelas pemandangan. Ling Xi kamu jangan menantang bahaya lagi. Demi keluarga, demi teman, kamu harus baik-baik menjaga diri sendiri mengertikah kamu? Bagaimana denganmu? Aku masih ada banyak jalan gelap yang harus aku jalani. Aku juga ingin menemanimu berjalan di jalan gelap. Asal ada kamu

Aku juga ingin menemanimu berjalan di jalan gelap. Jadi, aku lebih tidak boleh… Apakah kamu tahu apa yang paling aku sesali? Hal yang paling aku sesali adalah saat kamu meninggalkanku, aku tidak memelas dan memohon padamu agar kamu tetap di sisiku. Aku tidak mau harga diri. Aku tidak takut kamu meremehkanku.

Sedari awal aku tidak memiliki harga diri, sedari awal aku sudah kalah. Aku sangat merindukanmu. Aku tidak ingin kamu pergi dariku. Kamu sudah membuangku, kamu tidak mau aku lagi. Setelah kamu melepaskan aku apakah kamu ada sedikit penyesalan? Ada kah? Mungkin saja suatu hari angin akan berhenti Jika bisa aku berharap dapat membuat janji denganmu.

Nyata sekali. Terlalu nyata seperti bukan sebuah mimpi. Aku dengar kata mereka, jika merasa seperti nyata di dalam mimpi artinya mimpi ini akan segera terbangun. Aku tidak mau bangun. Tetap suka melihat bintang Jika kamu adalah angin yang lembut biarlah aku menjadi lonceng anginmu. Setiap hari mendentingkan suara kebahagiaan. Ling Xi, Ling Xi,

Apa kamu masih sakit? Aku pergi panggilkan perawat ya. Aku memimpikannya lagi. Sudah kuputuskan, aku akan melepaskannya. Aku sungguh akan melepaskannya. Mulai sekarang, aku dan dia hanyalah lawan. Kamu dimana? Ayahku sepertinya pergi ke Senmu tahap dua. Hari ini aku mendengar percakapan telepon Ayahku sedang mendiskusikan masalah tahap dua. Katanya saat investigasi keamanan,

Mereka menemukan sesuatu saat penggalian. Baru saja aku juga menerima informasi dari orang lain. Katanya mereka demi menutupi masalah ini sudah menggali pada malam itu juga. Tapi tepatnya apa yang didapat hingga sekarang masih belum jelas. Mereka tidak membuat laporan untuk perusahaan juga tidak mengambil uang dari perusahaan. Investigasi, menurutku itu hanyalah alasan saja.

Coba kita naik. Radius lima belas menit, kalau begitu bukan ini tempatnya. Kembali ke tempat tadi. Tunggu. Kenapa kamu datang? Investigasi keamanan, aku adalah penganggung jawab projek ini, tentu paling baik jika terjun ke lapangan, bukan? Tutup pintunya. Kamu tidak percaya padaku. Benar. Aku tidak percaya padamu. Kamu pikir ini apa? Barang bukti.

Aku khawatir kamu akan menghilangkannya. Banyak hal di masa lalu yang terlalu banyak kekurangan barang bukti. Menurutmu aku akan menghilangkannya? Aku memang khawatir kamu menghilangkannya. Karena… Ada ketegangan di raut wajah, pandangan mata yang sangat defensif, ini adalah respon bawah sadar jika terdapat kecemasan. Dia sedang takut, takut aku mendekati kebenaran. Karena apa?

Karena kamu dan Ling Zhenghao adalah teman selama bertahun-tahun. Aku khawatir kamu demi mempercepat kebuntuan belakangan ini akan memberikan barang ini kepadanya sebagai permintaan maaf. Aku tidak berencana seperti itu, kamu terlalu banyak berpikir. Baguslah jika demikan. Aku saja yang membukanya. Aku saja. Sepertinya informasi yang kita berdua peroleh salah.

Zheng Li yang membawamu kemari, bukan? Akhirnya kamu pulang juga. Tinggal tunggu kamu saja untuk mulai makan. Cepatlah. Sedikit lagi berhasil, sayang sekali. Kamu sudah berkorban begitu banyak. Jika saja kali ini dapat menemukan pistol maka tidak perlu berjalan diatas ujung pisau Ayahku. Kamu dan Ling Xi juga… Sejak saat aku memutuskan untuk mengintai disisinya,

Aku tidak berpikir untuk kembali. Justru sekarang kamu yang sedang genting. Jika Ayahmu berhasil memisahkan kami artinya dia sudah mulai merasa diikuti. Rintanganmu kali ini sulit dilewati. Hari ini Bibi tidak di rumah, semua hidangan ini aku yang memasaknya. Kalian berdua cicipilah bagaimana dengan sup ini? Jika enak diminum harus memuji aku ya.

