【FULL】With You EP16【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
Sebentar lagi kamu akan ulang tahun… Yu Huai memberimu apa? Kamu seharusnya bilang, kamu suka semua pemberianku. Balik ke belakang. Kenapa kamu di sini? Cepat panggil ambulans. Ada apa? Mana Fanfan? Dia terluka. Selamat kepada Yu Huai. Dia akan segera menjadi mahasiswa. Hai, Geng Geng yang berusia 17 tahun,
Aku adalah Lu Xinghe yang berusia 17 tahun. Lu Xinghe. Semester baru dimulai seperti ini. Sekarang aku membawa rasa terharu disukai orang, dan detak jantung menyukai orang lain… memulai usia 17 aku. Kami yang Terbaik DC ABC. DC ABC. Siap. Terus enam sampai sepuluh… enam sampai sepuluh adalah ACBD. ACBD. Cepatan.
Masih ada lima belas menit. Sudah terlambat. Sempat. Segera siap, segera siap. Masih ada? Aku lihat dulu. Cepat selesaikan ini. Baik, sudah siap. Cepat, cepat. Segera, segera. Siap. Cepat naik. Liburan begitu lama, kamu ke mana saja? Kamu belum tahu ya, banyak sekali masalah. Aku sudah lupa ada tugas fisika. Masih sisa beberapa menit?
Masih ada delapan menit. Tidak, masih ada 7 menit 59 detik. Pegang erat. Pelan-pelan, pelan-pelan. Bagaimana liburanmu? Sangat bagus, aku terus menemani orang tua. Bagaimana dengan adik kelas? Bagaimana kalian berdua? Kami juga sangat baik. Hanya saja, dia sibuk baru-baru ini. Bekerja di perusahaan magang, sangat sibuk. Kuberitahukan ya,
Adik kelas termasuk kambing masuk ke kandang serigala. Jika kamu tidak segera bertindak, tidak akan ada peluang sama sekali. Ayolah, awal semester baru. Terima kasih, Bibi. Menurutmu, harus dibilang kepada murid di hari pertama? Pagi Pak! Jadi bagaimana? Ini sebentar lagi SMA 2. Episode 16 Hal yang Tidak Berharapan, Apa Perlu Dipertahankan?
Untung saja, masih sempat. Jiandan. Menjadi semakin cantik ya. Benarkah? Begitu banyak soal fisik? Iya, aku ingin mengubah sikap belajarku. Semuanya, tenang dulu. Bagaimana liburannya? Sangat bagus. Bagus. Xu Yanliang gemuk lagi. Aku sedang masa pertumbuhan. Kenapa masih ada yang belum bangun? Semuanya harus bersemangat. Semester ini selain belajar,
Ada satu hal lagi yang perlu dipertimbangkan. Ketua kelas, bagikan ini. Baru mulai sekolah langsung ujian? Apa mungkin langsung ujian? SMA 2 akan ada pembagian IPA dan IPS. Siswa yang berencana tinggal di kelas 5 untuk belajar IPA, tidak perlu mengisi formulir ini. Yang ingin masuk IPS, setelah mengisinya…
Suruh orang tua tanda tangan di kolom terakhir. Serahkan sebelum ujian tengah semester. Kembali dan diskusikan dengan orang tua. Saran aku adalah harus ditentukan dengan prinsip… penggabungan kemampuan dan hobi. Pak Zhang, tidak mengerti. Kemampuan ini adalah prestasi. Tentu saja, kamu harus memilih bagian keunggulanmu. Bukan hanya meneliti kondisi sekarang, tapi juga harus meneliti potensi.
Hobi juga dibagi menjadi 2 tingkatan. Tingkat pertama adalah minat kamu terhadap IPA dan IPS… di saat SMA. Tingkat kedua adalah setelah kuliah nanti, jurusan apa yang kamu pilih. Semakin cepat dipertimbangkan… maka akan dapat menetapkan tujuan hidup lebih cepat. Yu Huai. Ada apa? Kamu ingin belajar apa? Aku ingin belajar teknik di Tsinghua,
Lalu daftar S2 ke luar negeri. Setelah itu, aku belum memikirkannya. Itu saja? Benar. Untuk apa pikir begitu banyak. Baiklah, nanti baru lanjut bahas lagi. Sekarang belajar dulu. Siswa yang ingin masuk IPS, gunakan kesempatan ini untuk merasakan indahnya fisika. Pak Zhang Ping, aku ingin menanyakan sesuatu. Ayo, bicara di kantor. Baik. Duduk dulu. Baik.
Kamu juga sedang memikirkan masalah pembagian jurusan? Sekarang aku masih ragu. Aku tahu kamu tidak tega pergi. Sedikit. Biasanya kamu terlihat ceroboh, tapi aku tahu, kamu sangat berperasaan. Hubungan kamu dengan Geng Geng mereka sangat baik, pasti tidak ingin pisah dengan mereka. Tapi aku tetap ingin menasihati kamu, dalam masalah-masalah utama ini,
Kamu harus memikirkan situasi kamu sendiri. Lihat dulu. Ini adalah nilai ujian kemarin. Lihat nilai matematika kamu dapat 34. Fisika sedikit lebih tinggi, dapat 68. Lihat lagi nilai kimia kamu. Jadi kamu ingin aku masuk IPS? Kamu harus bahas dengan orang tuamu. Tentu saja, saran aku adalah masuk IPS.
Pentingnya adalah tidak menurunkan nilai rata-rata kelas. Tidak apa-apa. Terima kasih, Pak Zhang, aku mengerti. Jadi… Han Xu tidak mengatakan apa-apa? Sifatnya memang seperti itu. Aku sudah menebaknya. Bagaimana pendapatmu? Meskipun aku tidak bagus dalam IPA, tapi jika aku belajar IPS sendiri, aku merasa apakah sebelumnya… aku kurang berusaha.
Jika ke depannya aku belajar dengan baik, mungkin saja ada kenaikan. Hei, bagaimana denganmu? Aku… Kenapa kamu muncul begitu saja? Dua gadis cantik, marilah kita memasuki… kehidupan baru yang penuh dengan kepedulian manusia. Biarkan Kepler dan lainnya… bergandengan tangan keluar dari kehidupanku. Meskipun IPS aku juga tidak bagus, tapi aku merasa… Apa maksudmu?
Aku memilih IPS bukan karena IPA aku tidak bagus. Tapi karena aku sangat suka sastra. Tapi aku tidak merasa IPA dia bagus. Semuanya, pelajaran kita kali ini… paling utama adalah bola voli. Di akhir semester ini, akan ada lomba bola voli untuk tingkatan kalian. Aku harap semuanya bisa berpartisipasi. Pak, jika tidak ingin berpartisipasi,
Bolehkah tidak ikut latihan? Jika aku adalah kamu, aku pasti akan ikut. Mungkin ini adalah terakhir kalinya, kalian ikut perlombaan ini. Pak, aku ingin berpartisipasi. Bagus. Pak, aku juga ingin berpartisipasi. Bagus, masih ada yang ingin ikut? Masih ada yang lain? Masih ada yang ingin ikut? Sangat bagus. Minum air keran seperti ini,
Tidak takut sakit perut? Tidak akan bermasalah. Aku ingin menanyakan pendapatmu. Ada apa? Guru olahraga bilang ada pertandingan voli wanita semester ini. Menurutmu, aku ikut atau tidak? Ikut saja, latihan badan. Benar juga. Ada murid yang tidak ingin berpartisipasi, tapi guru bilang… ini mungkin terakhir kalinya kelas kita… punya kesempatan untuk bekerja sama.
Itu juga benar. Yu Huai, Pak guru sedang mencarimu. Aku pergi dulu. Aduh, aku juga tidak tahu… aku harus masuk IPS atau tidak. Aku selalu merasa diriku seperti pembelot. Jika kamu masuk IPS, apakah akan tidak tega meninggalkan Zhang Ping? Tidak tega apa? Aku dengan dia hanya hubungan guru dan murid. Aku tidak percaya.
Kamu pasti karena ingin menghindar dari IPA. Apa kamu tidak berani menghadapi perasaanmu? Apa yang kamu katakan? Masuk IPS hanya ingin… hidupku bisa lebih santai. Tidak gampang aku bisa dilahirkan, kenapa harus menyusahkan diri sendiri? Bu Shen. Tidak tahu harus masuk IPS atau IPA. Pas saat makan ini, aku ceritakan kisah kakak kelasku saat SMA.
Mungkin saja kalian akan terinspirasi. Umm, baiklah. Dia adalah siswa terbaik yang lebih tua 2 tingkatan dari aku. Saat kuliah, dia ambil hukum. Setelah lulus, dia langsung beberapa kasus besar. Tapi dia mengundurkan diri setelah kerja setengah tahun. Setelah mengundurkan diri, dia sudah dapat sebanyak ini… 30.000? 300.000. Lalu dia membawa 300.000 ini…
Pergi keliling dunia. Meskipun sekarang IPS… tidak begitu dipentingkan seperti IPA, Tapi kalian perlu tahu… emas akan terlihat setelah ombak membersihkan pasir. Bu Shen, aku ingin tanya satu hal. Ada apa? Kamu juga ingin masuk IPS? Di kelas IPA, prestasiku tidak terlalu bagus. Aku juga tidak menemukan alasannya. Jadi aku ingin bertanya…
Jika aku masuk IPS, akankah nilaiku meningkat? Kamu ingin nilaimu meningkat, atau ingin hidup lebih santai? Siswa seperti kamu, lebih baik jangan belajar IPS. Aku memberitahumu IPS tidak bisa menjamin nilaimu meningkat. Ingin mengambil jalan pintas, lebih baik pilih yang lebih menjamin saja. Yang lain aku tidak tahu. Pokoknya jika ke depannya aku yang mengajarmu,
Aku tidak akan membiarkanmu tenang. Mulai sekarang, jika aku ada sedikit pun keinginan untuk masuk IPS, namaku bisa ditulis terbalik. Beta! Benar sekali. Beta, pilihanmu terlalu gegabah. Kamu tidak ingin mempertimbangkannya lagi? Geng Geng, kamu kira hidup itu adalah pilihanmu? Aku merasa, semua pilihan… tak lain adalah semangat sesaat. Kamu tidak bisa mengontol nasibmu,
Jadi, apa pun pilihanmu, tetap ada benarnya. Orang yang mengerti, akan hidup dengan benar. Benar kan? Beta, bagus sekali kata-katamu, sangat berpendirian. Aku dukung kamu. Tapi kamu tetap harus sapu lantainya. Zheng Yamin, kamu tenang saja… aku tidak akan menyusahkan kamu. Aku akan sapu sekarang Hari ini bukan Beta yang piket kan?
Tadi dia merobek formulir pembagian jurusan. Dia terlalu impulsif. Kakak kelas, bisakah tolong panggilkan Kak Luo Shi? Kenapa kamu lagi? Luo Shi, ada yang mencarimu. Ye Zhanyan pergi cari pacarnya. Geng Geng. Kamu adalah orang kedua yang tanya apakah harus masuk IPS. Siapa yang pertama? Yang pertama namanya Ling Xiangqian. Gadis yang sangat cantik.
Dia adalah dewi pujaan SMA 1. Oh, pantas tekanannya begitu besar. Guru kami pernah bilang, jika ada masalah dalam pelajaran IPS, dapat cari kamu untuk konsultasi. Tak kusangka, hanya kami berdua yang datang. Dia punya masalah apa? Semua karena ejekan…orang bodoh baru masuk IPS, IPS lebih gampang dari IPA, IPS sangat memalukan, dll.
Karena itulah dia emosi. Karena saat itu aku juga keluar dari kelas unggulan, jadi dia menanyakan pengalamanku, ingin aku memberinya kepercayaan diri. Kenapa saat itu kamu masuk IPS? Karena IPS gampang. Siapa yang tidak ingin lebih santai? Semua ejekan itu… apakah kamu tidak terpengaruh sama sekali? Aku selalu tidak peduli apa yang dikatakan orang lain.
Jadi bagaimana dengan kamu? Kamu juga menghadapi masalah yang sama dengan dewi itu? Apa mungkin? Jadi apa masalahmu? Aku hanya… tidak ingin meninggalkan seseorang. Zhou Mo, menurutmu, jika aku masuk IPA, apakah akan membuka dunia baru? Tidak, aku tidak mendengarnya dengan jelas. Kamu ingin belajar apa? Belajar IPS.
Bagaimana kamu belajar IPS dengan sastramu seperti itu? Itu karena aku tidak mau, bukan tidak bisa. Aku juga ingin mengatakan sesuatu. Bisakah jangan omong kosong saat main bola? Jangan terlalu banyak berpikir. Meskipun IPS tidak pragmatis seperti IPA, tapi masa SMA, yang paling penting adalah nilai. Kenapa belajar IPS tidak pragmatis?
Menjadikan sejarah sebagai cermin, bermanfaat bagi negara. Aku sudah mendengarnya. Aku pergi tuang air. Kenapa dia masih begitu kuno? Zaman apa sekarang? Masih mempelajari buku sejarah zaman kuno. Bisakah dia mengikuti tren? Tren, dia termasuk tren? Aku rasa, dia adalah kanker kapitalis Barat yang membusuk. Hanya dengan belajar IPS, baru dapat menghadapi…
Padangan negatif terhadap IPS. Kamu jangan seperti ayahmu. Kerugian ayahmu seumur hidup ini adalah… dia terlalu keras kepala. Apakah kamu tahu dia gagal di mana? Dia gagal karena hidup di dalam dunianya sendiri. Apa maksudnya aku gagal? Jika aku gagal, perusahaan bisa membagikan rumah sebesar ini untukku? Jika aku gagal, apakah acara sistem budaya tahunan
Bisa dipimpin olehku? Jika aku gagal… Katakan langsung padanya. Tidak, tidak, kalian yang ngobrol saja. Suruh dia jawab telepon. Geng. Geng Geng. Sudah siap dibahas? Kami merasa… belajar IPS lebih bagus bagi kamu. Bukankah kalian sudah sepakat dari awal? Apa perlu berdiskusi lagi selama lebih dari satu jam? Namanya peraturan akan semakin jelas jika diperdebatkan.
Kita sepakati seperti ini. Begitulah. Teater kecil hari itu sudah tidak ada orang lain, tapi aku masih belum bisa mengatakan, aku menyukainya. Tidak benar, tidak benar. Aku pikir aku menyukainya… sepertinya karena Zhou Mo memberitahuku… tentang Chen Xuejun. Aduh, tadi aku sudah bilang tentang ini kan? Intinya, aku juga tidak bisa menjelaskannya.
Kamu menyukainya, tapi dia tidak tahu. Kamu juga tidak tahu apakah dia menyukai kamu. Jadi, jika kamu tetap tinggal, masa depan dan dia, mungkin tidak bisa membalasmu. Kamu juga tahu… hal tanpa balasan, tidak ada maknanya… jadi tidak boleh dilakukan, tapi kamu tidak tega. Aku benar-benar tidak tahu. Aku tidak bisa membantumu. Ada apa?
Aku kira kamu akan bilang… hidupmu sangat panjang, jangan mengorbankan masa depan. Atau meskipun masuk IPS, juga tidak akan memengaruhi kamu menyukainya. Kamu tidak melakukan itu. Aku sendiri belum jelas… bagaimana aku bisa mengajarimu? Kakak, apakah kamu punya orang yang disukai? Geng Geng. Sebenarnya aku sangat kagum padamu, bisa bersama dengan orang yang kamu sukai.
Membahas hal sepele, bercanda tawa. Akan merasa… waktu begitu indah. Tapi berani untuk melangkah maju, agar perasaan memiliki kesimpulan yang jelas, atau menunggu… menunggu satu hari membuahkan hasil. Mungkin ini adalah soal yang tidak dapat terjawab. Maaf, Kak Luo Shi. Aku menghabiskan waktumu begitu lama. Pergilah. Terima kasih. Sudah sampai mana? Aku ajarin kamu.
Kenapa soal seperti ini lagi? Bukankah aku sudah jelaskan caranya? Apakah otakmu hanya dua dimensi? Bisakah punya sedikit ruang untuk berimajinasi? Jika tidak memakai otak, kamu tidak akan bisa meskipun aku ajari seribu kali. Aku memang tidak pintar IPA. Geng Geng. Ini kiriman surat dari penggemarmu. Halo. Aku ingin tanya,
Kamu sudah tahu ingin masuk IPA atau IPS? Kenapa? Aku hanya khawatir. Jika kalian semua pilih IPS, aku sendiri pilih IPA, aku akan sangat kesepian. Aku sedang melihat lukisan kiriman Lu Xinghe dari Beijing. Ada gang kecil, ada ruang lukis, ada kota besar. Sepertinya semua ini adalah kehidupan biasanya.
Melihat lukisan ini, seperti melihat dia dengan teguhnya… berjalan di jalan pilihannya sendiri. Apa yang ingin kamu katakan? Aku juga tidak tahu. Aku hanya merasa dunia aku terlalu kecil. Setiap hari hanya 2 tujuan, sekolah dan rumah. Aku bahkan tidak tahu di mana masa depanku. Sekarang aku malah stres masalah pilih IPA atau IPS.
Seakan-akan hidupku akan dipengaruhi oleh pilihan ini. Kamu benar. Beberapa ini, aku juga sangat stres. Semakin ditanyakan, semakin stres. Apa pilihan Yu Huai? Beta, aku rasa…aku tidak boleh memikirkan ini. Aku ingin mengalihkan perhatianku. Sampai jumpa. Masih ada aku. Aku juga ingin daftar. Perlombaan bola voli, aku ingin daftar. Kamu yakin? Baiklah. Geng Geng.
Bagus, semuanya perhatikan bentuk tangan. Apakah kamu babi? Ini saja tidak bisa ditangkap. Berikan bolanya, cepatan. Geng Geng, cepat sekali kemajuanmu. Tentu saja. Bola yang bagus. Setiap kali pukul bola, aku membayangkan diriku sedang memukul Yu Huai. Kamu ini termasuk pengalihan perhatian seperti apa? Pelan-pelan. Baik. Ayo. Pelan-pelan, pelan-pelan. Pakai pergelangan tangan, jangan pakai lengan.
Gampang terluka. Lihat saja jalur bolanya, lalu cukup prediksikan titik turunnya bola. Ayo. Pakai pergelangan tangan, bukan dilambungkan begini. Daya tangkap kamu lambat sekali. Sangat membuang waktuku. Tangkap ya. Belakangan ini kamu terlalu sering nonton Slam Dunk ya? Belajar dari Hanamichi Sakuragi, menangkap bola dengan muka. Mukamu memang sudah besar,
Tapi masih saja tidak tahu untuk menjaganya. Tunggu sebentar. Kamu baik-baik saja? Aku tidak sengaja. Kena mana? Sakit sekali. Kenapa? Jadi kotor. Minggir. Maaf. Aku benar-benar tidak sengaja. Apakah kamu berpikir… ke depannya tidak bisa melihatku lagi, jadi bisa memukulku sesukanya? Apa maksudnya tidak bisa melihatmu lagi? Aku mungkin akan memilih IPS. Sudah siap memikirkannya?
Belum dipastikan. Ayah, ibu, keluargaku… harap aku bisa masuk IPS. Bagaimana menurutmu? Apakah kamu merasa, aku pantas pilih IPS? Ini berhubungan dengan masa depanmu, kamu harus memutuskannya sendiri. Iya, jawabanmu selalu sangat benar. Kamu ingin menyatakan perasaanmu kali ini? Iya, aku tidak ingin menundanya lagi. Jadi kamu sudah siap memikirkannya? Dia bilang magangnya sangat lancar.
Mungkin begitu lulus, akan langsung jadi karyawan resmi. Dan akhir pekan ini adalah hari ulang tahunnya. Aku ingin mengajaknya makan… dengan tujuan merayakan hari ulang tahunnya dan pekerjaan, lalu bilang padanya… Boleh juga, Zhang Ping. Tahu untuk memberikan kejutan dan bersikap romantis. Sedang apa kamu di sini? Iya. Tadi guru hampir catat kamu bolos sekolah.
Untung aku pintar, bilang kamu sakit perut. Kalau tidak, kamu akan mampus. Ada apa ini? Zhang Ping sudah punya pacar. Ada apa ini? Dia bilang ingin menyatakan cinta kepada adik kelasnya. Sudahlah, sudahlah. Bukankah kamu bilang… kamu hanya menganggapnya sebagai guru? Aku awalnya berpikir begitu. Aku kira aku menyukainya… karena kagum.
Tapi saat tahu dia punya pacar, kenapa aku sangat sedih? Bukankah belum menyatakan cinta? Itu artinya belum pacaran. Benar, aku tidak boleh membiarkannya berhasil. Semangat. Tuan, apa yang kamu butuhkan? Lihat-lihat saja. Bodoh, ke mana saja dari awal? Jiang Niannian. Pak Zhang, kebetulan sekali. Sangat kebetulan. Kenapa kamu di sini? Aku beli sesuatu.
Terima kasih, Pak Zhang. Pelan-pelan, terlalu dingin. Pak Zhang. Uh. Kamu belanja sendirian, ingin beli apa? Aku ingin beli hadiah untuk teman. Teman cewek kan? Uh. Serius? Orang seperti apa? Ini… Coba ceritakan. Baiklah, aku akan memberitahumu. Tapi jangan bilang kepada teman lain. Aku tidak akan bilang. Dia adalah adik kelas saat aku masih S2.
Lebih kecil dariku 1 tahun. Saat itu guru pembimbing suruh aku dampingi dia. Aku masih ingat waktu itu dia… mengikat rambutnya dengan gaya kucir kuda. Matanya sangat besar, berkedip-kedip. Begitu melihatku, dia akan panggil, hai kak! Seperti burung beo, sangat imut. Saat itu kami sangat akrab, tapi karena dia sibuk belajar,
Dan aku ketemu kesibukan akan tamat… jadi kami kehilangan kontak. Dia tiba-tiba menghubungi aku dua hari yang lalu. Karena aku tahu hari ini adalah hari ulang tahunnya, jadi ingin mengajaknya makan… untuk merayakannya. Berarti ajakan ini sangat penting. Umm, sangat penting. Bagus. Kenapa? Pak Zhang Ping, bukan aku ingin mengkritikmu…
Kenapa kamu memakai baju seperti ini saat kencan? Tidak bagus? Ikuti denganku. Ke mana? Aduh, tidak perlu tahu, ayolah. Pak Zhang, sangat tampan, sungguh. Terlalu tampan. Terlalu formal. Bukankah sangat bagus jika formal. Tapi aku merasa… alasanmu benar juga. Jika berpakaian terlalu formal, mungkin cewek akan merasa tertekan, ya kan? Benar, benar, benar. Pelayan,
Tolong carikan yang lain. Yang lebih santai. Ini bagus. Coba yang ini. Baik. Coba dulu. Aku coba dulu. Aku pegang dulu. Ini juga bagus. Oh ya? Iya kan? Sangat tampan. Ini sangat bagus. Sangat jarang bisa teringat aku. Katakan saja, bertemu masalah hidup? Ini namanya punya ikatan hati. Terima kasih, semoga berkunjung kembali.
Pak Zhang, tunggu sebentar. Pak Zhang. Uh. Ini untukmu. Tidak boleh. Kamu pasti cocok jika memakainya. Tidak, aku sudah membelinya. Jika kamu memakainya, pasti akan membawa keberuntungan. Terimalah, aku sudah membelinya. Terima kasih. Oh ya, tapi… aku tidak akan memberimu nilai lebih. Pak Zhang, waktu itu aku melawanmu di kantor… maaf ya. Ayo pergi.
Sudahlah, telepon saja. Lewat QQ tidak jelas. Jadi kamu tetap tidak bisa mengambil keputusan? Uh. Sebenarnya, tidak ada gunanya bertanya kepada siapa pun. Kamu harus mendengarkan suara hatimu. Tidak mendengar apa pun. Sangat normal. Kamu terlalu sedikit mendengarkan dirimu sendiri. Dulu kamu selalu mendengarkan orang lain. Kamu harus memberi dirimu kesempatan. Jadi bagaimana?
Bagaimana pun itu, intinya…pilih apa pun, kamu tetap akan menyesalinya. Kamu tidak bisa serius lebih dari 3 detik. Jika kamu tidak tahan lagi, datang cari aku saja di Beijing. Ada banyak tempat, aku bisa bawa kamu keliling. Ada banyak orang aneh di sini. Sangat menarik. Pak Zhang. Uh. Kapan calon istri guru tiba?
Seharusnya sudah akan tiba. Calon istri apaan? Belum tentu. Pak Zhang, bisakah aku melihatnya? Tidak boleh. Aku akan lihat sekilas saja. Aku berdiri jauh, tidak akan ketahuan. Aku harus lihat dia orang seperti apa, kenapa bingung sesaat dan menyukai Pak Zhang Ping. Kenapa bilang gurumu seperti itu? Boleh? Baiklah. Pak Zhang, kuberitahukan… ke depannya,
Jika memakai kemeja putih, jangan pakai singlet. terutama warna merah, mirip dalaman wanita zaman kuno. Apakah begitu jelas? Tentu saja. Jika tidak, apa mungkin aku bilang? Dan saat memakai sepatu kulit, jangan pernah pakai kaus kaki putih. Sangat kuno. Dan saat menata rambut, boleh pakai sedikit krim rambut, secukupnya saja. Jangan sampai terlalu kilat,
Seperti jalan raya. Baiklah. Apakah aku seharusnya tidak berkata seperti ini? Tidak masalah, tidak masalah. Adik kelas. Kenapa? Ada urusan tiba-tiba, tidak bisa datang. Tidak terjadi sesuatu kan? Seharusnya masalah kerja. Kenapa? Meninggalkanmu karena kerja? Kerjaan lebih penting. Sudahlah, sudah sore, pulang dulu. Cepat pulang rumah. Uh. Pak Zhang, jangan dipikirkan.
Tidak masalah, mungkin ada kesempatan lagi nanti. Tidak masalah, jangan khawatir. Aku pergi dulu ya. Sangat tampan. Halo, temani aku minum. Nak. Makan lebih banyak daging. Uh. Ayo makan. Ibu. Uh. Segera harus mengumpulkan formulir pembagian jurusan. Aku sedang berpikir… belajar IPS sepertinya juga sangat menarik. Ada banyak hal yang menarik. Tunggu kamu sudah berhasil,
Terserah bagaimana kamu memilihnya. Sini, sini, makan. Makan lebih banyak. Kamu sudah siap memikirkan, ingin pilih IPA atau IPS? Aku… Pertanyaan konyol, kamu pasti pilih IPA, iya kan? Uh. Yu Huai. Ada apa? Aku teringat sebuah artikel SD. Kira-kira maksudnya adalah… Nyonya Curie dan suaminya, fokus melakukan penelitian ilmiah, saling membantu.
Setelah beberapa tahun, mereka menemukan radium… memenangkan Penghargaan Nobel. Kenapa tiba-tiba teringat ini? Apakah kamu merasa aku sangat bodoh? Masalah yang sama, kamu menjelaskannya berulang kali… aku tetap tidak mengerti. Merasa aku menggangu? Mana…mana mungkin? Tidak ada yang ingin kamu katakan? Tidak ada. Halo. Geng Geng. Kenapa kamu menangis? Kenapa dia gagal menyatakan cinta,
Tapi aku masih merasa sedih? Menurutmu, hal tanpa harapan… apakah aku perlu mempertahankannya lagi? Dulu aku merasa cukup senang saja. Sekarang aku juga tidak tahu. Geng Geng, Geng Geng! Apakah kamu baik-baik saja? Ada apa ini? Kira berdua sekarang… termasuk sudah mengajar di sekolah terbaik. Tapi kenapa aku merasa… kita bukan apa pun.
Guru level satu menjadi pemimpin, bawa sekretaris ke mana saja. Guru level dua melakukan logistik, bernyanyi dan menari semuanya bisa. Guru level tiga, berjiwa musik, membaca, lihat koran, minum teh. Guru level empat, ahli sejarah, berbicara tentang cuaca di kantor. Guru level lima, sastra, matematika, dan bahasa asing, saling bertarung dan mati lebih cepat.
Guru level enam, wali kelas. Seperti anak kelas 1 dan 2, apakah mereka bisa belajar IPA dan IPS… sekaligus? Seharusnya tidak. Pagi, Geng Geng. Kuberitahukan, tadi Geng Geng… Kamu kenapa? Minggir dulu. Guru datang, guru datang. Semuanya, nanti… harus mengumpulkan formulir pembagian jurusan. Sebelumnya, ada sesuatu… yang ingin kusampaikan.
Aku tahu ada siswa yang tidak tega meninggalkan kelas ini, atau tidak tega meninggalkan seseorang. Tapi aku ingin bilang, ini hanya sementara. Aku pernah bilang, sekarang adalah waktu terbaik bagi kalian. Tapi di jalan menuju kehidupan nanti, apakah orang yang kamu pedulikan… bisa menemanimu selamanya, itu bukan mengandalkan perasaan yang singkat ini,
Tapi apakah kamu layak baginya. Aku ingin memberitahukan kalian, pilih yang benar-benar berharga, jangan menyesal karena keras kepala kamu. Jangan karena…ketidaklayakan kamu… sehingga melewatkan orang yang kamu pedulikan. Baiklah, kumpulkan formulirnya. Siswa mana yang ingin masuk IPS? Aku juga. Lu Xinghe. Lu Xinghe sudah pulang. Ayo, bawa kamu ke suatu tempat.
Kalian berdua tidak memberitahukan aku… dan langsung masuk IPS, bukan demi Yu… Setelah pergi, aku tidak akan kembali lagi. Siapa namamu? Bei Lin. Tidakkah kamu merasa Bei Lin sangat palsu? Sejak kapan kamu begitu akrab dengannya? Belajar kelompok. Sebenarnya aku merasa Bei Lin sangat baik. Serius. Pagi. Berpura-pura tidak bersalah? Aku sedang berakting episode berapa?
Kamu jangan keterlaluan. Kenapa Beta marah padaku? Ke depannya, kamu tidak perlu mengurusi masalahku lagi. Mulai sekarang, kita bukan teman lagi.