【FULL】Destiny’s Love EP32【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Destiny’s Love Episode 32 Hu Dongkai, aku bisa pulang sendiri. Aku tidak bilang mau mengantarmu pulang. Kalau begitu aku tidak ada alasan untuk mengikutimu pergi. Apa yang sebenarnya kamu ingin lakukan? Aku tidak ingin melakukan apa-apa, hanya ingin melihatmu saja. Aku takut suatu hari nanti, kamu tiba-tiba menghilang.

Aku sudah memutuskan untuk keluar dari dunia hiburan. Beberapa hari lagi Kakak Ping kan membantuku mengadakan jumpa pers yang terakhir kali, untuk mengumumkan pengunduran diriku. Aku akan mengucapkan selamat tinggal terhadap masa laluku. Apakah juga termasuk aku? Chi Yu memang pernah mencintai Ji Wan, tetapi itu adalah kejadian masa lalu.

Kalau begitu cinta mereka pasti sangat mendalam. Yang bermarga Wen! Haoshu! Kamu jangan khawatir. Aku pasti akan terus menjadi penggemarmu dan mendukungmu terus. Penggemarku sudah cukup banyak, kehilangan satu orang juga tidak apa-apa. Kamu tidak mau? Kalau tidak mau, ya sudah. Tapi aku kehilangan seorang pacar, yang serius. Aku ingin mengatakan… Maksudku…

Aku bukan tipe orang yang gampang jatuh cinta, tetapi pacarku yang sebelumnya, sebelum kamu… aku tidak pernah serius dengan mereka. Aku berbicara begitu karena sebenarnya sangat sedikit… hanya beberapa… beberapa… teman wanita. Hu Dongkai, sebenarnya apa yang sedang kamu bicarakan? Aku… Aku… Aku sudah berbicara begitu banyak… Kamu malah… Kamu malah… Ada apa?

Aku sedang mengutarakan perasaanku terhadapmu. Aku juga tidak mengatakan kalau kamu harus segera memberiku jawaban sekarang. Bagaimanapun juga aku sudah begitu lama menunggumu. Hu Dongkai, jika kamu tiba-tiba memiliki masa cuti yang sangat panjang, apa yang ingin kamu lakukan? Aku? Aku pasti akan keluar negeri, menggoda wanita barat, memberikan kebanggaan bagi negaraku.

Aku memang adalah seseorang yang menyukai kebebasan dalam hidup, butuh teknik yang tinggi untuk bisa menaklukkanku. Apakah kamu ingin mencobanya? Aku hanya bercanda saja. Orang sepertiku mana mungkin bisa keluar negeri… menggoda wanita barat… mimpi apa aku ini. Itu… Apakah kamu sudah mendengar tentang masalah yang berhubungan dengan Kakak Suxi? Perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya

Ingin mempekerjakan dia dengan gaji tinggi dan dia menolaknya. Lalu masih ada orang yang mencarinya untuk melakukan film seri panjang, dia juga menolaknya. Kamu, kenapa kamu tidak pergi membujuknya? Aku khawatir kalau aku bukan orang yang tepat untuk membujuknya. Apakah kamu tertarik untuk mengantarku pulang? Tertarik, tapi rumahmu jauh atau tidak? Ini Lattemu. Terima kasih.

Ini Cappuccinomu. Baik, terima kasih. Silakan dinikmati. Aromanya wangi sekali. Apakah ingin minum sesuatu? Aku memiliki potongan harga sebagai karyawan. Hmm… Sebentar lagi aku akan membersihkan meja yang di bawah. Kenapa masih sungkan denganku? Kalian berbincang saja. Kenapa begitu serius? Sejak kapan kamu mulai bekerja di sini? Sudah beberapa waktu ini. Maafkan aku.

Kenapa minta maaf padaku? Aku malah tidak mengetahuinya. Kenapa dengan kamu ini? Aku yang tidak memberitahumu. Sama seperti aku yang penuh dengan kasih sayang ini, kalau aku tidak memberitahu, kamu juga tidak mungkin tahu. Banyak kejadian yang terjadi akhir-akhir ini. Haoshu, ini salahku. Kamu kehilangan pekerjaan karena membuat film denganku. Tapi, kamu jangan khawatir.

Aku sudah berjanji padamu. Aku pasti akan berusaha agar komikmu bisa diubah menjadi sebuah film. Apakah kamu merasa sangat menyesal karena mempunyai seorang teman sepertiku? Kalau kamu tidak membahasnya, aku sama sekali tidak memikirkannya. Tetapi karena kamu membahasnya, aku tiba-tiba merasa kalau aku memang adalah seorang produser film. Kamu tidak tahu?

Sama seperti film yang kamu buat itu, aku sudah beberapa kali diam-diam melihatnya di internet. Dalam mimpi pun aku tidak pernah berpikir, kalau gambar yang aku buat bisa dijadikan film olehmu. Waktu itu kalau bukan karena dukunganmu, bagaimana sekarang aku bisa seperti ini. Jadi menurutmu, bukankah aku sudah berteman dengan seseorang yang terbaik?

Kenapa kamu begitu baik terhadapku? Harus bagaimana lagi, orang yang dari kecil tumbuh besar bersamaku, hanya sisa dirimu saja, aku sudah terbiasa. Aku memang sudah tahu, tidak ada orang yang mengerti tentang hubungan perasaan kita berdua. Ini yang dinamakan dengan cinta. Kalau lebih tepatnya, ini adalah sebuah persahabatan yang luar biasa. Apa yang sedang dibicarakan,

Gembira sekali. Xiaomi. Kamu temani Kak Suxi dulu, aku ke bawah sebentar untuk membantu Lao Ji beres-beres. Duduklah. Kamu minum punyaku saja, aku belum menyentuhnya, aku minum punya dia saja. Hari ini Kak Suxi tidak pergi mencari Guru Chi Yu, kenapa tiba-tiba bisa datang mencari Kakak Haoshu?

Aku baru saja tahu kalau dia bekerja di sini, jadi aku datang untuk mengunjunginya. Tadi kamu bilang, Guru Chi Yu? Itu tidak penting. Kenapa kamu baru tahu kalau Kakak Haoshu bekerja di sini? Sebelumya dia selalu menyembunyikan dariku dan tidak memberitahuku. Tapi ini juga salahku, kecerobohanku. Sebenarnya dia juga tidak memberitahuku. Tetapi aku sudah mengetahuinya

Sejak hari pertama dia bekerja di sini. Benarkah? Tentu saja. Tempat ini dekat dengan sekolahku. Aku tidak sengaja bertemu dengannya ketika dia sedang membagikan brosur. Kebetulan sekali ya. Apanya yang kebetulan. Jodoh yang sebenarnya tidak akan bisa dihindari. Lagipula, walaupun tidak bertemu dengannya, dalam waktu kurang dari 2 hari,

Aku juga akan bisa mengetahui semua rahasianya. Apakah kamu tahu penyebabnya? Kenapa? Karena aku peduli pada dia. Teman baik sepertimu, dia hanya bisa hidup berseberangan. Apakah kamu tidak merasa kalau belakangan dia banyak berubah? Hari ini baru mengetahuinya, bukankah kamu seharusnya mengkritik dirimu sendiri? Kalau begitu menurutmu bagaimana aku bisa menebus kesalahan ini?

Pengorbanan yang tidak berguna, mau ditebus seperti apapun, semua upaya penebusan yang kamu lakukan hanya dapat membuatnya lebih berkorban. Jika memang seperti ini, lepaskan dia sepenuhnya. Itu adalah solusi yang terbaik. Melepaskan? Apa maksudmu? Apakah kamu tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang mustahil untuk bersamamu? Apa yang menjadi kesukaannya juga menjadi kesukaanku. Waktunya

Akan menjadi waktuku juga. Aku menjadi bayangannya, sedangkan dia hanya bisa melihat cahaya yang jauh di sana. Setiap hari, lingkaran pertemanan dia menjadi pemahaman bacaanku. Setiap malam memegang ponsel untuk menunggu kabar darinya. Satu menit tidak membalas, mungkin sedang pergi ke kamar mandi. Satu jam tidak membalas, mungkin dia sedang sibuk dengan urusannya.