Ada beberapa orang jika baik padanya merupakan pemborosan. Di depan dan di belakang berbeda perilaku. Zheng Li, apa yang kamu gumamkan? Sup ini enak sekali, setelah seharian sibuk minum sup ini jadi merasa penuh energi. Tentu saja sibuk, dari pagi hingga malam sibuk. Sibuk… menghilangkan barang bukti, bukan? Apakah pacaran telah membuatmu mabuk?

Kamu bukan anak kecil lagi tidak tahu apa yang dilakukan seharian apa saja yang kamu pikirkan? Apa yang aku pikirkan? Apa yang sudah kamu lakukan kamu sendiri yang tahu. Sudah… Kalian berdua jangan demi orang luar bertengkar, boleh tidak? Semua juga tentang masalah kantor, bukan? Sekarang ini suasana di rumah tak keruan.

Kalian jangan kira aku tidak tahu. Aku hanya pura-pura tidak tahu. Jika kalian berdua hari ini tidak bertengkar aku pasti akan terus berpura-pura. Zheng Li, karena Paman Ling-mu kamu merasa tidak adil, aku dapat memahaminya. Tapi aku juga berpikir agar kamu dapat mengerti Ayahmu sebentar. Bahkan jika dia bersalah. Ibu. Dan dia adalah suamiku,

Selamanya aku akan berada di sisinya. Aku bukan sedang bicarakan hal itu. Kamu ini sungguh sangat naif. Benar, aku sangat naif. Aku adalah seorang yang tidak mengejar apapun. Apa itu emas, kekuasaan, itu semua tidaklah penting. Bagiku, Ayahmu dan kamu adalah yang paling penting, satu keluarga. Sudah… Sudah… Ayo kita makan. Sini, cepat,

Aku ambilkan lagi sup untukmu. Bukankah aku sudah bilang biar aku yang cuci piringnya, kamu pergi rendam kaki saja sudah lelah seharian. Airnya juga sudah aku siapkan. Zheng Li. Kamu seharusnya tahu yang aku bicarakan tadi bukan masalah Paman Ling. Zheng Li, hari ini kamu begitu sinis jika ada yang ingin dibicarakan, katakan saja.

Kemarin malam kamu kemana? Aku ke lokasi pembangunan kenapa? Apa aku harus melapor padamu? Kamu pergi ke lokasi pembangunan? Jika kamu pergi kesana kenapa harus menyingkirkan aku? Setelah apa yang kamu lakukan, apakah kamu pantas untuk Ibuku? Ibumu? Kamu juga dapat melihatnya, kan? Ibu begitu mencintaimu mempercayaimu tanpa syarat, kenapa kamu tidak malu mengecewakannya? Baik,

Zheng Li, jangan asal tebak. Seumur hidupku ini, aku tidak pernah mengecewakan Ibumu. Kemarin aku sungguh pergi ke lokasi pembangunan. Jika kamu tidak percaya, tanyakan saja pada pegawai di sana. Atau tanyakan pada supir Xiao Wang. Tidak perlu jelaskan padaku. Jika kamu ingin jelaskan, jelaskanlah pada Ibu. Aku tidak memperbolehkanmu mengecewakan Ibuku.

Kita ini datang untuk bernegosiasi bisnis, bukan datang untuk mengunjungi kebun binatang. Mengerti! Negosiasi berfokus pada frekuensi yang banyak dengan jumlah yang sedikit, sama dengan teori makan lebih sedikit tapi lebih sering, benar bukan? Terlalu banyak juga tidak baik. Kemungkinan sekali langsung berhasil itu tidak mungkin, pelan-pelan saja. Kamu sejak dulu

Selalu menyangkal semua ajaran gurumu ada apa denganmu kali ini? Selalu menyangkal semua ajaran guru bagaimana bisa menang? Semua bergantung pada keberuntungan. Tapi kali ini adalah Ayahku, aku tidak boleh mengambil resiko ini. Aku harus dapat menekan resiko kegagalan hingga titik terendah. Sudah datang. Tunggu sebentar. Mau apa kamu? Tunggu… Tunggu apa?

Bukannya kamu bilang lamban? Bagaimana dulu kamu mencegatku dan bagaimana menggangguku? Apa kamu sudah lupa? Bukan, Kakak Besar. Bukankah dulu aku seperti itu kamu juga mengira aku adalah orang gila, bukan? Jika kita bergegas seperti itu akan menurunkan separuh reputasi kita. Juga jika salah langkah malah akan timbulkan efek kebalikannya. Lagipula

Jika kita saat ini membawa palu di tangan sekalipun belum tentu dia ingin bicara dengan kita. Sepertinya aku harus menjadi orang yang gegabah. Mau apa kamu? Kakak Besar, sebenarnya aku ingin bilang baru saja aku sudah menghubungi teman Direktur Zhou. Dia sudah setuju untuk membantu kita bertemu dengannya. Aku sedang menunggu jawaban darinya.

Tapi sudah terlanjur ditabrak. Bukankah kamu pernah berkata tindakan adalah langkah pertama menuju sukses? Biarkanlah. Hajar dulu, ayo. Direktur Zhou, mohon maaf Direktur Zhou. Mohon maaf tadi tidak sengaja menabrak mobil Anda, tolong Anda jangan bekerja sama lagi dengan PT. Feng Yu Media. Siapa kamu? Apa ada dendam sampai kamu sengaja menabrak mobilku?

Tidak sengaja menabrak mobil Anda. Anda jangan khawatir, hari ini semuanya aku yang tanggung. Tapi sebelumnya mohon agar Anda dapat membaca dokumen ini, bolehkah? Aku baca atau tidak, kamu tetap harus ganti rugi. Kenapa? Kalau aku tidak baca, kamu tidak mau ganti rugi? Logika macam apa ini? Benar… Benar…

Jika semua orang yang ingin berikan dokumen padaku selalu menabrak mobilku, aku pasti sudah tidak ada dari dulu. Begini Direktur Zhou, kami sangat memahami perasaan Anda saat ini. Anda tidak perlu khawatir semua kerugian aku yang tanggung jawab. Aku tahu PT. Feng Yu Media menjanjikan perusahaan Anda demo video. Tetapi mereka sungguh tidak dapat

Menyelesaikannya sesuai dengan kesepakatan awal. Mohon agar Anda jangan lagi percaya pada mereka. Bisakah Anda membaca sebentar dokumen ini? Benar. Aku memang tidak harus percaya pada mereka, dan aku memang harus percaya padamu. Kamu adalah seorang dewi apapun yang kamu katakan harus dipercaya, begitu bukan? Direktur Zhou, sungguh mohon maaf. Pertemuan hari ini terlalu gegabah

Dan membuatmu tidak nyaman. Kami pasti akan mengganti semua kerugianmu dan berharap kamu berkunjung ke perusahaan kami kelak. Kami sangat menyambutmu. Ini adalah kartu namaku. Direktur Li dari Mo Zi Capital. Aku sering mendengar namamu. Akhirnya dapat bertemu dengan Anda. Ini kehormatan bagi saya. Jika Anda merasa kurang percaya, maka aku akan mempertaruhkan reputasiku.

Mohon agar Anda dapat mempertimbangkan kembali bekerja sama dengan Grup Feng Yu. Fokus mereka saat ini berpindah ke real aset. Untuk bidang lama mereka di bisnis periklanan saat ini sudah mencapai titik terendahnya. Kami sudah melakukan penyelidikan projek perusahaan Anda diberikan kepada perusahaan lain yang memiliki pengalaman terbatas Material ini adalah barang buktinya.

Benar, Direktur Zhou. Aku memahami bahwa Anda telah habiskan banyak uang pasti menginginkan balasan yang setimpal. Tetapi jika Anda membeli tas seharga tas terkenal tetapi dapatkan tas seharga 10 yuan, barang tak sebanding harga. Aku percaya reputasi perusahaan Anda akan dirusaknya. Jadi mohon Anda dapat membaca dokumen ini sebentar. Begini saja,

Hari ini aku ada rapat dengan penanggung jawab mereka. Kalian tunggu aku sebentar untuk memastikannya. Terima kasih Direktur Zhou. Terima kasih. Terima kasih Direktur Zhou. Sungguh maaf, Direktur Zhou. Terima kasih. Kerjasama aku dan Direktur Zheng selalu menyenangkan. Baik itu di Grup Wolf dulu maupun di Grup Feng Yu sekarang.

Terima kasih Direktur Zhou atas kepercayaanmu. Aku berharap kerjasama kita dapat terus bertahan untuk waktu yang lama. Tentu saja. Akan tetapi… Silakan Anda katakan saja. Akan tetapi belakangan aku mendengar beberapa rumor… Dalam industri yang kecil ini banyak saingan. Kamu sendiri tahu kemampuan dia bagaimana jika dia dapat membujuk kliennya untuk kembali

Apakah kamu masih ada cara lain? Sementara tidak ada. Kita ikuti saja dulu perkembangannya. Sekali lagi menabrakkan mobil, untuk bunuh 1.000 orang musuh dengan korbankan 250 orang, begitu? Bercanda. Hanya bercanda. Syukurlah ada kamu hari ini. Kamu sigap dalam waktu singkat, membuka jalan saat kebuntuan, ada keberanian dan rencana, aktif saat serangan. Sudah cukup belum?

Lain di mulut, lain di hati. Tapi hari ini kamu berhasil untuk tetap tenang. Tapi Direktur Zhou ini sungguh menyukai caramu ya. Begitu kartu namamu diberikan apa itu senang betemu dan lama sudah mendengar. Kalian pria tua saling memuji sungguh pemandangan mengerikan. Itu bukan pujian hanya sosialisasi biasa. Masyarakat saat ini adalah Masyarakat Bermerek.

Sebelum mereka mengenal dirimu, mereka akan gunakan merek untuk mengukurmu. Manusia hidup bukankah demi melindungi beberapa merek mereka itu? Masuk akal. Aku mengira kamu akan membantah merek pria tua dulu. Apa? Apa? Apa? Apa aku salah bicara? Memang begitu kan. Tentu saja yang namanya rumor belum tentu benar. Apa kamu mau segelas lagi? Tidak usah.

Kamu lanjutkan bicaranya. Bukannya aku sedang mencurigai kalian, tetapi namanya kerja sama yang terbaik adalah kedua pihak harus saling jujur. Pukul 18.40 berdiri di seberang jalan. Mantel bertopi abu-abu menjuntai di bawah lutut. Kamu berjalan sampai ke hadapanku. Apa ada begitu banyak yang dibicarakan? Bergumam tidak jelas. Baik. Jika seperti ini,

Maka aku akan bicara singkat saja. Uang yang aku bayarkan adalah perusahaan iklan nomor satu. Nomor satu. Tetapi kalian justru memberikannya pada orang amatir. Ini… Ini… Apa yang terjadi? Baiklah, kamu diam-diam setuju kan. Hal ini sungguh terjadi, bukan? Ini adalah penipuan. Kamu… Apa maksudmu ini? Aku ingin memutuskan kerja sama kita. Semua kerugian

Aku akan meminta pengacaraku untuk menuntutnya. Baiklah. Jika kamu mengerti seperti ini maka tidak ada lagi yang ingin dikatakan. Sungguh berterima kasih pada kalian berdua. Jika bukan karena kalian mencariku, mungkin aku masih tidak tahu apa-apa. Direktur Li, apa boleh bicara sebentar? Tidak ada masalah. Sudah berhasil? Padahal belum gunakan trik lain. Ada apa?

Baru dua hari tidak bertemu apa kalian berdua menjadi tuli? Berbicara saja harus sedekat itu. Apa mau aku belikan alat bantu pendengaran? Tidak perlu. Pendengaranmu bagus bukan berarti pendengaran orang lain juga sama bagusnya. Aku justru suka berbicara di samping telinga orang lain. Kenapa? Marah? Benar. Aku marah. Ada lagi,

Apa kalian masih punya etika bisnis? Membajak klien orang lain di depan matanya sendiri. Aku perbaiki ya, kami tidak membajak. Selain itu, kalian sendiri yang melakukan transaksi hitam cepat lambat pasti akan diketahui orang lain. Apa kamu kira orang lain bodoh? Baiklah, kita tidak usah bicara bisnis. Hubungan kita berdua saat ini,

Apapun yang kita bicarakan, apakah ada hubungannya denganku? Aku tahu kamu datang kemari saat ini hanya untuk memperalat perasaanku yang terakhir padamu. Benar, aku ada seorang wanita. Aku mungkin lebih lemah, lebih rentan dan lebih sensitif. Aku harus puluhan kali lipat berusaha lebih keras darimu agar dapat keluar dari bayang-bayang putus cinta.

Tapi aku ada orang yang ingin dilindungi maka aku tidak akan mundur. Terakhir, aku tidak cinta kamu lagi. Mau apa kamu? Lepaskan aku. Jangan ganggu Ling Xi lagi. Ini adalah penghormatan yang layak diterimanya. Ayo, kita makan pizza. Udara diluar yang begitu dingin, angin yang bertiup begitu menyakiti hatiku. Begitu kesepian. Tidak dapat memasuki hatimu.

Semua cerita masa lalu Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sedikit sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan

Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu yang menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan

Tanpa kusadari perlahan-lahan berpaling melihat wajahmu Tangan yang sedikit hangat dan sinar bulan yang redup Cahaya lampu yang lemah, wajah yang kecil Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku