【FULL】With You EP15【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Komite sekolah memutuskan… akan diadakan lomba paduan suara antar guru dan siswa, Bukankah sudah kubilang… waktu aku sangat mendesak. Kamu berbeda hari ini. Menurutmu, apa perasaanku saat pertama kali bertemu kamu? Umm. Kenapa kamu tidak mengerti? Aku merasa kamu sangat cantik. Jika melihatmu memakai barang yang kuberikan, aku akan merasa sangat…sangat bahagia.

Menurutmu, Yu Huai orangnya bagaimana? Apakah kamu sudah memikirkan perasaan Wen Xiaoxiao? Di dalam hati Yu Huai, Wen Xiaoxiao pasti kalah darimu. Hanya saja tidak tahan. Dia punya keunggulan. Aku adalah Geng Geng, Wen Xiaoxiao. Berani ganti tempat? Jika ujian kali ini tidak bagus, aku tidak akan menempuh jalur ini. Aku akan pergi. Ke mana?

Beijing. Pergi ujian masuk ke Akademi Seni Rupa. Tapi jika ke depannya ada yang menjahatimu, ingat untuk telepon aku kapan saja. Kami yang Terbaik Pilih satu. Ini. Tiup angin. Bagaimana hasil kali ini? Kali ini bisa capai 600. 600? Tapi, bahasa Inggris kurang, kamu harus berusaha lebih giat. Pelan-pelan, satu per satu.

Dewa, dewa… ramal aku. 13 Februari 1987, jam 01:30 tengah malam. Baiklah, aku biarkan kamu menerobos antrian. Pilih satu. Tiup angin. Kamu lahir sekitar jam 1 dan jam 3 dini hari kan? Kelebihan air, kekurangan emas. Hidupmu kekurangan akar. Aku rasa kali ini kamu sangat berbahaya. Kamu harus memikirkan caranya. Apakah ada cara untuk menyelamatkannya?

Harus ada yang membantu. Ada orang? Umm. Ada orang? Umm. Umm. Ada orang? Ah. Sedang bilang aku. Ramal apa? Balik belajar dengan baik. Kamu begitu percaya hal mistis, masih ingin menekuni IPA? Apakah kira minta anak? Aduh, bukankah ini ada bantuan dari orang. Dewa Yu, kamu harus membantu ya. Kamu tahu berapa nilaimu kali ini?

Tahu kalian dapat nilai berapa? Dewa Yu, Dewa Yu… kamu harus membantu. Dasar tidak berguna. Pak Zhang, katakan saja langsung. Pokoknya semakin cepat mati, semakin cepat masuk surga. Terlalu cepat untuk masuk surga. Kali ini kelas kita ada banyak kemajuan. Berada di rangking keempat dari seluruh seluruh SMA 1. Berapa siswa…

Ada banyak kemajuan di semester ini. Aku akan khusus memujinya. Lu Yangyang. Zhao Xun. Geng Geng. Bagaimana? Aku pembawa berkah yang baik hati kan? Tentu saja. Yang ini, kamu sama sekali tidak boleh salah. Kamu ceroboh lagi. Usaha kalian… aku sudah merasakannya. Sangat bagus, seperti inilah semangatnya. Selama kalian sudah berusaha, apa pun hasilnya…

Bapak pasti bangga pada kalian. Saat pertemuan wali, aku akan memuji kalian. Agar kalian bisa melewati tahun baru dengan gembira. Baik, saatnya libur. Episode 15 Bukankah Kamu adalah Hantu di Dalam Hatiku? Uh, bagaimana kalian melewati liburan musim dingin? Aku ingin naik gunung dan ke pedesaan… pergi beri salam kepada Zhang Ping.

Perkembangan satu pihakmu itu terlalu cepat. Aku harus menunjukkan sikapku terlebih dahulu. Kalau tidak, sangat canggung jika akan nikah nantinya. Oh ya, Geng Geng. Bukankah kamu akan ulang tahun? Benar. Bagaimana rencanamu? Bagaimana jika… kita makan bersama untuk merayakannya? Boleh juga. Baiklah, kami pergi dulu ya. Uh. Sampai jumpa. Sudahlah. Aku pergi. Sampai jumpa. Pergi.

Yu Huai. Bagaimana ini? Tidak bisa dilepaskan. Apakah kamu bodoh? Jilat beberapa kali, setelah hangat akan mencair. Jangan terlalu kuat, nanti luka. Aku tidak akan makan es lilin lagi di musim dingin. Kamu ulang tahun bulan Februari kan? Tanggal berapa? Tanggal 13. Benar, 13. Sangat cocok dengan gayamu. Ingin hadiah apa? Ada hadiah apa?

Bodoh, kamu seharusnya bilang… kamu suka semua pemberianku. Sini, Geng Geng, hari ini aku sangat bangga. Aku pergi ikut pertemuan wali. Pak Zhang… khusus memuji Geng Geng. Maju sepuluh peringkat. Kerja keras, selalu ada manfaatnya. Benar. Melihat Geng Geng belajar begitu malam setiap hari aku saja merasa tidak tega. Fanfan, belajar lebih banyak dari kakak.

Aku baru SD. Itu…aku ngobrol banyak lagi… dengan Pak Zhang. Kami merasa kamu punya potensi yang besar. Ayah, untuk apa ngobrol itu dengan guru? Terhadap hasil yang bagus kali ini, sudah kuputuskan, ayah akan memberimu hadiah. Hadiah apa? Hadiah apa? Rumah sakit Bibi Qi datang seorang pasien, kebetulan dia buka kelas bahasa Inggris di kota.

Dia meminta kepada kenalannya dapatkan… posisi yang baik di tiga baris pertama. Kuberitahukan ya, banyak orang yang punya uang pun tidak bisa dapat. Ini adalah hadiahnya? Iya. Geng Geng, Bangun. Geng Geng. Bangun. Bangun. Cepat, jangan terlambat. Cepat, cepat. Geng Geng, kamu… kenapa muntah ke mangkuk? Kenapa muntah ke mangkuk lagi? Bangun. Halo. Halo.

Aku baru siap les bahasa Inggris di sekolah bahasa Inggris. Ada apa? Itu… Balik ke belakang. Kenapa kamu di sini? Aku datang les. Kenapa aku tidak melihatmu? Kamu tidur dari tadi, mana mungkin nampak. Aduh, kenapa kamu tidak bilang dari awal. Aku juga tidak tahu kamu di sini.

Aku masih ada urusan, aku pergi dulu ya. Nanti kita ngobrol lagi. Baik. Jangan ikuti aku. Kenapa? Jangan ikuti aku. Jangan ikuti aku. Sampai jumpa. Kamu di mana? Aku di sini. Begitu banyak orang sudah pulang semua, cepat. Hari ini ayah traktir kamu makan. Ayo, ayo, ayo. Geng Geng. Yu Huai. Kenapa kamu di sini?

Kamu juga datang ke sekolah ini? Kamu duduk di barisan mana? Kenapa aku tidak melihatmu? Kebetulan sekali. Kamu kenapa? Apakah tiba-tiba melihatku… Ayah. Ah. Sini, sini, kuperkenalkan dulu. Namanya Yu Huai, teman sebangku aku. Dia sangat pintar. Selalu ranking satu di kelas kami. Yu Huai? Aku pernah mendengar namamu.

Beberapa hari yang lalu ikut pertemuan wali, Guru juga memujimu. Katakannya kamu berpartisipasi dalam kompetisi nasional… dan dapat juara. Sangat luar biasa. Oh ya, ayo ikut makan bersama. Ayo. Oke, terima kasih Paman. Kenapa kamu begitu pelit? Aku tidak akan makan sampai kalian miskin. Bukan seperti itu.

Jadi kenapa kamu seperti ada hantu di dalam hati? Ayo, ayo, ayo. Bukankah kamu adalah hantunya? Ingin makan apa? Pilih saja sendiri. Pelayan, ambil menunya. Aku pergi ke toilet dulu. Tuan, menu. Oke, oke. Fighting! Aku tidak setuju dengan pemikiranmu tadi. Ada banyak orang bijak di Tiongkok kuno… sama sekali tidak meninggalkan pemikiran yang bagus.

Yang mereka agungkan adalah jalan pintas terakhir… cara seperti ini. Mundur selangkah saat salah, maju dua langkah saat benar. Terus terang, ini tetap adalah kekompakan. Kamu masih muda. Mengenali waktu dan kekompakan… adalah naluri orang untuk menghindari kecelakaan. Kamu akan mengerti setelah dewasa nanti. Paman, aku merasa pengetahuan dan usia tidak berhubungan.

Meskipun berusia 40 tahun, aku juga tidak akan pernah menyesali perkataanku hari ini. Lagi pula, orang Tiongkok kompak karena kebiasaan. Seperti yang kamu bilang, mengejar keuntungan, menghindari kerugian. Tapi perkembangan masyarakat selalu tergantung pada pembangkang. Jika semua orang tidak bertindak, kita termasuk hidup di masa perang. Masyarakat ini membutuhkan pembangkang,

Tapi lebih butuh orang yang toleran. Ada satu kata, mungkin kamu tidak suka mendengarnya. Orang…terkadang… pengetahuannya semakin sedikit terhadap suatu hal, maka akan semakin keras kepala. Maksud Anda berarti bahwa prasangka berasal dari ketidaktahuan. Geng Geng, bagaimana menurutmu? Aku rasa Yu Huai cukup masuk akal. Jadi orang, tidak boleh terlalu kompak, ya kan?

Harus lebih serius, sangat bagus. Geng Geng. Sini, sini, makan dulu, makan dulu. Dari tadi ngobrol terus, aku pergi cuci tangan dulu. Kalian makan dulu. Baik. Kalian makan dulu. Geng Geng, kamu punya ayah yang begitu bagus… bijaksana dan berbudaya. Kenapa sama sekali tidak tercermin dalam dirimu? Buta. Aku juga tidak melihatmu berbudaya biasanya.

Berbicara denganmu, tidak terlalu membutuhkan budaya. Lagi pula, bukankah buat kamu jadi bangga. Yu Huai. Uh? Apa hadiah ulang tahun aku? Kenapa kamu begitu banyak masalah? Lusa kamu akan tahu. Siswa Zhenhua… memang tidak biasa. Tidak hanya pintar, tapi juga mencakup segala bidang. Bijaksana. Meskipun dia terlihat muda, tapi masa depan tidak terbatas.

Kamu harus belajar dari dia ya. Tentu saja, tentu saja. Terlihat sangat bangga ya. Tidak, tidak. Kakak, temani aku pergi main petasan. Tidak, tidak. Geng. Ah? Kemari dulu. Ada apa? Lihat dulu, bagaimana? Kamu yang beli? Bukankah Geng Geng akan ulang tahun. Ini hadiah untuk dia. Aduh, membiarkanmu boros uang lagi.

Kita sudah satu keluarga, jangan bilang seperti itu. Kuberitahukan ya, ini pertama kalinya aku merayakan ulang tahun Geng Geng. Kamu harus merayakannya dengan meriah. Jangan bilang dulu padanya, kita beri dia kejutan. Baiklah, terima kasih. Nanti aku beli beberapa petasan untuk Lin Fan, suruh Geng Geng temani dia main. Biar mereka semakin akrab.

Beta, kamu sudah pergi ke rumah Zhang Ping? Sudah nampak? Sudah nampak? Sudah pergi. Bagaimana? Bagaimana? Ada lima kampung Zhang di kota kita, kalian tahu itu? Tertawalah. Kamu bodoh sekali. Eh, sebentar lagi kamu akan ulang tahun… Yu Huai memberimu apa? Benar juga. Aku tidak tahu, dia tidak ingin memberi tahu aku. Misterius sekali.

Aku tahu. Dia ingin memberimu dirinya. Apakah kamu ingat, di episode saat hari ulang tahun Yi Ping? Shuhuan menyembunyikan dirinya sendiri… lalu memberikannya padanya. Tidak mungkin, sesuai dengan EQ dia, paling hanya memberiku buku pelajaran. Jangan kecewa. Yu Huai tidak bodoh. Apa yang kamu pikirkan, tidak mungkin dia tidak tahu.

Hari itu kamu harus lebih aktif, hal ini pasti berhasil. Apa? Pernah lihat? Apa ini? Insting? Insting? Tidak pernah lihat. Itu tentang apa? Lima belas. Lima belas. Serius, kamu ingin apa? Aku bilang pada Yu Huai. Bilang kepalamu. Kamu sudah beli? Kamu bawa pulang dan lihat dulu… bermanfaat bagimu. Tentang apa? Siapa pemainnya?

