【FULL】My Mowgli Boy EP19【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Dunia dengan keberadaan dirimu yang pertama kali kusadari Sepasang mata yang menatap tembus jiwaku Setiap hal kecil yang tiada hubungan Mengapa kau bisa melihatnya Aku yang dulu sebelum bertemu denganmu Tidak pernah terpikirkan cinta seperti apa Apakah kau juga sama kau seperti angin yang datang Membawaku pergi meninggalkan kumpulan manusia
Memeluk langit yang biru Jika kau angin yang lembut Biarlah aku mengembara bersamamu Bergandengan tangan dan mulai lagi memahami jelas pemandangan Memahami jelas pemandangan Mungkin saja suatu hari angin akan berhenti Jika bisa Aku berharap dapat membuat janji denganmu Berjumpa di tempat yang dulu Tidak peduli berapa banyaknya awan Hujan deras ataupun cuaca cerah
Menghirup udara yang sama Apakah kau tetap sama Mempertahankan hati yang paling semula Tetap suka melihat bintang Jika kau angin yang lembut Biarlah aku menjadi lonceng anginmu Setiap hari mendentingkan suara kebahagiaan My Mowgli Boy Episode 19 Sudah sampai, Bos. Terima kasih, Bos. -Hati-hati di jalan. -Baik. Anda tunggu sebentar. Terima kasih, Bos. Tabrakan!
Tabrakan! Pinggangku! Tabrakan! Kamu bisa menyetir atau tidak? Kamu yang menabrakku atau aku yang menabrakmu? Bukan, apa maksudmu? Tubuhmu beraroma alkohol, mengemudi dalam keadaan mabuk, lapor polisi. Mengemudi dalam keadaan mabuk, lapor polisi. Sejak kapan aku mengemudi dalam keadaan mabuk? Sopir saya baru saja pergi, kamu sendiri yang datang menabrakkan diri,
Sekarang malah ingin lapor polisi. Jadi maksudmu aku sengaja menabrakmu? Pengemudi mabuk ini, sembarangan bicara, aku mau lapor polisi… untuk menguji tingkat alkoholmu! Baik, sekalian juga mengecek… CCTV di sudut jalan, biar polisi tahu, aku yang menabrakmu atau… kamu sendiri yang cari masalah. Jangan salahkan aku jika tidak mengingatkanmu, jika polisi datang,
Mungkin masalah tabrakan ini tidak sesederhana ini. Mengemudi dalam keadaan mabuk melanggar peraturan, melanggar peraturan apa, kamu seharusnya tahu, disanksi, didenda, pencabutan izin, benar, kan? Yang rugi kamu atau aku? Pertimbangkan dengan baik. Bibi, apa maksudnya cari masalah sendiri? Cari masalah, cari masalah maksudnya… dia sengaja menabrakkan diri, agar orang itu memberinya uang.
Dia sendiri yang menabrakkan diri dan terjatuh, lalu menyalahkan orang lain yang menabraknya, pikiran dan moral orang ini buruk sekali Katakan, kamu mau berapa? Aku minta 20.000. 20.000? Lapor polisi, lapor polisi, lapor polisi. Anggap saja kamu membeli SIM baru, sekalian juga… untuk biaya pengobatan pinggangku, benar, kan? Kamu masih beruntung, lukaku tidak begitu parah,
Kalau tidak mungkin lebih dari itu. Di dalam kartu ini ada uang, kamu tarik sendiri di ATM. Baik. Aku beri tahu kamu, aku tidak takut dengan sikapmu ini, aku hanya malas membuat perhitungan denganmu. Hati-hati jika perbuatan busukmu itu… tertangkap. Jangan beri, jangan berikan padanya. Anda sebaiknya jangan mabuk sewaktu mengemudi, terima kasih, Bos.
Tidak boleh berikan padanya. Orang ini sengaja, jangan ditindas olehnya. Kamu tahu kan, apa itu sengaja? Kamu tidak salah, aku sendiri yang melihatnya. Kamu ya? Bukan aku, dia yang sengaja. Kamu tidak boleh memberikan uang ini padanya, 2 yuan pun tidak boleh, tidak boleh menuruti permintaan penjahat. Aku beritahu kamu ya,
Barusan aku melihat dengan mataku sendiri, bagaimana kamu sengaja menabrakkan diri. orang sepertimu, negara kita bisa jadi rusak karena orang sepertimu, rakus, malas, dan licik. Kamu… memang pantas kelaparan di penjara. Apa hubungannya denganmu? Aku sudah bicara dengan dia, kamu hanya pejalan kaki yang lewat, sok bertindak pahlawan buat apa? Minggir sana,
Beraninya mengajariku? Minggir sana! Berani-beraninya kamu menyentuhku? Kamu sentuh sekali lagi. Memangnya kenapa jika aku sentuh? Ada apa, tidak boleh kusentuh? Aku mau menyentuhnya? Tolong, pelecehan, pelecehan, ada orang yang melecehkanku. Cepat lapor polisi. Tidak ada. Pelecehan. Benar, aku telah melihatnya, kamu barusan mencuri kartu bank wanita ini dan ingin melecehkannya.
Tunggu, aku lapor polisi sekarang juga. Gila ya? Siapa yang ingin melecehkan kalian? Sudah gila ya. Dasar penipu. Kamu lebih baik cepat pergi. Senjata makan tuan, rasakan! Tunggu sebentar, siapa namamu? Terima kasih telah membantuku barusan, apa aku bisa minta nomor kontakmu, agar aku bisa membalasmu. Namaku Chu Shi, tidak perlu membalasnya.
Bukannya di Tiongkok ada 1 kalimat yang mengatakan bahwa sesama manusia harus saling membantu? Hal kecil. Lain kali kamu harus lebih berhati-hati, jangan sampai ditipu lagi. Akan aku jadikan pengalaman. Aku seharusnya menyuruh supir memberhentikan mobil ditempat parkir, tapi lain kali tidak akan kuulangi lagi, tidak akan memberikan kesempatan kepada penjahat semacam itu lagi.
Tapi aku tetap ingin berterima kasih padamu, bagaimana aku bisa membalasmu? Atau kamu beritahu aku saja di mana ada tempat makan yang enak? Dengar-dengar jajanan di sini enak-enak, sangat terkenal, tapi hari ini setelah aku makan, rasanya sedikit kecewa. Kamu suka makan tangbao ya? Aku suka semua makanan yang enak, tapi tidak termasuk yang ini.
Yang ini tidak asli. Aku bisa membawamu pergi makan yang asli. Boleh, tetapi lain kali saja. Aku lupa hari ini aku ada urusan di sekolah, aku pergi dulu ya. Atau kita janji minggu depan saja? Minggu depan jam 7 malam, di taman Ming Ren. Nanti akan kubawakan tangbao yang enak untukkmu. Benarkah? Baiklah, baiklah,
Janji ya? Terima kasih. Sampai ketemu minggu depan. -Sampai jumpa. –Sampai jumpa. Barangnya sudah dibeli, akan kuantarkan untukmu nanti. Tidak perlu, taruh saja di balkon, akan kuambil besok. Kenapa kalian semuanya di sini? Saudara Ziyue? Bukannya kamu bilang… kamu sedang tidur di rumah? Ling Xi? Kenapa kamu memblokir nomormu? Kakak, kenapa fokusmu aneh sekali?
Kamu tidak lihat ya apa yang sedang kami lakukan? Ini adalah hari terakhirmu di sini, jadi kami mengadakan pesta untukmu. Tapi tidak perlu orang sebanyak ini juga. Tidak banyak, tidak banyak, jika tidak senang, kita tidak akan pulang. Bergembira! Ayo. 10, 15, 20. Minum. Ayo, sekali lagi. 10, 15, 20. Minum.
Saudara Mo, sudah mau pulang, apa merasa senang? Ya, tentu saja senang. 10, 15, 20. Minum, minum, minum. Ling Xi juga sangat senang, meskipun aku tidak senang, aku tidak boleh mengganggu kesenangannya. Kamu sudah tinggal lama di sini, apa kamu tidak akan rindu dengan tempat ini? Tentu saja rindu, tetapi aku juga tidak tahu…
Apa yang aku rindukan dari tempat ini. Ayo, bersulang. Bagaimana denganmu? Bagaimana perasaanmu… terhadap Tang Cheng? Ya… Perasaan antara pria dan wanita. Jika berpikir… berpisah dengannya, aku hampir tidak bisa bernapas, jadi membantunya membereskan rumah, rela antri sampai 5 jam.. demi makan hot pot, dan belajar mengetahui tipe lipstiknya, agar tidak berpisah dengannya. Tidak disangka,
Banyak sekali pengorbananmu. Dia sebentar lagi sudah mau pergi, jika tidak bilang sekarang, nanti tidak sempat lagi. Kami sudah mengobrol banyak. apa yang perlu diobrolkan lagi? Kamu ini, memang keras kepala, sudahlah, terserah kamu saja. Model priaku besok sudah mau pergi, aku harus mulai berusaha bekerja keras. Apa ini perkataan yang keluar dari
Mulut Nona Besar Ling sendiri? Ayo, katakan padaku, kamu berencana seminggu masuk berapa hari kerja? Jika tidak percaya, aku pukul kamu ya! Aku sumpal mulutmu. Kenapa? Aku saja, aku saja. Aku saja. Berikan padaku, berikan padaku. Kamu ke sana. Kamu duduklah, duduk. Kamu bisa minum alkohol? Tidak bisa kamu masih minum sebanyak itu. Aku bisa,
Aku sudah menghabiskannya. Hari ini aku sangat senang, jadi harus minum yang banyak. Kamu cantik sekali. Kamu seperti permukaan air danau yang tenang. Mananya yang cantik? Matamu cantik, alismu juga cantik, bibirmu cantik, hidungmu cantik, rambutmu juga cantik. Lalu? Pakaianmu sangat cantik, dan yang terpenting adalah kamu sangat baik. Ketika kamu masuk ke dalam hatiku
Waktu berjalan begitu cepat, kamu tetap berada dalam genggaman tanganku. Ketika kamu sepenuhnya percaya, ketika kita pelan-pelan menua bersama, mungkin inilah arti keberadaanku. Pesta telah berakhir, hari ini adalah hari mengantarmu pulang. Barangmu sudah siap semua belum? Aku beritahu kamu ya, aku sebentar lagi akan mengemudi pejalanan panjang Jangan sampai di sana kamu memberitahuku,
Barangmu ada yang kelupaan. Aku tidak mau balik mengambilkannya untukmu. Apa itu makanan ciri khas sudah bawa belum? Sudah ada di dalam tas. Tenda? Aku beri tahu kamu ya. Rumahku tidak bisa memuat tendamu itu. Sudah aku taruh di mobil. Semalam Ziyue… membantuku membawanya ke mobil. Suka ikut campur. Baju tidur?
Pertama kali kamu datang ke sini, baju yang paling layak hanyalah baju tidur, itu memiliki kenangan yang berarti. Tidak bawa bukan? Aku ambilkan untukmu. Mana mungkin aku tidak bawa barang yang kamu berikan untukku? Aku sudah menyiapkannya paling awal, ada di dalam tas. Baiklah, sudah bawa semua ya. Ayo berangkat.
Kamu biarkan aku lihat rumah ini sebentar. Lihat pun tetap pergi. Kenapa? Apa yang kamu pikirkan? Apa kamu tidak jadi pergi? Tidak, aku hanya ingin bilang kunci rumahmu tidak bawa. Terima kasih kamu mengingatkanku. Kamu ini, lain kali jika berpergian, jangan pernah lupa bawa kuncimu lagi, nanti
Tidak akan ada orang yang menunggumu di rumah lagi. Aku tentu ingat. Memangnya aku lupa ingatan? Kunci rumah lupa, kunci mobil juga lupa bawa? Gawat, untung kamu mengingatkanku, kunci mobilku benaran lupa bawa, sungguh, tidak tahu kusimpan di mana, aku cari dulu. Baik, kamu cari dulu. Kamu bantu aku cari, ayo, sini. Kunci,
Harus pelan-pelan carinya, tidak perlu buru-buru. Pelan? Maksudku pelan tapi pasti, teliti, teliti. Benar juga, harus seteliti mungkin. Pasti tidak mungkin ada di sofa. Takut apa, datangnya apa, sial sekali. Sudah ketemu ya? Belum. A… a… aku… A… aku barusan sudah melihatnya, lalu tidak tahu ke mana lagi. Tidak tahu ke mana perginya.
Aku coba cari di tempat lain. Iya, aku sudah mencari semua di tempat ini, tapi tidak ketemu juga. Apa mungkin kemarin, banyak yang datang, karena rumah berantakan, jadi hilang. Mungkin hilang benaran. Jika kuncinya hilang, aku harus pergi menggandakan kunci dulu. Jika harus menggandakan kunci lagi, pasti lama bukan? Tidak tentu, Paling cepat 1 minggu,
Paling lama harus lihat suasana hati tukang kuncinya. Kalau begitu pasti hilang benaran, apalagi kemarin banyak orang yang datang, benar bukan? Mowgli, aku benar-benar minta maaf, kamu mengerti bukan? Aku ingin mengantarmu hari ini, tapi aku…. Ketemu, ada di sini. Terima kasih. Kebetulan sekali. Jika aku sakit, apa kamu bisa tinggal untuk merawatku?
Kamu sakit apa? Penyakit sial. Bercanda. Ayo pergi. Aku sungguhan pergi ya, apa ada pesan untukku lagi? Kamu baru sarapan, seharusnya tidak lapar, kan? Tidak ditanyakan, tidak lapar, tapi setelah ditanya, aku tiba-tiba terasa sedikit lapar. Kamu sungguh lapar? Mungkin belakangan ini terlalu kuat makan, jadi cepat dicerna juga. Kuat makan adalah hal bagus,
Perut tidak boleh kosong, kamu tunggu dulu, aku buatkan kamu makanan, setelah makan kita baru berangkat. Aku masak dulu ya, tunggu ya. Selamat pagi, aku membelikanmu sarapan pagi, pancake telur alpukat, salad tuna dan jus, penuh dengan air karbon dan serat, cocok dengan orang sepertimu yang tidak sarapan pagi. Pasti datang terburu-buru lagi? Benar.
Tetapi seseorang tidak akan jatuh di tempat yang sama, jadi aku tidak akan mengurusimu lagi, rutinitas hidupmu, kamu yang atur sendiri. Kamu semalam minum sampai jam berapa? Tidak tahu, pokoknya setelah aku kenyang, aku baru pulang. Saudara Mo seharusnya sudah pulang? Mungkin 1 jam lagi sampai. Semoga dia bisa menjaga dirinya dengan baik. Kapas…
Dan beludru, akan aku cuci terpisah. yang bagian bahan kasmir… akan aku kemas vakum, lalu mengantarkannya ke bawah untuk dicuci, kamu jangan urus lagi. Turuti saja kemauanmu, terserah. Celana jins flare, model tahun 80-an. Di daftar model tahun depan, pasti akan masuk daftarnya, tapi aku rasa jika diberi lubang di area ini,
Pasti akan lebih populer. Aku lihat model jalanan para artis, menurutmu apakah model longgar… cocok tidak denganku? Model longgar? Sebenarnya, beberapa tahun belakangan ini budaya pemotretan jalanan mulai populer kembali, banyak wanita yang menggunakannya, pakaian yang longgar dan rendah bahu, kelihatannya lebih berkarakter, aku rasa sangat cocok denganmu. Bagaimana dengan sepatu clunky sneaker?
Maksudmu sepatu olahraga? Sebenarnya sepatu olahraga tidak jelek sama sekali, banyak merek yang memiliki model yang sama, tetapi beberapa pasang yang dipakai oleh artis, kurasa tidak perlu kamu pertimbang lagi. Oh ya, pertanyaan yang kemarin kamu tanyakan padaku, aku sudah mendapatkan jawabannya. Apa jawabannya? Tipe lipstik yang kamu bilang sebenarnya kedua warna lipstik kembar itu
Kelihatannya sama, tetapi 100% berbeda. Merah retro yang kamu bilang, sebenarnya adalah ceri musim panas, warnanya merah mempesona, cantik tetapi tidak mencolok. Sekali pakai langsung terlihat muda. Satunya lagi sangat merah, tapi merah yang tidak menakutkan. Warnanya sederhana, tipis cocok untuk sehari-hari, tebal akan sangat mempesona, sesaat langsung berubah menjadi ratu.
Jika untuk pergi ke acara rapat, atau acara formal, paling cocok dengan lipstik ini. Ada apa denganmu? Kenapa hanya lewat semalam saja, kamu langsung berubah seperti ini? Tidak, aku hanya menghabiskan puluhan jam untuk menonton saluran blogger kecantikan saja. Pantesan saja kamu hari ini kelihatan seperti Panda. Tidak, Lu Ziyue,
Kamu bisa tidak jangan seperti ini? Kamu ini sudah berumur, resiko bergadang sangat tinggi, aku tidak ingin demi ingin berpacaran denganku, kamu kehilangan nyawamu. Tang Cheng, kamu pernah membaca teori fisika Hawking? Pernah. Kamu ingat tidak kalimat yang diucapkan Hawking dan istri pertamanya saat pertama kali bertemu? -Halo. -Halo. Sains. Seni. Jadi?
Kedua orang yang berbeda… biasanya bisa saling tertarik, tapi selalu saja tidak bertahan sampai akhir, aku tidak ingin seperti mereka. Kamu membandingkan kita dengan Hawking, kamu ini narsis sekali? Hawking bisa menghitung banyak rumus, tapi dia tetap tidak bisa mengerti wanita, bisa dilihat wanita adalah makhluk terumit di alam semesta ini. IQ-ku
Memang tidak sepintar Hawking, jadi aku harusnya bisa berusaha… 120 kali lipat darinya. Aku sudah melihatnya, jadi kamu datang untuk mencuci dosamu, benar, kan? Bisa dibilang begitu, tapi yang terpenting adalah… aku tulus terhadapmu. Aku mau ke toilet dulu. Padahal aku ingin dia menyerah, ternyata dia tipe orang yang pantang menyerah.
Bergadang tidak baik untuk kesehatan, aku buatkan kamu sup manis ya? Boleh, terserah kamu. Kamu mau sup pepaya… atau sup mawar persik? Tidak benar, tidak, kenapa jadi aku yang gugup? Ini kan rumahku, masa iya kehidupan pribadiku, dia yang mengurus semuanya? Tidak boleh, tidak boleh. Jika pertanyaan ini masih tidak bisa mengalahkannya, berarti ini menandakan
Aku belum cukup dahsyat. Sayangku. Nanti masuk angin. Kamu bilang kamu serius padaku bukan? Tentu serius. Seserius apa? Serius seperti ingin siap untuk menikah. Begitu ya? Bagus kalau begitu, atau kita lompati saja semua proses ini, dan masuk ke intinya saja. Inti apa? Bertemu dengan orang tua. Bertemu dengan orang tua?
Baik, kalau begitu aku langsung menelepon mereka, lalu beberapa hari ini… aku akan mempersiapkannya dengan baik, kamu yang menentukan waktunya. Kalau begitu kamu sudah setuju bukan? Kenapa aku harus menolaknya? Dari pada basa basi, lebih baik hari ini saja. Hari ini? Xiao Lu sudah pulang ya? Sudah pulang. Xiao Lu, sudah pulang ya?
3 larangan bertemu dengan orang tua. Pertama, dandanan yang mencolok, kedua, pakaian yang terbuka, ketiga, tangan kosong. Dengan kostum seperti ini, semuanya pasti akan gagal. Tunggu sebentar. Kenapa? Kamu takut aku mengagetkan orang tuamu ya? Bukan. Minta ini datang ini, minta itu datang itu. Cepat, cepat. Sudah mulai main ya. Xi Feng, lihat aku,
Bertarung sepagi ini, aku belum sempat cuci piring. Kamu tahu tidak saat pemberontakan Nanchang, bagaimana cara Panglima Zhu mengalahkan pemimpin pasukan musuh? Bagaimana? -TIdak mungkin dengan bermain mahjong, kan? -Iya. Benar, yaitu bermain mahjong. Jadi, bermain mahjong adalah hal nomor 1 di dunia, ayo, ayo, keluarkan kartumu, keluarkan kartumu. Benar, benar.
Demi hal nomor 1 di dunia, kita berkumpul pada 1 meja. Ayo, ayo, ayo. Cepat, cepat. Cepat, cepat. Aku takut keadaan seperti ini mengagetkanmu. Gawat, penyihir muda bertemu dengan penyihir tua, kelihatannya bisa kalah. Rumah kami… tidak setiap harinya seperti ini, ada kadang kalanya sepi, ini semua adalah tetangga dekat, mereka hanya main-main saja
Untuk menghabiskan waktu, tidak berjudi sungguhan. Kamu ini benar-benar kombinasi teori dan praktik yang baik, sungguh dewa judi. Tidak tahu orang tuamu yang satu ini, yang satu ini, Yang satu ini ya atau bukan? ya atau bukan? Ini… cepat… cepat keluarkan punyamu… Bukan lagi. 2, 5 bing, Aku tidak bilang makan 2 bing.
Kamu curang, curang. Yang ini, aku bisa makan yang 4 bing. Siapa yang suruh kamu menggantinya? Siapa kamu? Apa-apaan? Kamu yang siapa? Kebetulan sekali, semuanya sesuai keinginan. Ronde ini aku pasti menang, aku sudah punya firasat. Bibi, kartumu ini kelihatan bagus, tetapi 3 wan-mu hanya sisa 1 buah, tidak berharga. Keluarkan, keluarkan.
Kenapa tidak keluarkan? Kenapa ambil kembali? Keluarkan, 3 wan, aku menang. Aku tidak bilang ingin keluar 3 wan. -3,6,9. -Rebut kartu 4 tiao. Sembarangan. Yang hanya menonton jangan banyak bicara, gadis dari mana kamu? Bibi, kita ketemu lagi. Kenapa bertemu dengan siluman ini lagi? Dasar! Ibu, kalian saling kenal? Ibu, Ayah. Kalian ingat tidak,
Aku pernah bilang ke kalian, Xiao Ming ada pacar. Anakku, kamu pernah tidak mengeluh padamu ada seorang wanita pembawa sial? Maaf ya, ini memang aku. Aku pernah mendengar kedua versi cerita tentang Nona Tang. Selamat datang, selamat datang. Selamat datang apanya? Wanita ini tidak masuk akal, terlalu agresif. Meskipun waktu itu sudah berdamai,
Tapi amarahku belum padam. Aku beri tahu kamu, masalah kalian berdua, aku tidak setuju. Ibu, ini pasti ada kesalahpahaman. Pergesekan saja bisa mengeluarkan percikan api, atau kita gunakan saja kesempatan ini, untuk berdamai saja? Berdamai apanya? Tidak ada kata damai! Sebenarnya bibi tidak setuju dengan hal ini juga tidak apa-apa, pokoknya setelah aku dikalahkan oleh..
Grup kakak adiknya itu, aku juga ada gangguan mental. Sampai sekarang, jika aku bertemu dengan bibi tua itu, aku langsung putar balik. Iya, Bu, coba lihat, Anda tidak dirugikan sama sekali, jangan karena hal itu… jadi seperti ini. Ziyue, Ibu bilang padamu, kamu jangan kira ibu biasa hanya main mahjong, dan pergi senam.
Pada saat yang tepat, ibu sangat pandai membedakan yang benar dan salah. Karena apa itu? Apa? Kamu adalah Tongzi, dia adalah Wanzi, mau bagaimanapun kalian berusaha, kalian tetap tidak bisa bersatu. Wanzi. Sewenang-wenang, ini namanya sewenang-wenang. “Long Qi Dui” dan “Da Diao Che” (istilah dalam permainan mahjong), juga bisa menjadi kartu bagus.
Kamu ini berpihak pada siapa? Kenapa suka ikut campur? Maaf ya, keseharian keluarga kami memang seperti ini. Jika ibu tidak memberitahu… penyebabnya, maka kesalahan ini kami tidak akan mengakuinya. Penyebabnnya? Dia tahu. Aku tahu apa? Aku tanya padamu, apa kamu tulus terhadap anak kami, Ziyue? Sepertinya tu Jika kamu berani bohong, nanti proses pengadilanmu,
Proses sekali kalah sekali. Tulus tidak tulus tidak boleh diungkapkan juga kan? Tetapi, juga boleh diungkapkan. Lihat anak kami Ziyue, semenjak dia kenal denganmu, nanti senang, nanti sedih, kebiasaan yang tak pernah bisa diubah, jadi bisa berubah, terakhir dia menggila seperti itu, adalah waktu SD, demi yang namanya Ren Tiantang. Terima kasih ya,
Ternyata aku lebih seru daripada Mario. Nona Tang Cheng, aku lihat kamu juga bukanlah orang yang tidak mengerti aturan, atau jangan-jangan pertama kali ke rumah pasanganmu, membawakan buah tangan pun… kamu tidak mengerti? Ibu, keluarga kita juga tidak peduli dengan aturan ini. Anakku, dalam buah tangan tersebut, juga bisa melihat ketulusan hatinya.
Jika memang dia suka padamu, dia pasti akan berhati-hati, dari atas kepala sampai ke ujung kaki. Aku beritahu kamu, Dulu, waktu aku pergi ke rumah kakek nenekmu, Aku gugup sampai rambutku kukeriting sampai rusak, meskipun ayahmu yang duluan mengejarku. Bukankah kamu yang duluan memberikanku surat? Kamu juga diam-diam mengempeskan ban sepedaku?
Apa-apaan kamu, aku sedang serius! Apanya aku yang duluan kamu yang duluan, menyebalkan sekali. Ziyue, aku dan ayahmu, kami berdua sangat bahagia, jadi kami juga sangat berharap, kamu juga bisa merasakannya. Aku beri tahu kamu, mungkin di dalam hatimu, anak kami Ziyue adalah seorang pria yang sederhana, tapi di dalam hati ibunya, dalam hatiku, dia
Sepenuhnya adalah pria yang… pria… pria… pria apa namanya? Cepat, cepat, pria apa, cepat. Pria idaman. Pria idaman. Anak kami Ziyue, setia dan baik hati, jika mencintai seseorang dengan tulus, dia akan 100% baik terhadap pasangannya, jika bertemu dengan orang… yang tidak mencintainya dengan tulus, biar pun dia sekarang sudah 50 tahun,
Kami juga tidak akan setuju dia menikah. Aku setuju dengan ini. Setuju apanya? Ini hanya perumpamaan saja, Siapa yang sudah umur 50 tahun belum menikah? apa-apaan kamu ini? Nona Tang Cheng, apa kamu tulus mencintainya, kamu yang tahu sendiri. Jika kamu dalam hal mengganti pakaian yang semena-mena ini pun… tidak setuju,
Dan hanya mempermainkan perasaannya saja, aku beri tahu kamu, kamu tidak lulus tahapku ini. Baik. Kalau memang seperti itu, -aku pergi dulu ya. -Silakan, pergi, pergi. Tunggu dulu. Ibu, kedatangan hari ini, adalah permintaan Tang Cheng sendiri. Kamu menggunakan kata “mempermainkan” ini, sudah keterlaluan. Aku memang tidak mempersiapkannya, aku pergi dulu. Kamu tidak perlu pergi.
Ayah, Ibu, aku akan mencari jalan keluar atas… kesalahpahaman di antara kalian, tetapi wanita ini, akan tetap menjadi milikku. Otak apa kamu ini? Sadarlah sedikit! Aku sepenuhnya sadar, dan aku sangat mencintainya. Walaupun kami tidak memiliki pondasi cinta, pada awalnya aku hanya ingin bertanggung jawab, tetapi untung dia menolakku,
Aku baru ada kesempatan untuk lebih mengerti dirinya. Dia bukanlah wanita biasa, dia tidak tergantung pada orang lain, mandiri dan bebas, selalu membantu temannya, aku sangat beruntung bisa bertemu dengannya, aku baru tidak akan kehilangannya karena ketidakdewasaanku. Ayah, Ibu, jika kalian ingin aku bahagia, percayalah pada pilihanku, daripada aku salah mencintai, tidak berani mencintai,
Itu akan lebih menyedihkan. Dasar kamu ini, aku pukul kamu ya! Berani-beraninya kamu mengatakan perkataan yang begitu tidak enak didengar, kamu saja tidak pernah mengatakannya untuk kami, kamu tahu tidak ibu cemburu… kamu berbicara begitu padanya, lihat aku pukul kamu! Ibu, kamu… Kamu jangan mempermalukan aku, bagaimana pun juga aku ini seorang guru.
Kamu memang guru, tapi kamu juga anakku, -Aku pukul kamu. –Jangan, jangan, jangan. Diam, masih berani lari. Aku pukul kamu, jangan lari. Lihat saja aku pukul kamu, kamu… berhenti, berhenti. Ini juga keseharian dari keluarga kami, tetapi aku mendukungmu, bertahanlah, bertahanlah. Aku pukul kamu! Maafkan aku paman, maafkan aku. Hari ini aku belum siap,
Aku pergi dulu. Berhenti. Berhenti, jangan lari, berhenti, masih lari ya, berhenti, berhenti. Aku sepenuhnya sadar, dan aku mencintainya. Sebenarnya aku sukses atau gagal? Kenapa aku merasa diriku sedang melarikan diri? Kenapa tidak datang bekerja juga, kalau seperti ini juga aku bisa menghubungi 120. Jangan makan lagi, kamu seperti ini terus, bisa meledak,
Nyawamu yang terpenting. Aku tidak makan lagi, aku sudah kenyang sekali. Tutu, aku angkat telepon dulu ya. Halo, Tutu. Xi Ye. Kamu bisa datang ke sini sebentar? Tentu saja bisa. Ada sedikit masalah di kantor. Baik, baik, kalian tunggu sebentar, aku akan segera ke sana. Kamu mau ke kantor ya? Iya, benar,
Katanya kantor ada sedikit masalah. Kalau begitu kamu pergi saja, tidak perlu hiraukan aku. Kamu adalah pimpinan, jika kantormu terjadi masalah, mana boleh kamu tidak pergi. Tentu saja, aku akan menomor satukan pekerjaanku, maaf ya, Mowgli, sebenarnya aku ingin mengantarmu, tapi sekarang ada sedikit halangan, aku harus menyelesaikannya dulu. Malam sedikit, aku baru bisa mengantarmu.
Kamu tidak perlu hiraukan aku, pekerjaanmu lebih penting, pergilah. Tidak tahu mengapa, mendadak ada ratusan orderan, yang ingin minta rugi setelah menerima barangnya, mereka bilang barangnya adalah barang palsu, mereka hanya mau minta uang kembali, tetapi tidak mau mengembalikan barangnya. Serius sekali? Ingin memeras kita ya? Semua dari akun aktif yang berbintang,
Tidak seperti akun penipu. Baiklah, baik, aku sudah tahu, aku segera tiba, sudah dulu ya, tenang saja. Anda adalah… penanggung jawab kantor Xixiling? Kalian berdua siapa? Siapkan uangmu. Sekali bertemu langsung minta uang. Pemalsuan produk, -Pernah dengar bukan? –Pernah dengar bukan? Penipu sekarang berpakaian semewah ini? Aku kira organisasi penipu seperti ini…
Sudah lenyap dari bidang ini, ternyata masih ada ya? Ratusan pengaduan yang kami terima berasal dari kalian bukan? Semua mengadukanmu karena pakaian kalian adalah produk plagiat. -Plagiat. –Plagiat? Kami plagiat? Penipu seperti kalian, seharusnya mencari alasan yang lebih masuk akal lagi, kami plagiat? Hantu saja yang percaya, minggir! Anda tunggu sebentar, tunggu sebentar,
Aku perlihatkan kamu sesuatu. Anda lihat dulu, di sini ada 2 stel baju tidur, satunya produk asli. satunya produk plagiat. kami tidak datang untuk mencelakakan orang lain, Anda lihat sendiri. Kalau tidak lihat, kalian kira aku takut ya? Sini! Abang, kamu coba raba, sini, coba raba, coba raba, ini punya kalian, bukan? Ini punyaku, bukan?
Ketebalan pakaianku ini lebih pas, lembut dan elastis, berbahan katun, dan tingkat kehalusan yang tidak bisa kalian tiru, kalian yang plagiat tahu, masih menuduh kami yang plagiat. Berapa harga pakaianmu itu? 300 yuan. Apa? Pakaian ini paling mahal hanya 30 yuan? Memplagiat saja tidak pandai. Anda tidak ingin mengakuinya juga tidak apa-apa,
Jika kami tidak ada bukti, mana mungkin kami berani datang? Mana buktinya? Berikan padaku buktinya. Kualitas barang memang punya kalian yang paling baik, kami akui, tapi masalahnya adalah kalian meniru desain orang lain. Kami lebih awal 1 bulan menjual produk ini. -1 bulan. -1 bulan. Para permirsa, silakan lihat, apa kalian tahu,
Aplikasi pengedit gambar sekarang, bahkan anjing saja bisa menggunakannya, ingin menipu kami dengan gambar editan ya? Dari sini belok kanan, adalah ruang pengacara, percaya tidak aku akan melaporkan kalian? Percaya tidak aku akan membuatmu bangkrut? Aku benaran percaya, raja tanduk emas, raja tanduk perak ya? Salut, salut, salut. Mana labumu? Kenapa? Kamu berani rekam tidak?
Tentu berani. Baik, rekam. Namaku Ling Xi, tidak mengganti nama perusahaan, tidak juga mengganti namaku, Menuduh kami sebagai plagiat ya? Peras sesukamu, aku tidak pernah meniru siapapun. Xi Ye, Xi Ye. Karyawanku sudah datang, kami plagiat? Karyawanku sudah datang, tanya saja mereka. -Tidak plagiat. –Cepat rekam, rekam, rekam. Maaf, maaf, maaf. Tunggu ya.
Sudah rekam belum? Sudah. Ayo, pergi. Lepaskan, aku belum puas. Xi Ye, jangan pergi lagi, mereka datang dengan persiapan. Dengan persiapan? Maka dari itu aku mau bertengkar dengan mereka, ada berapa orang yang setiap hari memarahiku? Berapa ratus orang yang mengantri, dan berkata sifatku buruk, emosional dan sombong. Apa yang mereka katakan?
Apa yang mereka barusan katakan? Mereka bilang kita plagiat, karyawan kita plagiat, apa kita plagiat? Tidak sama sekali. -Xi Ye, Xi Ye. -Aku yang menirunya. Apa yang kamu katakan? Aku bilang aku yang menirunya. Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku
Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sedikit sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu yang menjuntai di bawah lutut
Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan-lahan berpaling melihat wajahmu Tangan yang sedikit hangat dan sinar bulan yang redup Cahaya lampu yang lemah, wajah yang kecil
Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku