【FULL】My Mowgli Boy EP18【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Dunia dengan keberadaan dirimu yang pertama kali kusadari Sepasang mata yang menatap tembus jiwaku Setiap hal kecil yang tiada hubungan Mengapa kau bisa melihatnya Aku yang dulu sebelum bertemu denganmu Tidak pernah terpikirkan cinta seperti apa Apakah kau juga sama kau seperti angin yang datang Membawaku pergi meninggalkan kumpulan manusia
Memeluk langit yang biru Jika kau angin yang lembut Biarlah aku mengembara bersamamu Bergandengan tangan dan mulai lagi memahami jelas pemandangan Memahami jelas pemandangan Mungkin saja suatu hari angin akan berhenti Jika bisa Aku berharap dapat membuat janji denganmu Berjumpa di tempat yang dulu Tidak peduli berapa banyaknya awan Hujan deras ataupun cuaca cerah
Menghirup udara yang sama Apakah kau tetap sama Mempertahankan hati yang paling semula Tetap suka melihat bintang Jika kau angin yang lembut Biarlah aku menjadi lonceng anginmu Setiap hari mendentingkan suara kebahagiaan My Mowgli Boy Episode 18 Pergi sana! Pergi! Aku membuat kartu identitas agar bisa pulang ke sini untuk lebih sering menemanimu.
Aku takut kamu merasa bosan seorang diri di rumah, jadi aku bisa sering pulang untuk menemanimu memakai masker muka, makan BBQ dan juga nonton TV bersama. Rumah begitu besar, kalau kotor, orang malas sepertimu tidak mungkin bisa membersihkannya, aku juga bisa membantumu membersihkan rumah secara gratis,
Dan tentu saja semua itu butuh ada kartu identitas. Benar seperti itu? Tentu saja. Apa ada hal lain? Tidak ada lagi. Kamu bodoh sekali, siapa yang mau kamu bohongi dengan kartu identitas palsu yang kamu buat ini? Palsu? Sudah pasti, semua ini palsu, kartu identitas ? palsu, kartu pelajar juga palsu,
Kartu petugas militer, paspor, buku akte nikah, sertifikat orang cacat, buku akte nikah, kamu menikah dengan siapa? Kamu sudah ditipu orang, di mana kamu membuat ini? Lapor polisi sana! Ini semua palsu? Semua palsu! Jadi, di mana aku bisa membuat yang asli? Itu sangat gampang, asalkan kamu tahu siapa orang tua kamu…
Aku tidak punya orang tua, berarti bisa dibilang kalau seumur hidupku ini tidak akan mungkin memiliki kartu identitas. Ya sudah , lupakan saja, tidak masalah, aku juga sudah terbiasa, pasti ada cara lain. Aku sudah lapar, bisakah kamu menggoreng bistik sapi untukku? Tadi di swalayan aku melihat ada potongan harga,
Jadi aku membeli dua potong daging sapi, aku tidak berani beli banyak, takut kebanyakan, maukah kamu menggorengnya untukku? Banyak sekali maumu. sini kasih aku! Mari…ayo… Yixin, lama tidak bertemu – Ya. Yiling, paman bersulang untukmu. Mari, paman. Duduk, mari duduk. Yiling, meskipun Yixin lebih tua beberapa tahun dari kamu, tapi kalian berdua tumbuh bersama,
Dan hubungan kalian sangat erat. Benar. Sekarang anaknya Yixin sudah berhasil masuk ke universitas, kamu boleh menganggap dia anakmu sendiri yang masuk ke universitas, untuk pamer ke orang-orang, jangan pernah merasa sungkan! Baik. Sekarang membesarkan anak, tidak sama dengan ayah ibumu dulu yang begitu beruntung punya banyak waktu luang,
Tiap hari di rumah bisa bermain dengan kura-kura dan burung, tidak seperti kita, tiap hari harus mengaum seperti seekor singa. Ayah, kamu tidak mengerti, Yiling itu seorang wanita muda metropolitan di era baru ini, dia itu wanita dink, kamu tahu dink tidak? Dink? Anak muda sekarang, yang dikejar itu hanya kesenangan untuk diri sendiri,
Berbeda dengan kita yang masih berpikiran kuno. Aku beritahu kamu, meskipun melahirkan anak itu menyakitkan, tapi kalau tidak memiliki anak, itu juga tidak diperbolehkan, jadi Yiling, memiliki anak itu memang membuat khawatir, tapi kalau tidak memiliki turunan itu juga tidak boleh, tidak peduli bagaimanapun juga, tetap harus melahirkan satu, melahirkan lebih awal, lebih cepat membesarkan,
Lebih awal juga merasakan kebahagiaan, benar tidak? Kita tidak mendesak, tidak mendesak. Ibu, sampaikan ke ayah, kita izin pulang dulu. Anakku, kamu ingat tetangga kita yang dulu? Ingat! Anak mereka sewaktu kecil sangat pintar, sangat terampil, dia bisa mencuci kaki kedua orang tuanya, dan membantu mereka memijat punggung, semua orang sangat kagum dengan dia,
Tapi belakangan ini aku mendengar, pergaulannya di sekolah kurang baik, akhirnya sekarang menjadi seorang tahanan sosial, menurut kalian menyedihkan atau tidak? Benarkah? Harus dibimbing, tidak bisa tidak. Masyarakat sekarang ini sangat mudah terpengaruh. Sudah pasti itu. Jika orang yang kurang pintar, kemudian dia pergi ke tempat yang salah, bergaul dengan orang yang salah,
Maka habislah dia. Ayah! Benar- benar! Kita sudah hampir setengah hari minum arak di sini. Xiaohui, kamu masuk ke universitas mana? Apa maksud perkataanmu ini! Apakah kamu memandang rendah kami? Kenapa tidak melihat menantumu sendiri, setahun hanya pulang sekali, sudah tidak menyukai anakmu lagi? Apakah hatimu tidak pernah memikirkan itu? Sudah sebesar ini,
Masih bisa berkelahi dengan orang lain. Kemarikan tanganmu! Sakit! Sakit! Tadi aku melihatmu berkelahi dengan gembira, sekarang malah berteriak sakit. Pamanmu itu, cara pikir era feodal dan stereotip ini aku sudah sabar cukup lama terhadap dia, hari ini kesabaranku sudah habis, jadi memberinya sedikit pelajaran. Kalau tidak,
Dia akan berpikir kalau semua orang di dunia ini akan seperti dia keras kepala. Ayah, terima kasih. Untuk apa? Aku ini Ayahmu. Siapa lagi yang membelamu kalau bukan aku? Itu… Kamu jarang pulang ke sini, nanti perbanyaklah mengobrol dengan ibumu. Aku pergi menonton televisi dulu. Yiling, sini, ini menggunakan gula hitam, kurma merah, jahe,
Diminum selagi panas, untuk menghangatkan rahim. Yiling. Itu… Kali ini kenapa Xiaochi tidak pulang ke sini bersamamu? Dia sibuk dengan pekerjaannya, jadi belum mempunyai waktu luang. Sesibuk apapun seharusnya bisa sesekali menelpon ke rumah, ibu sudah lama tidak mendengar suaranya, ibu sudah merindukannya. Kamu juga tidak pernah cerita ke kami tentang kalian berdua. Oh ya,
Kenapa momen Wechatnya Xiaochi sudah lama tidak terlihat? Dia sudah menghapus semua momen Wechatnya, karena dalam wechatnya terdapat banyak atasan, jadi tidak terlalu baik kalau kita sering membagikan momen kehidupan pribadi kita. Ada benarnya juga. Ya. Kalian selalu sibuk dengan pekerjaan, setahun belum tentu bisa pulang dua kali, setiap kali menelpon ke rumah,
Juga tidak lebih dari 10 menit, ibu itu khawatir apakah kamu bisa melewati kehidupan di luar sana dengan baik atau tidak. Aku sudah setua ini, meskipun perjalanan hidupku kurang baik, juga tidak seburuk sampai mana, tapi kalau ibu rela mendengarnya, aku bisa cerita ke ibu. Boleh, coba kamu ceritakan, bagaimana perlakuan Xiaochi terhadapmu,
Di dalam unit kerja, dia menjagamu dengan baik atau tidak. Ibu, aku sudah ganti pekerjaan baru. Ganti pekerjaan? Kerja baik-baik kenapa harus ganti? Karena… peluang di kantor baru lebih bagus, kamu juga tidak mungkin hanya bergantung dengan satu perusahaankan? Setelah keluar dari sana, kita baru bisa melihat yang terbaik untuk kita. Manusia itu… sebenarnya sama.
Siapa yang sama? Apakah kamu sedang bertengkar dengan Xiaochi? Aku beritahu kamu, suami istri saling beradu mulut itu hal yang wajar, tapi jangan ketika lagi bertengkar, kamu menggunakan kata-kata emosional, Kata-kata emosional ini akan berakibat fatal, lalu hanya karena ini, hari – hari ke depan kalian tidak usah dilewati lagi? Sebenarnya kita,
Sebenarnya ada satu rekan kerja kita yang mengalami perceraian, kemudian dia sudah mendapatkan seorang kekasih pria baru, kekasih barunya itu juga bisa membantunya melakukan pekerjaan rumah, juga sangat perhatian dan peduli terhadapnya, jadi aku cuma sedikit berkeluh kesah kepada ibu. Itu hanya ada di drama serial, dalam kehidupan nyata,
Siapa yang bisa menjamin kalau yang sekarang tidak baik, maka yang berikutnya akan lebih baik, benarkah menurutmu? Siapa sih yang tidak memiliki masalah? Harus sabar. Tidak ada yang mudah baik menikah atau bercerai. Ibu juga tidak mendesak kamu, kamu dengan Xiaochi, rencana kapan mau punya anak, aku beritahu kamu,
Memiliki anak itu tujuannya juga bukan untuk diperlihatkan ke orang-orang, selain itu, umur juga sudah bertambah terus, kamu harus punya rencana hidup kamu sendiri. Kita berdua selalu sibuk, tidak pernah memikirkan tentang hal ini. Aku tahu, kalian hidup di kota besar, itu tidak gampang, bisa menjaga diri sendiri saja sudah lumayan bagus, benar tidak?
Aku memberitahumu, sekarang ini, perawatan medis sudah sangat canggih, di luar sana, wanita berumur 40 tahun, 50 tahun, juga masih bisa melahirkan anak, kamu baru berumur 30 tahun, kita tidak terburu-buru…tidak tidak terburu-buru, bermain 2 tahun lagi, baru melahirkan anak, ibu juga bisa bantu membesarkannya. Bolehkah kita tidak usah memiliki anak? Mana boleh seperti itu,
Bicara apa kamu, tidak menginginkan anak. Ibu mengerti, sekarang pikiran kamu sedang tidak jernih, lain kali saja, tidak masalah. Waktu itu aku dengan ayahmu bukannya juga tidak menginginkanmu? Tapi, ketika aku menggendongmu di tangan, aku melihat hidungmu dan mulutmu yang kecil itu, begitu mirip dengan ibu, suka sekali. Kamu ya, main 2 tahun lagi saja,
Ibu tidak mendesak, tidak desak, Sini…sini…minum sedikit lagi. Apa kabar? Penanggung jawab hutan yang ingin kamu cari sudah mengundurkan diri, sekarang sudah pulang ke kampung halamannya, kamu boleh coba mencarinya di sana. Udaranya masih segar. Harap terus mengikuti jalan ini sampai 26 kilometer ke depan. Sudah jalan begitu jauh, kenapa masih belum ketemu.
