【FULL】With You EP10【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
Pak Zhang, aku ingin melakukan eksperimen dengan Xu Yanliang. Hebat. Aku sudah mendengarnya. Untung itu Geng Geng. Jika Chen Xuejun… Bisakah aku duduk di sini? Kamu duduk bersamaku, bukankah karena… Karena apa? Yu Huai, aku tidak percaya kamu tidak mengerti. Kamu ajak pacarku keluar… hanya untuk menunjukkan ini padanya? Pernah berkelahi? Sudah puber belum?
Kamu adalah seniman. Aku hanyalah orang biasa. Kamu tidak biasa. Anda… Aku adalah… orang tua Jiang Niannian. Bantu aku sapu kelas. Jika Pak Zhang cari aku, bilang aku sedang infus di ruang UKS. Kamu masih bersembunyi? Tidak bersembunyi darinya, aku harus menghadapi ayahku. Saat itu tidak ada gunanya lagi…
Jika jenguk aku di rumah sakit dengan bawa kerupuk. Kami yang Terbaik Jiandan, ada nampak Jiang Niannian? Tidak melihatnya. Pak Zhang, sampai jumpa. Jiang Niannian! Pak Zhang, Jangan terlalu berat hukumannya. Lama tidak bertemu. Sudah pulang kerja, bapak masih bertugas di sini, sungguh mengagumkan. Tidak ada lagi yang ingin kamu katakan? Tidak ada lagi.
Pak Zhang, aku harus pulang kerja PR. Ada yang ingin kukatakan padamu, ayo. Ikuti aku ke kantor. Aduh, perutku sakit. Sakit perut? Kalau begitu, aku antar kamu pulang. Sekaligus kunjungi orang tuamu. Sudah lebih baik, Pak Zhang. Sudah baikan, sudah baikan. Ayolah. Jangan berpura-pura lagi. Ngaku sendiri dulu. Baiklah, aku yang bilang.
Pertama, curi soal ujian… dan menyebarkannya ke mana-mana. Kedua, tidak hanya tidak memberitahukan orang tua… untuk datang menghadiri pertemuan wali, kamu juga mencari orang tua palsu untuk menggantikannya. Coba kamu hitung sendiri, sudah berapa kali kamu tidak masuk kelas fisika? Tapi aku punya alasan. Orang tuaku terlalu… terlalu kejam, terlalu galak.
Jika mereka tahu aku melakukan hal-hal ini, pasti akan menguliti aku… untuk bungkus sofa. Andaikan jika mereka tidak… tidak tahu soal ini, bukankah semuanya akan lancar, akan… Dari mana kata andaikan! Pak Zhang. Kedua orang tua aku kerja di Beijing. Aku termasuk anak yang ditinggal, kelompok yang lemah. Jadi…
Hanya lapor yang bagus, tidak lapor yang mengkhawatirkan, itu juga sudah menjadi kebiasaanku. Intinya, jika kamu ingin menelepon mereka, beritahu aku terlebih dahulu. Aku akan makan lebih banyak sebelum pulang. Bapak tahu kamu sangat pintar, tapi apa kamu sudah menggunakannya dengan benar? Kamu… suatu hari pasti akan ujian ke Beijing. Iya, kondisi di sana…
Lebih bagus dari tempat ini. Tapi setiap kali ujian bulanan, ujian semester… kamu tetap harus menghadapinya. Mulai hari ini, tidak peduli berapa nilaimu, bagaimana hasilnya, jangan berbohong lagi. Oke? Terus pertemuan wali, biarkan orang tuamu datang. Aku akan ngobrol dengan mereka, tidak akan membiarkanmu dikuliti, oke? Oke? Baiklah, pulang sana. Pak Zhang. Kenapa lagi?
Sudah selesai? Tidak cukup? Bapak masih ingin telepon? Telepon… aku simpan dulu. Pak Zhang, kenapa kamu begitu baik? Kamu adalah guru terbaik yang pernah aku temui. Sangat terima kasih. Kalau begitu, aku pergi dulu. Pulanglah. Jiang Niannian! Ini untukmu. Makan di jalan. Terima kasih, Pak Zhang. Episode 10 Dalam Nasibmu Ada Perkara Asmara! Halo.
Sedang apa kamu? Aku di rumah. Hari ini aku ditangkap oleh Zhang Ping. Serius? Kamu tertawa apa? Kamu kena marah Zhang Ping sampai bodoh ya? Geng Geng, menurutmu… apakah Zhang Ping punya pacar? Aku rasa kondisinya itu… tidak seperti punya pacar. Jadi dia…dia suka gadis seperti apa? Kenapa kamu tiba-tiba begitu peduli Zhang Ping?
Tidak, aku tidak peduli padanya. Aku makan terlalu kenyang, tidak bisa tidur. Aku terlalu bosan. Sekarang aku sangat ingin… Ingin apa? Aku ingin belajar dengan giat. Belajar dengan giat? Aku ingin tampil… dengan sosok Jiang Niannian yang berbeda. Kita berusaha bersama, oke? Beta yang berbeda. Mulai besok, jadi sosok yang baru.
Lau Shaw suka makan pangsit banyak sayur sedikit daging. Itu karena dia yang bungkus sendiri. Geng Geng juga suka minum susu kedelai buatan sendiri. Karena tanpa taruh kacang pun, ada rasa bekerja. Aku hanya ingin buat susu kedelai. Geng Geng. Kamu… Kamu kembali tidur saja. Bibi yang buat sarapan. Tidak!
Ini adalah jalan yang harus kulewati… untuk memulai babak baru dalam hidupku. Mulai hari ini, aku ingin menjadi sosok yang baru. Jawabanmu salah. Yu Huai, pinjamkan jawabanmu dong. Tidak, apa maksudmu? Berikan padaku jika tidak ingin lihat. Tidak, aku ingin lihat. Kamu kenapa hari ini? Datang sepagi ini. Geng Geng, biasakah suaramu diperkecil?
Prinsip Bahasa Inggris Gila Pasal 5… semakin salah, harus diucapkan semakin keras. Zhu Yao, kamu juga katakan dengan keras. Ini, susu kedelai. Terima kasih, aku sudah minum tadi pagi. Sebungkus Mylikes. Aku ingin satu set ini. Buku Pembelajaran Kimia SMA. Untuk apa kamu beli ini? Kenapa? Bukankah kamu yang bilang harus belajar dengan giat,
Memulai hidup baru? Yang aku bilang itu berbeda dengan ini. Apa yang berbeda? Aku serius. Ini kembaliannya. Tidak perlu. Berikan sebuah buku rumus saja. Aku sudah mencelakai kamu ya? Tidak, tidak, tidak. Geng Geng. Sudah hampir satu les, kamu masih belum balik halaman. Sebenarnya soal ini… Jangan tulis, jangan tulis. Aku akan buat sendiri.
Aku sudah punya sedikit inspirasi. PR kamu masih begitu banyak, bisa diselesaikan setelah pulang nanti? Aku mulai kerja jam 7 setiap malam, berakhir jam 12, istirahat 10 menit. Rata-rata setiap pelajaran ada waktu 50 menit. Kira-kira seperti itu. Geng Geng, cepatan! Aku lupa memberitahumu, kamu pulang dulu. Nanti aku pulang sendiri.
Apakah Kamu ingin aku menunggu Kamu? Tidak perlu, tidak perlu. Benaran tidak perlu? Benaran tidak perlu. Aku akan pulang setelah menyelesaikan soal ini. Baiklah, aku pergi dulu. Sudah lama kamu tidak memanjakan aku. Kenapa hari ini teringat padaku? Sudahlah, jangan bercanda. Mana Geng Geng? Dia sudah pulang duluan. Zhou Mo, seseorang tiba-tiba gila…
Dan mulai belajar dengan giat, itu karena apa? Mungkin otaknya rusak. Ada sebuah pepatah, Frustrasi dalam cinta, bersenang dalam ujian. Kamu sudah baca catatan dari Sheng Huainan? Belum sempat baca. Pinjam aku jika sudah siap baca. Baik. Pemain liga kali ini sangat hebat. Sekolah Menengah Afiliasi Beijing… tahap seleksi saja dilakukan beberapa kali.
Bagaimana, sedikit menarik kan? Nanti kita pergi main bola. Tidak, ingin belajar di perpustakaan. Ada apa? Kakak! Ada apa? PR kamu banyak? Apa maksudmu? Guru suruh aku salin catatan 10 kali malam ini, soal matematika juga sangat sulit. Tapi harus diselesaikan malam ini. Kamu juga takut dengan matematika? Sangat sulit.
Kakak, tapi jika kamu yang buat, pasti sangat gampang. Kamu ingin aku membantumu… Kakak, kamu sangat baik. Hei, dasar! Geng Geng, belakangan ini Beta sangat aneh. Dia kenapa? Kami ingin belajar dengan giat, apa sangat aneh? Tidak, bukan itu maksud aku. Hei, ketua kelas. Aku rasa harus memperkecil perbedaan nilai di kelas.
Kalau tidak, ranking kelas kita selalu terbelakang. Meskipun ada sepuluh Yu Huai, juga tidak cukup untuk menangani satu pembawa sial. Zhu Yao, kenapa kamu bicara seperti ini? Siswa yang lemah kenapa? Mereka tidak membawa sial kelas kita. Itu kamu yang bilang ya. Semuanya, tenang dulu. Sebelum mulai belajar, aku akan memberitahukan sesuatu.
Untuk mendorong persatuan dan keharmonisan kelas, juga agar kalian punya waktu untuk istirahat, sekolah memutuskan untuk berlibur pada hari Jumat, akan diadakan tur musim gugur. Pak Zhang, bisakah tidak ikut? Meskipun ini adalah prinsip sukarela, tapi aku tetap berharap semua orang… dapat berpartisipasi secara aktif. Bagaimanapun, ini adalah aktivitas kelompok… pertama kelas 5.
Mana ada orang yang tidak suka main-main. Silakan angkat tangan jika tidak ingin pergi, bisa angkat tangan. Zhu Yao. Ada yang lain? Tidak ada orang lain lagi. Aku ingin ikut kompetisi fisika. Baiklah. Karena semuanya tidak ingin ikut, hari Jumat kita tetap masuk kelas. Pak Zhang, kenapa mengabaikan aku? Aku sudah angkat tangan.
Tapi tidak ada siswa lain yang bersedia ikut. Tidak boleh karena tidak banyak orang yang ingin ikut, jadi membatalkan acara. Pernahkah kamu dengar minoritas mematuhi mayoritas? Tidak. Baik. Aku akan menemanimu. Aku tidak ingin mendaki gunung… juga tidak ingin mengunjungi museum. Taman juga lebih baik jangan. Baik, aku yang tentukan tempatnya. Geng Geng… Sahabatku.
Kamu tidak akan menolak aku kan? Ada apa? Temani aku ke kantor Zhang Ping, tanya soal. Boleh, kebetulan aku juga ada pertanyaan. Tapi temani aku pergi ambil air. Yu Huai, tolong! Nanti setelah tiba di kantor, kamu bilang kamu yang ingin tanya, tapi pertanyaannya jangan terlalu konyol. Bukankah kamu juga punya pertanyaan? Geng Geng. Ayah.
Soal fisika ya? Ini… Garis ini sepertinya salah. Tapi jangan terlalu khawatir. Sebenarnya, aku dan ibumu… sudah melihat nilai ujianmu. Kami sudah berdiskusi. Sekarang kamu harus fokus dengan… matematika, bahasa mandarin, bahasa Inggris. Setelah kamu naik SMA 2, Kamu cukup… fokus ke pelajaran IPS. Baiklah, kamu belajar saja. Ayah tidak ganggu kamu. Sudah lengkap.
Sudah lengkap. Sudah lengkap, Pak. Ayo kita pergi. Pak Zhang, aku dan Zhou Mo ke perpustakaan. Baiklah. Pak, sampai jumpa. Sampai jumpa. Ayo, kita berangkat. Ayo, naik bus. Ayo, naik bus. Pak Zhang, mobil ini? Tidak ingin naik? Pakai punyaku saja. Jika tidak ingin, balik belajar sana. Duduk yang bagus. Jalan!
Apakah Kamu ingin makan bersama? Beta, lihat, semua untuk kamu. Kenapa begitu baik padaku? Persik kuning? Aku paling tidak suka itu. Tidak masalah, ada yang lain. Sanca? Aku tidak suka makan asam. Bar pedas? Kamu tidak tahu ini terbuat dari plastic? Ini sandwich yang aku buat untukmu. Aku tahu kamu tidak suka makan kuning telur,
Jadi aku goring 3 putih telur. Beta, kita teman sekelas, bisakah kamu bersikap baik padaku? Lihat aku begitu baik padamu. Jelaskan soal ini padaku. Soal ini masih perlu dijelaskan? Aku tidak menemani teman sebangku aku yang berdada besar. Aku memilihmu. Memilih untuk sehidup semati denganmu di sini. Sudahlah. Jangan kira aku tidak tahu…
Kelas kalian tidak ada yang ingin ikut tur. Apa? Kelas kalian tidak ada yang ingin ikut tur? Kelas kami bukan hanya kutu buku, tapi ada juga siswa yang ceria dan imut. Besar? Pak Zhang. transportasi kamu ini… lebih baik naik motor punyaku. Aku belum perhitungan denganmu. Kamu tiap hari naik motor ke sekolah.
Sudah sangat bersyukur jika aku bisa datang sekolah. Kamu datang ke sekolah untuk belajar, itu demi kamu sendiri. Mengerti? Aku tidak merasa bisa belajar apa pun di sini. Jadi kenapa kamu suka menggambar? Karena aku suka hal yang indah. Warna, sketsa, semuanya indah. Intinya lebih indah dari matematika, fisika, kimia.
Lebih indah dari matematika, fisika, kimia? Anak kecil, itu hanya bisa menjelaskan bahwa kamu bodoh. Pak Zhang, jangan panjat lagi, kita naik kereta gantung saja. Tidak boleh, naik kereta gantung tidak termasuk mendaki. Pak Zhang, aku dukung kamu. Karena kita datang untuk mendaki gunung, tentu saja harus jalan ke atas, iya kan?
Benar, bagus Jiang Niannian. Aku juga merasa… harus jalan ke atas. Aku ingin naik kereta gantung karena… teman-teman yang tidak sanggup panjat lagi. Aku tidak masalah. Semuanya! Karena semuanya sudah capek, kita duduk dan istirahat dulu. Han Xu! Apa yang ada di dalam tas kamu? Makanan. Jangan-jangan kamu bawa panci dan wajan ya?
Tidak, makanan ringan saja. Keluarkan, keluarkan… bagikan dengan kami. Keluarkan dan bagikan. Keluarkan sedikit makanan. Tidak mau. Semua adalah kesukaan Han Xu. Jika dia tidak bilang lapar, kalian tidak boleh makan. Han Xu, apakah kamu lapar? Oh, dia bilang dia lapar. Sudah kubilang Jiandan lebih mengutamakan cinta. Tetap aku yang lebih baik padamu kan?
Tetap kamu yang lebih setia kawan. Yu Huai tidak datang, apakah karena tidak ingin bermain dengan kita? Bukan. Sebentar lagi dia akan mengikuti kompetisi. Tidak punya waktu untuk bermain. Kamu tahu sangat jelas ya. Mereka semua tahu. Di pegunungan ada pohon, rerumputan… Sudah terfoto? Apa yang kamu lihat? Aku… melihat kejauhan. Pak Zhang,
Biasanya kamu suka mendaki gunung? Suka. Sejak kecil, Aku lari ke mana-mana bersama anak desa. Naik gunung turun kali sepanjang hari, tidak pernah merasa lelah. Aku sama denganmu. Aku juga suka mendaki gunung. Benarkah? Aku juga suka. Jadi ke depannya kita… bisa sering mengadakan aktivitas seperti ini. Benar.
Punya tubuh yang sehat agar dapat belajar dengan baik. Kamu ingin bawa aku ke mana? Kenapa masih belum sampai? Bawa kamu pergi lihat keindahan. Hei, kamu foto aku diam-diam. Aku tidak melihatnya. Geng Geng, kamu… Aku bersumpah… aku tidak akan menyebarkannya keluar. Perutku benar-benar sakit. Itu Beta. Ayo. Ada apa? Ada apa?
Jangan takut, jangan takut. Aku di sana, aku di sini. Jangan takut, jangan takut. Dia masih bergerak. Cepat buang dia. Ada banyak bakteri. Kamu dasar tidak punya hati nurani. Dia sudah sekarat, mana mungkin aku membuangnya? Dia sudah sekarat, tapi kamu masih pegang dia. Dia terluka. Iya. Sungguh, lihat sini. Kamu yang pegang saja.
Bagaimana ini? Hai! Namaku Zhou Mo. Aku SMA1 kelas 2. Aku sudah lama mendengarmu. Akhirnya bisa bertemu kali ini. Terlalu kaku. Nona cantik, aku ingin berteman denganmu. Terlalu sembrono. Eh, apakah sebelumnya kita pernah ketemu? Aku lihat kamu tidak asing. Terlalu kuno. Kamu tidak punya trik lagi. Gaya rambutku oke? Muka tidak oke.
Setidaknya lebih bagus darimu. Kenapa kalian masih di sini? Pak Zhang. Pak Zhang. Beta pungut seekor burung. Pak Zhang, burung kecil ini terluka. Aku ingin membawanya pulang. Kalau begitu, jaga dia baik-baik. Jika bawa pulang, tapi malah mati… bukankah itu mencelakai dia. Aku pasti akan melayaninya dengan baik. Semuanya, ayo cepat jalan.
Kalau tidak, matahari akan segera terbenam. Baik. Itu… Ayo. Tunggu sebentar, tunggu sebentar. Geng Geng, tolong pegang sebentar. Pak Zhang! Beta! Burung kecil, hanya kamu yang menemani aku sekarang. Pak Zhang, suara sebesar itu, kamu tidak mendengarnya? Anak kecil, jangan begitu penakut. Xu Yanliang cantik tidak? Cantik! Makan pisang. Aku bisa sendiri. Di kampung kami…
Ada legenda jika meneriakkan harapan kita… ke kaki gunung, harapan itu akan terwujud. Pak Zhang, kamu datang dari abad mana? Sekarang mana ada orang yang masih percaya ini? Itulah kenapa aku tidak suka berbicara denganmu. Kenapa kamu begitu membosankan? Sebenarnya, aku tidak boleh bilang terlalu percaya mistis. Sebenarnya adalah ungkapan terhadap harapan yang indah.
Aku harap matematika dapat nilai 100. Aku ingin kuliah di Beijing. Aku harus menyatakan perasaanku. Aku ingin jadi kurus. Ada apa ini? Mungkin jam tangannya warna putih. Aku berharap… selalu bisa seperti sekarang ini. Hanya ini saja? Iya. Tidak seru. Coba kamu bilang yang seru. Katakanlah. Aku menyukai… Siapa? Siapa? Siapa? Zhang Ping! Zhang Ping?
Apa? Zhang Ping yang kita kenal? Pantas belakangan ini kamu sangat aneh. Cukup seru. Tapi kenapa? Kamu tidak merasa… Zhang Ping sangat ganteng saat memakai kemeja putih? Ini adalah lab CIA kan? Anak kecil, ini hanyalah laboratorium kimia. Sini ada orang? Tidak ada. Kamu sering berbicara sembarangan dengan gadis? Tidak sering. Tuan, tunggu sebentar.
Hari ini kita ada takdir ketemu. Ada yang ingin kuberitahukan padamu. Apakah Tuan ingin mendengarkannya? Pak Zhang, sedang apa? Tidak apa-apa. Aku tidak percaya ini. Ayo semuanya, cepat turun gunung. Kalian jalan dulu. Guru, apa yang dikatakan guru kami padamu? Dalam nasibnya ada perkara asmara. Oh ya? Jadi bagaimana dengan aku? Tidak meramal anak-anak.
Aku punya uang, ini! Uang. Kami bertiga. Dua puluh lima. 20 saja. Cepatan. Dua puluh lima, dua puluh lima. Seberapa inginnya kamu diramal? Siapa duluan? Kamu saja. Dalam perjalanan sampai berusia 26 tahun, kamu akan bertemu banyak masalah. Kamu dibesarkan oleh ayahmu kan? Tapi kamu termasuk beruntung. Selalu bisa bertemu kebaikan. Benar.
Dalam nasibmu ada perkara asmara! Perkara asmara? Cinta dan benci tidak jelas. Tidak ada arah ke depan jalan yang aneh. Nona, lebih baik segera diputuskan. Dapat adalah hilang, hilang adalah dapat. Keuntungan dan kerugian di antaranya, hanya dapat dilihat jika sampai saat itu. Sudahlah, sudahlah, cukup begitu saja. Guru, ramal aku juga. Ramal aku.
Aku dulu. Aku ingin ramal asmara. Aku ada telepon. Pacar dia menelepon dia. Kenapa tertawa! Aku sedang putus cinta. Baru berapa menit kamu mencintai, sudah memberikan cinta sejatimu? Tidak, tidak boleh diungkit. Begitu diungkit akan terasa sakit. Lebih baik sakit sampai mati. Siapa yang mati! Ayo pergi main basket. Kamu tenangkan otak, aku tenangkan hati.
Sudahlah, belum selesai kerja soal. Apa maksudnya belum selesai? Lihat dulu bagaimana kamu kerja Sudoku tadi. Kamu bereskan dulu, aku tunggu kamu. Bagaimana? Lumayan. Kamu suka Jepang? Jepang, Jepang sangat bagus. Lihatlah, banyak orang yang sangat benci Jepang. Tapi ada banyak orang yang sangat suka Jepang. Intinya, selalu merasa negara lain yang terbaik.
Jadi, kamu kelompok mana? Aku tidak termasuk kelompok mana pun. Karena aku tidak mengerti. Jadi, aku ingin pergi ke Jepang… lihat seperti apa negara ajaib itu. Hal yang sama berlaku untuk banyak hal. Jika tidak tahu, kita tidak punya hak untuk bersuara. Sama seperti kamu. Kamu bilang tidak suka matematika, fisika, kimia… itu karena…
Aku sudah kenyang. Ayo kita pergi. Aku belum selesai ngomong. Aku sangat capek hari ini. Jika bukan karena Zhang Ping, aku sudah naik kereta gantung. Aku juga. Han Xu jalan sangat cepat. Aku tidak bisa mengikutinya. Lebih bagus aku sendirian. Lari dan jalan sesuka hati. Jika kamu tidak suka teman sebangkumu, kita bisa tukaran.
Tidak mua. Iya. Jika kamu peduli, kenapa harus marah padanya? Aku tidak marah. Jadi karena kamu merasa dia tidak peduli padamu, merasa sedih? Aku juga tidak tahu. Seperti inilah jika menyukai seseorang. Tidak tahu apa yang dia lakukan, pokoknya akan merasa sedih tanpa alasan. Sebagai contohnya, kenapa dia memperlakukan aku seperti ini? Sudahkah mempertimbangkan perasaanku?
Aku serius. Hanya karena suka, jadi merasa mendapat tidak bermasalah… meskipun mendapatkan banyak perlakuan yang tidak adil. Persis seperti jika sekarang… Zhang Ping suruh kamu kerjakan 10 set soal, kamu kerja atau tidak? Kerja. Jika tidak mengerti, aku bisa tanya dia, benar kan? Aku juga tidak mengerti. Kenapa kamu menyukai Zhang Ping? Takdir.
Aku merasa jika suka seseorang, harus ada pengorbanan. Tidak peduli apa yang dia lakukan, jika kamu berkorban demi dia, kamu akan merasa sangat bahagia. Apa ini? Meskipun kamu tidak ikut tur, tapi kamu selalu hidup dalam hati kami. Jadi kamu di mana? Aku di sini. Kenapa kalian bawa burung pulang? Sangat sangat kasihan.
Ada sendirian di dalam hutan, tidak ada yang peduli padanya. Bukankah kalian sudah menyelamatkan dia? Tapi setelah kami selamatkan, tetap memasukkannya ke dalam kandang. Mungkin saja lebih baik kehidupannya dulu. Baik di langit atau di dalam sangkar, dia masih hidup. Hanya saja, di langit, dia lebih bebas. Di kandang, lebih nyaman.
Karena aku sudah memberikan pengarahan padamu, hari ini bantu aku kerjakan piket ya. Apa tidak salah? Burung kecil, aku suapi kamu. Apakah kamu burung walet? Geng Geng. Serius ya. Kamu benar-benar adalah malaikat yang baik hati. Aku memang adalah malaikat. Jika kebaikan hati bisa digunakan sebagai kepintaran, kamu sudah dapat Nobel sejak dulu.
Ingat bantu aku kerjakan piket. Kenapa catatan Sheng Huainan ada di sini? Siapa itu Sheng Huainan? Kamu tidak tahu? Jenius SMA 2, ranking 1 dari satu tingkatan. Saat lomba juga sangat hebat. Mungkin dipinjamkan untuk Yu Huai. Jangan sembarangan buka. Sudahlah kamu. Bukankah kamu juga buka tadi? Karena aku akrab dengannya. Geng Geng, teliti sekali.
Sudah seharusnya, aku tidak terlalu mengenal matematika. Harus lebih sopan. Kalian ngobrol saja ya. Serius, Geng Geng. Kamu ada kemajuan. Apa ada orang yang memuji dengan ekspresi seperti itu? Geng Geng, kamu mengerjakannya dengan sangat baik. Serius? Serius. Ini hadiah dari kaisar. Geng Geng, berlututlah untuk menerimanya. Apa ini? Kasim Yu? Ambillah. Iya.
Tiba-tiba aku ingat hari itu. Kebetulan ada buku kosong, jadi sekalian aku tulis. Bukankah belakangan ini kamu sibuk… Hanya tukaran otak saja, tidak butuh banyak energi. Rumus matematika SMA 1 kira-kira sebanyak itu. Banyak yang tidak ada di dalam buku. Kamu gunakan itu untuk buat soal saja. Yang terpenting, dengan IQ kamu ini…
Pastinya tidak bisa… langsung mengerti. Jadi tetap lebih cocok… jenis pelatihan untuk hewan. Terima kasih. Geng Geng kamu gila ya! Puisi itu indah, tapi apakah kamu menyadari rumis kimia… juga sangat indah? Mungkin kamu merasa ujian… tidak berarti bagimu. Itu karena kita sama sekali bukan orang di dunia yang sama.
Siapa bilang kita bukan orang dunia Pak Pan! Ada satu soal kimia yang ingin kutanyakan. Berikan padaku. Kenapa kamu pegang ponselku? Apa hak kamu melanggar privasi aku? Bukankah itu hanya sebuah pesan teks? Apa hak kamu? Wow Pak, begitu kamu jelaskan… aku merasa sangat gampang. Geng Geng! Apakah kamu tahu…
Aku bersedia mengorbankan apa pun jika itu demi kamu. Ada kata-kata yang sudah lama kupendam, aku tidak tahan lagi. Aku tidak terlalu mengenalnya. Jadi, kenapa dia menyatakan perasaannya padamu? Bagaimana respon Yu Huai? Lu Xinghe menekan Yu Huai, tidak perlu diragukan. Sudah siap kerja PR? Tapi tindakannya kemarin… lebih gentle dari kamu.
Yu Huai, sedang apa?