【FULL】Destiny’s Love EP17【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Destiny’s Love Episode 17 Maaf. Kenapa? Aku dulu menghina kamu jelek. Selalu meremehkanmu. Tapi hari ini aku merasa meski tampang seseorang jelek, tapi juga ada jiwa yang baik. Aku jelek? Tapi pemikiran kamu bagus. Selamat pagi. Pagi. Apakah dia sudah lihat? Sudah. Tapi dia bilang malaman baru bahas dengan kamu.

Dia sekarang sedang ada urusan, mau keluar. Aku bantu kamu beli sepasang sepatu. Aku merasa nyaman waktu aku mencobanya. Dia ingin pergi ke mana? Kembali ke perusahaan untuk menyapa. Apa maksudmu? Itu… Lokasi film kita ada sinema milik oleh perusahaan. Oke deh. Aku pergi ke supermarket dulu. Tunggu sebentar, Kakak Haoshu… Kakak Haoshu… Kakak Haoshu…

Apakah Tuan Muda Hua ada? Tuan Muda Hua… Sudah beberapa hari tidak pulang. Semalam, Chi Yu sepertinya tidak pulang. Keduanya sama-sama tidak pulang. Kapan-kapan aku juga mau tidak pulang semalaman. Memang lebih berbakat pun tidak lebih populer dari yang tampan. Hei, kamu boleh tidak jangan terlalu gugup. Kita di sini bukan untuk berkelahi.

Lebih santai saja. Sudah tunggu semalaman, di mana Kepala Museum? Kepala Museum? Dia pasti tidak akan muncul. Kalau begitu apa yang kita lakukan di sini? Tentu saja untuk tunggu orang. Tunggu siapa? Seorang orang biasa. Jangan banyak mengeluh. Meski posisi Kepala Museum tidak diketahui, tapi dia tidak berani membiarkan pekerjaan di bumi terbengkalai.

Meski kita sekarang tidak tahu posisi Kepala Museum di mana. Tapi aku bisa tahu dia di mana setelah mempelajari cara kerjanya. Bilang intinya saja. Karena hilangnya Giok Riyue, medan energi di sekitar bumi menjadi kacau sehingga energi di medan energi ini akan saling terikat. Salah satu tugas Kepala Museum adalah memutuskan belenggu energi ini. Ya.

Jadi ingin menemukan Kepala Museum, harus temukan bawahan mereka yang ada di bumi yang bertanggung jawab untuk masalah ini. Jangan, jangan… Jangan pakai kekerasan… Jangan pakai kekerasan… Jangan pakai kekerasan… Mau bilang atau tidak? Aku benar-benar tidak tahu. Dia benar-benar tidak tahu. Kalau begitu pukul sampai tahu. Eh… Eh… Jangan… Tolong! Tolong!

Pukul orang… Pukul orang… Kamu berteriak tidak ada gunanya. Sudah ya. Aku kasih tahu kalian berdua. Kalian berdua sudah habis riwayatnya, Kepala Museum tidak akan memaafkan kalian. Kalau berani hari ini kalian jangan lepaskan aku pergi. Kalau begitu jangan lepaskan dia pergi. Cari tempat lain saja. Jangan, jangan… Ada apa-apa kita diskusikan saja. Ada apa-apa…

Ada apa-apa kita diskusikan saja. Aku juga tidak tahu di mana posisi belenggu energi. Bukankah hanya bercanda? Kakak Suxi. Ada apa? Aku ada janji dengan Direktur Qiu, penanggung jawab lokasi perfilman. Sebelumnya sudah pernah kontak, dia suruh aku datang pada jam segini. Sekarang Direktur Qiu seharusnya masih rapat. Aku bantu kamu hubungi dulu.

Oke, terima kasih. Halo, Direktur Qiu, Kakak Suxi ingin bertemu dengan Anda. Baik. Kakak Suxi. Direktur Qiu bilang dia akan segera selesai. Silakan Anda tunggu sebentar. Oke terima kasih. Kenapa dia lagi? Kenapa dia datang lagi? Iya tuh. Mengapa Wen Suxi ke sini lagi? Tidak tahu. Benar-benar deh. Tiga, dua, satu, mulai… Ayo coba sesuap.

Jangan… Jangan… Aku mencium bau ini kepalaku langsung sakit. Aku tidak mau makan. Dia tidak mau makan. Tidak makan? Paksa saja. Oke. Paksa. Paksa. Jangan dong. Kamu punya dua pilihan. Katakan atau kuah pun kupaksa minum? Kakak sekalian, kalian lepaskan aku. Jika aku beritahu, akibatnya lebih fatal daripada makan ini. Lagi pula… Ini… Ini…

Kita tidak boleh makan. Bukankah kalian tahu? -Eh… -Jangan, jangan… Aku ada urusan, aku harus pergi dulu. Sana mau foto kostum. Apa maksud kamu? Kita belum mulai yang di sini, kenapa kamu foto kostum? Percaya tidak aku tidak peduli dan tidak mau urus lagi? Duduk. Beradaptasilah dengan aroma ini. Hanya bercanda saja. Lagi pula

Suatu hari kamu harus pulang ke Bintang biduk bersamaku. Jangan lupakan janji kita. Cepat pergi. Bagaimana dengan gaya rambutnya? Kacau. Sebelah sini. Bukankah kalian ada stylist? Benar juga. Oke. Kalian lanjutkan saja. Jangan lupakan urusan penting. Jangan, jangan… Jangan, jangan… ada apa-apa diskusikan saja. Aku suruh kamu beradaptasi, apa yang kamu lakukan? Jangan, jangan… Jangan…

Kita diskusikan baik-baik. Diskusikan baik-baik… Diskusikan… Diskusikan… Jika kamu benar-benar ingin aku makan, setidaknya kamu kasih aku kue. Kamu… Kue… Ayo… Jangan buru-buru, jangan buru-buru. Halo, Direktur Qiu. Aku tahu. Kakak Suxi. Direktur Qiu bilang dia seharusnya masih lama. Anda mungkin bisa kembali lagi nanti. Tidak apa-apa, biarkan dia sibuk dulu.

Aku hari ini tidak ada urusan. Aku tunggu dia di sini saja. Direktur Tang. Ada yang ingin kukatakan padamu. Aku dengar ada yang ingin bertemu dengan Direktur Qiu. Rapat sudah selesai. Kamu sudah bisa bertemu dengannya. Jika ada waktu, aku ingin berbicara dengan kamu. Oh ya. Bukankah kamu bilang ada restoran makanan Jepang yang enak?

Kita pergi sekarang. Sekarang? Aku ada janji dengan orang. Kita bicara lain kali saja. Oke, aku mengerti. Terima kasih. Kakak Suxi. Direktur Qiu persilakan Anda ke sana. Direktur Tang. Aku ingin berbicara berdua dengan dia. Ada sesuatu katakan di sini saja. Baik. Terima kasih kamu telah membimbing aku selama ini. Karena bimbingan kamu,

Aku tidak melakukan banyak hal yang sia-sia. Dalam pekerjaan, aku menghormatimu dan juga berterima kasih kepadamu. Aku akui, aku sangat bergantung pada kamu. Aku bahkan tidak bisa membedakan apakah perasaan ini adalah cinta atau bukan. Jadi tiap aku mempertanyakan hubungan ini pada diriku, aku merasa sangat malu. Aku seharusnya belajar untuk menolak dari dulu.

Maaf Tang Mao. Benar-benar maaf. Maaf, kita makan dihari lain saja. Kebetulan aku juga ada rapat. Kalau begitu kita cari waktu untuk makan lagi. Jiang Yu. Direktur Tang. Bagaimana persiapan contoh film Wen Suxi? Dengar-dengar sudah mau mulai syuting. Mengerti. Aku pulang dulu. Baik-baiklah, Jangan berpikir berlebihan. Baik. Kami pergi ya. Ayo pergi.

Sepertinya, belenggu energi yang akan diputuskan berikutnya, ada di sini. Bagus. Tidak masalah. Bisakah kalian lebih mesra? Lebih mesra lagi. Bagus. Beberapa lembar lagi. Oke. Bagus. Maaf. Tidak apa-apa. Jangan gugup. Sangat bagus, seperti ini saja. Dora, lebih mendekat. Oke. Bibir lebih santai. Oke. Tubuh lebih ke depan lagi. Oke. Kakak Suxi.

Bagaimana pembahasan lokasi filmnya? Cukup lancar. Sekarang, bagaimana kondisi di sini? Sangat bagus. Kamu lihat. Chi Yu dan Dora sangat cocok ketika berdampingan. Jika aku berdiri di area terang, aku juga cocok. Bagaimana dengan aku? Kamu tidak cocok. Oke. Permisi… Pemeran utama foto poster dan coba kostum tapi tidak kasih tahu aku. Kakak Dongkai, maaf.

Poster utama tidak ada kamu. Kakak Suxi. Tunggu sebentar. Kakak Dongkai. Kenapa berdiri begitu dekat? Bahkan berpelukan. Sudah hampir ciuman. Mau potret ya? Kalau begitu, potret seperti ini. Kakak Suxi. Aku datang karena menghargai kamu. Ya. Meski adegan aku tidak banyak tapi aku masih termasuk tokoh penting kan?

Aku bukan ingin kamu kasih adegan yang banyak. Tapi jika aku muncul di poster utama, pasti lebih baik daripada Chi Yu. Ya. Yang kamu katakan itu benar. Tapi hari ini sedang potret poster utama. Poster utama memang harus tunjukkan cinta pemeran pria dan wanita. Menurut kamu, kamu harus berdiri di mana? Lagi pula

Waktu aku tanda tangan kontrak dengan kamu, aku tidak minta waktu ini kepadamu. Jadi kamu hari ini datang… siapa yang beritahumu? Aku… Aku tidak peduli. Edit gambar pun kamu harus masukkan aku ke dalam. Masukkan di sebelah Dora. Edit? Jadi kamu mau jadi pihak ketiga dalam cinta segitiga? Aku… Siapa yang mau jadi pihak ketiga?

Aku dan Dora barulah satu pasangan. Kamu sangat ingin muncul di poster? Kalau tidak, aku tidak jadi potret, kamu yang potret saja. Tidak apa-apa. Dia ingin dirinya muncul di sana lewat editan. Edit? Edit di mana? Edit di sebelah kamu. Eh… Kakak Suxi… Aku hanya bercanda. Aku tidak mungkin ajukan permintaan yang tidak profesional ini.

Bahan untuk tema cinta, tidak mungkin kurebut. Bahan untuk tema cinta adalah pemeran pria dan wanita. Tidak mungkin. Lagi pula aku juga tidak ada waktu. Edit juga tidak boleh. Aku ke sana untuk melihat foto. Apakah malam ada waktu? bagaimana kalau kita pergi makan dan bahas skrip. Tidak ada waktu. Foto ini juga bagus.

Kakak Suxi. Beberapa lembar ini dirapikan dulu. Baik. Bukankah kamu bilang tidak bisa akting? Penampilan tadi bagus. Terima kasih. Bisa bermain drama dengan Dora, kamu sangat senang kan? Tapi aku sarankan kamu jangan berpikir sembarangan. Fokus pada akting. Terima kasih, minum air. Tidak perlu. Dia tidak minum minuman. Begitu ya?

Kalau begitu kita pulang bersama saja. Bagaimana kalau kita makan bersama? Eh… Bukankah kamu tadi bilang tidak ada waktu untuk makan? Tidak perlu. Kami pulang dan masak di rumah saja. Kamu juga bisa memasak ya? Masakannya enak. Sebenarnya aku juga bisa memasak. Nasi goreng telur, Mie instan. Dora. Ayo masuk. Ayo kita bersama.

Kalian duluan saja, aku tunggu lift berikutnya. Tidak apa-apa. Kalian turun dulu. Lagipula tidak bisa muat begitu banyak orang. Begitu luas, kenapa tidak muat? Ayo. Kita dempet-dempetan. Kamu lihat. Tempat yang begitu luas. Mari, mari, mari. Pertama-tama, selamat atas kepulangan kalian. Terima kasih. Xiaomi. Xiaobai berdiri. Bersulang kepada Paman dan Bibi. Kamu juga berdiri.

Dong Bai Xiaobai. Kita sekeluarga sama-sama bersulang dengan Paman Wang dan Xiaomi, ayo minum segelas. Atau kamu dan Xiaobai saja. Kalian berdua minum saja. Kita… Kita minum punya kita saja. Baik. Ayo. Tuan Dong… Nyonya Dong… Ayo. Xiaomi. Maaf ya. Dong Bai ini hidup bersama kakeknya dari kecil. sejak kakeknya meninggal,

Dia jadi tidak suka bicara. Dua hari ini kalau tidak ada urusan, temani dia saja. Kejadian sore tadi, aku harap kamu tidak masukkan ke hati. Direktur Tang tiba-tiba muncul hanya untuk meminta maaf padaku ya? Bukan minta maaf. Tapi aku berharap masalah aku seharusnya tidak melibatkan orang lain. Aku sebenarnya sangat iri padanya. Siapa?

Wen Suxi. Satu gelas wiski. Kenapa? Karena kamu. Tapi sekarang aku tidak iri padanya lagi. Ini juga karena aku? Karena sebenarnya aku merasa kita berdua sama. Sama-sama mencintai orang yang membenci kita. Sebenarnya Suxi cukup kuat. Aku tadinya mengira jika dia mengalami rintangan dalam bekerja, dia akan lebih fokus pada perasaannya. Tapi sekarang kelihatannya

Aku salah. Mungkin rintangan yang dirasakan belum cukup. Tampaknya semuanya sangat keras kepala. Besok contoh filmnya akan mulai syuting. Tidak ada hubungannya denganku. Masa? Halo, Youyou. Apakah semua departemen sudah diberitahu? Tidak akan terjadi apa-apa kan? Baik. Bagaimana dengan cuacanya? Bisa hujan tidak? Baik. Apakah sutradara sudah dikasih kabar?

Tidak usah deh, aku telepon dia saja. Kakak Suxi. Kamu tidur lebih awal saja. Coba lihat sekarang jam berapa. Aku sudah beri kabar ke semua orang. Sutradara juga tidak masalah. Ramalan cuaca bilang besok adalah hari yang cerah. Anda tenang saja. Setelah makan langsung mandi dan tidur saja. Besok pasti mulai syuting dengan lancar. Baiklah.

Terima kasih. Bye-bye. Apakah sudah tidur? Besok harus bangun pagi. Jangan buat malu. Tenang saja. Apaan… Hanya tiga kata… EQ ini… Tidak tahu harus saling membalas sopan santun ya? Bagaimana dengan kamu? Kenapa belum tidur? Sudah mau tidur. Aku dengar besok adalah hari yang cerah. Jangan lupa pakai sunblock. Aku tidak ingin artis aku

Gosong karena syuting film. Astaga. Apakah kamu jatuh cinta kepada Wen Suxi? Sudah tengah malam masih belum selesai. Kamu ingin melihatnya, kamu pergi ke sana cari dia. Jangan banyak omong kosong. Apakah kamu sudah menemukannya? Sesuai informasi dari informan, ada satu ikatan energi yang sudah terbelenggu dari dulu. Aku sudah tahu sumber belenggunya hari ini.

Untuk waktu dan lokasinya, tunggu chat dari aku saja. Baik. Aku sudah mengerti. Membosankan. Selamat malam. Aku akan berusaha. Semangat untuk besok. Kamera video di mana? Kamera video di mana? Kita akan mulai syuting. Pengurus lokasi. Pengurus lokasi. Kakak Suxi. Cari kamera videonya. Baik. Dan periksa dekorasi adegan dengan teliti. Oke. Kamera video, kamera video.

Ke sini. Ada lagi. Ke sini. Kakak Suxi. Sutradara belum sampai. Masih belum sampai? Aku sudah meneleponnya. Mungkin sedang macet di jalan. Tidak tersambung. Telepon terus. Telepon sampai dia menjawabnya. Baik. Kakak Suxi. Selamat. Aku bawa beberapa minuman ke sini. Ayo bantu. Oke terima kasih. Hari pertama syuting. Semangat. Sudah seharusnya. Kita latihan dulu.

Aku ke sana dulu. Terima kasih atas minuman Kakak Dongkai. Bukankah ini pemeran utama pria dan wanita? Apa yang sedang kalian lakukan? Latihan skrip ya? Iya. Aku juga ikutan dong. Tapi aku sepertinya tidak ada skrip dengan Chi Yu Dora. Bagaimana kalau kita berdua cocokkan dulu? Kalau begitu aku tidak mengganggu kalian dulu.

Kalian berdua latihan saja. Hu Dongkai. Apakah kita berdua ada skrip? Ada. Kamu lihat ini. Kakak Suxi kasih tahu aku ini adalah bagian yang penting dalam drama. Jika dia mengganggumu, aku akan bunuh dia sekarang. Bisakah kamu? Kenapa kamu selalu tidak percaya padaku? Aku percaya padamu. Tapi aku tidak ingin melihatmu.

Tidak ada skrip seperti ini. Halo, sutradara… Apa yang kamu bilang? Shi Xiaotao, kamu tidak boleh begitu. Shi Xiaotao… Halo… Ada apa? Sutradara ingkar janji, katanya tidak jadi datang. Banyak staf sudah di sini. Tidak boleh berhenti begitu saja, Kakak. Bagaimana ini? Kenapa dia datang ke sini? Belum dimulai kan? Aku pikir aku terlambat.

Aku sepertinya tidak mengundang kamu ke sini. Kamu jangan bilang begitu. Aku datang ke sini untuk menyemangati kamu. Begitu banyak reporter, mereka mau wawancara untuk tulis berita. Tidak usah berterima kasih padaku. Kakak Suxi. Ini salahmu. Rekaman film kamu kali ini tidak kasih tahu kepada media. Apakah kamu ingin berikan kejutan kepada kami?

Aku merasa kamu sebaiknya tanya dia siapa sutradara film ini. Ya, Kakak Suxi. Siapa sutradara film ini? Tenang saja. Kedepannya kita banyak kesempatan untuk bekerja sama. Kamu seharusnya tahu harus memilih yang mana. Sutradara… Sutradaranya adalah aku sendiri. Kalau begitu… Kakak Suxi… Ini pertama kalinya Anda menjadi sutradara. Bisakah Anda kasih tahu aku apa alasan

Yang membuat kamu memutuskan untuk jadi sutradara? Ada rumor Anda mengajak banyak sutradara untuk bekerja sama. Apakah itu benar? Komik ini awalnya ditemukan oleh aku. Dan aku juga sudah undang penulis komiknya untuk jadi pengarang seluruh film ini. Seluruh proses pembuatannya diselesaikan bersama-sama oleh kami. Kami berharap bisa membuat film 2,5 dimensi.

Berbeda dengan film yang ditayangkan sebelumnya. Aku merasa selain penulis sendiri, orang yang paling bisa menafsirkannya adalah aku. Jadi setelah aku pertimbangkan, orang yang paling cocok seharusnya aku. Rupanya begitu. Sangat membuat orang menantikannya. Terima kasih. Youyou, reporter sudah pada datang, bawa mereka keliling lihat-lihat. Oke Kakak. Ayo, reporter sekalian, ikut aku. Silakan, sebelah sini.

Terima kasih. Mengapa? Mengapa kamu melakukan ini? Apa? Sutradara ini orang baru dan tidak kontrak dengan perusahaan. Apakah kamu tidak merasa aneh kenapa dia tiba-tiba tidak datang? Kenapa aneh? Bukankah kamu tadi bilang sutradaranya adalah kamu sendiri? Aku tidak ada ancaman lagi bagi kamu. Kenapa kamu melakukan ini? Apa kamu takut? Takut?

Apa yang aku takutkan? Apakah aku takut kru jelek kamu dan sutradara amatir seperti kamu, bisa kamu membuat film yang bagus? Atau aku takut pria yang pernah kamu injak itu kembali? Kamu terlalu meninggikan dirimu. Yang meninggikan diriku bukan aku tapi kamu. Gunakan tenaga yang kamu habiskan pada aku di film kamu,

Maka kamu tidak akan membuat begitu banyak film jelek. Film aku jelek? Penonton sangat suka film aku. Lebih baik daripada rugi pada 2 tahun yang lalu kan? Kita berdua tidak sejalan. Itu belum tentu. Aku ini suka melihat semut kecil diinjak sampai mati. Sutradara Wen, semoga syuting kamu dimulai dengan lancar. Terima kasih. Direktur Tang.

Aku dengar sutradara contoh film Wen Suxi telah diganti. Dia mengumumkan kepada media bahwa dia sendiri yang jadi sutradara. Oke. Sudah dengar belum? Sutradara bilang tidak mau kerja lagi. Masa? Makanya produser jadi sutradara. Apakah produser bisa syuting film? Apalagi dia seorang wanita. Dia telah merilis beberapa film. Ayo jalan. Baik. Cai Shumeng yang melakukannya?

Siapa yang melakukannya tidak penting. Yang penting adalah aku akan jadi sutradara. Haoshu, menurutmu aku bisa melakukannya? Apakah kamu ingat lomba olahraga di SMP kelas 1? Lomba estafet 4 x 100 m kekurang orang, kamu mengajukan diri untuk berpartisipasi tanpa mempertimbangkannya dulu. Waktu kamu dalam lomba kamu baru tahu ada pistol starter. Kamu sangat gugup.

Tapi waktu kamu benar-benar berdiri di lapangan, ketika pistol berbunyi. Kamu seperti berubah menjadi orang lain. berlari keluar dan fokus ke garis final. Jadi sekarang sama seperti waktu itu. Selain garis final, jangan pikirkan apa pun. Jangan lihat apa pun. Kamu jangan lupa waktu itu lomba final saja tidak lolos dan aku juga jatuh terpeleset.

Dalam lomba olahraga lagi? Suxi. Kamu lihat. Kru film yang begitu besar ini. Modal kamu yang cari kan? Orangnya sesuai denganmu kan? Skrip kamu arahkan dan ubah sedikit demi sedikit. Kamu seorang produser, hanya jadi sutradara saja. Apa tugas sutradara? Bukankah hanya berteriak Action Cut saja? Action. Cut. Action. Cut. Action. Cut. Action. Cut. Semangat.

Semangat. Direktur Cai. Bukankah ini pemeran utama pria? Kamu cari aku tidak mungkin hanya untuk lihat aku. Katakan saja, ada apa? Orang akan mendapat balasan karma. Kamu juga merasa masalah sutradara itu adalah ulahku? Jika iya, maka aku sarankan kamu harus lihat lebih jelas. Sekarang bagi Suxi, tanda tangan aktor baru terlalu berisiko.

Berbahaya bagi kamu dan dia. Jika kamu benar-benar ingin akting. Mengapa harus kontrak dengan dia? Terima kasih atas perhatian kamu, tapi aku tetap ingin beritahu kamu, jika kamu terus seperti ini, kamu akan kena karmanya. Kamu baik-baik saja? Iya. Hanya terjadi sesuatu masalah. Aku juga pernah pimpin kru. Jadi syuting tiga hari

Harusnya tidak masalah kan? Maksudku tanganmu. Tidak apa-apa kan? Iya. Tapi.. terima kasih kamu datang pada kali ini. Kamu tidak tahu seberapa penting hal ini bagi aku. Aku ke sini bukan karena kamu. Tidak usah berterima kasih. Permisi, silakan ganti baju. Kamu… Kamu ke sini karena Chi Yu? Bagaimana? Menurut kamu, bisakah aku mengejarnya?