【FULL】Destiny’s Love EP11【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Destiny’s Love Episode 11 Maaf, rumah belum dirapikan. Tunggu setelah dirapikan, akan kuundang kamu ke rumah. Kamu mengetahui masalah ini? Masalah apa? Dia membeli rumah di seberang rumahmu tanpa alasan. Dia kebanyakan uang, tidak tahu harus difoya-foyakan ke mana. Itu urusan dia. Aku khawatir. Kekuatan intuisiku semakin lemah saja. Apa yang kamu lihat?

Pindah rumah saja, apakah memerlukan waktu yang begitu lama? Dia pasti melakukan hal itu untuk mendekatimu. Tetapi untuk apa dia mendekati aku? Apa tujuannya mendekatiku? Sekarang yang membeli dua vila itu adalah dia. Tetapi, Suxi…. Aku pindah dari tempatmu, masih ada satu alasan. Suxi, walaupun aku tidak tahu

Berapa kali lipat aku kalah dari Lin Haoshu. Betul, betul, itu sebabnya aku tidak mungkin menyukaimu, melihatmu sekejap saja sudah terasa membosankan. Masih ada lagi Chi Yu, juga tidak perlu ada. Keluar dari perusahaan, mulai dari awal, bagiku bukan hal yang mudah. Karena itu aku semakin harus membuktikan, aku sendiri sanggup melakukannya. Aku tahu,

Bagi orang luar aku tidak punya uang, tidak mempunyai latar belakang. Dan butuh Haoshu yang memberikan ide untukku. Jika ingin sukses, sama saja dengan berkhayal. Tetapi aku berharap kamu dapat mempercayai aku, dan mempercayai pilihanku. Aku juga percaya pada diriku sendiri, pasti bisa membangun perusahaan dengan baik. Setidaknya biarkan aku mencobanya. Baik,

Asalkan itu adalah keputusanmu, aku akan mendukungmu. Terima kasih. Jangan menghambat aku lagi, cepat pindahkan barangnya. Setelah memindahkan barang, segera enyah dari sini. Dengar tidak? Kamu masih belum tahu bagaimana cara membantunya? Tentu aku tahu bagaimana membantunya. Aku akan mencoba, yang terbaik untuk membantunya. Aku akan melakukan apa pun yang dia minta. Dia hanya membutuhkan

Naskah yang bagus darimu. Naskah? Sebelum pergi, bolehkah biarkan aku meminum obat penenang? Obat penenang apa? Kamu sekarang pindah kembali ke rumahmu sendiri, dan ada Chi Yu yang membantumu, apakah tidak akan mempedulikan aku lagi? Cepat pergi, sebentar lagi jalanan akan macet. Kamu sendiri juga berhati-hatilah. Berhati-hatilah. Aku rasa apa yang kamu katakan adalah benar.

Sekarang hanya aku yang bisa membantu Suxi, lagi pula hanya aku yang sanggup menulis naskah ini. Tetapi naskah ini, tidak seperti ayam bertelur, langsung jadi begitu saja. Ketika pesan dikirim, posisinya ada di sekitar rumah sakit. Kira-kira setelah Anda tiba di rumah sakit, ketika bertemu dengan Chi Yu. Direktur Tang,

Aku telah berhasil menghubungi perusahaan Jepang. Mereka tertarik untuk membahasnya. Direktur Ren, dia juga… Kamu tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk? Kebetulan ada pemodal dari perusahaan Jepang, aku ingin mencari beberapa IP yang berharga. Hari ini aku masih ada urusan, kita bahas lagi lain kali. Hatimu begitu galau,

Pasti karena Wen Suxi lagi, kan? Kudengar, dia telah mengontrak Chi Yu. Aku masih ada urusan, pergi dulu. Minimalis, minimalis, minimalis. Hati-hati. Pemuda ini akan selalu muncul dalam kehidupanmu. Tetapi dia bukan pacarmu. Kesepian, hati tergoda, tertarik pada pemuda, bertepuk sebelah tangan. Tidak mungkin, tidak mungkin, tidak mungkin. Pasti karena belakangan ini terlalu lelah, jadi…

Tuhan jangan biarkan aku bermimpi yang aneh-aneh lagi. Istirahatlah lebih awal, selamat malam. Menghadapi aku, apakah hatimu akan tergoda? Dunia ini, memiliki aturannya sendiri. Aku menasihatimu jangan terlalu banyak ikut campur, oke? Anda harus memahami dengan jelas, pura-pura bodoh, sekali terkena, semuanya akan terpengaruh, akan mengacaukan perputaran energi. Yang terakhir menderita, tetap adalah Nona Wen.

Aku ini sedang apa? Aku takut bertemu siapa? Suxi, apakah kamu mau keluar rumah? Aku antar kamu. Tidak perlu. Aku akan pergi membahas tentang permodalan, kamu jangan mengacaukannya. Jika kamu ingin menanam modal, aku bisa…. Tidak perlu, masalah ini bisa aku tangani sendiri. Kakimu… apakah tidak bermasalah setelah cedera? Tidak masalah.

Kalau begitu, kamu harus lebih berhati-hati. Masih dalam tahap pemulihan, saat makan, jangan minum anggur, juga jangan makan makanan laut. Baik, baik, baik, aku sudah tahu, aku akan perhatikan. Aku pergi dulu. Sungguh tidak perlu kuantar? Kamu yakin tidak perlu? Pergilah. Aku setuju harus menggunakan IP besar untuk proyek baru Shumeng.

Oleh sebab itu, tidak peduli mengerjakan yang mana pun, perlu untuk pergi ke Jepang untuk memeriksa perusahaan itu, melihat apa sebenarnya ide mereka, dan seperti apa kerja samanya. Kepergian kali ini ke Jepang, Direktur Tang, pergilah bersamaku. Apakah perlu? Sebenarnya aku juga berpikir demikian. Jika kali ini pergi masih juga belum berhasil mendapatkan kontrak,

Dikhawatirkan tidak akan bisa mengejar rencana tahun depan. Karena perusahaan memandang penting proyek ini, Tang Mao, sekarang ini kamu tidak mempunyai pekerjaan lain yang harus dipantau, bukan? Baiklah, aku pergi. Gambar Xiaoqian bagus. Guru Lin, Kakak Xiaomi tidak datang lagi? Gambarlah baik-baik. Halo, Wang Xiaomi, kemarin adalah hari Sabtu, mengapa tidak masuk kelas?

Hari ini kamu datang atau tidak? Uang sekolah dari orang tuamu sudah sia-sia dibayarkan. Bisakah kamu menjalankan tugas sebagai seorang murid? Halo, kamu masih berani menutup teleponku. Cari dia… atau tidak cari dia? Jika huruf, aku akan mencarinya. Jika bunga, maka aku tidak mencarinya. Terakhir kali, jika masih juga bukan huruf,

Maka aku tidak akan mencarinya. Guru. Sebelumnya kamu mengatakan akan mentraktirku makan, sampai sekarang belum terlaksana. Menjadi guru harus menjadi teladan, apakah kamu tidak malu? Hanya karena urusan ini? Hanya karena urusan ini. Sedang apa kamu? Bukankah aku hanya mengutarakan isi hatiku? Kamu sekarang sudah tidak sanggup menghadapiku lagi? Wang Xiaomi. Lin Haoshu, aku menyukaimu.

Tidak peduli kamu menertawakan aku masih anak ingusan, atau menganggap aku sedang masa puber, atau depresi. Aku tahu aku menyukaimu, itulah sebabnya aku ingin mengutarakannya. Menyukaimu, adalah urusanku, tidak ada hubungannya denganmu, jadi kamu tidak mempunyai hak untuk menolak aku menyukaimu. Tetapi… tetapi kamu boleh pura-pura tidak tahu. Setidaknya, aku masih bisa datang untuk mencarimu.

Apakah tidak ada habis-habisnya? Baik, baik, baik, kita tidak membahas ini lagi. Kamu lihat dirimu, lingkar mata begitu hitam, semalam kamu tidak istirahat dengan baik? Hmmm, semalam membereskan bahan komik, melihat bagaimana caranya mengubah komik menjadi naskah. Kamu ingin menulis naskah? Tidak termasuk menulis. Suxi ingin mengadaptasi komikku. Aku bisa menggambar komik, tetapi menulis naskah,

Mungkin aku harus belajar dari awal lagi. Komik yang mana? “Pemberhentian Selanjutnya yang Belum Diketahui”? Benarkah? Baguslah. Kapan akan ditayangkan? Duduklah, duduklah. Apakah perlu terkaget-kaget begitu? Masih belum ada ujung pangkalnya. Lagi pula naskahku belum ditulis. Lin Haoshu, aku tahu kamu pasti bisa. Setelah ditayangkan, aku panggil seluruh teman sekelas untuk menontonnya. Tidak,

Aku akan memanggil seluruh murid di sekolah untuk menonton. Terima kasih. Terima kasih. Masalah ini tidak perlu kamu pusingkan. Cepatlah makan, selesai makan, segeralah pulang. Sambil makan, sambil mendengarkan. Sebenarnya sudah lama aku ingin mengatakan hal ini padamu, jika kamu benar-benar ingin melakukan ujian seni, ujian seni lukis, kamu harus mencari seorang

Guru khusus di bidang itu untuk belajar. Bukan aku tidak ingin mengajarimu, kamu telah mengulang belajar satu tahun, mana bisa seperti sekarang ini, belajar sesuka hatimu saja? Aku tidak peduli begitu banyak, aku hanya ingin belajar menggambar denganmu. Tujuanmu sekarang adalah belajar menggambar, bukan? Memangnya kenapa? Aku sudah membayar uang kursus,

Kamu tidak mau mengajar pun tidak bisa. Celaka. Ada apa lagi? Jika kamu menulis naskah, apakah kamu masih akan datang ke kelas pelatihan? Ke mana aku harus mencarimu? Tidak peduli, di hari yang begini patut kita rayakan, ayo kita selfie dulu. Lihat kamera, kamu lihatlah ke kamera. Lihat kamera, senyumlah, senyumlah. Halo, Suxi,

Perusahaan mengutus aku ke Jepang, kamu tidak ada masalah apa-apa di sana, kan? Hari ini aku ada janji dengan Bos Zhou untuk membahas masalah pemodalan. Bos Zhou? Sebelumnya dia sudah ingin bekerja sama denganku. Kali ini seharusnya tidak akan menolak. Baik. Aku ucapkan semoga semuanya berjalan lancar. Jika ada masalah, hubungi aku kapan saja, oke?

Baik. Dah. Telepon dari Suxi? Dia baru keluar dari rumah sakit, masih juga berjuang keras. Direktur Wen, silakan. Bagaimana kondisi belakangan ini? Masalah hukum sudah beres, dan membuka perusahaan baru lagi. Sedang butuh uang, kan? Bos Besar, di tanganku… Jangan, jangan, jangan, jangan, jangan panggil aku Bos Besar. Panggil aku Bos Zhou. Mana boleh begitu?

Bukankah itu sama saja dengan meremehkanmu? Kamu terlihat seumur dengan ayahku. Panggil aku Kakak Besar. Kamu lihat, ketika itu kamu sedang sibuk, gedung perkumpulanku ini telah berjalan dua tahun lebih, aku mengundangmu pun kamu tidak mau datang. Hari ini, akhirnya kamu muncul. Kenapa berkata begitu? Begini, sekarang ini aku ada sebuah cerita yang sangat bagus,

Entah kamu tertarik atau tidak. Kita bisa bekerja sama. Jangan, janganlah baru bertemu sudah membicarakan urusan pekerjaan. Ketika itu aku mencarimu untuk membicarakan tentang film baru, bukankah kamu merasa aku mengganggu? Mari. Ini… adalah satu set pakaian yang aku belikan untuk putri angkatku. Jadi…. Aku ingin kamu membantuku mencobanya, supaya aku bisa menyuruh orang menggantinya

Jika tidak cocok. Ini… mana boleh begini? Pasti bentuk tubuhnya tidak sama denganku. Aku lihat kurang lebih sama. Pakaiannya ada di sini, setelah selesai ganti pakaian, panggil aku. Aku ke belakang dulu membuka cek, akan kuserahkan kepadamu nanti. Profesi kami ini tidak mudah. Kamu seorang gadis, perlu banyak uang untuk kebutuhanmu. Aku mengerti. Dasar mesum!

Telepon istriku, katakan padanya malam ini aku tidak pulang. Baik. Bos, Wen Suxi telah menghilang. Apa? Ikutlah denganku. Suara apa itu? Ayo, lihat ke sana, di jalan menuju tangga. Jangan takut, aku akan selalu berada di sampingmu, tidak akan membiarkanmu menderita, tidak akan membiarkanmu terluka. Kamu pernah mengatakan akan melindungiku, kamu telah berhasil melakukannya.

Kali ini, giliran aku yang menjagamu. Kamu tidak perlu mengingat, juga tidak perlu melupakan, anggap saja sedang bermimpi. Manusia yang bersifat lurus, semua urusannya dapat terselesaikan. Manusia yang bersifat tidak lurus, semua hal akan mendatangkan celaka. Jika aku adalah kamu, aku tidak akan melanjutkannya lagi. Sinting. Semua orang menganggap jika mempunyai kekuasaan

Akan bisa mengatur semua hal, sebenarnya tidak demikian. Apa-apaan? Jangan mendekat, kamu jangan mendekat. Pepatah kuno mengatakan, langit dan bumi empat penjuru, disebut alam semesta, dahulu hingga sekarang, disebut waktu. Alam semesta, adalah ruang yang tiada batasnya, ditambah dengan waktu yang tiada batas. Mungkin, karena satu kali pilihan yang salah, akan menyebabkan akhir hidupmu berbeda.

Aku menasihatimu, jangan lanjutkan lagi. Bolehkan pinjamkan ponsel kepadaku? Sebelum terlahir, tidak tahu apa-apa. Setelah terlahir, mengetahui ada langit. Orang bijak menunjukkan kualitas dirinya, manusia picik berumur pendek. Kamu… siapa kamu? Siapa sebenarnya kamu ini? Jika kamu masih melakukan hal yang tidak pantas terhadap Wen Suxi, nasibmu akan seperti ponsel ini. Bagaimana keadaanmu? Sangat baik,

Hanya sedikit lelah. Aku bawa kamu ke sebuah tempat. Masih ingat tempat ini? Tempat ini… di mana ini? Aku pernah ke sini? Sudah tidak penting lagi, yang penting adalah saat ini ada aku yang menemanimu. Bermimpi lagi. Ada apa belakangan ini? Tadi apakah ada bertemu Bos Zhou? Ada apa belakangan ini? Telepon. Halo, Cai Shumeng,

Lain kali jangan cari aku lagi. Aku tak sanggup menghadapi kalian berdua. Ada masalah apa? Tidak perlu katakan lagi. Sungguh sial. Bagaimanapun aku tidak memberikan dia uang. Begitu saja. Ada apa? Tidak ada apa-apa. Masalah di rumah. Sudah pulang. Hari ini kamu pergi ke mana? Aku selalu ada di rumah.

Siapa yang bisa membuktikan kamu selalu ada di rumah? Haoshu juga sudah pergi kerja. Aku seorang diri. Lagi pula, mengapa harus dibuktikan? Bagaimana? Hari ini lancar? Lancar atau tidak, apa hubungannya denganmu? Yang paling penting bagimu adalah melakukan tugasmu dengan baik. Film yang aku minta untuk kamu tonton, apa sudah kamu tonton? Ini untukmu.

Film hari ini mengatakan setelah orang memakan cokelat, akan merasa senang. Jangan mengira setelah kamu memberikan cokelat kepadaku, aku akan menunjukkan raut muka yang baik. Mengapa? Suasana hati sedang tidak baik? Tidak. Apa hubungannya denganmu? Ingatlah untuk memakannya setelah pulang, jangan sampai lumer. Terima kasih. Kalau begitu, aku pulang dulu. Halo, Direktur Tang.

Mengapa kamu tidak mengangkat telepon? Aku sedikit lelah, tertidur. Apakah pembicaraanmu hari ini lancar? Cukup lancar. Aku sudah berangkat. Kamu harus menjaga diri baik-baik, mengerti? Memulai dari awal, bagiku bukanlah hal yang mudah, sehingga aku perlu membuktikan bahwa aku sendiri sanggup melakukannya. Aku juga mau mulai dari awal, aku ingin membuka sebuah perusahaan,

Membuat film yang aku sukai. Mengapa aku berada di sini? Kamu tertidur. Bermimpi lagi. Bukankah itu dirimu? Aku ini semakin lama semakin sering bermimpi. Bisa bermimpi sandiwara dalam sebuah sandiwara. Ingin melihat ke dalam? Ke mana? Sungguh nyata. Lain kali jika kita menonton film, sungguh bagus jika bisa senyata ini. Kemarilah.

Mereka tidak bisa melihat kita. Mereka adalah karakter dalam cerita, kita hanya penonton saja, tentu saja mereka tidak bisa melihat kita. Bukankah kamu mengatakan kamu berada di dalam? Kamu ada di mana? Ternyata benar kamu. Keluarlah, aku tahu kau ada di sini. Kudengar kamu mau pergi, apakah akan kembali lagi?

Raja Zhao menyerang Chu dan mengarungi Han. Kau sungguh mau pergi? Ini perintah raja, aku tidak boleh tidak melakukannya. Pertempuran ini pasti bisa dimenangkan. Semoga saat aku kembali, kamu masih berada di sini. Bulu dandelion terbawa angin, harus mengikuti hingga ke ujung dunia. Tunggulah aku kembali, aku akan mengikuti ke mana pun kamu pergi. Bukan,

Mengapa tertegun? Kejarlah. Sungguh romantis. Begini… begini saja? Lalu menurutmu harus bagaimana? Telah menghabiskan uang demikian banyak, mendekorasi pemandangan yang begini indah, saat ini sudah seharusnya mengejarnya, memeluknya, kemudian menciumnya. Kamu… apa yang kamu lakukan? Ini adalah di dalam mimpiku, mengapa selalu kamu yang menggodaku? Bagaimanpun ini adalah mimpi, mengapa selalu kamu yang mendapat keuntungan?

Mengapa memandangku begitu? Apakah dia telah menyadari sesuatu? Bagaimana? Bocah kecil, apakah mau diteruskan? Apakah sama seperti sebelumnya? Nona Wen akan mengalami bahaya. Kakak Xi, kamu… Sedang apa? Bagaimana kamu bisa masuk? Bukan, Kakak Xi, kamu pernah memberiku kunci cadangan. Bukankah ini dalam mimpiku? Suxi. Aku menghilang, tidak terlihat, tidak terlihat, tidak terlihat. Dia…

Ada apa dengannya?