【FULL】My Mowgli Boy EP9【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Dunia dengan keberadaan dirimu yang pertama kali kusadari Sepasang mata yang menatap tembus jiwaku Setiap hal kecil yang tiada hubungan Mengapa kau bisa melihatnya Aku yang dulu sebelum bertemu denganmu Tidak pernah terpikirkan cinta seperti apa Apakah kau juga sama kau seperti angin yang datang Membawaku pergi meninggalkan kumpulan manusia
Memeluk langit yang biru Jika kau angin yang lembut Biarlah aku mengembara bersamamu Bergandengan tangan dan mulai lagi memahami jelas pemandangan Memahami jelas pemandangan Mungkin saja suatu hari angin akan berhenti Jika bisa Aku berharap dapat membuat janji denganmu Berjumpa di tempat yang dulu Tidak peduli berapa banyaknya awan Hujan deras ataupun cuaca cerah
Menghirup udara yang sama Apakah kau tetap sama Mempertahankan hati yang paling semula Tetap suka melihat bintang Jika kau angin yang lembut Biarlah aku menjadi lonceng anginmu Setiap hari mendentingkan suara kebahagiaan My Mowgli Boy Episode 9 Dasar lelaki. Lu Ziyue. Meskipun tadi kerjasama kita sangat cocok, tapi jangan mengira,
Perasaan di antara kita juga ikut berkembang. Aku mohon kepadamu, jangan lagi menjadikan aku sebagai targetmu. Targetku sudah pergi. Kamu sedang mengejar bus umum. Bus no.45 Rumahku. Kalau begitu, maaf Aaas kesalahpahamanku. Kalau begitu, kamu tunggu saja bus berikutnya. Coba kamu lihat kalimat itu. Dibaca dari depan atau belakang juga bisa.
Kamu adalah sumber kebahagiaan bagi anak muda. Anak muda yang aku sukai adalah kamu. Bentuk hati pada iklan ini, Apakah begini bentuknya? Bolehkah aku bertanya satu pertanyaan? Benarkah kamu tidak pernah, sungguh-sungguh menyukai seorang lelaki? Kamu ingin bertanya apakah perasaan aku pernah terluka? Kira-kira begitu. Kalian para lelaki jika tidak ingin menetap,
Maka akan dianggap keren dan bertalenta. Kita para wanita jika tidak ingin menetap, maka akan dianggap Karena pernah patah hati. Kamu tidak merasa anggapan seperti ini, adalah diskriminasi terhadap kesetaraan gender. Aku tidak bermaksud seperti itu. Kamu salah paham. Aku tidak salah paham. Hanya saja kamu memiliki disiplin diri yang ketat.
Terlalu serius dalam memperlakukan orang. Sebenarnya orang sepertimu, selain terlihat sedikit kuno, namun masih termasuk pria sejati. Ternyata diriku, Masih ada sedikit posisi dihatimu. Poin aku disini adalah kamu sangat kuno. Ini bukannya berarti menyindir. Aku kira kamu sedang memujiku. Tentu saja bukan. Yang penting, tujuan hidupku bukan di percintaan, tapi persahabatan.
Terutama sahabat seperti Ling Xi. Jadi mengapa ekspresi wajah Zheng Li seperti itu. Ingin berbicara tapi tidak bisa. Kelihatan sangat kecewa. Aku merasa karena…. Karena apa? Aku juga tidak tahu. Sesuai perkiraanku, kamu pasti tidak tahu. Terima kasih. Aku ingin menyendiri sebentar, bolehkah? Mowgli, ada satu pertanyaan yang ingin aku tanyakan. Tanya saja.
Apakah KTP sangat penting? Tentu saja penting. Itu adalah label seseorang. Selain itu juga merupakan tanda pengenal. Tentu saja sangat penting. Dulu saat di hutan, hanya ada aku dan kakek penjaga hutan. Dan masih ada seorang guru. Saat aku tamat sekolah menengah, guru juga sudah pergi. Aku tidak tahu bagaimana membuat kartu identitas.
Aku juga tidak pernah kepikiran untuk membuat kartu identitas. Tetapi jika kamu tinggal disini kamu harus membuatnya. Ini sangat penting. Ini adalah bukti keberadaan kamu di dunia ini. Jika begitu, kartu identitas semua orang harus memilikinya? Saudara Ziyue juga memilikinya? Sekarang kenapa jika melakukan apa pun harus bertanya padanya. Kamu menyukainya.
Aku adalah lelaki yang kuat. Kata-kata lelaki yang kuat ini. Dari mana kamu tahu? Bullet comment. Jangan terlalu sering menonton drama idola. Banyak menonton, juga tidak banyak perkembangan pada dirimu. Aku belajar cukup baik. Apakah Tang Cheng dan Ziyue pacaran. Saat di kantor polisi. Aku melihat mereka diam-diam bergandengan tangan. Kamu bodoh ya?
Bergandengan tangan berarti sudah pacaran. Kalau begitu Zheng Li dan Bai Yiling Pasti berpacaran. Ini aku pasti tidak salah lihat. Apa yang kamu katakan. Mereka berdua… mereka berdua mana mungkin bisa. Aku melihat saat Zheng Li menatap Bai Yiling, Tatapan matanya akan berhenti Tiga detik didepan matanya. Saat mereka berdua saling bertatapan, rasanya mereka berdua,
Tatapan mata mereka bersinar. Maksudnya apa? Mereka berdua tidak mungkin bersama. Zheng Li dan Bai Yiling tidak mungkin bersama. Jika benar pacaran, itu juga adalah aku dan Zheng Li. Meskipun sekarang bukan, nanti pasti terjadi. Bukannya kamu dengan aku? Kapan aku dengan kamu? Jangan sembarangan bicara. Dulu saat kamu siaran langsung…
Itu karena aku di depan publik. Untuk kepentingan publik, mengerti? Selanjutnya, kita seharusnya tidak akan bertemu lagi. Tapi aku tetap mendoakanmu semoga semua berjalan lancar. Bolehkah aku bertanya sekali lagi? Apakah kita bertemu di saat yang tidak tepat? Mungkin saja. Sampai jumpa. Sangat disayangkan. Siapa sangka kita bukan orang di jalan yang sama.
Otot seperti itu, memiliki peluang bagus jika menjadi intrukstur pribadi. Sudah tidur? Belum. Apakah aku hari ini agak kelewatan. Zheng Li kelihatannya sangat tidak senang. Jadi, pernahkah kamu berpikir mengapa dia tidak senang. Mungkin dia memang tidak menyukaimu. Aku repot ingin membantu orang. Malah membuat masalah makin besar. Aku sungguh merasa, dia tidak pernah menyukaimu.
Aku sudah pikirkan dengan baik. Setiap hari mempermasalahkan ini dan itu. Dia mengira hanya itu trik aku. Kali ini aku memutuskan untuk berubah. Selamat malam. Kapan wanita payah ini akan menemukan cinta sejatinya? Marah tanpa sebab terhadap aku. Kamu pasti tidak bisa tidur juga. Sangat baik. Rumah Ziyue. Maaf, aku tidak mengerti.
Anda ingin mencari tempat mana? Rumah Saudara Ziyue. Aku terlalu bodoh. Tidak mengerti maksud Anda. Aku ingin pergi ke rumah Lu Ziyue. Silakan masukkan alamat yang biasa digunakan. Saudara Ziyue, rumahmu di mana? Besok aku ingin pergi ke rumahmu. Aku akan pergi. Meskipun sekarang hari masih pagi, tetapi aku tidak bisa menunggu lagi.
Aku mau pergi dari rumah ini. Aku hanya ingin memberi tahu saja. Naik kereta jalur 13. Lalu ganti ke jalur 12. Lalu ganti ke jalur 9. Setelah turun kereta, jalan kaki 1.152 meter. Lalu naik bus no. 791. Keterlaluan. Sungguh keterlaluan. Siapa itu? Siapa? Siapa kalian? Dari mana kalian datang?