Satu hari tidak membalas, mungkinkah karena ingin menemuiku, jadi dia sengaja tidak membalasnya. Aku berpikir jika aku bisa membuatnya bahagia, dia akan menyukaiku. Tetapi aku malah kalah dengan orang yang membuatnya sedih. Sebenarnya hidup ini jauh lebih menarik dari cerita di komik. Demi kamu, dia datang ke kota ini. Demi kamu, dia memberanikan diri

Untuk melakukan pekerjaan yang tidak dia kenal. Apakah dia pernah tidak muncul di hadapanmu ketika kamu membutuhkan dia? Tapi… apakah kamu benar-benar membutuhkan dia? Kamu tidak akan bisa menyembunyikan emosimu ketika berada di depan orang yang kamu sukai dan hanya kamu saja yang percaya bahwa

Semua pengorbanan yang dilakukan oleh Kakak Haoshu itu adalah karena persahabatan, pertemanan. Hari ini aku tinggalkan dia untukmu. Bagaimanapun juga selama ada kamu, dia tidak membutuhkan aku untuk menunggunya lagi. Wen Suxi, naik pesawat, membeli ayam KFC sepanjang malam, makan makanan vegetarian. Membosankan sekali, kenapa kamu tidak mengejarku? Kenapa kamu bisa begitu bahagia?

Coba lihat apakah ini mirip dengan ketika kita pulang sekolah waktu kecil, kamu menungguku sambil duduk di bangku besar yang ada di depan pintu gerbang sekolah. Haoshu, sudah berapa lama kita saling mengenal? Dari usia 9 tahun. 9 tahun, berarti sudah 20 tahun. Jadi seharusnya tidak ada rahasia di antara kita berdua. Apakah kamu mungkin

Selalu menyukaiku? Kenapa kamu membahasnya lagi? Serius sekali. Ayo kita foto dulu. Haoshu, aku tidak sedang bercanda. Aku tidak sedang bercanda. Aku juga akan serius bertanya padamu, apakah kamu pernah menyukaiku? Aku tidak pernah memikirkannya. Lihat, kamu saja tidak pernah memikirkannya, kenapa aku bisa memikirkannya? Benar, aku juga tidak bisa membohongimu. Jika dibilang tidak memikirkannya,

Juga bukan sepenuhnya tidak memikirkannya. Apakah kamu masih ingat ketika kita pertama kali bertemu? Suxi, letakkan barang-barang kamu di kamarmu sendiri, hati-hati ya. Baik. Apa lihat-lihat, kenapa tidak ke sini membantuku? Diam! Namaku Wen Suxi. Siapa namamu? Lin Haoshu. Wen Suxi, naik pesawat, membeli ayam KFC sepanjang malam, makan makanan vegetarian langsung diare. Lin Haoshu,

Kenapa kamu menarik rambutku? Aku bertanya padamu. Kamu ingin berkelahi saja atau membelikanku mi kering? Begitu saja ya. Kalau begitu aku membelikanmu mi kering saja, aku takut tidak bisa menang melawanmu. Jangan khawatir, ke depannya kakak akan melindungimu. Waktu itu aku berpikir anak gadis ini imut sekali. Aku benar-benar hampir menyukaimu. Akhirnya kamu memakan habis

Mi kering yang kuberikan padamu sampai tidak bersisa, sedikit ampaspun tidak disisakan untukku. Momen tersebut membuat aku yang masih kecil ini berpikir, ini yang dinamakan pecinta makanan. Hanya bisa sebagai sahabat baik. Sahabat baik, selamanya. Lalu mengenai tembok sekolah, waktu itu aku terlambat ke sekolah. Benar-benar ketakutan. Ayo cepat turun.

Aku memang suka berada di atas sini, aku tidak akan turun, kenapa memangnya? Apa yang sedang kalian lakukan? Sedang menonton fim? Tidak mau masuk ke kelas? Bubar, bubar. Apa yang bagus untuk dilihat. Lin Haoshu, apa yang sedang kamu lakukan? Apanya yang kenapa, aku datang terlambat, aku takut nilai kelas kami akan dikurangi.

Kalau takut kenapa harus memanjat tembok? Ketika berada di atas, aku baru menyadari ternyata tinggi sekali. Baik, baik, baik, ayo cepat turun. Sini, sini sini, ayo cepat. Aku akan menangkapmu. Yakin kamu? Aku tidak percaya. Kalau memang mau membantuku, bantu aku carikan sebuah tangga, aku bisa turun sendiri. Lin Haoshu, jangan banyak bicara lagi,

Bel kelas sudah berbunyi, kita sudah akan terlambat. Cepatlah, sini. Ayo cepat. Berikan kakimu. Hati-hati. Ayo cepat! Tetapi ketika aku berpijak pada bahumu dan kakiku juga masih belum berdiri dengan , kamu langsung melepaskan seragammu dalam sekejap dan melemparnya ke wajahku sambil bilang, cuci seragamku sampai bersih. Lalu masih ada sekali lagi, ada sekali lagi…

Lin Haoshu! Lin Haoshu! Sedang apa kamu? Apa yang sedang kamu gambar? Aku tidak menggambar apa-apa. Apakah kamu menggambar wajah ketua kelasmu itu? Biarkan aku melihatnya. Tidak bisa, tidak bisa. Tidak boleh, tidak boleh, tidak boleh. Mi keringnya jadi hancur. Mi kering, mi kering. Bicara jujur, apakah kamu

Naksir dengan gadis yang menjadi ketua kelasmu itu? Menurutmu bagaimana rasanya menyukai seseorang? Kurang lebih seperti, jika kamu melihat dia, kamu akan merasa senang. Setiap kata yang diucapkan olehnya, akan diingat terus dalam hatimu. Ketika dia berada dalam jarak pandangmu, matamu tidak akan berpaling darinya. Aku belum pernah menjumpainya. Apakah kamu pernah menjumpainya? Pernah.

Suxi ya, meskipun kamu tidak ada kemungkinan denganku, tetapi masih banyak pilihan di dalam dunia ini. Asalkan… Kamu mau membuka lembaran baru, Suxi kita pasti akan menikah nanti. Lalu, ke depannya jika aku tidak selalu berada di sisimu, kamu harus menjaga dirimu sendiri. Kamu mau pergi ke mana? Aku… Aku akan segera pindah.

Beberapa hari ini aku terus mencari tempat tinggal baru. Kebetulan hari ini aku sudah membayar uang sewanya, dua hari lagi sudah bisa pindah. Aku hanya merasa kalau aku… Aku tidak bisa terus menerus tinggal di rumah Chi Yu. Tapi… Jangan bilang suruh aku tinggal di rumahmu ya. Meskipun hubungan kita berdua sangat baik,

Aku juga tidak mungkin bisa berada di sisimu selamanya, benar tidak? Suatu hari ini kita pasti akan berpisah. Lin Haoshu. Aku… tiba-tiba teringat ada urusan yang sangat penting, aku harus segera pergi menyelesaikannya, aku pergi dulu dan tidak mengantarmu. Haoshu! Satu… Dua… Tiga… Pulanglah lebih awal. Maafkan aku, Haoshu. Kemana kamu akan pergi mendaftar ujian?

Kenapa? Tidak rela berpisah denganku ya, ingin lebih dekat denganku. Siapa bilang? Aku hanya ingin memilih sekolah yang jaraknya sejauh mungkin darimu. Aku tahu, kamu ingin satu sekolah dengan gadis yang kamu kejar itu, bukankah begitu? Cemburu ya. Aku beritahu, sekarang yang mengejarku bukan hanya satu orang saja. Yang mengejarmu bukan hanya satu orang?

Untuk apa mengejarmu? Mengejarmu untuk panjat pohon ya? Jika bisa kembali ke hari ketika aku pertama kali bertemu denganmu, jika orang tersebut bukanlah aku, aku takut segala sesuatu akan berbeda. Haoshu, aku sudah menerima surat penerimaanku. Benarkah? Selamat untukmu. Ke mana kamu akan pergi? Hailing. Tetapi jika orang tersebut masih adalah kamu,

Biarpun aku sudah melupakan segalanya, aku juga masih tidak bisa mengendalikan diriku, agar kamu bisa mendekatiku. Saat itu, aku akan melupakan semua rasa sakit, tapi masih bisa menyukaimu. Haoshu! Begini saja juga tidak apa-apa. Suxi, ada yang mau kukatakan padamu. Apa yang kamu bicarakan? Aku tidak bisa mendengarnya. Aku bilang ada yang ingin kukatakan padamu.

Lebih keras sedikit, suaramu tidak jelas! Aku takut… Akut takut ke depannya kita akan jarang bertemu. Suxi, aku menyukaimu. Hei…aku tidak menunggumu lagi, aku pergi ke sana dulu. Suxi, aku menyukaimu! Aku menyukaimu, Wen Suxi! Wen Suxi! Aku menyukaimu! Menyukaimu! Menyukaimu! Tetapi jika semua ini tidak bisa terjadi lagi,

Namamu sudah tidak ada artinya lagi bagiku, kamu yang selalu tersenyum untukku sudah tidak ada artinya lagi, angin berhembus sudah tidak ada artinya lagi, hujan yang turun sudah tidak ada artinya lagi. Semua ini, bagaimana kamu bisa mengembalikannya padaku? Musim dingin di tahun itu, di hari kepergianmu. Sebenarnya aku selalu berdiri di belakangmu.

Kamu malah tidak pernah melihat ke belakang. Aku berkata pada diriku sendiri. Jika kamu bisa berbalik badan dan melihatku, aku akan segera pergi ke sana untuk memelukmu, dan tidak akan melepaskanmu lagi. Tetapi pada akhirnya, aku tidak memiliki keberanian untuk mengatakan hal ini kepadamu. Mungkin ini sudah ditakdirkan, ditakdirkan jika perasaan cinta ini

Akan menjadi penyesalanku seumur hidup dan menjadi sebuah kenangan untuk selamanya. Hei, kenapa kamu tidak menemuiku? Aku sedang sibuk. Sibuk apanya, aku lihat kamu hanya tidak sanggup melihat adegan perpisahan. Kenapa disebut dengan tidak sanggup melihat adegan perpisahan ya. Kamu harus ingat ya. Kita adalah sahabat seumur hidup. Tidak peduli seberapa jauh kamu pergi,

Kamu juga tidak akan bisa membuangku. Baiklah, baiklah, kalau ada apa-apa, telepon aku saja, aku tutup dulu. Suxi, Suxi, Suxi, aku menyukaimu. Tetapi bahkan jika ini tidak terlupakan, kalau bahkan aku pun juga dilupakan, siapa yang akan tahu bahwa ada seseorang yang bernama Lin Haoshu pernah mencintaimu seperti orang gila. Suxi, aku menyukaimu.

Aku menyukaimu, Wen Suxi. Aku menyukaimu. Aku menyukaimu. Wen Suxi. Aku menyukaimu. Tetapi mungkin ke depannya… Aku tidak akan menyukaimu lagi. Tunggu setelah aku pergi, baru berikan ini kepadanya. Apakah benar-benar mau pergi? Kalau begitu aku mengantarmu saja. Tidak perlu, Chi Yu yang akan mengantarku. Ke depannya, kalau aku tidak berada di sini lagi.

Kamu harus menjaga dirimu dengan baik. Harus istirahat dengan rutin. Jangan seperti seorang anak gadis lagi. Kita sudah sepakat ya, setelah menikah, menikah dengan orang lain, aku harus menjadi ayah angkat dari anakmu. Kenapa harus bersikap seakan-akan seperti perpisahan hidup mati, bukankah hanya pindah rumah saja, dan juga bukan tidak akan bertemu lagi ke depannya.

Aku pergi dulu. Sahabat terbaik selamanya. Aku pergi dulu. Ini untukmu, Haoshu yang memberikan untukmu. Aku sudah menggambarkan segala sesuatu yang ingin kuucapkan untukmu. Tidak tahu apakah kamu menyadarinya atau tidak. Seharusnya sangat sulit. Pada akhirnya, Lin Haoshu tidak akan menjadi tokoh pria utama selamanya. Haoshu. Haoshu. Maafkan aku.