【FULL】Destiny’s Love EP12【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Destiny’s Love Episode 12 Suxi, ayo makan. Siapa lagi yang pesan makanan kiriman itu? Ini bukan makanan kiriman. Ini… aku katakan kepadamu, semuanya adalah buatan Chi Yu atas petunjukku. Sedangkan aku, bertanggung-jawab memberi tahu dia, apa yang kamu suka makan, apa yang kamu mau makan, apa yang kamu boleh makan. Kamu tahu, kamu saat ini,

Baru pulih dari sakit, maka sup ikan seharusnya adalah makanan yang paling baik. Semua ikan ini aku beli di pasar pada pagi hari. Bukankah waktu itu kamu tidak memperbolehkan aku makan itu? Apakah hari ini supermarket ada diskon besar? Minumlah sup ikan ini, kurangi makan ginkgo, tidak baik untuk kondisimu. Selain itu, komikku itu

Sudah diadaptasi menjadi naskah, dan sudah dikirim ke email-mu. Jika ada waktu luang, lihatlah sebentar. Haoshu, ini adalah biaya untuk naskahmu. Tidak banyak, tapi kamu ambillah dulu. Nanti setekag aku jadi kaya, aku akan berikan lebih lagi kepadamu. Wen Suxi, kamu mau membicarakan uang denganku? Bagaimana hubungan kita? Kamu memberi kesempatan kepadaku untuk membantumu,

Seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu, kan? Lagi pula bagaimana jika aku menjadi ternama sekaligus? Jangan omong kosong. Aku tidak mau uang, cepat simpan. Tanganku sudah lelah. Bisakah kamu biarkan aku makan dengan baik? Baik, jika demikian, aku simpannya dulu untuk sementara. Habiskan sup ikan itu. Kak Suxi, hati-hati, agak panas.

Tadi aku telah berhasil menghubungi beberapa pemodal dan platform yang tertarik dengan kita. Tetapi mereka meminta kita membuatkan satu film contoh, dan juga mengatakan harus ada bintang dan sutradara terkenal yang bergabung. Jika tidak, tidak perlu dibahas lagi. Jika meminta harus ada artis tenar, lalu untuk apa film contoh? Bukan, Kak Suxi,

Sebelumnya kita buat film. Ini adalah pertama kali kita untuk membuat drama online, tentu orang lain tidak percaya, pasti membutuhkan contoh film. Terima kasih, Kak Haoshu. Jika perlu buat film contoh, pasti kesempatan tidak bisa disia-siakan. Haoshu, bisakah kamu menulis sebuah naskah berdurasi 3 sampai 5 menit, yang bisa juga dipergunakan untuk film yang sesungguhnya?

Tidak ada masalah, aku akan mencobanya. Proyek pertama untuk perusahaan baru itu, baru dipikirkan saja sudah menggairahkan. Kak, apa yang perlu aku lakukan? Proses pendaftaran perusahaan baru, sudah sampai di mana? Sudah lumayan, masih ada beberapa tahapan yang belum selesai. Tetapi kontraknya sudah hampir turun. Dengan begitu, susunan pemain dan krunya sudah harus segera disiapkan.

Hari ini aku menelepon beberapa sutradara. Mereka semuanya yang memohon untuk bekerja sama denganku. Sedangkan masalah pemain… Pemeran pria, Kak, belakangan ini penggemar Chi Yu semakin banyak. Dia juga adalah aktor kita sendiri, jangan disia-siakan. Haoshu, kamu tidak ada masalah, kan? Sedang apa kamu? Tidak masalah. Jangan terlalu cepat merasa bangga,

Aku memberimu kesempatan, manfaatkanlah baik-baik. Jika kamu tidak giat, aku masih mungkin menggantimu. Sedangkan pemeran wanita, harus merupakan artis yang terkenal. Jika tidak, platform itu tidak akan menerimanya. Kak, perlukah minta bantuan dari Direktur Tang? Dia memiliki begitu banyak sumber daya. Dia memang sanggup mencarikan, tetapi bagaimana pembayaran nanti?

Apakah harus orang lain yang membantuku mengeluarkan uangnya? Masalah uang, aku bisa. Sudah, sudah. ini perusahaanmu atau perusahaanku? Kamu adalah aktor perusahaan, main filmlah dengan baik. Urusan uang, aku bereskan sendiri. Bolehkah jangan ngobrol lagi? Makanlah dengan baik. Pemeran wanita… pemeran wanita, cari saja Dora, sudah beres, kan? Betul. Hubungan kalian begitu baik.

Dia tentu tidak akan perhitungkan masalah uang denganmu. Dora? Cepat makan, makan. Mari, mari, mari. Makan, makan, makan, makan, makan. Makan yang banyak. Kak, kata Kak Ping, hari ini akan bertemu dengan seorang sutradara ternama dari Hollywood. Katanya ada kesempatan menjadi bintang tamu, kamu diminta hadir malam ini. Bintang tamu?

Bukankah hanya mengambil iklan dari vendor untuk meminta dukungan, lalu menjadi pemain yang muncul sebentar dalam tim orang lain? Bukan, tidak bisa dikatakan demikian. Ini adalah kesempatan untuk memasuki pasar internasional. Perasaan itu, tingkat itu, gaya itu, berbeda semuanya. Kak Ping sudah mengatakan, jika kali ini pertemuan dengan sutradara itu berhasil,

Akan segera mengatur kamu untuk belajar bahasa Inggris dan ilmu bela diri. Katanya ada sesuatu… ini… kena radiasi nuklir, lalu bermutasi menjadi prajurit wanita super. Cocok sekali dengan dirimu. Kak, selanjutnya kamu adalah Dora internasional. Jadi, maksudmu adalah aku terlihat seperti pernah kena radiasi nuklir? Bukan, bukan begitu maksudku. Aku mengatakan kamu sangat kuat.

Maka makan malam ini… Kita tidak usah pergi. Katakan saja, aku pergi mengobati radiasi nuklir. Bukan, Kak, aku sungguh tidak bermaksud begitu. Kak. Kak, tasnya sudah kuambil, ayo kita pergi. Tempat apa ini? Ini adalah karnaval, kegiatan malam yang diadakan taman bermain, tempat untuk berpacaran. Kamu tidak pernah ke sana?

Tempat yang begitu membosankan, siapa yang mau pergi? Betul. Lebih membosankan dari pada makan malam itu. Kita muncul sebentar di makan malam itu, lalu aku akan mengantarmu pulang. Paket tiket untuk pasangan. Bagaimana caranya agar Suxi dapat melewati bencana ini? Di mana Haoshu? Dia sudah pergi kerja. Suxi, apakah kamu mempunyai sebuah gantungan kunci?

Belakangan ini aku selalu kehilangan kunci. Berikan satu padaku. Gantunan kunci? Yang berbulu. Tunggu aku sebentar. Ini untukmu. Kamu masih memiliki yang lainnya? Aku hanya mempunyai ini saja. Ada apa denganmu? Suasana hatimu sedang tidak bagus? Menurutmu, apakah aku perlu mencari Dora? Jika kamu berpikir itu mungkin, cobalah. Siapa yang menaruh dandelion di sini?

Apakah bagus? Memang bagus, tetapi begitu angin bertiup, akan berterbangan di dalam rumah. Betul. Bulu dandelion mengikuti angin, sampai ke ujung dunia. Bulu dandelion mengikuti angin, sampai ke ujung dunia. Apa yang kamu katakan? Kak Suxi, Kak Suxi, aku sudah menelepon. Latte mengatakan, mereka berada di gym. Ayo, cari mereka. Baik. Aku ikut.

