【FULL】Destiny’s Love EP18【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Destiny’s Love Episode 18 Terima kasih atas kedatanganmu kali ini. Kamu tidak tahu betapa pentingnya kali ini bagi saya. Saya bukan datang demi kamu, untuk apa kamu berterima kasih pada saya? Guru ganti baju dulu. Kamu… Kamu datang karena Chi Yu? Bagaimana? Menurutmu, apakah saya bisa mengencaninya? Bercanda saja. Saya, harus membuatnya mengencani saya. Bukan,

Apa bagusnya dia? Lihat apa? Tidak pernah lihat sutradara wanita yang begitu cantik ya? Apa sutradara sedang marah? Kakak Suxi, saya sudah syuting begitu lama, saya belum pernah melihatnya. Semangat. Apakah lokasi sudah siap? Masih sedang dandan, sutradara. Nanti jika terjadi suatu percikan cinta, saya mungkin akan sedikit mengembangkannya, harap kamu bekerja sama dengan saya.

Baik. Dan juga, sebelum sutradara bilang berhenti, perasaan harus terus dilanjutkan, jangan berhenti. Baik. Mereka berdua sedang bicara apa? Sungguhnya, Chi Yu terlihat sangat tampat dalam kemara, sangat cocok dengan Dora. Kamu belum pernah lihat yang lebih cocok. Iya. Kamu ke sana, kamu juga cocok. Betul. Saya hanya tidak ke sana, jika saya ke sana

Tampilannya tentu saja… Sudahlah. Bukankah hanya sample saja, tidak mau ribut dengannya. Sedang syuting, bisakah lebih tenang sedikit? Apakah lapangan sudah siap? Sudah siap. Baik, syuting dimulai. Siap-siap. Adegan pertama, lensa pertama, pertama kali. Mulai! Kamu dari kelas mana? Apa kaitannya denganmu? Saya adalah administrator baru. Kamu begini akan dihukum sekolah. Wen Miao.

Jika kamu sanggup, kamu laporkan saya kepada guru. Tapi sebelum itu, kamu lebih baik mengetahui dengan jelas siapa saya. Berhenti. Apakah ada masalah? Di sini tidak ada adegan berciuman. Lin Zimu wanita yang sangat aktif. Di saat hatinya tersentuh, dia memberikan ciuman pertamanya, menurut saya tidak ada masalah. Ini temanya adalah kampus pemuda,

Dan juga sampel. Perlukah kamu begitu dedikasi? Menangnya kenapa kalau sampel? Hu Dongkai, apa saya menyuruhmu bicara? Ini adalah pertemuan kalian berdua yang pertama kali dan juga alas untuk garis perasaan. Kamu menciumnya seperti ini, bagaimana perkembangan adegan selanjutnya? Kamu coba praktekkan. Kakak Suxi. Chi Yu, kemari. Tarik tangan saya. Saya sudah memperhatikanmu sangat lama.

Bisakah? Kamu lihat, kakak Suxi begitu cantik dan profesional, bagaimana kalau kita coba juga? Setelah pulang sekolah, ketemu di balkon sekolah. Berhenti. Dora. Ekspresi bisa lebih penuh lagi. Lin Haoshu! Kamu kelihatan. Dora, kita sedikit mengganti ekspresi. Lebih senang sedikit. Setelah pulang sekolah, ketemu di balkon sekolah. Berhenti. Lolos. Nanti saat keluar,

Saya ke arah sana, kamu ke arah situ. Oke? Kamu jangan bersedih lagi. Kakekmu pasti pergi ke tempat yang lebih baik. Oh ya, nanti jika mereka tanyakan, kamu bilang saja saya membawamu pergi mengunjungi tempat menarik dan situs bersejarah. Tidak masalah kan? Ada apa ini? Kamu jangan salah bicara. Jangan-jangan sungguh terjadi sesuatu. Sangat menyebalkan.

Masa? Datang ke taman untuk bermain catur? Jenderal! Kenapa selalu kalah dengan kalian berdua? Ulang lagi… Orang yang bolos sekolah, kamu sedang apa? Tidak apa-apa. Apa yang kamu pegang di tanganmu? Tidak ada kaitannya denganmu. Kamu… Kamu sedang apa? Siapa yang kamu lukis? Sangat tampan. Kembalikan kepada saya. Kembalikan kepada saya. Cepat. Kembalikan kepada saya.

Lukisannya sangat mirip. Yang saya lukis bukan kamu. Saya tidak bilang yang kamu lukis adalah saya. Cepat kembalikan kepada saya. Sedang apa? Kembalikan barangnya. Lin Zimu, kelihatannya kamu tidak hanya bolos sekolah, pacaran usia dini. Saya… Hei, kamu. Saya sedang bicara denganmu, apa kamu tidak mendengarnya? Apa yang ingin kamu lakukan? Maju. Oke, berhenti.

Masih bilang diri sendiri tidak bisa akting. Bertemu Dora, aktingnya lancar sekali. Menurut saya, kamu lebih cantik dibanding Dora. Benarkah? Oh ya, apa tugasmu dalam kru ini? Produser. Suxi. Sutradara. Saya sudah selesai, setelah ganti baju, saya akan pergi. Ke mana? Kami, pergi mencari Bibi saya. Saya menyadari bahwa belakangan ini,

Setelah jam kerja, kehidupanmu lumayan berlimpah. Pergilah. Jangan lupa beritahu Nona Dora kamu. Baik. Saya sudah tahu. Kenapa biasanya tidak lihat dia begitu patuh? Dora, saya akan pergi setelah ganti baju. Temanmu? Iya. Hari ini sudah bekerja keras, sampai jumpa besok. Tunggu, jangan lupa. Kamu masih ada utang dengan saya satu kali taman hiburan malam.

Saya tahu. 5. 6. 7. 8. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Terima kasih. Terima kasih kepada anak muda ini yang menari bersama kita semua. Sudah begitu malam, masih bermain dengan kakek nenek di sini? Pergi dulu, terima kasih. Jangan-jangan dia sungguh berpenyakit. Saya juga sudah harus pulang. Apakah kamu tidak pulang?

Kamu juga latihanlah. Baik, terima kasih. Dia. Kelihatannya energi belenggu ini, berasal dari kerinduan. Anak muda, yang ingin kamu temui adalah dia, benarkah? Siapa kalian? Orang yang sudah meninggal tidak bisa hidup kembali. Ini hanyalah ilusi yang ditimbulkan karena kerinduanmu. Ilusi? Dia hanya proyeksi dari kerinduanmu. Omong kosong. Kalian tidak boleh…

Apakah dengan membantunya menyelesaikan energi belenggu, akan bisa menemukan posisi Kepala Museum? Tunggu sebentar. Anak kecil, jika sudah datang, bisakah bantu kami? Wang Xiaomi? Saya tidak di sini. Bukan saya. Kalian salah mengenali saya. Sedang apa kamu di sini? Saya tidak melihat apapun. Tidak tanya kamu lihat atau tidak.

Hanya tanya kamu boleh bantu kami tidak? Saya ingin pulang. Lihat baik-baik. Jika kamu berani kabur, malam saya akan pergi ke rumahmu untuk mencarimu. Kamu mulailah, saya bantu kamu mengawasinya. Kakek saya ke mana? Bukankah kakek kamu sudah… Pohon ceri yang ada di halaman rumah, ingat untuk sering disiram. Pohon itu ditanam saat tahun kelahiranmu.

Kakek juga merindukanmu. Kakek tidak menginginkan hal lain, hanya berharap kamu bisa selamat, sehat selalu dan tumbuh dewasa dengan bahagia. Terkadang kerinduan yang kuat akan membuat orang berilusi. Tapi ilusi tetaplah ilusi. Orang yang sudah meninggal tidak bisa hidup kembali. Jika ilusi menimbulkan belenggu energi, dan dipaksakan untuk berhenti akan membuat orang sepenuhnya melupakan perasaannya.

Tapi jika bisa menerima semua ini, belenggu akan menghilang. Ucapan selamat tinggal yang paling baik di dunia ini, bukan antara orang lain, tapi kamu sendirilah yang harus merelakannya, menerimanya. Meskipun kakekmu sudah meninggal, tapi kasih sayang tetap berada di hatimu. Siapa mereka sebenarnya? Chi Yu, ada apa ini? Kamu sungguh bisa melihat sesuatu

Yang tidak bisa saya lihat? Apakah kamu Guru Yin dan Yang yang bisa menghubungkan roh? Guru Yin dan Yang? Atau Ahli Penulis Kehidupan. Ahli Penulis Kehidupan? Jangan-jangan, kamu adalah guru yang bisa menulis takdir di kehidupan manusia? Pokoknya kamu juga tidak perlu tahu. Tidak lama lagi kamu akan melupakan semuanya. Setelah kamu bangun,

Hanya akan ingin ucapan selamat tinggalmu dengan kakekmu, tidak akan mengingat kami. Baik. Selanjutnya, apa yang ingin kamu lakukan? Ingin kamu melupakan identitas kami. Lagi pula saya sudah merekam video kalian. Meskipun sudah merekam video, saya juga bisa menghapusnya. Bagaimana kamu bisa mendengarnya? Kamu membuli saya. Bagaimana mungkin kalian tidak memiliki kekurangan?

Bagaimana bisa kekuatan kalian tak terukur? Saya tidak mau mendengarkan mantramu. Hal yang terjadi sekali dalam satu abad, dijumpai oleh saya. Memangnya kenapa kalau saya ingat? Saya sumpah tidak akan beritahu orang lain. Saya… Saya tuliskan perjanjiannya buatmu. Sudah selesai bicara belum? Masih banyak hal yang ingin saya katakan. Sudah siap belum? Sudah siap.

Tenang saja. Sutradara Wen. Baik, nyalakan mesinnya. Semuanya melihatnya kah? Ini adalah sutradara Wen kita yang tercinta. Hari ini… Sutradara, Anda lihat gambar ini bisa tidak? Lihat, Guru fotografi datang mencari sutradara Wen. Sudah lihat sana belum? Lihat sutradara Wen kita keren tidak? Sana juga. Di mana? Pohon-pohon di sana.

Kamu bantu saya mengambil beberapa foto. Tidak masalah. Adegan ini, saya akan menaruh tangan saya… Sutradara. di pundakmu. Sutradara. Sutradara. Ini saja kan. Sudah merepotkan. Kamu ingatlah. Di sini, makanan dari kru kurang bergizi, saya sendiri yang memasaknya, makanlah bersama-sama. Adegannya sudah akan tamat besok. Tidak disangka Wen Suxi masih bisa bertahan.

Saya selalu percaya bahwa dia bisa. Oh ya, waktu itu kamu bilang mau membawa saya ke taman hiburan, malah ingkar janji. Kapan kamu mau menepati janjimu? Lebih cepat lebih baik. Lebih cepat lebih baik? Kenapa? Kehidupan pada akhirnya paling disesalkan tidak lebih dari hal yang belum sempat dilakukan, kata yang belum sempat diungkapkan.

Apakah secepatnya menepati janji itu tidak baik? Baik. Kalau begitu, besok malam. Besok malam? Lusa saya sudah pergi ke kru lain. Saya takut kedepannya tidak ada kesempatan lagi. Jangan bicara hal ini dulu. Ini buatan saya sendiri untukmu, ayo coba. Tidak perlu, saya sudah makan. Kamu cobalah. Sungguh tidak perlu. Ayo makanlah.

Hu Dongkai, sedang apa kamu? Saya sedang makan. Apakah kru tidak memberimu makan? Makanan dari kru kurang bergizi, saya tidak terbiasa. Ini masakanmu, enak sekali. Letakkan makanannya. Saya sudah makan, apakah kamu menyuruhku memuntahkannya? Ini masakan saya untuk Chi Yu. Hu Dongkai. Chi Yu. Kamu… Dari Dora buat kamu. Hu Dongkai. Kalian bertiga.

Ini tempat syuting. Apakah makanan dari kru tidak enak? Bisakah lebih profesional? Iya. Saya makan makanan kru bertahun-tahun. Makanan hari ini paling tidak enak. Chi Yu, saya tanya padamu. Dora buatkan masakan buatmu, kenapa kamu tidak mau makan? Dia makan atau tidak, apa kaitannya denganmu? Tapi saya mau makan, kenapa kamu tidak berikan pada saya?

Saya suka masak dan tidak saya makan, khusus saya berikan buat anjing kecil liar di jalanan, tidak bisa kah? Anjing… Anjing kecil liar? Kamu kasih makan anjing kecil liar, Suxi, Suxi. juga tidak mau berikan pada saya. Suxi, ini nasi belut yang baru dibeli. Sedang apa kalian? Kru sudah mulai makan. Ayo makan…

Tidak mau makan. -Saya tidak lapar. -Halo semuanya… Kakak Suxi. Kalian semua ada di sini? Wang Xiaomi, kenapa kamu kemari? Cari saya kah? Siapa yang mencarimu? Saya datang mencari Chi Yu. Katakanlah, cari saya buat apa? Saya cari kamu untuk membuktikan satu hal. Kamu ingin membuktikan bahwa kamu memiliki imajinasi yang sangat kaya?

Bagaimana kamu menjelaskan video di sistem penyimpanan online? Kamu… adalah seorang Ahli Penulis Kehidupan. Karena saya sama sekali tidak ingat saya sendiri menulis tulisan ini ditangan saya. Anggap saya sedang bermimpi dan berpikir sembarangan, bagaimana dengan video ini? Kenapa saya tidak tulis kamu sebagai Dewa Tanah, Dewa Kekayaan, atau yang lainnya?

Kamu pasti adalah seorang yang bisa ilmu dewa. Betul tidak? Betul tidak? Sebenarnya, dari tingkah lakumu, saya dari awal sudah menyadari kamu memiliki temperamen yang luar biasa. Ahli Penulis Kehidupan. Jangan-jangan guru yang mengubah takdir orang lain. Settingan orang ini, sungguh tidak ada kekurangan. Guru, terimalah hormat dari murid. Saya paham, saya paham.

Kamu mau menyembunyikan identitas. Saya tidak akan mengatakan apapun. Saya hanya ada satu permohonan kecil padamu, yaitu soal takdir saya sepertinya terlalu rumit. Bisakah disederhanakan lagi? Terutama diperasaan. Saya mencintai seseorang, dia karena mencintai wanita yang dia cinta dan tidak mencintai saya. Bukankan ini menyiksa saya? Takdirmu sendiri, kamu sendirlah yang mengubahnya. Guru.

Jika kamu tidak menyetujuinya, saya akan mengikutimu setiap hari. Saya akan datang lagi. Sedang apa kamu? Tidak perlu ditebak saya sudah tahu kenapa kamu mencari Chi Yu. Satu-satunya hubungan kamu dengan dia adalah saya. Guru Lin, jangan berpikir terlalu banyak. Saya datang untuk berguru padanya. Tidak ada kaitannya denganmu.

Baguslah jika tidak ada kaitannya dengan saya, kalau begitu saya pergi dulu. Apakah kamu tidak penasaran saya ingin belajar apa dengannya? Belajar apa dengannya itu adalah kebebasanmu, apa ada hubungannya dengan saya? Kamu… Saya belajar akting dengan Chi Yu, kamu tidak bisa mengajarkan hal ini. Wang Xiaomi, bisakah kamu melakukan sesuatu hal,

Jangan selalu hanya sementara? Tahu bahwa saya belajar melukis, kamu ikut saya belajar melukis. Tahu bahwa Chi Yu menjadi aktor, sekarang mau ikut Chi Yu belakar akting. Kamu begini terus, satu hal pun tidak bisa kamu lakukan dengan baik. Pertama-tama, saya melakukan hal tidak pernah hanya sementara. Lagi pula, saya terhadap seseorang

Juga akan setia hingga akhir. Terima kasih atas nasehat Guru Lin. Saya terlalu lebih mengkhawatirkanmu. Saya mau pergi berkencan dengan calon suami saya. Kemarin, terima kasih. Jika ada waktu saya traktir kamu makan. Silakan. Berhenti. Selesai. Terima kasih sutradara. Sedang apa kamu? Suxi. Apakah saya dekat denganmu? Kedepannya panggil saya sutradara Wen. Sedang mikirkan apa?

Sudah sibuk seharian, keluar rileks. Direktur Tang, semakin sering datang ke bar. Jangan-jangan sedang mecari seseorang? Saya dengar kamu ke lokasi syuting Suxi. Dan juga dengar bahwa sutradaranya diganti, iya kan? Bukankah sudah bilang bahwa apapun yang terjadi padanya sudah tidak ada kaitan denganmu? Tidak ada kaitan dengan saya. Tapi saya ingin tahu,

Apakah ada kaitannya denganmu? Jika saya bilang ada, apa yang bisa kamu lakukan pada saya? Kamu lihat kamu. Apa gunanya kamu begini? Kamu bersedih di sini untuknya, dia tidak tahu apapun. Kalau saya? Saya bertahun-tahun ini sudah melakukan banyak hal untukmu, apakah hatimu tidak jelas? Mengapa saya menjadi produser, apakah kamu tidak mengerti?

Saya bertahun-tahun bekerja keras, berusaha demi apa? Saya tidak menyuruhmu melakukannya untuk saya. Kamu jangan berpikir terlalu banyak. Saya tidak akan menerima perasaanmu. Saya lupa beritahu kamu. Hubungannya dengan Chi Yu di lokasi syuting sangat harmonis. Ada canda tawa di antara mereka berdua. Saya percaya setelah sutradara digantikan, syuting juga akan sangat lancar.

Biar saya saja. Terima kasih sutradara Wen. Sudah akan turun hujan, kamu pergi sibuk urusan lain, saya bantu kamu. Baik. Hujan akan semakin deras, saya bantu kamu. Sedang apa kamu? Naik mobil saya seharusnya ada alasannya. Apakah kamu menyukai Chi Yu? Saya menyukai siapa, apakah ada kaitannya denganmu? Ada. Ada kaitan apa? Katakan.

Cepat katakan, cepat katakan. Turun. Kalau tidak kamu di mobil ini, saya pulang naik taksi. Iya. Apa? Saya jatuh cinta kepada Chi Yu. Kenapa tiba-tiba turun hujan? Tidak bisa, saya harus kasih tahu Haoshu, suruh mereka berteduh di mobil. Kita tunggu hujannya kecil baru keluar. Terima kasih. Dengar Youyou bilang,

Kamu hari ini sibuk hingga tidak makan seharian, iya kah? Saya tidak sesibuk kamu. Orang lain bawakan bekal buat kamu, kamu tidak makan. Ternyata kamu sedang marah karena hal ini. Tidak. Bukan. Apa yang terjadi? Hei! Buka pintu! Buka pintu! Ada orang tidak? Kamu cepat ke… Kenapa kamu kemari? Kamu bantu saya. Cepat.

Sedang apa kamu? Buka pintu! Di luar ada orang tidak? Siapa yang mengunci pintu? Buka pintu! Buka pintu! Buka pintu! Tidak makan kah? Pakai tenaga. Seperti saya. Buka pintu! Buka pintu! Saya menelepon Youyou. Kehabisan baterai. Pinjamkan ponselmu pada saya. Saya tidak bawa. Kamu tidak bawa ponsel? Buka pintu! Buka pintu! Kakak, kirim buat siapa?

Kamu sedang ngapain? Sangat menantikan besok malam. Buka pintu! Ternyata, ada bawa. Pesan dari Dora. Kamu tidak bacakah? Halo, Youyou. Kamu sekarang datang ke mobil pakaian. Kami terjebak di dalam. Sekarang, langsung, cepat. Ngapain? Kamu merasa saya mirip dengan orang yang kamu sukai, kamu bisa memperlakukan saya seperti ini? Mana mirip?

Sebenarnya tidak ada yang mirip. Matanya lebih besar darimu. Mulut, lebih kecil darimu, dan juga alis. Sifat kalian sama-sama buruk, tapi tatapan mata kalian sama. Orang zaman modern sering bilang bahwa menyukai seseorang akan melihat bintang di matanya. Saya akan mengingat momen ini. Karena kedepannya, dimanapun saya berada, melihat ke langit, akan dapat melihat matamu.