Kenapa dengan ini? Tempat apa ini, satu orangpun tidak ada. Paman! Sini! Berhenti sebentar! Satu…dua…tiga…! Kalian para nona muda perkotaan seperti ini terlalu berharga, liat badan kecil kamu ini, jangan mendorong mobil, mengangkat tangan saja sudah lelah. Aku masih punya semangat, aku bisa mendorongnya, paman. Masih bersemangat? Ayo lagi. – Ayo lagi. Satu…dua…tiga…
Masih belum bisa! Ada apa denganmu nona, ini, ayo bangun, bangun, Terpaksa… naik ke kendaraanku, saya memberimu tumpangan. Benarkah? – Benar. Terima kasih paman. Ayo cepat bangun, cepat bangun! Aku menelpon sebentar ke kantor asuransi, biar mereka datang mendorongnya, terima kasih paman. Tidak apa-apa, tidak apa-apa, yang penting orangnya baik-baik saja. Terima kasih ah.
Nona, sudah sampai. Paman, ini ada di mana? Ini rumahku, saya memberimu tumpangan sampai sini. Terima kasih. – Sudah kembali? Kamu ambil ayam itu… Apa kabar? Ini siapa? Kenapa bisa menjadi seperti ini? Sini, aku beritahu, aku menemukannya di jalan, aku menemukannya di jalan lalu memberinya tumpangan. Mau ke mana dia?
Dia mau ke desa Hula. Nona, kamu mau ke desa Hula? Ada di sana! Kamu lihat gunung itu? – Sudah lihat. Di belakang gunung ada sebuah jalan raya, kamu berjalan sedikit ke arah sana, nanti juga sampai. Berjalan sedikit ke sana, berarti tidak lama lagi sudah sampai? Kalau kamu mulai jalan dari sekarang,
Besok pagi subuh juga sudah sampai. Kamu ini benar-benar! Nona jangan peduli dengan perkataannya, orang ini, tidak memiliki wawasan mengenai jarak tempuh, kamu lihat sekarang juga sudah sore, jalan menuju gunung itu jauh dan berbahaya, kalau tidak, malam ini kamu menginap di rumah bibi saja, malam ini saja. Ini tidak perlu. Terlalu merepotkan,
Tidak apa-apa, lupakan saja. Tidak apa-apa. Kamu tidur dengan saya, Biarkan paman Niu tidur di kamar yang lain. Baikkah seperti ini? Tidak apa-apa. Ayo! Aku tidur di kandang ayam. Lapar, kan? mari kita makan. Aku belum begitu lapar, kalian makan saja dulu. Makan saja, makan – Ya. Mari, coba cicipi ini.
Aku ambil sendiri, terima kasih. Hmm…benar-benar wangi, enak sekali, di kota tidak ada rasa makanan seperti ini. Tidak pernah mencicipi ya, meskipun di kota terdapat banyak jenis makanan, tapi untuk sayuran ini, kita tanam sendiri, tidak memerlukan pengawet, tidak memerlukan pupuk. Sangat enak. Lalu pakaian berbahan linen yang kamu kenakan sekarang,
Semua dibuat oleh kita sendiri. Benarkah? Hangat kan? Dan nyaman juga. Pakaian ini kalian buat sendiri, sungguh bagus, pakaiannya terlihat sungguh bagus, nyaman, selain itu ramah lingkungan juga, sederhana, orisinil. Bibi, aku ingin membeli pakaian ini, harganya berapa? Apa yang dibeli, kamu bawa pergi saja. Ini kurang pantaskah?
Tidak apa-apa, lain kali kalau ada waktu luang, sering berkunjung ke sini, nikmati udara segar di sini. Baiklah, terima kasih bibi. Mari, cicipi yang ini – Baik. Nona, ini, besok pagi kamu bawa ini sebagai bekal di jalan, perjalanan ke desa HuLa masih sangat jauh, makan ini untuk menghilangkan lapar. Bibi ya,
Aku sendiri tidak bisa makan begitu banyak, makan satu juga sudah cukup. Ambil satu lagi, ambil satu lagi. Ambil satu lagi. Kalau begitu, aku ambil dua, dua saja sudah cukup. Baiklah. Sebenarnya dulu aku tidak begitu, jika kamu memberi saya sebelumnya, saya pasti akan membawanya, tetapi kemudian, saya mengenal seorang teman. Dia mengajari saya,
Apapun tidak boleh di sia-siakan. Lagipula, saya tidak bisa memakannya sendirian, sudah pasti akan terbuang sia-sia. Sekarang saya menjalani kehidupan yang sederhana. Benar, yang kamu bicarakan itu benar. Orang kota berbicara sangat masuk akal. Sangat berkelas. Sangat berkelas. Gadis kecil, saya penasaran dengan beberapa pertanyaan. Bibi langsung tanyakan padamu. Iya.
Kenapa kamu datang dari kota ke Desa Hula? Karena saya ingin mencari sebuah hadiah untuk teman saya. Sini, sini, makan, makan. Terima kasih Bibi, saya akan mengambilnya sendiri. Makan. Setelah saya pergi nanti, saya tidak tau apakah mereka akan merindukan saya. Teman itu, kamu masih mempunyai berapa teman yang saya tidak ketahui? Saudara Ziyue,
Apa kamu punya waktu untuk makan? Apa? Apakah kamu sedang sibuk? Kalau kamu sedang sibuk, abaikan saja. Tang Cheng seharusnya juga tidak ada waktu. Kenapa rasanya hari ini semua orang sepertinya sangat sibuk. Apa yang sedang kamu lakukan? Kenapa kamu begitu bingung? Jangan melakukan hal-hal yang tidak baik. Tidak ada. Saya akan memberikanmu kesan kehidupan.
Kesan apa? Jangan-jangan, kamu membuat kamarku menjadi seperti hutan. Apa kamu peduli dengan yang saya lakukan? Kamu masih tidak pulang. Mengapa kamu terus menggaruk? Apakah kamu dirasuki oleh monyet? Karena kamu tidak tau, kehidupan disini, sedikit lebih sederhana. Apakah berkemah menyenangkan? Tentu saja menyenangkan. Kami pergi ke sawah untuk menangkap ikan gabus,
Mendaki gunung juga menyenangkan, lalu juga bisa melihat banyak teman binatang yang aneh. Saya tidak menyangka kehidupanmu yang dulu seperti ini, terasa menyenangkan. Saya rasa di rumah kamu, di kota ini, semua menyenangkan. Tampaknya setiap orang dengan kehidupannya sendiri tidak merasa puas. Saya sangat puas. Apakah besok kamu akan pulang? Besok seharusnya tidak akan sempat,
Urusan disini belum selesai. Orang yang mau melihatnya belum melihatnya. Tapi saya, apa yang kamu lakukan? Dua hari tidak melihat saya sudah merindukan saya. Sangat percaya diri. Bahagia melihatmu bahagia. Lumayan. Terima kasih. Banyak sekali uang didalam sini. Kamu lihat. Banyak sekali uang. Kenapa bangun pagi sekali? Apakah kamu ayam jantan?
Setiap hari berkokok tepat waktu. Sudah jam sebelas siang. Jam sebelas siang sudah tidak pagi lagi. Menurut kami, anak muda, setiap pagi dan malam, lupakan, lupakan, lupakan! Kamu tidak akan mengerti. Kalian, perempuan tidak boleh tidur terlalu malam. Kalau mau tidur lebih malam, juga tidak boleh minum terlalu banyak air.
Kalau tidak, dihari kedua akan terjadi kebengkakan. Lalu bisa muncul lingkaran hitam. Kalau kamu bangun pagi, kamu harus makan makan dengan baik. Saya akan meberikanmu WoLong. Menurut penelitian, dalam satu hari tubuh manusia perlu mengkonsumsi dua puluh lima gram kacang natural, untuk tubuh sangat baik. Kamu harus memiliki kebiasaan makan yang baik,
Supaya memiliki tubuh yang sehat. Ini. Kalau kamu masih merasa tidak sehat, saya akan memberikanmu segelas air lemon. Tidak mau, saya tidak mau bangun. Lihat saya menakuti kamu. Sekarang saya akan menakuti kamu. Apa yang terjadi? Apa kamu tau cara untuk tetap tenang? Ini adalah cara paling terhormat untuk orang yang sedang tidur.
Jika saya membangunkanmu dari tidur, saya minta maaf. Tetapi saya melihat rumah kamu sangat berantakan, saya langsung membantu kamu mebersihkannya. Kamu… Mengapa kamu membantu saya mebersihkannya? Barang-barang saya memang berantakan, tetapi berantakan yang sudah sesuai dengan susunannya, oke? Kamu sekarang merapikannya seperti ini, saya tidak bisa menemukan barang-barang saya. Jangan khawatir!
Kamu harus mengklasifikasikan barang yang kamu butuhkan. Saya sudah menuliskannya diatas kertas ini. Kamu hanya perlu melihat kertas ini untuk mencarinya. Kamu… Kamu… Kenapa kamu mencuci pakaian saya? Gaun saya, berlubang begitu besar. Kualitas pakaian ini buruk, bagaimana mungkin berlubang dalam satu kali cuci? Ini adalah merk terkenal.
Saya bersedia memberikan diri saya selama satu tahun untuk membeli pakaian ini. Di label pakaian ini sudah diberitahukan dengan jelas, tidak boleh di dry-clean, tidak boleh dicuci dengan tangan, juga todak boleh dicuci dengan mesin cuci. Apa kamu buta? Kalau begitu bagaimana caranya mencuci? Tidak boleh dicuci sama sekali. Maaf. Itu,
Saya melakukan semuanya seorang diri, saya akan membeli satu untukmu. Kamu yang katakan! Saya juga mau yang ini, terima kasih. Baik, silahkan tunggu sebentar. Kenapa? Takut? Sedikit. Saya. Lupakan saja. Satu tahun ada empat musim, satu musim ada Sembilan puluh hari, saat saya membereskan kamarmu, pakaian kamu sudah tidak bisa dihitung lagi,
Apakah kamu benar-benar akan memakainya? Saya bekerja cukup keras saat hari kerja, semuanya bergantung pada fitnes dan meminum soda berserat, untuk menjaga tubuh tetap langsing. Mengapa ingin memanjakan diri dengan membeli pakaian, dan lagipula, membeli beberapa pakaian ini, juga tidak harus setiap hari dipakai. Saya menyukai banyak pilihan, tidak bolehkah? Kami, perempuan,
Kadang-kadang konsep belanja kami, agak sedikit berlebihan. Baiklah, kalau begini, kita harus memiliki lemari yang lebih besar nanti. Saya, baru saja membeli dua lipstick kecil yang membingungkan. Kamu bantu saya melihatnya. Warna apa yang lebih cocok untuk saya? Bukannya ini semua warna merah? Semuanya sama. Tidak sama. Ini adalah warna merah retro.
Ini adalah warna merah biasa. Warna berbeda. Kualitas juga tidak sama. Bagaimana bisa sama? Saya besok akan presentasi bisnis, kamu bantu saya memutuskan yang mana yang lebih cocok untuk saya. Kamu bilang, konsep belanja kita, sangat berbeda. Dua orang seperti ini, bagaimana mungkin pergi bersama ? Warna lipstik saja kamu tidak dapat membedakannya.
Kelak bagaimana membantuku dalam kehidupan keseharian? Bagaimana mau bantu saya dalam pekerjaan ? Tuan, sebelah sini urutan anda urutan terakhir. Baiklah, terima kasih. Kita benar-benar mau antri makan di restoran ini ? Lalu bagaimana ? Semua orang mengantri, masa kamu mau menyerobot ? Bukan, maksudku kamu harus menunggu tiga jam untuk makan di restoran ini.
Kamu sudah pernah makan ? Apakah enak ? Belum pernah makan. Ini baru buka. Kamu belum pernah makan dan rela mengantri selama itu hanya untuk makan di restoran yang belum pernah kamu coba ? Meskipun belum pernah coba, tapi restoran ini sangat amat popular baru-baru ini. Peringkat 3 teratas dalam daftar. Coba kamu perhatikan.
Kamu ini, selain tidak bisa mengerti selera belanjaku, juga tidak bisa membantu dalam hal pekerjaanku dan kehidupanku. Sekarang bahkan dalam memilih restoran pun kita tidak bisa sependapat. Kalau begitu kita…. Baiklah, baiklah. Kalau begitu mengantrilah. Kakak, saya mau bertanya. Apakah alamat ini benar disini ? Kamu berasal dari desa mana ?
Kamu mencariku ada urusan apa ? Sayamau bertanya, apakah kamu anak dari kakek penjaga hutan ? Iya betul itu saya. Benar ini kamu ? Saya pikir sayatidak akan menemukanmu. Apa kamu kenal dia ? Apa kamu tahu dia siapa ? Terlihat familiar. Ini Xiao Ye. Ini Xiao Ye. Halo. Hari ini bagaimana keadaanmu? Halo,
Putri kalian hari ini benar-benar kelelahan. Seharian ini saya benar-benar kelelahan. Apa kamu masih bisa menyesuaikan ? Jangan terlalu lelah dan merusak badan. Itu tidak akan terjadi. Saya disini cukup bisa beradaptasi. Banyak juga makanan enak disini. 208 ada paket. Anakku, kamu sedang apa ? Kenapa saya mendengar suara panggilan paket. Tetangga sebelah sedang latihan
Drama Mandarin. Judulnya “208 paket” Benar-benar bagus sekali. Lain kali saya akan ajak kalian menonton. Nama ini sepertinya sangat special. Tentu saja. Ayah Ibu. Saya hari ini benar-benar lelah. Saya akan mengobrol lagi dengan kalian besok boleh kan ? Kalau begitu anakku kamu cepat istirahat. Selamat malam. Selamat malam. Guru Lu, kamu dimana ?
Untung saya berhasil menyusul. Murid Chu ini sangat berbahaya. Ada apa ? Apa karena peta kemarin tidak bagus ? Ada sedikit. Tapi sebenarnya ada sesuatu yang lebih penting. Katakanlah. Guru Lu. Kamu tahu kali ini saya datang ke China karena ada beberapa tujuan kan. Saya tahu kamu mau makan makanan kecil, mengunjungi monumen,
Dan juga menonton opera. Bukannya ini semua sangat mudah ? Memang mudah, tapi yang sebenarnya lebih penting adalah datang ke China mencari Seorang pacar yang memiliki pesona Kebudayaan cina. Ohh begitu ternyata. Seperti puisimu itu. Apa itu… Merasa badan ringan seperti ingin meninggalkan dunia fana dan menjadi dewa seperti orang aliran Taowisme
Seperti kulitmu yang begitu putih seperti rambutmu yang begitu keren. Seperti kamu yang sangat mengerti seni minum teh. Saya tahu. Saya kenal seorang teman di jurusan sastra. Dia juga pelajar di luar negeri yang kembali kesini. Tetapi pengetahuan budayanya sangat bagus. Sering menulis kaligrafi. Kadang bersamanya sayamembuat teh. Saya kenalkan kalian berdua. Bukan.
Bukan itu maksudku. Saya sebenarnya ingin bilang, aku…. Saya terima telepon dulu. Pacarku menelepon, kamu tunggu sebentar. Halo. Saya tahu. Pacar wanita? Saya baru selesai kelas. Baik, secepatnya. Jadi sebenarnya sudah punya pacar. Tidak perlu khawatir, secepatnya. Baiklah, sampai jumpa. Murid Chu Maaf sekali, malam ini temanku mengadakan pesta.
Lalu temanku meminta saya untuk membeli bahan makanan. Sepertinya saya harus pergi. Lain waktu kita mengobrol lagi. Guru Lu. Apa kamu tahu itu… yang berminyak dan pedas itu apa ? Berminyak dan pedas Apa itu makanan ? Sekarang hanya itu yang bisa memulihkanku. Murid Chu. Kalau tidak, nanti saya akan menghubungimu melalui WeChat.
Berminyak dan pedas kan ? Berikan saya seporsi. Baik. Kalau tidak ada cinta, bahkan makanan pun tidak ada rasa. Saya tahu, sesuatu yang berminyak dan pedas. Hotpot, semua makanan Hunan, semua makanan Sichuan dan minyak cabai. Ada apa? Memberi jawaban tapi tidak menjawab. Tidak salah menemani pacar memang lebih penting.
Ibu sering berkata sulit untuk menemukan pacar yang luar biasa seperti ini, sama seperti saya sudah menyalakan banyak sekali lampion. Apa saya akan mendapatkannya ? Maksudnya bangkit dan jatuh ke dalam kegelapan. Huruf apa ini ? Guru Lu memang sangat berbudaya. Gambar latar ini begitu dilihat ada seorang wanita cantic. Kebas… Sedih…
Sayangku, hari ini kamu hebat sekali. Saya tidak menyangka pertama kali kamu bertemu keluargaku, sedikit pun tidak merasa canggung. Terlebih lagi penampilanmu juga begitu baik. Mengobrol begitu banyak. Yang penting tidak membuatmu malu. Tentu saja tidak. Dan lagi apa kamu tahu ? Kamu hari ini tampan sekali. Bisa dibilang, seperti dewa pria di hatiku.
Kamu hebat sekali. Apa kamu sudah sampai rumah ? Saya sebentar lagi sampai. Baterai ponselku sebentar lagi habis, Tunggu saya kembali saya akan telepon kamu lagi. Maaf. Oh iya, kamu beli telur agak banyak. Terakhir kali latihan sudah pingsan dua kali. Karena kamu kurang makan telur. Lalu beli juga dada ayam. Saudara Ziyue,
Kenapa suaramu terdengar parau ? Apa kamu tidak mau periksa ke dokter ? Tidak apa-apa, penyakit lama. Dua hari kemudian juga akan sembuh. Masih harus tunggu dua hari ? Oh iya, besok saya akan pergi. Kamu tahu kan ? Saya tahu. Oh iya, itu dada ayam tidak boleh salah beli. Kamu jangan beli sayap ayam,
Karena sayap ayam kandungan lemak nya lebih tinggi. Orang lain berkata persahabatan seorang pria itu pertemuannya secara kebetulan. Sekali bertemu langsung akrab. Saling berkorban. Lalu mengapa pertemanan kami seperti plastik. Jika disaat seperti ini selalu memerintahkanku membantunya berbelanja. Pertemanan yang tidak stabil. Besok saya akan pergi, tapi sampai sekarang Ling Xi belum kembali.
Apakah setelah saya yang membebani ini pergi, dia seharusnya jadi lebih senang. Kapan kita akan bertemu lagi ? Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata
Angin yang sedikit sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu yang menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing
Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan-lahan berpaling melihat wajahmu Tangan yang sedikit hangat dan sinar bulan yang redup Cahaya lampu yang lemah, wajah yang kecil Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku