【FULL】Everyone Wants to Meet You EP6【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Everyone Wants To Meet You Episode 6 Ketua Liu. Sudah datang? Kantor ayahku di atas. Aku bukan mencari ayahmu. Aku mencarimu. Min. Belakangan ini kamu sibuk ya. Oh iya. Apa kamu berdebat dengan Nana? Aku ini tidak takut apa pun. Hanya takut putriku tidak senang padaku. Min. Ayahmu sudah bilang padaku.
Setelah kamu menjadi Manajer Umum, sebenarnya banyak bawahan yang menentang. Jika kerja sama dengan Grup BK tidak berhasil, maka nantinya ayahmu juga tidak bisa mempertahankan posisimu. Ketua Liu. Saya sudah paham maksud Anda. Sebagai penatua aku menasehatimu, keluarga dulu baru usaha, sama saja. Keluarga dan usaha bisa dijalankan bersama. Oh Iya. Aku masih ada janji.
Jadi tidak mengganggumu dulu. Maaf. Kursimu ini sangat nyaman. Sudah lama duduk. Sudah mengganggumu. Bicaralah baik-baik dengan Nana. Selamat jalan, Ketua Liu Baik. Tao Lun. Cepat bantu. Ya. Sini berikan padaku. Hati-hati. Sekarang bisnis sangat buruk. Bagaimana ini? Harus memikirkan ide. Aku sudah cek di internet. Sekarang yang populer seperti penginapan populer di internet,
Hotel populer di internet, mereka punya ciri khas. Lalu dibandingkan penginapan kita, memang tidak ada yang istimewa. Jadi aku punya satu ide. Kita beli beberapa teleskop, bangun tempat pengamatan lalu buat tenda di luar. Dengan begitu bukan hanya menambah kamar, juga di saat cuaca baik, tamu boleh memilih untuk berkemah di luar
Atau di dalam kamar. Menurutmu ide ini bagus tidak? Idenya memang bagus. Tapi… teleskop dan tenda butuh uang. Sekarang bisnis sedang buruk, kita undur dulu. Benar juga. Bagaimana jika kita rekam video dengan kondisi sekarang, lalu unggah ke internet. Bisa menarik tamu baru. Ini baik. Aku setuju. Halo, ini Hotel You An. Grup Si Hai?
Ada apa? Menurutmu dia itu gila tidak? Sudah bilang tidak mau kerja di sana. Masih saja meneleponku. Aku mau jelaskan langsung padanya. Kamu sungguh akan menolak? Aku mau mengucapkan selamat tinggal padanya. Tapi kenapa aku merasa kamu terus-menerus mencari alasan untuk bertemu dengannya. Tao Lun. Penyakit bisa menular ya? Halo, aku cari Manajer Zhang Min.
Halo, maaf apa sudah membuat janji? Katakan padanya aku Luo Xi. Dia sudah tahu. Ternyata Anda ini Nona Luo Xi. Silakan. Mari ikut denganku. Kak Min. Kabarnya ayahku menyulitkanmu pagi ini. Aku mau minta maaf. Ada apa? Kamu masuklah dulu. Aku dan ayahmu hanya bicara soal pekerjaan. Tidak ada apa-apa. Sungguh? Halo, namaku Luo Xi.
Aku mencari Manajer Zhang. Kantornya di sana. Terima kasih. Kak Min. Kamu sungguh suka denganku? Nana. Kamu tahu aku tidak punya hobi dan tidak punya teman. Sejak kecil aku tidak membencimu. Kak Min. Sungguh? Wenna, ini adalah kantor. Sekarang tahu kalau ini kantor? Tadi kamu sedang apa? Aku tahu. Tidak berinisiatif. Tidak menolak.
Tapi bertanggung jawab. Benar tidak? Nana. Bisakah kamu jangan egois begini. Sudah. Tidak bagus dilihat yang lain. Aku tidak tahu kenapa kamu harus menangis. Aku bukan menangis di depan siapa saja. Aku peduli padamu. Jadi menangis di depanmu. Jika aku benci padamu, air mataku tidak akan turun satu tetes pun. Kelak saat jam kerja,
Jangan mencariku. Ya? Baik, aku paham. Kelak aku cari setelah pulang kerja. Tapi Kak Min. Kamu tidak marah lagi padaku dan ayah ‘kan? Aku bisa tenang sekarang. Aku pergi dulu, Kak Min. Ingat telepon aku. Rindu padaku. Sampai jumpa. Sammy. Antarkan Nona Liu. Terima kasih. Baik. Manajer Zhang, tadi Nona Luo datang. Apa? Apa-apaan ini?
Siapa yang menaruh kalian bersama? Aku bantu kalian pindah. Pindah rumah. Di sini. Nona. Halo, maaf. Tanaman di resort ini tidak boleh dibawa sembarangan. Bukan mau kubawa. Bunga ini butuh sinar matahari. Aku pindahkan kemari. Ini… Barang di sini diletakkan sesuai aturan. Tidak boleh dipindahkan sembarangan. Nona, Anda tamu kamar berapa? Anda begini,
Saya bisa dipecat. Aku bukan tamu. Aku hanya lewat saja. Tidak tahan melihatnya jadi membantu. Bukan tamu untuk apa di sini? Aku lama di bagian hortikultura, apa tidak tahu tanaman butuh matahari? Tapi azalea dan tulip tidak boleh bersama. Apa kamu tidak tahu? Mereka akan tidak senang. Bunga azalea yang manja itu tidak boleh bersama.
Oh iya. Pupuk apa yang kamu pakai? Kamu ini siapa sebenarnya? Bukan datang untuk melamar kerja? Melamar kerja? Tidak mungkin. Aku datang untuk menolak penawaran kerja. Aku tidak mau pekerjaan bosan begini. Jangan sibuk di sana. Jika masih menyentuhnya aku panggil petugas keamanan. Cepat pergi. Tapi tidak boleh begini, Kak. Berikan aku sebuah nomor ponsel,
Aku bagikan tips merawatnya. Cepat pergi. Hanya perlu kamu ikuti. Kak, tidak bisa begini. Menyebalkan sekali, cepat pergi. Sudah, turun. Berikan padaku. Seharian ini kamu tidak membantu, juga makan dan minum gratis. Turunkan saja sudah bisa. Kemarin ada lima fans yang memberiku hadiah 20 Yuan. Kelak tiap hari aku beri 20 Yuan, bagaimana?
Aku ini orang yang jujur. Jika 20 Yuan berguna, aku mau memberimu sedikit kecerdasan. Tidak cukup. Kalau begitu 50. Kakak kedua. Kamu pernah berpikir untuk memperlajari ini secara tersistem? Bisa jadi ada kesempatan lebih besar. Saat di Amerika, ada temanku yang lulus dari universitas musik. Gurunya sangat terkenal. Jadi jika kamu butuh,
Aku bisa mengenalkan kalian. Mungkin bisa membantumu. Tidak mau. Lima fansku dan Linlin membutuhkanku. Ibu. Bagaimana kabar kalian? Aku baik-baik saja. Hari ini? Tidak repot. Mau makan apa malam ini? Aku bawakan. Baik, sampai jumpa. Sampai jumpa. Tao Lun. Bukankah mereka yang menyamar jadi orangtuamu? Kenapa masih berhubungan? Mereka tidak menyamar.
Mereka kira aku putra mereka yang hilang. Dan sampai sekarang mereka belum menemukan putra aslinya. Mereka sangat kasihan. Saat hal ini terjadi kala itu, kalian harusnya jangan berhubungan lagi. Menyuruhmu pulang dari Amerika. Barang yang kamu beli diambil mereka semua. Setelah tahu bukan anak kandung, mereka bilang “maaf kami salah”.
Jodoh ini harusnya diakhiri dari awal. Bagaimana pun ini adalah jodoh. Lagi pula aku sudah kembali. Masih boleh mengunjungi mereka. Kami cemas kebaikanmu dimanfaatkan. Sungguh. Kakak, malam ini tidak perlu masak untukku. Percuma dinasehati. Masih saja pergi. [Grup Si Hai, Data PT. Sheng Ke] Manajer Zhang. Data PT. Sheng Ke yang kamu mau
Ada di sini semua. Silakan dilihat. Aku pamit jika tidak ada hal lain. Tunggu. Luo Xi sudah datang? Sudah datang. Kamu tidak bertemu dia? Tidak apa-apa. Kamu pulang saja dulu. Baik. Kamu lanjutkan. Telepon Obat Sakit Kepala. [Menghubungi Obat Sakit Kepala] Sedang menelepon Obat Sakit Kepala. [Obat Sakit Kepala. Sedang memanggil] Kak. Sudah pulang? Kebetulan.
Bawa ini ke meja. Baik. Man Tou di mana? Ke rumah temannya. Tao Lun. Tao Lun makan. Tao lun tidak di sini. Ke mana? Ke mana? Kamu masih ingat orangtua yang salah cari itu? Dia ke sana. Makanlah. Kalian tidak ingin mencari orangtua kandung sendiri? Siapa yang tidak ingin? Bukankah tidak ketemu? Kalau Kakak kedua?
Tidak mau. Kenapa? Karena aku punya prinsip. Kadang diriku merasa bahagia, setidaknya tahu di mana orangtuaku. Jika ada waktu bisa berziarah ke sana. Tao Lun begitu mencintai orangtua asuhnya. Apa karena dia sangat rindu orangtuanya? Xi. Kamu mendukung Tao Lun mencari orangtuanya? Saat kecil, bibi di panti pernah bilang… dia ditemukan di sungai
Oleh orang baik. Entah apa yang pernah dialaminya. Tidak ada yang tahu. Dia mencari orangtua adalah hal baik atau buruk baginya. Menurutku… di mana fans baruku? Kak, jangan melucu begitu. Linlin. Sudah di depan? Linlin. Linlin di mana? Linlin, Kakak datang. Linlin. Linlin. Linlin. Ada apa ini? Siapa yang menindasmu? Demi menagih uang investasi itu.
Aku dan teman yang tertipu pergi ke perusahaan itu. Akhirnya diusir oleh sekuriti. Kami tidak puas. Jadi berkelahi dengan mereka. Tapi akhirnya masih tidak dapat uangnya. Setelah sampai rumah, karena menunggak uang sewa sebulan, jadi diusir oleh pemilik rumah. Kak. Aku harus bagaimana? Tidak masalah. Kakak ada di sini. Ada Kakak.
Di luar dingin, mari masuk dulu. Masuk Zhou Mo. Aku pegang sebentar lagi. Pegang apanya? Ayo. Kita masuk dulu. Masuk ke dalam. Ayo. Luo Xi ada di rumah? Aku di sini. Kenapa? Aku juga terpaksa. Selain dua orang Kakak. Tidak ada yang bisa membantuku. Sudahlah. Kamu memanfaatkan perasaan Kakakku padamu. Luo Xi.
Kita ini teman sekolah. Aku tidak akan melakukan apa pun hanya karena rasa suka orang lain. Aku perjelas ke kalian sekarang. Kamu mau ke mana? Ada yang mau kukatakan padanya. Linlin, mari. Waktunya terlalu mendesak. Kakak hanya bisa bantu segini. Jika tidak bisa, kamu tinggal di sini dulu. Kakak carikan jalan lain. Ambil.
Ini tabungan hidupku. 3.721 Yuan 8.5 Sen. Bukankah ini punya Man Tou? Kami tabung bersama. Uang dari kakak sudah kuterima. Tapi maksud hati kalian tidak bisa kuterima. Terima kasih. Kakak pertama. Kamu mau bilang apa lagi? Linlin tinggal saja di sini. Baik. Panggil Tao Lun pulang, rapat keluarga. Kak. Apa kalian tidak tahu
Kondisi hotel sekarang? Uang bukan untuk bayar hutang, malah untuk wanita. Luo Xi. Jangan salahkan mereka. Semua salahku. Pukul saja aku kalau mau. Tentu ini salahmu, tapi aku tak bisa mengurusmu. Hanya bisa mengurus dua Kakakku. Jika harus memukulmu juga boleh. Xi. Jangan marah. Xi. Bukankah mau rapat? Benar, rapat. Linlin, rapat. Mari. Benar, rapat.
Baik. Aku datang. Mulai hari ini tidak ada yang bersantai. Setiap orang harus bekerja sampai hutang dilunasi. Kamu juga. Tak punya tempat tinggal ‘kan? Tinggal saja di sini. Melayani tamu, bersih-bersih semua tugasmu. Tidak bisa. Linlin tidak biasa dengan ini. Lihat tangannya yang kurus dan lembut ini. Pekerjaan ini serahkan padaku. Aku saja yang kerjakan.
Kak, pekerjaanmu sudah selesai? Kakak kedua juga. Hentikan sementara impian musikmu. Bukankah masih ada fans? Kak, yang punya mimpi hanya kamu? Aku juga ada. Besok aku ikut interview. Sebelum resmi dapat pekerjaan, aku kerja paruh waktu, demi kebutuhan. Akhirnya ke grup Si Hai? Bagus. Bagus. Linlin. Dengarkan aku. Kesulitan kita akan segera berakhir.
Xi dengan Zhang Min dari Grup Si Hai itu, Manajer Zhang, adalah sahabat. Tahu tidak? Manajer Zhang juga sangat mementingkan Xi. Beberapa waktu lalu sengaja kemari untuk menawarkan Xi kerja di sana. Kelak siapa pun jangan ungkit Zhang Min. Kak, sudah lama aku pulang, tapi tidak ada satu pun tamu di sini. Bagaimana ini?
Untuk apa kamu teriak? Tapi Kakak janji padamu. Mulai besok aku promosikan di internet. Pembukaan yang baru. Kakak pertama. Luo Xi. Kamu kenapa? Kamu tahu jelas Kata “Zhang” yang disebut mereka bukan apa yang kamu pikirkan. [Datang ke perusahaan, kenapa tidak mencariku] [Balas teleponku!] Tadi kamu bagi tugas untuk semua, tapi belum beri tahu
Apa tugasku. Kamu harusnya kembali ke Amerika, ikut dosenmu inspeksi ke Antartika. Kami tidak seharusnya merepotkanmu. Hutangku padamu akan aku lunasi secepatnya. Kamu membahas uang lagi. Sekeluarga untuk apa bahas uang? Lagi pula di tempat ini, tidak seharusnya makan dan tinggal gratis. Tugaskan sesuatu untukku supaya aku juga lebih tenang. Sejak kecil penyakitmu begini.
Jelas orang lain yang berhutang, malah seperti kamu yang mengambil keuntungan. Sebenarnya bisa hidup di sini dengamu dan semua orang, aku sudah sangat senang. Penyakitmu ini sungguh tidak ada obatnya. Tapi… di sini sungguh nyaman. Juga bisa melihat bintang. Bisakah melepas sepatunya dulu? Sepatuku bersih. Tanganmu kotor. Apakah Nyonya sudah tidur? Masih ada urusan apa?
Tentang proyek di Dubai. Aku ingin… Bukankah sudah kubilang? Urus pekerjaanmu. Asalkan Si Hai dan BK bergabung, masalah dana otomatis terselesaikan. Betapa penting hal ini tidak perlu aku katakan lagi. Kamu tahu jelas apa yang harus dilakukan. Aku punya cara lain untuk menyelesaikan masalah Dubai. Tentang pernikahan dengan Keluarga Liu, boleh Ketua Dewan pertimbangkan lagi?
Apa yang aku ajarkan padamu beberapa tahun ini sia-sia. Kamu kira posisi Manajer Umum di Grup Si Hai kamu dapatkan sendiri? Masalah Dubai bisa selesai tanpa pernikahan dengan Keluarga Liu, tapi dengan kemampuanmu sendiri? Sebelum Wenna merasa muak denganmu, cepat lakukan pernikahan. Jika Keluarga Liu tahu identitas aslimu, kelak meski kamu mau, sudah terlambat. Sekarang
Apa lagi yang mau kamu katakan? Tidak ada. Bibi Chen. Tuan Muda. Anda kerja sampai larut begini. Aku buatkan makanan untukmu. Tidak perlu. Ibuku sudah baikan? Masih di atas. Tuan Muda. Pulanglah lebih awal. Dengan begitu, suasana hati Nyonya bisa lebih baik. Dan tidak berpikir sembarangan. Baik. Bibi Chen. Kamu lanjut kerja dulu. Ibu. Ibu.
Min. Kamu tidak apa-apa ‘kan? Tidak masalah. Berdiri dulu. Kesehatanmu tidak baik. Tidak boleh berlutut begitu lama. Badanmu tidak tahan. Tidak apa, aku baru datang. Sudah seharian di ranjang. Bagus. Akhirnya kamu pulang. Ibu. Sudah akhir tahun. Banyak urusan di perusahaan. Tidak masalah. Jika rindu padaku, telepon aku kapan pun. Aku tahu. Tahu. Oh ya.
Dengar dari ayah, Nana mengadakan pesta untukmu di perusahaan. Pasti ramai. Kamu senang? Lalu… Kapan kamu berpikir untuk menikah dengan Nana? Aku tahu. Untuk hal ini, ayah memberimu banyak tekanan. Jadi, bagaimana pemikiranmu, harus memberi tahu ibu. Jika aku punya pendapat, pasti akan memberi tahu ibu. Sudah malam. Aku bawa Ibu istirahat. Min. Sebenarnya
Dengan siapa pun kamu menikah, aku tahu di hari pernikahanmu adikmu pasti pulang. Kamu paham? Aku paham. Yang Lin. Yang Lin. Ada apa? Boleh pinjami aku sepatu hak tinggi? Kamu sendiri tidak punya? Apa kamu ini wanita? Hari ini aku ada interview. Makanya pinjam padamu. Aku sewa saja, bisa? Kamu tidak punya pekerjaan.
Mana punya uang. Bebas tugas rumah sehari. Seminggu. Dua hari. Tiga hari. Sepakat. Ambil. Terima kasih. Mari. Minum susu. Kak. Ingat minum teh bunga yang kubuat untuk kalian. Nanti kuminum. Terima kasih, Kakak pertama. Oh iya. Saat interview nanti, jangan lupa bawa itu… Kartu identitas, juga fotokopian serta surat panggilan interview. Sudah dibawa semua ‘kan?
Jangan cemaskan aku. Kalian bekerja yang baik di rumah. Tao Lun di mana? Tao Lun entah sibuk apa tadi malam. Pokoknya sampai larut malam. Xi kecil kita sudah dewasa. Sudah bisa mandiri. Sebagai kakak aku sangat senang. Adikku… Kak. Aku sudah dewasa. Kapan kalian dewasa? Kekanak-kanakan. Aku berangkat. Hati-hati. Oh iya. Saat aku tidak ada,
Jangan tergoda oleh Yang Lin. Tidak boleh memberinya uang. Tidak boleh bantu kerjaannya. Sudah dengar? Luo Xi, pagi-pagi apa aku mencari masalah? Kamu masih pakai sepatuku. Begitu lupa diri. Sudah lihat? Ini adalah dewi kalian. Aku pergi. Kalian tidak lihat apa pun. Kalian hanya berhalusinasi. Xi. Kenapa kakimu?
Aku tidak ada hak tinggi, jadi pinjam punya Yang Lin. Sepertinya sedikit tidak pas. Lalu kenapa tidak kamu katakan dari awal? Aku bisa belikan sepatu untukmu. Hanya pakai sekali, rasanya terlalu boros. Lagi pula… sudah banyak meminjam uangmu. Bagaimana aku bisa merasa enak hati? Kamu ini, kamu ini. Sungguh. Plaster. Aku bantu kamu.