【FULL】With You EP9【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
Sebenarnya kamu tahu tidak? Bagaimana kondisi Geng Geng? Intinya, dia pasti kena skors. Ujian fisika soal terakhir kelas 5, jika bukan Pak Zhang, berarti Geng Geng curi soal dan kasih kepada kalian. Tidak mungkin. Mulai hari ini… kamu tidak perlu menjadi wali kelas lagi. Siapa yang melakukannya, dia harus bertanggung jawab.
Kami semua sangat menyukai Zhang Ping. Aku yang mencuri soalnya. Ini ayahku. Baik Paman. Geng Geng. Kami selalu duduk sebangku ya. Apakah kamu bisa tukar tempat duduknya? Dia berbohong padaku. Dia bilang teman sebangkunya cowok. jika aku pergi, apakah kamu akan merindukan aku? Bisakah jangan begitu menyebalkan? Apa yang kamu katakan? Aku bilang kamu menyebalkan.
Anak kecil… punya kesulitannya sendiri. Kami yang Terbaik Yiping, dengar penjelasan aku. Tidak, aku tidak ingin dengar. Kamu tidak setia, kejam, emosi tidak jelas. Apakah kamu setia, tidak kejam, tidak beremosi tidak jelas? Meskipun aku tidak setia, kejam, beremosi tidak jelas, juga tidak begitu tidak setia, kejam, dan beremosi tidak jelas seperti kamu. Baiklah.
Jika kamu bilang aku, tidak setia, kejam, emosi tak jelas, aku akan tunjukkan tidak setia, kejam, dan emosi tak jelas… pada kamu. Jangan. Lompatlah, lompatlah, lompatlah. Jangan buang-buang waktu, cepat lompat. Siapa mereka? Mereka… adalah mantan teman sebangkuku yang melompat dari sini. Episode 09 Hotpot Otak, Otak Hotpot! Geng Geng. Kemarin sangat seru ya.
Sudah tersebar ke seluruh kelas. Sudah kelihatan? Siapa yang menyebarkannya? Ini… Sudah kuduga. Benar-benar tidak peduli dengan masalah orang lain. Ayah sendiri saja tidak bisa ditemukan, masih bisa gosipin orang. Hal yang baik harus disebarkan, benar tidak? Kemarin, Yu Huai sangat hebat. Sekali bentak, ibunya langsung keluar. Benar kan? Waktu itu, kamu sangat terharu kan?
Geng Yiping. Geng Yiping? Benar. Yu Shuzhen dan Geng Yiping yang berani menentang politik. Aku sangat semangat tadi malam. Sudah memikirkan bagian ini satu malam. Jika kamu merasa bagus, aku akan segera menyebarkannya keluar. Ngapain? Kemarin kamu sewa ayah palsu kan? Apa kamu kira Zhang Ping tidak bisa melihatnya? Aktingnya terlalu berlebihan.
Pak Zhang Ping sudah tahu? Aku sudah tahu. 10 yuan, tidak akan lebih. Aku kasih 50. Rugi. Aduh, Tuhan itu adil. Pak Zhang Ping datang. Botolku. Geng Geng. Pagi-pagi sudah beri penghormatan besar seperti ini ya. Bangunlah. Tanganmu kenapa? Tergores. Tidak apa-apa. Ibu paksa aku bungkus ini. Yu Huai, berhenti! Kamu mau ke mana?
Zhang Ping tidak akan berada di sini kan? Sudah kubilang berapa kali, dia ada di kantin karyawan. Tenang saja. “Menjelajah dunia selama 20 tahun” “Berbagai kisah di Istana yang misterius” “Berbagai komentar dari masyarakat” “Kaisar wanita pertama” “Jiang Niannian” Yu Shuhuan, sini! Ada apa dengan Yu Shuhuan? Kelas kalian main drama ya? Rahasia.
Kalian sedang perang dingin? Perang dingin apa? Bukan menikah 7 tahun. Lihat tangannya. Jangan-jangan melukai diri sendiri. Kamu kira dia itu gadis berusia 14 tahun yang putus cinta? Melukai diri sendiri… kenapa tidak pergi aborsi? Yu Huai, kamu baik-baik saja? Kelas berikutnya pergi ke lab fisika. Semuanya cepatan. Pak Zhang suruh pergi agak cepat.
Tolong minggir. Geng Geng. Kamu kenapa? Perutku tiba-tiba sangat sakit. Temani aku ke ruang UKS ya. Ayo, ayo, ayo. Kenapa? Salah makan? Aku tidak tahu, sakit sekali. Mana Jiang Niannian? Dia sakit perut, pergi ke ruang UKS. Dia baik-baik saja kan? Tidak masalah. Hanya terlalu banyak makan yang dingin. Pak Zhang,
Aku tidak dapat melakukan eksperimen ini sendiri, atau kamu lakukan dengan aku? Pak Zhang, aku ingin melakukan eksperimen dengan Xu Yanliang. Jadi bagaimana dengan Yu Huai? Dia pintar fisika, bisa melakukannya sendiri. Yu Huai! Bagaimana menurutmu? Terserah. Geng Geng! Kemari! Ada apa? Bantu aku sapu kelas. Jika Pak Zhang cari aku,
Bilang aku sedang infus di ruang UKS. Kamu masih bersembunyi? Tidak bersembunyi darinya, aku harus menghadapi ayahku. Saat itu tidak ada gunanya lagi… jika jenguk aku di rumah sakit dengan bawa kerupuk. Baiklah, baiklah, pergi sana. Nanti aku bawa kerupuk pergi jenguk kamu. Ingat dibayar. Maniak uang. Pergi sana. Sudahlah, aku bantu kamu. Tidak perlu.
Tidak apa-apa kan? Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. Jangan bergerak. Kamu bawa perban ke sekolah? Aku minta saat temani Beta ke ruang UKS… tadi sore. Geng Geng, sebenarnya kemarin… Yu Huai! Aku sudah mendengarnya. Ibumu sangat hebat. Untung itu Geng Geng. Jika Chen Xuejun, pasti sudah berkelahi dengan ibumu. Ah, sakit, sakit, sakit.
Apa yang kamu lakukan, Geng Geng. Siap, pergi sana. Apa salahku? Aku masih harus bantu kamu sapu lantai. Sapu apa, aku tidak perlu dibantu. Untuk apa kamu datang ke kelasku? Pergi sana! Orang di kelasmu semuanya seperti ini? Ayo pergi, ayo cepatan. Astaga! Kenapa kamu begitu cerewet… Tidak, Zhou Mo… Kenapa kamu begitu cerewet?
Bukankah sudah sepakat pergi ke CS? Tanganku cacat, tidak bisa pergi. Bukan itu yang kalian pertengkarkan dengan aku. Ruping ini asik adu domba. Shuhuan dan Yiping… pasti putus hubungan. Kenapa kamu tahu? Dia pernah nonton. Waktu itu tidak nonton sampai habis. Kali ini diputar ulang. Bola lampu di toilet belum diganti ya? Aku lupa.
Bisakah lebih perhatian masalah rumah? Salah aku, salah aku, besok bibi pergi beli. Makan dulu. Makan lauknya. Jangan berikan padaku, aku tidak ingin makan. Aku sudah kenyang, kalian makan saja. Kamu, kamu belum… Untuk apa beremosi dengan anak? Kakak! Ada apa? Paman Geng main game 2 jam, tidak berbicara.
Kamu bantu ayahku untuk lihat kondisi musuh? Aku datang untuk melaporkan kondisi. Terima kasih. Ada masalah? Belakangan ini, Hua tidak peduli lagi padaku. Siapa Hua? Dia…dia teman sebangku aku. Dia tidak suka aku main dengan gadis lain. Aku tahu dia sangat baik padaku. Memberikanku susu tiap hari, kasih aku salin PR. Tapi aku sangat capek.
Jika diteruskan seperti ini, kami berdua akan terluka. Itu artinya, dia menyukai kamu. Tapi juga harus memberiku ruang. Dia selalu ingin tahu segalanya. Dia terus bertanya padaku setiap hari. Sangat capek, sangat capek. Tapi dia tidak mengenalmu, bagaimana dia memberimu ruang? Dalam film katanya seperti ini… pria harus punya rahasia sendiri. Aku mohon padamu.
Jangan nonton drama dengan ayahku. Kamu masih kecil, kenapa belajar yang tidak-tidak? Sekecil apa pun, aku adalah pria. Kakak, lihat dirimu sudah sebesar ini… tapi tidak lebih paham dari aku. Maju, maju, maju! Siapa ini? Dong Jingre? Ayah! Sudah malam, cepat tidur. Masih perang dingin? Tidak ngomong. Bertengkar harus ada waktunya baikan.
Sejak kapan kamu melihat kami bertengkar? Aku hanya buat perumpamaan. Iya. Maksudku, kalian berdua… tidak perlu perang dingin. Benar kan? Atau bujuk dia pakai ini. Cowok paling tidak tahan bujukan. Kemarin aku menemani Han Xu main game. Ada satu boss tidak bisa dikalahkan. Kebetulan kamu bisa tanya Yu Huai soal ini. Ini juga termasuk peluang.
Kamu benar-benar teman yang baik. Aku merasa anak gadis, tetap harus… kontrol diri, misterius Mengawasi diam-diam, memahami musuh, dan menyerang. Mengenali diri sendiri dan orang lain, pasti akan menang. Ada apa? Astaga! Kenapa mukamu pucat sekali? Main game semalaman ya? Siapa bilang. Aku ini karena belajar. Ada apa? Aku ingin bertanya sesuatu… Yu Huai? Bukan.
Apa yang ingin kamu lakukan? Maaf ya. Aku hanya ingin tanya… tentang teman sebangku Yu Huai saat SMP. Kembali! Aku tidak boleh bilang. Serius tidak boleh. Kenapa? Jika aku bilang, Yu Huai akan membunuhku. Jika tidak bilang, aku akan memukulmu sekarang. Jangan, jangan, tenang, tenang dulu. Jangan pikirkan yang tidak-tidak.
Kembalilah, tidak ada masalah apa pun. Tidak, kamu tidak memberi tahu aku… aku akan semakin berpikiran negatif. Tidak, aku… aku harus ketemu orang siang ini, ada urusan. Atau begini saja… kamu ikut denganku. Kita sambil jalan sambil ngomong. Geng Geng, kamu bertengkar dengan Yu Huai karena hal ini? Aku tidak begitu pelit. Aku hanya penasaran.
Tapi aku juga memberitahumu. Aku benar-benar tidak boleh menceritakan… masalah Yu Huai padamu. Kamu sudah lama berbicara, untuk apa bertele-tele. Kamu tahu bagaimana ibunya kemarin. Ibunya memang kasar. Jadi maksudnya dulu juga sangat berlebihan? Aku tidak bisa memberitahumu. Teman sebangkunya bernama Chen Xuejun. Yang paling ujung. Kalian foto bersama ya?
Dia murid pindahan saat SMP 2. Kabarnya, dia sudah pernah pacaran beberapa kali. Hai semuanya, namaku Chen Xuejun. Mohon bantuannya. Bisakah aku duduk di sini? Chen Xuejun! Duduk di sebelah Li Xiaona. Pacarku bilang… siswa di sekolah kalian sangat pintar. Kalian harus bantu aku ya. Tapi dia tidak bisa bergaul baik dengan cewek.
Setiap murid yang duduk dengan Chen Xuejun, tidak lama akan pergi cari guru… untuk pindah tempat. Jangan pakai ini di dalam kelas. Bau sekali. Ini ayahku beli dari Amerika. Pasti tidak ada baunya, coba kamu cium. Tidak mau, tidak mau. Pak! Aku ingin pindah tempat duduk. Pak, aku ingin pindah tempat duduk. Lapor!
Pak, aku ingin pindah tempat duduk. Pak, aku ingin pindah tempat duduk. Kenapa? Aku tidak tahu. Itu adalah masalah cewek. Mungkin gadis-gadis itu terlalu pelit. Siapa yang pelit? Chen Xuejun atau gadis-gadis itu? Siapa lagi yang bersedia duduk dengan Chen Xuejun? Cepat, kita masih harus belajar. Tapi Yu Huai… merasa Chen Xuejun tidak bersalah.
Duduklah denganku. Wali kelas kami… umurnya lebih tua 20-an tahun dari gadis-gadis itu. Pemikiran mereka… apa mungkin dia tidak tahu. Lebih baik cari cowok yang pintar… untuk memengaruhi Chen Xuejun. Ini adalah permainan untuk dua orang. Tolong kerja sama. Satu-satunya alasan mereka bisa akrab, karena mereka suka main game yang sama. Tunggu sebentar.
Jalan ke depan 500m, belok kiri, depan ramen… Ketemu di depan restoran ramen? Saat itu, banyak gadis di kelas kami bilang… Chen Xuejun menyukai Yu Huai. Apakah itu benar? Aku tidak tahu benar atau tidak. Saat itu, kami sedang mempersiapkan lomba sains. Dan Yu Huai, dia keluar di tengah jalan. Kamu juga tahu…
Mempersiapkan perlombaan itu sangat peras energi. Beberapa kali ujian bulanan, nilainya tidak bagus. Belok kanan dari restoran ramen dan jalan 200m. Yu Huai suka dia? Kamu sudah nonton Meteor Garden kemarin? Episode tentang Shancai dipukul demi Dao Mingsi. Sangat seru. Tidak nonton. Saat itu, nilai Yu Huai menurun… bahkan wali kelas kami juga memperhatikannya.
Kamu semakin mendekati aku. Sedikit ceroboh saja. Lain kali pasti akan lebih bagus. Siapa yang namanya Long Hubao? Aku! Aku adalah Dong Jingre. Kenapa kamu bawa seorang gadis? Tidak bisa berbicara di sini, ayo! Jangan bergerak. Karena demi bocah ini, kamu ingin putus denganku, dan bersembunyi dariku? Benar. Bukan urusanmu. Ciuman pertamaku
Dia sudah punya pacar… kamu masih begini, tidak tahu malu. Tidak, tidak, tidak, aku bukan… Salah paham. Aku ingin mengikutinya, aku senang. Kamu… Aku ngomong sesuatu ya. Kami berdua pertama kali bertemu. Kami sudah menikah dalam game. Iya kan? Suamiku. Kemari! Tunggu di sini! Apa yang terjadi? Hanya sebulan tidak isi ulang QQ kamu.
Aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi. Apa ini? Jangan, jangan, jangan begini. Aku salah, oke? Nanti aku belikan dua bungkus camilan untukmu. Lima, lima bungkus. Oke? Tolong, jangan marah. Apa yang terjadi? Dia yang ingin ajak ketemuan, tidak ada hubungannya denganku. Ayo pergi! Kamu ajak pacarku keluar… hanya untuk menunjukkan ini padanya?
Tahukah dia sangat polos, sangat polot? Jaga cowokmu! Dan kamu…kita belum selesai. Lihatlah… Masyarakat di luar sangat… Berhenti! Bangun! Kembali! Hei, pelan-pelan. Mana dua orang itu? Kak, lari ke arah sana. Kenapa hanya dilihat, cepat kejar. Kamu datang ke sini hanya demi ini? Kenapa dirobek seperti ini? Cepat kejar dia! Cepat! Sudah kejar kemari.
Dasar preman! Kembali panggil Yu Huai… suruh dia bawa orang kemari. Jangan buat masalah. Ikut denganku, mereka tidak berani masuk. Aduh, kamu tidak perlu urus. Kamu tidak mengerti, cepat pergi. Ini adalah puncak dalam hidupku. Larilah! Tidak lari lagi? Sudah capek? -Ayolah! -Pukul kamu seorang… …sangat tidak puas. Jika ditambah dengan kami? Oh, Zhenhua.
Pernah berkelahi? Apa yang terjadi? Memusnahkan kekerasan. Sudah puber belum? Siapa yang takut? Kak Huai, pakai tangan kiri lagi? Tidak baik jika sampai membunuh orang kali ini. Sedang apa? Pak Pan, kita lapor polisi saja. Kalian ini, sudah belajar berkelahi? Kamu siapa… Oh, main tangan? Pakaian berantakan, masih berani berkelahi? Berapa nilai ujianmu bulan lalu?
Aku bukan siswa Zhenhua. Zhenhua saja tidak bisa masuk, masih ingin berkelahi? Sekolah mana? Siapa namamu? Siapa wali kelasnya? Aku, aku… Dia, dia yang rebut pacarku. Dengarkan baik-baik! Siswa Zhenhua tidak ada yang berpacaran dini. Hari ini kamu memukul murid Zhenhua, sama dengan menampar muka Zhenhua… menampar mukaku. Coba dipukul! Coba sentuh mereka! Aku…
Gunung tidak berpindah, air tetap… Air tetap mengalir. Benar, air tetap mengalir. Soal berkelahi, kami akan melayanimu. Sangat familiar dengan percakapan preman. Tunggu balasannya! Sering datang main ya! Tulis 10.000 kata pernyataan introspeksi diri. Pak, sejak masuk sekolah sampai sekarang… aku belum pernah menulis 10.000 kata. Diam! 20.000!
Hari ini kamu pergi berkelahi dengan Zhou Mo? Tidak. Katakan dengan jujur. Aku tidak akan memukulmu. Aku hanya tanya tentang Chen Xuejun. Ada masalah tidak tanya aku, malah pergi tanya Zhou Mo. Jika aku tanya padamu, kamu juga tidak akan memberitahuku. Iya. Kamu pergi sambil berlutut saja. Aku juga sudah merasakan auranya. Maaf!
Otakmu berisi hotpot ya? Jangan salahkan Zhou Mo. Apa yang dia katakan padamu? Pada dasarnya sudah dikatakan semuanya. Aku juga berhak tahu. Tidak boleh hanya aku sendiri yang tidak tahu. Aku memang sedang minta maaf, tapi kamu sudah membohongi aku. Apa yang telah aku bohongi? Kamu duduk bersamaku, bukankah karena… Karena apa?
Yu Huai, aku tidak percaya kamu tidak mengerti. Kamu kira aku melakukan semua ini… demi Chen Xuejun? Cukup mengerti saja, tidak perlu dikatakan. Otakmu kemasukan air. Cepat goyangkan otakmu. Sadarkan otak hotpotmu. Aku berhutang apa padanya? Lagi pula, untuk apa aku menebusnya ke kamu? Kamu kira kamu itu mesin ATM?
Siapa yang berutang, akan bayar ke kamu? Jadi sebenarnya kenapa? Luka tanganmu hari itu, tidak ada hubungannya dengan peristiwa sebelumnya? Aku hanya merasa malu, dan merasa bersalah. Yu Huai! Umm. Lihat, tato baru aku dengan pacarku. Bagus kan? Kamu ingin tato semua marga ya? Nanti aku tato namamu, lihat bagaimana responmu. Boleh tato namaku,
Tapi jangan pakai tulisan Simsun. Sangat jelek. Mana yang jelek? Aku gambarkan satu. Harus digambar. Soal kemesraan kalian, tidak perlu dijelaskan. Kenapa kamu menangis? Kenapa bersembunyi? Bukankah hanya putus cinta? Yu Huai, apa salahku? Kenapa mereka begitu membenciku? Aku rasa kamu tidak salah. Aku memang tidak salah. Tapi aku tidak ingin seperti anjing yang ditelantarkan,
Asik pindah tempat duduk. Sangat memalukan. Kalau begitu, kita terus duduk sebangku saja. Apa yang terjadi? Biasanya kamu urutan 3 terdepan. Kenapa kali ini menurun sebanyak ini? Kali ini memang ceroboh. Jangan khawatir, lain kali pasti bagus nilainya. Seberapa capeknya ayahmu di Afrika. Aku harus menjaga kakek dan nenekmu, juga harus masak untukmu.
Kami begitu susah, semuanya demi apa? Bukankah agar kamu bisa… masuk ke universitas yang bagus? Seperti inilah kamu membalas budi kami? Bisakah jangan mengungkit ayahku terus? Kamu… Pulang nanti, kita pergi main CS ya? Aku tidak mau main denganmu. Kenapa? Kamu terlalu lemah. Aku lemah? Kamu tidak tergolong lemah? Waktu itu, pencuri di belakang kamu,
Jika bukan aku yang membunuhnya, kamu sudah dipukul olehnya. Dibunuh dengan sekali tebasan. Aku tidak mau main denganmu lagi. Main saja sendiri. Ayo pergi, pergi, pergilah. Bu! Pak Wang, nilai ujian anakku… selalu berada di posisi tiga teratas di kelas. Sekarang karena pengaruh teman sebangkunya, nilainya terus menurun. Kamu harus pindahkan tempat duduknya.
Begini saja, Chen Xuejun pindah duduk di sana. Selain tidak mengganggu orang lain, juga tidak akan memengaruhi Yu Huai. Boleh. Yu Huai, duduk! Lalu? Lalu… lalu dia tidak pernah ngomong lagi denganku, juga jarang datang ke sekolah. Aku tidak pernah melihatnya lagi setelah ujian. Jadi kamu merasa ibumu…
Pasti akan menyuruh Zhang Ping untuk pindahkan kita? Aku hanya tidak suka diomelin dia. Jadi aku selalu bilang… teman sebangku aku cowok. Pokoknya namamu juga tidak jelas cowok atau cewek. Kamu bertengkar dengan ibumu malam itu? Tidak. Jadi kenapa kemarin kamu sangat aneh? Aku aneh? Yang aneh itu kamu, oke? Bernapas saja aneh.
Jadi karena aku… menanyakan Zhou Mo tentang kamu, kamu merasa malu? Itu adalah dendam antara aku dan Zhou Mo. Bukan urusanmu. Untuk apa kamu khawatir yang tidak berguna. Aku khawatir tidak berguna. Kamu mau ke mana? Aku mau ke toilet, buang air besar. Aku bertanya lebih banyak, tahu banyak masa lalu yang tidak seharusnya diketahui.
Sebenarnya hanya ingin mengetahui… satu fakta yang sangat sederhana. Aku tahu mengapa aku ingin duduk di sebelahmu, tapi, apakah kamu tahu? Geng Geng! Aku akan memberimu… loyalitas yang belum pernah ada kepercayaan. Aku memberimu hatiku yang kusimpan. Hati yang tidak tersentuh… oleh batas waktu, sukacita dan kesulitan. Aku memberimu interpretasi tentang hidupmu. Mengenai teorimu sendiri.
Kamu benar-benar ada dan mengagumkan. Aku tidak mau minum. Ini minuman biasa, tidak ada alkohol. Minuman mereka dituang dalam botol bir ya. Unik juga. Aku mencoba menggunakan mengesankan kamu… dengan kebingungan, bahaya, dan kegagalan. Tempat apa ini? Acara pembacaan puisi. Aku tidak mengerti satu kalimat pun. Tidak perlu mengerti, cukup terdengar nyaman saja. Lu!
Begitu tampan, aku kira dia gay. Tak kusangka, bawa pacar hari ini. Araknya aku traktir hari ini. Terima kasih. Jangan banyak bicara. Seperti ikan mas. Ah, tunggu ya. Jangan melongo ya. Aku akan memberimu hadiah. Hadiah apa? Selanjutnya, puisi ini kuberikan untuk seorang teman. Semoga kehidupannya bisa lancar. Sudah waktunya. Musim panas berlalu sesaat.
Meletakkan bayanganmu di bawah matahari. Biarkan angin bertiup melewati padang rumput. Biarkan buah terakhir dari cabang penuh berisi. Berikan dua hari cuaca yang baik. Dorong mereka untuk matang. Ubah rasa manis terakhir ke dalam anggur. Siapa yang tidak punya rumah, tidak perlu membangun? Siapa yang kesepian, akan selamanya kesepian? Bangun untuk membaca.
Menulis surat yang panjang. Terus berjalan di bawah pohon rindang. Daun berjatuhan. Istri Lu ya? Hai, istri Lu. Kenapa mereka panggil aku istri Lu? Mungkin merasa kita mirip suami istri. Mirip kepalamu! Bos adalah temanmu? Sudah kenal sejak lama. Kakak yang sangat baik. Terus merasa kamu adalah gay. Menurutmu aku mirip? Mungkin saja.
Oh ya, bagaimana puisi tadi? Khusus disiapkan untuk kamu. Lumayan ada perasaannya. Tapi aku tidak terlalu mengerti puisi. Tidak ada yang harus dipahami, termasuk seni itu sendiri. Seni mengungkapkan pemahaman terhadap orang dan dunia… itulah yang abadi. Sejak kapan kamu begitu berbudaya? Van Gogh yang bilang. Nilai seni tidak bersifat instrumental, tapi bersifat vitalitas.
Kamu bisa merasa ada perasaan, itu karena dia telah menyentuhmu. Ini tidak seperti belajar. Harus mendapatkan nilai tertentu, agar dapat menunjukkan kemampuan diri. Selalu menantikan nilai itu, peduli dengan nilai itu. Ini adalah kendala terbesar. Tidak ada halangan di kepala, itulah kebebasan. Benar kata-katamu. Tapi, ini mungkin bukan satu-satunya jawabannya. Ilmuwan, ahli teknik…
Yang mendorong kemajuan sejarah manusia. Hal yang dikejar mereka, apakah kamu tidak merasa itu juga sangat berarti? Puisi itu indah, tapi apakah kamu menyadari… rumus kimia juga sangat indah. Kamu mempunyai bakat seni. Tapi jika kamu mengesampingkan hal lainnya karena itu, aku merasa tindakanmu sangat naif. Kamu merasa ujian tidak berarti bagimu. Itu karena…
Kita sama sekali bukan orang di dunia yang sama. Kamu adalah seniman. Aku hanyalah orang biasa. Kamu tidak biasa. Itu…sudah malam. Aku pulang dulu. Untuk apa buru-buru pulang? Aku adalah orang biasa. Aku masih harus kerja PR. Oh ya! Terima kasih malam ini, sampai jumpa. Kamu sangat menyukai gadis kecil itu kan? Memang suka.
Aku rasa kondisinya itu… tidak seperti punya pacar. Jadi dia…dia suka gadis seperti apa? Curi soal ujian. Tidak hanya tidak memberitahukan orang tua… untuk datang menghadiri pertemuan wali, kamu juga mencari orang tua palsu untuk menggantikannya. Sudah berapa kali kamu tidak masuk kelas fisika? Hari Jumat libur. Akan diadakan tur musim gugur.
Silakan angkat tangan jika tidak ingin pergi. Yu Huai tidak datang, apakah karena tidak ingin bermain dengan kita? Aku berharap… selalu bisa seperti sekarang ini. Aku menyukai… Siapa? Siapa?