【FULL】Destiny’s Love EP19【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Destiny’s Love Episodse 19 Maaf sutradara Wen, kami tidak tahu kalian ada di dalam. Kakak, kamu… Kamu seharusnya memilih tempat yang cocok. Bukan seperti yang kalian pikirkan. Kami… Ambil ini. Ayo… Matanya lebih besar darimu. Mulut, lebih kecil darimu. Sifat kalian sama-sama buruk. Mulut lebih kecil dari saya. Mata lebih besar dari saya.

Alis lebih panjang dari saya. Apakah ini masih manusia? Trik. Ini pasti sebuah trik. Kakak sudah bertahun-tahun berpengalaman di dunia silat, saya masih bisa tertipu olehmu? Kelihatannya hanya dengan tidak ada cara lebih baik daripada ada cara. Ada hal apa? Katakan. Kamu… kedepannya harus bersikap baik pada saya,

Jika tidak, lusa siapa yang akan bawa kamu pergi mencari Kepala Museum? Jika tidak ada urusan, kembali tidurlah. Tidak menarik. Sebenarnya saya selalu ingin tanyakan padamu, yang kamu bantu sebenarnya adalah Wen Suxi atau Ji Wan? Apakah ada perbedaannya? Tidak ada perbedaan kah? Benar juga. Tidak peduli atau tidak. Pokoknya, dia

Cepat atau lambat, harus melupakan semua ini. Tidak perlu galau akan hal ini. Tapi, saya sarankan padamu, begini terus, tidak ada untungnya untuk kamu dan dia. Saya hanya tidak tahu, seperti apa hubungan kita berdua. Kamu bagi saya adalah guru, adalah teman. Tapi saya tidak tahu, apakah ini adalah cinta?

Tidak masalah jika kamu tidak tahu. Kali ini, saya akan membuatmu ingat sedalam-dalamnya, apa arti saya buat kamu? Apa yang kamu lakukan di sana? Wen Miao, ada yang ingin saya katakan kepadamu. Saya takut jika tidak mengatakannya sekarang, tidak ada kesempatan lagi untuk mengatakannya. Saya menyukai kamu. Saya menyukai kamu. Baik, berhenti. Lolos.

Semuanya sudah bekerja keras. Film kita sudah tamat. Sudah tamat. Terima kasih semuanya, sudah bekerja keras. Sudah bekerja keras. Sudah tamat. Sudah bekerja keras. Oh ya Kakak Suxi, apakah malam ini kita langsung pergi ke restoran acara perjamuan tamatnya film? Baik, apakah semuanya ikut? Chi Yu dan Dora tidak pergi. Mereka berdua tidak pergi?

Itu yang dikatakannya. Terima kasih. Sama-sama. Mengapa kamu semalam tidak balas pesan saya? Ada sedikit hal sehingga lupa. Kalau begitu nanti ke taman hiburan, tidak ada perubahan kan? Kakak Dora, ini bajumu. Terima kasih. Sama-sama. Kalian berdua tidak mau ke acara perjamuan tamatnya film? Ya. Kami tidak pergi ke acara perjamuan tamatnya film. Kalian bersenang-senanglah.

Jadi kalian ke mana? Apakah ada rencana pemotretan? Tidak ada. Sudah benar kalau begitu. Jika tidak ada rencana pemotretan, di dalam kontrak saya, pekerjaan saya sudah selesai. Jadi jadwal selanjutnya, tidak ada katakan padamu. Setelah kamu selesai rapikan rambutmu, tunggu saya di mobil. Kalau begitu terima kasih kepada kalian,

Dengan begini kami bisa kurangi 2 botol alkohol. Suxi, pulang lebih awal di malam hari. Mungkin setelah minum saya senang, dan tidak akan pulang semalaman. Kakak, restoran itu tutup jam dua. Apakah saya tidak bisa pergi nyanyi? Bisa. Sebenarnya, saya dan Dora sejak awal sudah… Kamu tidak perlu mengatakan begitu banyak pada saya,

Saya bukan ibumu. Youyou, ayo pergi. Kunci. Kakak, apakah kamu yakin mau menyetir sendiri? Sejak mobil ini dibeli hingga sekarang, kamu tidak pernah menyentuhnya. Mobil dibeli bukankah untuk dikendarai? Lagi pula, saya bukannya tidak memiliki SIM. Kamu setidaknya beritahu saya, kamu mau ke mana? Apa gunanya saya beritahu kamu?

Lagi pula saya pulang jam berapa, kamu juga akan tahu. Pada saat itu kamu baru beritahu kakak Ping, ya kan? Kunci. Kakak, ini kuncinya. Setelah pukul sepuluh, tunggu di rumah saya. Kalau begitu kamu harus memperhatikan keselamatan. Baik. Tunggu sebentar. Bantu foto saya dulu. 1, 2, 3. Baik. Sini, saya lihat. Kakak, coba kamu lihat.

Baik. Baik, pergilah. Kamu pelan-pelan. Saya pergi dulu. Pelan-pelan, Kakak. Pelan-pelan, Kakak. Terima kasih. Saya ke sana dulu. Mengendarai mobil jelek, apa yang perlu di tampilkan? Coba saya lihat. Dan juga bilang ayo jalan… Mengira bahwa itu balap reli. Omong-omong, apakah kamu tahu ke mana mereka pergi? Bagaimana saya bisa tahu?

Tidak ikut makan malam bersama. Bawa mobil sendiri. Sungguh sudah direncanakan dengan hati-hati sejak dulu. Baik. Jangan pedulikan mereka, kita minum. Minum. Bersulang. Sutradara Wen, jangan hanya minum sendiri. Ayo…bersulang dengan sutradara Wen. Sutradara Wen, kami pekerja kurang bisa berbicara, kami bersulang denganmu. Baik. Hari ini semuanya makan, minum, bermain dengan baik.

Kita tidak pulang sebelum mabuk. Tidak pulang sebelum mabuk. Bersulang. Kamu… Apakah tidak bisa mengemudi? Lumayan. Bukankah sudah menyetir sejauh ini? Lalu lintas macet, tidak perhatian, terus menekan klakson. Tidak tahukah ini pertama kalinya mengemudi mobil? Mengendarai mobil lebih melelahkan daripada jalan kaki. Jika seperti sekarang ini, saat tiba mungkin sudah tutup.

Bisakah jangan begitu memukul orang? Bisa mengendari mobil dan bersenang-senang, saya masih sangat menantikannya. Biar saya saja. Sejujurnya, begitu lama menjadi artis, saya bahkan tidak pernah keluar sendiri untuk bersenang-senang. Tapi jika tidak menjadi artis, saya juga tidak mungkin membeli mobil seperti ini. Bagaimana menurutmu? Mengorbankan kebebasan untuk mengganti ketenaran, apakah itu layak? Menurut asaya,

Hal yang paling penting dalam kehidupan manusia adalah waktu. Kakak Suxi pasti sangat marah karena kamu menemani saya keluar. Apakah kamu bermasalah dengannya? Meskipun ada, ini tidak ada hubungannya dengan saya keluar denganmu. Dora, kedepannya harus mengandalkan dirimu sendiri. Jadi, harus semangat. Kenapa pura-pura jadi orang baik?

Lagi pula kamu pasti lelah mendidik orang baru seperti saya. Kamu akhirnya bisa menyingkirkan saya sekarang, membuat saya juga merasa senang untukmu. Dora, sering kali Manusia harus bertentangan dengan kehendaknya untuk menentukan beberapa pilihan. Jadi menyerahkan saya kepada Kakak Ping, juga bertentangan dengan kehendakmu? Jaga dirimu baik-baik. Kakak Suxi, apakah kamu juga merasa saya narsisme,

Sombong dan sewanang-wenang? Tidak. Kalau begitu apakah kamu merasa saya kekanak-kanakan, angkuh, dan membingungkan? Tentu saja tidak. Lalu mengapa? Mari, saya bersulang untuk para saudara. Suxi, kalian semua katakan, dalam kru kita ini, posisi siapa yang paling tinggi? Dora. Salah. Dia adalah Hu Dongkai. Hu Dongkai. Bangun. Hu Dongkai. Tepat. Sumpah. Dia adalah Hu Dongkai.

Tidak ada yang salah dengan itu. Dan juga, kru ini siapa yang paling membantu saya? Tidak tahu kan? Haoshu. Haoshu saya. Haoshu. Terima kasih, Haoshu. Untuk dua lainnya, terserah mereka mau ke mana. Mereka hanyalah orang munafik. Sekarang kita bersulang dengan saudara sejati. Ayo, minum. Jangan minum. Kakak, jangan minum lagi.

Apakah kamu tidak takut ketahuan? Perlukah memakai sesuatu untuk menutupi wajahmu? Biasanya hanya pencurilah yang akan menutupi wajah mereka. Kalau begitu saya juga tidak mau memakainya. Ayo. Mari kita pergi ke sana. Sana. Lihat sana, sana. Apakah sudah menakutimu? Ini buat kamu. Saya… Kamu juga berikan satu buat saya. Dora. Chi Yu.

Saya sangat menyukai kalian. Cantik tidak? Yang penting kamu senang. Apa-apaan? Sudah jelas sangat cantik. Sayang sekali. Baru saja kamu terlihat bagus saat tersenyum, saat difoto kamu tidak tersenyum lagi. Itu adalah takdir. Ini juga dianggap suatu kebetulan. Apa? Saya katakan padamu, saya bertemu denganmu adalah suatu kebetulan saya. Jika tidak bertemu juga suatu kebetulan.

Jadi, ini… Tidak bisa dianggap takdir. Jika sudah bertemu berarti takdir. Dikatakan lebih norak adalah jodoh. Perjumpaan adalah kebetulan, perpisahan tidak dapat dihindari. Memiliki kesempatan untuk bertemu seseorang, semuanya punya sebab akibatnya, sulit untuk diubah. Begitu mendalam. Kalau begitu takdir itu apa? Jika tidak ada takdir, tidak ada semuanya di dunia ini.

Ada yang mengatakan bahwa, Jika ada kehidupan, akan ada kematian. Semua orang terlahir dengan indra yang bisa berhubungan dengan dunia luar. Berhubungan dengan dunia luar menciptakan kepahitan dan sukacita. Karena kepahitan dan sukacita menimbulkan keinginan, berusaha untuk memilikinya. Karena berusaha sehingga memilikinya, karena memilikinya sehingga hidup, ada kehidupan juga ada kematian. Guru,

Jangan-jangan kamu sudah menjadi biksu? Kamu yang menanyakan saya, saya baru menjawabmu. Jangan peduli soal jodoh dan takdir. Kamu temani saya naik itu. Ayo. Baik-baik saja kan? Baik-baik saja. Ayo. Youyou, bawa saya ke kamar mandi. Ayo. Bukan, Kakak Suxi. Kamu pergi tidak? Jangan pedulikan saya. Bersulang. Bersulang Ayo. Mari bersulang. Sudah… Kakak Suxi,

Apakah kamu tahu mereka pergi ke mana? Tidak tahu. Bagaimana saya bisa tahu mereka pergi ke mana? Ada kemungkinan… Ada kemungkinan Chi Yu demi berterima kasih atas bantuan Dora. Betul, ada kemungkinan seperti ini. Ya, benar. Jadi, dia menyerahkan dirinya. Di medan perang tanpa asap, demi saya mengabdi tanpa pamrih. Menurutmu apakah saya harus bersulang?

Betul, saya harus bersulang. Habiskan. Kakak Suxi, apa yang baru saja kamu katakan? Tapi Dora begitu cantik, saya tidak percaya hatinya tidak tersentuh. Tidak bisa. Saya harus pergi mencarinya. Saya ingin ikut denganmu. Ayo. Bukan. Youyou, jaga dia baik-baik. Bukankah kamu bilang mau menemani saya mencari Siya saya? Kamu lihat dia, dia minum terlalu banyak.

Duduk. Kamu yang minum terlalu banyak. Duduk. Duduk… Duduk yang benar. Kakak, kamu pelan-pelan. Hait-hati, hati-hati. Bukan, Kakak. Kamu tidak mau ke kamar mandi lagi? Tutup botol, kenapa kamu ada di sini? Kenapa kamu menghalangi saya? -Apakah kamu marah padaku? -Kakak. Di mana botolmu? Bukankah kamu sangat cocok dengan botolmu? Kenapa tidak bersatu? Sangat kejam.

Kakak, mari kita pergi ke kamar mandi. Simpan dia baik-baik. -Simpan dia baik-baik. -Baik. Saya akan menyimpannya dengan baik. Sangat kejam. Saya akan menyimpannya dengan baik. Ayo, bangun. Saya bangun. Ayo. Mari kita pergi ke kamar mandi. Saya tidak mau pergi denganmu. Minggir. Selamat atas selesainya syuting film dari Guru Wen dengan lancar.

Itu pemberian dari Direktur Tang kami. Direktur Tang? Bagaimana saya bisa lupa berterima kasih kepada orang yang begitu penting? Saya terima bunga ini. Terima kasih. Berikan pada saya, berikan pada saya. Kamu katakan kepada Direktur Tang, terima kasih atas perhatiaanya pada saya. Sejujurnya… Tolong bantu kami sampaikan ucapan terima kasih Kakak Suxi. Baik. Saya tahu.

Kenapa kalian bisa menyukai kotak besi ini? Sebenarnya, saya paling benci naik bianglala saat syuting. Di dalam sangat panas dan harus berada di ruang yang kecil itu bersama orang lain. Yang paling memalukan adalah saat mesin berhenti, sudah jelas tidak ada yang ingin dibicarakan, tapi terpaksa harus mengatakan sesuatu yang tidak perlu.

Tapi untung sekarang ini ada ponsel, masih bisa pura-pura swafoto dan lain-lain. Sebenarnya menurut saya, sifatmu sangat akfit dan suka berbicara. Oh ya? Kamu berpikir begitu? Jika kamu sungguh ingin naik, kalau begitu ayo pergi. Chi Yu. Kamu… kenapa memakai topeng? Karena ada yang ingin ingin saya katakan padamu. Menurutmu, kita sebagai manusia

Hal apa yang paling mudah disesali selama hidup? Kata yang belum sempat diungkapkan, hal yang belum sempat dilakukan.. Bagaimana jika setelah dikatakan atau dilakukan, akan lebih menyesal? Kamu bahkan belum melakukannya, bagaimana kamu tahu hasilnya? Saya harap kami tidak hanya pasangan dalam film. Hati-hati. Direktur Tang. Bagaimana dia bisa minum begitu banyak?

Saya antar dia pulang dulu. Saya bisa antar dia pulang. Biar saya saja. Kalau begitu saya serahkan Kakak Suxi padamu. Terima kasih Direktur Tang. Saya tahu kamu akan datang menjemput saya. Saya tahu setiap kali saya mengalami kesulitan, kamu akan muncul tepat waktu. Saya tidak bermaksud itu sebelumnya. Maaf, kamu tidak marah, kan? Tidak apa-apa.

Saya tidak peduli. Terima kasih. Saya mengantarmu pulang dulu. Pulang. Baik…Terima kasih… Maaf, permisi. Permisi. Jangan berdesek-desekan. Permisi. Ayo… Maaf, jangan foto lagi, jangan minum lagi. Terima kasih…Jangan foto lagi. Terima kasih atas kerjasamanya. Youyou, di mana Suxi? Dia sudah dijemput Direktur Tang. Tang… Bagaimana kamu memyerahkannya kepada Direktur Tang?

Memangnya kenapa kalau menyerahkannya kepada Direktur Tang? Jangan khawatir. Permisi. Jangan foto lagi…Tolong kerja samanya Tolong kerja samanya. Maaf. Tapi kamu tidak perlu khawatir. Jangan khawatir, kamu akan melupakan saya. Apakah masih mau naik bianglala? Kamu menyukai saya, kan? Jika menyukai saya, katakan saja pada saya. Jika tidak,

Kamu melakukan sesuatu tindakan yang membuat orang salah paham. sulit bagi saya untuk melakukannya. Jadi, jika menyukai saya, katakan saja pada saya. Mengerti? Mengerti. Jika menyukai saya, katakan pada saya. Mengerti? Chi Yu. Cari hotel terdekat. Tang Mao. Ini bukan apa-apa. Kami minum terlalu banyak, saya membawamu kembali ke hotel.

Tang Mao, apa yang ingin kamu lakukan? Kenapa kamu selalu berpura-pura seperti akan bersama saya. Pada akhirnya saya hanya penggantinya. Apakah kamu ingin pembuktiannya? Saya akan membuktikan padamu sekarang. Tang Mao. Tang Mao, apa yang sedang kamu lakukan? Lepaskan saya! Lepaskan saya! Tang Mao. Lepaskan! Lepaskan saya! Lepaskan saya! Kenapa selalu tidak patuh pada saya?

Saya benar-benar tidak pernah berpikir ingin menyakitimu. Chi Yu. Kamu lagi? Siapa dirimu sebenarnya? Apakah kamu ingin tahu? Kenapa kamu mendekati Suxi? Apa yang kamu inginkan? Apa yang saya inginkan? Mengapa kamu menyakitinya? Saya berubah menjadi seperti ini, semua karena kamu. Yang tidak bisa saya dapatkan, siapa pun jangan berharap mendapatkannya. Mengapa kamu menyelamatkannya?

Bagaimanapun juga, dia tidak boleh mati di tanganmu. Selama dia masih hidup, Suxi tidak akan aman. Chi Yu, jangan lupa, kamu adalah seorang buronan. Jika karena kamu membahayakan nyawa orang lain, Pernahkah kamu memikirkan akibatnya? Sekarang kamu kehilangan akal sehat karena perasaanmu dengan Wen Suxi, saya sedang membantu kamu. Jadi semua akibatnya saya bersedia menanggungnya.

Bukan kamu ingin menanggungnya, kamu akan sanggup menangunggnya. Orang licik seperti Tang Mao, kenapa kamu ingin menyelamatkannya? Jika hari ini saya tidak datang tepat waktu, akibatnya tidak terbayangkan. Orang jahat seperti dia, seharusnya tidak berada di dunia ini. Hukum di dunia ini semuanya ada alasannya. Tidak ada Tang Mao juga ada orang lain.

Bencana Wen Suxi, tidak akan berubah karena tindakanmu hari ini. Sebagai Ahli Bintang, apa bahkan seperti hal ini kamu juga tidak tahu? Kami sungguh ingin menghalangi saya? Chi Yu, kamu hanya dapat menggunakan Pena Bintang sekali dalam sehari. Apakah kamu ingin menyia-nyiakan pada diri saya? Kamu jangan lupa,

Jika waktu itu kamu tidak sewenang-wenang mengalirkan energi, Ji Wan juga tidak akan mati. Bawa dia ke tempat Tuan Fang Shancai, di sini serahkan pada saya. Sungguh merepotkan. Kamu, awalnya ingin membawa Wen Suxi untuk bersenang-senang. Akhirnya, kamu mabuk. Hanya minum sedikit kamu sudah mabuk. Hari ini, kamu tidak pernah melihat saya

Dan juga tidak pernah melihat Chi Yu. Setelah bangun besok pagi, Wen Suxi sudah meninggalkan hotel. Dan juga, saya akan memberimu sedikit hukuman. Setiap kali kamu minum alkohol, selalu ingin muntah.