Kalian salah menaruh barang, tahu tidak? Tidak salah taruh. Aku yang merusak barangnya, jadi akan aku bayar. Tidak ada hubungannya dengan Bai Yiling. Jangan menyalahkan dia. Mengerti? Baik. Masih ada sedikit hati nurani. Ayo pergi. Halo. Ada apa mencari aku. Kamu masih marah padaku. Jadi? Besok malam aku memesan sebuah ruangan di restoran.
Ingin mentraktir kamu makan, bersediakah kamu menerima permintaan maaf langsung dariku. Halo. Besok malam, ada siapa saja? Tidak ada, hanya kita berdua. Ada barang yang ingin aku berikan padamu. Kalau begitu, sampai ketemu besok. Baik. Saudara Ziyue, Saudara Mo. Maukah kamu mengadopsi aku? Mengadopsi? Yang benar itu menerima? Teman Ziyue ya. Temanku.
Mari, mari, mari, kebetulan kita bertiga masih kurang satu orang. Mari, mari, mari, main mahjong. Mari masuk, mari masuk. Silahkan duduk, silahkan duduk. Aku beri tahu kalian, meja ini Arah timur, barat, selatan, utara. Semua harus diduduki baru ada rezeki. Baik meja mahjong atau meja makan, semua sama. Oh ya, Xiao Mo,
Apakah kamu bisa bermain mahjong? Tidak bisa. Aku hanya bisa main menangkap burung gereja. Apa gunanya menangkap burung gereja? Burung gereja? Aku juga bisa. Saat kecil aku juga ada tangkap. Gunakan ketapel, lalu tembak. Setiap kali tembak dapat satu. Lalu dibakar. Sangat harum. Benar, kan? Sangat enak. Ayah, kita makan dulu. Baik, makan, makan, makan.
Sudah hampir kering kuahnya. Benar, benar. Ayo, ayo. Makan. Ayo gunakan sumpitmu, Ayo, ayo. Cepat makan, cepat makan. Mari, mari. Mari, mari. Aku bantu kamu, aku bantu kamu. Benar, benar. Mari, makan lebih banyak. Aku juga bantu kamu ambil. Sangat panas, hati-hati. Kamu bisa tambahkan saus tiram ini, juga boleh coba saus ini.
Saus ini agak pedas. Aku katakan padamu, semalam saat anak kita mandi, aku mendengar dia menghela napas. Itu 80% berarti dia ada masalah di hatinya. Tidak usah peduli, orang tuaku memang begitu. Aku tidak enak bertanya. Kenapa tidak enak bertanya? Ayah, Ibu. Orang yang melahirkan dan membesarkan aku. Pokoknya mereka bertanya apa,
Kamu jawab saja semampumu. Saat melihat mereka tertawa biasa saja, tapi rasanya ada yang aneh. Ayo makan. Baik. Tak disangka daging dan sayur ini, bisa dimakan dengan cara begini. Betul. Xiao Mo. Kamu sering bertamu ke rumah sesama teman pria? Tidak. Ini pertama kali menetap. Kamu dengar, dia bilang menetap. Sudah dengar.
Menetap, menetap, aku mendengarnya. Itu… kamu menetap, apa orang rumahmu tidak keberatan? Apa pendapat mereka? Orang rumah… Ling Xi? Biarkan saja dia. Semalam baru saja bertengkar. Bertengkar. Kalian, kalian bertengkar karena ini. Jadi kamu punya pacar? Ada, tapi sekarang tidak ada lagi. Aku pikir, dia sudah meninggalkanku. Kalian sudah sampai tahap begini? Kami,
Tahap seperti apa? Ini, ini, ini… Ayah, Ibu, suasana hati temanku buruk, dia ke sini bertamu, kalian malah tanya ini itu, sungguh tidak sopan. Bukan, kamu bilang kamu, kamu, kamu…. Tidak mau makan lagi, Kalian seharusnya introspeksi diri. Pergi. Ayo berdiri, kemari. Sudahlah, sudahlah. Ayo masuk. Ayo katakan, Datang dengan ransel, suruh aku menampungmu.
Ada apa diantara kau dan Ling Xi? Aku ingin serius bertanya padamu. Kamu juga harus jawab dengan serius. Katakan. Aku ingin bertanya, jika seseorang tau kamu suka makan stik sapi, memasak dengan kematangan 50%. Menabur lada dua kali, juga tidak berarti dia suka padamu? Tidak. Jika foto bersama, dengan tangan membentuk hati,
Lalu berkata sangat suka saat bersamamu, ini juga tidak berarti dia menyukaimu, benarkah? Tidak. Saat kamu terluka, dia membantumu ganti baju, juga mencuci rambutmu. Ini juga tidak berarti dia menyukaimu, bukan? Tidur seranjang juga tidak termasuk. Aku kira kata-kata yang diucapkan didepan umum, semua bisa dipercaya. Saudara Mo, Ling Xi bukan sengaja ingin berbohong.
Dia hanya butuh bantuanmu. Jangan terlalu pedulikan. Tapi bagaimanapun, dia telah membohongiku. Aku tidak suka perasaan ini. Aku tahu. Aku juga tidak suka. Mengapa manusia bisa serumit ini? Apa tidak bisa sesederhana hewan? Hewan saat marah hanya mengaum. Saat melihat makanan, mengajak teman makan bersama. Saat senang, berguling di tanah sambil mengendus.
Mengapa orang tidak bisa sesederhana itu? Dulu kita juga begitu. Hidup didalam hutan. Dalam proses evolusi lahirlah bahasa. Salah satunya termasuk kebohongan. Jadi semua yang diucapkan belum tentu benar. Terkadang suatu kebohongan memang tak bisa dihindari. Aku juga tidak ingin membohonginya, tapi coba kamu pikir rasanya dibohongi. Sangat menderita, harus bagaimana? Anggap saja,
Anggap saja kita pergi memanah dari mana datangnya panah? Kamu merasa tidak enak, maka panah balik dari arah itu. Dia bukanlah musuhku, lagipula aku tak ingin menyakitinya. Aku juga tak ingin membohonginya. Maka simpan kembali panahmu. Luka akan sangat sakit, tetapi cepat atau lambat akan pulih. Maksudmu aku harus melupakannya? Betul. Meskipun aku tidak tahu
Kamu sanggup melakukannya atau tidak. Kamu punya masalah yang sulit dilupakan? Punya, tetapi jika tak dilupakan akan mendatangkan masalah baginya. Lupakan semua juga merasa bersalah pada diri sendiri. Sebenarnya, sudah lama aku memusingkan masalah ini. Coba pikir, perkataan wanita itu sangat kekanak-kanakan. Terutama terhadap lelaki tunggal seperti kita. Wanita. Betul, wanita. Sangat sulit dimengerti.
Sangat sulit dimengerti. Ayo, ayo, ayo, kita bersulang. Aku tak sanggup minum lagi, aku merasa sedikit mabuk. Aku juga sangat mabuk, tapi tidak bisa, kita sebagai pria jika mabuk, tinggal tidur. Ayo bersulang. Mowgli bantu aku membuka botol. Mowgli. Mana dia? Mowgli. Mowgli. Dimana dia? Halo, Mo… Aku tidak ada di tempat. Berani tutup teleponku.
Baik, lagi menopause ya. Sungguh aneh. Sudah bilang aku tidak ada. Aku tidak bertanya keberadaanmu. Aku mau mengatakan, sekarang hari sudah gelap. Apa tidak tahu hari gelap harus pulang? Kenapa berkeliaran di luar. Aku di rumah Ziyue, malam ini tidak pulang. Terserah kamu, tinggal aja beberapa hari lagi di sana. Tutup dulu.
Mau merajuk ya, baiklah, aku malas meladenimu. Lihat saja, kubuang semua barangmu. Selimut ini begitu tipis, tidak takut dingin ya. Gunakan penutup apa saat tidur, apa gunakan baju untuk menutup saat tidur? Halo Ling Xi Lu Ziyue, aku ingin bertanya sebentar, mengapa Mowgli marah padaku? Dia tau kamu membohonginya. Dia mengira hubungan kalian itu serius.
Kalau begitu, Suruh dia gunakan selimut yang tebal, jangan sampai masuk angin. Masih ada, dia biasa suka makan daging, Tidak suka sayuran dan buah. Kamu bujuklah dia supaya makan sedikit. Maaf merepotkanmu. Sudahlah, jangan khawatir, serahkan padaku. Sampai jumpa. Sampai jumpa. Dengar kataku, romantis sekali. Benarkah? Ayo, cepat katakan.
Hal ini aku tidak akan asal memberitahumu. Sudah datang, sudah datang, sudah datang. Kejutan. Bagaimana kamu bisa di sini? Aku tidak hanya datang sendiri, aku juga membawa beberapa teman. Hai semuanya. Hai. Hai semuanya. Ini adalah… Bukankah ada hal yang ingin kamu katakan? Ayo katakan. Bukankah kita sudah janji, malam akan mengatakannya di private room?
Di sini sangat ribut. Hal yang mau aku katakan sangat penting. Harus lebih serius. Apa kamu tahu? Kata-kata itu jika dikatakan didepan banyak orang, Maka lebih serius. Aku merasa… Kamu tidak bersedia? Kamu tahu jika aku suka keramaian? Lagi pula keinginanku selama ini adalah semua orang bisa menjadi saksi atas kebahagiaanku. Ling Yu.
Dengar-dengar kamu akan melamar Gao Jie ya? Ya betul, tunggu apa lagi. Ayo lamar. Ling Yu lamar, Ling Yu lamar, Ling Yu lamar. Ayo lebih kuat. Lamar, lamar, lamar, Ling Yu lamar, Ling Yu lamar, Ling Yu lamar. Ayo cepat, ayo cepat. Lamar, lamar, lamar. Ini adalah cincin nikah yang khusus aku pilihkan untukmu,
Mohon kamu menerimanya. Sangat besar. Aku tidak mau terima. Bagaimana? Kalian sudah sampai? Hampir, hampir, Tinggal lewati satu jalan lagi. Bagaimana keadaan Mowgli sekarang? Kamu jangan terlalu tegang. Bagaimana mungkin tidak tegang? Nanti jika sudah sampai, kamu bertugas mengatur suasana. Aku menunggu kalian didalam. Ling Yu, kamu harus tahu kamu sedang melamar, memohon orang menyerahkan
Sisa hidupnya kepadamu, itu bukanlah hal yang mudah. Iya betul, lagipula bagaimana perlakuanmu terhadap Gao Jie kelak, kami juga belum mengetes langsung. Ya betul. Kalian tidak perlu risau. Perlakuanku kepadanya sebelum atau sesudah nikah tidak akan berubah. Semua permintaan yang dia sebutkan, aku akan berusaha memenuhinya. Kata-kata dari mulut tidak ada jaminan.
Jika begitu, coba cium tangan Gao Jie di depan semua orang, maka aku akan percaya. Cium, cium. Tangan sudah dicium, jika tidak keberatan, cium kaki juga. Main besar. Cintaku, kamu tak akan membuatku kehilangan muka kan? Baik. Hari ini, semua yang kamu katakan akan ku lakukan. Ya Tuhan, baik, apanya baik. Apa yang kamu lakukan?
Aku sedang melamar. Kamu ini melamar apa? Pertunjukkan monyet ya? Mereka sudah mempermainkanmu, kamu tidak punya harga diri ya? Melamar apa lagi? Ayo pergi. Dikerjai sedikit saat melamar, bukankah sangat normal? Apa kamu mencintainya? Kok bisa bertemu kamu lagi. Bukan urusanmu, perusak suasana. Ling Yu, dulu aku mengira kamu tidak mau mengaku kalah.
Tapi sekarang aku menyadari kamu sangat memalukan, selain itu kamu seorang pembohong. Aku, aku membohongi siapa? Kamu tidak hanya membohongi dia, juga diri sendiri. Coba kamu pikir sendiri, demi apa kamu menikahinya? Apakah karena cinta? Pertanyaan yang bagus. Kamu dengar baik-baik, aku melamarnya karena aku mencintainya. Selama ini aku baru tahu
Sebagian orang bohong demi harga diri. Tetapi kehilangan gengsi, lebih menyakitkan daripada berbohong. Sungguh seperti seekor anjing. Siap, kamu sudah boleh berbalik. Ayo kemari lihat. Lepas sepatu. Mowgli. Akhir-akhir ini, aku telah mengabaikanmu. Lihat, aku mengganti selimut tebal untukmu. Remote AC juga sudah ada baterai. Masih ada, Aku… tidak seharusnya aku membohongimu.
Tidak sepantasnya aku memperalatmu. Berbohong agar kamu tetap tinggal. Aku tahu kamu merindukan rumah, jadi aku mendekornya seperti hutan. Namun aku tahu, pasti tidak terlihat seperti hutan. Jika kamu, jika kamu sungguh ingin pulang. Aku tidak akan pulang. Benarkah? Aku akan membantumu menyelesaikan masalah, baru aku pulang. Mowgli. Apakah kamu telah memaafkan aku?
Di kontrak sebelumnya, ada dua masalah besar. Pertama, durasi logo yang muncul. Kedua, frekuensi siaran lisan. Tetapi dikontrak kali ini, aku sudah merevisi semuanya. Mari aku perlihatkan. Maaf, kurang persiapan. Lupa mengisi baterai. Tetapi di telepon genggamku ada cadangan, aku akan tunjukkan padamu. Tidak masalah, hal-hal yang direvisi sudah aku ingat. Intinya,
Poin dari pertemuan kali ini adalah makan bersama, tanda tangan dan stempel, akhir dari pertemuan, betul, kan? Betul. Dulu setiap saat kondisiku tidak begitu baik, ayahku akan menceritakan sebuah cerita tentang hewan. Begitu ceritanya selesai, kertas ditangannya sudah terlipat membentuk hewan yang ada dicerita. Untukmu. Semoga karirmu meningkat seperti kepompong pecah menjadi kupu-kupu. Jadi,
Ini kepompong atau kupu-kupu? Salah, ini namanya pecah. Sungguh sangat pecah. Aku berusaha membayangkan kupu-kupu. Oh ya, Ini adalah informasi tentang Direktur Chen. Kamu boleh melihatnya. Sebenarnya kerja sama kali ini 90% pasti berhasil, hanya saja… Apa ada yang terlewatkan? Direktur Chen yang akan ditemui nanti baru pulang dari luar negeri,
Mungkin tinggal terlalu lama di luar negeri. Kelakuan dan gaya hidupnya agak terbuka. Dengar-dengar orangnya sulit diatasi Nanti kita sesuaikan dengan keadaan saja. Dengarkan aku, kamu seorang wanita, harus tahu melindungi diri sendiri. Oke? Oke. Mowgli. Ada orang. Oke, oke, tidak apa-apa, tidak apa-apa. Yang datang duluan yang masuk, aku tahu, aku tahu. Tunggu, tunggu.
Aku ingin tanya, kira-kira kamu berapa lama lagi? Lihat suasana hati. Paling tidak 10 menit lagi. Aku sungguh menyesal mengubah toilet satu lagi menjadi ruangan baju. Aku tidak bermaksud mendesak, hanya ingin bertanya saja kira-kira berapa lama lagi? Mungkin 20 menit, mungkin juga 30 menit, tidak pasti. Mempermainkanku ya? Cheng, Cheng, Cheng, kamu di rumah?
Lagi pakai toilet? Bagus sekali. Tunggu aku, secepat kilat. Stik sapi goreng, telur goreng, susu dan roti. Masih ada mustard kesukaanku. Apa yang terjadi? Aku ke rumah Tang Cheng, buang air besar sebentar saja kamu sudah menyiapkan sarapan besar, bolehlah. Ini semua punyaku. Kamu tidak tahu, anak belum 5 tahun saja harus belajar satu keahlian,
Yaitu berbagi, berbagi. Itu juga tergantung siapa orang yang dibagi, apakah pantas atau tidak. Aku mengaku belakangan ini ada kesalahpahaman di antara kita. Kamu ada hak menolakku, tetapi aku tidak memintamu balas budi. Kamu makan, minum dan tinggal ditempatku, Tidak bisakah berbagi sedikit sarapan denganku? Ini semua aku bawa pulang dari rumah Ziyue,
Dia tidak berhutang padamu. Silakan sebelah sini. Di ruangan ini, betul. Kelihatannya, aku melewatkan lokasi medan perang. Kemungkinan akan menjadi pertempuran yang sulit. Kita hanya bisa menyesuaikan diri, Perhitungkan setiap gerakan. Masih kata-kata yang sama, harus lindungi diri sendiri, kontrak memang penting, tapi keselamatan lebih penting. Jika terjadi apa-apa, berlindung dibelakangku. Aku akan melindungimu.
Halo, di sini. Halo, Direktur Chen. Pertama kali jumpa, mohon bantuannya. Halo, halo. Kamu salah paham, aku bukan Direktur Chen. Aku asisten pribadinya. Direktur Chen kami ada di sana. Di sini, Direktur Xiao Zheng. Maaf, aku lupa menganalisis gendernya. Kelihatannya, orang yang harus membeli asuransi itu aku. Semangat. Hentikan. Saat melihat skema perencanaan,
Aku mengira Direktur Chen adalah orang tua yang sudah berumur. Tak disangka masih seorang remaja. Sudah 27 tahun, tidak muda lagi. Jika dilihat dari usiaku, kamu masih sangat muda. Seperti bibit kacang yang baru keluar dari tanah, baru mulai tumbuh. Direktur Chen, sangat senang bertemu dengan Anda. Begini, mengenai bagian yang direvisi,
Kami mengubahnya sesuai pendapat Direktur Chen. Membuat waktu kemunculan logonya lebih panjang. Kami merasa 3 detik cukup, jika terlalu panjang, aku khawatir penonton tidak akan suka. Direktur Xiao Zheng memang bijaksana. Biasanya pasti sangat giat bekerja. Harus giat bekerja. Memang sudah sampai umurnya untuk berjuang. Tunggu sampai kamu seumuran aku, kamu akan tahu, selain berjuang,
Peluang dan kesempatan juga sangat penting. Tubuh adalah modal utama revolusi. Tubuh Direktur Xiao Zheng juga sangat bagus. Sehari-hari suka fitness, ya? Biasanya pergi main tenis dengan teman-teman. Main tenis sangat bagus. Aku juga suka main tenis. Kalau begitu, kita pesan satu lapangan, saling belajar. Tidak bisa. Direktur Chen bukankah Anda berkata
Main tenis, membuat lengan jadi kasar? Kamu tahu apa? Ada otot adalah sumber kecantikan, jadi termasuk cantik, mengerti? Tapi… Sudahlah, sudahlah. Kamu ke sana dan tunggu aku. Kontrak mengenai banyaknya siaran lisan, sebenarnya kami juga ada sedikit saran. Kami bermaksud….. Yang Direktur Xiao Zheng pikirkan memang sempurna. Pria muda dan tampan sepertimu,
Pasti banyak wanita yang berlomba-lomba mengejar. Anak muda harus lebih fokus ke karir. Jangan buru-buru, pelan-pelan pilih. Masuk akal. Lebih baik memilih wanita dewasa, yang sudah stabil, serta bisa mendukung kenaikan karirmu. Aku akan mempertimbangkannya. Lihatlah aku, hanya tahu asal bicara. Mari makan sedikit buah. Longan meningkatkan vitalitas, menambah darah dan tenaga.
Anak muda seperti kalian harus banyak makan buah ini. Direktur Chen… Ayo, coba dulu…. Tidak, tidak perlu repot… Coba dulu…. Sungguh tidak perlu… kamu coba dulu…. Biar aku saja. Apakah enak? Kamu tidak apa-apa, kan? Kamu tidak apa-apa kan? Ada apa? Ada apa? Ada apa denganmu? Tidak, tidak, tidak apa-apa, tidak apa-apa. Biar aku saja.
Biar aku, biar aku. Kamu tidak apa-apa kan? Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sedikit sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan
Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu yang menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan
Tanpa kusadari perlahan-lahan berpaling melihat wajahmu Tangan yang sedikit hangat dan sinar bulan yang redup Cahaya lampu yang lemah, wajah yang kecil Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku