【FULL】My Mowgli Boy EP33【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Dunia dengan keberadaan dirimu yang pertama kali kusadari Sepasang mata yang menatap tembus jiwaku Setiap hal kecil yang tiada hubungan Mengapa kau bisa melihatnya Aku yang dulu sebelum bertemu denganmu Tidak pernah terpikirkan cinta seperti apa Apakah kau juga sama kau seperti angin yang datang Membawaku pergi meninggalkan kumpulan manusia

Memeluk langit yang biru Jika kau angin yang lembut Biarlah aku mengembara bersamamu Bergandengan tangan dan mulai lagi memahami jelas pemandangan Memahami jelas pemandangan Mungkin saja suatu hari angin akan berhenti Jika bisa Aku berharap dapat membuat janji denganmu Berjumpa di tempat yang dulu Tidak peduli berapa banyaknya awan Hujan deras ataupun cuaca cerah

Menghirup udara yang sama Apakah kau tetap sama Mempertahankan hati yang paling semula Tetap suka melihat bintang Jika kau angin yang lembut Biarlah aku menjadi lonceng anginmu Setiap hari mendentingkan suara kebahagiaan My Mowgli Boy Episode 33 Dia, dia sering pergi ke kedai kopi yang di lantai dasar untuk membeli kopi.

Katanya dia punya kupon penukaran, lalu dia mengajak rekan wanita sekantornya untuk minum kopi gratis. Buatkan aku segelas kopi latte untuk dibawa pulang. -Terima kasih, ya. -Baik, mohon menunggu. Ada apa dengan Zheng Li ini? Kenapa tidak menerima teleponku? Halo. Apakah kamu sedang mencari Direktur Xiao Zheng? Saat ini dia sedang mengadakan rapat.

Bukannya kamu adalah sekretaris dia yang biasa ikut rapat dan bisnis keluar kota bersama dia, kemudian yang juga sangat diandalkan oleh dia. Bai… Bai Yiling. Apakah dia sedang tidak ada waktu? Kalau begitu kebetulan, aku mencarimu saja. Kak Yiling, aku naik ke atas dulu. Kalian berbincang dulu. Sampai jumpa! Yiling. Ya? Kelihatannya kamu adalah

Orang yang paling lama berada di sisinya Zheng Li selain aku dengan ayahnya dia, kamu pasti jauh lebih mengerti kondisi dia dibandingkan dengan kita. Bisa dikatakan seperti itu. Kalau begitu aku tidak salah mencari orang. Situasi darurat! Segera datang ke kafetaria! Sebentar lagi antarkan dokumen-dokumen ini ke ruanganku! Baik. Hei!

Kenapa seharian ini kamu kelihatan seperti orang kebingungan? Kuberitahu ya, lapangan bola sudah kupesan, nanti jangan mengalah padaku,ya? Baik! Setelah bermain bola, temani aku minum. Baik! Eh, tidak benar ini Kamu bukannya baru menikah? Memangnya kamu mau membiarkan istrimu sendirian di rumah? Apakah kalau sudah ada cinta terus saudara dilupakan? Benar tidak?

Kalimatmu ini sungguh menyentuh sekali. Direktur Xiao Zheng, bukannya ibumu datang ke sini mencarimu? Ibuku mencariku? Benar! Ibuku mencariku? Tadi kak Yiling duduk bersama dia di kafetaria lantai dasar. Celaka! Hei, main bolanya diundur lain waktu saja. Dan ini juga… Berikan aku segelas air putih, terima kasih. Anakku! Ibu…

Kenapa di jam kantor ini kamu ada waktu luang untuk mengundang sekretarisku minum kopi? Anakku, aku ini justru lagi mau memuji asistenmu ini, orangnya baik, berjiwa besar, kepribadian yang baik, kamu jangan melihat dia sebagai seorang wanita yang bercerai di usia tiga puluhan… Terima kasih. Tapi dia bisa hidup mandiri, seperti inilah seharusnya

Penampilan seorang wanita modern. Yiling, nanti siapapun yang bisa menikahimu, dia pasti seseorang yang beruntung. Semoga begitu. Anakku, kita berdua ini hanya sedikit menyesali kenapa tidak bertemu lebih awal. Bukannya itu bagus? Ke depannya kalian bisa lebih banyak membuat janji bertemu, untuk memperdalam perasaan satu sama lain. Bicara tentang hubungan perasaan,

Aku masih mau mengomentari kamu. Kemarin aku mendengar kalau Ling Xi sudah membawa kekasih prianya pulang ke rumah. Waktu itu Ling Xi begitu serius mengejarmu, tapi lihat sekarang, dia malah melangkahimu dan memiliki kekasih pria terlebih dahulu. Baguslah kalau begitu. Setidaknya dia tidak hanya berharap kepada diriku saja, benar tidak? Apanya yang baik?

Apakah kalian berdua memang sudah tidak ada harapan? Coba kamu lebih berusaha lagi! Tidak ada harapan lagi. Hatinya sudah membeku. Ibu, aku mohon padamu. Bisakah kamu jangan berharap lagi? Kalau kamu menginginkanku jangan berharap lagi, kamu harus segera membawa pulang seorang menantu untukku. Ibu, aku masih mempunyai… Mempunyai apa? Beberapa jalan pemikiran.

Kalau sudah ada, segera bertindak! Aku takut kalau sudah bertindak, kamu tidak bisa menerimanya. Yiling, coba kamu lihat pimpinanmu ini, usianya sudah tidak muda, tapi kenapa cara bicaranya masih seperti ini? Aku hanya merasa sedikit menyesal, Ling Xi itu anak yang begitu baik, aku melihatnya tumbuh dewasa. Apakah kamu kenal Ling Xi? Kenal.

Tempat tinggal kami saling berhadapan, hubungan kita juga sangat baik. Baguslah kalau begitu. Kamu bantu aku mendekatkan mereka berdua. Kalau mereka sudah dekat, pasti masih ada harapan. Ibu, mohon kamu jangan begini, bisa tidak? Yiling juga bukan termasuk orang luar, dan lagipula, kamu dengan Ling Xi sudah berteman sejak kecil,

Dari kecil kalian sudah tidur bersama, kenapa harus begitu gugup? Kelihatannya memang boleh juga. Itu sudah kejadian begitu lama, kenapa harus membahasnya lagi? Aku tidak mau bicara denganmu lagi. Yiling, kalau ada waktu, bujuklah dia. -Anak ini… -Ibu! Ada apa dengan ibu? Aku belum selesai bicara. Aku sudah mempunyai kekasih wanita. Siapa? Kamu juga mengenalnya.

Aku mengenalnya? Lu Yaxin anaknya Paman Lu? Wang Yating dari rumahnya Bibi Zhang? Jangan bilang kalau itu keponakannya bibi Wu? Aku takut ibu akan terkejut kalau aku mengatakannya. Kenapa aku harus terkejut? Kecuali kamu melakukan sulap, sekali berbunyi dang… Lalu bawa dia ke hadapanku. Dang…! Bisakah kamu lebih serius? Dang! Dang! Dang apa dang? Ibu,

Aku ini serius. Kekasih wanitaku yang tidak tergantikan dalam dunia ini bernama Bai Yiling. Kalian? Kita sudah menjalin hubungan. Aku tidak setuju! Kenapa? Bukannya kamu bilang kalau pembicaraan kalian nyambung? Bukannya kamu bilang kalau pria yang bisa menikah dengannya itu pria yang beruntung? Mungkin bagi orang lain itu tidak masalah. Tapi tidak bagiku!

Ibu, kenapa kamu bisa berwatak ganda seperti ini? Hari ini aku tidak mau berdebat denganmu, aku akan mempertegas ucapanku, selama aku masih bisa bernafas, aku tidak akan pernah menyetujuinya! Ibu! Bapak Zheng! Ada apa ini? Sini. Minumlah secangkir teh rosela ini untuk meredakan amarahmu, Sini. Jangan marah lagi. Ada apa denganmu?

Sebenarnya aku juga tidak mau emosi seperti ini. Apakah kamu tahu, anakmu dan sekretaris kantornya yang lebih tua dari dia dan pernah bercerai itu, menjalin hubungan? Masalah ini sepertinya aku harus menyalahkanmu, kalian tiap hari bekerja di kantor yang sama, apakah kamu sama sekali tidak menyadarinya? Apakah kamu begitu tidak khawatir dengan kehidupan pribadi anakmu?

Hal ini, aku harus memeriksanya lagi. Tapi aku tahu kalau ini tidak akan berguna. Apakah aku harus mengikatnya? Dia punya tangan dan kaki, kalau seandainya aku harus mengikatnya, aku bisa mengikat tangannya, aku bisa mengikat kakinya, -tapi aku tidak bisa mengikat hatinya. –Berhenti! Kalau melihat dari reaksimu, sepertinya kamu sudah mengetahui hal ini.

Lalu menyembunyikan semua ini dariku? Bukan. Kamu, bisakah kamu jangan emosi dulu? Kalau kamu benar-benar… Sini. Kamu! .Aku… Baiklah. Aku sudah mengerti sekarang, kamu lebih berpihak ke anakmu. Kalian berdua memang sehati. Sedangkan aku? Aku itu seperti sebuah kaleng yang sudah kedaluwarsa yang bahkan baunya saja sudah tidak tercium, benar tidak? Baunya sudah tidak tercium.

Omong kosong apa kamu? Sudah jelas aku itu mencintaimu. Cintaku kepadamu sedikit lebih banyak dibandingkan cinta ke anak kita. Kalau begitu, kenapa kamu tidak memberitahuku lebih awal? Kalau dari awal sudah memberitahuku, ketika mereka baru mulai menjalin hubungan, aku pasti sudah melarangnya, tapi sekarang kita harus bagaimana? Harus bagaimana? Sekarang aku bertanya padamu,

Apakah anak kita kurang tampan? Apakah latar belakang keluarga tidak bagus atau pekerjaannya yang tidak bagus? Sekarang mereka sudah berjalan bersama, bagaimana bisa membuat mereka kelihatan serasi? Berhenti! Itu tergantung dari bagaimana cara kita menyerasikan mereka. Kalau kamu mau melihat dari sisi umur, itu memang kekurangan dia. Kalau dilihat dari sisi pengalaman kerja,

Dari sisi cara berpikir, aku merasa mereka berdua sangat serasi. Itu benar. Benar seperti itu? Kamu masih bisa membantu dia bicara. Pernahkah kamu berpikir, sekretaris itu pernah bercerai, aku masih belum tahu apakah dia sudah memiliki anak atau belum. Kekacauan seperti ini ke depannya akan merepotkan kita. Jangan marah . Kamu… Kamu lihat,

Umurmu belum sampai 40 tahun tapi muka sudah berkeriput semua. Benarkah? Menurutku, kamu sudah berpikir terlalu jauh, cinta yang baru tumbuh itu biasanya masih rapuh, siapa tahu sebelum kamu turun tangan, mereka sudah berpisah terlebih dahulu, benar tidak? Dan lagipula, ada sebuah pepatah di dalam pendidikan masa modern ini,

Kalau terlalu banyak campur tangan pihak lain, dapat menimbulkan efek buah terlarang. Aku tanya padamu, kalau hubungan perasaan mereka berdua semakin mendalam, kita harus bagaimana? Kita merestui saja. Merestui mereka? Ya. Coba kamu pikirkan lagi, seandainya mereka berdua menikah, ketika mereka sedang berdiri berdampingan, orang-orang pasti akan berkata, kelihatannya wanita ini yang memelihara si pria.

Yang berarti, dia dipelihara oleh si wanita? Aku merasa bagus juga seperti ini. Coba kamu lihat, waktu kamu menikah denganku, bukannya aku juga melayanimu dengan baik? Saat ini kita membiarkan pihak wanita yang melayani anak kita, bukannya itu sangat bagus? Lagipula kamu, bukannya kamu banyak pengalaman dalam hal perawatan kulit? Benar tidak?

Kalau kamu khawatir tidak ada penerusnya, kamu bisa mewariskan pengalaman perawatan kulitmu kepada dia. Sempurna! Sudah begitu malam masih lembur, makanlah mie ini, ini rasa baru yang baru saja diluncurkan, coba kamu rasakan. Jangan khawatir tentang sikap ibumu, gelombang besar 5 kaki sudah kembali tenang. Sebenarnya, kamu jangan terlalu khawatir tentang ini,

Hubungan kita cepat atau lambat akan terbongkar, kita sampaikan ke mereka sekarang lebih baik dibandingkan sehari sebelum hari pernikahan kita, benar tidak? Kamu masih punya memiliki suasana hati untuk bercanda denganku. Bagaimanapun aku mau bilang padamu, aku sudah pernah bertemu dengan teman-temanmu, begitu juga dengan orang tuamu. Sekarang masih belum terlambat kalau kamu mau menyesal.

Kenapa aku harus menyesal? Usia dua puluhan dengan usia tiga puluhan, sepertinya tidak terdapat banyak perbedaan, tapi ketika kamu berumur 40 tahun dan aku berumur 50 tahun, kemudian ketika kamu berumur 70 tahun dan aku berumur 80 tahun, yang namanya pria itu selamanya akan menyukai yang lebih muda dan cantik,

Bagaimana jika di suatu hari nanti kamu sudah bosan denganku? Bagaimana jika di suatu hari nanti kamu menginginkan seorang anak? Kamu sudah berpikir terlalu jauh, aku merasa kamu sudah berencana untuk menghabiskan sisa hidupmu bersamaku, benar begitu? Aku sedang bicara serius denganmu. Kalau begitu, aku juga mau bicara serius denganmu.

Aku sudah memikirkan dengan matang tentang hubungan kita. Usia, anak, bagiku itu semua tidak penting, sekarang yang terpenting bagiku itu adalah kamu, sudah mengerti? Mengenai masalah ibuku, kamu tidak perlu khawatir. Meskipun aku mengalami kesulitan untuk mengatasi dia, tapi aku mempunyai seorang ayah yang bisa mengatasi dia. Ayahku baru saja memberikan informasi kalau

Dia sudah berhasil menenangkan amarah ibu. Benarkah? Ya. Sebenarnya, ayahku itulah yang menjadi obat penenang hati ibuku yang paling ampuh dan juga sebagai bakso isi hati. Apa artinya bakso isi hati? Itu artinya ayahku sudah sangat mengerti tentang isi pikirannya ibuku, setiap kali ibuku merasa tidak senang, sekali ayahku turun tangan, semuanya akan beres.

Terus terang, aku sangat mengagumi sisi ayahku yang ini. Tidak mengherankan, biasanya ketika di kantor, aku mengagumi cara Direktur Zheng dalam mengatasi sebuah masalah, ternyata dia juga menerapkannya di dalam rumah tangganya. Kamu punya seorang ayah yang begitu baik, aku tidak tahu sudah berapa orang yang iri terhadapmu

Dan juga tidak tahu berasal dari mana pria beruntung seperti dirimu ini. Oh ya, sekarang keluargaku sudah tidak keberatan. Jadi hubungan kita sekarang seharusnya tidak ada halangan lagi. Sekarang bukannya kita seharusnya memikirkan cara untuk berterima kasih ke Direktur Zheng? Atau kamu boleh memilih untuk berterima kasih kepada anaknya saja. Tunggu sebentar!

Rasanya sedikit membuat keram, mau mencobanya tidak? Sini mencobanya! Tunggu sebentar! Ada yang mau aku bicarakan. Katakan saja. Tim yang dibentuk oleh Chi Xu ingin ikut serta dalam sebuah pemilihan, aku ingin menyetujuinya. Pertama, dengan membandingkan kedua tim, kita bisa mengetahui mana yang lebih diunggulkan. Kedua, aku merasa sedikit eqois. Di saat kita sedang membahas

Tentang hubungan kita, kamu malah membahas hal ini, aku tidak setuju. Kenapa? Meskipun mereka sudah mengembalikan uangmu, tapi setiap kali melihat orang ini, aku merasa kesal dan menurutku, orang yang menyebalkan tidak akan bisa bekerja dengan baik. Dan lagipula kalau dia berada di sampingmu, aku merasa khawatir. Baiklah. Tidak masalah kalau kamu tidak setuju.

Apakah masih ada hal lain? Kalau tidak ada, aku mau meneruskan lagi. Kamu jangan mengganggu. Jangan mengangguku! Ini sedang lembur. Kenapa dengan kamu? Jangan bilang kamu terserang flu juga. Kalau terserang flu bisa menyelesaikan masalah ini, itu bagus sekali. Itu namanya frustasi. Bukannya waktu itu kamu bersumpah kalau dalam 3 hari,

Kamu bisa menemukan sebuah tim? Melihat tampangmu yang lesu ini, sepertinya mau memukul wajahmu sendiri. Selamat! Jawaban pertamamu sudah benar, tapi kali ini bukan hanya mau memukul wajahku, wajahmu juga akan kubuang ke samudera pasifik dan membiarnya mengapung di sana. Jadi, kamu sudah ditolak dengan kejam? Tidak hanya ditolak dengan kejam,

Tapi juga diberikan pelajaran dengan tanpa belas kasihan. Luar biasa… Siapa yang berani memberimu pelajaran? Dengan kepribadianmu yang gampang emosi ini, apakah kamu tidak mencari cara untuk melawan balik ketika sedang diberi pelajaran? Aku sudah memujinya kembali, saat ini seharusnya dia sedang sibuk, kelihatannya terlalu sibuk sampai tidak bisa melepaskan diri dari sana.

Desain dari 5 pakaian yang pernah kita bahas sebelumnya, malam ini harus diselesaikan. Kalau kalian tidak bisa menyelesaikannya, malam ini kalian harus lembur. Apakah ada masalah? Tidak ada masalah. Baik, kalau begitu coba bawakan beberapa rancangan ke sini. Baiklah. Halo, Tutu? Halo, Kak Ren He, hari ini adalah jadwal kamu untuk mengunjungi nenek,

Pulang kerja nanti aku akan datang mencarimu, bagaimana? Hari ini? Ya Tuhan aku sibuk bekerja sampai melupakan waktu. Kelihatannya kamu begitu menikmati waktu ketika bekerja di bawah arahan idola kamu. Tentu saja. Idolaku secara tidak terduga mau menerimaku sebagai muridnya, aku pasti akan bekerja dengan rajin. Tutu, kuberitahu ya,

Seorang guru memang pantas disebut sebagai seorang ahli, ide desain dan ketrampilan tangannya sama sekali berbeda. Sungguh sangat bagus. Tapi ini tidaklah mudah, meskipun sangat berpengalaman, aku merasa kalau aku melangkah tanpa tujuan, aku tidak akan bisa bersaing dengan yang lain. Baiklah, aku hentikan dulu pembicaraan ini, kita bertemu saja nanti. Sampai jumpa.

Jadi sekarang dia tidak memiliki alasan untuk kembali ke timku lagi. Sama sekali tidak ada alasan lagi. Aku takut timku ini tidak akan bisa dibangun lagi. Bisnis adalah bisnis. Rasa simpati adalah rasa simpati. kalau kamu mau menyelesaikan ini, harus bisa menarik simpati orang untuk membentuk tim ini secara utuh,

Dan kamu juga sudah memperlakukan dia dengan baik. Bos, menurutmu kalau sekarang aku mau memperbaiki dokumen ini, apakah aku masih mempunyai kesempatan untuk membentuk satu tim baru? Ada. Tapi harus menunggu periode pendanaan berikutnya. Benarkah? Kapan periode berikutnya? Tahun depan. Setahun. Oh, tidak. Pendanaan ini, pemeliharaannya, ini, bagaimana ini bisa didapatkan?

Dan seandainya di dalam setahun ini, ada yang merebut program kerja ini, lalu apa yang aku ingin kerjakan juga direbut, bukannya itu berarti aku sudah gagal memulai bisnis ini? Kalau kamu mau menjadi orang baik, inilah hasil akhir yang akan kamu peroleh nanti. Bos, masker. Kamu kenapa duduk sejauh itu? Kamu yang membuatku terserang flu,

Apakah sekarang perlu membentuk sebuah garis batas sampai sejelas ini? Bos besar, Anda ada seorang bos, kalau Anda sedang terserang flu, masih ada orang yang membantumu mencari uang, tapi kalau aku yang terserang flu, matilah aku. Aku tidak mau mengulang masa-masa ketika harus ke kamar kecilpun akan terlihat seperti ditagih utang oleh kekasih.

Hubungan pertemananmu dengan dia bisa bertahan sampai sekarang, sungguh membuatku kaget. Tidak lama lagi, akan sulit untuk mempertahankannya. Aku benar-benar tidak ingin melewati hari-hari seperti itu. Apakah kamu tahu? Aku tiap hari makan dan minum terus, benar-benar membosankan. Dua porsi kepala ikan pedas! Li Yuhang. Dua porsi kepala ikan pedas, kamu menghabiskannya sendiri? Ada masalahkah?

Tentu saja tidak ada masalah. Tapi bos besarku, dengan kondisi badanmu sekarang ini, apakah masih bisa mengkonsumsi makanan tidak sehat seperti ini? Mengkonsumsi makanan seperti ini dengan kondisi badan seperti sekarang, sama saja membunuh dirimu sendiri. Makanan seperti ini seharusnya tidak boleh dimakan langsung oleh bos besar seperti Anda,

Tentu saja harus menyerahkan ke para karyawan. Tenang, aku akan bantu Anda mencari solusi. Jadi aku harus makan apa? Tidak masuk akal! Tadi malam kamu pergi menyelamatkan dunia, ya? Di pagi hari begini sudah mulai mimpi berjalan. Kamu jangan mengejek dia lagi, dia kerja menjepit kain sampai tengah malam. Dia benar-benar memanfaatkan kesempatan ini.

Kalau begitu kamu masih melanjutkan pekerjaanmu sebagai desainer, berarti kamu tidak perlu ke tempatnya Xi Ye lagi. Bagus kalau begitu. Omong kosong! Aku memiliki saran dan petunjuk dari idolaku. Desainku pasti akan lolos dari evaluasi perusahaan dan menjadi seorang desainer sejati. Untuk apa kembali ke sana dan mendapatkan siksaan di sana. Nenek. Nenek.

Lihat siapa yang datang? Nenek, siapa aku? Apakah Nenek masih mengingat namaku? Cucuku, kenapa kamu ke sini lagi? Nenek, kamu mulai bicara sembarangan lagi, aku sudah lama tidak mengunjungimu. Pernah datang. Pernah datang. Aku belum pernah datang. Kamu pernah datang? Kamu pernah datang? Tekadku adalah selalu mengikuti nenek ke manapun. Menyingkir!

Kalian jangan berdebat lagi, yang datang itu teman kalian. Teman kita? Kenapa dengan kamu? Ikan ini sungguh pedas, pedas sampai air mataku mengalir keluar, rasa pedasnya sangat tidak normal. Sangat pedas. Tidak apa-apa. Kalau ini terlalu pedas sampai air matamu mengalir keluar, mengalirlah lebih banyak. Tidak apa-apa. Mau apa? Dibuang. Aku belum selesai makan, pemborosan.

Baiklah. Kalau kamu ingin memakannya, aku akan menemanimu makan. Apakah pedas? Benar-benar pedas. Dan pedasnya ini tidak normal. Benar kataku, pedasnya tidak normal. Kenapa ada orang yang tidak normal seperti ini? Suka makan makanan sepedas ini. Terlalu pedas. Disiapkan untuk kamu dengan sepenuh hati. Selamat menikmati. 6 Yuan. Sesekali berbuatlah seperti ini.

Kenapa niatnya hanya setengah-setengah, tidak menambahkan sedikit umbi sawi untukku. Sudah. Jangan berpura-pura lagi, dan jangan bersedih lagi. Kalau sekarang masih belum sanggup, kamu bisa membentuk ulang sebuah tim baru lagi. Kamu begitu hebat, mungkin kurang dari waktu setengah tahun kamu sudah bisa menyelesaikan tujuanmu sebelumnya, dan selanjutnya

Aku juga bisa menikmati kebahagiaan di sisa hidupku. Sekarang tidaklah mudah untuk membentuk sebuah tim, aku sendiri tidak tahu harus mencari siapa, bagaimana caranya membujuk orang lain, aku sendiri tidak tahu. Saat ini uang satu senpun aku tidak punya, aku masih harus bergantung pada orang lain, bahkan kalau aku bisa menggambar sebuah biskuit,

Apa yang bisa aku kuberikan ke orang-orang untuk dimakan mereka? Dan tadi kamu berkata untuk membangun kembali tim ini, sekarang bagiku, aku benar-benar tidak tahu kapan ini bisa dibangun kembali. Apakah benar sesulit itu? Ini tidak boleh begini terus, kamu harus mencoba untuk membujuk seseorang lagi.

Sebelumnya aku membantu dia demi untuk menebus kesalahanku ke dia, dan lagipula sekarang dia ada seorang idola yang bisa memberikan dia nasihat, masa promosinya sudah hampir tiba, aku tidak boleh menghalangi dia untuk menuju masa depan yang lebih bagus, dan meskipun aku pergi mencarinya, belum tentu dia akan… Menurutmu,

Apakah aku tidak boleh menjadi seorang si gendut di dalam rumah? Apakah aku tidak senang dengan makanan si gendut ini? Bagaimanapun juga, para penggemarku dari awal juga tidak pernah mendukungku. Siapa yang bilang kalau tidak ada penggemar yang mendukungmu? Apakah kamu sudah buta? Perlukah aku memberimu sebuah kacamata dengan lensa yang berkadar tinggi?

Seorang penggemar lama yang sudah begitu tua duduk di depanmu dan mendukungmu, apakah kamu tidak melihatnya? Menurutmu apakah sejak awal aku sudah melakukan kesalahan? Kalau waktu itu aku mendengarkan perkataan ayahku, masuk ke dalam perusahaan, mungkin sifat dan kepribadianku tidak akan sama seperti sekarang yang gampang menyinggung orang lain.

Aku pasti akan memiliki kepribadian yang sopan, dan aku juga tidak akan bernasib buruk seperti sekarang ini. Kenapa? Sekarang kamu sudah siap untuk mengkritik dirimu sendiri? Apakah kamu juga mau menyangkal dirimu sendiri? Kalau kamu sejak awal sudah bekerja di perusahaan, mungkin sekarang kamu sudah menikah dengan kekasih impianmu.

Dan aku tidak mungkin akan mendapatkan giliran. Lalu mengenai kepribadianmu, kalau memang begitu sempurna seperti yang kamu bilang, maka di matamu, aku hanya sebagai sebuah titik kecil yang bahkan tidak bisa kamu lihat, lalu bagaimana aku bisa menunjukkan kepadamu kekuatan seorang kekasih? Kamu sangat menyebalkan. Kenapa setiap aku sedang berada dalam kondisi emosional,

Kamu selalu menceritakan hal-hal yang aneh seperti ini. Menyebalkan! Sini, aku mau bicara serius denganmu. Dengarkan baik-baik. Karena kamu sekarang ini belum begitu sempurna, maka sebelum aku bisa menunjukkan kepadamu, aku tidak akan mengizinkan kamu untuk melakukan hal-hal yang tidak kamu sukai. Demi mencapai impianmu, kamu boleh menghabiskan waktu setahun atau sepuluh tahun,

Itu tidak ada masalah. Aku begitu hebat, yang menawarkanku pekerjaan sudah antri berbaris dari sini sampai ke kota Paris, kamu tidak perlu khawatir. Juga tidak perlu menanggung beban ini. Paris, memangnya kamu pernah pergi ke kota Paris? Sudah antri berbaris sampai kota Paris? Aku merasa kalau wajahmu ini lebih tebal dari batu bata.

Sungguh beruntung kamu ada di sini. Apakah kamu sudah mempersiapkan diri ? Mulai sekarang dan sampai waktu yang cukup lama ke depan, aku akan memulainya dari 0 lagi. Aku juga tidak tahu sampai kapan kita bisa bertahan, tapi aku tetap mau mencobanya dulu. Sampai minus pun tidak ada masalah. Apakah kamu masih ingat perkataanku dulu?

Rencanaku tidak akan pernah berubah. Segelas latte panas! Mohon maaf, aku terlambat. Pengacara Tang, hari ini Lin Huafeng mengundang kita ke sini, apakah ada masalah yang terjadi lagi? Bibi hanya mengundangku ke sini, tapi tujuan ke sini untuk apa, dia tidak memberitahuku. Apakah kamu juga tidak tahu? Ya. Ini sedikit aneh.

Sejak dia menemukan sepasang sepatu beberapa hari yang lalu, dia bertindak seperti orang gila. Misterius. Juga tidak tahu apa yang dia inginkan. Aku sampai dibuat bingung olehnya. Tuan Yi, menurutmu apa penyebabnya kali ini? Mari kita pikirkan terlebih dahulu cara pencegahannya. Kalau tidak begini saja, aku keluar sebentar untuk menelepon bibi. Pengacara Tang, mohon maaf,

Kamu bilang padanya, umurku sudah tua, aku tidak bisa menanggung rasa depresi ini, harap dia bisa melepaskanku. Baik! Kalau begitu aku akan melepaskanmu. Bibi. Benarkah yang kamu katakan? Pengacara Tang! Pengacara Lu! Yi Jiayan, hari ini aku datang ke sini untuk memberitahu kalau aku setuju untuk bercerai. Benarkah? Kamu sudah setuju untuk bercerai. Bibi,

Kenapa tidak berdiskusi denganku terlebih dahulu? Kamu tidak perlu memikirkan tekanan dari pihak pasanganmu. Pengacara Tang, selama beberapa waktu ini, aku sudah merepotkanmu, aku sudah berpikir untuk waktu yang cukup lama. Sepasang sepatu itu adalah sepatu yang dihadiahkan Lao Yi kepadaku ketika masih muda, yang terus menerus tersimpan dengan cantik di dalam ingatanku,

Tapi aku sudah melupakan bentuk aslinya, karena sekarang sudah menemukannya, jadi aku datang untuk memenuhi janjiku. Bibi Lin, apakah kamu sudah memikirkannya dengan matang? Bibi, kalau hari ini kamu sudah menandatanganinya, nanti mau menyesalpun sudah terlambat. Setelah bertahun-tahun berdebat, terjerat dalam situasi seperti ini selama bertahun-tahun, sekarang sudah tidak memiliki tenaga untuk melanjutkannya lagi.

Tadi Lao Yi juga sudah mengatakan, umur kita sudah tidak muda lagi, sudah tidak bisa menanggung beban depresi. Pernikahan ini bisa berubah seperti sekarang ini, bercerai atau tidak, apa bedanya? Karena kamu sudah memikirkannya dengan baik, besok kita akan pergi jalankan prosedurnya. Baik! Sekarang, kedua pengacara juga ada berada di sini,

Mari kita membagi aset dan properti kita dan menyusunnya. Kita sudah hidup bersama selama bertahun-tahun, aku juga tidak pernah memberikan sesuatu yang berharga ke dalam rumah. Kalau kamu melihat sesuatu yang cocok, yang kamu suka, kamu ambil saja. Kamu simpan saja. Di depan rumah ada 2 buah panci yang biasanya kamu tidak rela menggunakannya,

Kuberikan padamu juga. Gramofon yang dihadiahkan kepada kita sebagai mas kawin, kalau kamu menyukainya, kuberikan kepadamu. Tidak bisa. Itu adalah mas kawin untukmu. Itu barang antik. Jangankan barang antik, bahkan biarpun yang berada di depanku ini adalah model yang terbaru, ini hanya sebuah alat yang tidak ada fungsinya, setumpuk besi tua,

Kamu bawa pergi untuk mendengarnya dan barang itu masih ada sedikit nilai harga. Kalau begitu terima kasih. Lemari besar yang waktu itu aku buat lumayan bagus, kuberikan padamu. Kamera yang kita gunakan untuk pergi berwisata, kuberikan padamu. Baik. Mesin cuci itu kuberikan padamu. Mesin cuci itu untukmu, biasanya kamu tidak pernah mencuci baju.

Sendi tanganmu kurang bagus, kamu jangan sering mencuci pakaian dengan tangan, mengerti? Lemari es dan oven itu untukmu. Tidak perlu. Aku tidak perlu lemari esnya, karena aku hanya sendiri, ke depannya, jalan keluar rumah bukannya sudah beres. Sampai jumpa! Perasaan tempat ini hari ini membungkus kita seperti sebuah roti, kenapa suasananya terlihat begitu aneh?

Saudara Mo, bahkan ketika kita berdua sedang mempunyai beban pikiran,kita berdua tetap sejalan, apakah benar tidak ada masalah? Demi Ling Xi, kamu melepaskan pekerjaanmu, apakah kamu tidak berpikir kalau itu sangat disayangkan? Memang sangat disayangkan, karena pekerjaan itu sesuai sekali dengan yang aku inginkan, tapi kehilangan pekerjaan, kita masih bisa mencarinya lagi. Ling Xi,

Hanya ada satu. Berubah menjadi seekor serigala, demi cinta, rela menempatkan diri sendiri di posisi yang begitu rendah. Benar-benar membuatku terkagum-kagum. Sebenarnya kebalikan dari itu, aku sendiri yang mengangkat diriku terlalu tinggi. Jika kedua orang sedang bersama dan tidak khawatir mengenai kebutuhan pokok sehari-hari, itu hal yang paling bagus, Tapi kalau terjadi sebuah perselisihan,

Maka pasti ada salah satu pihak yang berkorban. Aku adalah kepala keluarga. Aku yang akan mencari uang untuk memberi nafkah ke keluarga, ini memang sudah seharusnya dilakukan. Aku menggunakan pekerjaanku untuk memberikan Ling Xi sebuah kesempatan untuk menukar pekerjaannya. Jadi, aku merasa kalau aku memang penting bagi Ling Xi. Aku menarik kembali ucapanku.

Aku memang orang yang berpikiran sempit. Tapi jangan sampai kamu memberitahu Ling Xi. Tapi itu tidak masalah. Bagaimanapun juga, kamu sudah mau pergi. Apakah kamu benar-benar mau pergi? Mengganti lingkungan baru, mengganti suasana hati baru juga. Kalau begitu aku tidak akan mengantarmu, aku paling benci dengan adegan perpisahan seperti ini. Tapi ke depannya nanti,

Kalau aku merasa bosan, siapa yang bisa aku ajak untuk bermain panahan? Kata-katanya sama saja. Sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku tanyakan, kamu jangan menganggapku cerewet, ya. Apakah kamu benar-benar sudah bisa melepaskan Tang Cheng? Kalau tidak bisa melepaskan, lalu harus bagaimana? Tidak akan ada hasil yang baik kalau kita berdua jalan bersama.

Dan aku tidak pernah bisa tahu apa yang ada di dalam pikiran dia. Tapi bagaimana kalau dia itu benar-benar tulus? Aku pernah melihat dia dalam kondisi patah hati, aku tidak melakukan sebuah analisis emosional, tapi seharusnya kamu sudah tahu apa jawabannya. Tang Cheng! Tang Cheng! Kenapa kamu bisa tertidur di sini? Tunggu sebentar.

Trik macam apa lagi ini? Lu Ziyue! Kamu itu sebuah tas besar! Pria berwajah cantik! Pergi kamu! Bangunlah, jangan tidur di sini, aku akan mengantarmu pulang. Kamu itu seperti bulan di dalam air, pupuk di dalam jamur, sabun, kotoran hidung di usus babi. Kenapa aku begitu sulit sekali untuk mendapatkanmu? Kamu minum begitu banyak arak,

Ayo bangun. Aku antarkan kamu pulang. Lu Ziyue, kamu tidak punya perasaan. Kenapa harus bersikap seperti itu terhadapku? Apakah kamu tidak tahu kalau aku sangat merindukanmu? Silahkan masuk! Apakah kamu sudah tahu kenapa aku ke sini mencarimu? Aku sudah tahu. Kamu tidak perlu mengatakannya lagi. Kenapa begitu cepat kehilangan semangat? Tidak. Tenang saja.

Tidak ada masalah. Meskipun kali ini sudah gagal, tapi aku sudah belajar tentang banyak hal. Tidak masalah jika gagal kali ini. Berikan aku waktu 1,5 tahun, aku akan menjadi seorang pahlawan. Lalu, terima kasih karena selama ini sudah banyak membantuku, setelah aku sukses nanti, aku akan membalas kebaikanmu. Sudah, melihat kamu begitu serius,

Begitu serius intropeksi diri, aku jadi tidak ingin memberitahumu kalau masih ada satu kesempatan lagi. Apa katamu? Tim auditor sudah mengatakan, semoga besok kamu bisa membujuk mereka. Ini serius? Memangnya aku kelihatan seperti bercanda? Terima kasih Bos! Terima kasih papa Jin zhu! Terima kasih Direktur Li! Orang-orang di perusahanmu benar-benar baik. Semuanya adalah orang baik.

Orang baik seperti kalian pasti akan mendapatkan pahala, menghasilkan uang yang banyak. Terima kasih Direktur Li! -Jangan khawatir! -Sudah, sudah. Aku pasti akan memenuhi harapan kalian. Sekarang juga aku akan pulang untuk melakukan persiapan dengan baik. Sampai jumpa Direktur Li! Sampai jumpa Direktur Li! Direktur Li jaga badan, ya!

Apakah kamu tidak mau mempertimbangkan pekerjaan ini lagi? Mohon maaf, aku terpaksa menolaknya. Itu… Bisakah kamu memberitahu kami alasannya? Maaf, aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Apakah bagimu sekarang, aku masih dianggap sebagai sebuah serpihan? Apa yang ingin kamu tukarkan? Kalau jabatan itu masih membutuhkanku, aku ingin menggunakannya untuk menukarkan sebuah kesempatan. Kesempatan apa?

Sebuah kesempatan untuk Ling Xi. Suasana hatimu begitu gembira. Apa yang terjadi? Coba katakan padaku. Li Yuhang berkata mau memberiku sebuah kesempatan dan memintaku besok untuk komunikasi langsung dengan tim auditor, program kerjaku diberikan kesempatan lagi. Benarkah? Kalau begitu malam ini aku tidak usah tidur, aku membantumu membuat persiapan, membantumu memeriksanya juga. Siap tuanku!

Tapi kamu sepertinya sudah mengetahui hal ini dan masih menyiapkan begitu banyak makanan enak. Ini, bukan begitu. Aku mau memberitahumu sebuah berita baik. Resume pekerjaanku yang sebelumnya sudah ada jawaban, aku juga sudah bisa segera bekerja. Benarkah? Pekerjaan yang mana? Kebetulan sekali. Itu perusahaan yang sama dengan tempat kamu bekerja, Mozi Capital. Seriuskah?

Tentu saja benar. Aku sangat menyukai pekerjaan ini, kemungkinan besar besok sudah bisa mulai bekerja. Kak, hebat juga bisa menyembunyikan dariku, dan bahkan tidak mau memberitahuku. Tidak heran, kamu bisa menyiapkan begitu banyak makanan untukku, ternyata sudah mendapatkan gaji. Berapa gaji yang ditawarkan mereka? Berapa gaji tahunannya juga? Apakah kamu mendapatkan kekuasaan tertinggi di sana?

Aku tidak berharap kamu mau memberikanku semua informasi itu, tapi bisakah kamu membiarkan aku lewat jalur belakang? Apakah kamu tidak pergi ke sana lagi? Tentu saja pergi. Melakukan kegiatan ramah lingkungan adalah hobiku, aku minta persetujuan dulu darimu. Ke depannya aku akan sering melakukan kegiatan ramah lingkungan dengan dia. Tentu saja aku menyetujuinya.

Ayo makan sedikit! Aku tidak lapar. Aku tidak mau mengganggu dunia kalian berdua. Tidak masalah. Mulai sekarang kamu tidak sendirian lagi. Yang sedang mabok arak, masih bisa berpikir dengan jernih. Ziyue! Lihat, ada bunga aprikot berwarna merah muda yang keluar dari dinding, kenapa kamu tidak datang mencariku?

Dua ekor burung orioles berwarna emas sedang menyanyi di tengah perpohonan willow, kenapa kamu tidak datang mencariku? Tiga puluh butir debu dan pasir yang terkenal, kenapa kamu tidak datang mencariku? Empat helai senar yang retak seperti sehelai sutra, kenapa kamu tidak datang mencariku? Hebat kamu. Kalau masih memiliki kemampuan, teruskan menghafalnya. Aku masih bisa menghafalnya,

Aku juga bisa menulis puisi. Kenapa kamu tidak datang mencariku? Seharusnya kamu datang mencariku, kenapa kamu tidak peduli kepadaku? Kenapa kamu mendorongku jauh? Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing

Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sedikit sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu yang menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku

Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan-lahan berpaling melihat wajahmu Tangan yang sedikit hangat dan sinar bulan yang redup Cahaya lampu yang lemah, wajah yang kecil

Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku