【FULL】With You EP13【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Geng Geng, apakah kamu tahu… Aku bersedia mengorbankan apa pun… jika itu demi kamu. Aku tidak terlalu mengenalnya. Jadi, kenapa dia menyatakan perasaannya padamu? Bagaimana respon Yu Huai? Lu Xinghe mengalahkan Yu Huai, tidak perlu diragukan. Tindakannya kemarin lebih gentle dari kamu. Yu Huai, sedang apa? Katakan saja dengan berani. Pernahkah Kamu menyukai aku?

Anak kecil, ini bukan urusanmu. Tidak rusak kan? Yu Huai! Masih sakit? Maaf, maaf. Kumatikan kamu! Pulang ingat dibaca. Apa yang kamu tulis? Kami yang Terbaik Apa yang ditakutnya, itulah yang datang. Akan terlambat jika tidak masuk. Geng Geng. Kenapa masih belum masuk? Sudah masuk kelas, cepatan. Untuk kamu. Apa ini? Dengan level karanganmu,

Sudah bisa ikut “Konsep baru”. Malah belajar tulis surat cinta. Geng Geng, ada sebuah surat untumu. Kakek, kamu kenal aku? Siapa yang tidak kenal kamu di sini? Semakin menjadi-jadi ya kamu. Bisa kamu berikan untukku, tapi… kamu harus tanda tangan di sini. Apa maksudnya? Sudah waktunya. Menurut peraturan sekolah,

Kamu harus tanda tangan di sini sekarang. Dasar! Kecuali… Gini baru benar. Kenapa kamu terlambat lagi? Aduh, baru tiga menit tidak jumpa, kamu sudah mulai mengkhawatirkan aku ya? Tentu saja. Jika kamu terjadi sesuatu, bagaimana aku hidup bisa hidup? Untung kamu masih punya hati nurani. Oh ya, sarapan dulu. Aku buka untukmu. Aku sudah makan.

Makan lagi, makan lagi. Ada yogurt juga. Kamu tidak taruh racun kan? Apa yang kamu bicarakan? Hanya saja, ada sesuatu ingin minta tolong padamu. Kalau begitu, aku bisa makan dengan tenang. Katakan, ada apa? Aku segera ikut kompetisi fisika. Baru-baru ini, sekolah ada banyak masalah. Bantu awasi ya. Gampang. Apa ini? Program KB? Itu…

Brosur yang dibagi di jalan. Dia memberikannya untukku, tidak mungkin aku buang sembarangan, ya kan? Oh! Komite sekolah memutuskan… akan diadakan lomba paduan suara antar guru dan siswa, untuk merayakan Gerakan Patriotik Anti-Jepang 129 Setiap kelas harus bekerja bersama. Ketua kelas dan sekretaris seni setiap kelas, ikut rapat dengan Komite acara jam 3 sore. Semuanya,

Acara kali ini… dipimpin oleh Wen Xiaoxiao dan Xu Yanliang. Kenapa 9 Desember, bukan 29 Januari? Karena 29 Januari akan segera berlibur, murid sudah tidak fokus, tim susah diatur… tidak cocok untuk melakukan kegiatan revolusioner. Dengan IQ kamu ini, masih cocok jadi ketua kelas? Masuk akal. Sepertinya IPS juga tidak bisa dipelajari oleh siapa pun.

Ini adalah Gerakan 129. Mempromosikan patriotisme. Lagu apaan ini? Tentu tidak boleh dinyanyikan. Tapi katanya semuanya berhak memilih. Aku tahu semuanya cemas. Sebenarnya kami juga sangat cemas. Tapi ruang lingkup patriotisme kita, tidak bisa diubah. Benar. Biarkan Wen Xiaoxiao jelaskan dulu ruang lingkupnya. Lagu pertama kita pilih satu lagu “Sungai Songhua”, “Negeriku”, “Mars Para Sukarelawan”,

Dan “Paduan Suara Sungai Kuning”. Lagu kedua bisa dipilih sendiri. Semuanya bebas berpikir. Aku berikan sedikit saran ya. “Biarkan Dunia Penuh Cinta” Kamu terlalu kuno. Iya. Jadi bagaimana dengan… “Masa Depanku Bukan Mimpi”? Bukankah ini solo? Benar. Lalu kenapa jika lagu solo? Bukankah paduan suara yaitu banyak orang nyanyi lagu solo?

Aku merasa “Masa depanku Bukan Mimpi” sangat bagus. Aku setuju dengan Yu Huai. Kita tentukan saja seperti ini. Nanti beberapa pengurus kelas keluar dulu, kita rapat sebentar. Inilah susahnya makan makanan pemberian orang. Baiklah, aku tahu. Episode 13 Wen Xiaoxiao saja tidak peduli, apa kamu bisa atur? Kenapa Yu Huai tidak datang?

Bukankah tadi dia ada masuk kelas? Aduh, itu… Yu Huai bilang dia ada urusan. Suruh Geng Geng datang gantikan dia. Tadi kita bahas soal kostum. Sekarang dana kelas hanya tinggal 1000 yuan. Apa cukup untuk menyiapkan kostum? Tentu saja tidak cukup. Paling tidak, satu set pakaian juga perlu 50 atau 60 yuan.

Meski bukan kain yang bagus, tapi masih harus kumpul 1000 yuan. Lebih baik kita siapkan masalah latihan dulu. Xu Yanliang, nanti bawa Yamin dan Han Xu, pergi dan cetak lirik dan notasi musik, bagikan untuk semua orang. Aku pergi minta musik iringannya. Gen Geng, tolong sampaikan kepada Yu Huai, suruh pinjam rekaman sama Guru Lai.

Perlu bantuan? Tidak perlu, terima kasih Geng Geng. Tidak masalah. Jangan tulis lagi. Bentar lagi siap. Begitu kerja soal langsung jadi galak. Dasar gila! Sekarang semuanya sudah dapat lirik kan? Sudah. Kalau begitu, mari kita latihan. Aku nyanyi satu kalimat, semuanya ikutin aku. “Angin berderu, kuda meringkik” “Sungai Kuning memanggil, Sungai Kuning memanggil” Bersiap, nyanyi.

“Angin berderu, kuda meringkik” “Sungai Kuning memanggil, Sungai Kuning memanggil” Baik, semuanya nyanyi dengan sangat bagus. Hanya saja, temponya sedikit bermasalah. Mari kita ulangi sekali lagi. Aku tahu semuanya sangat sibuk, tapi ini adalah kegiatan kelompok. Partisipasi dalam kegiatan kelompok, juga bagus buat kesehatan fisik dan mental. Mari kita ulangi sekali lagi.

Angin berderu… Bersiap, nyanyi. “Angin berderu, kuda meringkik” “Sungai Kuning memanggil, Sungai Kuning memanggil” Baik, saat nyanyi… semuanya perhatikan tempo. Jangan seperti sedang membaca. Mari kita ulangi sekali lagi. Bisa nyanyi tidak? Jika semuanya tidak ingin nyanyi, Aku akan bilang kepada guru Komite sekarang, kita keluar dari lomba paduan suara. Jika guru tanya kenapa,

Aku bilang, karena kita lebih giat belajar dari kelas 1 dan 2. Lihat ke kanan. Hadap ke depan. Istirahat. Yu Huai, bantu dulu. Kita harus mencatat ukuran… kostum untuk acara kali ini. Baiklah. Semuanya tenang dulu, dengarkan aku. Sebutkan ukuran pakaian kalian, kita perlu pesan pakaian buat acara nanti. Mari kita mulai dengan Yamin.

Aku juga tidak tahu pakai S atau M. Bajuku semuanya dibeli oleh ibuku. Bukankah hanya lomba paduan suara? Benar. Capek dan boros uang. Semuanya dengarkan aku dulu. Hei, sudahlah, jangan ribut lagi. Wen Xiaoxiao juga demi kebaikan kelas kita. Kalian yang tahu ukuran, setelah kelas berakhir, bilang pada Wen Xiaoxiao. Bagi yang tidak tahu,

Telepon tanya ke orang tua. Sudahlah, sudahlah, jangan ribut lagi. Kembalilah. Baik. Baik, semuanya, kita mulai. Lihat ke kanan. Hadap ke depan. Hari ini kita akan membahas… Kakak, manisan dari mana? Ibu beli di bawah. Aku tidak mau, kamu makan saja. Kakak, kamu baik sekali. Aku bisa makan satu tusuk lagi. Kakak baik?

Apakah kakak cantik? Kakak paling cantik. Bagian mana yang cantik? Hati sangat cantik. Berikan manisannya. Sedang apa? Ayah. Menurutmu, kenapa ada orang tidak pakai celana dalaman? Itu karena tidak takut kedinginan. Lihat orang bule, badannya sangat sehat. Aku masih memakai celana pendek saat musim dingin. Itu bukan… Bukan. Ini gadis… sebesar aku.

Itu karena ingin terlihat cantik. Iya kan? Umm. Aku juga merasa begitu. Oh ya, besok akhir pekan. Ibumu bilang… ingin makan bersamamu. Ibuku? Bagaimana kamu memakai bajumu? Kenapa terlihat begitu tebal? Aku biasanya memang seperti ini. Kamu tidak sakit kan? Biar aku pegang dulu. Aku baik-baik saja, aku baik-baik saja. Aku biasanya memang begini. Ibu,

Aku sangat merindukanmu. Katakan saja, hari ini kita ke mana? Selama bisa bersama ibu, ke mana pun tidak masalah. Hari ini berdandan seperti ini… ada maksud apa? Ingin kamu lebih sering melihatku. Celanamu sangat cantik. Model baru kan? Sangat tidak gampang aku bisa memakainya. Hampir saja aku beli model cowok. Sudahlah, kamu tidak gemuk. Ayo.

Berikan buku laporan eksperimen aku. Semuanya, coba jawab dulu… apa hubungan air mancur kimia dan air mancur biasa. Geng Geng, coba jelaskan. Air mancur biasa meningkatkan tekanan internal, membentuk air mancur di bawah aksi atmosfer normal. Air mancur di laboratorium adalah mencari cara… untuk mengurangi interaksi tekanan di dalam botol…

Dengan tekanan eksternal dan membentuk air mancur. Bagus, duduklah. Jadi, langkah selanjutnya… Hei, Geng Geng, kamu agak tidak normal hari ini. Oh ya? Tidak ada deh. Tidak. Memang ada yang berbeda. Apa yang sedang kamu katakan? Aku tidak mengerti. Kenapa hari ini antusias belajarmu begitu tinggi? Bodoh, dasar bodoh. Kenapa kamu lagi?

Kamu berbeda hari ini. Kelihatan seperti… Aduh , minggir. Maksudku, kecantikanmu berbeda. Kenapa kamu juga menertawai aku? Geng Geng. Jangan lari. Serius ya, hari ini kamu berpakaian begitu cantik, ingin ke mana? Jelek sekali. Ini cantik. Permisi. Geng Geng. Tunggu aku. Maaf. Apakah kamu tahu, berpakaian dan berdandan… akan mencerminkan selera seseorang.

Lihat apa saja yang kamu pakai setiap hari. Bawel. Aku bukan bilang kamu jelek, tapi maksudku kamu tidak punya gayamu sendiri. Kamu tidak tahu siapa dirimu. Kamu yang tidak tahu siapamu. Baju ini… nenekku punya yang sama persis. Atau aku pakai sebuah jaket? Begini? Bagaimana? Masih tidak bisa? Ini baru kamu.

Aku merasa kamu sangat cocok pakai warna terang. Cantik. Pakaian seperti ini tidak cocok untukku. Sudahlah, tidak jadi. Sangat bagus. Selera seperti apa? Selamat datang! Ada yang suka, bisa dicoba dulu. Cantik. Itu…tidak mau. Beli dulu baru pergi. Mari, dibungkus. Jangan, jangan, aku tidak mau. Ini bukan tahun baru, tidak mungkin aku ambil hadiah kamu.

Geng Geng, aku merasa kamu sangat cantik. Meskipun kamu bukan termasuk gadis cantik di Zhenhua, tapi aku sangat suka melihatnya. Kamu cantik saat senyum maupun menangis. Marah cantik, bahkan saat ngupil juga, aku merasa cantik. Siapa yang ngupil? Intinya, jika berpikir… datang ke Zhenhua bisa bertemu denganmu, aku merasa sangat senang.

Jadi aku selalu ingin memberimu sesuatu. Jepitan rambut, baju, syal… Jika bisa melihat kamu… memakai barang yang kuberikan, aku akan merasa sangat bahagia. Ambillah. Terima kasih. Jadi… Yu Huai! Apa itu pengetahuan? Pengetahuan? Oh Bu, pengetahuan adalah kekuatan. Jangan tertawa. Bu…Bu Lai. Kamu sedang memikirkan apa tadi? Aku sudah bilang pilih C.

Aku tidak memikirkan apa pun. Aku tahu kamu sibuk mempersiapkan kompetisi, tapi pelajaran yang lain juga harus dipelajari. Sudahlah, cerewet sekali… sama seperti ibuku. Geng Geng. Yu Huai pergi ke mana? Itu…sepertinya belakangan ini dia sangat sibuk. Tapi setiap kali latihan nyanyi, dia sangat serius. Mungkin dua kali ini, memang ada urusan.

Aku rasa saat kita latihan secara resmi, dia pasti akan ikut. Terima kasih. Akhirnya mengucapkan bahasa manusia. Bagaimana jika aku tidak ingin mengantarkannya? Aku tidak pernah berpikir kamu akan menolaknya. Sudahlah, aku balik belajar. Geng Geng! Tempat ini… hanya kamu yang tahu. Zhu Yao, apa benar kamu seperti ini? Kenapa?

Sampah harus dibuang di mana, apa kamu tidak tahu? Aku ingin membuangnya, emang kenapa? Kenapa kamu seperti ini? Benar. Kelas bukan milik kamu sendiri. Tidak berpendidikan. Zhu Yao, pungutkan dulu. Kenapa jika aku yang buang? Aku datang untuk belajar, bukan untuk membersihkan kelas. Semuanya sudah melihatnya kan? Siswa pintar, nilai moralnya seperti ini. Sudahlah, sudahlah.

Hanya bagian biji apel saja. Aku pungutkan, aku pungutkan. Tidak masalah. Ah, tidak masalah. Xu Yanliang! Jangan ribut lagi, latihan nyanyi. Baiklah. Semuanya berhenti belajar dulu. Kita latihan nyanyi dulu. Semuanya keluarkan liriknya dulu. Kita latihan dulu yang sudah dipelajari kemarin. Oh ya, perekamnya… Yu Huai, tidak datang lagi? Dia akan segera kembali.

Aku pergi panggil dia. Orang tidak ada, dari mana datang perekam? Paduan suara ini adalah kegiatan kelompok, kenapa aku sendiri yang sibuk? Itu…Xiaoxiao, Xiaoxiao… jangan cemas, jangan marah. Aku akan mengambilnya, aku akan mengambilnya. Tidak masalah siapa yang ambil perekamnya. Tapi Yu Huai begitu istimewa, apa ini tidak terlalu keterlaluan? Benar. Benar.

Semuanya sudah melihatnya kan? Orang seperti itu, di kelas kita tidak hanya Zhu Yao. Iya, ada versi cowok juga. Sudahlah, semuanya jangan cemas. Aku pergi ambil sekarang. Kamu akhirnya kembali juga. Belum diiringi musik ya? Aku balik terlalu cepat. Hei, jangan pergi. Bukankah sudah kubilang… waktu aku sangat mendesak. Tapi juga tidak boleh istimewa.

Kamu terlalu egois jika seperti ini. Masalah juga terbagi penting atau bukan. Sifatku… kamu juga tahu. Apakah kamu sudah memikirkan perasaan Wen Xiaoxiao? Dia kenapa? Syal itu sangat cantik. Ini. Karangan hari ini. Kenapa? Siapa yang membuatmu marah? Atau karanganku sebelumnya kurang bagus? Kenapa cowok begitu gila? Siapa? Siapa yang kamu maksud? Apakah ada orang?

Ada orang kan? Bisakah bantu aku? Kamu…kamu bilang dulu… perlu bantu apa? Bisakah bantu aku beli itu? Apa? Apa yang ingin kamu katakan? Apakah cowok juga punya… saat suasana hati tidak bagus? Maksudmu emosi saat dapat? Aku tidak ada, tapi mungkin ada yang begitu. Yu Huai mungkin ada. Kamu beli apa? Aku beli itu…itu…

Cepatan, masih ada orang di belakang. Ini berapa? Aku lupa. Aku ketinggalan kotak makan yang diberikan Bibi Qi. Aku harus balik ambil. Aku antarkan kamu. Jangan, jangan. Aku pergi sendiri saja. Tunggu, itu… ingat baca karangan yang aku tulis. Cerita bersambung ya. Baiklah, bersambung. Aku antar kamu. Tidak perlu. Tidak masalah. Itu…sudah aku beli.

Kamu di mana? Di pintu kedua. Aku masukkan dari bawah ya. Baik. Baik, terima kasih. Sama-sama. Yu Huai, apakah setiap hari kamu pulang telat? Iya, karena belakangan ini harus latihan. Hari ini aku tanya teman sebangkumu, kamu ke mana. Aku bukan menyalahkan kamu. Harap kamu jangan salah paham. Tidak masalah, salah paham apa?

Aku dengar, belakangan ini kamu akan ikut kompetisi? Benar. Kalau begitu, persiapkan kompetisimu dengan baik. Soal latihan, kamu tidak perlu ikut dulu. Lagi pula, jika aku tidak bilang… tidak ada yang akan memerhatikan kamu. Terima kasih. Sama-sama. Saat berusia 16 tahun, tidak mengerti apa-apa… kamu bertemu denganku. Sejak saat itu, tidak pernah merasa kesepian lagi,

Terus menjalani hidup seperti ini. Waktu seperti pencuri yang tenang. Waktu berjalan cepat, kita akan berjalan menuju pintu yang dingin dan besar. Di atas pintu tertulis, tamat, kerja, menikah, melahirkan, menua dan meninggal. Aku membuka sebuah pintu… dan bertemu denganmu. Jangan pergi. Kembali. Yu Huai, diam di tempat. Apa yang ingin kamu lakukan?

Kamu harus ikut kegiatan gotong royong. Aku harus ikut stimulasi ujian hari ini. Sudah hampir tiba waktunya. Aku tidak peduli, pergi bersihkan toilet dulu. Aku akan membersihkannya setelah kembali. Berhenti. Jika tidak ikut gotong royong, kamu tidak boleh pergi ke mana pun. Aku tidak punya waktu untuk omong kosong denganmu.

Apa bedanya perilaku kamu sekarang ini… dengan melempar biji apel sembarangan? Apa-apaan yang kamu katakan? Aku pergi dulu. Hei, Yu Huai! Sini, sini, berikan padaku, berikan padaku. Jangan cemas. Aku pergi, aku pergi bersihkan. Hei, Wen Xiaoxiao kelas kalian ada di kelas? Tidak ada. Siapa yang mencari aku? Kenapa dia bilang kamu tidak ada?

Cepat cari temanmu untuk ambil baju. Baju kalian sudah sampai. Oh, oh, baik, baik. Jumlah di sebelah sini, tolong dicek dulu. Lalu, jika ada yang salah, bilang pada Zhu Yao. Kalian sebelah sini, baju kalian ada nama. Coba dulu, jangan salah pakai. Cowok tunggu sebentar. Astaga, heboh sekali. Aku bantu kamu.

Cari nama sendiri, dicoba dulu. Hei, bagaimana? Gagah perkasa kan? Perutmu begitu besar? Bisa dikancing? Kamu anak gadis, kenapa asik melihat pinggang celana orang? Waktu itu saat lapor ukuran, sudah dikatakan harus jujur. Kenapa kamu lapor kurang 7kg? Cowok! Cowok! Cowok! Tenang! Itu…Wen Xiaoxiao ingin menyampaikan sesuatu. Cowok coba dulu celananya, panjang celana sangat penting.

Terus untuk cewek… bagian pinggang sangat penting. Jika ada masalah, katakan padaku. Karena Jumat ini acaranya dimulai, jadi minggu ini pakaian sudah harus beres. Beritahukan aku jika ada masalah. Aku suruh penjual gantikan untuk kita. Tapi, tidak bisa dicoba. Tidak mungkin suruh cowok dan cewek… semuanya buka celana di kelas kan? Tapi, aku tidak keberatan.

Itu… cewek ganti di kelas. Cowok pergi ke toilet saja. Ayo, pergi ganti baju. Cepat, cepat. Lambat sekali. Tertawa apa? Ganti baju, tidak kenal aku lagi? Lihat dirimu, memakai pakaian seperti itu, tapi gaya bicaranya seperti itu, vulgar. Minggir! Lihat saja tidak boleh. Dasar pelit! Geng Geng, kenapa kamu tidak ganti? Aku tidak ingin ganti.

Kamu kenapa? Sangat merepotkan, nanti saja. Aduh, cepat ganti dulu. Setelah ganti, kita foto bersama. Lihat, gadis Tiongkok. Cantik sekali. Aku foto kamu. Jangan, cepat ganti, kita foto bersama. Cepat, cepat. Nanti mereka masuk. Kenapa kamu masih belum ganti? Yu Huai sudah siap ganti… tunggu di depan. Cepat ganti… keluar tunjukkan padanya. Benar. Cepat, cepat.

Cepatan. Kenapa? Kamu kenapa? Sudah siap semuanya? Aku buka pintu ya. Buka, buka. Beta memakai rok. Astaga! Yamin, tolong foto kami bertiga. Baik. Dan Zheng Yamin juga pakai rok. Siap. Geng Geng, bisakah foto aku juga? Tentu saja bisa. Mari. Ayo, senyum. Cantik sekali. Siap. Ayo teman-teman. Pergi parade. Negara membutuhkan kita.

Wahai sahabat, ada lagi siswa yang membuat masalah. Lihat kemampuanku. Zhen, kamu baik-baik saja? Zhen itu siapa? Liu Hezhen, kamu tidak tahu? Dasar tidak berpengetahuan! Ketika perekrutan pemerintah Beiyang, tidak menguji sastra kamu? Jangan berisik, kelas lain masih sedang belajar. Kalahkan imperialisme Jepang! Kalahkan imperialisme Jepang! Geng Geng, pinjamkan dulu kameramu. Aku ingin belajar foto.

Kamu dan Yu Huai jadi modelnya. Tidak, kamu… Xu Yanliang minggir, minggir. Minggir, minggir. Baik. Beta, sedang apa kamu? Su…sudah terfoto? Sepertinya tidak ada film. Tidak mungkin. Ada apa? Tidak mungkin. Aku bercanda. Lihat dulu ekspresi panik kalian. Foto tadi seperti ini… foto pernikahan selama masa Republik Tiongkok. Jika hasilnya bagus,

Kalian harus traktir aku makan… es krim. Hanya tahu makan saja. Bagaimana jika tidak bagus? Mana mungkin. Selama ada aku… foto kamu sudah berhasil setengah. Maksudmu aku jelek ya. Geng Geng. Menurutmu, apa perasaanku saat pertama kali bertemu kamu? Saat di pagar lapangan. Saat itu kamu terjebak dalam pagar pembatas, kepalamu sempat kupukul.

Saat itu aku merasa, kamu lumayan cantik. Syal baru? Sangat cocok denganmu. Sangat cantik. Sebenarnya kita baru SMA 1. Kompetisi kali ini, tidak perlu begitu gugup. Jika ujian kali ini tidak bagus, aku tidak akan menempuh jalur ini. Aku bukan jenius. Dengan Zhou Mo dan Sheng Huainan, tidak satu level.

Meskipun Zhou Mo selalu memberiku semangat, tapi aku sendiri tahu bagaimana kemampuanku. Saat SMP, karena mental tidak kuat untuk menghadapi lomba, hasil ujian tengah semesterku sangat jelek. Untung itu ujian tengah semester, masih bisa ke Zhenhua. Jika itu ujian masuk perguruan tinggi, aku sudah habis. Kamu juga tahu…

Nilai sastra dan bahasa Inggris aku tidak begitu bagus. Tidak bisa bagus disemua pelajaran seperti Zhou Mo. Jadi aku merasa, aku harus segera ambil keputusan. Tapi kamu tetap tidak akan menyerah, benar kan? Jika aku adalah kamu… tidak tertarik pada kompetisi fisika, aku pasti sudah menyerah. Dan aku merasa, selama di dalam hati seseorang…

Ada sedikit keinginan untuk menyerah, maka dia pasti akan menyerah. Tapi kamu tidak begitu. Kamu pasti sangat menyukai kompetisi fisika kan? Aku suka fisika. Kalau begitu, semangat, aku percaya padamu. Terima kasih. Aku bukan sedang berbicara manis. Aku hanya… hanya tidak bisa menerima, kamu bisa segalanya. Kamu benar. Aku memang sangat hebat.

Kamu tidak akan meremehkan aku kan? Geng Geng, kamu harus ingat. Yu Huai… meskipun tidak sehebat yang kamu bayangkan, tapi tetap masih sangat hebat. Setidaknya lebih hebat dari kamu. Jadi, kamu tetap harus memujanya. Tentu saja. Aku hanya memujamu. Barusan kamu bilang apa? Oh ya. Bukankah besok kamu ada ujian? Ada apa lagi?

Bibi berikan suntikan penenang. Jamin besok kamu pasti akan ujian dengan baik. Tidak ada satu pun soal elektromagnetik. Sini, naikkan lengannya. Suntik tidak perlu buka celana? Jangan berlagak preman. Cepat, cepat, cepat. Itu…pelan-pelan. Aku takut jarum. Jangan takut, jangan takut. Siap. Tenanglah. Besok aku pasti ujian dengan baik. Bagaimanapun, aku adalah orang yang kamu puja.

Geng Geng. menurutmu, Yu Huai orangnya bagaimana? Apakah kamu sudah memikirkan perasaan Wen Xiaoxiao? Di dalam hati Yu Huai, Wen Xiaoxiao pasti kalah darimu. Tidak tahan. Dia punya keunggulan. Aku adalah Geng Geng. Wen Xiaoxiao… Aku ingin mempersembahkan lagu ini… untuk satu-satunya gadis yang aku pedulikan. Berani ganti tempat? Yu Huai… lumayan baik. Apakah suka…

Aku traktir.