Berputarlah sekali, aku mau lihat. Jiahan, apakah kamu lulusan kejuruan? Aku belajar di akademi teater, dua tahun lagi akan tamat. Berapa umurmu tahun ini? Dua puluh. Sudah kamu pikirkan dengan baik ingin menjadi seorang aktris? Oh ya, Kak Dongkai juga mengatakan, aku agak mirip dengan Kak Dora. Bagaimana caranya kamu kenal dengan Hu Dongkai?

Hanya pernah bertemu satu kali di belakang panggung saat pertemuan dengan penggemar. Aku juga adalah penggemarnya. Kak Dongkai, benarkah sedang pacaran dengan Kak Dora? Sudahlah, kamu keluarlah dulu. Kalau begitu, terima kasih, Kak Ping. Kak Dora. Halo. Tidak perlu. Baik. Kamu juga sudah datang. Dia adalah artis yang baru aku kontrak, mungkin akan bermain

Sebagai pemain utama pria dalam film contoh ini. Hari ini aku datang ke sini terutama untuk mengatakan kepadamu mengenai pemikiranku terhadap contoh film. Aku teringat dulu kamu pernah memberitahuku, hal seperti film contoh yang perlu tenaga banyak tapi hasilnya kurang memuaskan itu, sebaiknya jangan diterima. Bukan saja bayarannya kecil, juga masih ada kemungkinan diganti

Saat syuting film yang sebenarnya. Tetapi aku juga pernah mengatakan padamu, jika itu minat sendiri, atau naskah yang disukai, boleh dicoba juga. Tetapi syarat awal adalah harus dikontrak bersama dengan film yang sesungguhnya. Hanya dengan demikian, akan membuat keuntunganmu menjadi maksimal. Sepertinya Kak Suxi sudah agak berbeda dengan yang dulu. Kak Suxi,

Dari contoh film contoh sampai film yang sesungguhnya, rentang waktunya masih panjang. Kak Dora telah menerima banyak pekerjaan. Entah waktunya dapat disesuaikan atau tidak. Aktor utama apakah sudah pasti Chi Yu? Mungkin. Tetapi kamu tidak perlu khawatir. Dia sekarang ini sudah punya popularitas. Jika saat berakting ada kekurangan, kami juga akan mencarikan guru akting untuknya.

Jika bermain sebagai lawannya, akan aku pertimbangkannya. Begini dulu, aku akan berunding dulu dengan Kak Ping. Latte, ayo jalan. Chi Yu, ada apa denganmu? Aku… mengantar tamu. Mengantar dengan pandangan mata saja sudah cukup? Kak, apakah maksud Kak Dora adalah kita sudah boleh mempersiapkan kontrak? Kak, tunggu sebentar, aku pergi belikan kamu segelas latte.

Ada apa? Aku hendak berbicara empat mata dengan Dora. Latte, tidak masalah. Kamu berhati-hatilah. Kamu datang supaya aku main di film baru Wen Suxi? Bukankah sudah kukatakan akan kupertimbangkannya? Aku berharap kamu menjauh dari Wen Suxi. Apa? Sebaiknya jangan bertemu dengannya, jangan berbicara dengannya, jangan berhubungan sedikit pun dengannya. Apa yang kamu katakan?

Kamu menyuruh aku jangan bertemu dengannya, lalu aku tidak bertemu dengannya saja. Mengapa aku harus menuruti perkataanmu? Tetapi belum pernah ada orang yang berani berbicara seperti ini denganku. Apa maksudnya aku akan mencelakai dia? Apa pula hubungan di antara kalian berdua? Kami hanya sebatas teman biasa. Teman? Dia yang menyuruhmu datang ke sini? Sebenarnya bukan.

Pokoknya jauhi saja dia. Itu baik untuk kalian berdua. Apakah kamu ini gila? Ada lagi, aku mau gantungan kuncimu itu. Ini… bukankah kamu bisa beli sendiri saja? Aku mau milikmu ini. Baik, boleh, tetapi, kamu harus menuruti satu syarat. Ayo pergi. Ke mana? Jangan bertanya. Kamu tidak menunggu asistenmu kembali?

Justru harus memanfaatkan kesempatan ketika dia sedang tidak ada. Ayo jalan. Sungguh masih muda, tetapi pendiriannya sangat kuat. Bagaimanapun aku lebih tua dari dirinya. Dasar dia itu. Chi… Di mana dia? Tidak tahu. Tadi ada di sini. Sudahlah, tak perlu pedulikan dia. Kita bergerak secara terpisah. Aku akan mencari sutradara, kamu carilah Kak Ping,

Sesuaikan waktu Dora. Baik, aku sudah mengerti. Halo, Sutradara Lin belakangan ini sedang ada kegiatan apa? Apakah masih menyutradarai film? Sudah lama aku tidak menyutradari film. Sudah lama tidak menyutradari film. Kalau begitu, kapan rencananya akan menyutradarai film? Setelah ayahku sakit, aku tidak menyutradari film lagi. Sakit? Kalau begitu, minta paman agar menjaga dirinya baik-baik.

Terima kasih atas perhatian Kak Suxi. Terima kasih, terima kasih, Kak Suxi. Baik, baik, dah, dah. Halo, Kak Suxi. Halo, Sutradara Tao sedang apa? Sedang syuting di mana? Aku sedang berlibur di luar negri. Berlibur? Kapan pulang? Tidak akan pulang dalam waktu dekat. Terima kasih atas bantuan Kakak. Syuting dimulai! Bukan… Syuting dimulai? Halo,

Direktur Wen. Dora? Dora sudah memutuskan akan main dalam film kita ini. Sudah tandatangani kontrak? Segera akan tandatangan. Direktur Wen, bagaimana sekarang? Hanya sebuah film contoh. Ke depannya akan seperti apa, kita semuanya masih belum tahu. Bukan, aku beri itahu kamu… sekarang Anda, seperti Buddha melewati sungai, tidak bisa melindungi diri sendiri.

Jika aku bekerja sama denganmu, mungkin akan membuat banyak orang marah. Direktur Wen, begitu saja. Dah. Aku pasti akan periksa ulang. Jangan membuang waktu kita masing-masing. Aku hanya bertanya satu kali, mau main atau tidak? Kak Suxi, ini terlalu mendadak. Banyak hal yang mendadak. Jangan membuatku marah. Aku bisa memukul orang jika sedang marah.

Aku akan menurutimu. Benarkah? Kalau kamu mau pukul aku, pukul saja sampai aku mati. Tidak mau pukul? Kalau tidak mau pukul, aku pergi dulu. Aku pergi dulu. Aku mengira kamu mau menulis naskah untuk Kak Suxi sehingga tidak masuk kerja. Ada apa lagi? Aku akan menikah! Ini permainan baru apa lagi? Mengapa akan menikah?

Kamu panik? Xiaomi, mungkin ada hal yang tidak kamu pahami. Sebagai seorang dewasa, hidup itu sangat sibuk, tidak ada waktu luang untuk main-main denganmu. Sudah dewasakah kamu? Aku ini sudah berumur 18 tahun, oke? Ayahku berharap aku segera menikah. Dua hari lagi akan mengadakan pesta pertunangan. Setelah aku genap berumur 20, aku akan menikah.

Dengan siapa? Dengan seseorang yang belum pernah aku temui. Dia tua dan jelek, tapi kaya. Sebenarnya aku juga tidak berani percaya, inilah hidupku. Kalau mengharuskan aku menikah, boleh juga, tetapi selain kamu, siapa pun aku tidak mau. Tolong jangan kirim undangan kepadaku, aku sungguh tidak punya uang untuk hadiah. Lin Haoshu! Aku mengatakan yang sebenarnya!

Siapa? Apa kabar, apakah Sutradra Feng ada? Apakah Guru Wen Suxi? Betul, betul, betul. Ada masalah apa? Aku mencari Sutradara Feng untuk membahas sesuatu. Kebetulan Sutradara Feng tidak ada. Tetapi aku melihat mobilnya di garasi, jadi kupikir dia sudah pulang. Kalau begitu, mungkin tadi aku tidak melihatnya. Mungkin Sutradara Feng sudah pulang. Mungkin sedang rapat.

Atau lain kali kamu datang lagi saja. Tak masalah, biarkan dia rapat, aku akan menunggu dia di depan pintu. Dia mengatakan rapatnya mungkin hingga malam. Bukan dia yang mengatakan, aku yang mengira-ngira. Tidak masalah, seberapa malam pun akan aku tunggu. Bagaimana kalau kamu bukakan pintu dan biarkan aku masuk…

Mestinya biarkan aku masuk dulu ke dalam. Guru. Kak Shu. Apa yang kamu suka dariku? Aku menyukaimu, atau tidak menyukaimu, apakah aku bisa memilih? Seperti kamu terhadap Kak Suxi, jika kamu bisa memilih, apakah kamu masih akan menyukainya? Sebelumnya bukankah aku… Wang Xiaomi, kamu masih kecil, aku lebih tua darimu puluhan tahun. Setelah kamu dewasa,

Orang yang kamu kenal semakin banyak. Kamu akan menemukan orang yang dulunya kamu sukai, ternyata bukan apa-apa. Apa pun tidak baik. Karena itu, Wang Xiaomi, jika kamu merasa tidak sanggup menghadapiku. Begini saja, aku akan bahas dengan guru pelatihan, apakah bisa mengembalikan uang kursusmu. Jika tidak bisa, aku yang menggantikannya. Hanya begini yang bisa kulakukan.

Mohon jangan mencariku lagi. Mengapa? Karena aku tahu, berteman dengan orang kita sukai, dan masih harus sering bertemu, itu adalah hal yang tidak mudah. Biar aku panggilkan mobil. Sudah akan turun hujan, aku panggil taxi saja. Taman hiburan begitu dekat, bukan lebih baik berjalan saja? Lagi pula jika turun hujan,

Bukankah romantis kalau berjalan di bawah hujan? Ayo jalan. Chi Yu, jangan panggil lagi. Kita jalan kaki saja. Mengapa? Belikanlah untukku. Silakan scan ini. Sudah bolehkah gantungan kunci itu diberikan kepadaku? Bukankah sudah kukatakan, harus menemaniku ke taman hiburan dulu, setelah itu baru kuberikan kepadamu? Kamu… Aku tidak mengatakan akan menukarnya dengan jepit rambut ini.

Ambillah. Terima kasih. Tetapi kamu tetap harus menemaniku ke taman hiburan. Tenang saja. akulah yang meminta pertolonganmu. Sedangkan syaratmu ini, cukup dengan aku menemanimu ke taman hiburan, aku sudah sangat berterima kasih. Baiklah kalau sudah tahu. Sudah akan turun hujan, kamu carilah payung. Baik. Kamu tunggu aku di sini. Tidak mungkin.

Setiap kali tiba pada adegan yang menyangkut perasaan, selalu ada iringan hujan. Walaupun hujan turun, aku juga akan berlutut menunggu di depan pintu. Halo, Sutradara Feng, apakah sudah selesai rapat? Di luar akan turun hujan. Kamu masih belum pergi? Sudah akan turun hujan, kamu pulang dulu saja. Sutradara Feng tidak akan selesai rapat secepat itu.

Tidak masalah, aku akan menunggunya. Bolehkah biarkan aku masuk untuk menunggunya? Apa yang kamu katakan? Halo, aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas, sinyalnya kurang bagus, halo. Aktingmu terlalu buruk. Suxi. Mengapa kamu datang? Youyou bilang kamu ada di sini. Hujan selebat ini, untuk apa kamu di sini? Pergilah. Aku sedang menunggu sutradara.

Kamu baru keluar dari rumah sakit, untuk apa bersikeras seperti ini? Cepatlah pergi denganku. Tidak, aku mau menunggunya. Kalau begitu, kamu tunggu di sini, aku belikan sebuah payung. -Berhati-hatilah. -Kamu tunggulah aku. Wen Suxi? Siang bolong begini, kalian berani-beraninya melakukan hal begini. Sungguh besar nyali kalian. Kamu kemarilah. Kenapa masih bengong saja? Kemarilah.

Tenang saja, jika ada aku, aku pasti akan melindungimu. Siapa namamu? -Namaku Ji Wan. -Ji Wan? Ayo, ayo. Serang. Kamu tidak boleh makan, hanya boleh minum. Kalau begitu, akan menyia-nyiakan banyak kesempatan makan makanan enak. Sayang sekali. Jika kamu adalah orang biasa, itu akan lebih baik. Dengan begini aku akan bisa terus-menerus menjaga di sisimu.

Sudah turun hujan, ayo kita pulang. Kamu sudah pulang. Sejak awal kamu mempunyai kemampuan ini, mengapa tidak dari awal kamu membukanya? Bukan, itu terbuka sendiri. Terbuka sendiri? Mana mungkin? Apakah dengan tenaga listrik? Ini bukan dengan tenaga listrik. Pastinya Sutradara Feng yang membukakannya untuk kita. Aku tahu ada sesuatu. Haoshu teruslah menunggu. Sebenarnya apa hubungannya

Dengan Wen Suxi? Tadi sewaktu rapat, Direktur Tang sepertinya tidak konsentrasi. Aku tidak paham, kamu telah mempersiapkannya demikian matang. Kenapa masih memintaku untuk menemanimu? Jika Direktur Tang ada, aku baru bisa tenang. Wanita, sesungguhnya sangat sederhana. Aku rasa Suxi ada kalanya juga membutuhkan orang untuk melindunginya. Apalah artinya seorang wanita yang kuat?

Itu hanya untuk diperlihatkan kepada orang lain, juga untuk diperlihatkan kepada diri sendiri. Di hadapan orang yang benar-benar disukai, wanita memiliki kelembutannya tersendiri. Bunga akan mekar, juga akan berguguran. Direktur Tang, kamu harus tahan dengan ujian waktu. Jadi, hanya bisa menunggu saja, bukan? Setelah menunggu dalam waktu yang panjang, hati akan lelah.

Karena itu di rumah kami tidak pernah menanam bunga. Jarang-jarang ada kesempatan dinas keluar dengan Direktur Tang. Mari aku menyulangkan kamu. Maaf. Ada hal yang menunda aku. Pak Kato, Pak Takahashi, lama tak jumpa. Sungguh lama tidak bertemu, Nona Cai. Apakah semuanya baik-baik saja? Apakah pekerjaanmu di perusahaan kalian cukup lancar?

Setelah menunggu sekian lama, tak terduga katanya melulu akan mempertimbangkannya. Boikotnya saja. Sudahlah, sudahlah, tahan emosi, tahan emosi. Suxi. Ada apa? Ini untukmu. Apa ini? Tidakkah kamu ini kekanak-kanakan? Tunggu. Baru saja tadi kamu bersama Dora. Bagaimana kamu mengetahuinya? Dua puluh menit yang lalu dia post di Wechat-nya. Aku sedang bersusah-payah menemui sutradara,

Kamu malah merayu wanita. Biar kulihat. Bukan aku ingin mengatai kamu, kamu ini memang sungguh keterlaluan. Ini memang dia yang tinggalkan. Tetapi aku lihat, ini sangat manis, aku berpikir untuk memberikannya kepadamu. Kamu memberikan barang yang ditolak orang lain kepadaku. Benar, belakangan ini aku sungguh sial. Tidak ada yang bersedia berbicara denganku.

Pertemuanku dengan sutradara pun sangat sulit. Tetapi begitu aku terpikir teman-teman sekelilingku, aku merasa sangat layak. Tetapi ketika aku susah-payah menunggu sutradara, apa yang kamu lakukan? Kamu jelas-jelas mengkhianatiku. Aku hanya bertemu Dora, mengapa dikatakan berkhianat? Baik, aku kalah berdebat denganmu. Pulanglah. Apa? Kamu segeralah pulang. Apakah kamu merasa karena aku tinggal di rumahmu,

Maka aku harus menuruti perkataanmu? Aku memintamu pulang bersama Haoshu! Pulang ya pulang, kenapa galak seperti ini? Benar, untuk apa galak begitu? Ayo pergi, tak usah pedulikan dia. Pasti Kepala Museum mengutus orang ke sini. Ada maksud apa? Apakah bencana sudah dekat? Atas dasar apa dia berbicara keras denganku? Membawa dua buah payung pula

Berjalan di jalan raya. Aku juga terguyur hujan. Di belakangku merayu wanita, aku katakan padamu, dia tampak terpelajar, padahal hatinya tidak baik. Tidak benar, aku tidak boleh mengatakan begitu. Kalau begini menunjukan aku terlalu peduli padanya. Jika sekarang adalah zaman dahulu, sudah aku bunuh dia. Wen Suxi, segera naik ke lantai atas dan mandi.

Kamu sudah terguryur hujan, apakah kamu tahu? Untuk apa begitu galak? Aku masak sup jahe untukmu, cepatlah. Cepat, ya cepat, untuk apa begitu galak? Hari ini sudah minum sepuas-puasnya. Benarkah, Takahashi? Benar. Nona Cai hari ini bisa dikatakan mempertaruhkan nyawanya untuk menemani aku. Dia sungguh minum banyak. Direktur Tang, semula aku mengira telah menemukan

Seorang satria berkuda hitam yang bisa membantu menghalangiku minum anggur. Aku sudah minum sampai hampir terjatuh ke bawah meja. Aku melihat Tuan Tang dan Nona Cai begitu serasi. Apakah kalian sepasang kekasih? Tentu saja bukan. Tuan Tang, menurutku Nona Cai sudah minum terlalu banyak, jika tidak keberatan, biarkan aku mengantar Nona Cai

Kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Tuan Kato, tidak perlu merepotkanmu. Biar aku saja. Mari kita pergi. Jika kamu berkata demikian, orang Jepang akan marah, bagaimana jika mereka tidak mau bekerja sama lagi? Jika karena hal ini mereka tidak mau bekerja sama, maka tidak perlu bekerja sama. Aku antar kamu kembali ke kamar dulu. Cepatlah istirahat,

Besok masih ada rapat seharian. Jangan pergi, jangan pergi, apa yang tidak bisa diberikan oleh Wen Suxi, aku bisa berikan semuanya. Jika kamu begini, apa yang akan dipikirkan Bos Qian? Apa yang dipikirkannya tidak ada hubungannya denganku. Cepatlah istirahat. Suxi, sup jahe sudah siap. Ayo, Suxi, bangun dan minumlah sup jahe ini. Suxi.

Kamu tidak patuh, kan? Sekarang kamu demam. Obatmu disimpan di mana? Suxi. -Ada apa? -Suxi sedang sakit. Dia sakit? Menurutmu… menurutmu bukankah dia bodoh? Hujan begitu deras, masih juga menunggu di depan rumah orang. Meskipun tidak terguyur air hujan, juga tetap terkena tiupan angin, kan? Chi Yu. Mengapa aku bermimpi lagi?

Sudah sakit, masih saja bisa memimpikan dirimu. Jangan pergi, biarkan aku bersandar sebentar.