Aku tidak boleh bilang. Kakak, kamu lihat apa? Tidak ada apa-apa. Cepat, pergi tidur. Sudah siap pesan untuk besok? Um, sampai jumpa besok, bye. Itu…besok tidak ada urusan kan? Tidak ada. Tidak ada apa-apa. Nak, cepat tidur. Aku tahu. Geng Geng. Ayah. Kenapa kamu pakai rok di musim dingin?

Aku hanya ingin lihat, apakah aku gemuk. Musim dingin, sangat normal jika sedikit gemuk. Tunggu nanti musim panas, ayah belikan rok baru. Terima kasih Ayah. Cepat ganti baju. Masakannya sudah siap. Tutup pintu. Cepat, cepat. Kejutan! Selamat ulang tahun. Selamat ulang tahun. Terima kasih. Terima kasih semuanya. Kita satu keluarga, untuk apa berterima kasih.

Mari, mari, mari. Aduh, ayo, duduk. Cepat, pakaikan untuk kakak. Hari ini, kita sekeluarga… makan enak di rumah… rayakan ulang tahun Geng Geng. Apakah kamu tahu, Geng Geng sudah dewasa. Jika mengingat waktu itu… Ayah, aku ada janjian dengan teman, aku harus keluar. Tidak, tolak saja. Hari ini, kita makan di rumah. Ayo, duduk.

Aduh, tidak bisa, sudah janjian dari kemarin. Kenapa tidak bisa ditolak? Hari ini adalah hari ulang tahunmu, juga termasuk hari besar ayahmu, benar kan? Makan bersama dengan ayahmu, kamu tidak bersedia? Jika kamu bilang begitu, aku rasa seharusnya aku merayakannya dengan ibuku… aku dilahirkan oleh ibu. Benar, benar, benar.

Kamu dilahirkan oleh ibumu, harus merayakan bersama ibu. Kalau begitu, kamu berkemas saja… pergi cari ibumu nanti malam. Kamu tidak tahu, demi merayakan ulang tahunmu… Bibi Qi sudah lama mempersiapkannya. Dia masak semua hidangan yang kamu sukai. Pokoknya, kamu tidak boleh pergi ke mana pun hari ini. Makan di rumah. Bukankah semua ini demi kamu?

Demi merayakan ulang tahun kamu. Kamu kira, sekarang sayapmu sudah kuat, sudah dewasa… aku bukan ayahmu lagi, aku tidak bisa mengaturmu lagi? Kenapa kamu berkata seperti itu? Kamu tidak bilang akan makan bersama. Aku sudah janjian dengan teman, aku harus tepati janji. Tidak, kamu… Geng Geng, ayahmu ingin memberimu kejutan. Aku tetap harus keluar.

Baiklah, kamu ingin keluar kan? Pergilah, pergi. Geng Geng, jangan marah dengan ayahmu. Lihat, Bibi belikan kamera untukmu. Model terbaru, lihat dulu. Lihat. Kenapa harus beremosi dengan anak? Anak sudah besar, punya pemikiran sendiri. Tidak ada gunanya kamu terus mengikatnya. Sewaktu kecil, setiap kali ulang tahun… dia terus mengikutiku, ingin aku menemaninya. Lihatlah sekarang.

Sudahlah, jangan marah. Sudah berumur 40-an, tapi masih seperti anak kecil… begitu tidak sabaran. Biarkan dia pergi. Anak seusia dia paling mementingkan harga diri. Jangan membuatnya malu di depan teman-teman. Iya kan? Geng Geng. Jika kamu ingin merayakan ulang tahun dengan teman, pergilah. Tapi ada satu hal, jangan pulang terlalu malam, perhatikan keamanan.

Yang perlu pakai uang, pakailah. Laporkan saja pada ayah. Oh ya, aku ada syarat. Temani adikmu main petasan dulu. Baik, aku pasti akan menyelesaikan tugas. Baik, pergilah. Pergilah. Terima kasih, Ayah. Terima kasih, Bibi Qi. Pergilah, pergilah. Perhatikan keamanan. Jaga adikmu. Anak gadis sudah besar. Mainkan 3 lagi. Setelah itu kita pulang. Baik.

Kamu ingin pergi ketemu dengan pacarmu ya? Pacar apa? Itu teman sekelasku. Aku tidak percaya. Kuberitahukan ya, kamu berpacaran, itu namanya lucu. Aku berpacaran, ini namanya pacaran dini. Mengerti? Baik, baik, kalian sangat membosankan. Sini, sini, ini terakhir ya. Setelah ini, kita pulang. Baik. Cepatan, aku buru-buru. Aku tahu, aku tahu. Siap, ayo pergi.

Main satu lagi, aku tidak bilang kamu pergi ketemu pacar. Sebagai seorang pria, kenapa tidak menepati janji? Tunggu. Yang terakhir, aku berkemas dulu. Lin Fan, kamu baik-baik saja? Lin Fan. Ayah, cepat buka pintunya. Panggil ambulans. Ada apa? Mana Fanfan? Dia terluka. Ada apa? Geng Geng, Geng Geng, kamu kenapa? Bangun, Geng Geng, bangun.

Geng Geng, kamu kenapa? Ayah, cepat panggil ambulans. Jangan khawatir lagi. Duduk dulu. Tinggal di rumah. Telepon aku jika ada urusan. Ayah. Jangan katakan apa pun lagi. Tunggu pulang dulu baru ngomong. Hal ini bukan tanggung jawab kamu. Sekarang yang paling penting adalah… lihat bagaimana kondisi anak itu. Nanti setelah antar kamu pulang,

Aku akan pergi ke rumah sakit. Kamu bisa sendirian di rumah? Tidak, aku makan satu suap saja. Tidak boleh. Kamu sudah makan tiga mangkuk. Ini ulang tahun Geng Geng atau kamu? Geng Geng tidak angkat telepon, juga tidak datang. Jangan-jangan terjadi sesuatu. Jangan-jangan diculik orang. Yu… Maaf, maaf, salah sambung. Jangan-jangan Geng Geng lupa ya?

Mungkin saja. Mungkin dia sedang makan enak di luar sekarang. Aduh, dia ini… Tidak datang, seharusnya bilang dulu. Kamu mau ke mana? Aku lapar. Aku sudah belikan makanan untukmu. Ayo masuk. Selamat ulang tahun. Dia tidak ada luka parah. Tapi dadanya terbakar. Saluran pernapasan terhirup bubuk mesiu. Jadi dia pingsan.

Cukup istirahat 2 hari, tidak masalah. Jangan khawatir, aku sudah menjelaskannya. Apakah mereka akan berpikir… aku sengaja menelepon kamu… untuk melepaskan tanggung jawab? Aku pergi ke sana hari ini… tujuannya memang untuk melepaskan tanggung jawabmu. Lagipula, tunggu anaknya bangun… cukup ditanya saja. Peristiwa ini… sudah berlalu. Ngomong-ngomong… semua gara-gara orang tua.

Hari ini adalah hari ulang tahunku Geng Geng. Ibu dan ayah… bersalah padamu. Yu Huai, pulang dan telepon Geng Geng lagi. Yu Huai sepertinya tidak terlalu peduli terhadap Geng Geng. Aduh, dari mana kamu tahu dia tidak peduli? Kamu tidak lihat, dia tidak makan tadi. Maaf… nomor yang Anda hubungi tidak aktif.

Silakan hubungi beberapa saat lagi. Geng Geng, ibu pergi kerja dulu. Uang sudah ibu letakkan di meja. Oh. Kenapa kamu tidak angkat? Nomor asing, pasti promosi lagi. Hadiah yang kamu siapkan, kapan kamu memberikannya kepada Geng Geng? Nanti saja. Nanti saja? Kalau begitu, tidak ada maknanya lagi. Hai, apakah Geng Geng ada di rumah?

Hai, apakah ada orang? Anak muda, kamu siapa? Apakah kamu pencuri? Tangkap pencuri. Bibi, aku bukan…bukan pencuri. Jangan lari. Hei! Kamu masih tahu untuk menelepon aku ya? Rumahku terjadi sesuatu. Aku tinggal di rumah ibuku selama dua hari ini. Aku tidak bawa ponsel. Masih punya alasan. Maaf, maaf, aku salah. Baguslah jika tahu salah. Itu…

Ada lagi yang ingin kamu katakan? Sudahlah jika tidak ada, aku tutup ya. Tunggu sebentar, tunggu sebentar. Bunga kecil yang diletakkan di ambang jendelaku… itu pemberian kamu? Aku yang meletakkannya. Bibi komplek kalian galak sekali. Kejar aku sejauh 2km. Aku hampir ditangkap ke kantor polisi. Orang-orang di komplek kami sangat baik,

Tidak seperti orang tertentu, sampai memanjat jendela. Aku ini demi siapa? Terima kasih. Terima kasih. Ibu Lin Fan, rumah kalian masuk pencuri. Aku melihatnya sendiri. Cepat lihat dulu. Besok aku traktir ke Fangte. Anggap sebagai permintaan maaf dari aku. Kita rayakan kembali ulang tahunnya, kumpulkan semua orang lagi, oke? Baiklah, sepakat seperti itu. Sampai jumpa.

Pelayan, aku mau ini. Fanfan, sudah sadar tadi pagi. Sudah bisa keluar dari rumah sakit nanti sore. Baguslah jika sudah sadar. Dia sudah bilang apa yang terjadi. Gara-gara petasan palsu itu. Saat ayahmu beli petasan, dia tidak… Geng Geng, Bibi minta maaf. Saat itu aku sudah menggila. Bibi mendorongmu bukan karena ingin balas dendam…

Atau menyalahkan kamu, serius bukan. Aku sangat panik saat itu. Tidak bisa memedulikan hal lain. Aku mengerti. Jika itu aku, ibuku juga pasti sangat khawatir… turun ke bawah seperti orang gila, tapi dia tidak akan mendorong orang. Iya. Aku tahu tidak ada gunanya ngomong apa pun sekarang. Tapi waktu itu aku benar-benar… otakku sendiri kosong.

Bagaimanapun itu… semuanya salah bibi. Sudah membuatmu sedih. Aku belum selesai bicara tadi. Aku bilang ibuku tidak akan dorong orang, tapi jika dia tahu… aku terluka karena orang lain, mungkin saja dia langsung bawa pisau dan melukai orang. Itu sangat memungkinkan. Sebagai ibu, aku benar-benar tahu. Geng Geng, pulanglah, oke? Uh.

Oke, kamu istirahat dulu, Bibi… Bibi keluar dulu. Jangan makan lagi. Xu Yanliang, letakkan. Kamu sudah habis makan sebuah biskuit. Yu Huai belum datang. Jangan seperti ini. Semua dia yang makan. Geng Geng. Oh, Yu pincang sudah datang. Siapa yang kamu maksud Yu pincang? Aku bercanda. Pelan-pelan. Geng Geng. Terus teranglah. Maaf.

Hari itu aku benar-benar ada sedikit masalah. Kalian akan memaafkan aku kan? Benar kan? Beginilah, aku bantu Geng Geng ngomong sesuatu. Karena dia sudah undang kita main di Funte, dan dia begitu tulus, kita maafkan dia, oke? Terpaksa. Baiklah. Karena masalah ini sudah berlalu, aku umumkan hal yang gembira. Hasil kompetisi Yu Huai sudah keluar.

Sudah keluar? Bagaimana? Bagaimana? Dia dapat juara 3. Bagus. Apanya yang bagus? Tahukah kamu apa arti dari juara 3? Sudahlah Zhou Mo, jangan ngomong lagi. Artinya, ia punya kualifikasi rekomendasi universitas. Dia akan segera menjadi mahasiswa. Mari, mari, kita angkat minuman kita. Jadikan minuman soda sebagai pengganti arak.

Selamat kepada Yu Huai, sudah keluar dari kesusahan SMA, sudah bisa berpacaran secara terang-terangan. Selamat ya. Selamat. Yu Huai, Yu Huai, selamat! Berpacaran. Berpacaran. Selamat ya. Sangat bagus, sangat bagus. Zhou Mo, jika sudah puas, katakan sejujurnya. Kamu menyelamatkan siapa? Geng Geng, kamu benar-benar percaya? Kami bercanda saja. Zhou Mo, kemari. Kamu akan kubunuh.

Jangan lari. Beta, Jiandan. Jangan pukul lagi. Xu Yanliang, percaya atau tidak…aku akan membunuhmu. Beta benar-benar… Kami kamu kenapa? Terkilir saja, tidak masalah. Kenapa kamu begitu ceroboh? Beraninya bilang aku. Bagaimana dengan kamu? Kemarin kamu kenapa? Adikku terluka. Kamu…kamu punya adik? Anak dari ibu tiriku. Oh. Orang tua aku sudah cerai saat aku masih SMP.

Aku ingat ketika aku masih kecil, ibuku selalu minta cerai. Ayahku tidak terlalu peduli. Mereka begitu baik, kenapa bisa sampai ingin bercerai? Kemudian, ayahku menikahi bibi lain. Kamu pernah melihatnya hari itu di pertemuan wali. Bibi takut aku sedih, jadi bilang dia adalah rekan ayahku. Geng Geng.

Dia adalah bagian lain dari kehidupan ayahku ke depannya. Orang yang akan menemani ayahku selamanya… adalah dia, bukan aku. Aku nonton film-film Amerika, saat menikah, mereka akan bilang… harus bersama selamanya. Tapi tidak ada tua, penyakit dan kematian… tidak ada kemiskinan dan kekayaan, kenapa sudah berpisah? Tidak segampang itu. Ketika aku SMP 2,

Ayahku pergi ke luar negeri untuk bekerja. Kami hanya bertemu setahun sekali Biasanya juga jarang telepon. Sedangkan ibuku, kami juga jarang berbicara. Geng Geng. Uh. Ingatkah aku pernah bilang, aku sangat kagum padamu. Setidaknya kamu bisa sering bertemu dengan ibumu. Setidaknya kamu punya ayah yang paham padamu. Masa remaja.

Terima kasih atas eceng gondok yang kamu berikan. Itu cangkang telur burung unta yang dibawa ayah dari Afrika. Aku yang membuatnya sendiri. Yu Huai. Uh. Kita cari kesempatan untuk tanam pohon bersama ya. Tanam pohon? Sepertinya sebuah pohon lebih kuat… di depan waktu. Baiklah. Geng Geng, kita selalu duduk sebangku ya. Uh. Kenapa?

Sepertinya ada sesuatu yang masuk ke mata. Kemari, aku lihat dulu. Apakah mereka sedang ciuman? Siap. Hari ini sangat hangat. Panas sekali. Aduh, mata ini… Mereka kenapa? Tidak tahu. Geng Geng. Lu Xinghe. Selamat ulang tahun. Bagaimana kamu menghabisi liburanmu? Aku pergi les, New Oriental Education & Technology. Pernahkah kamu mendengarnya? Siap menjadi koki?

Bukan itu. Itu tempat untuk belajar bahasa Inggris. Bagaimana kamu di Beijing? Lumayan lancar. Guru-guru di sana sangat menyukai aku. Jika semuanya berjalan dengan baik, mungkin semester depan tidak balik Zhenhua lagi. Selamat ulang tahun. Ini… ini aku? Iya, aku sengaja melukisnya di atas papan kayu. Aku harap kamu bisa selalu seperti gadis kecil…

Yang bermain drum hari itu, bahagia selamanya. Terima kasih. Ucapkan selamat jalan. Selamat jalan. Semuanya berjalan dengan lancar. Serialnya sudah berakhir. Lu Xinghe, kamu sedang apa? Lu Xinghe. Lu Xinghe suka Geng Geng. Lu Xinghe suka Geng Geng. Lu Xinghe suka Geng Geng. Hai, Geng Geng yang berusia 17 tahun,

Aku adalah Lu Xinghe yang berusia 17 tahun. Semester baru dimulai seperti ini. Usia 17 tahun juga tiba begitu saja. Meskipun tidak ada perubahan di musim dingin. Tetap tidak mengerti saat belajar di kelas. Setelah pulang sekolah, mungkin tetap harus menghadapi… masalah yang tak berujung dan keraguan diri. Sekarang aku sudah berusia 17 tahun.

Sekarang aku membawa rasa terharu disukai orang, dan detak jantung menyukai orang lain… memulai usia 17 aku. SMA 2 akan ada pembagian IPA dan IPS. Siswa yang berencana tinggal di kelas 5 untuk belajar IPA, tidak perlu mengisi formulir ini. Jika aku ada sedikit pun keinginan untuk masuk IPS, namaku bisa ditulis terbalik.

Jika merasa IPA sangat sulit, masuklah ke IPS. Ayah, ibu, keluargaku… harap aku bisa masuk IPS. Jiang Niannian. Pak Zhang. Ayo. Tidak ada yang ingin kamu katakan? Tidak ada.