【FULL】Everyone Wants to Meet You EP24【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Everyone Wants To Meet You Episode 24 Ini adalah data Tao Lun yang Anda suruh saya periksa. Tao Lun ini. Memang yatim piatu. Kali ini kembali karena ingin mencari orangtua kandungnya. Ketika dia dikirim ke panti asuhan saat kecil, dia kehilangan ingatannya.
Jadi dia tidak mendapat petunjuk apa pun mengenai dirinya sendiri. Tapi dengar-dengar, beberapa hari yang lalu, registrasi dan perbandingan DNA menemukan kecocokan. Sekarang dia sudah ke Amerika bertemu orangtua kandungnya. Seberapa akurat perbandingan DNA ini? Hasil dari rumah sakit profesional. Jika berhasil menemukan dari Kantor Polisi, maka persentasenya tidak akan salah. Oh iya.
Keluarga di Amerika melihat anting ini. Mengenal anting ini, jadi melakukan tes DNA. Apa hubungannya dengan Luo Xi? Kenapa setelah kembali, membantunya mengurus hotel? Luo Xi dan kakaknya juga yatim piatu. Tapi baru mulai berhubungan dua tahun yang lalu. Gadis ini. Pintar memanfaatkan orang untuk membantunya. Oh ya. Karena saat kecil Tao Lun
Sudah diadopsi ke Amerika, jadi informasi di dalam negeri hanya ada ini. Sulit untuk diselidiki. Apa perlu menyelidiki orangtua kandungnya di Amerika? Tidak perlu. Pergilah. Baik. Tunggu. Musnahkan ini. Baik. Yang kamu butuhkan, sudah kupersiapkan. Terima kasih, Paman Zhong. Min. Kabarnya Tianwei mendapat banyak saham di dalam dan luar negeri. Paman? Yang aku tahu,
Jumlah sahamnya tidak banyak. Tapi dia mewarisi banyak peninggalan Tuan Wu. Tianwei adalah kandidat pertama untuk mewarisi Grup Si Hai. Karena ada kamu, Grup Si Hai baru jadi milik ayahmu. Ayahmu mengandalkan namamu, untuk menguasai Grup Si Hai. Mengenai masalah ini, apa yang Tianwei pikirkan? Aku paham, Paman Zhong. Akan aku atasi. Manajer Umum.
Terima kasih untuk hadiahnya. Jika masalah perusahaan terlalu berat, jangan lupa aku adalah obat sakit kepalamu Ayo. Ayo. Akhirnya memilih yang kaya itu? Kamu mengagetkanku saja. Setidaknya sudah kupilih. Kapan kamu akan pilih satu dari dua orang kakakku? Tunggu. Kamu bahkan tidak mengatakan tidak. Apa dia sudah memilihmu? Mengatakan mau pacaran denganmu? Menetapkan hubungan?
Ada rencana untuk ke depan? Apakah berencana menikah? Saat kamu pacaran, apa secepat itu? Lagi pula. Aku dan Manajer Umum, kami saling cocok. Jangan-jangan dia belum menyatakan perasaan, tapi kamu sudah setuju dulu? Sedang apa kamu ini? Tidak perlu dilihat. Tidak membalasmu. Kedua Ketua. Lebih baik dengarkan pendapatku dulu di sini.
Jika tidak, saat rapat dewan nanti, akan jadi canggung. Canggung? Anak muda. Jangan terlalu seenaknya. Hati-hati akan rugi. Silakan ketua lihat. Data ini adalah tanah yang berencana dibeli oleh Grup BK, untuk dijadikan Resort baru Grup Si Hai. Tanah ini sangat bagus. Posisinya strategis. Kaya tumbuhan. Hal kepemilikan jelas. Hanya perlu mengitari sebuah area umum,
Maka bisa jadi sempurna. Langsung ke inti. Kita pernah bahas hal ini. Kenapa proyek ini tidak punya perkembangan? Itu karena beberapa meter area umum ini, tidak bisa kita lewati. Tapi, aku sudah selesaikan masalah ini untuk kalian. Benarkah? Bagaimana caranya? Ketua Liu tidak perlu tahu caraku menyelesaikannya. Ketua Liu hanya perlu tahu,
Beberapa meter area umum ini, pemiliknya adalah aku. Ketua Zhang. Apa kamu tahu hal ini? Aku tidak tahu sama sekali. Perbuatan putramu, kamu tidak tahu? Jika kedua ketua bersikeras agar aku melepas hak waris Grup Si Hai, aku tidak masalah. Tapi ditakutkan selanjutnya, Resort baru Grup Si Hai harus menjalin hubungan harmonis denganku,
Pemilik area umum itu. Jika kedua ketua mempertahankan hak warisku atas Grup Si Hai, membuatku terus menjadi Manajer Umum, tentu aku dengan senang hati mau mempertimbangkan kepentingan Grup. Lalu mengorbankan area umum ini. Hal yang bisa menguntungkan semua pihak. Tidak perlu sampai bermusuhan ‘kan? Liu. Bagaimana? Rapat dewan hari ini, diadakan atau tidak?
Rapat pemegang saham? Menurutmu? Boleh juga, bocah. Cara ayahmu itu sudah kamu kuasai. Liu, hati-hati. Kerja bagus. Manajer Umum. Masih memanggilku Manajer? Sudah beberapa hari tidak bekerja, malah jadi tidak biasa? Sedang melihat apa? Buku manajemen hotel. Aku tahu kamu sibuk. Meski tidak ada waktu bertemu, setidaknya bisa balas pesan ‘kan?
Manajer kira rumahku hotel ya? Datang dan pergi sesukanya. Rumahmu… memang hotel ‘kan? Kamu tahu yang kumaksud bukan itu. Sudah. Kamu tahu. Setelah memutuskan hal itu, akan ada banyak kesulitan. Aku bahkan tidak makan dengan baik. Jika mau bertengkar denganku, boleh ditunda dulu? Siapa yang mau bertengkar? Apa kamu lapar? Makan ini dulu.
Aku carikan makanan di dapur. Aku belum buat perhitungan soal kamu yang tidak bisa dihubungi. Makan roti begini akan lebih manis. Makan yang banyak kalau begitu. Sekarang aku tahu, ada seorang yang bodoh, yang mencemaskanku. Jadi kelak akan aku perhatikan. Oke? Bahagia sekali. Jika suatu hari ada seseorang yang menyuapiku begitu, bagus sekali. Sana.
Satu tidak cukup. Dua. Makanlah, ini enak. Kamu sedang apa? Baru dikeluarkan, bukan… Baru dipersiapkan. Singkirkan. Kamu. Pergi. Linlin makan punyaku ini. Kalian berdua pergi saja. Lihat, susah payah aku panggang. Pergi tidak? Pergi tidak? Makan ini. Sana. Roti ini tidak bermasalah. Ini cukup keras. Manajer Zhang. Saat bekerja aku bertemu denganmu setiap hari.
Saat pulang masih harus bertemu. Kita berdua bersama tiap hari, orang lain akan salah paham. Lagi pula, aku perlu ruang privasi. Benar tidak? Bukankah hotel itu rumah sewamu? Bisa tinggal di sana. Ya ‘kan? Sudah beberapa hari aku tidak ke perusahaan. Apa cocok tinggal di hotel? Tidak disambut lagi di rumah.
Bukan hanya ada hotel Si Hai di dunia ini. Kamu bisa tinggal di hotel lain. Memang tidak hanya ada hotel Si Hai di dunia. Kamu juga boleh bekerja di tempat lain. Tidak, tidak. Manajer Zhang. Aku salah. Asalkan kamu suka. Tinggal selama yang kamu mau. Aku tidak keberatan. Ponsel.
[Apa semuanya lancar? Bagaimanapun, aku akan tetap menemanimu] Berapa harga minuman ini? Sekretaris Xiao. Aku ingin tanya sesuatu. Katakan. Jika kamu sangat suka seorang wanita, tapi ada satu hal, harus kamu sembunyikan darinya, apa yang akan kamu lakukan? Itu… Itu tergantung hal apa. Dan satu lagi. Mau menutupi berapa lama. Sudah, sudah, sudah.
Jangan minum lagi. Bir ini mahal. Sudah waktunya tidur. Masuk ke kamar. Jangan ambil tempatku. Sana. Pergi. Hari ini aku tidur di sofa. Kamu tidur di kamar. Aku tidur di kamar? Kamu tidur di sofa? Sungguh? Aku temani minum lagi. Segelas lagi. Terhubung. Tao Lun, Tao Lun. Bagaimana kabarmu? Baik tidak? Masuk sedikit.
Aku baik-baik saja. Jangan cemas. Kamu… sudah menemukan ayah kandung. Puas tidak? Mungkin belum terbiasa. Tidak masalah. Sudah lama tidak bertemu, meski itu hubungan darah, juga butuh proses. Xi tidak ada? Ada, ada. Man Tou, kemari. Masuk. Dekat sedikit. Barang-barangmu sudah aku kirim pulang via perusahaan penerbangan. Harusnya akan sampai beberapa hari lagi.
Kamu akhir-akhir ini masih… Ada apa ini Yang Lin? Tunggu. Halo? Jaringan tempatnya terputus. Pasti sinyalnya jelek. Tunggu dia menelepon lagi. Atau aku telepon lagi? Bagus jika dia lancar di sana. Liu Wenna? Nada deringmu norak sekali. Kamu di mana? Cepat jemput aku. Kenapa meneleponku? Aku di Amerika. Aku juga di Amerika. Kamu…
Aku di dalam toilet bandara Los Angeles. Ayahku menyuruh orang mengikutiku. Kamu cepat jemput aku. Kenapa kamu kemari? Itu… Kamu sudah lihat berita ‘kan? Pokoknya aku tidak mau ada di dalam negeri. Lalu tidak tahu mau cari siapa. Jadi hanya bisa mencarimu. Kamu cepat jemput aku. Baik. Akan aku jemput. Cepat. Ibu. Kenapa di sini?
Akhirnya kamu pulang. Janji pada Ibu. Kelak apa pun yang terjadi, tidak boleh pergi dari rumah. Kamu tahu ibu paling takut putraku pergi dan tidak kembali lagi. Ibu. Maaf. Sudah membuatmu cemas. Aku tidak pergi dari rumah. Aku hanya tinggal di rumah Sekretaris Xiao. Ibu tidak akan menyalahkanmu atas masalah ini. Aku tahu.
Kamu sudah punya keputusan. Dan itu sudah dipertimbangkan. Ibu hanya penasaran. Gadis ini adalah gadis seperti apa? Bisa membuat putraku jadi diri sendiri. Ibu banyak bicara begini, tidak ada gunanya. Kapan dibawa untuk bertemu denganku? Ibu. Aku rasa hal ini harus ditunda. Ketua masih belum bisa menerimanya. Begini. Tunggu kesehatan ibu membaik.
Tunggu dia juga siap. Pasti akan kubawa dia menemui Anda. Bagaimana? Tuan. Ketua tahu kamu sudah pulang. Dia menyuruhmu ke ruang baca. Tidak apa-apa, pergilah. Aku pergi dulu, Ibu. Baik, sedang kucari. Jangan panik. Pria berbaju hitam benar? Pakai Jas? Sudah terlihat. Halo, kamu tahu di mana tempat check-in? Boleh tunjukkan jalannya? Tentu.
Tidak bisa kutemukan. Kukira ada di sana. Tapi sepertinya bukan ya? Langsung belok kiri dan naik, akan terlihat. Lantai dua atau tiga? Tidak, lantai dua. Lantai dua ya? Lalu bagaimana? Naik dan? Lurus, ke kiri, naik, tempat check-in di sana. Baik, aku mengerti. Harusnya aku tahu. Terima kasih. Semoga harimu menyenangkan. Ketua, Anda mencariku? Bagaimana?
Sudah puas bermain? Sudah bisa fokus? Aku tidak paham maksud Ketua. Pilih saja sendiri. Nona dari keluarga besar yang belum menikah. Kamu ini pintar. Kali ini, tindakanmu tidak bisa ditebak. Membuat Liu Zhigang tidak bisa mengelak. Tapi tidak ada jaminan menikah. Meski BK berhasil mendapatkan tanah itu. Juga hanya akan kerja sama mengikuti harga pasar.
Dukungan yang bisa diberikannya terbatas. Demi seorang pegawai rendah, membuat masalah jadi begini. Sudah cukup bukan? Atau kamu sungguh mau menikahinya? Orang yang tidak bisa membantu hidupmu, apa layak? Aku pikir Ketua sudah mengakui kempuanku. Tidak disangka, malah kembali lagi. Ketua pernah melihat gajah sirkus? Gajah di sirkus hanya dengan tali kecil, bisa mengekangnya. Kenapa?
Karena saat ia kecil, asalkan dia mencoba kabur, mencoba memberontak, dia akan dihukum, dipukuli. Jadi setelah dewasa, mereka takut, tidak berani melepas tali itu. Mereka tidak tahu. Asalkan mereka berani sekali lagi, mencoba sekali lagi, maka bisa kabur dari sana. Aku juga mengira hidupku ada di tangan orang lain. Tapi setelah dewasa, baru menyadari…
Tali kecil itu sangat lemah. Ketua mengira aku akan tetap sana dan membiarkan orang menindasku? Para wanita ini, untuk Ketua saja. Tidak benar. Ketua sudah punya dua. Tidak boleh ditambah lagi. Katakan. Untuk apa ke Amerika? Tidak seharusnya ke Amerika. Aku seharusnya ke Inggris. Karena sisi kiri wajahku lebih cantik. Jika kemari,
Orang yang tertarik akan jadi sedikit. Aku selalu bermimpi untuk pergi ke negara yang kemudinya di sebelah kanan. Dengan begitu semua orang bisa melihat wajah tercantikku. Tampaknya kamu baik-baik saja. Tidak begitu sedih. Aku kira kamu akan sembunyi di rumah. Menangis seharian. Aku juga menangis. Aku juga menangis seharian. Dulu, aku benar-benar bodoh.
Mengira aku tidak perlu mendapat kebahagiaan. Karena aku mau berikan semua kebahagiaan padanya. Tapi akhirnya aku sadar, aku tidak sekuat yang kubayangkan. Aku juga tidak ingin berebut. Intinya, tidak pernah terpikir olehku, meskipun putus kami malah berada di situasi begitu, lalu kehilangan dia begitu saja. Lalu aku harus pura-pura tidak masalah. Kamu tahu?
Hanya diri sendiri yang tahu. Aku tidak benar-benar tidak masalah. Kalau kubilang, aku sudah lari ke Amerika, tapi masih tidak bisa lari darimu. Penghiburan terbaik untuk orang yang bersedih adalah, tahu dirinya tidak sedih sendirian. Di dunia masih ada yang sama denganmu. Mengalami luka dan tidak beruntung. Jadi, di dunia ini,
Yang paling ingin kutemui sekarang adalah kamu. Kurasa yang paling ingin kamu temui adalah aku bukan? Kenapa tertawa? Aku ini juga berpendidikan. Bukan. Bukan menertawakanmu. Dalam hidup orang lain, aku berperan sebagai orang yang tidak penting. Keberadaanku seolah tidak membawa perbedaan apa pun untuk orang-orang. Bagi keluargaku, juga begitu. Jadi aku tertawa karena
Tidak disangka akhirnya yang menggangguku, yang tidak melepasku ternyata adalah kamu. Kamu ini memuji atau memarahiku? Apa kamu sama dengan Zhang Min? Mengataiku merepotkan. Mengataiku manja. Kamu memang merepotkan. Tapi rasanya aku juga bisa diperhatikan… bukan diperhatikan, diganggu oleh seseorang, aku merasa sedikit terharu. Terharu? Sudah terlambat. Tidak bisa lagi berkomplot denganku. Karena…
Misi sudah selesai. Bukankah kamu bilang sudah menemukan orangtua kandungmu? Bagaimana? Bertemu denganmu setelah begitu lama. Apa sangat senang? Sangat rindu? Sangat sulit melepasmu? Menurutku harusnya memang begitu, tapi sepertinya tidak seperti bayanganku. Apa maksudnya? Tian Hua. Kamu sedang lihat apa? Serius begitu. Ini… Tadinya mau diberikan untuk Nana. Tian Hua.
Dulu kamu pernah memakai anting ini? Tentu tidak. Ini bukan model yang kusukai. Apa kamu pernah melihat orang lain memakainya? Kenapa? Salah mengenali barang pacar? Apa yang kamu katakan? Aku menemukannya di pekarangan. Mengira ini milikmu. Di rumah ini, selain Bibi Chen, tidak ada wanita lain yang keluar masuk. Apa milik Xiuzhi? Benar.
Bunga ini bunga yang disukai Xiuzhi. Xiuzhi? Tao Lun. Anting dari ayahmu ini sepertinya palsu. Bagaimana mungkin? Dua-duanya sama. Tidak mungkin bagaimana? Sungguh. Sungguh ini palsu. Dia ini palsu. Percaya padaku. Liu Wenna mungkin tidak ahli dalam hal lain, tapi urusan beli barang, tidak ada yang lebih hebat dariku. Tahu tidak? Lihat di sini.
Jelas ini dibuat usang. Logam yang menua tidak akan begini. Lihat ini. Lihat logo ini. Lalu lihat ini. Tidak sama bukan? Tapi jika anting ini palsu, bagaimana penjelasan DNA yang cocok? Mengapa mereka memalsukan anting? Berapa usiamu saat diadopsi? Hal mengenai orangtuamu saat kecil, sudah tidak bisa diingat? Kudengar dari orang panti,
Waktu itu aku masih kecil. Sepertinya aku ditemukan di sisi danau, setelah diselamatkan,dibawa ke rumah sakit. Setelah dari rumah sakit, aku dibawa ke panti. Mungkin waktu itu otakku kemasukan air. Jadi tidak ingat apa pun. Aku juga tidak lama tinggal di panti. Hanya sebentar saja, aku sudah diadopsi orangtua angkat dari Amerika.
Jadi sungguh tidak ada ingatan. Otakmu sungguh bermasalah? Hebat, hebat. Tapi serius kukatakan. Menurutku, tunggu besok saat ayahmu lengah, ambil rambutnya, lalu diuji. Bagaimana jika sungguh ada yang menipumu? Benar tidak? Bisa saja ada rahasia. Jika tidak untuk apa mereka menyuruhmu ke Amerika? Apa niat mereka? Parasmu? Kamu juga bukan aku. Tidak mungkin.
Jadi untuk apa? Orang kaya iseng, mengadopsi seorang anak? Kalau begitu aku juga harus mengadopsi. Tian Wei. Aku langsung saja ya. Lagi pula kamu akan tahu nanti. Zhang Min kali ini punya persiapan. Jika mau menyuruhnya mundur, sudah tidak mungkin. Yang mau dia mundur kamu. Yang tidak mau juga kamu. Kamu berubah-ubah. Aku jadi kesulitan.
Ya, aku tahu. Membuatmu serba salah. Tapi sudah kupikirkan. Ucapan Zhang Min masuk akal. Masalah percintaan, adalah percintaan. Urusan bisnis, adalah bisnis. Tidak bisa disatukan. Aku yang ceroboh. Tapi kamu sudah banyak membantu, aku mengingat jasamu. Ayo main. Aku bukan lawanmu dalam hal ini. Kita minum saja. Ayo. Xi. Kapan kita bertemu? Malam ini?
Malam ini… Malam ini tidak bisa. Malam ini tidak bisa, aku harus menemui pemegang saham yang membantuku. Aku yang tentukan? Aku tentukan ya… Besok sore aku punya waktu dua jam. Kamu tidak bisa? Ada urusan apa? Dalam seminggu aku hanya kosong beberapa jam. Besok kamu bisa tidak suruh kakakmu menggantikanmu?
Tapi kakak juga punya urusan sendiri. Rapat itu sungguh penting. Pekerjaan Manajer saja yang penting. Aku juga punya urusan. Baiklah. Aku cari orang untuk selesaikan pekerjaanmu. Kenapa harus menyuruh orang lain membantuku? Aku tidak mau. Karena aku merindukanmu. Aku merindukanmu. Kalau begitu manfaatkan waktumu untuk bertemu denganku. Pokonya besok sore tidak bisa. Halo? Luo Xi.
Hanya ada beberapa jam? Ya, lihat saja sendiri. Hanya besok sore yang kosong. Manajer Zhang, begini. Sekarang aku utus orang membantunya ke sana. Segera pergi. Segera. Halo. Aku tahu apa yang kamu lakukan 20 tahun lalu. Siapa kamu? Lihat saja ponselmu, kamu akan tahu. Akan aku hubungi lagi saat kubutuhkan. Jika tidak mengikuti perintahku,
Aku akan membeberkan – rahasiamu.- Halo? Aku tidak begitu. Kak Chen. Kak Chen. Ya. Barang apa ini? Tidak tahu. Ada yang mengantarnya pagi ini. Katanya untuk Anda. Baik. [Demi harta ayahmu, suamimu menelantarkan putra kandungnya dan digantikan dengan anak haram, Zhang Min.]