【FULL】With You EP18【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Lu Xinghe? Lu Xinghe sudah pulang. Ayo, bawa kamu ke suatu tempat. Aku pernah memiliki pemikiran yang sangat konyol. Karena kamu tidak perlu belajar IPA lagi, langsung saja aku masuk IPS. Kalian berdua tidak memberitahukan aku… dan langsung masuk IPS. Bukankan demi Yu… Menurutmu, aku seharusnya masuk IPA atau IPS?

Jika aku tahu apa yang terbaik bagi kamu, tapi malah melarang kamu untuk melakukannya… aku tidak bisa melakukan hal seperti ini. Siapa namamu? Bei Lin. Aku demi teman-teman… jadi mengubah pilihanku di detik-detik terakhir, dan tetap tinggal di kelas 5 belajar IPA. Yu Huai, bisakah aku duduk di sebelah kamu? Kami yang Terbaik Hei, hei.

Kak! Dengarkan baik-baik, tidak ada gunanya panggil kakak. Baru masuk sekolah berapa hari saja sudah terlambat. Tidak ada konsep waktu sama sekali. Semuanya begitu lambat. Mulai dari kamu. Laporkan namanya. Li Jiawei, SMA 1 kelas 9. Kamu. Liu Chang, SMA 1 kelas 6. Liu Chang. Uh. Tidak lapor nama palsu kan? Tidak.

Bagaimana? Aku lumayan bergaya kan? Sedikit mirip Pak Pan tidak? Apakah kamu tidak merasa mukamu… sangat mirip dengan Xu Yanliang? Apa maksudmu? Ketika kita masih SMA 1, bukankah kamu juga diperiksa oleh kakak kelas? Aduh, sekarang giliran kita periksa mereka. Pagi. SMA 2 kelas 5, Yu Huai. Kamu begadang lagi?

Ada kacang polong di bawah tempat tidur, insomnia. Karena masalah kompetisi? Jangan khawatir. Pak Pan tidak ada, cepat pergi. Setia kawan. Kak, kenapa dia boleh pergi dulu? Jangan sembarangan ngomong jika tidak tahu. Dia itu anak kepala sekolah. Cukup. Matamu sudah hampir keluar. Kenapa semakin mirip Jiandan? Xu Yanliang.

Urutan ranking untuk ujian kali ini ada di tempatku. Hanya ada satu, jadi tidak dipinjamkan. Yang ingin melihatnya, datang ke tempatku. Ketua kelas, aku ingin lihat. Ketua kelas, aku ingin lihat. Sedang apa kamu? Berikan padaku. Baru saja kubilang, tidak dipinjamkan. Cepat! Bei Lin? Bei Lin urutan pertama lagi. Han Xu.

Yu Huai kali ini ranking keempat. Nilaiku jelek lagi. Sudahlah, kamu lebih tinggi dari aku. Tidak, tidak, urutan kali ini pasti salah. Apa yang salah? Urutan kali ini tidak salah. Jadi kamu… dapat peringat berapa? Aku juga jelek. Bahasa aku lebih tinggi 20 dari kamu. Jika kamu tetap buruk seperti ini,

Bagaimana aku mengagumi kamu lagi? Aku hanya belajar demi kompetisi fisika. Bahasa masuk ke daftar kehidupan yang akan datang. Lagi pula, nilai fisik aku lebih tinggi 30 dari kamu. Ini baru aktivitas otak. Episode 18 Semua Gara-gara Bei Lin Awal mulai, semuanya begitu. Aku tidak menyangka… Zhenhua ada kelas sekacau itu.

Ketika SMA 1, bukankah kelas 5… sudah pernah menimbulkan banyak masalah? Awal mulai… pernah berkelahi antar tim. Kamu tidak melaporkannya kepada wali kelas? Wali kelas adalah guru baru. Dia hanya ingin bergaul dengan murid, dan akhirnya tidak bisa mengatur apa pun. Jadi, bagaimana kamu bisa belajar dengan baik? Aku tetap saja dapat peringat pertama.

Bei Lin sangat percaya diri. Benar. Ada sebuah acara namanya Super Girls. Kamu sudah nonton? Acara nyanyi. Ada yang namanya Zhang Hanyun. Aku sangat menyukainya. Setelah datang ke kelas baru, aku merasa semuanya bergaul dengan baik. Aku merasa suasana kelas kita… lebih baik dari kelas sebelumnya. Benarkah? Pernahkah kamu mencoba…

Melihat ada kotoran tikus jatuh ke mangkukmu, tapi kamu tetap harus memakannya? Pernah. Setelah makan, kamu akan dewasa. Aku tidak bercanda. Tidakkah kamu merasa Bei Lin sangat palsu? Tidak, bukankah lumayan bagus? Jangan-jangan kamu iri padanya? Dia lebih tinggi dari kamu, juga lebih pintar. Apakah kamu gila? Berdiri! Pagi Bu! Kelas bahasa Inggris diganti sementara.

Guru Lai ada urusan. Kelas ini diubah menjadi kelas bahasa. Ketua kelas, bagikan dulu kertas ujiannya. Yu Huai, berdiri. Keluarkan kertas ujianmu dan lihat dulu. Lihat soal membaca no.2 sastra kuno. Ditanya, apa artinya “ru su”, apa yang kamu jawab? Jamur yang tidak bisa dimakan. Ujian sastra di kelas ini,

Ada lima orang yang tidak lulus. Kamu adalah salah satunya, Yu Huai. Lihatlah Bei Lin dan Han Xu kelas kita. Nilai sains mereka sangat bagus, tapi mereka juga tidak meninggalkan sastra. Yu Huai, kamu harus belajar dari mereka. Duduklah. Selain itu, 10 siswa ranking terakhir, setelah selesai pelajaran, pergi ke kantor Pak Zhang dulu.

Oke, mari kita mulai belajar sekarang. Berdiri dengan baik! Menjaga pintu ya? Sangat memalukan. Sekarang sudah tahu malu? Ranking terakhir kelas kita sudah ada di sini semuanya. Aku akan mengatakan itu Nilai kalian bahkan tidak cukup untuk nilai minimum kuliah. Aku ujian di Beijing. Kamu yang selalu mengganggu. Karena nilai kelas kita ada penurunan,

Jadi aku memikirkan satu cara… bagi kelompok belajar. Jiang Nianian, Han Xu, Bei Lin, Wang Zhiyong satu grup. Zhu Yao dan Jiandan satu grup. Yu Huai dan Geng Geng satu grup. Pak, aku merasa pembagianmu tidak adil. Kenapa aku harus diganggu… oleh mereka? Pak, atau biarkan Beta masuk ke grup aku saja.

Lalu Jiandan ke grup Han Xu. Bagaimana dengan Bei Lin? Aku tidak bermasalah. Baiklah, begitu saja. Kenapa Zhang Ping menempatkan kamu, Han Xu… dan Bei Lin ke dalam satu grup? Mungkin karena dia lebih membutuhkan… bantuan yang lebih banyak. Aku rasa karena Zhang Ping khawatir kamu… sendirian bersama dengan Han Xu.

Kenapa ngomongnya seakan-akan aku akan memakannya? Jika dikasi, kamu makan tidak? Makan. Inilah pentingnya Bei Lin. Jangan terlalu dekat dengan Bei Lin. Dia sangat licik. Kenapa? Apakah kalian tidak merasa Bei Lin… sangat mirip dengan Han Xu versi cewek? Pokoknya, aku tidak terlalu suka Bei Lin. Jauhi dia. Jiandan. Ayo. Lihat mereka bertiga…

Seperti keluarga kan? Bei Lin seperti ibu tiri yang jahat. Ibuku carikan guru les untukku, aku pulang dulu. Tidak ada manfaatnya di sini. Jika tidak bisa, tanya saja padaku. Oh. Soal mana yang tidak bisa? Tidak ada. Soal ini kamu sudah membuatnya menjadi terlalu sulit. Cukup gunakan rumus fungsi trigonometri saja. Lihat, sini sudah disebutkan.

Luas adalah akar tiga kubik dari 3. S sama dengan satu perdua. AC dikalikan dengan Sin B. Sekarang kamu tidak buru-buru pulang? Setelah SMA 2, keluargaku sudah tidak mengizinkan aku kerja. Belajar di sekolah, pulang juga belajar. Sesekali keluar jalan-jalan… lumayan bagus. Benar. Jika kamu suka, aku bisa temani kamu besok. Baik.

Sebenarnya, kamu tidak susah bergaul juga. Kamu tidak tahu, begitu kamu datang ke kelas kami, setiap ujian ranking pertama, biasanya juga tidak terlalu suka berbicara, jadi semua orang mengira kamu sulit bergaul. Tapi sikap kamu ini sangat mirip Han Xu. Terlihat tidak peduli, Tapi sebenarnya sangat keberatan. Jiandan, kamu sangat peduli dengan Han Xu.

Tidak juga. Kami berdua saling kenal dari sekolah dasar. Sangat normal jika peduli padanya. Ayolah. Jangan salah paham ya. Ini untukmu. Sejak kapan kamu suka Lin Junjie? Aku sudah lama menyukainya. Kamu tidak terlalu peduli tentang aku. Kepedulian ada di sini. Rasa peduli harus ditunjukkan lewat tindakan. Itu adalah Xu Yanliang. Jangan sebut dia.

Kalian sedang main drama ya? Yu Huai, kamu yang meminta aku dan Geng Geng dari Pak Zhang. Sampai sini, kamu tidak menjelaskan soal pada kami, malah bilang kami cerewet. Ini namanya tidak bertanggung jawab, mengerti? Mana aku tahu kalian begitu mematikan. Jika kalian digabungkan, sama sekali bukan tambah, tapi sudah meter persegi.

Sebuah soal aljabar SMA 1, tetap tidak mengerti setelah kujelaskan setengah jam. Aduh, aku tidak mau hidup lagi. Susah sekali. Geng Geng bisa mengenal dirinya sendiri, masih bisa diselamatkan. Beta, kamu punya buku cetak matematika SD? Kenapa? Berikan kepada Geng Geng. Nenek. Nenek potong buah untuk kalian. Kalian bagi-bagi ya. Terima kasih Nenek.

Niannian jarang bawa teman pulang. Bagaimana prestasinya di sekolah? Katakan padaku. Sangat bagus, sangat bagus. Katanya, kali ini dia ada kemajuan lagi, benarkah? Nenek, kami sedang latihan, kamu jangan ganggu. Cepat keluar nonton TV ya. Aku tahu, aku tahu, jangan dorong aku. Anak ini… Baiklah, kalian di sini ya. Anggap sebagai rumah sediri. Makanlah.

Ok, terima kasih Nenek. Terima kasih, terima kasih. Jiang Niannian Kamu sangat tidak tahu malu. Orang tua tidak tahu apa pun. Untuk apa aku memberitahukan nilai asliku, buat dia stres, ya kan? Kalian main poker? Ada? Masih bermain? Kamu sudah cukup belum? Keluar. Keluar. Sudah habis. Kamu curang. Sudah malam. Jangan belajar dari Beta.

Dia masih punya rencana lain. Jika sekarang kamu seperti ini, bagaimana bisa ke Beijing? Aku tahu. Setiap hasil dalam ujian, akan memengaruhi hidup. Ibu. Kenapa kamu datang? Bagaimana? Bagaimana grup belajar di sekolah? Sangat bagus. Kamu sudah tahu? Aku sudah menelepon Pak Zhang. Geng Geng, menurutmu, bagaimana jika ibu mengirimmu kuliah ke luar negeri?

Bunga kecil. Kamu datang dari tempat Yu Huai, apakah juga termasuk ke luar negeri? Sebenarnya aku merasa Bei Lin sangat baik. Dia menjelaskan soal padaku selama dua jam. Sekarang fungsi trigonometri… aku benar-benar sudah mengerti. Apakah kalian tidak merasa… sebenarnya Bei Lin sangat mirip dengan Han Xu? Yaitu tidak terlalu suka berbicara,

Lalu semua orang merasa dia sombong, tapi sebenarnya tidak. Dan Bei Lin juga tidak gampang. Pokoknya, aku merasa di sangat baik. Sudahlah. Dia itu namanya munafik. Kenapa kamu mengatainya seperti itu? Aku lihat dia mengatakan kejelekan kita… dengan anak kelas lain. Tidak mungkin. Mungkin saja salah paham. Sudahlah, sudahlah. Kami akan berusaha untuk memahaminya.

Makan dulu, makan dulu. Aku pergi ke toilet dulu. Jiandan. Uh. Kamu sangat akrab dengan Geng Geng mereka ya. Iya. Jika Beta melakukan sesuatu yang menyinggungmu, jangan keberatan ya. Untuk apa aku keberatan? Dia sangat baik, sangat imut. Dia ini… terkadang memang suka beremosi. Aku sangat kagum kalian bisa main bersama setiap hari.

Dari SMP hingga SMA, aku tidak punya teman baik seperti itu… yang bisa bersama sepanjang hari. Mungkin masalah aku sendiri. Mana mungkin. Kamu pintar dan mengerti banyak hal. Aku yang seharusnya kagum padamu. Oh ya, lain kali aku panggil Geng Geng dan Beta… kita makan bersama. Mereka pasti akan menyukai kamu. Baiklah.

Mana Jiandan? Dua hari ini tidak nampak orangnya. Tidak tahu. Mungkin main dengan Bei Lin lagi. Ngomong-ngomong, kenapa Bei Lin begitu hebat? Aku sudah bermain dengan Jiandan begitu lama, tidak pernah melihatnya melindungiku seperti itu. Aduh, kamu lupa ya? Waktu itu kamu hampir dikeluarkan, apa dia tidak melindungimu? Aduh, kenapa lauknya ini lagi? Cepat makan.

Bei Lin. Ini Geng Geng, ini Beta. Kita adalah teman sekelas, perkenalkan diri dulu. Kenal, untuk apa kenalan lagi? Apa perlu? Dia sudah terbiasa ceplas ceplos, jangan keberatan. Tidak. Aku hanya merasa kalian bertiga sangat baik, aku sangat kagum, jadi ingin berteman dengan kalian. Iya, Beta. Bei Lin sangat pintar.

Dia hanya ingin bertukar pikiran dengan kita. Untuk apa? Ingin jadi dermawan, untuk menyelamatkan siswa terbelakang seperti kami? Jiang Niannian, bisakah jangan begitu kasar? Jangan mengira semua orang harus menerima sikap burukmu. Dari mana aku kasar? Dari mana sikapku buruk? Duduk di sana. Beta. Bei Lin, apakah kamu merasa guru bahasa Inggris baru kita…

Lebih buruk dari Lai Chunyang? Apakah kamu mengerti? Aku mengerti. Kamu cukup dengarkan dengan cermat saja. Benar juga. Bei Lin, kamu pernah baca novel Shi Tiesheng? Han Xu sangat menyukai bukunya. Aku pernah baca. Shi Tiesheng adalah salah satu penulis favorit aku. Karangannya sangat menarik. Benarkah? Aku sangat kagum pada kalian.

Kenapa setiap kali baca dua halaman, aku selalu merasa ngantuk? Kemarin aku baca sebuah novel, judulnya… “Akan Ada Malaikat yang Mewakiliku untuk Mencintaimu” Kamu ingin baca? Aku bisa meminjamkannya untukmu. Tentang apa? Bagus? Lumayan. Termasuk novel roman. Nanti aku pinjam setelah ada waktu. Semalam kamu tidak tidur lagi ya? Uh.

Siapa yang belum dapat kertas ujian? Aku tanya, siapa yang belum dapat kertas ujian? Apakah itu kamu? Bu, aku…aku tidak ada kertas ujian. Sini ambil sendiri. Oh. Bacakan soal nomor 2 dari belakang. Jika aku sinar matahari, aku akan menghangatkan tanah. Jika aku mata air, aku akan melembabkan gurun.

Jika aku pohon hijau, aku melindungi sekelompok burung. Jika aku angin… Baca! Aku akan mematikan Xinxiangyin. Keluar! Lebih mementingkan pacar daripada teman ya. Dia akan ikut kompetisi lagi ya? Kenapa? Kamu tahu itu. Selalu diberkati, berbeda dengan kita. Dia sangat pintar berpura-pura. Setiap orang botak bisa menjadi biarawati. Apa maksudnya selalu diberkati? Berbeda dengan kita.

Apa yang berbeda? Aku merasa kali ini Jiandan akan dijual. Maksud kamu, Han Xu dan Bei Lin… Umm. Tetap belum masuk, ini untuk kamu. Tangkap bolanya. Sudah belajar satu semester, masih belum bisa? Berpura-pura tidak bersalah? Aku sedang berakting episode berapa? Jiang Niannian, jangan keterlaluan. Jiandan, kamu mengerti apa? Tadi siapa yang begitu berlagak?

Kepada siapa kamu menunjukkan muka kasihan? Kepada kamu. Aku tidak ingin lihat, tidak ingin lihat. Hibur aku dulu. Iya, iya, iya, hibur kamu. Sudahlah, jangan menangis, jangan menangis. Jiandan, kamu sendiri juga paham. Nanti kita jelaskan padanya. Dia akan tahu siapa yang sebenarnya baik padanya. Dia bodoh. Iya, dia bodoh. Apakah dia bodoh? Bodoh.

Aku sangat emosi. Jangan marah, jangan marah. Ada aku. Kalian jangan bertengkar lagi. Aku juga tidak ingin bertengkar. Tapi aku tidak tahu kenapa Beta marah denganku. Beta tidak marah padamu. Kita jelaskan setelah pulang sekolah, oke? Baik. Nanti jangan emosian ya. Katakan baik-baik. Umm. Bei Lin, aku tidak ikut belajar hari ini. Besok baru pergi.

Oke? Baiklah, jelasin kepada mereka. Baik, terima kasih. Sama-sama. Sampai jumpa. Pergilah. Aku dan Beta sudah melihatnya. Bei Lin dan Han Xu… Sedang mengatakan “selalu diberkati”. Apa kamu tahu maksudnya? Itu artinya, orang lain berbeda dengan kita. Dia itu ular berkepala dua. Suatu hari kamu akan dikhianati. Apa yang sedang kalian katakan?

Han Xu ada hubungannya dengan Bei Lin. Apa yang kamu katakan Jiang Niannian? Tidakkah kamu merasa trik adu dombamu… sangat naif? Aku tidak begitu. Hari ini kamu sudah sangat mempermalukannya. Kamu memang seperti itu, tidak pernah mempertimbangkan perasaan orang lain. Jiandan. Sejak aku mengenal kamu, semua sesuai dengan keinginanmu.

Tapi bahkan aku ingin berteman dengan orang lain, kamu juga ingin urus? Jiang Niannian, aku tidak tahu, kamu ayah atau ibuku. Apa yang sudah aku lakukan… sampai kamu merasa aku tidak mampu… memilih teman? Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku merasa sangat konyol. Kamu mengurus terlalu banyak. Mulai sekarang, kamu tidak perlu mencampuri urusanku.

Baik, pergilah. Anggap saja aku tidak mengatakan apa pun hari ini. Mulai sekarang kita bukan teman lagi. Apa yang sedang kalian katakan? Bukankah hanya karena Bei Lin? Benar, karena Bei Lin. Jiandan, mungkin dia… mungkin besok dia akan sadar. Sejak SMP, aku sangat baik dengan Jiandan. Dia selalu mengikuti aku.

Aku tahu dia menyukai Han Xu, jadi aku tidak ingin dia terluka. Bu Lai! Bu Lai! Geng Geng. Jiang Niannian. Kamu kenapa? Kamu kenapa, Bu Lai? Aku tidak tahu ke mana dia pergi. Seorang anak gadis, kabur begitu saja dari rumah tanpa pamitan. Polisi bilang kondisi seperti ini sangat sering terjadi,

Suruh aku tunggu di rumah. Tapi bagaimana aku bisa tenang di rumah? Begitu teringat dia, hatiku… Bu Lai, putrimu meninggalkan rumah ya? Geng Geng. Kalian hampir sebaya dengannya. Katakan padaku, apa yang dipikirkan… gadis seusia kalian? Kenapa tidak belajar dengan baik, bermain komputer sepanjang hari? Dan berteman dengan orang lain lewat online.

Kenapa dia menghilang begitu saja? Dia baru berusia 15 tahun. Bu Lai, Bu Lai, jangan khawatir dulu. Bu Lai, Bu Lai. Pasti ada caranya. Oh ya, apakah dia punya QQ? Apakah kamu tahu nomor QQ-nya? Benar, benar, Bu Lai. Aku rasa, pasti akan menemukan petunjuk. Baiklah, merepotkan kalian. Kenapa tidak ada CPU? Bagaimana cara membukanya?

Terima kasih. Canggih sekali. Yu Huai, kenapa kamu begitu bodoh? Bukankah kubilang ada satu? Lagi, lagi, lagi. Bisakah kamu lebih kompak? Maju bersama, oke? Hai, ingin makan apa? Dua mangkuk mi instan, tambah sosis. Bro, bukankah ada urusan… tidak bisa mengajari kami? Berkencan dengan mi instan ya? Aku tanya satu pertanyaan dulu.

Bukan tangkap perselingkuhan kan? Kalau begitu, kalian ngobrol dulu ya. Zhou Mo, kamu…. Dua kakak… aku…nanti aku ajarin kalian, oke? Malam bergadang, pagi main game. Yu Huai, energimu cukup kuat. Kalian datang untuk apa? Oh ya, nomor QQ. Nomor QQ apa? Kalian ingin menambahkan nomor QQ aku? Jangan terlalu bermuka tembok.

Putri Lai Chunyang meninggalkan rumah. Kami ingin menggunakan nomor QQ, untuk menemukan beberapa bukti. Putri Bu Lai meninggalkan rumah? Aku pergi ke toilet dulu. Bersiap, mulai. Sedang apa? Siap. 3 menit 20 detik. Lihat dulu ya. Malam… Apa ini? Apa maksudnya? Simbol apa ini? Apa-apaan ini? Tidak bisa dimengerti. Malam yang panjang, aku sangat kesepian.

Mengenang masa lalu sendirian. Ada aku, tidak perlu takut. Kamu bisa mengerti ini? Siapa yang tidak ada masa lalu? Menurut kalian, apakah putri Bu Lai… pergi dengan “Bangsawan Lajang” ini? Benar. Aku rasa seharusnya begitu. Zhou Mo, tambah nomor QQ dia. Oke. Zhou Mo, pakai nomor QQ aku. Sini, sini, sini.

Geng Geng, berapa nomor QQ kamu? 4319633. Geng Geng, nama apaan itu? Aku gantikan dulu. Apa ini? Lihat saja. Dia mengubah namaku. Apa namanya? Wanita Kirin. Adik Rubah. Sudah diterima, sudah diterima. Cepat ngobrol. Aku ngobrol dulu dengannya. Zhou Mo, jangan kirim gambar ini. Dia mengirimimu sekuntum mawar. Apakah kamu abang?

Dia mengirimi kami bunga mawar. Kamu juga mawar ya? Trik yang sama. Kita lanjutkan. Tanya dia… berapa umurnya. Berapa umurmu? Jiang Niannian, tak kusangka ya. Sendirian juga harus bahagia. Aku ingin menggunakan buku matematika kamu. Uh. Belajarlah. Aku tidak bisa lanjut ngobrol lagi. Ada apa? Lihatlah sendiri. Ingin mencium bibirmu. Ngobrol dua menit lagi,

Kamu bisa berpacaran dengannya secara resmi. Kamu tidak boleh menghina aku. Dia ini segera tunangan. Cepat sekali. Ke depannya, aku akan menjadi wanitamu. Bagaimana? Kalian… belum pernah dilamar kan? Sedang apa kamu? Cepat ditutup. Kamu sudah gila. Kamu sedang apa? Tenang, tenang, tenang. Setelah nampak kamu, dia tidak akan ngobrol lagi denganmu. Suami. Suami.

Zhou Mo. Semua salah kamu. Kamu yang maju. Aku saja, aku saja. Aku lihat dulu, apakah bisa masuk ruang QQ-nya. Ini… Kamu ngomong dulu. Kamu masih ingat, Pak Zhang memberikan sebuah rumus. Katanya bisa menjawab soal ini dengan cepat. Kamu masih ingat? Coba kuakalin dulu. Gunakan ini. Bukan, bukan.

Yang digunakan Pak Zhang bukan rumus ini, yang lain. Aku tidak enak badan hari ini. Aku pergi dulu. Aku temani kamu pulang. Tidak perlu, kalian teruskan saja. Halo, tolong jangan menutup telepon. Nomor yang Anda hibungi sedang sibuk. Halo, Ayah. Aduh, aku tahu, aku tahu. Malam ini masih ada les. Jangan panik, jangan panik. Ayahmu?

Sudah masuk. Menikmati matahari sore sendirian, sangat bahagia. Apa maksudnya? Oh ya! Yu Huai, mantap ya. Apa? Buka Google Maps. Oke. Aku kasi posisinya, coba kamu cek dulu. 36 derajat 37 menit lintang utara, 120 derajat 37 menit bujur timur. Aduh, bisa atau tidak? Jangan cemas. Sudah dapat hasilnya. Ayo. Jiandan. Kalian di mana?

Kamu…kamu kenapa? Kami sekarang akan pergi ke komplek Xinghai Mingzhu. Kamu naik taksi ke sini sekarang. Uh. Jiandan kenapa? Dari posisi foto, itu gedungnya. Ayo, kita cari ke sana. Masih ingat bagaimana bentuknya? Aku tidak akan bisa melupakan. Jiandan kenapa? Nanti dia akan kemari, ayo. Apakah gedung itu? Sembunyi, sembunyi. Perawatan komplek mereka sangat jelek.

Tempat sampah sudah berbau seperti ini. Sabar dulu Zhou Mo. Sudah keluar. Ini bukan, ini bukan. Bukan, sepertinya bukan ini. Bukan, bukan. Ini terlalu kurus. Keluar satu. Tunggu sebentar, aku lihat dulu. Apakah dia? Agak mirip. Itu dia, itu dia. Cepat, tangkap dia. Berhenti! Siapa kalian? Sekolah mana? Apakah kamu adalah “Bangsawan Lajang”?

Apa yang kalian katakan? Aku tidak mengerti. Jangan omong kosong. Ini adalah orangnya. Sama seperti di dalam foto. Jawab dengan jujur. Kamu bawa “Cinta Kristal” ke mana? Kami sudah lapor polisi. Dasar gila! Masih ingin pergi? Jangan berulah. Berhenti. Cepat katakan! Apakah kamu pernah bertemu dengan “Cinta Kristal”? Kristal apa? Dengarkan baik-baik,

Jangan kira aku tidak berani pukul anak kecil. Masih berani lari? Tangkap dia! Lari…lari ke mana! Tolong! Zhenhua! Aku akan pergi! Tidak akan disiksa lagi oleh kamu! Orang tua aku sudah beli tiket. Pergi Sabtu depan. Pergi sekolah di Beijing. Bersulang. Habis minum, kehidupan yang akan datang, kita tetap teman. Bisakah jangan memanggilku Jiang Niannian?

Panggil aku Beta. Orang terdekatku biasanya memanggilku seperti itu. Han Xu, aku tanya sekali lagi… Jiandan ke mana? Aku harus pergi ke pulau sekarang. Ada yang ingin bunuh diri, aku harus menyelamatkannya. Cinta sepihak, harus menerima kekalahan. Jiandan, kamu di mana? Aku di sini. Aku di sini. Ini aku, aku datang untuk menyelamatkanmu. Zhoumo?

Maaf, Jiandan. Maaf.