【FULL】My Mowgli Boy EP12【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Dunia dengan keberadaan dirimu yang pertama kali kusadari Sepasang mata yang menatap tembus jiwaku Setiap hal kecil yang tiada hubungan Mengapa kau bisa melihatnya Aku yang dulu sebelum bertemu denganmu Tidak pernah terpikirkan cinta seperti apa Apakah kau juga sama kau seperti angin yang datang Membawaku pergi meninggalkan kumpulan manusia
Memeluk langit yang biru Jika kau angin yang lembut Biarlah aku mengembara bersamamu Bergandengan tangan dan mulai lagi memahami jelas pemandangan Memahami jelas pemandangan Mungkin saja suatu hari angin akan berhenti Jika bisa Aku berharap dapat membuat janji denganmu Berjumpa di tempat yang dulu Tidak peduli berapa banyaknya awan Hujan deras ataupun cuaca cerah
Menghirup udara yang sama Apakah kau tetap sama Mempertahankan hati yang paling semula Tetap suka melihat bintang Jika kau angin yang lembut Biarlah aku menjadi lonceng anginmu Setiap hari mendentingkan suara kebahagiaan My Mowgli Boy Episode 12 Aku sedang berpikir, jangan-jangan kamu menyukaiku? Kamu serius bertanya kepadaku? Iya. Aku sangat serius. Benar, aku menyukaimu.
Jangan-jangan nanti pada akhirnya, kamu akan bilang, kamu sedang bercanda denganku? Tidak, dengan sangat serius aku memberitahumu Aku menyukaimu… salah, salah, salah. Hubungan di antara kita itu bukannya seperti saling beradu mulut, saling menyalahkan? Percayakah kamu kalau aku sudah menyukaimu selama 20 tahun? Tidak percaya. Percayakah kamu sejak kecil aku selalu menjahilimu
Cuman sekedar untuk mendapat perhatian darimu? Tidak mungkin. Percayakah kamu kalau lemari besiku tidak terdapat barang berharga apa pun, yang ada hanyalah barang yang ingin aku berikan padamu, tetapi belum sempat aku berikan padamu. Sudah kukatakan tidak percaya. Aku bilang aku suka padamu. Lucu sekali, aku hanya bercanda. Bodohnya dirimu. Kamu percaya, kan?
Kamu bodoh sekali. Lihat aku tertawa sampai mengeluarkan air mata. Apakah kamu memiliki perasaan jantung hampir berhenti, kemudian merasa serba salah dan perasaan terbengong? Ya, jantungku hampir berhenti. Kamu jahat sekali. Benar. Aku merasa sangat bahagia hari ini. Sudah bertahun-tahun, pertama kalinya mengerjaimu sebahagia ini. Benar, aku sangat bahagia. Jadi hari ini aku harus minum
Untuk merayakannya. Aku habiskan, kamu silakan. Bersulang. Aku tiba-tiba teringat aku masih banyak urusan di kantor. Aku lupa. Aku tidak jadi makan denganmu. Aku harus kembali menyelesaikan sesuatu. Makan denganmu hanya menghabiskan waktu. Pergi dulu, sampai jumpa. Kakak Zheng Li, masa lalu, kalau bisa jangan diungkit. Setelah diungkit, abu hanya akan mengaburkan mata.
Aku pernah mengira, selama kamu tidak membongkar, aku akan terus mempunyai harapan. Mempunyai harapan, masih mempunyai alasan untuk bangun, memiliki arah untuk berusaha. Tetapi sekarang, semua ini sudah tidak ada lagi. Laut adalah kenangan dari langit. Di dunia yang terbalik ini, kita masih tetap mempunyai bintang yang penuh dengan ketidakpastian. Pada saat menulis lagu ini,
Dunia telah berbalik. Cinta yang kecil akan berubah menjadi sangat besar dan dalam. Kamu bilang warna langit diam-diam telah merubah pandanganku menjadi jernih. Kamu akan menemaniku menunggu matahari terbenam setiap harinya. Sebuah film perpisahan telah dirilis dengan misterius. Ternyata, orang yang berada dalam keadaan paling sedih dan sakit, sama sekali tidak meneteskan air mata,
Air mata selamanya Akan mengalir ketika semuanya telah selesai. Terbangun dari mimpi. Ling Xi, dalam 2 hari ini, aku dan Bibi Wen akan keluar kota, ulang tahunmu terletak agak belakangan. Kita tidak merayakannya bersamamu secara terpisah lagi. Kamu rayakan dengan Kakak Ling Yu ya? Orang banyak akan lebih ramai. Kami juga mengundang Kakak Zheng Li
Untuk ikut merayakan. Dia adalah teman baik kalian kan? Ling Xi, cepat tiup lilin dan berdoa. Terima kasih, Kakak Zheng Li. Aku masih tetap memiliki doa seperti tahun lalu. Semua doa yang telah dipanjatkan, akan terkabulkan setelah lilinnya ditiup. Kenapa kamu meniup lilinku? Setelah kamu tiup, doaku tidak akan terkabul lagi. Ling Xi, tidak apa-apa
Kita hidupkan lagi saja ya. Tiup sekali lagi sudah berbeda dengan yang tadi. Ling Xi, nanti Bibi pergi belikan kue yang baru, ya? Beli yang baru tetap berbeda dengan yang tadi. Aku mau yang ini. Aku benci kalian! Ini adalah rumahku. Kalian merebut rumahku, merebut ayahku. Sekarang kue ulang tahun pun kalian rebut.
Keluar dari sini! Ling Xi. Ling Xi, kenapa kamu begitu keras kepala? Ling Xi , Ling Xi Sudah menangisnya? Aku tahu kamu ingin meniup lilin. Lilin ulang tahunmu sendiri. Bukan! Aku hanya ingin berdoa. Setiap tahun hanya bisa memanjatkan satu doa, bagiku itu sangat penting. Memuaskanmu. Ini, kue buatmu. Tidak ada lilin.
Ini, lilin juga ada. Berdoalah. Aku harap ibu akan pulang menemuiku. Tiuplah! Biarkan aku tiup sekali lagi, aku pasti bisa mematikan apinya. Kamu lihat dirimu, ini. Seperti ini, gunting batu kertas. Gunting batu kertas. Sini. Mereka bilang, di dalam hidup akan bertemu 2 orang seperti ini. Satu orang yang berbenturan dengan masa muda kita,
Satu lagi orang yang mendukung kita di dalam hidup kita. Udara di luar sangat dingin, sangat disesalkan, kenapa kamu bukanlah orang tersebut? Dua orang yang saling menjaga. Aku menghabiskan semua masa mudaku hanya untuk menyukaimu. Mungkin suatu saat, tidak dapat lagi ditemukan orang yang rela berbuat apa pun demi dirimu.
Yang menggunakan semua tenaganya hanya untuk mencintai. Semua detail masa lalumu sudah kamu lupakan. Ling Xi, Ling Xi, ayo kita pulang. Telapak tanganku sangat dingin. Pernahkah kamu bepikir untuk meninggalkan semuanya dan mencintaiku? Jika kamu setuju maka aku akan bersikap lembut terhadapmu. Sederas apa pun hujannya aku tidak akan pergi. Walaupun dada masih terasa sakit,
Kugunakan semua tenaga yang ada untuk menyangkal perubahan dunia. Tetapi tetap saja disakiti oleh kejamnya kenyataan yang ada. Dapatkah menolongku? Memelukku? Dengarkan aku, aku bilang aku menyukaimu. Dapatkah menolongku? Memelukku? Dengarkan aku. Ayo makan! Kalau kamu masih tidak mau keluar Mowgli akan segera membuat dapur ini terbakar. Ayo. Lihatlah ekspresi mukamu ini.
Ekspresi yang pahit sekali, seperti sayuran yang ada di daging ini. Sini, duduk. Walaupun penampilannya kurang menarik, tetapi rasanya sangat enak. Kalian berdua coba dulu rasanya. Bagaimana rasanya? Aku kira ada sesuatu yang berbeda. Rasa ini, bukan hanya dapat membuat orang melupakan masalah mereka. Juga mampu membuat orang melupakan indera perasa mereka. Benarkah? Sepertinya
Memang kurang enak ya. Ling Xi, jangan dimakan lagi. Tidak perlu demi untuk meminta maaf padaku. Kamu sampai harus memuji masakkanku. Kamu kenapa? Sadarlah. Jangan dimakan lagi. Pahit sekali. Kamu malam ini kalau tidak ingin tidur dirumah, datanglah kerumahku tidur bersamaku. Kita masih tetap seperti dulu. Sama-sama makan mi instan. Tidak, tidak, tidak.
Kita makan itu makanan yang paling kamu sukai, sate. Aku tidur dulu, kalian makanlah. Baru jam 8 malam kamu sudah mau tidur. Kemudian? Tidak ada lagi. Itu, aku tanya kamu, perempuan bagaimanakah yang demi menjahilimu bahkan dia sampai menciummu? Kamu sedang membicarakan Ling Xi? Aku kurang paham soal Ling Xi. Tetapi kalau menurut logika….
Salah, salah, salah. Sejak aku mengenal Tang Cheng, aku tidak mampu menggunakan logikaku untuk menilai seorang wanita. Kamu sudah salah orang, tidak seharusnya kamu bertanya kepadaku, aku tidak tahu. Ayolah, kenapa kamu kelihatan lebih bingung daripada aku? Kamu minum terlalu banyak. Aku tanya kamu, misalnya ya, misalnya kalau Ling Xi benar-benar menyukaimu.
Si Bodoh, Si Bodoh Si Bodoh, Si Bodoh, Si Bodoh. Aku mematahkan tulang, kamu meminum darah. Bagaimana? Apakah enak? Tidak disangka, perasaan yang didapat dari memotong-motong barang ini, cukup menyenangkan. Ini bukan hanya dipotong-potong. Ini sudah dicincang. Makanan ini lumayan enak. Makan sebanyak apa pun Harus ada mi instan baru terasa enak. Tunggu dulu,
Aku mempunyai sesuatu untuk kalian. Kamu lihat, yang monyet kecil ini untuk kamu. Yang kelinci kecil ini untuk Ling Xi. Dan serigala kecil ini, lihatlah, ini untukku sendiri. Sumpit ini semua terbuat dari endapan bubuk jagung, sangat ramah lingkungan. Adanya mereka barulah disini terlihat seperti rumah. Memang pakar lingkungan yang baik. Merepotkan pengurus rumah.
Aku beranggapan kamu sedang memujiku. Terima kasih. Enak? Lihatlah makanan ini. Pada saat makan di luar, rasanya kurang enak. Tetapi jika dimakan di rumah tambah sedikit cabe, akan menjadi sangat enak. Dengar-dengar Ziyue bilang jika makan yang pedas akan memacu adrenalin, ya? Dia juga bilang kalau makan yang pedas akan membuat orang merasa senang, ya?
Kalau begitu aku akan membawa semua makanan ini berikan untuk Ling Xi. Tunggu dulu. Yang dia butuhkan sekarang adalah ketenangan. Sekarang kamu pergi melihatnya, jika dia sedang menangis bagaimana? Kamu dapat menghiburnya? Aku belum pernah melihat dia menangis. Tentu saja! Mana mungkin dia menangis di depanmu. Perasaan sensitif dan rapuhnya
Telah dia berikan semuanya kepada Zheng Li. Tetapi, dia tidak berani memperlihatkannya. Hanya disimpannya sendiri. Kali ini, benar-benar sudah terkena titik lemahnya. Jangan-jangan akan terjadi sesuatu nantinya. Kehidupan sosial kalian sungguh rumit. Menurut aku, kalau memang suka, maka rebutlah dia kemari. Tahukah kamu, waktu aku di hutan, jika aku menyukai sesuatu,
Makan di depan barang yang disukai itu, maka harus menunjukkan kekuatan. Kalau tidak akan tersingkirkan. Betul. Kamu juga tidak mengerti perasaan berkorban, kan? Dulu, aku sama sekali tidak mengerti, kenapa dia selalu tengah malam mengendarai mobil pergi ke rumah Zheng Li? Hanya untuk melihat dia menyalakan lampu jendelanya. Kenapa merobek semua tisu yang ada?
Hanya untuk mencari satu yang cocok untuk infeksi hidung. Akhirnya aku baru tau, sebenarnya dia sedang menikmati perasaan berkorban untuk orang lain. Di dalam semua proses ini dia menyadari ada orang yang dia perhatikan. Dengan demikian maka dia tidak akan merasa sendiri dan kesepian. Jadi dia sama sekali tidak pernah mendapatkan balasan?
Aku rasa mencintai seseorang itu adalah memiliki rasa bergantung pada perasaan itu. Rasanya seperti sop sapi pedas, kebas dan pedas seperti tersengat listrik. Membuat kita tidak bisa berhenti memakannya. Tetapi rasa ini hanya orang yang makan yang mengerti. Sebaliknya sekarang aku masih kurang mengerti. Tetapi, aku sangat salut kepadanya. Menurutmu,
Kita harus bagaimana supaya kita dapat membantunya? Ingatan orang itu, memiliki mekanisme pilihan. Hanya akan mengingat apa yang mereka pilih untuk diingat. Kemudian lupakan yang tidak menyenangkan. Jika dia memilih untuk menghindar, maka yang bisa kita lakukan adalah mendukungnya. Bagaiamana mendukungnya? Anggap saja semuanya tidak pernah terjadi. Ke depannya, seperti Zheng Li, pacar.
Pacaran, putus cinta. Sedih, menangis. Suka, kata-kata ini jangan pernah diungkit Kata-kata yang hampir mirip pun jangan diungkit. Aku tahu ini. Dalam kartun jika terdengar kata-kata yang sensitif akan seperti ini? Pintar! Halo. Apakah kamu menginginkan kesempatan untuk mengulang semuanya? Apa kabar, Nona Ling? Saya adalah Customer Service Xiangxun. Minyak esensial yang Anda pesan
Sudah sampai. Perlu saya kirimkan sekarang? Apakah jenis yang tidak menyebabkan alergi itu? Benar. Ini adalah minyak keluaran terbaru dari kami. Tidak perlu dikirim lagi. Saya langsung ke sana mengambil. Terima kasih. Hari ini berkaitan dengan kehidupanku selanjutnya, ada pekerjaan penting yang harus aku selesaikan. Jika tidak sampai terlalu mendesak,
Kamu bantu aku jaga Ling Xi dulu. Jangan ganggu aku. Maaf, aku tidak mau lagi. Lain kali tidak perlu simpankan buat aku lagi. Terima kasih. Kamu tidak jadi keluar? Kalau tidak kamu pergi cuci muka dulu, agar kamu keliatan lebih segar. Oh iya, semalam Saudara Ziyue mengajariku satu cara membaca
Cara para pembaca berita membaca berita. Aku… aku… aku sekarang bacakan buatmu ya. Sekarang semakin banyak orang-orang yang lahir pada tahun 90-an Sudah masuk pada usia cocok untuk menikah. Tetapi menurut hasil peneilitian, 43 persen orang-orang yang lahir pada tahun 90-an memilih untuk single. Mereka menyebut diri mereka yang single sebagai sarang burung kosong berkualitas.
