【FULL】With You EP7【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Jumat ini, ada Peringatan ke-88 Sekolah Zhenhua. Aku pernah menulis ulang naskah. Kamu tidak mendengar ada rumor di mana-mana? Bilang…bilang aku kejar kamu kan? Kamu adalah orang pertama… yang suka lagu yang sama denganku. Kita persilakan sutradara untuk menjelaskannya. Kamu sama sekali tidak menghafalnya ya? Latihan beberapa hari ini… hanya kamu sendiri yang serius.

Sudahlah Beta. Apakah mungkin Zhang Ping adalah guru pembuat soal? Beta dapat soal itu dari mana? Biarin. Pokoknya, aku sudah jawab semuanya. Yang Mulia Putri, aku adalah apel yang paling lezat, inginkah kamu memakannya? Cium dia, cium dia, cium dia! Sifat asli pahlawan sudah tampak. Apakah kamu tahu? Sebenarnya aku sangat suka…

Jadi apa yang harus aku bilang? Bilang aku tahu kamu mencintaiku. Tidak apa-apa. jika hal ini benar, Zhenhua… belum pernah terjadi hal seperti ini sebelumnya. Kami yang Terbaik Han Xu! Cepat hapus papan tulis. Putri, kamu terlalu galak. Untuk apa Pak Pan mencarimu? Aku cuci foto dengan Lu Xinghe di gedung penelitian, ketahuan oleh mereka.

Mampus! Aku mengintrospeksi diri. Aku seharusnya tidak menyembunyikan dari Pak Pan… soal foto rusak. Dan seharusnya tidak cuci foto diam-diam bersama Lu Xinghe di toilet cowok. Hanya ini? Tidak. Kami sepertinya… meninggalkan cairan obatnya di dalam toilet. Yang aku tanyakan bukan hal ini. Geng Geng. Sebelum ujian tengah semester, apakah kamu sempat masuk ke kantorku?

Tidak ada. Atau kamu pernah melihat rencana pembelajaran… atau komputer aku? Aku tidak pergi… bagaimana bisa kulihat? Kamu tidak pernah menanyakan Pak Zhang tetang pengerjaan soal? Biasanya aku tanya teman saja. Benar, benar, benar. Dia tidak pernah bertanya kepadaku. Bagus. Tidak bilang ya kan? Bagus. Kamu tidak ingin bilang… ada yang akan bilang.

Aku juga tidak tahu apa kesalahan Geng Geng. Intinya… Intinya apa? Cepat katakan. Intinya, dia pasti kena skors. Zhang Ping juga ada di samping. Kena marah sampai terus menunduk. Geng Geng sebenarnya kenapa? Pasti karena Lu Xinghe. Episode 07 Sudah Termasuk Orang yang Bisa Punya KTP! Wu Tong, Jiandan. Maju dan kerjakan soalnya.

Kata-kataku tidak berguna ya? Cepatan! Yu Huai! Fisika kamu bagus. Lihat dulu. Apakah jawaban mereka benar? Bisa dapat setengah nilai penjabaran. Bagus. Sangat bagus. Ayo, lihat semuanya. Ujian fisika soal terakhir kelas 5, nilai satu soal… lebih tinggi 2 poin dari kelas 1 dan 2. Melebihi kelas 3 sebanyak 8,2 poin. Bagaimana kalian melakukannya?

Ketua kelas, coba katakan. Pak Pan! Karena Pak Zhang melatih kami dengan baik. Lalu… Omong kosong! Apakah Pak Zhang… memberikan soal itu sebelumnya kepada kalian? Bukan, bukan! Jika bukan Pak Zhang, berarti Geng Geng curi soal dan kasih kepada kalian. Tidak mungkin. Pak Pan, beberapa hari itu, Geng Geng selalu mengikuti tim Jepang.

Dia tidak punya waktu untuk memasuki kantor aku. Masih ingin menjelaskannya? Mulai hari ini… kamu tidak perlu… menjadi wali kelas lagi. Aku umumkan… Ujian fisika tengah semester kelas 5, semuanya diberi nilai 0. Ibu Zhang, ini adalah data siswa kelas 5. Aku letakkan di sini. Baik, baik. Pak Zhang, jangan khawatir.

Masalah ini pasti akan ada penyelesaiannya. Sudahlah. Jangan dibicarakan lagi. Ini sama sekali bukan tanggung jawab satu orang. Lagi pula… hanya sekali ujian, tidak akan memengaruhi kalian masuk universitas. Nanti aku diskusikan lagi dengan Pak Zhang. Kalian… jangan panik dulu. Ini belum tentu. Ayo mulai belajar. Tinggal soal terakhir yang belum dijelaskan.

Aku rasa juga tidak perlu dijelaskan lagi. Pak! Tolong jelaskan. Kami benar-benar tidak bisa. Iya. Jelaskan sekali lagi. Yu Huai! Aku tahu itu ulah kamu. Dan kalian… hanya tahu menyalin jawaban dari Yu Huai. Ada yang bahkan tidak menulis penjabarannya. Apakah kalian tahu… penjabaran juga dinilai saat ujian nasional. Lihatlah. Untuk apa lihat aku?

Lihat kertas ujian. Gunakan rumus yang sudah kalian ketahui, hitung sendiri. Lihat bisa dikerjakan sampai mana. Kalian ini… sehari saja tidak diatur… sudah buat kelas menjadi begitu kotor. Angkat kakinya. Jiang Niannian! Kamu mau ke mana? Aku pergi jelaskan dengan Pak Pan. Aku yang melakukannya, aku akan bertanggung jawab. Paling hanya aku yang dikeluarkan.

Ayo, ayo. Kita kembali, kembali ya. Untuk apa kamu menahanku? Kamu kira aku demi apa? Aku tidak ingin kamu bermasalah. Karena aku ketua kelas. Kenapa kamu bentak aku? Ingin menakuti aku? Sudahlah, sudahlah. Kita pikirkan lebih matang. Jangan tarik aku. Qihuan suka warna ungu, semua baju rakyat berwarna ungu. Guru sastra menjadi wali kelas.

Aku pasti kiamat. Yu Huai! Baca kertas ujianmu. Qihuan suka makan rumput laut… jadi semua orang di negara Qi suka makan rumput laut. Yu Huai, jika kamu bisa gunakan sedikit semangat belajar fisikamu… untuk pelajaran sastra, kamu bisa masuk peringkat sepuluh besar. Tidak ada gunanya. Nilai fisika kami sudah dibatalkan.

Kalian sudah termasuk orang yang bisa punya KTP, kenapa tidak bisa… mengubah sifat anak kecil kalian? Sekarang buat masalah, pada akhirnya juga guru… yang membereskannya. Aku sudah 10 tahun tidak jadi wali kelas. Sekarang… seluruh Zhenhua, aku adalah wali kelas paling tua. Bu Zhang, Atau Anda bantu kami mohon kepada Pak Pan, dan mengundurkan diri.

Kalian masih ingin buat masalah? Siapa yang melakukannya, dia harus bertanggung jawab. Jangan mencelakai satu kelas dan wali kelas. Zhu Yao, siapa yang kamu sebut? Aku tidak tahu… siapa dari kalian yang mengambil soalnya. Aku pergi cari Pan. Jangan pergi. Jangan pergi. Ayo, aku ikut denganmu. Sedang apa kamu? Zhu Yao, dengarkan baik-baik…

Aku bukan pengecut. Tapi kamu juga sudah menyalin soal ini. Ayo, ikut denganku. Sedang apa kamu? Bukan itu maksud Zhu Yao. Beta, aku dukung kamu. Sudahlah, Beta. Untuk apa bertengkar dengannya? Lebih baik kamu gunakan waktunya untuk kerja soal. Suasana setiap orang tidak bagus. Karena hal ini… Setelah bel masih tidak balik ke tempat duduk…

Apa sudah terbiasa begini? Cepat, kembali ke tempat! Mana semangat… berulah kalian? Semuanya begitu lemas. Ingin ujian akhir semesternya lebih jelek lagi? Pak Zhang! Bu Shen! Pelajaranmu ya. Aku mewakili Pak Zhang Ping… untuk mengatur mereka. Kelima 5 ini… sudah seharusnya diatur. Halo, ibu… Kemarin aku sangat sibuk, jadi tidak menelepon kamu. Aku baik-baik saja.

Sudah makan? Bagaimana kondisi ayah? Kelas kalian kenapa? Siapa yang melakukan ini? Sudahlah. Sepertinya masalahnya memang ada pada diriku. Diberhentikan dari posisi wali kelas, masa percobaan diperpanjang setengah tahun. Kamu benar-benar tidak peduli dengan masa depanmu lagi? Bagaimana kamu menjelaskannya dengan orang tuamu? Kepala Direksi bilang… suruh aku kerja dengan baik. Katanya… tiga…tiga bulan,

Setelah itu akan angkat jadi karyawan kontrak. Bu, jangan khawatir. Aku tidak akan bermasalah. Bu, aku masih ada kelas. Sekian dulu ya. Jadi hasil dari soal ini adalah… S sama dengan 1,5m. Lihat dia. Celaka, kerasukan iblis melongo. Apakah sudah mengerti? Mungkin putus cinta juga begitu. Halo, Bu. Geng Geng. Nilai ujian kamu sudah keluar?

Belum. Ayahmu masuk kamar? Suruh ayahmu jawab telepon. Bukan. Ayahmu sekarang sudah hebat. Dengan senangnya… menjadi sosok yang tidak peduli apa pun. Sudah ya. Sekian dulu. Aku akan mengerjakan tugas. Jika bukan demi menjamin aku, Pak Zhang tidak akan diberhentikan. Kamu terlalu bersimpati. Setelah kelas kalian selesai melakukan pertunjukkan… awalnya aku… Melihatnya seperti itu,

Kami sekelas merasa sangat sedih. Yang terpenting adalah dia menahannya sendiri, tidak mengatakan apa pun. Aku pergi cari Pan, suruh dia keluarkan aku saja. Tidak, apa hubungannya denganmu? Mungkin saja Zhang Feng akan diberhentikan. Aku sudah memaafkanmu. Maafkan aku? Aku tidak melakukan kesalahan. Kamu maafkan apa? Baik, sudahlah, sudahlah. Tapi kata-katamu masuk akal juga.

Zhang Ping menaruh segenap perhatiannya pada kelas kalian. Mungkin saja tidak dapat berpikiran terbuka. Lu Xinghe! Aku berterima kasih padamu. Tahukah apa yang aku bicarakan? Sudahlah. Aku maafkan saja. Sedang apa dia? Pelan-pelan, dia sedang melihat orang lain main game. Apa yang ingin dia lakukan? Sedang apa kalian? Kalian mengikuti Zhang Ping?

Kamu tidak pergi les? Aku tidak berani mengikutinya sendiri? Ayo. Aku juga tidak ingin pergi. Pak Zhang! Coba tangkap satu. Ayo, cobalah, cobalah. Pak Zhang. Cobalah. Aku tidak bisa. Ini sangat gampang. Coba dulu. Kamu saja yang main. Aku tidak bisa. Kamu yang main saja. Mesin ini sangat sulit. Aku rasa harus dipelajari dulu…

Hubungan jarak, ketinggian dan kecepatan. Pak, langsung saja kamu coba. Aku…aku tidak bisa. Cobalah. Kita bertiga belajar fisika… tidak mungkin tidak bisa menangani alat mekanik. Coba sekali lagi. Lepaskan. Bagus, bagus. Ambil itu. Aku beli minuman, rayakan dulu. Cepat pulang sana. Oh ya, tidak boleh menggunakan uang kalian. Ini untukmu. Pak Zhang,

Kamu tetap adalah wali kelas kami. Benar. Pulanglah. Malangnya. Diam kamu! Kenapa waktu itu aku begitu bodoh. Untuk apa aku isi soal itu? Sejak Zhang Ping tidak menjadi wali kelas, kelas kita jadi kotor dan berantakan. Meskipun Zhang Ping biasanya terlihat lugu. Termasuk sosok pemuda pedesaan yang baik. Tapi sepatu kemarin rusaknya terlalu parah.

Aku sangat khawatir Zhang Ping. Kenapa aku menjawab soal itu kemarin? tidak ada yang menyangka… Yu Huai dapat memecahkan soal itu. Tidak boleh menyalahkan Yu Huai. Intinya aku merasa masalah ini… Sudahlah, sudahlah. Pak Zhang Ping kalian kasihan sekali. Aku tangkap sebuah boneka beruang, dia memeluknya seperti ini. Seperti ini. Aku yang tangkap.

Kalian siswa kelas 2… kenapa suka sekali lari ke kelas kami? Kembali ke kelasmu! Demi seorang cewek, dia menanggung semuanya. Gadis itu benar-benar tidak tahu malu. Iya, benar-benar tidak tahu malu. Xu Yanliang. Untuk apa kamu mengikuti aku ke toilet wanita? Sebelahnya adalah toilet pria. Karena aku lihat kamu tidak peduli kepada siapa pun,

Takut kamu tidak bisa berpikiran terbuka. Awalnya aku ingin pergi cari Kepala Direksi Pan, tapi semakin ditunda semakin tidak berani. Jika pergi, tidak mungkin membiarkanmu pergi sendirian. Aku yang cetak soal itu. Xu Yanliang. Umm. Jadi bagaimana sekarang? Hei, Yu Huai! Kamu ingin nenek Zhang… menjadi wali kelas kita? Bu Zhang juga sangat baik.

Aku tidak bilang Bu Zhang tidak bagus, tapi Pak Zhang lebih bagus. Lagi pula… Bu Zhang… juga tidak ingin menjadi wali kelas kita. Lagian… Pak Zhang tidak menjadi wali kelas kita… ini sama seperti dunia kiamat. Kalau begitu, kita pergi cari Kepala Direksi Pan. Bilang padanya… biarkan Zhang Ping kembali. Ah? Cari Pak Pan?

Masalah ini, memang Zhang Ping yang menjadi kambing hitam. Aku malu berapa di kelas 5. Menurutku… kita cari Pak Pan, akui kesalahan kita. Kita ajukan ujian ulang. Jika nilai ujian bagus, Zhang Ping mungkin akan kembali. Aku setuju. Aku memang tidak tahan lagi. Itu… Soal ini… awalnya aku yang cetak. Aku akan mengakui kesalahanku.

Hei, Beta. Jangan begitu. Jika itu aku, aku melihatnya… aku juga ingin mencetaknya. Dan setiap orang sudah melihat jawaban yang benar. Bukan salah kamu sendiri. Benar. Benar. Waktu itu juga tidak ada orang yang menghentikan kamu. Begini saja… kita… ajukan ujian ulang dulu. Lalu masalah selanjutnya… kita selesaikan setelah selesai ujian. Pak Pan,

Aku yang mencuri soalnya, tidak ada hubungannya dengan Pak Zhang. Tolong hukum aku. Pak Pan, aku yang mengajarkan semuanya mengerjakan soal itu. Hukumlah aku. Aku juga ikut, membahas soal itu dengan Yu Huai. Semua sudah menyalin jawabannya. Tapi masalah ini, tidak ada hubungan dengan Pak Zhang. Sedang apa? Ingin memberontak? Apa yang ingin kalian lakukan?

Pak Pan, kami ingin mengajukan ujian ulang. Kamu bebas buat soal, terserah ingin bagaimana menguji kami. Kami akan memberikan hasil yang sebenarnya untukmu. Jika setelah melakukan kesalahan, dapat diulang kembali, itu akan membiarkan kalian terus melakukan kesalahan. Mengerti? Jangan melindungi aku lagi. Pak Pan, maafkan aku. Aku yang mencuri soalnya.

Kertas ujian Pak Zhang ada 2 soal. Aku tidak berani cetak lebih, jadi hanya cetak bagian belakangnya saja. Printer di kantor fisika macet kertas. Komputer Pak Zhang masih word2000. Kamu bisa pergi lihat. Ini bisa membuktikan bahwa aku yang mencurinya. Dua hari yang lalu kamu ke mana? Ah! Kamu seharusnya cari aku. Aku tidak berani.

Pak Pan, aku salah. Seharusnya dari awal aku harus mengakui kesalahan. Sangat menderita. Aku sudah mencelakai teman sekelasku. Bu Zhang, Bu Zhang! Ada apa? Aku ingin mohon sesuatu padamu. Demi Yu Huai? Dia tidak mengerjakan soal sastra, aku tidak akan membiarkannya. Eh, bukan, bukan, bukan. Demi Jiang Niannian.

Sekarang dia masih sedang dimarahi oleh Pak Pan. Kamu adalah wali kelas kami, bisakah kamu membantunya? Sekarang ingat aku adalah wali kelas? Ketika berbicara dengan Yu Huai saat belajar… kenapa tidak ingat aku adalah wali kelas? Bu Zhang, ke depannya aku tidak akan berbicara lagi saat kamu ngajar. Aku janji. Sudahlah. Kembali ke kelas.

Sudah setuju ya? Pak Pan! Bu Zhang, baru pulang kerja ya. Umm. Pulang masih mengoreksi tugas ya? Kuberitahukan, aku tidak kasih upah lembur ya. Pak Pan, Bagaimana rencanamu untuk menyelesaikan masalah kelas 5? Lihatlah… mana ada orang setua aku… yang masih menjadi wali kelas? Bu Zhang, masalah ini… harus tunggu beberapa hari lagi.

Ini tidak seperti kebiasaanmu. Aku harus memberikan pelajaran untuk kelas 5 dan Zhang Ping. Pak Pan, Kamu… juga tumbuh berkembang… dari guru muda. Jadi… aku juga punya banyak masalah saat masa perkembangan. Aduh, Pak Pan. Kamu… jangan terlalu mempersulit anak muda. Sekarang aku mempersulit mereka… adalah agar ke depannya mereka dapat berkembang lebih baik.

Bermanfaat bagi mereka. Pak Pan, hasil ujian kelas 5, kamu benar-benar ingin memberikan nilai nol? Kalau begitu, rapat orang tua… kamu saja yang pimpin, aku tidak peduli. Bu Zhang, mana mungkin aku kasih nilai nol? Jika aku kasih semuanya nilai nol, aku akan dikeroyok oleh orang tua murid. Iya kan? Sudah mendengarnya kan? Cepat keluar!

Ah? Dari tadi sudah pulang sekolah, kenapa masih belum pulang? Cepat ucapkan terima kasih pada Pak Pan. Terima kasih, Pak Pan. Pulang, pulang, pulang sana. Sampai jumpa Pak, Sampai jumpa Bu. Bu Zhang, kamu ini terlalu… Pak Pan, kamu tidak suka anak-anak kelas 5? Baiklah semuanya. Simpan dulu tugasnya. Aku ingin mengumumkan satu hal.

Dengarkan baik-baik. Jumat sore, waktu pertemuan kelas yang diadakan oleh sekolah… dipimpin oleh Pak Pan. Untuk memimpin… SMA1 kelas 5… ujian ulang tengah semester pelajaran fisika. Takut Pak Pan tidak datang ya? Panggil orang tuamu kemari. Keputusan hukuman perlu ditandatangani. Tidak bisa datang. Apa? Orang tuaku dipindahkan kerja ke Beijing.

Aku tinggal bersama nenek dan kakekku sekarang. Mereka sudah berumur 70-an. Dan… kamu tidak boleh menghukumku. Kenapa aku tidak boleh menghukum kamu? Status pelajar aku sudah dipindahkan ke Beijing. Aku sekarang termasuk siswa sementara. Kamu ingin melawan aku? Tidak Pak Pan. Jangan memelototiku seperti itu. Aku hanya tidak berani memberitahu mereka. Jika mereka tahu,

Pasti akan membunuhku. Sudahlah. Kendalikan emosi kamu. Pertemuan wali minggu depan, orangtua harus hadir. Jika tidak bisa hadir, belajar saja ke Beijing. Pak Pan. Masih sisa 2 hari sebelum ujian. Di sini aku menunjuk… sekretaris olahraga terbaik di sekolah kita, Yu Huai… untuk menjadi guru les kita. Ayo, tepuk tangan. Sudahlah.

Aku masih harus hafal puisi. Bagaimana kami latihan jika kamu tidak ikut? Hafal puisi, hafal puisi… Sama sekali tidak setia kawan. Kamu yang tidak setia kawan. Lu Xinghe sudah datang. Selamat datang, selamat datang. Sedang apa kalian? Aku tidak salah dengar? Itu lonceng pulang sekolah. Geng Geng, kamu sedang apa? Kelas kami sedang mempersiapkan pertempuran.

Pan suruh kamu ke papan majalah dinding di depan gerbang. Reporter Koran Malam datang foto. Tidak ada waktu. Tolong bantu aku minta izin dulu. Aku belum siap mengerjakan soal ini. Aku… Kenapa kelas kalian seperti kelas 2? Sudah dicuci otak? Ayo, ayo, cepat pergi foto. Lu Xinghe, hasil karya itu memang punya kamu sendiri.

Aku mohon padamu. Biarkan aku selesaikan setengah soal ini, oke? Demi kelas 5 yang kamu sukai, kamu pergi sendiri saja. Menurutmu, atas nama kehormatan kelompok untuk menyia-nyiakan kesempatan seseorang untuk … menunjukkan bakatnya, apakah itu pantas? Pantas. Sebenarnya Jangan terlalu khawatir. Ujian tengah semester hanya mengujikan pelajaran setengah semester. Poin yang perlu dihafal tidak banyak.

Wen Xiaoxiao, simpan tugas fisikamu. Jika kamu seperti ini lagi, aku akan memberikan tugas untuk kalian. Baiklah, aku sudah siap. Masih ada sisa waktu, aku bahas fisika saja. Han Xu, berikan soal ujian kemari. Mekanika ada di bagian ini, selalu ada rumus yang bisa dipakai. Elektronika ada di sebelah sini.

Soal tambahan hanyalah beberapa kombinasi ini. Lalu aku juga menulis algoritma sederhana. Bu Shen, hari ini tidak ada tugas? Simpan dulu kertas ujianmu, aku tidak kasih tugas. Semuanya, mari kita bahas soal kemarin. Sudah selesai dibahas. Siapa yang bahas? Pak Zhang Feng. Apa dia gila? Masih ada yang belum dipahami? Masih tinggal 15 menit.

Pelajaranku sampai di sini saja. Selanjutnya belajar sendiri. Jadi bisa kerja tugas lain? Kamu tidak mengerti maksud belajar sendiri? 20 soal pertama, tuliskan dulu soalnya dalam bentuk angka. Setelah mengerti, baru gunakan algoritma sederhana untuk menghitungnya. Oke? Oke. Karena semuanya sudah bilang oke, mari kita lihat poin selanjutnya. Mari, semuanya lihat dulu soal ini.

Bu Zhang, Aku akhirnya tahu perbedaan Universitas Normal Propinsi… dengan Universitas Tsinghua dan Peking. Kamu harus membawa mereka ke Universitas Qinghua. Bu, Bu Zhang. Kamu teruskan saja, aku ingin mendengarkannya. Bu Zhang sudah memberi tahu aku. Kalian… kenapa kalian pergi cari Pak Pan… demi aku? Oh ya! Aku beli minuman untuk kalian. Sini. Pak Zhang.

Pertama-tama ini adalah pelajaran sastra, kamu tidak pantas melakukan hal seperti ini. Lagi pula, siapa bilang kami melakukannya demi kamu? Kami ini demi kehormatan kelas 5. Jangan berperasaan. Benar kata-katanya. Hebat juga kamu. Seharusnya kamu pergi ke sekolah keguruan. Penjelasanmu lebih bagus dariku. Tidak bisa… hanya bagus dalam pelajaran fisika… Aku dengar Pak Zhang bilang…

Kamu ingin masuk Universitas Tsinghua atau Peking. Pelajari setiap pelajaran… bukankah lebih menjamin? Bu Zhang, Jangan khawatir, aku akan kirim kartu nama setelah tiba di Tsinghua. Sudahlah, sudahlah. Dua hari ini, aku akan memberikankan waktuku untuk Pak Zhang. Biar dia mengajari kalian fisika. Baik. Kalau begitu, aku pergi dulu. Terima kasih, Bu Zhang.

Bu Zhang, sampai jumpa. Sampai jumpa. Kalau begitu, aku… bahas 2 soal lagi. Pak Pan… cari pemimpin grup untuk buat soal. Tingkat kesulitannya kali ini, pasti akan melebihi ujian tengah semester. Mari kita berusaha bersama. Semangat! Semangat! Semangat! Berdasarkan apakah kehilangan energi… Sedang baca doa? Jangan ganggu aku. Besok sore kami akan ujian ulang fisika.

Geng Geng. Setelah lewat SMA 1, lewat SMA 3, menurutmu, apakah fisika… masih akan tetap penting bagimu? Jika tidak begitu penting, kenapa harus buat dirimu begitu capek? Kamu tidak mengerti. Nilai ujian fisika kali ini, mungkin tidak penting. Tapi pada saat ini, kenangan kelas 5 kami sangat penting. Bukankah kamu juga sangat menyukai kelas 5?

Aku suka kelas 5, karena bebas. Tapi sekarang kelas 5… sudah terperangkap dalam suasana yang sangat aneh. Semua orang demi sekali ujian… menjadi sangat fanatik. Tidakkah kamu merasa sangat menakutkan? Tidak seperti itu. Kali ini kami tidak hanya demi ujian. Kami semua sangat menyukai Zhang Ping. Kali ini dia menanggung kesalahan kami,

Kami merasa sangat bersalah padanya, ingin dia tetap menjadi wali kelas kami. Geng Geng. Di saat terbaik, harus melakukan apa yang paling kamu sukai. Kamu sekarang ini dinamakan… terperangkap di dalam fanatik kelompok, kehilangan diri sendiri. Aku merasa rasa kelompok sangat mengerikan. Intinya, yang kamu katakan itu salah. Sudahlah, sudahlah. Naik!

Aku bawa kamu pergi cari angin. Tidak mau. Aku harus pulang belajar. Tunggu, tunggu, tunggu dulu. Begini saja… Dua hari lagi… ada acara baca puisi. Aku bawa kamu pergi untuk merasakan suasana kebebasan. Bisakah kamu tidak mengganggu aku? Di saat terbaik, melakukan apa yang paling kamu sukai.

Tapi aku masih belum tahu hal apa yang paling aku sukai. Pagi-pagi sudah melongo. Kenapa bersembunyi? Tirai itu sangat kotor. Kemarin saat Xu Yanliang makan di sini, sup dia kena ke satu tirai. Jika tidak percaya, coba dicium. Pasti ada aroma lobak. Kemarilah. Segera mengikuti ujian ulang. Kujelaskan 2 soal lagi untukmu. Oh!

Apa yang terbaik dan bukan terbaik. Sekarang sangat baik. Apa yang kamu katakan? Tidak apa-apa. Jelaskan soalnya. Oh! Jelaskan soalnya. Perhatikan kedisiplinan saat ujian. Buka semua kotak pensil kalian. Jangan menyelip sesuatu di dalamnya. Benar juga yang dikerjakannya. Aduh, rumusnya salah lagi. Tidak boleh berbicara. Masih sisa 15 menit. Semuanya perhatikan waktu yang tersisa.

Mekanika ada di bagian ini, selalu ada rumus yang bisa dipakai. Elektronika ada di sebelah sini. Soal tambahan hanyalah beberapa kombinasi ini. Lalu aku juga menulis algoritma sederhana. Tinggal 1 menit terakhir, bersiaplah untuk kumpul kertas ujian. Waktunya habis. Kumpulkan kertas ujian! Pak Pan, tunggu, tunggu. Satu menit, satu menit. Siapa yang tidak kumpul,

Akan diberi nilai nol. Tunggu sebentar, tunggu sebentar. Sudahlah, setidaknya bukan nol. Hatiku tidak enak. Bukankah dia tidak menghukummu? Pak Pan bilang, kali ini aku diberikan kesempatan untuk ikut ujian ulang. Dan dia akan melampirkan catatan… dalam transkrip nilai aku. Dengan begitu, setelah ke Beijing, Sekolah itu tidak akan menerimaku dengan gampang, atau dengan jaminan.

Beta, jangan terlalu sedih. Bagaimanapun, masih lama untuk sampai SMA 3. Aku bukan sedih karena hal ini. Jadi karena apa? Aduh, stres. Sangat stres. Jangan stres. Kamu ada saatnya stres juga? Sudahlah, sudahlah. Aku sudah tua, tidak bisa terlalu beremosi. Kamu benar-benar adalah… siswa yang paling nakal yang perlu aku ajari. Bu,

Dari kecil sampai sekarang… aku total ada 5 wali kelas. Setiap kali aku ada di kelas… yang siswanya paling nakal. Aku juga, aku juga. Jadi aku bilang… tidak ingin beremosi dengan kalian. Aku sudah mengajukan permintaan dengan sekolah. Mempersilakan Pak Zhang… kembali untuk menjadi wali kelas kalian. Pak Zhang, masuklah. Bu Zhang. Baiklah.

Ini serahkan kepadamu. Aku pergi dulu. Sampai jumpa Bu Zhang. Baik. Sampai jumpa Bu Zhang. Kertas ujian ini… semuanya juga sudah merasakannya. Lebih sulit dari soal ujian tengah semester. Nilai ujian satu kelas… menurun drastis. Total nilai satu kelas berada di belakang kelas 1 dan 2. Berada di peringkat tingkatan… ketiga. apa yang kalian teriakkan?

Lihat kalian… buat satu kelas jadi tempat sampah. Dan di ambang jendela… apa-apaan itu? Jadi wali kelas kalian, benar-benar sial. Apa yang kalian tertawakan? Aku serius. Jika sudah punya istri nanti, kalian akan merasakannya. Pak Zhang, kamu sedang membicarakan pengalaman ya? Tunggu balasannya. Ada apa Jiang Niannian? Teman-teman… maafkan aku. Kalian begitu baik,

Aku merasa diriku, tidak pantas menjadi murid kelas 5. Jangan nangis Jiang Niannian. Semua salah kamu. Kamu membuat nilai fisika kelas kita… jadi meningkat. Benar. Jiang Niannian. Tak kusangka… kamu termasuk gadis yang bisa menangis ya. Kalian sangat menyebalkan. Ini adalah nilai tertinggi… dalam seumur hidupku. Sebenarnya kamu bisa belajar dengan bagus,

Termasuk mata pelajaran yang tidak kamu sukai. Hanya masalah cara belajarnya saja. Apa yang kamu pikirkan? Aku harus memohon pada Zhang Ping. Nilai pelajaran lain aku sangat rendah. Saat pertemuan wali, aku harus suruh dia fokus memuji nilai fisikaku. Apa? Kita ada pertemuan wali? Benar. Ranking 2 dalam kelas, ranking 10 dari satu tingkatan, kenapa?

Aku masih ada urusan. Aku pergi dulu. Kamu juga takut pertemuan wali? Hei, ini ayahku. Hai Paman. Geng Geng. Kami selalu duduk sebangku ya. Aku pikir… bisakah pindahkan tempat duduknya? Dia berbohong padaku. Dia bilang teman sebangkunya cowok. Jika aku pergi, apakah kamu akan merindukan aku? Bisakah jangan begitu menyebalkan? Apa yang kamu katakan?

Aku bilang kamu menyebalkan. Anak-anak… punya kesulitannya sendiri.