【FULL】And The Winner Is Love EP19【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] And The Winner Is Love Episode 19 [Paviliun Qinfeng] Kenapa ada begitu banyak gelembung di sini? Senior Raja Obat. Ini. Kenapa ada begitu banyak gelembung? Apa yang terjadi? Kamu tanya padaku? Aku berdiri di luar sama sepertimu. Bagaimana aku bisa tahu? Jangan-jangan ada bahaya? Tidak bisa.

Aku harus masuk untuk melihatnya dulu. Apakah dalam sana, kamu pantas untuk melihatnya? Kita berdua sebaiknya menjaga dengan tenang di sini. Tapi, ini… Nona Chong. Nona Chong. Nona Chong, apakah kamu baik-baik saja? Aku baik-baik saja. Ayo kita lanjutkan. Ada apa? Apa? Di mana hadiahku? Hadiahnya, awalnya aku ingin bantu kamu belikan sebuah

Hadiah yang mahal dan bagus kembali. Tapi uangnya tidak cukup. Jadi aku pergi berjudi. Aku ingin memenangkan lebih banyak uang dan bantu kamu belikan yang lebih bagus untuk Zhu Sha. Zhu Sha pasti akan tersenyum dengan gembira. Benar, benar, benar. Lalu? Sudah kalah sampai habis. – Uangku sebanyak itu, kamu… – Tenang, tenang, tenang.

Cepat duduk dulu, cepat duduk dulu. Cepat, cepat, cepat, cepat duduk dulu. Kamu jangan khawatir. Aku pasti akan menangkan kembali modal dan bunganya untukmu. Aku pasti akan memberikan hadiahnya kepada Zhu Sha. Apakah kamu masih punya uang? Baik, baik. [Paviliun Qinfeng] Tidak ada lagi. Senior Raja Obat. Senior Raja Obat. Tuan… Tuan kenapa?

Tuan baru saja keluar dari kolam obat. Dia terlihat jauh lebih baik. Untung saja. Untung saja. Tapi, Nona Chong… Nona Chong terlihat sangat lemah. Beberapa hari ini Nona Chong menghabiskan banyak energi dalam. Begitu dirangsang oleh pemandian obat, sangat normal jika dia terlihat lemah. Tidak ada masalah besar. Baguslah jika begitu. Tuan dapat membaik,

Semuanya berkat Nona Chong mengajarinya kitab hati. Dasar angsa bodoh. Kenapa masih memanggilnya Nona Chong? Nona Chong? Beberapa hari lagi, kamu harus memanggilnya Nyonya Shangguan. Apakah kamu sudah bisa bernapas? Kak Tou. Lihatlah. Apakah sekarang kita terlihat seperti sepasang burung yang jatuh ke dalam air?

Siapa yang ingin menjadi burung yang jatuh ke dalam air bersamamu? Kita harus menjadi sepasang burung yang terbang bersama. Kita jadi bebek mandarin. Oke? Bagus sekali. Pergi dan pulang bersama-sama. Tanpa pengekangan, tanpa keterikatan, tanpa halangan. Aku sedang berpikir, suatu hari aku bukan Ketua lembah di Lembah Bulan,

Kamu juga bukan Ketua istana di Istana Api Chong. Kita menjadi sepasang suami istri biasa. Hidup bersama hingga tua. Dan dikaruniai banyak anak dan cucu. Semoga dapat menunggu sampai hari itu tiba. Guru. Apa yang ada di tanganmu? Tidak, tidak…tidak ada apa-apa. Aku sudah melihatnya. Keluarkanlah. Guru, aku… Gelang ini…

Aku membelinya di bawah gunung hari ini. Apakah kamu berencana untuk memberikannya kepada Fengzi? Qingmei. Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu. Kamu harus menjawabnya dengan jujur. Guru, silakan tanyakan. Aku akan mengatakan semua yang aku ketahui. Apakah kamu bermaksud pada Fengzi? Iya. Apakah kamu tidak keberatan… Guru. Aku tulus mencintai Fengzi. Aku benar-benar menyukainya.

Tentu saja, aku tidak akan keberatan terhadap masa lalunya. Baik. Baik. Qingmei. Apakah kamu tahu hal itu selalu menjadi simpul hati bagi guru. Guru. Aku selalu mengkhawatirkan pernikahan Fengzi. Guru, Anda tenang saja. Aku tulus mencintai Fengzi. Qingmei. Kamu sudah belajar seni bela diri selama bertahun-tahun di Balai Gunung Pedang Roh.

Baik seni bela diri ataupun kepribadianmu, semua itu dapat dikatakan sangat unggul. Perasaanmu terhadap Fengzi, aku juga dapat melihatnya dengan jelas. Baik. Jika Fengzi setuju, aku akan menikahkannya denganmu. Kebetulan dapat memenuhi sebuah harapanku. Terhadap kamu, aku sangat tenang. Terima kasih atas izin dari Guru. Bangunlah. Aku akan memberikan gelang ini kepada Fengzi. Sekaligus

Tanya maksudnya. Baik. Fengzi. Ayah? Kenapa Ayah datang kemari? Mari, mari, mari. Cepat duduk, cepat duduk. Ayah. Hari sudah malam, tapi Ayah masih belum tidur. Ada masalah apa mencariku? Tidak ada masalah. Ayah hanya berpikir kita berdua sudah lama tidak duduk seperti ini dan ngobrol bersama. Fengzi. Ibumu meninggal terlalu cepat.

Hanya ayah yang menjagamu sendirian. Ada banyak hal, ayah sebagai pria, tidak dapat mengetahuinya. Sekarang kamu sudah berusia 20-an tahun. Sudah waktunya menikah. Ayah tentu saja ingin menanyakan pendapatmu. Ayah. Kenapa Ayah tiba-tiba membicarakan hal ini denganku? Anak putri tidak dapat dijaga di sisi lagi setelah dewasa. Cepat atau lambat kamu akan menikah.

Katakan pada ayah. Kamu suka pria seperti apa? Apakah Ayah masih tidak memahami pemikiran aku? Fengzi. Shangguan Tou adalah orang seperti apa, apakah kamu masih belum jelas? Mencari suami, tidak boleh hanya melihat penampilannya. Yang paling penting adalah melihat apakah dia bisa diandalkan. Shangguan Tou memiliki reputasi yang buruk di luar sana.

Orang seperti itu hanya akan memulai dan mengakhiri hubungan secara gegabah, tidak mungkin memberikanmu kehidupan yang stabil. Oh ya. Ini dari mana? Bagus kan? Qingmei membelinya untukmu. Tapi dia malu untuk mengatakannya. Fengzi. Menurutmu, Qingmei bagaimana? Kakak seperguruan. Kakak seperguruan selalu sangat baik padaku. Dia sangat menjagaku. Tapi, aku tidak pernah memikirkannya. Fengzi.

Permintaan ayah terhadapmu, sebenarnya tidak tinggi. Aku hanya berharap seumur hidupmu ini, kamu dapat mencari seorang pria yang dapat diandalkan. Xia Qingmei dibesarkan olehku. Aku tahu jelas perasaannya terhadapmu. Meskipun kamu acuh tak acuh terhadapnya, tapi selama ini dia selalu setia mencintaimu. Sebagai seorang ayah, aku tidak meminta kalian kaya raya.

Aku hanya berharap kalian dapat bahagia seumur hidup, dan hidup bersama sampai tua. Ayah juga sudah semakin tua. Suatu hari nanti, ayah tidak bisa menyayangimu, dan memanjakanmu lagi. Pada saat itu, hanya kakak seperguruan kamu yang bisa menjagamu dengan baik. Ayah. Hal ini, bisakah biarkan aku memikirkannya lagi? Tidak buru-buru. Pikirkan lagi.

Tidak apa-apa, kamu pakai dulu gelangnya. Senior. Kenapa begitu lama tidak datang? Beberapa hari yang lalu ada sedikit urusan, jadi tertunda. Hati tidak tenang, maka ilmu tidak akan benar. Terlalu banyak memikirkan masalah takdir dunia, akan mempengaruhi pelatihan ilmu hatimu. Benar yang dikatakan Senior. Jika perlatihanku tidak membuahkan hasil,

Takutnya selamanya aku tidak dapat menyelesaikan masalahku. Mulai hari ini, aku tidak akan sembarang berpikir lagi. Aku pasti akan fokus berlatih. Sudah lama tidak melihat cahaya bulan dengan bebas seperti malam ini. Apa yang sedang dipikirkan Zhi? Aku sudah keluar lebih dari setengah bulan. Tidak tahu bagaimana kondisi Istana Api Chong sekarang.

Dihitung sejak waktu itu kita menerobos Paviliun Xuantian Hongling, sepertinya juga sudah sangat lama. Aku selalu merasa hal ini belum berakhir. Di balik penyakit demam dingin, pasti tersembunyi taktik yang lebih besar. Tunggu lukaku sembuh, aku pasti akan membantumu untuk menyelidikinya hingga jelas. Aku juga berharap kamu dapat segera pulih. Dengan begitu,

Aku dapat segera bebas dari kamu yang sangat merepotkan. Begitu terjerat olehku, kamu tidak akan lepas seumur hidup. Oh ya. Apakah sudah ada kabar dari Gunung Dewa Yingzhou? Bagaimana kondisi Kak Hongxiu? Setelah menguburkan Gigi serigala, Hongxiu sudah kembali ke Gunung Dewa Yingzhou. Tapi, dia selalu tidak bahagia. Kak Tou. Apakah menurutmu ke depannya

Kak Hongxiu akan menikah lagi? Aku tidak tahu. Tapi, aku dapat memahaminya. Dalam seumur hidup ini, jika seseorang memiliki orang yang dicintai, itu adalah hal yang membahagiakan. Tidak ada orang lain yang bisa menggantikan posisi orang ini. Meskipun Hongxiu menikah lagi dengan orang lain, itu juga bukan berarti dia akan melupakan Gigi serigala.

Hidup ini penuh dengan ketidakpastian. Momen sebelumnya merasa akan hidup bersama selamanya. Momen berikutnya malah sudah terpisah di dua alam yang berbeda. Iya. Jadi, setiap orang harus paham untuk menghargai orang yang ada di depannya. Jangan menyesalinya setelah tunggu kehilangan. Terkadang, jika menunggu terus, maka akan melewatkannya. Kata-katamu itu pernah dikatakan oleh Ayah kedua padaku.

Oh ya? Senior Lin lumayan sentimental. Zhi. Kita berdua adalah orang yang pernah kehilangan orang yang disayangi. Kita bisa bertemu di antara sekian banyak orang, ini adalah takdir. Aku percaya kelak tidak peduli sebesar apapun rasa sakit, dan sebanyak apapun kesialan yang dihadapi, semua itu akan disembuhkan oleh senyumanmu. Kamu tidak hanya menyembuhkan lukaku,

Tapi juga menyembuhkan hatiku. Aku tidak sebaik yang kamu katakan. Cahaya malam hari ini sangat indah. Kak Tou. Sepertinya aku sudah mengerti kata-kata Ayah kedua. Bagaimana dengan bijih ini? Tingkat kemurniannya sangat tinggi. Warnanya juga lumayan bagus. Dari mana kamu menemukan bijih besi sebagus ini? Ini sangat kebetulan. Jangan buat orang penasaran. Cepat katakan.

Aku menemukan benda ini di bukit belakang Istana Api Chong. Sepertinya di sana ada tambang besi yang besar. Untuk apa kamu pergi ke gunung belakang? Lagipula, kenapa begitu pas kamu bisa menemukan tambang bijih besi? Jika tidak percaya, cukup ikut aku pergi melihatnya. Bagaimana jika kita ikut dengannya untuk melihatnya?

Jika memang benar seperti yang dia katakan, maka material Istana Api Chong kita untuk setengah tahun ke depannya akan terjamin. Baik. Kamu tunjukkan jalannya. Kami ikut denganmu pergi lihat dulu. Baik, ayo. Cepat, cepat, ada di dalam sana. Cepat, ikuti. Cepat, cepat, cepat. Feng She, ada di mana? Chequ, bukankah ini gua biasa?

Mana ada bijih besi? Ada di dalam sana. Ada di sana. Ayo, ayo, ikut dia pergi lihat dulu. Mari, mari, mari, di sini. Di sini? Iya, di sini. Ini…kenapa tempat ini begitu dalam? Kalian berdua cepat turun. Kami turun. Bagaimana dengan kamu? Aku tunggu kalian di sini. Jika kalian ada masalah, cukup panggil aku saja.

Biar ada yang bantu. Pelan-pelan. Feng She, pelan-pelan. Feng She. Baik, baik, baik. Pelan-pelan. Zhu Sha. Pelan-pelan, pelan-pelan. Zhu Sha, apakah kamu baik-baik saja? Tidak apa-apa. Baik. Feng She. Apakah bijih besi yang kamu katakan itu ada di dalam gua ini? Benar. Ada di sekitar sana. Kamu cari saja. Feng She. Feng She.

Kamu sedang apa? Cepat turunkan talinya. Sampai jumpa. Kamu! Kamu akan mati setelah aku keluar. Dia…apa maksudnya? Aku juga tidak tahu. Tanganmu angkat lebih tinggi lagi. Gerakanmu harus lebih cepat lagi. Pelindung Ketua istana. Pelindung Ketua istana. Pelindung Ketua istana. Apakah kamu melihat Zhu Sha dan Chequ? Pelindung Ketua istana.

Aku belum melihat mereka sejak tadi siang. Baik. Setelah melihat mereka, suruh mereka segera datang bertemu denganku. Baik. Kamu, cepat kemari, lanjut latihan. Gerakannya lebih cepat. Cepat, cepat, cepat. Apakah kamu sudah menemukannya? Sudah. Semuanya adalah barang rongsokan. Aku punya firasat buruk. Apakah kita ditipu lagi olehnya? Dasar Feng She sialan. Beraninya dia mempermainkan kita.

Tunggu aku keluar, aku akan memukulnya sampai mati. Chequ. Aku lapar. Kamu jangan berbicara lagi. Aku juga hampir pingsan kelaparan. Kenapa tempat ini begitu dingin di malam hari? Kamu dingin ya? Sudah jauh lebih baik. Oh ya? Itu… – Zhu Sha. – Chequ. Kamu katakan dulu. Kamu katakan dulu. Sebenarnya selama ini aku…

Sebenarnya selama ini aku… Jangan-jangan kamu suka padaku ya? Kamu… Bagaimana kamu bisa tahu? Aku…sebenarnya aku juga menyukaimu. Chequ. Jika selamanya aku tidak meminta bantuan kepada Feng She, apakah selamanya kamu tidak akan memberitahuku semua ini? Aku… Dia…dia juga minta uang padamu? Iya. Dia minta berapa padamu? Aku memberikan semua uang sakuku padanya.

Aku…aku memberikan semua tabunganku padanya. Jadi… Jadi… Jadi…jadi harus bagaimana? Ke depannya tidak ada uang untuk beli paha ayam lagi. Tidak apa-apa. Ke depannya aku akan memberikan semua uangku padamu. Sudah cukup berada di bawah sana? Naiklah jika sudah cukup. Dia…kenapa dia datang secepat ini? Lautan bunga yang sangat indah. Apakah kamu menyukainya?

Jika Zhi suka, ke depannya aku akan memetik sekuntum bunga untukmu setiap hari. Petik setiap hari? Petik berapa lama? 100 tahun. Kamu berbohong. Aku sudah meninggal setelah 100 tahun. Jika begitu, kehidupanmu selanjutnya juga harus menikah kepada seseorang yang akan memetik bunga untukmu setiap hari. Kak Tou. Pernahkah kamu berpikir, jika kehidupan selanjutnya

Kamu tidak menjadi Shangguan Tou, maka apa yang ingin kamu lakukan? Jika aku dapat memilihnya, maka aku ingin seteko arak putih, semangkuk keladi, mencintai seseorang seumur hidup sampai tua. Melihat burung berkicau dan bunga berguguran. Duduk dan berbaring sesuka hati. Terkesan bodoh dan bertindak semena-mena. Hidup dengan bebas.

Permintaanmu banyak sekali. Apakah tidak bisa lebih sederhana? Lebih sederhana? Jika begitu, aku ingin sebuah kecapi, seteko arak dan seseorang yang aku cintai. Masih terlalu banyak. Lebih sederhana lagi. Lebih sederhana? Jika begitu, aku ingin menjadi orang bebas. Punya istri dan anak. Lebih sederhana lagi. Jika lebih sederhana lagi,

Maka aku ingin ada kamu di selama hidupku. Zhi. Apakah kamu masih ingat kamu pernah berjanji akan memberikanku sesuatu yang paling penting bagimu? Aku sudah tahu apa yang aku inginkan. Apa? Aku menginginkan masa depanmu. Aku ingin ada aku di sepanjang sisa hidupmu. Meskipun tidak ada yang dapat aku berikan padamu,

Tapi jika kamu menganggukkan kepala, maka aku adalah milikmu. Pelindung Ketua istana. Kalian pergi ke mana? Kami… Hari ini ada satu kelompok senjata besi baru yang siap diproduksi di bengkel penempaan. Kamu tidak berada di sana. Bagaimana jika terjadi kesalahan? Iya. Dan kamu. Misi penjagaan seluruh Istana Api Chong adalah tanggung jawabmu.

Kamu pergi tanpa izin. Apakah sudah berpesan kepada orang lain? Aku…aku salah, Pelindung Ketua istana. Pelindung Ketua istana. Jika kamu ingin hukum, hukumlah aku. Tidak separah itu deh. Diam. Kalian berdua lalai dalam bertugas. Aku hukum kalian berdiri setengah jongkok di lapangan latihan seni bela diri. 2 jam. Baik. Baik.

Apakah ada yang melihatmu jongkok di sini? Tidak ada. Jadi untuk apa kamu jongkok? Ingin diperlihatkan kepada siapa? Aku…aku lupa. Perintah Pelindung Ketua istana tidak dapat dilanggar. Apakah kamu bodoh? Sini, sini, sini. Minum sedikit air. Cepat pergi, cepat pergi. Jika kamu tidak ingin minum, aku akan minum. Sini. Pelan-pelan, sudah menetes keluar.

Benar-benar kaku seperti kayu. Dalam sehari, bengkel penempaan kalian produksi berapa banyak senjata perunggu, berapa banyak senjata besi? 50 senjata perunggu. 30 senjata besi. Pekerjaan kalian lambat sekali. Harus dipercepat. Jika tidak, sama sekali tidak sempat. Apa yang sedang dilakukan Pendekar Feng? Bantu kamu melakukan pengawasan. Pekerjaan pedang ini lumayan bagus. Tapi kuantitasnya tidak cukup.

Jadi Pendekar Feng ingin terus melakukan pengawasan di bengkel penempaan ini, atau ingin keluar bermain? Ketua istana Chong adalah penyelamatku. Tentu saja aku harus membalas budinya. Pergi ke Kabupaten Anping. Menangkan lebih banyak. Terima kasih. Feng She. Kamu ingin pergi ke mana? Aku ingin pergi ke Kabupaten Anping untuk beli bahan obat. Kabupaten Anping?

Sangat kebetulan, aku juga akan pergi ke sana. Untuk apa kamu pergi ke sana? Beli barang. Guru. Guru mencariku? Qingmei. Tuan Bupati Anzhou adalah teman lamaku. Besok adalah ulang tahunnya yang ke-60. Berdasarkan identitasku sekarang ini, aku tidak dapat menonjolkan diri. Jadi, kamu wakili aku pergi menghadiri perjamuan ulang tahunnya. Sekaligus berikan

Hadiah ulang tahun ini kepadanya. Baik. Dan kali ini, aku akan biarkan Fengzi pergi bersamamu. Guru. Perjalanannya sangat jauh. Jika adik seperguruan ikut denganku, apakah tidak terlalu melelahkannya? Tidak masalah. Fengzi adalah putriku. Kehadirannya lebih dapat mewakili Balai Gunung Pedang Roh. Selain itu, anak gadis ini sudah dimanjakan sejak kecil. Kali ini,

Harus biarkan dia keluar untuk melatih diri. Kamu harus mewakili aku untuk menjaganya dengan baik. Tenang saja, Guru. Aku akan mewakili Guru untuk menjaga adik seperguruan. Feng She. Jangan mengikutiku terus. Bukankah kamu ada urusan lain? Iya. Tapi urusanku tidak terburu-buru. Aku temani kamu dulu. Aku ingin beli sedikit obat di toko obat itu.

Bagaimana jika kamu pergi kerjakan urusanmu dulu? Nanti kita ketemu di sini. Baik. Hiasan kecil, gantungan kecil, lihatlah. Kakak seperguruan. Menurutmu, kenapa ayahku kenal begitu banyak pejabat? Bukan Guru yang mengenal mereka, tapi mereka yang mengenal Guru. Identitas Guru dulunya adalah pangeran. Meskipun dia tidak menginginkan kekuasaan dan kekayaan,

Keluar dari kerajaan dan tinggal di dunia seni bela diri, tapi bagaimanapun juga, dulu dia adalah orang kerajaan. Lihatlah semua orang begitu hormat ketika bertemu denganmu. Jarang ada orang yang tidak kagum padamu. Benarkah? Apakah kamu kagum padaku? Jika bukan karena Guru menerimaku waktu itu, aku tidak tahu di mana aku sekarang, dan bagaimana kehidupanku.

Kakak seperguruan. Kamu jangan berkata seperti itu. Lihatlah. Sekarang kamu adalah murid pertama di Balai Gunung Pedang Roh. Juga adalah peringkat pertama di Pertandingan Kesatria. Sekarang semua orang di dunia persilatan bilang kamu adalah pemuda berbakat dan memiliki masa depan yang cerah. Kamu kenapa? Pahamu sakit ya? Kakiku sakit. Sakit kaki. Kulit sudah terkelupas.

Sudah kubilang sepatumu tidak cocok. Apakah sakit? Aku gendong kamu pulang saja. Kamu gendong aku? Ini…sepertinya tidak pantas. Jadi, kamu bisa bertahan untuk jalan pulang? Apakah kamu akan jatuh? Aku dengar wanita iblis Chong Xuezhi sudah berhasil melatih Sayap Lotus. Apakah itu benar? Iya. Dia sudah berhasil berlatih sampai gaya kelima.

Jadi kenapa kamu tidak mencuri buku rahasianya? Dua gulungan buku rahasia Sayap Lotus sudah dibakar. Tapi dia sudah mengingat isi buku rahasia itu di dalam hatinya. Apakah ibuku baik-baik saja? Dia sangat baik. Kamu tidak perlu khawatir. Meskipun Chong Xuezhi sudah berhasil melatih Sayap Lotus, tapi dia sangat baik hati.

Tidak berniat untuk bermusuhan dengan dunia seni bela diri. Sekarang Istana Api Chong sangat patuh terhadap peraturan. Tidak akan membahayakan dunia persilatan. Aku sudah selesai menjalankan misi pengawasan terhadap Istana Api Chong. Kapan aku bisa kembali ke Emei? Aku akan menyampaikan hal ini kepada Biarawati senior Ciren. Sebelum dia memberimu jawaban,

Kamu harus mengingat tanggung jawabmu. Baik. Kak Tou. Hari ini aku akan mengajarimu cara permainan baru. Seperti ini. Satu, dua, tiga, empat, lima. Jadi, susun lima buah catur dalam satu baris. Kamu boleh menyusunnya secara horizontal, vertikal, atau miring. Semuanya boleh. Akan menang jika sudah seperti itu. Ingin main? 5 anak catur? Kira-kira sebanyak itu.

Apakah kamu berani? Ayolah. Kamu duluan. Aku menang. Zhi benar-benar hebat. Aku kalah main catur dengan Zhi. Tapi tidak tahu apakah setelah berlatih Kitab Hati Lotus, ilmu seni bela diriku bisa memang dari Zhi. Jika begitu, ayo coba bertanding. Ayo coba bertanding. Ayolah. Ayolah. Menurut Zhi, bagaimana ilmu seni bela diriku sekarang?

Kamu bilang tidak ada penyesalan dalam setiap keputusan. Tapi aku malah menyesal mengajarimu Kitab Hati Lotus. Jadi apakah Zhi pernah menyesal datang ke Lembah Bulan? Tidak pernah menyesal. Bukan hanya tidak menyesal, tapi malah merasa sangat beruntung. Ayolah. Mari, mari, mari. Datanglah semuanya. Apa yang sedang kamu lakukan? Mari, mari, mari. Datanglah semuanya. Datanglah semuanya.

Ketuk apaan? Pergi semuanya. Pergi semuanya. Pergi semuanya. Apa lagi yang ingin dilakukan Pendekar Feng? Kalian semua sudah datang? Baguslah jika begitu. Aku ingin mengumumkan satu hal. Ada masalah apa lagi? Hari ini aku akan meninggalkan Istana Api Chong. Apakah kamu yakin? Tentu saja. Aku ingin berkelana di dunia persilatan.

Aku tahu kalian tidak tega jika aku pergi. Jangan terlalu sedih. Mungkin Pendekar Feng salah paham. Ini adalah hal yang bagus. Kenapa harus sedih? Oh ya. Ketika gadis cantik kembali, sampaikan sapaanku kepadanya. Semuanya. Sampai jumpa di dunia persilatan jika berjodoh. Tunggu. Chequ. Siapkan beberapa uang untuk Pendekar Feng. Baik.

Jika begitu, aku tidak sungkan ya. Terima kasih, terima kasih. Feng She! Feng She! Tunggu aku. Feng She! Feng She! Terima kasih sudah bantu aku untuk merahasiakannya. Untuk apa berterima kasih? Setiap orang punya rahasia. Lagipula, aku lihat biasanya kamu lumayan baik terhadap gadis cantik. Aku sarankan kamu untuk

Mengaku secepat mungkin agar segera bisa tenang. Kenapa kamu ingin pergi? Bukankah Ketua istana sudah bilang tempat ini adalah rumahmu? Ini adalah rumah kalian. Selama aku datang ke Istana Api Chong, aku dapat merasakan bahwa kalian semua memang mirip satu keluarga. Tapi aku bukan. Aku tetap tidak sepadan dengan teman ini.

Jadi sekarang kamu ingin pergi ke mana? Berkelana di mana-mana. Lalu mencari di mana rumahku. Sudah bertahun-tahun. Aku selalu ingin kembali ke rumahku sendiri. Semoga semuanya berjalan lancar. Kamu juga, semoga lancar. Feng She. Berhati-hatilah di sepanjang jalan.