【FULL】Everyone Wants to Meet You EP8【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Everyone Wants To Meet You Episode 8 Tuan, Anda yakin mau berbuat begini? Tian Hua! Sudah malam, kamu mau ke mana? Ke rumah sakit menemani Min. Kak Chen, taruhlah barang di mobil. Tunggu aku di mobil. Baik, Nyonya. Kamu sudah lupa? Ketika Min baru datang ke rumah,
Tahun pertama, dia tidak pernah tidur nyenyak. Dia pilih-pilih tempat tidur sejak kecil. Jadi, dia sendirian di rumah sakit, aku mana mungkin bisa tenang? Demi bisa terbang lebih baik, saat seekor burung masih kecil, bulu pertamanya harus dicabut. Dengan begitu, baru bisa tumbuh bulu yang lebih kokoh, agar bisa menghadapi badai yang lebih besar.
Meski telah menjadi Manajer Umum, tapi di mataku, Min hanya seekor burung kecil dalam masyarakat. Baik. Malam ini aku harus temani burung kecil ini. Ada banyak dokter di rumah sakit. Meski kamu pergi, apa yang bisa kamu lakukan? Kesehatanmu tidak baik, jangan khawatirkan orang lain lagi. Aku tidak tahu bagaimana pemikiranmu.
Bagaimanapun, anak sudah hidup bersama kita selama 20 tahun lebih. Kalau dia putra kandung kita, apa kamu akan begini terhadapnya? Apa kamu akan begitu dingin? Masih bilang mau membiarkannya terbang lebih tinggi. Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan. Baik, baik, baik. Tidak mengerti, ya sudah. Aku temani kamu pergi. Aku aturkan sebuah kamar pribadi,
Agar kamu dan anak bisa beristirahat dengan baik. Apakah ini baik? Cepat kamu aturkan. Sekretaris Wang. [Kamu adalah orang yang paling kuhargai] Sebelum aku tahu apa itu cinta, aku sudah mulai mencintaimu. Menyebalkan. Dua orang yang beranggapan dirinya benar. Luo Xi! Sudah malam, bisa tidur dengan tenang tidak? Kelak, kamu dilarang tidak angkat teleponku,
Tidak membalas pesanku lagi. Tahu tidak? Kenapa seakan aku telah berbuat salah? Bukan salahmu. Tapi salahku. Kita bisa cepat tidur tidak? Bagaimana? Direktur Liu mengaturkan kamar VIP. Manajer Zhang langsung tidur begitu infus habis. Nyonya tidur di kamarnya. Kata dokter, tidak ada masalah besar. Diperhatikan satu malam, sudah boleh pulang. Pulanglah.
Ketua Dewan, tidak mau naik lihat sebentar? Baik. Linlin, kemarin tidurmu tidak nyenyak ya? Kemarin malam, semuanya salahku. Wanita di depanku ini bolak balik semalaman. Dia juga terus berkata, aku harus bagaimana? Sehingga aku tidak tidur semalaman. Masa? Lalu kemarin malam kamu mendengkur sambil membuka mata? Siapa yang mendengkur? Tao Lun.
Menurutmu, aku tipe orang yang bisa mendengkur tidak? Iya. Cepat makan. Kalian berdua bertengkar? Kenapa begitu sungkan? Tidak. Lalu kenapa ada aura aneh yang terpancar? Anak kecil mengerti apa? Aku mengerti. Tidak. Mengerti. Man Tou, Man Tou. Makan. Menurutku, Man Tou mengerti banyak hal. Setidaknya, lebih mengerti banyak hal dibanding seseorang. Oh ya, Xi,
Mana lampu sorot yang kuminta kamu beli waktu itu? Lampu rumah kaca rusak. Rusak ya? Aku pergi lihat. Kubantu dia. Ada masalah. Masalah apa? Untuk apa kamu begitu perhatian? Kamu jadi penengah antara ayahku dan Paman Kedua saja. Kubantu kamu. Tidak perlu. Hati-hati. Jangan menyentuhku. Lihatlah, membuatmu merasa gugup, ternyata ada untungnya. Dikejutkan olehmu.
Ada apa dengan kalian? Begini kejadiannya. Kemarin malam, aku menyatakan cinta padanya. Dia tidak menerimaku, tapi juga tidak menolak. Makanya sekarang jadi sedikit canggung. Sudah kubilang, mudah ditebak, tidak menantang. Aku pergi mengerjakan PR. Lalu, kenapa Luo Xi? Apa yang baik dari dia? Tao Lun, menyerahkan Xi padamu kami semua tenang.