Dalam kehidupan, pekerjaan yang tetap, kelihatannya sangat sempurna. Tetapi kehidupan seperti ini, dan kehidupan sosial ini, membuat anak yang lahir tahun 90an memilih untuk single, melewati kehidupan. Menurut penelitian, kebanyakkan orang kelahiran tahun 90-an tidak mencintai sosial. Jangankan untuk berkenalan dengan orang asing, kebanyakkan hobi mereka adalah selain belajar dan bekerja, ada 62,8%
Orang single kelahiran 90-an memilih untuk menonton film di rumah menjadi anak rumahan. Disebut anak rumah berkualitas. Aku membeli kesukaanmu. Aku membeli itu makanan kesukaanmu. Aku membeli roti kesukaanmu, juga kopi. Kamu mau makan? Baiklah, mari kita jelaskan. Aku sudah tidak tahan lagi. Kamu dan dia hanya itu, kan?
Dia kan orang yang paling kamu itu, kan? Tapi Tang Cheng juga bilang, walaupun itu, juga bukanlah hal yang besar. Aku sudah tahu. Jika kamu sudah mengerti kamu jangan selalu sama siapa, siapa lagi? Biarkan aku menenangkan diri. Apakah kamu ingin jalan-jalan? Aku dapat menemanimu. Aku masih belum kepikiran mau kemana. Chi Xu,
Memonya sudah kamu terima, kan? Kenapa kamu tidak berani menemui aku? Aku hanya mengambil yang menjadi bagian kepunyaanku saja. Kamu sekarang bersembunyi juga tidaklah baik. Chi Xu, Kamu mau bermain permainan menghilang ya? kalau kamu begini terus, aku akan lapor polisi. Chi Xu, kamu cari siapa? Ini rumahku. Kamu siapa? Rumahmu? Rumah ini sudah dijual.
Laki-laki yang menjual rumahnya padaku bermarga Chi. Kalau kalian dulu memiliki masalah uang. Itu tidak ada hubungannya dengan diriku. Kalau kamu ingin mencarinya, Teleponlah dia. Telepon yang Anda tuju tidak dapat dihubungi. Aku tidak percaya kamu tidak mengangkat telepon. Sungguh gigih dan merasa bahagia di dalam proses ini. Kenapa kamu tidak mengangkat telepon?
Apa yang kamu sembunyikan? Direktur Xiao Zheng mencariku. Masalah kita bisakah nanti baru dibicarakan? Baik. Aku akan mempersingkatnya. Rumahmu telah kamu jual, kenapa uang hasil penjualannya kamu berikan kepadaku? Kamu sembarangan ngomong apa? Perabotan rumahnya sudah hancur seperti itu. Rumah hancur seperti itu masih ada yang mau? Chi Xu,
Orang nya pun sudah tinggal di dalamnya. Kamu di sini berbicara omong kosong denganku, apa artinya? Semuanya sudah saling kenal, aku tidak ingin berbohong kepadamu. Kalau tidak begini, kamu sekarang periksalah rekeningku. Aku sekarang memperlihatkannya padamu, tidak sampai seratus dollar. Kalau tidak begini saja, Kita bagi 2 masing-masing setengah. Kamu berikan semua uangmu padanya,
Kita sudah bersama-sama sejak lama. Kamu menghindari aku, sampai gaji pun tidak kamu serahkan padaku. Kamu malah memberikan semua uangmu kepadanya. Baik. Kalian sekarang adalah suami istri. Sekarang kita cari dia, kita minta. Apa? Jangan menarik-narik aku. Kamu takut aku mengambil keuntungan darimu? Mengambil keuntungan? Mengambil banyak keuntungan? Kamu? Aku sama sekali tidak tertarik,
Sama orang yang telah tidak menarik. Sebelumnya aku mengira saling menghormati sudah cukup. Kadang-kadang masih bisa baik. Sekarang baru menyadari bahwa kamu sama sangat membosankan. Kamu katakan sekali lagi. Kamu tahu tidak, masalah kita terletak di mana? Yang paling aku benci adalah jika kamu mengalami suatu masalah, maka kamu akan merepet terus tentang hal itu,
Seperti tahu tua. Membuat orang semakin benci padamu. Betul. Kamu masih meminta uang dariku. Kamu tahu tidak sekarang untuk menghidupi seorang anak membutuhkan uang sebanyak apa? Pengeluaran sebulan berapa kamu tidak tahu kan? Kamu sama sekali tidak mengerti. Chi Xu, bisakah kamu jangan begitu lari dari tanggung jawab? Lari dari tanggung jawab? Baik.
Aku akan membicarakannya dengan kamu. Bai Yiling Jadi orang jangan terlalu tamak. Bukannya kamu baru mendapatkan orang kaya? Kamu masih mengingat aku yang tak seberapa ini buat apa? Aku… Jangan kira aku tidak tahu, bantu kamu pindah rumah, tinggal di apartemen bagus. Bantu menyelesaikan masalah. Aku rasa cukup baik. Orangnya kaya dan tampan, lembut perhatian.
Dengan begitu, setelah cerai denganku, berarti aku telah memenuhi keinginanmu, benar, kan? Direktur Xiao Zheng, aku berikan beberapa nasihat, Kamu sudah cerai dengan dia. Kehidupan pribadinya ada hubungan apa lagi dengan dirimu? Kemudian kewajibanmu merawat anak, atas dasar apa kamu alihkan kepadanya? Direktur Xiao Zheng, tidak harus sampai Anda sendiri yang menyelesaikannya, kan?
Aku tadi hanya bercanda dengannya saja Benar, kan? Kalau begitu masalah ini nanti baru kita bicarakan lagi. Kamu keluar saja dulu. Sebenarnya, aku mencarimu juga tidak ada masalah yang penting. Aku melihat kamu sibuk menghindariku, masalah jadi terbengkalai. Aku sengaja mengambil waktu kerja sebentar agar bisa kita selesaikan. Begini saja, kita selesaikan utang yang harus
Kita selesaikan, ya? Direktur Xiao Zheng, aku rasa tidak perlu sampai begitu. Masalah pribadi adalah masalah pribadi, tidak harus dicampur aduk, kan? Jika seseorang masalah pribadi pun tidak dapat diselesaikan dengan baik, bagaimana aku bisa percaya orang tersebut dapat menyelesaikan masalah pekerjaan? Benar, kan? 2 hari. Aku beri kamu waktu 2 hari.
Kalau kamu syarat dari pengadilan. Jika tidak mampu kamu selesaikan, maka aku mempunyai alasan untuk mencurigai rasa tanggung jawabmu. Orang yang tidak mempunyai rasa tanggung jawab, perusahaan kami tidak akan bekerja sama dengan orang seperti itu. Kalau tidak dikerjakan dengan baik, aku akan memutuskan kontrak kerja sama. Data ini kamu bawa pulang pelajari lagi. Maaf,
Tadi aku sedikit terdesak, Jangan masukkan ke dalam hati ya. Masalah tadi jika karena kamu, aku juga tidak tahu bagaimana menyelesaikannya. Kalau begitu, aku ajari kamu. Lain kali kalau bertemu orang seperti itu, kamu harus lebih keras kepadanya. Jangan biarkan dia memperdaya dirimu. Kalau masih ada kejadian seperti ini. Panggil saja aku.
Aku bantu selesaikan saja ya? Terima kasih, Direktur Xiao Zheng. Masalah tadi mungkin akan menyebabkan gangguan yang tidak perlu buat kamu. Aku akan mencari kesempatan untuk menjelaskannya. Sebenarnya, karena dia lari dari tanggung jawab, aku baru memberikan tekanan kepadanya. Kamu tidak usah terburu-buru menjelaskannya. Tunggu sampai dia sudah membayar uangnya baru kita bicarakan lagi, oke?
Oh iya. Masih ada satu hal lagi. Kemarin kamu membantuku, sepatumu sampai rusak. Jadi, aku sudah belikan lagi buat kamu. Pada waktu beli, aku tidak tahu kamu suka atau tidak. Cuma pelayannya bilang, sepatu ini dipakai tidak akan terasa capek. Maka akhirnya aku beli. Anda terlalu sungkan. Sebenarnya, kasus Direktur Chen bisa terselesaikan.
Kamu mempunyai jasa yang besar. Sebagai seorang bos, aku harusnya memberikan hadiah kepada karyawanku. Tidak salah, kan? Terima saja. Kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi. Terima saja. Terima kasih Direktur Xiao Zheng. Aku sangat suka. Kalau ada kesempatan, aku akan mentraktir Anda makan. Anggap saja sebagai gantinya. Maaf ya.
Masalah kemarin itu aku yang salah. Mari bersulang. Ini adalah sikap kamu untuk minta maaf masalah kemaren? Gajimu sudah tidak mau lagi ya? Kerjaan juga sudah tidak mau kamu kerjakan lagi? Bukan. Aku kira cara apa yang bisa aku lakukan untuk menggantinya? Setelah memikirkannya, aku baru datang meminta maaf.
Kamu tahu kalau aku sama sekali tidak bersalah. Tapi masih tetap menyuruhku minta maaf. Mau taruh di mana mukaku? Baik. Anggap saja aku banyak maunya. Jangan, jangan, jangan. Bapak Hou. Bos Hou. Bapak Tua Hou, lepaskan. Aku beri tahu kamu ya, Bos Ma ini adalah pelanggan besar Perusahaan Firma Hukum Daren kita.
Banyak yang dia perkenalkan untuk kemari, kamu tahu tidak? Lumayan bagus, hanya beberapa kata darimu sudah mampu membuatku lari? Kamu rasa aku hebat atau tidak? Walaupun orang tidak cocok dengan pandanganmu. Kenapa? Salahkah? Kamu pengacara ini dapatkah profesional sedikit? Pertimbangkan permintaan pelangganmu. Kamu dengar tidak apa yang aku katakan? Aku ingin mendengar. Tetapi,
Kebiasaan dia ini kamu juga tahu. Itu itu… itu tidaklah aneh. Itu sudah psikopat. Seheboh itukah? Walaupun orang ada satu kebiasaan kecil, terus kenapa? Melanggar hukum? Kamu menggunakan pandangan memilih pacarmu untuk memilih pelanggan? Lain kali mau kerja sama-sama siapa? Ya, ya, ya. Nasihat Anda betul. Selamat datang. Bos Hou. Bos Ma. Apa kabar?
Baik, baik, baik. Mari mari, silakan duduk, silakan duduk. Baik. Terima kasih Bos Ma sudah datang. Bos Hou. Anda juga. Untuk apa repot-repot begini? Sudah aku beri tahu dari awal, Pergi ke tempatku, Di sini terlihat berkelas. Makanan ini, dapat memberikan makanan yang bagus? Aku rasa rumah makan Bos Ma pastilah sangat berkelas.
Sebenarnya tidak dapat dikatakan. Aku ini orangnya sangat teliti. Kamu juga tahu, asalkan rasanya sudah pas, maka akan semakin nyaman. Makan, ayo mari makan. Misalnya makan ini…. Telah terjadi sesuatu dengan Ling Xi. Cepat bantu aku! Menggunakan bebek hidup ini untuk dimasukkan kedalam panci, dimasak kemudian dimakan. Bebek sangat bagus untuk kesehatan. Semakin aktif bebeknya,
Maka akan semakin enak. Rasa ini sungguh…. Bos Hou, sudah sampai mana? Sudah sampai di tempatku. Mari makan sesuap. Aku peluk kamu. Tidak mau buka mulut. Pasti, pasti. Araknya sudah datang. Mari mari tuangkan. Mari, Bos Hou. Bos Ma, mari kita bicarakan sesuatu. Biarkan Xiao Tang, biarkan Xiao Tang yang bicara saja. Baik. Xiao Tang.
Mari. Maaf. Aku tidak dapat datang untuk meminta maaf. Teman baikku kecelakaan. Xiao Tang. Dia… Ini… Sikap apa ini? Ini, ini bukan mempermainkanku, kan? Kamu. Kamu ini. Apa? Kamu tidak boleh pergi. Walaupun semalam tidak bertemu orang itu, tetapi jika hari ini, kamu telah bertemu orang yang tidak seharusnya kamu temui. Bagaimana?
Kamu harus ada harga diri sedikit. Apakah kamu ingin harga dirimu diinjak-injak di lantai? Jangan urusi aku lagi, bisa tidak? Apakah apapun yang aku lakukan kamu harus kamu urusi? Aku pergi ke kantor. Bukan pergi ke neraka. Kamu lepaskan aku. Lepaskan! Jangan halangi aku! Jadi kenapa kamu mengirimkan pesan seperti itu kepadaku?
Kamu kenapa mau pergi ke kantor? Kamu ke kantor untuk bertemu orang yang tidak seharusnya kamu temui. Bertemu orang yang tidak seharusnya ditemui. Kamu akan sedih, jika sedih maka kamu akan gegabah, jika gegabah kamu akan pergi mati. Banyak perempuan yang seperti ini kan? Banyak yang melakukan hal bodoh seperti ini, kan? Kemampuan mengertimu
Lumayan kuat ya. Aku kasih tahu sekali lagi ya. Aku tidak akan melakukan apa pun. Aku juga tidak akan bunuh diri. Aku sekarang mau pergi kerja, sudah mengerti? Lepaskan! Lepaskan aku, oke? Bagaimana? Aku hampir tidak bisa mengurusi dia lagi. Kamu tenang saja. Aku pasti akan lebih cepat mati daripada dia.
Kamu juga telah patah hati. Jangan ganggu aku, oke? Aku adalah hantu di kantor ini, kalau sekarang aku tidak pergi, maka masalah ini siapa yang akan urus? Aku lihat kamu sekarang seperti hantu gentayangan. Ayo ayo ayo, ayo pulang bersamaku. Siapapun jangan mendekatiku! Siapa lagi yang mendekatiku, aku akan segera lapor polisi. Jangan kejar.
Belum makan, sangat capek. Tidak ingin bergerak. Jadi kita tidak usah pedulikan dia lagi? Memangnya bagaimana? Biarkan dia pulang ke rumah, juga sangat kelihatan tidak bersemangat. Lebih baik biarkan dia di sini menggila sampai puas. Anak cucu ada keberuntungannya masing-masing. Aku lebih parah daripada dia. Kenapa aku harus datang ke lantai 38?
Direktur Meng, hati-hati di jalan. Baik baik. Sampai jumpa Sekertaris Bai. Ling Xi, kamu datang mencari Direktur Xiao Zheng? Aku bantu kamu kasih tahu dia dulu. Aku sudah hampir tidak punya ayah lagi. Dengar tidak? Ini bagaimana? Kalau tidak panggil ayah. Kamu kemari, aku kasih tahu kamu. Ayah, kepalamu. Sepatu hak tinggi. Kenapa? Ling Xi.
Iya, ada apa? Sepatu ini diberikan Zheng Li kepadamu? Benar. Kenapa kamu mau terima? Kamu sudah tahu tetapi kenapa masih mau menerimanya? Aku anggap kamu sebagai teman. Kamu anggap aku apa? Orang bodohkah? Aku anggap kamu sebagai kakak. Aku sudah berbicara dari hati ke hati kepadamu. Mereka tidak tahu. Apakah kamu juga tidak tahu?
Apakah kamu tidak tahu aku menyukai Kakak Zheng Li? Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sedikit sejuk dan malam yang ajaib
Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu yang menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sejuk dan malam yang ajaib
Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan-lahan berpaling melihat wajahmu Tangan yang sedikit hangat dan sinar bulan yang redup Cahaya lampu yang lemah, wajah yang kecil Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku