【FULL】With You EP23【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
Geng Geng. Keberhasilan atau kegagalan ditentukan di sini. Besok kamu akan meneleponku lagi kan? Berikan padaku! Aku sedikit khawatir pada Yu Huai. Jika aku adalah kamu, aku sudah tidak bisa tidur. Juara pertama tidak mungkin lagi? Apakah kamu ingin melihatku… menangis dengan heboh? Apakah aku mengecewakan kamu? Kamu adalah pengecut.
Tahukah sekarang kamu paling bersalah kepada siapa? Yaitu Geng Geng. Kamu tidak berbakat, menyerahlah. Aku benar-benar… benar-benar sedikit lelah. Setelah ujian, kita ke sekolah, lihat jawabannya bersama. Janji. Apakah Yu Huai sudah datang? Sudah datang dari tadi. Tadi dia masih lagi lihat soal di sana. Lalu pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Kami yang Terbaik
Berita terbaru dari stasiun ini Dalam Kompetisi Fotografi Qingliang ke-13 pada tahun 2015, lahir seekor kuda hitam. Geng Geng, fotografer muda dengan karyanya “Saudari”… memperoleh juara pertama… dengan mengalahkan 2000-an karya dari 300 fotografer. Geng Geng. Mana sampul majalah yang aku foto? Kenapa berubah menjadi wajah sebesar ini? Punyamu itu tidak bisa digunakan.
Saat kumpul proposal, bukankah kamu bilang ada ide? Wajah yang operasi plastik berlebihan itu… bahkan tidak bisa diedit, sama sekali tidak cocok untuk sampul majalah kita. Bukankah kamu yang mengatakan semua itu? Geng Geng, omong kosong apa? Tidak ingin kerja lagi? Dia itu orang berada, jangan mempermalukannya. Baik, benar yang dikatakan bos.
Sudah lama aku tidak ingin kerja lagi. Aku memang ingin mengundurkan diri Tidak, hei! Menikahlah denganku. Kamu juga datang mengacau ya. Terkejut kan? Aku sedang stres. Jika kamu merasa tidak romantis, aku bisa mengulangnya lagi. Episode 23 Kamu Tetap Tidak Bisa Melupakannya Kenapa tiba-tiba ingin ajak aku minum? Rayakan aku. Rayakan apa? Aku menganggur lagi.
Masih ingat waktu kamu berhenti menjadi pegawai negeri? Aku merasa saat itu… kamu sangat seksi. Jadi waktu itu aku tiba-tiba… Dari hari itu hingga sekarang… aku sudah melamarmu sebanyak 56 kali. Hatimu tidak pernah tersentuh? Tidak sebanyak itu. Aku ingin pulang… buka studio foto. Foto sesuatu yang aku inginkan. Bagaimana dengan kita?
Aku belum melukis gambar telanjang kamu. Lin Fan. Kakak. Aduh, rambutmu sangat jelek. Kakak, kamu tidak berselera. Ini namanya trend. Trend kepalamu. Dorong koper. Setidaknya kamu modelin sedikit. Serahkan padaku. Kak, rumah baru kita ada 2 kamar. Aku sudah mengosongkan kamar hadap timur untukmu. Itu sedikit lebih besar.
Aku juga tidak perlu tidur di ruang buku lagi. Oh, bagaimana dengan barang-barang di kamarku? Aku yang bantu bereskan. Buku-bukumu banyak sekali. Aku susun seharian. Kamu tahu bagaimana kejamnya Zhenhua. Halo. Aku sudah memasukkannya ke dalam tas dan bawa pulang. Ambil saja ke rumahku. Pacaran ya? Kak, apa yang kamu katakan? SMA mana boleh pacaran?
Ayah, ibu, aku sudah jemput kakak pulang. Geng Geng sudah pulang ya. Bibi. Sudah pulang ya. Rumah baru ini bagus juga. Barang elektronik ini semuanya baru. Lihat TV ini… besar kan? Umm, besar. Ayahmu nonton TV seharian, tidak tahu untuk bantu aku. Kenapa ini? Kenapa kamu masih nonton Putri Huan Zhu? Ini versi baru.
Tapi tidak sebagus versi lama. Tapi aktris yang memerankan Liu Hong itu lumayan bagus. Aktingnya bagus. Ayah, tolong ambilkan susu. Oh, baik. Jangan minum lagi. Nanti kekenyangan, tidak bisa makan lagi. Ayo, makan, Geng Geng. Sudah lama tidak makan kan? Makan lebih banyak, makan lebih banyak. Ada kentang kesukaanku. Sebenarnya apa yang kamu pikirkan?
Di Beijing… pekerjaan pegawai negeri yang begitu bagus… kamu baru kerja 3 bulan, sudah berhenti. Kamu bilang kamu suka foto, jadi pindah kerjaan ke perusahaan majalah. Tapi sekarang kenapa lagi? Kenapa berhenti lagi? Bu, lihat dulu ini… Aku belum selesai makan, kamu sudah datang mengomeli aku. Apa yang bisa kamu lakukan setelah pulang? Jangan keras-keras…
Nanti kedengaran sama suami Belgia kamu. Aku ingin buka studio fotografi sendiri, foto sesuai kesukaanku. Bukankah itu termasuk foto juga. Ah…Pekerjaan tetap tidak mau, malah memilih jadi wiraswasta. Seperti kamu ini, adakah orang yang berani menikahi kamu? Di Beijing aku juga tidak laku. Tidak laku masih bangga. Sampai jumpa. Sedang apa kamu?
Geng Geng, jangan lihat dulu. Kita ngobrol dulu. Katakan saja. Kali ini kamu bisa pulang… aku dan Bibi kamu sangat senang. Kamu seorang gadis… sangat tidak gampang hidup di Beijing. Suruh pulang, kamu juga tidak mau. Malah selalu bilang ingin kejar karier. Tapi kali ini… kami lega karena kamu sudah pulang. Benar, benar, benar.
Apa yang ingin kamu katakan? Geng Geng, kata-kata ibumu… sebenarnya juga demi kebaikan kamu. Anak gadis… tetap lebih baik jika cepat menikah. Anak dekan kami… baru pulang dari Inggris. Anak itu tampan. Nanti bibi perkenalkan kalian. Bagaimana? Ketemuan saja. Saling kenal dulu. Sangat tampan orangnya. Bibi Qi. Makan jeruk. Itu… pergi masak sedikit air,
Aku ingin seduh teh. Baik. Apakah masalah aku dan ibumu… membuatmu merasa takut? Makan jeruk. Jika tidak ada urusan, Main kartu dengan orang tua di taman, atau main kartu online. Jangan khawatir yang tidak penting. Kamu…sekali pun belum pernah pacaran? Guru Geng. Panggil Geng Geng saja. Barusan ada pesanan baru, katanya ingin pemotretan di Zhenhua.
Katanya harus kamu yang menjadi fotografernya langsung. Zhenhua? Siapa nama kliennya? Klien bilang bersedia menerima semua syarat, tapi tidak ingin menyebutkan namanya. Berhenti, sedang apa? Ingin lihat-lihat ke dalam. Lihat apa? Sini bukan tempat wisata, apa yang perlu dilihat? Pergi, pergi, pergi. Kakek, aku adalah lulusan sini. Siapa yang bisa membuktikan kamu adalah lulusan sini?
Tidak perlu dibuktikan. Aku akan memberitahumu. Wali kelasku waktu itu… adalah Pak Zhang Ping. Guru matematika aku adalah Pak Zhang Feng. Serius. Aku tidak berbohong. Geng Geng, kamu Geng Geng? Zheng Yamin. Benar-benar kamu ya. Wow, kamu masih tetap makan bakpao ya. Apa boleh buat, itu favorit aku. Geng Geng, kamu semakin cantik. Terima kasih.
Bu Zheng, kamu kenal orang ini? Ini adalah teman sekelas aku saat SMA. Dia juga adalah lulusan Zhenhua. Bu Zheng. Iya dong, aku sekarang adalah guru. Cepat masuk. Kakek, radio kamu sudah boleh diganti. Enak dipakai saja. Setelah lulus dari Beijing Normal University, sebenarnya aku bisa tetap tinggal di Beijing, tapi aku tetap merasa bahagia…
Menjadi guru di Zhenhua, jadi aku kembali. Geng Geng, bagaimana dengan kamu? Kenapa kembali? Tidak bisa berkarier lagi di Beijing. Lihat, ini adalah kelas 5 kita. Masih ingat waktu itu Yu Huai memimpin dan protes Zhang Ping. Akhirnya kita menang, kamu duduk dengan Yu Huai. Kamu masih berhubungan dengan Yu Huai?
Satu kelas tidak ada yang tahu kabarnya. Tidak. Geng Geng, aku harus masuk kelas. Oh ya, aku tambahkan WeChat kamu. Ah, baiklah. Kelas 5 ada sebuah grup. Nanti aku tambahkan kamu ke dalam. Aku scan kamu. Siap. Baiklah. Aku pergi dulu. Nanti kontak kembali. Pak Zhang Ping sering mengungkit kamu. Dia masih di kantor sebelumnya.
Lapor! Masuk. Pak Zhang, kamu cari aku? Geng Geng. Fotografer terkenal. Majalah terkenal di Beijing. Apa itu namanya? Fotografer ternama. Aku sudah mengundurkan diri. Mengundurkan diri? Umm. Pakaian sekarang ini sangat tampan. Serius. Mari, foto dulu. Tampan. Zhang Ping, sudah berapa kali aku bilang… teh semalam tidak boleh diminum lagi. Ini aku seduh yang baru.
Lihat dulu siapa. Bu Shen. Geng Geng. Sudah lama tidak bertemu. Iya. Lihat foto keluarga kami. Ini putraku berusia 5 tahun. Anak mirip Bu Shen. Lihat. Untung tidak mirip gaya sederhana kamu. Aku tuangkan air. Kalian ngobrol dulu. Ini adalah foto kelas kita. Lapor. Masuk. Pak Zhang, kami datang kumpul tugas.
Ini adalah kakak kelas kalian. Murid tahun pertama aku. Baik kakak kelas. Di foto ini… tidak ada kamu dan Yu Huai. Saat itu kamu sedang foto… Yu Huai sedang mengejar persiapan ujian. Ini benar-benar… adalah masa terbaik. Aduh Pak, biasanya guru akan bilang pada muridnya… kalian yang paling buruk, kenapa kamu selalu menekankan masa terbaik?
Tentu saja ini adalah masa terbaik. Sekarang banyak orang yang tidak pernah ketemu lagi, juga tidak ada kabar. Kamu pernah bertemu dengan Yu Huai? Waktu itu, kamu memilih IPA… karena dia. Yu Huai, aku tidak tahu. Dia tidak menghubungi aku. Satu kelas tidak ada yang tahu kabarnya. Kenapa bisa hilang? Terima kasih eceng gondoknya.
Itu adalah … cangkang telur burung unta yang dibawa ayah dari Afrika. Aku yang membuatnya sendiri. Oh ya, Profesor Han… susu yang aku titip beli kemarin, kapan bisa dikirim? Coba tanya Beta. Bukankah dia di London? Beta… Bantu dong. Istriku belakangan ini kurang susu. Istrimu tidak ada susu, apa hubungannya denganku?
Geng Geng, masuk tapi tidak diam saja. Cepat keluar. Kamu di Inggris, ingin siapa keluar? Percakapan pribadi silakan chat secara pribadi ya. Minta jasa titip jangan ganggu. Soal sudoku ini, ada yang bisa bantu jawab? Sudoku? Sudah lama tidak mengerjakan soal yang memeras otak. Aku saja, aku saja. Aku paling ahli. Ini agak menarik.
Rapat nanti, ada yang bisa kukerjakan lagi. Geng Geng kan? Kamu An… Namaku Andy. Andy. Andy. Kondisimu… sudah diberitahukan oleh agen. Tapi ada beberapa pertanyaan tambahan, yang ingin aku tanyakan. Ini… apakah sebelumnya kamu pernah pacaran? Rumahmu ada berapa anak? Aku dan adikku. Sudah kuduga. Wanita sisaan seumur kamu… dan bawa seorang adik,
Semakin tidak bernilai lagi. Apakah keluarga kalian lebih mementingkan pria? Adikku adalah anak dari ibu tiriku. Keluargamu adalah keluarga cerai ya. Orang baik mana mungkin cerai. Jadi pendidikan kamu sarjana kan? Umm. Ngomong-ngomong, kamu dari kota kecil, sudah bersusah payah masuk universitas di Beijing, kenapa tidak berusaha… untuk ujian lanjut doctor atau lainnya?
Nilai terlalu buruk, tidak lolos. Sebelumnya aku pernah baca sebuah… artikel katanya… IQ anak perempuan… biasanya diwariskan dari orang tua. Maaf, aku terima telepon dulu. Benar. Teal Perdagangan Internasional. Kami adalah agen minyak mentah. Sekitar 8.000 yuan setelah diskon. Kenapa ditutup? Kamu cukup saleh ya. Kamu juga tahu aku agak sibuk. Soal tugas rumah tangga,
Aku rasa lebih baik dikerjakan oleh pihak wanita. Oh ya, apa pekerjaan kamu? Fotografer. Fotografer sepertinya tidak terlalu menjamin. Tapi jika kelak kita punya anak, kamu bisa foto anak kita. Lumayan bagus juga. Mari. Wah. Nona Geng kan? Halo, apa kabar? Tak kusangka bisa bertemu denganmu di sini. Aku sudah lama mengagumi kamu.
Pulang seminar ya? Seminar apa? Fotografer seperti Anda… sangat jarang ada di kota seperti ini. Aku pulang jenguk orang tua. Keluarga kalian terpelajar… dan punya jabatan, juga ada seniman seperti Anda. Pada dasarnya jika bukan keluarga terpelajar, tidak ada villa, tidak ada tiga atau lima mobil, seharusnya tidak bisa menikahimu. Nona besar seperti kamu…
Oh ya, belakangan ini karier aku berkembang sangat bagus. Jika berusaha lagi 3 hingga 5 tahun, semuanya akan ada. Benar kan Geng Geng? Minggir. Apa kamu pantas memanggilnya Geng Geng? Untuk kamu. Apa ini? Buka saja nanti. Kamu khusus kembali dari Beijing… demi memberikan aku ini? Terharu? Bantu aku dong. Ayah. Bibi Qi.
Kemarilah, silakan masuk. Hai Bibi. Hai. Hai Paman. Aku adalah… pacar Geng Geng. Namaku Lu Xinghe. Masuklah. Masuklah. Mari, mari, silakan duduk. Geng Geng… belum pernah dengar bahwa kamu punya pacar. Mana Lin Fan? Jangan mengalihkan topik. Sedang bertanya padamu. Paman, sebenarnya seperti ini. Di Beijing… kami sudah pacaran sangat lama.
Ini karena dia ingin pulang, tapi aku ingin tinggal di Beijing, jadi kami putus. Beberapa hari yang lalu, aku dengar dia ikut kencan buta. Hatiku sangat sedih. Aku sudah berpikir sangat lama, aku merasa kami masih saling mencintai, jadi sudah kuputuskan, ingin kukejar kembali. Dia pergi kencan buta, kamu juga pergi? Aku merebutnya kembali.
Geng Geng, kenapa tidak bilang kalau sudah punya pacar? Kami malah mengatur kencan buta untukmu. Apa ini bercanda? Sudahlah. Nanti kita jelaskan saja. Sekarang sudah punya pacar, seharusnya merupakan hal yang membahagiakan. Benar. Ah, itu… Jika sudah seperti ini… Paman… sebenarnya aku datang untuk melamar. Bantuannya sudah berlebihan. Kami juga sudah berumur.
Hal ini juga tidak boleh ditunda terus. Kami masih belum tahu apa pekerjaan kamu. Aku adalah pelukis profesional. Beberapa tahun yang lalu… menandatangani pameran lukisan… Eropa, Amerika. Jumlah yang terjual sudah lumayan. Coba aku tunjukkan dulu. Yang ini sangat laris. Namanya alien memaksa gadis bumi. Ini, ini, ini… Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Itu…
Aku perlihatkan dulu… lukisanku untukmu. Lin Fan? Lin Fan kenapa? Kenapa? Maaf, permisi. Jika terjadi sesuatu, aku harus bagaimana? Tidak mengizinkan dia main bola. Tidak mengizinkan dia main bola. Jangan khawatir. Jangan khawatir, tidak apa-apa. Terima kasih. Paman, Bibi, jangan khawatir. Kondisi medis di sini terbaik di seluruh provinsi. Kalian istirahat dulu.
Aku urus dulu prosedurnya. Aku ikut denganmu. Kamu temani Paman dan Bibi saja. Tidak apa-apa. Kamu masih tahu sakit? Bukankah keras kepala? Sekarang sudah bisa tenang? Bola yang bagus. Kamu masih ingin main bola? Kali ini ibumu sudah hampir mati ketakutan. Aku keluar dulu ya. Kak, siapa dia? Itu… kakak ipar kan?
Sepertinya lukamu kurang parah ya. Kak, bisakah kamu lebih lembut? Diam dulu. Satu dua tiga. Bagus. Selanjutnya. Tundukkan kepala, agak malu. Satu dua tiga. Sangat bagus. Sempurna. Pemotretan hari ini sudah berakhir. Terima kasih. Sama-sama, sama-sama. Yueyue. Bawa mereka ganti baju. Sudah merepotkan. Halo, Ayah. Geng Geng, mala mini Bibi Qi lembur.
Kamu temani Lin Fan di rumah sakit ya. Oke, tidak masalah. Aku tahu, bye bye. Kak, aku merasa Kak Lu sangat baik. Kamu tidak sadar ya, itu palsu. Ayah dan ibu memaksaku terus. Aku cari dia untuk bantu aku. Kami adalah teman baik. Aku merasa dia lumayan baik. Kalian jadikan palsu menjadi asli saja.
Kamu juga ingin urus aku? Bisa bertemu dengan orang yang menyukai kamu, itu tidak mudah. Apa maksudmu? Kakakmu tidak boleh bertemu dengan yang aku suka? Aku tidak bermaksud begitu. Maksudku, kebetulan dia menyukai kamu, orangnya juga baik, kalian juga sedang membahas masalah pernikahan, kenapa tidak bisa bersama? Hari ini kamu kenapa?
Kenapa ajak ke tempat seperti ini? Berterima kasih padamu. Kenapa kata-kata ini terdengar palsu ya? Minggir sana. Jika ingin berterima kasih padaku, besok kita pergi buat surat nikah. Jadi bagaimana dengan pacar-pacarmu di Beijing? Aku akan meluangkan waktu untuk jenguk mereka. Aku serius. Jika kita bersama, bagaimana dengan mereka? Jadi, kamu sudah setuju?
Ini gampang saja. Eh, kamu gila? Ucapkan selamat tinggal pada mereka. Kalau begini, kamu juga tidak punya nomorku lagi. Nomormu sudah kuhafal mati. 93564… Sudahlah. Jadi kapan kita menikah? Menikah apa? Melamar saja belum. Aku sudah berapa kali melamar kamu, belum ada yang puas? Itu namanya melamar? Itu paling dinamakan pertunjukkan seni.
Apakah kamu tahu makna dari melamar? Yaitu bersama denganmu. Memikirkan berbagai cara untuk bersama denganmu. Geng Geng. Jika kamu setuju, aku akan memberikan lamaran yang kamu inginkan. Geng Geng, sudoku yang diberikan Yu Huai, sudah aku selesaikan. Kenapa? Geng Geng, sudoku yang diberikan Yu Huai, sudah aku selesaikan. Angka-angka ini adalah koordinat lintang dan bujur
Coba kamu cari. Mungkin akan ada kabar Yu Huai. Kamu harus traktir aku ya. Kamu masih tidak bisa melupakannya. Baiklah, aku akan bantu cari dia. Belok kiri di persimpangan depan. Lintang 36 derajat 25 menit. Di posisi 300 meter di depan. Belok kiri. 300 meter lagi ke depan. Bukan persimpangan ini.
Hai, ada yang bisa aku bantu? Apakah kamu kenal Yu Huai? Yu Huai? Yu Huai apa? Bagaimana? Geng Geng, dengarkan baik-baik, Yu Huai adalah pria brengsek. Kamu harus menemukan dia? Baik, aku akan menemanimu. Baik masih hidup atau mati, akan kugali keluar. Aku harus membuatmu putus asa. Kak, beritahukan aku… apakah kamu suka Lu Xinghe?
Atur dirimu dulu. Bujuk dulu pacar kecilmu itu. Kami murni hubungan teman sekelas. Siswa SMA tidak boleh pacaran. Oh, benarkah? Ekspresimu sudah mengkhianati kamu. Kak, aku benar-benar tidak ada hubungan apa pun dengannya. Kakak ipar Lu ya? Halo. Halo. Besok bawa kamu ke satu tempat. Tempat apa ini? Kemarin aku pergi cek ke kantor polisi.
Ini rumah Yu Huai. Bagaimana? Aku tidak berani ketuk. Awalnya yang bersikeras itu kamu, kenapa sekarang malah takut? Yu Huai. Buka pintunya, Yu Huai. Hei, jangan diketuk lagi. Mereka sudah pindah. Ke mana mereka pindah? Apakah Anda tahu? Tidak tahu, mereka tidak bilang. Kapan mereka pindah? Sudah beberapa hari. Terima kasih Nenek. Sama-sama.
Jika Yu Huai tidak mati, dia pasti bersembunyi di suatu tempat. Geng Geng, lupakan saja. Temani aku jalan-jalan dulu. Apakah kamu tahu, di dinding rumahku, ada tulisan gagal dan sukses. Setiap kali melamar kamu, aku akan buat satu goresan di bagian gagal. Tanpa kusadari, sudah 56 kali. Betapa berharapnya aku,
Secara tidak sengaja kamu bilang setuju. Kamu berpikir… ingin membohongiku… begitu saja? Oh ya, sudah lihat lukisan papan yang aku berikan? Tak kusangka, kamu masih menyimpan foto itu. Aku masih ingat kamu mengajariku pakai kamera hari itu, berteriak menghadap laut, bayangan matahari terbenam. Bertahun-tahun telah berlalu, tapi jika teringat sekarang, seakan-akan baru terjadi kemarin.
Aku suka tekstur papan. Aku mencetaknya di atas sana… karena aku berharap… bisa menyimpan rupamu hari itu selamanya. Karena itu adalah foto kamu satu-satunya yang aku miliki. Karena hanya ada satu dirimu. Aku tidak ingin melewatkan kamu. Kita hidup bersama saja. Aku belum siap. Jadi, kamu sudah setuju? Baiklah.
Tunggu aku menemukan si brengsek Yu Huai, kamu akan siap. Barang antik ya. Sedang apa kamu? Pinjam dulu. Ajarin aku caranya. Mereka yang tiba-tiba muncul dalam hidup kita, tidak pernah menunggumu siap. Kelak jika ada yang menjahati kamu, telepon saja padaku. Aku akan sangat…sangat merindukanmu. Ada banyak hal dalam hidup kita… tidak dapat ditentukan sendiri.
Tapi itu tidak masalah. Aku akan berusaha mengikuti impianku. Aku percaya suatu hari… aku akan menjadi sosok yang aku inginkan. Geng Geng, kamu sudah punya pacar, kenapa tidak bilang sama ibu? Kirimkan fotonya. Aduh, sudahlah Bu. Aku di rumah sakit. Orang masih harus istirahat. Jangan panggil ibu. Cepat buka dulu videonya. Jiandan, kamu jangan gila. Aku tidak di rumah. Geng Geng. Aku ke Amerika lihat Zhoumuo dan menemukan rahasia besar. Cepat buka.
Jiandan, kamu gila ya. Biaya kuota tidak mahal ya? Geng Geng… Bukan Geng Geng… Dengar dulu penjelasan aku. Berikan padaku. Tidak, tidak. Tidak. Zhou Mo, aku belum mempermasalahkan hal ini denganmu. Bukan seperti yang kamu pikirkan. Sungguh, bukan. Hentikan, hentikan. Kalian ingin aku lihat kalian bertengkar? Geng Geng, lihat dulu.
Ini adalah buku catatan Yu Huai. Lihat dulu. Apakah kamu sudah melihatnya? Kuberitahukan ya, 4 hingga 5 tahun ini, Zhou Mo sewa kamar bersama Yu Huai. Dua hari sebelum aku datang, dia baru pergi. Lihat. Dia telah berusaha bersembunyi dari aku. Sebenarnya tujuannya adalah bersembunyi dari kamu. Apakah kamu tahu? Lihat, ini selimutnya. Dia… Bagun!
Tidak mau. Bangun! Dia terus tinggal di sini sebelumnya. Dan… mi instan yang dia makan. Lihat. Ini sudah dimakan tapi tidak dibersihkan. Lihat. Zhou Mo, kamu membantunya menyembunyikan dariku selama ini. Tolong jangan ribut lagi. Geng Geng, apa kamu baik-baik saja? Tidak masalah. Aku jelaskan padamu… Eh, tidak. Aku sudah janji, tidak boleh dijelaskan. Ini…
Aku tidak bisa menjelaskannya. Zhou Mo, bisakah aku melihat catatan Yu Huai? Lihatlah. Ini. Ini. Di sebelahnya itu… buku Bahasa Inggris SMA? Maksud kamu yang ini? Dia selalu membawanya, tapi ditinggal juga. Aku tahu kamu sedih, tapi aku harus memberitahumu, Yu Huai tidak bisa kembali lagi. Apa yang kamu katakan?
Siapa yang menyuruhmu bilang seperti itu? Kenapa? Kamu ini teman atau bukan? Zhou Mo, seperti inilah kamu jadi teman? Seperti inilah jadi teman? Aku kenapa? Yu Huai adalah temanmu, jadi kami bukan temanmu. Kak, kenapa kamu masih belum balik? Aku ingin buang air kecil. Sudah sesak. Apa yang kamu tertawakan? Ini lumayan cantik.
Jatuhlah beberapa kali lagi. Pelan-pelan. Lin Fan. Kamu baik-baik saja?