Lalu bagaimana dengan Manajer Zhang dalam Grup itu? Apanya yang bagaimana? Entah sudah berapa pacarnya. Jangan menertawaiku. Kenapa kami menertawaimu? Ini adalah kabar terbaik yang kita dengar beberapa hari ini. Sungguh. Cepat katakan. Siapa yang kamu pilih? Kamu masih mengataiku. Pilihlah dulu seorang di antara kakakku. Aku tidak memilih siapa pun. Adik kecil malu. Menarik.
Bagus! Ketua Dewan BK datang pagi-pagi untuk mengantarkan perencanaan kerja sama Dubai. Katanya, kemarin malam Manajer Zhang berhasil membujuknya. Manajer Zhang datang hari ini? Dia sudah datang pagi-pagi. Sudah mulai mengurus hal yang berkaitan dengan Dubai, melakukan pengumuman rapat direksi, juga membuat ulang tabel perencanaan proyek. Urusan hari ini sudah diaturkan? Benar, sudah diaturkan.
Jia Nuo. Bukankah sudah kubilang, jangan berlari sembarangan? Bagaimana jika bertemu orang jahat? Siapa yang memberimu ini? Kamu ibunya? Iya, iya, aku ibunya. Ingat, patuhi perkataan Ibu. Kelak jangan lari sembarangan lagi. Sungguh maaf. – Tidak apa-apa, anak baik-baik saja sudah cukup. – Terima kasih. Sudah kubilang, jangan makan pemberian orang asing. Kenapa kamu lupa?
Diberikan untukku. Ketua Wu, ini adalah tiket Anda. Kata Ketua Dewan, Anda sudah menderita di kantor cabang. Anda diberikan libur panjang beristirahat di Hawaii. Sekarang saya antar Anda pulang. Jangan. Antarkan aku temui kakak iparku dulu. Aku akan menyapanya. Tapi, Nyonya sedang menunggu Anda di rumah. Bukankah aku belum libur? Aku
Punya hal penting untuk dilaporkan pada kakak iparku. Kalau kamu menunda masalah ini, aku tidak akan tanggung jawab. Baiklah. Jalan. Antarkan aku ke tempat kakak iparku dulu. Kakak Ipar! Kenapa kamu muncul di sini? Aku sungguh rindu. Aku baru turun dari pesawat. Tian Wei. Sudah pulang? Ketua Liu juga di sini? Lama tidak bertemu.
Dia adalah adik iparku, Tianwei. Apa kabar, Tianwei? Apa kabar semuanya? Aku Wu Tianwei. Sebelumnya, aku berada di luar negeri membantu kakak menjalankan bisnis. Tahun ini aku datang melapor pada Kakak Ipar. Mengganggu kalian semua. Maaf. Tidak apa-apa. Tianwei, menurutku, kali ini kamu pulang, tidak perlu kembali lagi. Tinggallah di dalam negeri, bantu Ketua Zhang
Urus Grup Si Hai yang diwariskan Tuan. Grup Si Hai adalah warisan keluarga Wu. Aku tidak berhak memutuskan. Aku harus patuh pada kakak iparku. Lanjutkanlah. Tianwei, bukankah kamu punya hal yang hendak dilaporkan padaku? Masuklah. Tianwei, lain kali kutraktir makan. Siap. Sampai jumpa. Grup Si Hai akan ramai. Kenapa? Hawaii yang kuaturkan, kamu tidak puas?
Mau ke mana lagi? Kuaturkan untukmu. Tidak. Tidak, Kakak Ipar. Aku sangat puas, sungguh. Belum sempat berterima kasih padamu. Hanya saja, aku merasa, di luar negeri sungguh terlalu santai. Aku ingin pulang membantu. Lagi pula, bukankah kesehatan kakakku tidak baik? Aku pulang berbagi beban denganmu. Kamu harus ingat,
Waktu itu, orang yang mengutusmu ke luar negeri adalah ayahmu, bukan aku. Aku sudah bertahan sampai sekarang. Tidak perlu bantuan mendadak ini. Saat aku sungguh tidak berdaya, Grup akan mengaturnya. Benar, benar, benar. Aku tahu kesusahanmu. Tapi, dengar-dengar sekarang Min sudah menjadi Manajer Umum. Cukup banyak rumor di jajaran direksi. Aku adalah paman kandungnya,
Ada aku yang membantu di sampingnya, bukankah tidak ada untungnya, hanya mencelakai? Bukan. Banyak untung, tidak ada ruginya. Terpisah begitu jauh, apa yang terjadi di sini, kamu tahu begitu jelas? Bisnis keluarga, mana mungkin tidak kuperhatikan? Kakak Ipar, ayahku meninggal cepat. Grup Si Hai diurus kamu sendiri.
Sampai berada di posisi sekarang ini, semua orang dapat melihatnya. Tenanglah. Aku tidak membahayakan kamu dan Min. Jika aku orang seperti itu, aku sudah melakukannya sejak dulu. Kenapa harus menunggu sampai hari ini? Sudah menyusahkanmu. Pulanglah dulu dan adaptasi waktu. Temanilah kakakmu. Kesehatannya semakin memburuk. Masalah jabatan, kita bahas lain kali. Baik, aku mendengarkan Anda.
Jadi, kupikir, kita boleh merekam video tentang rumah kaca kita. Lalu meletakkan di berbagai platform. Tao Lun, kamu hebat sekali. Masyarakat mana bisa tanpamu? Selain rumah kaca, masih ada benda lain yang bisa direkam? Menurutku harus benda yang bisa dibahas. Benar. Barang yang bisa menonjolkan keunikan penginapan kita. Miskin. Kenapa kamu tidak bilang bodoh?
Bodoh juga. Linlin, hati-hati, jangan sampai jatuh. Lanjutkan. Benar. Jadi, kita sudah berada di zaman ini. Kita tidak boleh meremehkan kekuatan internet. Membuat orang ingin mendatangi penginapan ini. Bagaimana melakukannya? Kita harus merawat dan memperbaiki tempat kita dengan baik. Membuat orang di internet melihat, penginapan kita adalah tempat yang sangat unik. Lihat ini. Tao Lun!
Lanjutkan, sudah sampai di mana? Benar, seperti… Ikut-ikutan. Halo. Grup Si Hai? Asalkan kita bersihkan penginapan dengan baik, kita bisa memotret bahan yang lebih baik. Nantinya ketika disebarkan, semua orang akan merasa penginapan kita adalah tempat yang sangat bagus. Kak, aku keluar sebentar. Untuk apa? Mau kutemani? Tidak perlu.
Aku ikut wawancara di Grup Si Hai. Tidak perlu sia-siakan kesempatan bagus demi orang yang tidak penting. Kamu bisa berpikir begini, sangat bagus. Semangat. Man Tou, kamu di rumah jaga ayah dan Paman Kedua baik-baik. Manajer Zhang, perencanaan Festival Makanan menunggu tanda tanganmu. Bagaimana dengan Dubai? Ketua Liu dan Ketua Zhang telah menandatangani kesepakatan.
Bulan depan mulai bekerja. Gaji pekerja juga sudah dibayarkan. Mereka sudah kembali ke lokasi konstruksi. Ada masalah lain lagi? Ada seorang temanku yang ingin… Apa yang kamu tertawakan? Manajer Zhang, kamu punya teman? Sudah lihat data yang kuberikan? Data? Nona Luo? Lihatlah, ada posisi apa yang cocok dengannya di dalam perusahaan. Cocok? Tergantung apa permintaanmu.
Ada pekerjaan yang langsung berhubungan denganku… Jangan, jangan, jangan. Tunggu sebentar. Cepat, cepat, bantu aku pegang. Pegang, pegang. Terima kasih. Bicaralah. Ada apa? Posisi yang pekerjaannya berhubungan denganku, dan bisa dinas bersamaku. Aturkanlah. Ada. Kamu berkata begitu, ada posisi itu dalam perusahaan. Sekretaris Manajer Umum. Yaitu aku. Manajer Zhang, aku
Adalah mahasiswa berbakat tamatan Sekolah Bisnis Kolumbia. Dulu di sekolah, para guru memuji aku adalah bibit unggul manajer umum 500 perusahaan terbesar dunia. Dulu, kamu juga yang membawaku pulang dari luar negeri. Menurutku, menjadikanmu asisten manajer umum, menyia-nyiakan bakatmu. Memang ada sedikit. Saatnya membiarkanmu terbang, kejar mimpimu sendiri. Penerusmu akan segera datang wawancara. Bersiap-siaplah…
Untuk menyerahkan dokumen. Direktur Zhang. Aku salah. Kelak aku tidak main game lagi. Bukankah aku melihat kamu tidak punya teman? Kamu tidak boleh begini terhadapku! [Kamar live Hotel You An] Hai, apa kabar? Aku adalah resepsionis cantik Hotel You An, Yang Lin. Sekarang, aku perkenalkan Hotel You An kami. Kakak Pertama! Kamu mengagetkanku. Sedang apa?
Aku sedang mempromosikan Hotel You An kita. Mempromosikan? Cepat, perkenalkan diri. Itu… Halo semuanya. Aku koki utama Hotel You An. Namaku Zhou Wu. Lihatlah, makanan kami begitu lezat, karena saus rahasia yang kubuat sendiri. Hai, Hotel You An menunggu kedatanganmu. Menjauh dariku. Aku berada di taman bunga… taman bunga yang indah.
♫ Kehampaan waktu itu ♫ ♫ Apakah masih tertinggal di awan ♫ Aku merekam sedikit topik untuk penginapan. Kamu… lanjutkanlah. Tapi, aku masih mau ganti celana. Tidak apa-apa. Tidak mengganggu, lanjutkanlah. Linlin. Kenapa tidak ada orang? Halo. Ada orang tidak? Ada sayur tersangkut di gigimu. Apa maksud Nona? Jika tidak ada sayur di gigimu,
Kenapa kamu terus bersuara ‘csss’? Atasanmu tidak memberitahu, jika tamu sedang melihat-lihat, jangan terus mengikuti dan bersuara? Ribut sekali. Lihatlah pelan-pelan. Jangan menyinggung tamu. Jika dia pelanggan besar, kita tidak bisa bertanggung jawab. Dari gayanya, sepertinya dia tidak berencana beli. Pelanggan besar mana mungkin melihat begitu lama? Pelanggan besar waktu itu, bukankah tidak bilang apa-apa,
Langsung membeli semua jenis satu? Lalu, bukankah sama saja? Wanita di sampingnya terlihat miskin. Dia mengembalikan semuanya. Lalu, aku baru tahu, pria itu adalah penerus Grup Si Hai. Sungguh? Iya, lihatlah. Benar tidak? Ini kapan? Nona, mohon kembalikan ponsel saya. Main ponsel saat bekerja, sesuai aturan tidak? Jika kamu begitu berbakat, untuk apa jadi SPG?
Pergilah… jadi paparazi. Lagi pula, orang ini kepalanya begitu besar, kakinya juga begitu besar, mana mirip Kak Min-ku? Sekarang, panggil supervisor kalian. Katakan, kenapa mau membuat rumor? Kenapa kamu lagi? Aku adalah manajer umum Grup Si Hai. Aku yang mewawancaraimu. Apa ada yang… yang aneh? Apa kabar, Manajer Umum Zhang? Namaku Luo Xi.
Mahasiswa tahun keempat yang cuti di Universitas Polydo, jurusan tanaman pengobatan. Datang melamar di bagian holtikultura Grup Si Hai. Ada pertanyaan yang hendak ditanyakan padaku? Aku tidak perlu lihat data lagi. Aku tahu kemampuanmu. Lebih baik, aku katakan dulu, setelah aku diterima, perubahan apa yang akan dibawa untuk bagian holtikultura Grup Si Hai.
Ini pupuk organik buatanku sendiri. Di dalamnya ada sayur, kulit buah, dan cangkang telur sisa, juga campuran air cucian beras dan organ dalam hewan. Setelah proses fermentasi, jadilah pupuk organik. Jika aku diterima, aku akan membuat bunga berkembang baik tanpa mempengaruhi tamu. Bagian holtikultura hotel ditujukan untuk dinikmati tamu.
Hotel bintang lima seperti Grup Si Hai, kamu berikan pupuk seperti ini, apa kamu pernah berpikir bagaimana perasaan tamu? Proses fermentasi belum selesai. Tiga atau lima hari lagi, tidak akan ada aroma lagi. Ada yang tidak kamu senangi? Bekerja di Grup Si Hai adalah kesempatan yang sangat langka.
Apa kamu mau perusahaan besar memohon padamu untuk bekerja? Nona, Anda turunlah dulu. Anda begini, kami jadi kesulitan. Hari ini, kalian harus keluarkan CCTV kalian, atau keluarkan bon pembelian Kak Min. Kalau tidak, kalian akan menerima surat dari pengacara. Ini adalah privasi pelanggan. Tidak bisa ditunjukkan pada Anda. Tapi, toko kami akan memverifikasinya. Privasi?
Aku adalah calon istri Kak Min. Kamu bahas privasi denganku? Jika sungguh calon istrinya, kenapa tidak langsung tanya calon suaminya saja? Lebih cepat. Apa katamu? Liu. Tidak apa-apa, bisa ada masalah apa aku? Ada berapa, pinjam saja. Nanti Kak Geng kembalikan padamu. Beli apa? Beli kehormatan putrimu. Bertemu orang yang baik padamu, berbuat baik padamu,
Katakan terima kasih, lalu terima, apa tidak bisa? Jika aku tidak tanya dengan jelas, bagaimana aku bisa tahu, itu kesempatan atau jebakan? Jebakan? Kamu punya nilai apa sampai Grup Si Hai mau menjebakmu? Benar. Aku tidak pantas. Seperti perkataanmu. Grup Si Hai adalah tempat yang sangat ingin dimasuki banyak orang. CV-ku
Juga tidak sangat menonjol bukan? Lalu kenapa Manajer Zhang memilihku? Dibanding CV, aku lebih mementingkan kemampuan. Dulu saat aku menduduki jabatan Manajer Umum ini, apa aku harus sama sepertimu, bertanya pada Ketua Dewan, apa karena aku putramu, makanya menjadikanku Manajer Umum? Saat kesempatan ada di depan mata, aku lebih banyak bertanya pada diri sendiri,
Pantas atau tidak, punya kemampuan ini tidak? Tapi, tidak bertanya mengapa. Aku membutuhkanmu. Aku hanya bisa bertanggung jawab atas tanaman di hotel, tidak bisa berbuat apa pun pada Manajer Umum. Lagi pula, ada begitu banyak orang berbakat di sampingmu. Ada Sekretaris Xiao juga. Untuk apa kamu membutuhkanku? Tubuhku membutuhkanmu. Apa maksudmu? Bukankah sudah kubilang berkali-kali,
Setiap kamu di dekatku, sakit kepala dan insomniaku akan berkurang? Daripada pergi mencarimu, aku lebih ingin menahanmu di sampingku. Dengan begitu, kamu bisa dapat uang membayar hutang, juga bisa membantuku. Bukankah sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui? Ternyata karena ini, makanya efek jahatnya tetap ada. Baik. Aku berjanji padamu. Aku akan bekerja dengan baik.
Sampai hutang lunas. Masih ada perintah lain? Aku memang mau mencarimu untuk mengembalikan ini padamu. Barang yang sudah kuberikan, tidak akan kuterima kembali. Jika kamu tidak suka, buanglah. Ini memang bukan milkku. Rasanya seperti seakan tidak sengaja mengambil hadiah orang lain. Apa maksudmu? Kembalikan barang pada pemiliknya. Kak Min! Nona Liu, Nona Liu.
Manajer Zhang tidak ada. Tidak apa-apa, aku tunggu dia di ruangan. Jangan, jangan, jangan. Begini tidak cocok. Sekretaris Xiao. Akhir-akhir ini ada wanita yang mendekati Kak Min tidak? Tentu saja tidak. Anda mengerti Manajer Zhang. Lalu apa Kak Min ada mendekati seorang wanita? Tidak. Manajer Zhang mendekatiku setiap hari. Kalau begitu… Kalau begitu, siapa?
Nona Liu! Mau tunggu, tunggulah di ruangan saya. Tidak mau. Manajer Zhang tidak ada, Anda… Anda di sini, tidak cocok. Aku… kenapa tidak cocok? Begini cara kalian melayani tamu? Aku ingin minum air. Terasa sedikit panas. Baik, baik, baik, saya tuangkan air untuk Anda. Nona Liu, bagaimana dengan kopi? Bo… boleh juga. Nona Liu. Kopi.
Siapa ini? Ini adalah karyawan baru perusahaan. Sekarang Manajer Umum rekrut orang sendiri? Benar. Manajer Zhang sangat mementingkan hal ini sekarang. Makanya, dia merekrut sendiri. Mementingkan? Sangat mementingkan. Nona Liu, duduklah dulu. Saya keluar. Ini saya letakkan di sini. Saya keluar dulu. Setiap kamu di dekatku, sakit kepalaku dan insomniaku akan berkurang. Daripada pergi mencarimu,
Aku lebih ingin menahanmu di sampingku. Kalau ada masalah, tidak bisa dibicarakan lewat telepon? Aku terus menelepon, kamu yang tidak angkat. Ada apa denganmu? Apa terjadi sesuatu? Apa kabar, Manajer Umum? Bukankah sudah kubilang, kelak jangan ke hotel mencariku?